Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
"Kau mau pulang denganku ?" Tanya Luhan dan Seohyun mengangguk malu - malu.
"Kajja" Luhan memberanikan diri menggenggam tangan Seohyun dan berjalan ke parkiran, melupakan teman – temannya yang masih duduk beristirahat di lapangan basket.
Luhan duduk di motor besarnya dan Seohyun di belakangnya, gadis itu melingkarkan tangannya pada perut Luhan selama perjalanan membuat Luhan benar – benar ingin segera menjadikan Seohyun miliknya sehingga ia bisa merasakan hal ini sesering mungkin, mungkin juga suatu saat ia bisa merasakan yang lebih dari ini, entahlah. Yang pasti, Luhan akan menandai hari ini menjadi salah satu hari yang menyenangkan dalam hidupnya.
-POCKY BOY 3-
Luhan tengah berjalan di koridor sekolah, hatinya masih berbunga – bunga karna kejadian beberapa hari lalu, saat pujaan hatinya memeluknya waktu mengantarnya pulang. Ia duduk di tempat duduknya dan tersenyum sangat manis, tak memperhatikan bahwa seseorang tengah menatapnya dengan pandangan cemburu.
"Masih memikirkan Seohyun ya ?" Tanya Lay melihat senyuman sumringah Luhan.
"Tentu saja" Ucapnya.
"Kenapa kau belum juga menyatakan perasaanmu ? Keburu diambil orang lho" Canda Lay dan Luhan langsung menatapnya.
"Tidak akan ada yang berani mengambilnya dariku karna aku Luhan, sang penguasa sekolah" Luhan menunjukan smirknya dan Lay hanya menatapnya jengah dan memilih untuk membaca komik yang ia bawa dari rumah.
Segerombolan wanita masuk ke dalam kelas Luhan. Sayup – sayup, ia dapat mendengar nama Jongin dan Sehun disebut beberapa kali.
Wajah Luhan berubah masam mendengar nama yang ia benci belakangan ini. Entah bagaimana, walaupun anak kelas 1 itu telah mendapat 'salam kenal' dari Luhan, ia belum juga menunjukkan ekspresi takut dan yang lebih menyebalkan lagi, belakangan ini si pocky boy serta temannya menjadi bintang baru di sekolahnya. Teman – teman sekelasnya juga sering membicarakan betapa tampannya mereka, membuat Luhan jijik.
Luhan merasa marah tentu saja, selama ini ialah yang menjadi bintang laki – laki nomer 1 di sekolahnya lalu disusul Kris namun sekarang sejak si pocky boy itu muncul, Luhan merasa dirinya telah tersingkirkan. Luhan tidak pernah suka tersaingi jadi jelas ia menjadi lebih tidak suka dengan Sehun.
Luhan ingin sekali membuat Sehun jera, membuat anak itu tunduk padanya seperti murid – murid lain yang takut padanya namun sepertinya butuh usaha keras karna anak itu tidak punya rasa takut, selain itu ia juga sedang sibuk mengurusi calon kekasihnya -Seohyun-. Tak akan lama lagi, ia akan menyatakan perasaannya pada Seohyun.
...
Sehun sedang berjalan ke kantin, seperti biasa, bibirnya sibuk mengemut pocky. Sahabat hitamnya itu berjalan di sebelahnya, matanya secara otomatis bekerja seperti radar untuk menemukan noona – noona cantik. Sehun kadang jengah juga dengan sikap Jongin yang playboy itu, tapi sebut saja Sehun tak peduli.
Dari arah berlawanan dari 2 pemuda yang belakangan ini populer di SOPA high school, seorang gadis cantik dan manis tampak berlari dengan terburu – buru. Keterburu – buruannya membuatnya menjadi tidak hati – hati, secara tak sengaja kakinya terantuk kaki orang lain didepannya dan ia melayang jatuh ke depan, dan...
Grep !
Gadis cantik itu hampir saja jatuh namun 2 lengan kekar berkulit putih susu berhasil menangkapnya tepat waktu.
"Gwaenchana ?" Suara bass penyelamatnya itu menyadarkan sang gadis dari keterkagetannya. Ia mendongakkan mukanya untuk menatap pemilik lengan yang telah menyelamatkannya.
Deg !
"Ohhh..." Gadis bernama Seohyun itu tampak gegalapan saat melihat wajah penolongnya, bahkan pipinya mulai bersemu. "Tampan sekali" Lanjut Seohyun dalam hati.
"Wow...Sehun~" Jongin menginterupsi kekaguman Seohyun. Pemuda hitam itu tampak tercengang dengan posisi Sehun yang sedang memeluk gadis cantik penyandang gelar diva sekolah.
"Jadi dia yang bernama Sehun.." Batin Seohyun lagi.
"Gwaenchana ?" Sehun mengulang pertanyaannya. Seohyun tersenyum, sangat cantik, bahkan para fansnya yang melihat sudah meleleh dan mimisan di tempat, begitu juga dengan Jongin, namun Sehun sama sekali tak tertarik dengan wajah bak malaikat –kata fans Seohyun- yang tersaji di depannya, wajahnya masih saja datar seperti biasa.
Sehun melepas tangannya dari tubuh Seohyun membuat Seohyun mendesah kecewa.
"Lain kali hati - hati" Ucap Sehun dengan nada datar.
"Ne...Gomawo...eum Sehun ah~" Ucap Seohyun, mempertahankan senyumnya walaupun Sehun tak berniat membalas.
"Hmm..Cheon" Sehun membalas seadanya dan berjalan melewati Seohyun.
Jongin mendengus sebal melihat Sehun yang tampak acuh tak acuh dengan diva sekolah, padahal kalau saja Sehun lebih ramah, ia kan jadi bisa mencuri – curi pandang bahkan berkesempatan bicara lebih banyak dengan Seohyun, siapa tau, Seohyun jatuh hati padanya kelak.
"Eum..Maaf sahabatku itu memang tidak punya ekspresi jadi maklum saja ya sunbae" Ujar Jongin, membungkukkan badannya sopan sebagai seorang hoobae yang menghormati sunbaenya lalu pergi menyusul sahabatnya yang sudah jalan agak jauh. Dasar sahabat tidak setia kawan.
Gadis bernama Seohyun itu masih berdiri di tempatnya, memegang dadanya yang berdebar karna peristiwa tadi. Ia tersenyum mengingat wajah Sehun yang terpahat dengan sempurna, mempesona bagi siapapun yang melihatnya.
"Tampan sekali...Lebih tampan dari Luhan oppa" Batin Seohyun. Mengingat nama Luhan, reflek ia jadi teringat ada janji temu dengan pria china itu.
"Ohhh ! Aku lupa !" Ujar Seohyun setelah sadar dari lamunannya, ia segera berlari menuju tempat tujuannya semula.
...
Luhan mendengus sebal, ia sudah menunggu di atap ini selama 12 menit namun gadis pujaannya itu belum juga muncul, padahal jam masuk kelas sebentar lagi berbunyi. Ia memang tidak peduli dengan sekolah, namun Seohyun adalah gadis rajin yang tidak pernah mau telat masuk kelas, ia rajin belajar dan rajin memperhatikan guru. Benar- benar berbeda 180⁰ dari berandalan sepertinya.
Cklek !
Pintu atap tempat Luhan berada terbuka, menampilkan seorang gadis yang tampak terengah – engah menghampirinya.
"Ah ! oppa ! Mianhae, aku terlambat. Mianhae ! Aku lupa tadi, mian !" Ujar seohyun dengan nada menyesal, membungkukkan badannya berkali – kali.
Luhan tersenyum, entah bagaimana setelah melihat gadis pujaannya itu datang, rasa kesalnya menguap seketika, menyisakan hati yang berbunga – bunga.
"Gwaenchana" Ucap Luhan lembut.
"Jinjja ? Aku benar- benar minta maaf oppa. Aku lupa tadi. Mianhae oppa" Ujar Seohyun penuh penyesalan.
"Ne, tak apa. Semua orang pernah lupa" Balas Luhan, mengelus surai coklat Seohyun yang agak berantakan karna habis berlari menuju atap.
"Eum...Jeongmal gomawo oppa..." Ujarnya lalu tersenyum. "Memangnya oppa ingin bicara tentang apa denganku ?" Lanjut Seohyun bingung. Menatap Luhan yang tiba – tiba berubah kaku.
"Ohh...Itu..." Luhan menggaruk rambutnya yang tidak gatal, mendadak lidahnya kelu dan penguasa sekolah itu jadi malu. Padahal ia adalah ssangnamja, tapi kenapa rasanya susah sekali hanya untuk mengatakan 'aku mencintaimu, jadilah pacarku' pada gadis pujaannya itu.
"Ne ? Wae oppa ?" Tanya Seohyun lagi.
"Eum...I-itu...Aku"
"Hmm ?"
"Aku-"
TET...TET...
Belum juga Luhan menyelesaikan ucapannya, bel terkutuk itu telah berbunyi, memotong perkataan Luhan dan mengacaukan segalanya.
"Ahh ! Bel masuk sudah berbunyi oppa. Ayo kembali ke kelas ! Sehabis ini pelajaran matematika, aku tidak boleh terlambat di mata pelajaran favoritku !" Ujar Seohyun semangat, berbeda dengan Luhan yang tampak lesu karna gagal dalam usaha pertamanya.
"Cih, padahal sedikit lagi" Batin Luhan dalam hati.
...
Bel pulang sekolah telah berbunyi, Luhan segera mengambil tasnya dan berjalan keluar. Jangan kira karna ia sedari tadi ada di dalam kelas, ia memperhatikan guru. Tidak sama sekali, itu bukan gayanya. Ia daritadi sibuk mendengarkan musik dan tertidur, hanya terbangun setelah bel pulang berbunyi.
Luhan berjalan ke base camp EXO, membuka pintu dengan lesu dan wajah yang tertekuk.
"Bagaimana ? Berhasil ?" Tanya Xiumin pada ketua ganknya yang baru masuk ke dalam base camp. Luhan mendengus sebal lalu melempar tubuhnya pada sofa yang ada di base camp EXO.
"Cih, apanya yang berhasil. Bel laknat itu mengacaukan segalanya" Kesal Luhan, menaikan kakinya pada meja di depan sofa.
"Hahaha, mungkin ia bukan jodohmu Lu" Canda Xiumin yang langsung mendapat death glare dari rusa cina yang sedang kesal.
"Wow wow...Oke, santai saja. Kau bisa mencobanya lagi lain waktu" Ujar Xiumin, duduk di sebelah Luhan yang sedang meniup – niup poninya kesal.
"Tentu saja, aku akan mencobanya lagi. Seohyun harus jadi milikku. Harus !" Ujar Luhan penuh penekanan, tampaknya penguasa sekolah itu sudah tegila – gila dengan sang diva.
"Sudahlah, daripada kau memikirkan Seohyun terus menerus. Lebih baik kau ke toko mainan ahjumma Jung sekarang. Boneka rusa yang telah lama kau incar itu sedang diskon 20%" Ujar Xiumin. Mendadak mata Luhan langsung berbinar seperti anak kecil yang ditawarkan mainan mobil – mobilan.
"Jinjjjjaaayoooo ?" Ucap Luhan. Wajah Luhan yang tertekuk itu seketika berubah ceria.
"Ne, jinjja" Jawab Xiumin malas. Luhan berdeham, berdiri, memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan berjalan –sok cool- keluar dari base camp EXO untuk segera membeli boneka rusa incarannya. Kalau saja ia berhasil mendapatkannya -dan pasti berhasil karna ia akan menghancurkan siapapun yang berani menghalangi ambisinya untuk memiliki boneka itu-, boneka itu akan menjadi boneka ke 100 yang masuk dalam koleski boneka rusanya. Benar – benar jjang !
Xiumin menatap Luhan dengan datar. Terkadang ia sweetdrop sendiri melihat tingkah ketua ganknya yang -katanya- manly itu.
"Cih, dasar. Katanya ssangnamja tapi hobinya mengoleksi boneka rusa. Sama saja seperti dia" Ujar Xiumin dengan nada yang jelas - jelas menyindir Kris –yang juga dijuluki ssangnamja- yang hobi mengoleksi boneka alphaca. Harusnya ia yang dijuluki ssangnamja, bisa dibilang ia yang terkuat di EXO gank, abs saja ia punya 6 kotak, sayang saja tubuhnya itu tidak setinggi Kris, Chanyeol maupun Tao dan wajahnya yang agak gembul itu malah membuatnya dijuluki baby face. Menyebalkan sekali.
...
Luhan masuk ke dalam toko mainan milik Jung ahjumma dengan hati gembira. Ia sudah tak sabar untuk membeli boneka rusa incarannya itu.
"Ah, kau datang lagi Lulu" Ujar Jung ahjumma ramah. Ia sering melihat Luhan datang kemari.
"Jangan panggil aku Lulu ahjumma. Itu tidak manly !" Kesal Luhan namun ahjumma pemilik toko hanya terkekeh. Apanya yang manly dari pemuda manis yang sering bolak balik toko mainan untuk mengoleksi boneka rusa ? Pikirnya.
"Baiklah Luhan. Boneka incaranmu itu sedang ada diskon 20% yang ahjumma pastikan kau sudah tahu. Kau juga pasti tau kan ada dimana tempatnya ?" Sindir ahjumma pemilik toko, Luhan tersenyum remeh.
"Tentu saja !" Ujarnya bangga dan berjalan meninggalkan ajhumma pemilik toko yang terkekeh melihat pelanggannya yang satu itu.
Luhan segera menelusuri toko itu dengan mudah karna ia memang pelanggan di sana, apapun yang terbaru dan berhubungan dengan rusa pasti ia beli. Ia berhenti setelah sampai ke bagian paling belakang toko dimana boneka – boneka berkumpul. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat boneka rusa incarannya itu duduk manis di rak paling atas.
"Yey ! Rusaku I'm coming !" Ujarnya pada angin lalu, ia berjinjit untuk mengambil boneka rusa incarannya yang berada di rak paling atas itu dengan susah payah.
Pasti ada yang bertanya mengapa Luhan menunggu boneka rusa itu diskon 20%, tidak langsung membelinya padahal ia adalah orang kaya kan ? Ia memang anak orang kaya namun ia bukanlah anak yang boros dan matanya berbinar ketika mendengar diskon sama seperti wanita – wanita diluar sana.
Cling !
Selagi Luhan sibuk dengan rusanya, seorang pemuda lain memasuki toko mainan itu. Jung Ahjumma tertegun melihat ketampanan wajah pemuda yang baru masuk itu. Pemuda itu bertubuh tinggi, berkulit putih susu, berwajah datar, memiliki rahang tegas dan bermata elang. Pemuda itu masih memakai seragam sekolahnya dan jung ahjumma tau benar kalau seragamnya itu sama seperti milik Luhan.
"Mungkin ia teman Luhan" Batinnya.
Pemuda itu melihat sekeliling, tampaknya ia bingung walaupun wajahnya masih datar – datar saja.
"Ada yang bisa kubantu ?" Tanya Jung ahjumma ramah.
"Ah..Aku ingin membeli hadiah untuk noonaku yang berulang tahun hari ini. Menurut ahjumma, apa yang harus kubelikan ?" Tanyanya. Jung ahjumma tampak berpikir.
"Bagaimana kalau kotak musik ?" Usulnya dan pemuda tampan itu mengangguk.
"Yeah, kurasa itu ide bagus" Jawab pemuda itu.
"Tempat kotak musik ada di belakang sana" Ujar Jung ahjumma. Pemuda pemilik nama Sehun itu mengangguk dan berjalan ke bagian belakang toko. Ia berhenti dan melihat – lihat kotak musik yang bentuknya bervariasi itu. Ada yang berbentuk hati, berbentuk peti, berbentuk piano, bahkan ada yang berbentuk gramaphone , benar – benar unik dan menarik.
"Uh, kenapa tinggi sekali" Keluh seseorang dan Sehun dapat mendengar keluhannya. Ia menatap lelaki yang tak lain dan tak bukan adalah senior sok jago yang sering mengganggunya belakangan ini, Luhan.
Ia melihat Luhan tengah kesusahan mengambil sebuah boneka rusa yang terletak di rak paling atas. Ia bahkan sedang melompat – lompat sekarang untuk mengambil boneka rusa itu. Kalau anak – anak sekolah tahu apa yang ketua gank rusuh itu sedang lakukan sekarang, ia dapat pastikan imagenya langsung hancur, ide bagus untuk membalas Luhan karna telah membullynya tapi Sehun bukan orang seperti itu jadi ia memilih untuk tidak peduli dan kembali melihat – lihat kotak musik untuk noonanya.
"Ah..Kenapa tidak sampai – sampai" Keluh Luhan lagi. Ia menghentak – hentakkan kakinya persis seperti anak kecil yang sedang merajuk.
Sehun yang melihatnya jadi iba, ia mendekati Luhan yang masih susah payah mengambil boneka rusa itu. Ia mengulurkan tangannya ke atas dan tak butuh usaha lebih dari itu, ia berhasil meraih kaki boneka rusa, menurunkannya lalu bermaksud memberikannya pada Luhan yang langsung menampilkan wajah sok manlynya.
"Cih, kau lagi" Ujarnya ketus. Memasukkan tangannya ke dalam saku, seakan jijik untuk mengambil boneka rusa yang Sehun berikan padanya.
"Kau mau tidak ?" Tanya Sehun dingin. Luhan menggeleng, padahal tangannya sudah gatal untuk mengambil boneka rusa itu dan memeluknya erat - erat.
"Ya sudah aku kembalikan" Ujar Sehun, mengulurkan tangannya ke atas untuk menaruh boneka itu di tempatnya semula.
"Ya ! Ya ! Pocky boy !" Luhan tak bisa menahan lebih lama. Keinginannya untuk memiliki boneka itu sangatlah besar, lupakan harga dirinya untuk sekarang.
"Wae ?"
"Berikan boneka itu"
"Bukankah kau tidak mau ?" Ujar Sehun.
"Cepat berikan !" Ujar Luhan kesal, mengambil kasar boneka rusa itu dari tangan Sehun dan berjalan angkuh menuju kasir. Sehun menyusul di belakangnya setelah mengambil sebuah kotak musik berbentuk piano yang sangat cantik.
"Untuk gadismu ?" Tanya Luhan, melihat tangan Sehun yang membawa kotak musik.
"Bukan urusanmu sunbae"
"Cih, menyebalkan sekali" Kesal Luhan.
"Dia temanmu, Lu ?" Tanya sang ahjumma melihat kedua pemuda itu datang ke kasir bersamaan.
"Bukan !" Jawab Luhan ketus sedangkan Sehun masih memasang wajah datar andalannya.
"Oh, padahal kau tampak cocok dengannya Lu" Canda sang ahjumma, memasukkan uang luhan ke dalam mesin kasir dan mengambil beberapa won untuk kembalian.
"Yang benar saja ahjumma ! Aku normal !" Ujar Luhan kesal. "Aku hanya menyukai Seohyun !" Sambungnya.
"Oh, kau masih menyukai gadis itu ? Kau dan dia itu sama – sama manis Lu, tak pantas untuk bersama. Kau dan dia sama – sama pihak yang harusnya dilindungi oleh namja sepertinya, kau tau maksudku kan ?" Ujar sang ahjumma membuat Luhan tambah kesal, apalagi Sehun berdiri tepat di sebelahnya –walaupun ia tampak tak peduli-.
Luhan diam, tak mau membalas perkataan jung ahjumma lagi, takut ia lebih dipermalukan disini, dihadapan hoobae yang ingin dihancurkannya. Luhan mengambil plastik berisi boneka rusanya dan keluar terlebih dahulu, memberikan akses untuk Sehun membayar kotak musiknya.
"Apa kau tertarik dengan Luhan ? Walaupun dia seperti itu, dia sangat manis" Tanya sang ahjumma, Sehun tak menjawab dan hanya membalasnya dengan senyuman.
"Kau sangat tampan kau tau. Kalau saja aku punya anak perempuan, sudah aku jodohkan denganmu" Ujarnya. Sehun tetap tak menjawab, mungkin ia bingung ingin menjawab apa.
"Gomawo ahjumma" Ujar Sehun sopan setelah selesai membayar, mengambil kotak musiknya dan keluar.
Mata Sehun menangkap sosok Luhan yang masih berdiri di luar, sepertinya menunggunya. Luhan menatap Sehun dengan tatapan mematikan. Ia mendorong Sehun ke dinding cukup keras, menarik kerahnya dan menatapnya garang.
"Dengar pocky boy, aku tidak ingin siapapun tau kalau aku mengoleksi boneka, ara ?! kalau sampai kau membocorkannya di sekolah, aku pastikan kau akan berakhir di neraka !" Ancam Luhan.
"Terserah kau saja" Balas Sehun datar, menyingkirkan tangan Luhan dan berlalu darinya, memasuki mobil sport merahnya dan pergi.
...
Sehun tengah memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah mini market, lalu masuk untuk membeli beberapa pocky karna stock di mobilnya sudah habis. Tak lama, ia keluar dari mini market dengan plastik berisi pocky dan air mineral.
Baru saja ia keluar dari toko, matanya menangkap seorang gadis yang sibuk dengan ponselnya dan tak menyadari bahwa seorang pengendara sepeda yang sama – sama sedang mengecek ponsel melaju kencang ke arahnya. Dengan sigap, Sehun menarik lengan gadis itu beberapa detik sebelum sang pengendara sepeda itu menabraknya. Gadis itu tampak kaget, barang belanjaan miliknya jatuh dan berserakan di bawah.
"Se-sehun" Ujar gadis yang berhasil diselamatkan oleh Sehun.
"Oh, sunbae lagi" Ujarnya datar, melepaskan tangannya pada gadis itu –Seohyun- dan membantu membereskan belanjaan Seohyun yang terjatuh.
"Gomawo Sehun ah~ Jeongmal gomawo" Ujarnya lalu tersenyum dan Sehun hanya mengangguk. Setelah membungkukkan badannya pada Seohyun, pemuda itu berlalu darinya untuk masuk ke dalam mobil sport merahnya lagi.
"Kenapa jantungku jadi berdebar begini. Astaga jangan – jangan aku suka padanya" Batin Seohyun sambil menatap mobil merah Sehun yang berlalu darinya.
...
Sehun tengah berjalan ke atap sekolah, mulutnya bergerak mengunyah pocky sementara tangannya melempar – lempar box pocky itu ke udara. Dari arah berlawanan, seorang gadis tampak sibuk membaca buku matematika yang menjelaskan tentang trigonometri, logaritma, algoritma dan tete bengek lainnya. Karena tak melihat jalan, ia tergelincir dan terjatuh.
"Wa !" Gadis itu menjerit namun bukannya menabrak lantai, ia menabrak dada seorang laki – laki. Tangan lelaki itu memeluk pinggangnya karna menangkapnya barusan.
"Oh...Sehun" Ujar Seohyun tak percaya, menangkap sosok penyelamatnya. Seohyun berdebar- debar, lagi sehun menyelamatkannya. Ini sudah ketiga kalinya. Mungkinkah Ini kebetulan atau takdir ?
"Kau ini teledor sekali sunbae" Ujar Sehun datar. Sebelum Sehun sempat melepaskan pelukannya pada Seohyun, gadis itu mendekatkan bibirnya pada pipi kanan sehun dan...
Chu~
Seohyun mengecup pipi Sehun sekilas. Sehun tampak terkejut dan menatap Seohyun tak percaya.
"Terima kasih" Ujar Seohyun malu - malu. Sehun mengelus pipinya lalu berdeham.
"Ne..Cheon" Ujar Sehun kembali datar dan meninggalkan Seohyun.
Mereka tak tahu bahwa Chen melihat semua kejadian itu dari awal dan merekamnya dengan handphone sebagai laporan untuk Luhan.
...
BRAK !
Luhan menggebrak meja didepannya dengan kasar. Mukanya memerah karna amarah, ia mengepalkan tangannya begitu erat sampai jari – jarinya memutih. Chen baru saja memperlihatkan video saat Sehun memeluk Seohyun dan Seohyun mencium pipinya.
"Berani – beraninya si pocky boy sialan itu memeluk Seohyunku !" Ujar Luhan geram. Dengan emosi yang masih meledak - ledak, ia keluar dari base camp EXO, berjalan cepat mencari Sehun.
Ia menemukan sosok yang dicarinya itu sedang berjalan sendirian di lorong sekolah, membuang kotak pocky kosong ke dalam tong sampah kemudian tengah membuka kotak pocky baru ketika Luhan mendorongnya begitu keras ke dinding hingga kotak pocky itu terlempar ke bawah.
Siswa siswi lain yang melihat peristiwa itu segera datang, menghampiri lalu mengelilingi Luhan dan Sehun. Di barisan paling depan anak – anak EXO yang lain menghalangi para siswa dan siswi lain untuk lebih dekat dengan Sehun dan Luhan layaknya bodyguard.
"Wae ?" Tanya Sehun datar.
BUGH !
Luhan langsung memukul pipi Sehun dengan keras hingga anak itu hampir jatuh namun Luhan menarik kerahnya dan membuatnya berdiri tegap lagi.
"Beraninya kau OH SEHUN !" Geram Luhan.
"Apa ?" Balas Sehun dengan nada sedikit menantang. Kesal juga kalau ia harus terus diam tanpa perlawanan seperti ini.
Dari jauh, Jongin yang baru datang terlihat bingung dengan anak – anak yang berkumpul mengelilingi sesuatu. Merasa tak enak, ia segera berlari ke sana. Memaksa menyelinap masuk hingga barisan terdepan. Matanya membelalak melihat sahabatnya tengah dipojokan oleh Luhan, bahkan sahabatnya itu telah terluka.
"Wow...Wow...Ada apa ini ? Sehun ah !" Panggil Jongin tapi sepertinya sahabatnya itu sedang asyik adu death glare dengan Luhan. Ia ingin menarik Sehun keluar dari sana namun anak – anak EXO itu menahannya.
"Ini bukan urusanmu, lebih baik kau menjauh" Ujar si mata burung hantu, D.O.
"Hey ! Dia itu sahabatku ! Kalian ingin apa ? Jangan ganggu dia !" Kesal Jongin. Berusaha lebih masuk namun anak – anak EXO terus menahannya.
"Kau ! Pecundang ! Brengsek ! Tidak tahu diri ! Kurang ajar !" Umpat Luhan. Sehun hanya diam, menunggu ucapan Luhan selanjutnya.
"Beraninya kau mengambil Seohyun dariku ! BRENGSEK !"
BUGH !
Satu pukulan lagi mengenai pipi Sehun.
"Beraninya kau memeluknya seperti itu ! DASAR BRENGSEK !"
BUGH !
"HOOBAE KURANG AJAR !"
BUGH !
"BRENGSEK !"
GREP !
Kali ini Sehun menangkap tangan Luhan yang hampir menghajarnya lagi. Habis sudah kesabarannya. Ia menarik tangan Luhan kasar dan membalik posisi mereka sehingga sekarang Luhan yang sedang disudutkan Sehun.
Sehun menaruh lengannya untuk menahan leher Luhan. Melihat kejadian itu, anak – anak EXO dengan serentak mengganti mode mereka dari tenang menjadi waspada, menjaga - jaga jika Sehun akan menghajar ketua mereka.
Sehun memejamkan matanya, mencoba mengontrol emosi sedangkan Luhan menatapnya angkuh. Ketika mata elang itu kembali terbuka dan menatap tepat di matanya, Luhan hanya bisa meneguk ludahnya takut walau ada perasaan lain seperti...terpesona ?
"Dengar...Lu-Han..." Sehun memanggil nama Luhan dengan penuh penekanan membuat yang dipanggil merasa gugup seketika.
"Aku bisa saja menghajarmu tapi aku tidak ingin...jadi...aku harap kita selesai sampai disini" Lanjutnya. Ia melepaskan Luhan dan mundur 2 langkah ke belakang, menjaga jarak dengan Luhan yang menatapnya dengan penuh kebencian.
"Luhan Oppa ! Sehun ah ! Astaga ! Apa yang terjadi ?!" Tanya Seohyun, penyebab utama pertengkaran mereka yang baru saja datang.
Luhan langsung menatap Seohyun dengan serius membuat Seohyun gegalapan di tempatnya.
"Seohyun. Aku ingin mengatakan sesuatu" Ujar Luhan, berdiri menghadap Seohyun yang menatapnya bingung bercampur takut karna Luhan masih memendam emosi.
"Ne oppa ?" Tanyanya bingung.
"Aku mencintaimu. Jadilah kekasihku" Ujar Luhan to the point. Seohyun bahkan semua yang disana tampak terkejut, kecuali Sehun yang hanya menatap datar 2 manusia berbeda gender itu.
Seohyun tampak ragu – ragu. Ia memainkan ujung baju seragamnya sambil menunduk. Bibirnya ia gigit karna bingung. Ia terdiam cukup lama.
"Apa jawabanmu Seohyun ?" Tanya Luhan memecah keheningan, berusaha ramah dan mengesampingkan emosinya.
"Oppa...maafkan aku...Ta-tapi aku...A-ku...Aku rasa aku menyukai Sehun bukan dirimu..."
JDER !
Bagai disambar petir disiang bolong, semua tampak lebih terkejut apalagi Luhan yang menatap Seohyun tak percaya. Semuanya juga dapat merasakan ketegangan dan amarah Luhan yang kembali tercipta.
Oh tentu saja ! Perkataan Seohyun tadi, mengembalikan emosi Luhan dengan telak. Dengan amarah yang menggebu – gebu, ia menatap Sehun yang masih tenang ditempat, segera menghampiri lalu mendorong Sehun dan ingin memulai perkelahian yang lebih hebat. Tentu saja, kali ini Sehun tidak akan tinggal diam. Ia akan membalas kalau Luhan berani memukulnya lagi namun sebelum semua itu terjadi anak – anak EXO menarik Luhan menjauh dari Sehun sedangkan Jongin berdiri di depan Sehun, melindunginya dari rusa yang mengamuk.
"BRENGSEK KAU SEHUN ! BRENGSEK ! LEPASKAN AKU ! BIARKAN AKU MENGHAJARNYA !" Teriak Luhan kesal namun anak – anak EXO terus menariknya menjauh.
Sehun hanya diam, ia mengelap bibirnya, membenarkan kemejanya dan mengambil box pocky baru dari kantongnya, mengambil satu batang pocky dan memasukan ke dalam mulutnya.
"Kau tidak apa – apa, bro ?" Tanya Jongin.
"Yeah~ kurasa" Jawab Sehun datar.
"Se-sehun ah" Panggil Seohyun, menghampiri lelaki yang dijuluki pocky boy itu. "Gwaenchana ?" Tanyanya, mengeluarkan sebuah sapu tangan dan mengelap bibir Sehun yang berdarah.
"Hmm" Sehun menjawab dengan gumanan.
"Maaf" Ujar Seohyun menyesal melihat hoobaenya yang terluka karenanya.
"Ne"
"Aku-"
"Noona...Maaf...Aku tidak bisa membalas perasaanmu...Aku harap kau mengerti...Terima kasih..." Potong Sehun dengan nada super datar. Ia meninggalkan Seohyun yang terpaku di tempatnya. Jongin sendiri sampai menganga melihat tingkah sahabatnya. Ia segera menyerahkan beberapa lembar tissue pada Seohyun, jaga – jaga kalau gadis itu akan menangis.
"Hey Sehun tunggu" Ujar Jongin setelahnya dan segera mengikuti Sehun.
Ya, Seohyun tentu saja sakit hati. Perempuan manapun yang ditolak oleh pria yang disukainya pasti sakit hati. Seohyun tau Sehun tidak menyukainya, sejak awal ia tau kalau Sehun bukan tipe pria yang mudah ditaklukan.
Ia menghela napas lalu tersenyum. Ia bisa saja kembali pada Luhan dan menerima cinta Luhan, pasti Luhan langsung menerimanya dengan cuma - cuma, tapi ia rasa ia sudah tak mencintai sunbaenya yang bernama Luhan itu, jadi ia tak mau memanfaatkan Luhan hanya sebagai pelariannya saja.
...
Sehari telah berlalu dari kejadian perkelahian di SOPA high school namun tentu saja itu masih menjadi perbincangan hangat disana, apalagi Luhan yang merasa telah kalah dengan si anak baru. Emosi Luhan memang sudah mereda tapi dendamnya masih ada bahkan bertambah. Sejak dari tadi pagi wajah ketua gank EXO itu masih tertekuk.
"Sudahlah Lu, lupakan saja dendammu itu. Hati - hati, kebencian itu bisa menjadi cinta yang tertunda" Ujar Lay sedikit bercanda agar Luhan berhenti emosi, memberikan Luhan segelas air dingin karna ia dapat melihat Luhan yang tampaknya ingin meledak lagi.
"Aku tidak akan pernah memafkan pocky boy brengsek itu ! Apalagi jatuh cinta padanya !" Ujar Luhan dingin. Ia berdiri, memasukkan tangannya ke saku celana dan berjalan keluar.
"Kau tidak akan mencari gara – gara lagi dengannya kan ?" Tanya Xiumin curiga. Luhan menggidikkan bahunya dan meninggalkan base camp EXO.
Luhan berjalan dengan angkuh, diacuhkannya tatapan takut para siswa lain disana. Ia menelusuri lorong sekolah menuju kantin. Ia berdiri di depan kantin, matanya menjelajah mencari sosok yang ia cap sebagai musuh bebuyutannya belakangan ini.
Ia menyeringai ketika melihat Sehun sedang duduk mengemut pocky dengan Jongin yang duduk di depannya, sepertinya si hitam itu sedang asyik berceloteh. Luhan menghampiri 2 namja dengan kulit kontras itu dan duduk di sebelah Sehun yang membuat aura tegang tercipta seketika. Jongin bahkan sudah was – was, berbanding terbalik dengan Sehun yang masih mengemut pockynya santai, seakan menganggap Luhan tidak ada disana.
"Dengar pocky boy. Aku benar- benar membencimu" Ujar Luhan dingin.
"Nado" Balas Sehun tak kalah dingin.
"Aku tidak terima kau membuatku seperti pecundang kemarin" Sambung Luhan.
"Jadi ?" Tanya Sehun. Tau kalau Luhan pasti tidak akan pergi sebelum urusannya dengan Sehun selesai.
"Ayo kita bertanding basket...Kita buktikan siapa pecundang yang sebenarnya, bagaimana ?" Tantang Luhan dan Sehun hanya menatapnya datar.
.
.
.
TBC
._.v Just Mianhae For Late Update Again and Again ._.v
Chapter depan, sepertinya Seohyun bakal ilang, digantiin dengan cewe – cewe lain #plak. Ga kok bohong ._.v Ada sih, tapi nanti... ._.v
Ini ff pertama yang saya kasih banyak konflik sampe bingung nyusunnya ._.v dan masih belum kepikiran gimana tamatnya ._.v
Entah kenapa ketika saya ngebaca ulang ff ini kok jadi boring ._.v mudah – mudahan cuma saya yang ngerasa gitu ._.v
Sekian ._.v
Pasti ada yang protes - "Kemarin ada moment Luhan x Seo kenapa sekarang banyak moment Sehun x Seo trus moment hunhannya kapan ?!" lalu author pun di begal. Sebelum itu terjadi saya mo ngilang dulu ah #whuss/? -ceritanya ngilang-
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : HUBUNGANNYA SEHUN & POCKY DI MASA LALU ITU APAAAA ?
A : Masih rahasia tapi ada hubungannya sama si 'dia'
Q : Yg pertama pocky, dan skrg 'dia' uuhm dia itu siapa? Apa seseorg yg prnh Sehun bully? Ato seseorg yg berarti dlm hidup Sehun? siapa 'nya' yg dimaksud Sehun dan Kai? kekasihnya Sehun kah? yg di maksud dia ama sehun siapa thor ? dia di chap ini siapa pcara tehun kah? sebenernya 'dia' itu siapa sih? aihh..Trus ada hubungan apa dia sma luhan hingga sehun diam aja ? Dia itu masih grub exo atau yeoja thor ? dia itu kekasih sehun atau siapa nya sehun klu kekasih nya sehun andwe..Tapi dia yg di maksud sehun masih hidup atau uda death ?
A : 'dia' itu seseorang yang berarti untuk Sehun :D 'dia' ga ada hub. dengan Luhan. 'Dia' itu yeoja. pertanyaan terakhir coba tebak aja deh xD suatu saat 'dia' akan muncul dengan detail.
Q : Knpa Sehun slalu menahan diri utk membls perlakuan EXO gank? apa selamanya sehun gak bakal bales perlakuan luhan?
kapan sehun balas balik perbuatan luhan thor?
A : Karna udah janji sama 'dia'. Suatu saat bakal dia bales kok :D
Q : Janji, janji apah, trus janjinya ama siapa, trus isi prjanjiannya apa ? sebenernya sehun itu janjiin apa and sama siapa? Kapan diungkapinnya thor?
A : O.o Sama si 'dia'. Isi perjanjiannya pipppppp #sensor. Diungkapinnya nanti ._.v
Q : sehun ngapain ke incheon, mau nemuin siapa cba. Jngan2 wnita yg dsukai sehun
A : Nemuin 'dia' .-. bisa jadi xD
Q : kooookkk luhan sama seohyun? T.T ntar klo luham susah mup on dari seohyun ke sehun gmn?
A : Kaga kok, Seohyun maunya sama Sehun ._.a Luhan bakal saya bikin cepet move on x)
Q : ko luhan straight y?suka sma seohyun? pada masih straight ya?
A : Yo'a. Luhan sk sm Seo tp seonya suka sm sehun haha
Q : mana momen hunhan nya kok rasa nya di sni ambar2 aja, apa ini permulaan aja atau nanti berkaitan
A : Haha..sabar...ini baru permulaan. Semacem benci jadi cinta kali ya
Q : duh ko sehun ama luhannya masing" punya orang yg spesial sih_-_ kalo kaya gini kapan bisa liat hunhan moment ;_; kpn hunhan mulai sling suka? kpan mreka mlai kna virus cunta ? hunhan kpn b'satux? HunHan kapan jatuh cinta? kapan luhannya tertarik ama babeh hun ? Kapan HunHan sweet momentnya ya thor ? thorrrr hunhan nya cepetinn jauhkan luhan dari seohyunnnnnnn
A : Hunhan momment ? Chap 5 ato 6 maybe. Lol, iya iya (y)
Q : jangan-jangan sehum gay dan udah kagum sama luhan makanya dia gak mau bales ._.
A : haha, belum belum
Q : Trus karma tu maksudnya sehun prnah atau sering ngebuli jga dlu ya wktu JHS ? Btw senjata makan tuan berarti Sehun juga pernah bully orang ya.
ada apa dgn dia mgknkah tehun jmn dulu ala2 luhan jg ska ngebully org?
A : Maybe/?
Q : kok banyak banget ya momen hunkai nya.. tapi mereka sahabat kan thor ?
A : Yo'a. Sahabat tapi mesra/? #canda
Q : ntar ada couple lain gak?
A : Ada.
R : gatau kenapa di ff ini aku lebih suka hunkai moment._. mereka lucu kalo udah barengan, apalagi kai wkwk...
RR : Lol, sengaja, buat selingan biar ga serius mulu :D
R : Dan Luhan ternyata belum gay di sini. It's okay. Se'manly' apapun dia, dia bakal jadi bottom Sehun
RR : So pasti
R : fiuhhh ff ini menyimpann beribu-ribu misteri
RR : kan mo ikutan pathcode SM xD
R : Kalo bisa jgn bikin HunHan terlalu mesra sama cewek pengganggu
RR : sip
R : Pembullyan Sehun kurang uuhm seru mungkin, tpi gpp segitu cukup.
RR : Memang sengaja kan baru salam kenal ._. Mianhae kalo ga seru -bow-
R : eh aduh. itu yaampun bkin malu sumpah :''D aku komen krna ini memang menarik haha. nulisnya masih berantakan kalo mau jujur tapi gak masalah selama ceritanya ttp semengalir ini :3 aku suka xD sumpah ya si eXO gang ini songong mnta ampun. berasa apaan sih si Luhan hello kitty -_- kadang pen bgt bantuin sehun bales toh aku gak janji sama piiiiip buat piiiippp /? kaan? pfftt. luhan mah dikitik2 pake bulu ayam juga nyerah/?
RR : :'o Fanboying dulu boleh ? haha. Makasih pujiannya noona, penulisannya mah tau dah, ane pusing, sesukanya jari ngetik aja xD Review noona bikin ngakak masa xD Seriusan saya berasa fanboying sm noona ._. xD
R : jgn melenceng dan buat luhan sakit hati sya si sebenar nya yg sakit ga rela sehun skip2 an sma yg lain selain luhan hehehhe gomawo
RR : Sip sip and cheon :D
R : eh aku mau request! #puppy eyes# selipin pairing official yang lain dong? baekyeol misalnya.
RR : saya pikir pikir dulu ya hehe
Pertanyaan kalian bejibun amat ._.a Penasaran ya sm 'dia' ? hoho. Trims buat saran, kritik, review, protes dan requestnya :D Mau lagi juga boleh kok, tapi utamakan bahasa sopan kalau tidak mau saya bales sama pedesnya :D anyways, jeongmal gomawo all -bow deeply-
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
