Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
Ia menyeringai ketika melihat Sehun sedang duduk mengemut pocky dengan Jongin yang duduk di depannya, sepertinya si hitam itu sedang asyik berceloteh. Luhan menghampiri 2 namja dengan kulit kontras itu dan duduk di sebelah Sehun yang membuat aura tegang tercipta seketika. Jongin bahkan sudah was – was, berbanding terbalik dengan Sehun yang masih mengemut pockynya santai, seakan menganggap Luhan tidak ada disana.
"Dengar pocky boy. Aku benar- benar membencimu" Ujar Luhan dingin.
"Nado" Balas Sehun tak kalah dingin.
"Aku tidak terima kau membuatku seperti pecundang kemarin" Sambung Luhan.
"Jadi ?" Tanya Sehun. Tau kalau Luhan pasti tidak akan pergi sebelum urusannya dengan Sehun selesai.
"Ayo kita bertanding basket...Kita buktikan siapa pecundang yang sebenarnya, bagaimana ?" Tantang Luhan dan Sehun hanya menatapnya datar.
-POCKY BOY 4-
"Tidak mau" Tolak Sehun.
"Cih, Kenapa ? Kau takut huh ?" Ejek Luhan dengan nada menantang.
"Bukankah ku katakan kemarin kalau urusan kita sudah selesai ?" Balas Sehun.
"Aku tidak pernah setuju soal itu" Elak Luhan.
"Kalau begitu, bukan urusanku lagi" Tutup Sehun. Ia berdiri dan meninggalkan Luhan dan Jongin.
Jongin hanya menatap Luhan dan Sehun bergantian sebelum kembali memakan bulgoginya.
"Hey hitam"
"Maaf, tapi hanya Sehun yang boleh memanggilku hitam" Balasnya tak kalah dingin dengan Sehun. Ia menyuapkan sendok penuh bulgogi ke dalam mulutnya. Ini dia satu orang lagi yang tak takut dengan si penguasa sekolah, Luhan.
Luhan memutar bola matanya malas. "Kim Jongin" Panggilnya dengan benar kali ini.
"Ne sunbae ?" Jongin membalas dengan lebih ramah.
"Bagaimana bisa kau dan sahabatmu itu tidak takut padaku huh ?" Tanya Luhan. Jongin terdiam, ia meletakan sendok dan garpunya lalu menatap Luhan.
"Aku pernah melihat yang lebih menyeramkan darimu. Ibaratnya, kau itu hanya anak anjing sedangkan dia adalah serigala"
"Dia ? Kau ini sedang membicarakan siapa ?"
"Sehun" Jawabnya singkat, padat dan jelas namun mampu membuat Luhan membulatkan matanya tak percaya.
"Maksudmu ?"
"Lupakan saja yang kukatakan. Aku beri tahu saja sunbae, jangan coba cari masalah dengannya. Dia itu pembunuh berdarah dingin. Serigala berbulu domba" Ujar Jongin dengan nada horor. Luhan bergidik, ia menatap Jongin penuh selidik.
"Kau pasti berbohong"
"Absolutly yes sunbae...Mana mau aku bersahabat dengan pembunuh dan serigala" Ujar Jongin malas, mengelap bibirnya dengan tissue, meminum jus jeruknya. Berdiri lalu meninggalkan Luhan yang menganga tak percaya. Sehun dan Jongin benar – benar hoobae kurang ajar.
"Hoobae sialan !" Rutuk Luhan, tapi Jongin tak menggubris perkataan Luhan sama sekali.
...
"Pagi pecundang" Sapa Luhan pada Sehun yang baru datang dengan Jongin. Ia mengambil pocky dari tangan Sehun dan memasukannya ke dalam mulutnya sendiri.
"Bagaimana ? Mau bertanding basket denganku ?" Tanyanya, tapi Sehun hanya mendorong bahunya menjauh dan berjalan tenang ke gedung sekolahnya.
Belakangan ini Luhan benar – benar berambisi untuk memaksa Sehun berduel basket, pemuda china itu selalu memanas – manasinya dengan kata – kata 'pecundang' dan terus menantangnya walaupun Sehun tetap pada pendiriannya, ia tetap memasang wajah datar dan tidak terusik sama sekali.
.
"Hey pecundang. Bagaimana dengan tawaranku huh ?" Panggil Luhan saat dirinya dan Luhan bertemu di koridor sekolah. Sehun hanya berlalu darinya dengan tatapan datar.
.
"Pecundang" Luhan membisikan kata itu tepat di telinga Sehun kala pemuda itu tengah asik makan pocky di kantin. Sehun menghela napas, sepertinya telinga Sehun harus bersabar karna Luhan tak akan berhenti mengatainya 'pecundang' sampai ia mau menerima ajakan Luhan bertanding basket.
.
"Kita bertemu lagi pecundang" Ujar Luhan yang tak sengaja bertemu dengan Sehun di toilet.
"Bagaimana huh ?" Tanyanya lagi. Sehun menggeleng dan keluar terlebih dahulu dari toilet.
.
"Hi Sehun..ups, maksudku pecundang" Ujar Luhan disertai kekehan mengejek namun Sehun hanya memasang wajah datar.
"Luhan sunbae jika kau melakukan semua ini hanya karna menginginkan Seohyun sunbae, ambil saja. Aku tak tertarik, terima kasih" Balas Sehun datar. Luhan menatap Sehun kesal. Entah kenapa ucapan sehun malah membuat Seohyun terlihat...murahan ?
"Kau benar – benar pecundang, Oh Sehun" Luhan menatap Sehun dengan pandangan kebencian. Sebenarnya Sehun sudah kebal dengan makian Luhan, tapi disisi lain Jongin yang jadi kesal sendiri melihat 2 orang yang tak pernah berhenti mengumbar aura peperangan dimana – mana. Lagipula ia juga tidak tahan Luhan selalu mengatai sahabatnya ini dengan pecundang. Memangnya dia siapa terus mengatai Sehun pecundang tapi tak mengenalnya sama sekali. Pikirnya.
"Berhentilah mengatai Sehun pecundang, pecundang" Ujar Jongin pada Luhan yang membuat Luhan kaget, sedangkan Sehun masih saja datar.
"Wow, benarkah ia bukan pecundang ?" Goda Luhan.
"Jongin diamlah" Sehun menasehati. Sahabatnya itu memang cepat tersulut emosi, mungkin karena ia hitam sehingga ia hanya menyerap panas, menyebabkannya penuh emosi. Sedangkan Sehun yang putih, menyerap dingin membuatnya dapat berpikir dingin dan selalu menyikapi segala sesuatu dengan dingin, sedingin es. What a great theory.
"Tentu saja bukan..Kurasa sunbae yang pecundang" Balas Jongin malas. Luhan menyeringai.
"Jongin sudahlah" Sehun menasehati lagi.
"Baiklah. Kalau ia memang bukan pecundang. Kenapa ia tak mau menerima ajakanku berduel basket huh ?" Tanya Luhan.
"Cih, tentu saja karna ia takut kau kalah" Balas Jongin lagi.
"Jinjja ? Kalau begitu. Hari ini, lapangan basket jam 3. Kita buktikan siapa yang sebenarnya pecundang. Sahabatmu itu atau aku" Ujar Luhan, ia tersenyum menang karna berhasil memaksa Sehun melalui sahabatnya. Ia lalu meninggalkan Sehun yang sedang menepuk jidatnya dan Jongin yang menganga.
"Sudah kubilang diam saja" Protes Sehun.
"Hehe...Maaf..Aku kan tidak tahan" Balas Jongin agak merasa bersalah. Sehun menggeplak kepalanya.
"Ya ! Sakit bodoh ! Dasar Cicak !"
"Dan kau kotorannya" Balas Sehun datar. Seketika perempatan siku – siku imajiner muncul di kepala Jongin.
"Jongin, ada noona cantik yang memanggilmu" Ujar Sehun tiba- tiba, menunjuk salah satu arah dengan jarinya.
"Mana ?!" Tanyanya antusias. Ia membalik badannya, melihat arah telunjuk Sehun tapi yang ada di sana malah seorang laki – laki, kakak kelasnya yang gendut, lenjeh(?) juga nerd. Merasa diperhatikan oleh Jongin, sunbaenya itu melambai ke arah Jongin dengan genit.
"Hoekkk" Jongin melakukan gerakan pura – pura muntah.
"Ya ! Sehun ! Eh dia hilang~" Jongin ingin memaki Sehun, tapi cicak itu sudah hilang entah kemana. Jongin bergidik ngeri ketika melihat sunbaenya itu masih disana, memberikannya flying kiss, Jongin melakukan gerakan muntah lagi sebelum akhirnya ia melarikan diri secepat mungkin.
...
Lapangan Basket SOPA High School...3 p.m...
Sehun dan Luhan sudah berdiri di tengah lapangan basket. Luhan menatap Sehun dengan sengit sedangkan Sehun, dia tidak punya ekspresi lain selain ekspresi datar andalannya. Semua orang sudah berkumpul di lapangan basket, membentuk lingkaran untuk melihat pertandingan keduanya.
Luhan sudah berganti pakaian dengan pakaian basketnya bahkan ia juga sudah berganti sepatu menjadi sepatu olahraga membuatnya terlihat lebih keren di mata para siswa perempuan. Di lain sisi Sehun masih lengkap dengan kemeja sekolahnya. Ingat betapa tak niatnya ia bermain basket jika bukan karna sahabat bodohnya yang bernama Jongin itu. Ia memilih untuk pulang tadi tapi kawanan Luhan mencegatnya dan menyeretnya kesini jadi ia hanya bisa pasrah.
"Kau datang juga Sehun" Ujar Luhan.
"Dipaksa" Balas Sehun seadanya.
"Aku akan menghancurkanmu Sehun" Ujar Luhan lagi.
"Terserah"
Kris menghampiri keduanya dengan bola basket di tangannya.
"Aku yang menjadi wasit disini, aku harap kalian bermain dengan jujur" Ujarnya. Ia meletakan bola basket di telapak tangannya sedangkan tangan kirinya membawa sebuah peluit ke mulutnya.
"Siap"
Pritttt !
Kris membunyikan peluit seraya melempar bola basket itu tinggi ke atas.
Grep !
Luhan yang terlebih dahulu mengambil bola yang melayang bebas itu karna Sehun hanya diam di tempat.
Dengan cepat, Luhan mendribble bola dalam genggamannya. Ia melemparkan bolanya ke ring Sehun setelah terlebih dahulu menunjukan beberapa freestyle yang memukau.
Plung ! (#Backsound gagal)
Bola yang dilempar Luhan masuk ke ring Sehun dengan sempurna. Dua nilai untuk Luhan. Sehun ? Jangan ditanya ia masih berdiri di tengah lapangan.
Plung !
Plung !
Plung !
Luhan terus memasukan bola ke ring Sehun dengan mudah karna pemiliknya tetap diam, tak melakukan sedikitpun usaha untuk melawannya. Luhan jelas akan menang jika Sehun tidak melakukan apapun. Orang – orang tampak heran dengan sikap Sehun yang hanya diam saja dengan pockynya. Bahkan Luhan sudah mengejeknya beberapa kali tapi wajah anak itu tetap saja datar, tampaknya Luhan sedang melawan sebuah tembok.
Plung !
2 angka lagi untuk Luhan. Jongin yang sedari tadi diam kini menggeram kesal. Jongin tak bisa diam lagi, ia kira daritadi Sehun sedang bergaya namun sepertinya ia memang tidak niat untuk bergerak barang sedikit pun.
"Ya ! Idiot !" Jongin memanggil sahabatnya itu tapi Sehun tidak menggubrisnya, ia malah menatap Luhan yang sibuk memasukkan angka ke ring miliknya.
Plung !
"Cicak ! Aku bicara padamu !" Panggil Jongin lagi, tapi Sehun tetap cuek. Hanya terus berdiri di sana seperti sebuah patung. Ia asyik mengemut pockynya padahal lawannya sedang sibuk mencetak angka.
Plung !
"Ya ! Oh Sehun !" Jongin memanggilnya lagi untuk ketiga kalinya, kali ini dengan sedikit berteriak tapi Sehun tetap menganggapnya angin lalu.
Plung !
Luhan memasukkan satu bola lagi ke ring Sehun. Sehun masih bergeming, memakan pocky dengan tenang, seakan ia tidak ikut bertanding. Jongin memutar bola matanya kesal. Ia mendengus sebal dan melempar Sehun dengan penghapus membuat Sehun menoleh dengan tenangnya, tidak memperdulikan Luhan yang asyik mencetak angka.
Sehun menaikan satu alisnya dan menatap Jongin dengan padangan –apa ?- nya.
"Ya ! Serius sedikit, bisa tidak ?!" Omel Jongin kesal.
"Haish...Cerewet" Balas Sehun namun kemudian ia mengeluarkan tangannya dari dalam saku celana. Ia mengunyah pocky dalam mulutnya sampai habis dan membuka 2 kancing teratas kemejanya. Mengeluarkan kemejanya dari celana, lalu mengacak rambutnya dan menatap Luhan yang mendribble bola tak jauh darinya sambil menyeringai, menggodanya.
"Kemarilah Pecundang, rebut bolaku kalau kau bisa" Tantangnya.
"Hhhhhhh" Sehun menghela napas. Ia berjalan santai ke belakang dan berdiri tak jauh dari ring miliknya dan menunggu Luhan datang.
Ketika Luhan berlari ke arahnya sambil mendribble bola, Sehun masih berdiri di sana dengan tenang. Luhan bermaksud menghindari Sehun sebelum menshoot bolanya ke ring namun tiba – tiba saja pemuda itu sudah ada di depan Luhan membuat Luhan terlonjak kaget, ia terjatuh ke belakang dan bola dalam genggamannya terlepas begitu saja.
Bola basket itu menggelinding ke arah Sehun, Sehun mengambilnya dengan tenang, ia mendribblenya di tempat beberapa kali sebelum berlari cepat ke ring Luhan sebelum Luhan sempat mengejarnya.
Plung !
Sehun memasukkan bola ke ring Luhan dan untuk sekian lama, akhirnya ia mendapatkan 2 point pertama untuk dirinya.
"Wow" Semua penonton terkejut, kecuali Jongin yang menyeringai puas sambil mengangguk – ngangguk kepalanya.
"Itu baru sahabatku" Ujarnya bangga.
Luhan menatap Sehun tak percaya, ia bangun dan membersihkan celananya. Ia menatap Sehun yang tampak tenang dan menggeram kesal. Ia menyenggol bahu Sehun keras sebelum mengambil bola yang tergelatak di tanah.
"Cih, jangan sombong dulu pocky boy. Aku akan lebih serius sekarang" Ujar Luhan serius namun Sehun hanya menggidikan bahunya dan berdiri menghadap Luhan.
Luhan mendribble bola dan kembali bergerak gesit menuju ring Sehun. Sehun disampingnya, membayanginya sambil mencoba merebut bola dari Luhan tapi Luhan dapat menjaga bolanya dengan baik. Ketika Luhan sudah dekat dengan ring Sehun, ia berhenti berlari dan segera mengambil ancang – ancang untuk menembak dan Shoot !
Plak !
Sebelum bola itu masuk ke ring, tangan Sehun berhasil menepak bola itu keluar. Luhan kembali mengambil bola bebas itu dan ingin menshoot lagi namun kali ini Sehun berhasil merebut bola dari tangan Luhan.
"Shit !" Maki Luhan.
Dengan cepat, Sehun berganti menyerang Luhan. Luhan segera mengejar Sehun. Ia ingin merebut bola dari tangan Sehun namun pria jangkung itu menutupi bola dengan bahu tegapnya dan tangannya sehingga Luhan kesusahan sendiri.
Setelah jarak dirinya dan ring milik Luhan kian dekat, ia menggenggam bola tersebut dan melakukan lay shoot yang sempurna.
Plung !
Dan Sehun berhasil mencetak satu skor lagi. Luhan menggeram kesal, ia mengepalkan tangannya erat sampai jari – jarinya memutih.
Sehun terus menyerang Luhan namun Luhan juga memberikan perlawanan yang kuat. Semua penonton dibuat berdebar melihat pertandingan sengit keduanya. Sehun berkali – kali berhasil menggagalkan serangan Luhan namun Luhan juga dapat menjaga ringnya dengan baik walaupun serangan slam dunk dari Sehun adalah serangan yang paling susah ia halau karna tubuhnya kalah tinggi dari pria putih itu.
Skor yang awalnya 0 - 46 kini menjadi 48 – 50. Luhan masih unggul, namun Sehun terus mengejar dengan cepat. Ia bergerak jauh lebih cepat dan gesit daripada Luhan. Ia main dengan sangat mahir seperti atlet profesional. Sehun benar – benar membuat harga diri Luhan dipertaruhkan, apalagi Seohyun, gadis yang masih ia sukai itu melihat pertandingan keduanya dengan cemas – cemas, entah siapa yang ia dukung namun Luhan benar – benar tak ingin kalah di hadapan gadis itu dan terlihat seperti big losser dihadapan semua orang.
"Jangan melamun, pertandingan belum slesai" Ujar Sehun yang menghancurkan lamunan Luhan.
"Diam kau brengsek" Balas Luhan dingin. Ia melirik jam tangannya, hanya tertinggal 5 menit lagi, hanya bisa untuk 1 serangan lagi sebelum pertandingan selesai.
Luhan mendribble bolanya, matanya tak pernah lepas dari ring Sehun. Ia harus menang, harus !
Sehun menatap mata Luhan yang penuh ambisi, ia menghela napas sebelum bersiap – siap menghalau Luhan. Luhan maju dengan cepat, Sehun mengejarnya. Mungkin karna kelelahan dan tertekan pria china itu malah melakukan kecerobohan. Bola yang ia dribble itu mengenai ujung sepatunya dan memantul ke arah Sehun, tentu saja pemuda putih segera mengambilnya dan berbalik menyerang Luhan.
Sehun berhasil sampai di daerah 3 point shoot milik Luhan walau Luhan sudah menghalaunya dengan sekuat tenaga. Sehun menggenggam bola basket itu, mengangkat tangannya tinggi bersiap melakukan shoot, jika ia berhasil melakukan 3 point shoot maka jelas Sehun akan menang 1 point dari Luhan.
Sehun melompat dan...
Shoot !
Bola itu melayang kuat ke arah ring Luhan. Seketika semua gerakan terasa seperti slow motion, orang – orang menatap bola itu dengan harap – harap cemas apalagi Luhan yang sedang mempertaruhkan semua harga dirinya di sebuah bola basket yang melayang itu.
.
.
.
.
.
Duk !
Entah sebuah kesialan atau keberuntungan, bola berwarna oranye itu mengenai ring dan memantul keluar.
Pritttt !
Kris membunyikan peluitnya keras tanda pertandingan telah berakhir dengan skor 48 – 50. Sehun telah gagal mencetak angka dan kemenangan menjadi milik Luhan. Hampir semua penonton tampak sangat kecewa, tak terkecuali Jongin yang memasang muka marah.
"Ah, memang tidak ada yang bisa mengalahkan Luhan ya" Keluh salah satu penonton.
"Menyedihkan sekali, padahal aku memihak Sehun" Penonton lainnya menimpali.
"Sayang sekali. Aku benar – benar ingin Sehun menang" Keluh yang lain.
"Kenapa Sehun bisa kalah, padahal aku ingin si penguasa sekolah itu mendapat pelajaran" Ujar penonton lain yang sama kecewanya.
Beberapa bisikan keluhan penonton yang lain terdengar di telinga Jongin yang berdiri tak jauh dari mereka. Jongin mendengus sebal mendengar keluhan mereka, ia lebih kesal dengan sahabatnya itu. Orang awam yang tak mengerti Sehun seperti mereka tak akan tau apa yang sebenarnya terjadi, tapi sebagai sahabat Sehun, Jongin tau benar apa yang terjadi di detik – detik terakhir itu.
Luhan menyeringai pada Sehun yang sudah kembali mengemut pocky. Ia mendekati pemuda yang masih saja tenang walaupun ia sudah kalah.
"Kuaikui kau bermain dengan hebat, tapi tetap saja kau kalah. Karna kau..Pe-cun-dang" Bisik serta ejek Luhan di telinga Sehun. Sehun sendiri tidak peduli, ia memilih membereskan seragam dan rambutnya daripada menyimak perkatan Luhan.
"Ayo ke kantin. Aku yang traktir !" Ajak Luhan pada teman seganknya membuat teman – temannya itu bersorak senang. Mereka bersepuluh pergi meninggalkan semua orang kemudian disusul anak – anak lain yang kecewa dengan penampilan Sehun. Kini hanya tertinggal Sehun yang sedang minum dan Jongin yang menatap sahabatnya itu dengan tatapan intimidasi.
Jongin mendekati sahabatnya yang telah kembali mengemut pocky itu dan menoyor kepalanya.
"Hey !" Ucap Sehun kesal, tak terima.
"Kenapa kau sengaja kalah ?!" Ujar Jongin sama kesalnya.
"Apa ?" Tanya Sehun bingung.
"Aku tau kau sengaja kalah tadi" Ujar Jongin lagi. Ia melipat tangannya di dada dan menatap Sehun dengan mata memincing.
"Kau salah lihat" Balas Sehun dan berjalan santai ke parkiran sekolah untuk mengambil mobilnya. Jongin mengikutinya.
"Cih, aku sudah bersahabat denganmu sejak lama. Dan aku yakin 100% kau sengaja kalah tadi" Ujar Jongin yakin.
"Mungkin~" Balas Sehun datar yang langsung dihadiahi jitakan sayang dari Jongin di kepala.
"Ya !" Sehun menggerutu sambil mengusap kepalanya.
"Kenapa kau sengaja kalah ?! Dasar bodoh ! Kau mau terus di cap pecundang olehnya !" Omel Jongin, tak terima dengan sikap Sehun.
Sehun menghela napas, ia berhenti berjalan dan menatap sahabatnya itu.
"Aku hanya tidak ingin pamer kkamjong" Bohong Sehun yang langsung dihadiahi death glare dari Jongin.
"Yang benar saja. Ini adalah alasan terbodoh yang pernah aku dengar darimu. Cepat katakan alasanmu !" Tuntut Jongin. Sehun memutar bola matanya malas.
"Aish...Kau ini cerewet sekali" Ujar Sehun sebal.
"Apa susahnya sih mengatakan alasanmu pada sahabatmu sendiri" Balas Jongin, masih tidak mau kalah.
"Ara ara. Berjanjilah padaku untuk diam setelah ini"
"Neee~"
"Memang apa yang kau harap Luhan sunbae lakukan ketika aku sudah mengambil gadisnya dan jika aku menang di pertandingan tadi ?"
"Maksudmu ?"
"Haish. Dasat lemot"
"Dasar cicak~"
"Kotoran cicak"
"Ish..berhentilah mengejekku. Lanjutkan saja ceritamu"
"Pertama, aku sudah mengambil gadisnya, maksudku Seohyun Seohyun itu. Kemudian, jika aku memenangkan pertandingan tadi, dia tak akan pernah berhenti untuk melenyapkanku" Jelas Sehun.
"Intinya dia tak akan berhenti menggangguku sebelum aku dipermalukan jadi yeah aku sengaja kalah. Puas kau hitam ?" Sambung Sehun.
"Oh yeah, aku puas, tapi tetap saja kau idiot" Ujarnya.
"Terserah kau saja hitam" Balas Sehun dingin. Jongin mendecih kesal.
"Kenapa waktu dulu aku mau saja mempunyai sahabat dingin sepertimu" Gerutunya.
"Nahhh, itu dia. Aku juga menyesalinya kkamjong" Balas Sehun.
"Ya !" Jongin ingin protes tapi lagi – lagi Sehun sudah lebih dulu meninggalkannya sendirian.
...
Sehun sedang mendengar musik dengan headphonenya kala ia melihat mading sekolah penuh dengan orang – orang. Penasaran, Sehun menghampiri orang – orang itu, beberapa dari mereka yang melihat Sehun segera berbisik, ada juga yang memandang dirinya dengan tatapan kasihan. Oh, melihat reaksi mereka, seketika Sehun langsung tau bahwa ini pasti menyangkut dirinya dan Luhan.
Di mading itu, Sehun melihat sebuah poster besar berada di paling tengah, poster – poster kecil lain yang berisi sama tertempel di sekelilingnya. Headline dari poster itu bertuliskan "OUR BIG LOSSER" lalu dibawahnya ada foto Sehun, lengkap dengan pockynya. Di paling bawah poster, terdapat tanda tangan 10 anggota exo gank.
Sehun menghela napas, ia kesal tentu saja tapi sudahlah, ia memilih tidak peduli dan meninggalkan mading itu. Jongin yang baru datang segera menghampiri Sehun yang sedang menggerakan kepalanya mengikuti musik yang keluar dari headphonenya, benar – benar tak peduli bahwa semua dinding sekolah penuh dengan poster dirinya dengan caption besar 'big losser'nya itu.
"Sehun" Panggil Jongin, Sehun melepaskan headphonenya dan menatap Jongin.
"Ne ?" Tanyanya.
"Kau tambah populer saja kawan" Ujar Jongin, menunjuk semua poster bergambar sahabatnya.
"Dari dulu aku selalu populer Jongin" Balas Sehun. Jongin merangkul pundak sahabatnya itu dan terkekeh.
"Yeah, walaupun dengan cara yang berbeda" Jongin membalas. Kini Sehun yang terkekeh. "Yeah, begitulah"
"Cih, harus kuakui siapapun yang mengambil foto dirimu itu sangat hebat. Ia membuatmu terlihat tampan" Ujar Jongin lagi.
"Kurasa aku sudah tampan dari dulu" Ujar Sehun. Jongin hanya memutar bola matanya, tapi sebenarnya ia setuju dengan perkataan Sehun.
Sehun berhenti berjalan membuat Jongin juga berhenti.
"Wae ?" Tanya Jongin.
"Kemarin malam Yunho hyung menelponku" Ujar Sehun. "Ia memintaku untuk kembali bergabung bersamanya" Sambungnya.
"Ia memintamu kembali bekerja disana ?" Tanya Jongin.
"Yeah~" Sehun mengangguk mengiyakan.
"Lalu ?"
"Molla. Menurutmu aku harus bagaimana ?"
"Menurutku ? Aku rasa, kau terima saja pekerjaan itu selama kau tidak kerepotan dengan sekolahmu. Lagipula, kau juga bisa sekalian melepas penatmu disana. Lalu kau bisa mendapat uang banyak karena kau adalah favorite semua orang" Ujar Jongin memberi pendapatnya.
"Begitu~" Ujar Sehun, memikirkan perkataan sahabatnya itu.
"Yeah, begitu" Balas Jongin.
"Hanya saja, jika kau sudah terkenal seperti dulu. Jangan lupa untuk kenalkan aku dengan wanita – wanita cantik penggemarmu, ara ?" Canda Jongin dan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Terserah kau saja kkamjong"
Dan dua sahabat itu pun kembali melanjutkan perjalanannya ke kelas mereka.
.
.
.
TBC
Pasti mau protes ? ._. Untuk yang nunggu HH moment, sabar aja ye. Bocoran untuk chap depan yg lagi onwriting itu si Luhan baru suka sama si Thehun, tapi Thehunnya nganu/?. Kemungkinan besar chap depan bakal lama update karna saya lagi stuck -.-v
Duh, yang bagian basket itu saya tau kok kalo itu bener – bener suck -.-" Gw ga gitu ngerti basket jadi ya seadanya di otak gw aja dah ._.v
Anyways, ada yang tau pekerjaan Sehun ? haha...
Sekian~
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : seseorang dimasa lalu sehun kapan muncul?
A : 3 chap lagi mungkin :/
Q : hunhan moment kapan muncul? | kapaan hunhannya ? aduhhh galauu ToT | kaoan moment hunhan nya di mulai? | HUNHAN MOMENTNYA MANA THOOOORRR, KAPAAAAANNNNN? | kapan HunHan bersatu? | kpan nih hunhan mulai jtuh cinta? | HunHan moment.a kpn? Masih lama kah? | hunhan momentnya kapan? /mewek/ ayolah |
A : Pertanyaan ini selalu ade ye ._. 2 chap lagi maybe
Q : kapan luhan jadi imut? | duhh kapan lulunya jd manis/?
A : O.o Entahlah
Q : dia itu org yg dibully sehun kah?._. terus mati terus dia merasa bersalah sama kakaknya dia._.
A : Lol, bukan, gw ga buat yg se -extrem itu...Kan udah saya bilang 'dia' itu special untuk sehun
Q : Knpa ada moment HunHan sama Seo? :3
A : Iseng/?
Q : Chap depan abis HunHan tanding basket, apa mereka akan perang? Ya lbh tepat.a Luhan sih. Kan Luhan suka nyari gara" tpi gpp, itung" bangkitin kemistri mereka hihihi
A : Maybe /?
Q : masih lama gak hunhan jadi straight?
A : Luhan, chap depan mulai 'bengkok'. Sehun, hmmm...Gtw kapan dia bakal 'bengkok' haha
Q : dia'. y sehun. siapa si. Thor?terus. perjanjian apa ? Thor cepet" lah di jelasin jangan di sensor mulu hehe | dia itu siapa sih? Sok misterius deh authornya #kidding ._.v kapan sih si dia terungkap jati dirinya? Udah penasara banget aku :3 | Siapa yeoja yg bwt sehun gk mw bals luhan?Gk bkal rela klo org it ad hbngn sma sehun. .aplg yeoja yg sok imut... | sya msh pnsran sama dia dia itu siapa bkal nongol chap brp?
A : Sabarrrr :D semua jawaban ada di 3 chap lagi (maybe)
Q : tapi seru jg tuh tanfmding basket pasti sehun menang, ada bikin taruhan gt ga thor? misalnya klo luhan menang, perjanjiannya apa, trus klo sehun menang, perjanjiannya apa misalnya klo sehun menang luhan jdi pacarnya gt(?)
A : haha, Kaga da taruhannya. Cuma mau nunjukin siapa diantara mereka yang pecundang, yg lebih hebat/pantes buat Seo gtu~
Q : kenapa dari chapter ke chapter luhan makin ngeselin kelakuannya? Tampang dan kelakuannya yang suka ngoleksi bambi nggk mantes sama image gengsternya xD
A : Namanya juga pria sok jago jadi ya gtu :D
Q : Janji apa sebenernya sih Hunn? Kok elo mencurigakan eum?
A : Janji sesuatu :D Sehun kan misterius :D
Q : sehun punya trauma apa thor kok ga mau bales perlakuan luhan? Apa gara" ga mau mukul rusa canteknya ?
A : Ani. Dia trauma sama kata - kata 'pembawa sial', kalo ga mo bales Luhan itu karna janji sm 'dia'
Q : gimana sama traumanya sehun gk kambuh lagi tuh?
A : Chap depan kambuh :D
Q : ada pair lain yg semeuke jg siapa j klo ada?
A : Baru Kaisoo sih yang kepikiran :/
R : thor baekyeol thor baekyeol munculin gtuh
RR : Baekyeol ya ? Yang bar kepikiran mah Kaisoo
R : Rasa.a pngen bkin banner yg tulisan.a "gk terima yeoja dlm bentuk apapun"
RR : Gimana kalo gua munculin HunKerr moment ? nyahahaha #dipenggal
R : si 'dia-yang-kita-tidak-tahu-siapa' yeojaaaa! dan Sehun cari dia?! OMG ini kemungkinan Sehun sukak sama dia tinggi!
RR : Hohohohohohoho..Sudah pasti Sehun sayang banget sm 'dia'
R : chap ini hunkainya seiprit/? :"v gak tau kenapa yg paling aku tunggu itu hunkai berantem/? :v
RR : Haha, kalo banyak - banyak ntar pairingnya berubah
R : Sehun who really hate Luhan, but day by day Luhan I'll might sure he's will love and fall to Sehun, did I right? and Sehun was don't know if Luhan had feeling more than friends -when they not act like stranger again in the end. And Luhan was doesn't know before too, if Sehun was like some other girls and I don't know what a status both of them... When Luhan know that I'll too sure he will heartbreaks and leaves Sehun/?
RR : Hunhan falling in love yes :D Luhan heartbreak and leave Sehun..(I think) Nope :D
R : I wants more too more words maybe 4 or 5k words
RR : Kebanyakan -.- 1 chap, gw batesin 3rb word aja biar banyak xD
R : udah aku udah mulaai tau jalan ceritanya/?/? ngerti ngerti
RR : :o Hebat, gw aja bingung ini alur cerita mo dibawa kemana :o
R : Update faster dong thoorr kalo bisa seminggu 2 kali. pliseu pliseuu FIGHTING
RR : 404 Not Found
R : jangan buat sehun sakitin luhan jeballllll
RR : Kaga kok, tapi ga janji :D
R : aiguu luhan jdi ketua gank? Kkk baru kali ini aku tau ada ketua gang yang cantik .. Menarik!
RR : Sesekali Luhan yang jadi aggota geng n ketua dari para seme haha
R : Kaya' nya lbih asik n' seru klo Sehun dlu yg jatuh cinta ama Luhan...Nanti klo Sehun dah jtuh cinta ma Luhan, nah, tinggal si Luhan yg di buat klepek2 ma sehun...
RR : Maaf, tapi Luhan dulu yang jatuh cinta sm Sehun ._.v
R : jadi makin penasaran klu si dia yg di chapter 3 itu klu ga ada hubungan nya sma luhan untuk apa sehun nahan pembulyan tersebut... Kunci nya dia... Klu dia sangat brti lalu apalah arti luhan dan sehun di sni coba masih banyak bgt yg sya penasaran tpi ini kan hunhan jadi sya harap meski nanti ada yeoja2 ga akan menggagu bgt buat hubungan hunhan, trus kapan hunhan moment nya thor eg si terlalu terburu2 kurang asyik , lambat jga gregetan yah penting di lanjut aja thor yg manis yah trus skinship nya ama yeoja2 baik di pihak luhan ampe sehun ga ampe tahap yg danger bgt yah klu hunhan saya dukung bgt ampe di ranjang jga ayu tpi ini kan T yah hehhee gomawo uda di jawab pertanyaan sya mudah2 an yg di maksud dia itu uda death hahhaha dia muncul buat mengungkap masalalu sehun aja ga deng seterah author aja tapi ttap hunhan sehun jgn banyak skinship ama yeoja ga relaaaaaa gomawo by momo chan
RR : Panjangnya o.o pertama, 'dia' itu emg berarti buat Sehun, tapi tetep ini ceritain tentang HunHan sampe tamatnya. Kedua, Yeoja pengganggu/? pasti ada lagi tapi ga sampe moment yg gmana2 kok (maybe) :D Ketiga, HH momentnya ditunggu aja :D
R : aku ngasih saran nih! nanti luhan hrus aktif jga sbagai uke(?),mksudx dominan gitu
RR : Dominan agresif gtu ? Disini Luhan emg lbh agresif untuk dptin Sehun. Serba kebalik xD
It's Done ! Thanks for ur time to Read, Review, Follow n Fav :D Mo tanya, mo chat, mo protes, mo kritik, mo ngasih saran lagi silahkan :D Bebas asal sopan :D once more, Thanks :D
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
