Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
"Kemarin Yunho hyung menelponku" Ujar Sehun. "Ia memintaku untuk kembali bergabung bersamanya" Sambungnya.
"Ia memintamu kembali bekerja disana ?" Tanya Jongin.
"Yeah~" Sehun mengangguk mengiyakan.
"Lalu ?"
"Molla. Menurutmu aku harus bagaimana ?"
"Menurutku ? Aku rasa, kau terima saja pekerjaan itu selama kau tidak kerepotan dengan sekolahmu. Lagipula, kau juga bisa sekalian melepas penatmu disana. Lalu kau bisa mendapat uang banyak karena kau adalah favorite semua orang" Ujar Jongin memberi pendapatnya.
"Begitu~" Ujar Sehun, memikirkan perkataan sahabatnya itu.
"Yeah, begitu" Balas Jongin.
"Hanya saja, jika kau sudah terkenal seperti dulu. Jangan lupa untuk kenalkan aku dengan wanita – wanita cantik penggemarmu, ara ?" Canda Jongin dan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Terserah kau saja kkamjong"
Dan dua sahabat itu pun kembali melanjutkan perjalanannya ke kelas mereka.
-POCKY BOY 5-
Disinilah Sehun, berdiri di depan sebuah bangunan cukup besar bertuliskan 'Tohoshinki's MMA Fighting Club'. Dengan masih menggunakan seragam dan tas yang ia sampirkan di punggung, ia masuk ke dalam gedung itu.
Di dalam ia langsung disuguhkan 2 petarung yang saling bergulat di atas ring berbentuk hexagonal, dibagian depan beberapa juri sedang menilai pertarungan mereka sedangkan di belakang mereka para pendukung dari masing – masing petarung sedang saling berteriak untuk mendukung jagoannya masing - masing.
Suasana yang benar – benar familiar bagi Sehun. Ia memperhatikan para petarung yang bergulat sengit di atas ring itu. Ia pernah berdiri di sana, menggunakan sarung tangan yang sama, melakukan teknik yang sama, ia pernah merasakan hal yang sama dengan 2 petarung disana atau petarung – petarung MMA lainnya. Benar, ia adalah mantan petarung MMA.
"Ah, Oh Sehun" Sapa seseorang, itu Yunho hyung. Sehun hanya tersenyum dan membungkukan badannya 90⁰.
"Kau sudah siap kembali ke ring ?" Tanyanya pada Sehun.
"Entahlah hyung"
"Aku tak akan memaksamu jika kau tak mau"
"Sejujurnya aku merindukan berdiri di sana hyung" Ujar Sehun. Yunho tersenyum.
"Kau tau, banyak yang memfavoritkanmu walau kau hanya tampil 3 bulan, mereka terus bertanya kepadaku kenapa kau tak pernah tampil lagi selama beberapa minggu ini"
"Apakah itu alasan mengapa kau menginginkanku kembali hyung ?" Canda Sehun.
"Bisa dibilang begitu" Yunho tertawa dan mengusak rambut Sehun. Yunho sudah menganggap Sehun adiknya walaupun hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja, begitu juga sebaliknya dengan Sehun yang menyayangi Yunho seperti kakaknya sendiri.
"Kau memang pintar memanfaatku menjadi mesin pencetak uang bagimu" Ujar Sehun bercanda.
"Fans – fansmu itu pasti menggila jika tau kau telah kembali" Ujar Yunho.
"Hmm" Sehun membalas seadanya. Ia membuka seragamnya dan menggantinya dengan celana pendek mirip boxer dan rompi khusus petarung MMA miliknya. Sejak bergabung, ia tidak ingin bertelanjang dada.
"Kapan aku tampil hyung ?" Tanyanya kemudian.
"2 pertandingan setelah ini, bagaimana ?"
"Ara"
"Aku harus mengumumkan hal ini di media sosial, mereka pasti berbondong – bondong kemari" Ujar Yunho.
"Jangan lupakan live streaming" Ujar Sehun mengingatkan.
"Oh ya, Live streaming...Kau memang bintangku Oh Sehun" Puji Yunho dan Sehun hanya tersenyum kecil.
Sehun memang bintang MMA, ia pintar berkelahi walaupun tubuhnya tak lebih berotot dari lawan – lawannya. Ia seringkali memenangkan pertandingan. Yunho sebagai pengelola MMA sangat senang Sehun bergabung bersamanya. Baru saja Sehun bergabung, fans – fansnya langsung banyak.
Jika Sehun akan tampil, mereka –para fans Sehun- berbondong – bondong datang walaupun tiket masuknya akan lebih mahal dari biasanya. Bahkan para fansnya itu meminta untuk diadakannya live streaming sehingga mereka bisa melihat pertarungan Sehun di manapun mereka berada.
Walaupun MMA adalah pertandingan keras dan terkesan brutal yang kebanyakan lebih disukai kaum pria daripada wanita, entah bagaimana Sehun dapat menarik banyak wanita untuk datang melihatnya. Sebuah keuntungan besar untung Yunho dan pengelola lain tentunya, sebaliknya Sehun akan mendapat gaji yang lebih banyak dari petarung lainnya.
...
Sehun keluar dari mobil sport merahnya dan menapakkan kakinya di halaman sekolah, ia meringis kala badannya agak nyeri karna pertandingan kemarin. Lawannya benar – benar kuat sehingga tak sedikit dari bagian tubuhnya yang jadi memar karnanya. Menyakitkan, tapi ia merasa puas karna berhasil memenangkan pertandingan kemarin.
"Oy Sehun !" Sapa Jongin yang secara kebetulan datang hampir bersamaan dengan Sehun. Ia menepuk bahu sahabatnya itu dengan cukup keras membuat Sehun meringis sakit. Melihat reaksi sahabatnya itu ia jadi ikut meringis kasihan/?.
"Sakit eh ?" Tanya Jongin. Sehun mengangguk.
"Mau kuobati ?" Tanyanya lagi. Kali ini Sehun menggeleng.
"Besok juga sembuh" Ujar Sehun. Ia menyampirkan tasnya di punggung dan meringis lagi.
"Sepertinya sakit sekali" Ujar Jongin memperhatikan Sehun yang sesekali mengaduh 'aw' dengan suara pelan saat berjalan.
"Sebenarnya aku tak suka pekerjaanmu. Kenapa cara melepas penatmu itu aneh sekali" Jongin menyuarakan protesnya.
"Setidaknya lebih baik dari clubbing" Sehun membela diri.
"Perkataanmu itu, seperti kau tidak pernah clubbing saja" Sindir Jongin. Sehun memutar bola matanya malas.
"Jangan mulai membahas masa laluku" Ujar Sehun defensive. Jongin hanya menggidikan bahunya dan memilih memainkan handphone'nya.
Entah kebetulan atau jodoh/?, saat perjalanan ke kelas, Sehun-Jongin melewati jalan yang sama dimana EXO gank tengah berjalan berlawanan arah dengan mereka. Sehun memilih untuk tidak peduli ketimbang berurusan dengan anggota gank tidak jelas itu, Jongin juga lebih memilih untuk memperhatikan handphone'nya yang tengah menampilkan game subway surf kesukaannya, sedangkan si ketua gank, Luhan, menautkan alisnya heran saat melihat wajah Sehun terdapat luka memar seperti habis dipukuli.
Memang kapan terakhir kali ia menghajar Sehun. Pikirnya.
Luhan menghentikan langkahnya dan menatap wajah Sehun dengan seksama. Entah dorongan darimana, saat Sehun berpapasan dengannya, hendak melewatinya, Luhan menahan tangan pemuda itu, menghentikannya lalu menatap luka memar di wajah Sehun itu dengan alis yang bertaut.
"Kau...Kenapa dengan wajahmu ?" Tanyanya. Kali ini Sehun yang mengernyit heran.
"Bukan urusanmu sunbae" Jawab Sehun dengan nada seramah mungkin namun malah terkesan dingin.
Entah kemana alam bawah sadar Luhan saat ini, pria itu meletakan jarinya di luka memar Sehun dan mengelusnya perlahan. Sehun tentu saja kaget, ada perasaan aneh yang menjalari tubuhnya saat itu semua terjadi.
"Hey Hun ! Lihat aku-" Perkataan Jongin terhenti saat tak lagi melihat sahabatnya itu di sisinya. Salahkan dirinya yang terlalu fokus pada handphone'nya sehingga tidak memperhatikan sekitar.
"Eh ? Kemana cicak itu pergi ?" Tanya Jongin clingukan mencari sosok sahabatnya itu. Matanya membulat ketika menemukan Sehun dan Luhan tengah berhadapan dengan tangan Luhan yang tengah mengelus pipi Sehun.
Jongin tau dan mengerti. Ada yang berbeda dengan tatapan Luhan kali ini, jika sebelumnya mata itu penuh kebencian dan aura peperangan yang berkobar - kobar, kali ini lebih ke tatapan seorang wanita –atau dalam kasus ini pria- yang khawatir tentang kekasihnya. Uh, mungkin kalian tidak percaya tapi bagaimanapun juga ia mencap dirinya adalah pakar cinta.
Yeah, sebenarnya Jongin sendiri juga tidak percaya dengan pemandangan aneh dihadapannya. Ia benar – benar dibuat speechless melihat hal aneh pagi – pagi begini.
"Apakah aku sedang bermimpi" Batinnya.
"Aku senang Han oppa sudah berbaikan dengan Sehun" Ujar seseorang yang mengembalikan alam bawah sadar Luhan, ia segera menarik tangannya dari wajah Sehun dengan pipi agak merona/?. Ia berdeham dan menatap wajah gadis pujaan hatinya itu dengan senyumannya yang paling manis.
"Hi Seohyun. Selamat pagi" Sapa Luhan ramah. Seohyun membalas senyuman Luhan dengan tak kalah manis.
"Selamat pagi oppa" Balasnya kemudian.
"Aku pergi dulu sunbae" Sela Sehun yang juga sudah sadar dari kejadian aneh beberapa menit lalu.
Ia membungkukan badannya dan hendak meninggalkan mereka sebelum terjadi yang lebih aneh atau setidaknya sebelum ia mendapat masalah lagi, tapi sepertinya semua terlambat.
Seakan Seohyun memang ingin keduanya terus terlarut dalam pertengkaran. Seohyun menahan tangan Sehun.
"Sebentar Sehun ah~. Sebenarnya, aku membuatkanmu bekal ini Sehun" Ujar Seohyun malu – malu lalu menyerahkan sebuah box tempat makan berwarna biru langit kepada Sehun.
Luhan langsung mengepalkan tangannya, ia menahan sekuat tenaga untuk tidak meledak saat itu juga.
"Bekal ? Bahkan Seohyun tidak pernah memberikan bekal padanya ?!" Protesnya dalam hati. Darahnya mendidih ketika melihat Sehun diperlakukan secara istimewa, bahkan di depan matanya sendiri.
Apa Seohyun tidak melihatnya ?
Bahwa ia cemburu setengah mati ?
Bahwa ia masih menaruh harap pada gadis itu ?
Sehun menatap bekal itu dengan tidak enak hati. Ia sempat melirik Luhan yang tengah mengepalkan tangannya dan mengeluarkan aura hitam yang siap membunuh siapa saja.
Uh oh, sepertinya ia tidak bisa terlalu lama disini. Sejujurnya ia merasa tak enak dengan Luhan, entah kenapa ia jadi canggung sendiri seperti seseorang yang tertangkap basah selingkuh di depan kekasihnya sendiri.
Eh ? Apa yang kau pikirkan Sehun. Sepertinya pertandingan kemarin membuat otakmu agak bergeser.
"Sehun-ah ?" Seohyun memanggil Sehun yang masih bergeming di tempatnya.
"Eh ? Ne, sunbae. Terima kasih" Ujar Sehun, mengambil box makan siang itu dan membungkukan badannya 90⁰ sebelum menghampiri Jongin yang masih blank. Masih terjebak dalam pikirannya apakah ini mimpi atau kenyataan, benar – benar tidak penting sekali sebenarnya.
Selama berjalan, Jongin berkali - kali menatap Sehun dengan tatapan tak percaya, mulutnya terbuka seakan ingin mengatakan sesuatu yang seakan tersendat di kerongkongannya.
"Astaga ! Yang tadi itu aneh sekali !" Ujarnya setelah berhasil mengeluarkan kata - kata yang daritadi ingin diucapkannya. Sehun hanya menanggapi dengan menggidikkan bahunya, tak berkomentar namun ia juga tak mengerti apa yang baru saja terjadi.
...
BRAKK !
Luhan masuk ke base camp EXO dengan membanting pintu cukup keras, wajahnya tertekuk kesal karna baru saja berurusan dengan Sehun lagi dan lagi. Ia mengambil beberapa anak panah kecil dan melemparkannya pada papan sasaran di dinding yang sengaja ditempeli foto Sehun dengan amarah yang menggebu - gebu.
Sleb !
Anak panah itu mengenai mata -foto- Sehun.
"Shit ! Dasar kau albino jelek !" Maki Luhan.
Sleb !
Kali ini mengenai keningnya.
"Kenapa kau terus menggangguku !"
Sleb !
Yang ini mengenai hidung mancungnya.
"Seharusnya kau mati saja !"
Sleb !
Dan yang satu ini mengenai rahang tegasnya.
"Aku MEMBENCIMU !"
"Seharusnya kau tidak terus mengurusinya Lu" Nasehat Kris, menatap Luhan yang masih melempari foto Sehun dengan kesal.
"Wae ?!" Tanya Luhan ketus yang tak mengalihkan pandangannya dari foto Sehun.
"Karna kebencianmu bisa menimbulkan cinta" Jawab Kris, duduk di sebuah sofa, membuka sekantong Chips dan memakannya.
"Cih, omong kosong" Luhan menyisir rambutnya dengan tangannya sebelum melempar tubuhnya untuk duduk di sebelah Kris dan menyalakan TV.
"Aku serius Lu" Ujar Kris lagi.
"Aku juga serius. Aku membencinya !" Ujar Luhan tak mau kalah.
"Lalu yang tadi itu apa ? Kau bahkan mengelus pipinya dan menampakkan wajah khawatir" Ujar Kris menyudutkan Luhan.
Luhan mendengus kesal. Semua ia lakukan tadi, ia lakukan tanpa sadar jadi itu bukan salahnya oke ?!
"Terserah kau saja Kris, tapi aku membencinya dan akan terus membencinya !" Balas Luhan tak peduli dan fokus menonton TV. Kris menghela napas, ketua ganknya ini memang keras kepala. Hanya bisa berharap apa yang dipikirannya tidak benar – benar terjadi.
...
Luhan tengah asyik memainkan game burung bodoh menyebalkan yang bernama flappy bird di handphone'nya, ia bermain sangat serius karna dirinya baru sekali ini dapat menempuh score ke 28, sebuah kebanggaan tersendiri baginya mengingat sulitnya permainan tersebut. Matanya terus melekat pada handphone sampai tak memperhatikan seorang pemuda sedang berjalan berlawan arah dengannnya.
Bug ! Prak !
Keduanya pemuda itu bertabrakan cukup keras, lebih tepatnya Luhan yang menabrak pemuda itu.
Segelas Americano panas yang tadi berada di tangan sang pemuda yang lebih muda, jatuh menumpahi seragam milik Luhan sampai pemuda china itu mengaduh.
Handphone di tangan Luhan pun jatuh dengan cukup keras ke lantai menyebabkan cassingnya terbuka sehinggga batre handphone'nya juga ikut terlepas.
Luhan menatap handphone'nya yang kemungkinan besar rusak itu dengan amarah. Tentu saja karna ia tak berhasil mencapai high score yang daritadi sudah susah – susah ia kumpulkan.
Tapi bukan itu saja yang membuatnya kesal setengah mati. Gantungan rusa kesayangannya yang ia ikatkan di handphone'nya ikut rusak padahal gantungan itu merupakan gantungan rusa limited edition yang ia dapatkan ketika berkunjung ke disney land beberapa tahun lalu.
Luhan mendongak dan amarahnya kian menjadi – jadi saat melihat siapa pelaku penabrakan itu.
Pemuda itu menatap handphone mahal Luhan yang kemungkinan sudah rusak itu lalu menatap kemeja Luhan yang terdapat bercak americano dengan tatapan menyesal.
"Eoh...mianhae sunbaenim" Ujar Sehun –pemuda yang ditabrak Luhan-, berinisiatif meminta maaf lebih dahulu walaupun ia rasa kejadian ini bukan salahnya sepenuhnya.
"Aku akan mengganti ponselmu, aku berjanji. Aku juga masih memiliki baju cadangan di loker, kau boleh meminjamnya sunbae" Sambungnya.
Namun Luhan tak menggubris perkataan Sehun. Ia memungut ponselnya, menatap gantungan rusa itu lagi dengan pandangan sedih bercampur amarah yang siap meledak saat itu juga.
Ia mendongakkan kepalanya -lagi- dan menatap mata Sehun dengan kebencian.
"Mianhae sun-"
"Cih, NEO ! Dimana saja kau berada, kau adalah pembawa sial !" Bentak Luhan.
Deg !
Seketika tubuh Sehun menegang. Jongin yang sedari tadi berdiri di sebelah Sehun dan tak berkomentar kini membulatkan matanya kaget. Ia segera menatap sahabatnya dengan was – was.
"Kau ! Aku benar – benar membencimu ! Dasar pembawa sial !" Maki Luhan lagi.
"Hentikan" Ujar Sehun pelan, tangannya perlahan terangkat untuk memegangi rambutnya, kepalanya terasa berat, rasa pusing ia rasakan seketika.
"Selain pecundang, ternyata kau adalah pembawa sial yang tak berguna !"
"Kumohon hentikan" Sehun memohon, meremas – remas rambutnya kala rasa pusing itu kian kentara.
"Cukup sunbae ! Hentikan !" Ujar Jongin kesal tapi bukannya berhenti, Luhan malah semakin memanas - manasi.
"Wae huh ?! Kau ingin menangis huh, Oh Sehun ?! Pergilah ! Mengadulah pada eommamu dan menangislah ! Haha !" Ujar Luhan dengan nada mengejek.
Sehun terus meremas rambutnya, tubuhnya melengkung ke bawah karna kepalanya begitu pusing, dunia seakan berputar dan ia merasa benar - benar tertekan.
Sama seperti dulu, rasanya benar – benar sama seperti dulu.
"Ber-berhenti...Ku-kumohon berhenti" Ujar Sehun putus asa, suaranya terdengar bergetar.
"Sunbae, berhenti ! Jebal ! Kau tidak mengerti tapi kau menyakitinya !" Ujar Jongin sama putus asanya dengan Sehun. Tapi sekali lagi, perkataan Jongin seakan angin lalu saja bagi Luhan yang tersulut emosi.
"Cih, wae huh ?! Ah ! Atau jangan – jangan kau tak punya eomma ya ?! Uuu, Kasihan...Haha !" Ejek Luhan lagi.
Mendadak Sehun berhenti meremas rambutnya, tangannya terkulai kesamping tubuhnya, matanya menggelap sebelum tangannya terkepal erat sampai jari – jarinya memutih.
"Kau bertindak terlalu jauh sunbae" Ujar Jongin ngeri melihat perubahan mendadak pada sahabatnya yang ia yakini bukan sesuatu yang bagus.
"Lu, kurasa kau sudah keterlaluan" Ujar Lay, ia memegang bahu Luhan hendak meredakan emosinya tapi Luhan menepis tangannya dan mendekati Sehun. Ia menarik kerah Sehun dan menatap wajah Sehun dengan tatapan menantang.
Jongin menatap Luhan tak percaya. Ia lalu menatap sahabatnya dan bergidik ngeri saat melihat sahabatnya itu tampak seperti monster yang sudah mau meledak dengan amarah.
"Ow...Menjauhlah darinya sunbae" Ujar Jongin memperingatkan, perlahan ia menjauh dari Sehun dan Luhan.
"Apa mak-"
BUGHHH !
Belum selesai Luhan menyelesaikan perkataannya, Sehun sudah lebih dulu memukul muka Luhan dengan keras bahkan sampai Luhan terhempas ke belakang.
Melihat kejadian barusan, EXO gank dan murid – murid lain yang entah sejak kapan sudah berkumpul untuk melihat apa yang terjadi antara Sehun dan Luhan dibuat menganga.
Nafas Sehun memburu, ia yang masih tersulut emosi, mendekati tubuh Luhan yang terkapar tak berdaya.
Anak – anak EXO jelas ingin menolong Luhan, tapi entah karna efek terlalu kaget atau aura membunuh Sehun yang begitu kuat dan menakutkan, mereka dibuat seakan tak bisa bergerak dan hanya dapat melihat Sehun yang tampak begitu marah tanpa bisa berbuat apa - apa.
Sehun menarik kerah Luhan sampai tubuh lunglai Luhan berdiri. Ia mengepalkan tangannya erat, mengangkatnya dan hendak meninju Luhan lagi, namun niatnya terhenti kala melihat mata Luhan yang tertutup. Dapat dipastikan ketua gank sok jago itu sudah tak sadarkan diri dengan hidungnya yang berdarah.
Great ! 1 hit KO !
Sehun mendengus sambil tersenyum singkat sebagai ejekan. Ia melepaskan kerah Luhan sehingga tubuh pingsan Luhan terjatuh namun Suho berhasil menangkap tubuh Luhan sebelum Luhan benar – benar terhempas ke lantai.
Anak – anak EXO segera mengerubungi Luhan. Mereka menatap ketua ganknya yang pingsan dengan tak percaya.
Di sisi lain, Kris yang melihat ketuanya pingsan dengan darah yang mengalir di hidung yang kemungkinan patah itu, mengepalkan tangannya, kini ia yang tersulut emosi. Ia berbalik menghadap Sehun yang masih bergeming di tempatnya semula.
"Kau ! Beraninya !" Geram Kris. Ia hampir maju untuk menghajar Sehun tapi teman – temannya yang lain (minus Suho) langsung memegangi badannya erat.
"Sudah Kris, sudah" Ujar Tao mencoba menenangkan Kris.
"Wae ?! Biar aku menghajarnya !" Bentak Kris kesal. Memberontak, berusaha melepaskan diri.
"Biar aku membalas perbuatannya !" Teriak Kris lagi dan teman – temannya itu segera menyeretnya menjauh, hanya tertinggal Lay yang berdiri tak jauh dari Sehun.
"Aku tak akan membalas. Aku anggap kita impas karna Luhan memang sudah keterlaluan. Atas nama EXO, aku meminta maaf. Mianhae~" Ujarnya lalu membungkuk 90⁰ pada Sehun. Suatu peristiwa langka bagi para siswa lain. Setahu mereka, minta maaf bukan style anak – anak berandalan itu.
Sehun tetap bergeming, namun tidak lama ia berbalik dan pergi begitu saja dari hadapan Lay yang masih membungkuk.
"Ma-maafkan sahabatku juga sunbae, semoga Luhan sunbae tak apa" Ujar Jongin sebelum mengejar Sehun yang selalu saja meninggalkannya duluan.
Jongin mengikuti langkah Sehun, ia menatap punggung sahabatnya itu horor.
Jika biasanya ia berjalan di samping Sehun kini ia lebih memilih untuk berjalan di belakang sahabatnya itu. Menjaga jarak.
"Sehun ?" Panggil Jongin dengan takut - takut.
Sehun berhenti berjalan, menolehkan kepalanya ke kanan untuk melihat Jongin dengan pupil matanya.
"Wae ?" Tanyanya dingin dan menusuk.
"Kau...Tak apa ?" Tanya Jongin, kali ini nadanya terdengar khawatir.
"Aku rasa aku harus pergi" Jawab Sehun.
"MMA lagi ?" Tanya Jongin memastikan, walau ia yakin Sehun pasti akan kesana kala sedang emosi.
"Yeah"
"Aku akan ikut denganmu"
"Terserah kau saja"
Dan setelah membereskan barang mereka, kedua sahabat itu kabur secara diam – diam dari pintu belakang yang lebih minim penjagaannya. Kala mereka sudah di luar, sekilas, mereka melihat mobil Luhan pergi meninggalkan area sekolah, mungkin mereka akan ke rumah sakit.
...
Sesampainya di tempat MMA milik Yunho. Sehun segera masuk ke gedung tempatnya bekerja itu. Ia melempar tas sekolahnya ke sebuah sofa, mengambil celana pendek berwarna merah dan rompi yang biasa ia pakai saat diatas ring dan berjalan ke ruang ganti tanpa mengeluarkan satu patah kata pun.
"Eh ? Tumben kau datang hari ini, Hun ? Lagipula jam segini, bukankah kau masih sekolah ?" Tanya Yunho yang berpapasan dengan Sehun, tapi Sehun tidak berniat menjawab pertanyaan Yunho dan terus melenggang pergi ke ruang ganti membuat Yunho mengernyitkan alisnya heran.
"Sebenarnya kami kabur hyung" Ujar Jongin mewakilkan Sehun menjawab.
"Kabur ?" Tanya Yunho tak percaya.
"Dia agak depresi hari ini jadi yeah, begitulah" Jelas Jongin seadanya, namun Yunho sudah mengerti maksud Jongin.
Tak lama, Sehun keluar dari ruang ganti. Ia berjalan ke sebuah loker miliknya dan mengambil sarung tangan MMAnya lalu memakainya.
"Jadwalkan aku bertanding sekarang hyung" Pinta Sehun dingin yang terdengar seperti perintah yang memaksa.
"Eh ? Eum..Kau harus menunggu beberapa menit dulu" Ujar Yunho.
"Ara" Ujarnya dingin lagi.
Yunho melesat pergi, meninggalkan 2 sahabat itu untuk mengatur jadwal pertandingan mendadak untuk Sehun.
Setelah selesai dengan sarung tangannya, Sehun menghampiri sebuah samsak hitam yang tergantung di pojok ruangan dan memukuli benda tak bersalah itu sampai tangannya sendiri memerah. Jongin khawatir sebenarnya, tapi ia tak berkomentar dan membiarkan Sehun melepaskan emosinya.
"Sehun, giliranmu..." Panggil Yunho.
Sehun berhenti memukuli samsak, ia memegang lalu menyenderkan kepalanya pada samsak itu, memejamkan matanya, menetralkan deru nafasnya lalu menghela napas dalam.
Setelah terdiam beberapa menit, Sehun berjalan menuju ring.
"Sehun ! Sehun ! Sehun !" Semua penonton langsung bersorak, menyambut kedatangan Sehun ke dalam ring hexagonal itu.
Lawan Sehun yang berdiri didepanya memiliki tubuh yang lebih besar darinya dan memiliki wajah yang lebih garang dari Sehun namun Sehun, gentar pun tidak.
Sehun menatap datar lawannya itu dan memasang kuda – kuda bertarung.
Setelah diberi aba – aba bahwa pertandingan telah dimulai. Lawannya itu menghampiri Sehun perlahan, tangannya melesat cepat ke arah Sehun namun Sehun berhasil menghindar lebih cepat.
Sehun maju dengan hati – hati sebelum melayangkan sebuah tinjuan kuat yang berhasil mengenai wajah lawannya. Lawannya membalas dengan menendang kaki Sehun hingga Sehun hampir terjatuh dan itu dimanfaatkan oleh lawannya, ia menjatuhkan Sehun ke bawah dan memukulnya berkali – kali di wajah namun dengan segenap kekuatan Sehun berhali melepaskan kuncian dari lawannya dan menjauh.
Lawannya yang merasa sudah unggul mendekati Sehun sambil melayangkan beberapa pukulan dengan agresive namun Sehun berhasil menghindar. Kala sang lawan lengah, Sehun melayangkan tinjunya kembali dengan cukup keras.
Tinjunya kali ini berhasil mengenai wajah sang lawan dengan telak sehingga menumbangkan sang lawan. Dengan segera, wasit memisahkan keduanya. Para staff segera menghampiri keduanya untuk membersihkan darah dari muka mereka dan memberi obat pada luka mereka sebelum keduanya kembali bertarung.
Kali ini lawannya lebih berhati - hati, ia berkali – kali melayangkan tendangan dengan kaki panjangnya sehingga Sehun terus memundurkan badannya. Sehun sama sekali tidak dibiarkan mendekat.
Namun ketika terdapat celah sedikit saja dari sang lawan, Sehun berlari cepat, merengkuh pinggang lawannya untuk menjatuhkannya ke lantai namun lawannya tidak membiarkan itu terjadi, ia membalas memukul perut dan punggung Sehun berkali – kali.
Walau bisa dipastikan Sehun tengah kesakitan kali ini, namun dengan sekuat tenaga Sehun terus berusaha menjatuhkan lawannya ke lantai.
Kakinya berhasil masuk ke celah kaki milik lawannya dan mengait kaki kiri sang penantang hingga ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.
Semua penonton langsung bersorak girang dan bersahut – sahutan untuk mendukung Sehun.
Sehun berhasil masuk diantara kedua kaki lawannya dan memukul wajah lawannya berkali – kali dengan seluruh tenaganya membuat sang lawan tak berdaya dan babak belur.
"A-aku menyerah" Lawan dari Sehun menyatakan dirinya telah menyerah, namun seakan dibutakan oleh emosi, bukannya melepaskan lawannya. Ia malah terus memukul wajahnya dengan membabi buta.
Bugh ! Bugh ! Bugh !
Pukulan demi pukulan, Sehun daratkan pada wajah lawannya yang sudah tak berdaya.
"Sehun ! Hentikan ! Dia sudah kalah !" Teriak Jongin dari pinggir ring.
Inilah yang ditakutkan Jongin. Ia takut emosi yang masih menguasai sahabatnya membuatnya tak bisa berhenti melampiaskan kekesalannya dan bisa membuat lawan MMAnya meregang nyawa.
"Omo ! Apa yang terjadi dengan anak itu Jongin ?" Tanya Yunho kaget melihat kejadian itu.
Tak ambil waktu lebih lama, Jongin masuk ke dalam ring, ia menarik lengan Sehun untuk menjauh dari lawannya.
Karna masih tersulut emosi, bukannya sadar, Sehun malah mendorong Jongin cukup keras dan hampir memukul wajah Jongin, namun Yunho yang ikut naik ke ring berhasil menangkap kedua tangan Sehun dan mengunci tangannya di belakang punggungnya.
"Kontrol emosimu Sehun !" Bentak Yunho pada Sehun. Nafas Sehun masih memburu namun ketika ia sudah terlihat lebih tenang, Yunho melepaskan tangan Sehun.
Penonton menatap kegiatan yang berlangsung di ring dengan tegang.
"Mianhae" Ujar Sehun menyesal. Yunho menepuk bahunya pelan.
Setelahnya Sehun turun dari ring sedangkan lawannya sudah dibawa ke ruang kesehatan/? oleh staff MMA. Jika biasanya penonton riuh untuk menyoraki jagoannya ketika mereka menang, kini yang terdengar hanya keheningan. Lagipula Sehun tidak menang, ia sudah pasti didiskualifikasi karna terus memukul lawannya yang sudah menyerah.
Sehun melepas sarung tinjunya, berjalan ke wastafel dan mengelap darah dari wajahnya.
"Baikkan ?" Tanya Jongin yang berdiri di belakang Sehun. Sehun mengangguk pelan.
"Mianhae" Ujar Sehun.
"Kau menakutkan tadi, seperti monster" Ujar Jongin.
"Cicak monster" Sambungnya. Sehun memutar bola matanya malas
"Jadi sekarang aku sudah berubah jadi komodo ?" Tanya Sehun, menatap Jongin lewat kaca wastafel.
"Mungkin sejenis itu...Cicak yang berubah menjadi komodo albino saat marah terdengar lebih keren dari hulk haha" Canda Jongin.
"Ehh, kau ingin kuhajar hitam ?" Bukannya takut, Jongin malah tertawa mendengar ancaman Sehun, namun dalam hati ia mendesah lega karna Sehun sudah kembali seperti semua.
Ia mengambil tas Sehun, merogoh lalu melempar box pocky rasa strawberry ke arah Sehun dan anak itu menangkapnya dengan sempurna. Ia membukanya lalu segera mengemut batangan pocky itu seperti biasa.
"Dasar maniak pocky"
"Diam kau maniak Crong" Balas Sehun sengit.
Dan mari kita tinggalkan dua sahabat yang sudah akan mulai saling mengejek satu sama lain ini.
...
Luhan menatap cermin di depannya dan mendengus sebal. Perban yang menutupi hidungnya ini menghancurkan penampilan kerennya saja.
"Argh ! Sialan kau Oh Sehun !" Gerutu Luhan, melempar tubuhnya ke kasur dan mencekik gulingnya, membayangkan gulingnya itu adalah si hoobae albino sialan bernama Sehun.
Drrt...Drrt...Drrt...
Handphone Luhan bergetar (ayahnya yang kaya itu langsung membelikannya handphone baru saat tau handphone Luhan rusak) menghentikan kegiatan mari-mencekik-guling Luhan terhenti. Dengan malas ia mengambil handphone'nya yang tergeletak di atas nakas dekat tempat tidur. Namun saat matanya menangkap nama sahabat lamanya yang tertera di layar handphone'nya, mata rusanya berbinar senang. Ia langsung saja mengangkat telepon itu.
"Hi deer" Sapa seorang pria dari sebrang sana membuat Luhan memajukan bibirnya dengan sangat imut.
"Jangan menyebutku deer...Itu terdengat sangat tidak manly !" Protes Luhan kemudian.
"Kau memang tidak manly Lu. Aku yakin 100% kau masih mengoleksi boneka rusa" Ujar pria itu yang membuat Luhan langsung kalah telak.
"Sial kau Laogao idiot" Maki Luhan kesal.
"Hahaha...Aku tau aku benar"
"Ada apa kau menelponku brewok ? Hanya ingin menggangguku huh ?"
"Hey ! Sejak kapan kau jadi jutek begini. Apa sahabatmu ini tidak boleh menelponmu ? Aku merindukanmu deer"
"Ewwww...Kau menjijikan Laogao...Sangat menjijikan ewww ewwww"
"Hahaha !" Laogao –pria yang sedang menelpon Luhan- itu tertawa amat keras karena berhasil menggoda Luhan.
"Berhentilah tertawa !" Marah Luhan.
"Ahahahaha...Tenang lu tenang...Aku serius tentang merindukanmu, kita sudah lama tidak bertemu"
"Yeah..Aku juga merindukanmu"
"Aku tau" Balas Laogao dan Luhan memutar bola matanya malas.
"Kenapa menelponku ? Ada yang ingin kau bicarakan ?" Luhan melemparkan dirinya kembali ke kasur king size miliknya.
"Kurasa kau yang ingin membicarakan sesuatu" Ujar Laogao. Luhan tersenyum, sahabatnya ini benar- benar selalu ada saat dibutuhkan.
"Kenapa kau bisa tau ?" Tanya Luhan.
"Hubungan batin mungkin" Jawab Laogao bercanda.
"Kau gila ya ?"
"Haha...Anieyo...Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku Lu ?"
Luhan mendengus sebal sebelum mendudukan dirinya, menyenderkan punggungnya pada headboard kasur dan mengelus hidungnya yang masih nyeri.
"Lu kau masih disana ?" Tanya Laogao karna tak kunjung mendapat balasan dari sahabatnya.
"Ne. Aku masih disini" Balas Luhan.
"Jadi apa yang ingin kau ceritakan, Lu ?"
Dan akhirnya Luhan menceritakan tentang ciri – ciri dan masalahnya dengan Sehun secara detail. Dimulai dari pertemuan mereka, pertandingan basket sampai pertengkaran mereka yang terakhir yang membuat Luhan pingsan dengan memalukan.
"Aku benar – benar membencinya Gaogao" Kesal Luhan, tetapi Laogao malah tertawa.
"Kau lebih terdengar seperti mencari perhatiannya" Balas Laogao.
"Mwo ?!"
"Aku serius Lu..."
"Kau bicara omong kosong !" Luhan mendengus sebal, hampir ingin mematikan handphonenya saking kesalnya.
"Tunggu dulu Lu ! Tidakkah kau ingat ? Bukankah dia adalah tipe seme yang kau inginkan ?"
"Apa maksudmu ?! Aku ini normal ! Normal !" Ujar Luhan tak terima.
"Aish, kau benar- benar tidak ingat perkataanmu dulu ?" Tanya Laogao, Luhan mengernyit heran.
"Perkataan apa ?" Tanyanya penasaran.
Flashback
Luhan dan Laogao, sahabat berjenggotnya itu tengah duduk di kantin sekolah. Makan makanan yang mereka beli dengan sesekali diiringi obrolan santai dan candaan.
"Lihat para seme itu menatapmu lapar Lu" Ujar Laogao, menunjuk beberapa orang di meja sebrang dengan garpunya.
"Ish, aku ini normal Gaogao. Aku menyukai wanita" Balas Luhan.
"Tapi wanita tidak menyukaimu karna kau terlalu cantik, haha" Canda Laogao namun sebenarnya itu adalah fakta memalukan yang bisa disebut aib bagi Luhan.
"Ya ! Aku ini tidak cantik ! Apa aku harus mengubah penampilanku agar mereka menganggapku manly !" Ujar Luhan kesal yang membuat Laogao malah terkekeh.
"Kau ini tidak manly deer"
"Ish, jangan menghinaku !" Kesal Luhan.
"Tapi, apa kau serius tidak tertarik dengan para seme – seme itu ? Kurasa mereka cukup tampan untukmu" Tanya Laogao heran.
"Eww, kau membuatku jijik Gaogao. Jangan – jangan kau gay ?" Ujar Luhan, agak menyingkirkan diri dari Laogao.
"Kau tau sendiri kalau aku sudah memiliki kekasih yang berjenis kelamin wanita" Ujar Laogao dan Luhan baru ingat kalau sahabat brewok yang tak lebih tampan darinya itu sudah mendahuluinya soal kekasih. Rasanya iri sekali.
"Hahhhh..Soal pertanyaanmu itu...Aku memang tidak tertarik dengan mereka, mereka bukan tipeku. Aku lebih tertarik dengan pria tinggi yang memiliki aura badboy, body yang sexy, sikap yang gentleman dan sedikit misterius pasti akan terlihat cool...Lebih bagus kalau ia terlihat seperti vampire dalam drama yang kulihat kemarin. Ia sangat tampan" Cerocos Luhan semangat, sebenarnya ia keceplosan, tapi tak apalah, toh yang mendengarnya sahabatnya sendiri.
Laogao menatap Luhan dengan dahi mengernyit. "Uhhh...Lu...Why u sound sooo gay" Ujar Laogao horor.
"Yah ! Ini semua karna kau menggodaku lebih dulu !" Bela Luhan tak terima lalu cemberut seperti seekor rusa yang merajuk, sangat menggemaskan padahal katanya manly. Laogao hanya bisa terkekeh melihat kelakuan sahabatnya.
End Of Flashback
"Ingat ?" Tanya Laogao.
"Cih...Kau tidak seharusnya mengingatkanku pada hal yang tidak penting" Ujar Luhan malas.
"Kurasa itu cukup penting" Ujar Laogao.
"Sialan kau" Balas Luhan kesal.
"Tapi aku benar kan ? Kau bilang ia lebih tinggi darimu dan memiliki postur tubuh idaman lalu ia juga beraura badboy walaupun hanya sedikit, nah yang paling penting ia terlihat seperti vampire karna kulitnya sangat putih. Point plus karna ia pintar bermain basket seperti dirimu. Sudahlah, Kalian pasti sangat cocok Lu, haha !"
"Shit ! Laogao ! Kau membuatku merinding !" Ujar Luhan bergidik ngeri mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Merinding atau terangsang huh ?" Tanya yang disertai candaan dari Laogao.
"Brengsek kau, akan kubunuh kau kalau kita bertemu lagi !"
"Aku menantikannya deer"
"Ya ! Aku -"
Tut...Tut...Tut...
Luhan tak bisa menuntaskan kata - katanya karna Laogao telah terlebih dahulu memutuskan telepon mereka secara sepihak.
"Dasar Laogao brengsek ! Kukutuk kau sehingga seluruh tubuhmu dipenuhi dengan bulu !" Maki Luhan kesal dan kembali mencekik guling malangnya.
...
Sehun berjalan di koridor, kepalanya bergerak ke sana kemari mencari sosok sunbae yang dicarinya. Hari ini Sehun berniat mengembalikan handphone Luhan yang kemarin ia rusak. Ia sudah berjanji dan ia akan menepatinya secepatnya, lagipula Sehun juga anak orang kaya yang mudah saja mendapatkan barang yang ia inginkan. Ditambah lagi, ia juga tak ingin berurusan lebih lama dengan Luhan dan antek – anteknya.
Setelah beberapa menit mencari, ia menemukan Luhan dan teman – temannya sedang duduk – duduk di kantin. Ia kembali merasa bersalah kala menatap hidung sunbaenya yang masih diperban.
Tanpa rasa takut sedikit pun, Sehun mendekati mereka dan tentu saja ia langsung mendapatkan tatapan heran, intimidasi dan kebencian dari Luhan dan teman - temannya, apalagi Kris yang serasa sedang mencoba membunuh Sehun dengan tatapannya. Tapi, bukan Sehun jika ia peduli dengan tatapan mereka.
Sehun membungkukkan badannya sopan sebelum menaruh sebuah plastik hitam yang cukup besar di meja depan Luhan.
"Sunbaenim, ini handphone untuk menggantikan yang kemarin aku rusak, di dalam plastik itu juga ada obat untuk mengobati luka di hidungmu" Sehun menjelaskan. "Sekali lagi mianhae untuk yang kemarin" Sambungnya, membungkukkan badannya kembali sebelum pergi meninggalkan EXO gank.
Luhan mengambil plastik pemberian Sehun dan menatap box hp baru dan sebuah obat itu dengan pandangan datar, namun di dalam hati ia merasa senang. Sebenarnya ia tidak membutuhkan hp itu karna ayahnya sudah membelikan handphone baru yang lebih canggih namun entah mengapa pemberian Sehun berasa lebih berkesan. Apalagi Sehun membelikannya obat yang secara tidak langsung menyatakan Sehun memperhatikan dirinya.
Oh Luhan, sepertinya perkataan Laogao kemarin membuat otakmu agak error.
Setelah jam demi jam yang menurut murid – murid sangat menyebalkan terus berlalu dan bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, Luhan dan kawan – kawan se'gank'nya segera bersiap pulang, tak mau tinggal lebih lama di sekolah yang menurutnya seperti penjara itu.
Seperti biasa, komplotan itu akan berkumpul di base camp mereka sebelum pulang ke rumah masing – masing. Namun sebelum benar – benar pergi dari penjara bernama sekolah itu, Luhan sempat melihat Sehun dan Jongin sedang bermain basket di lapangan basket sekolah kala ia baru saja dari toilet.
Dalam beberapa menit, ia hanya mematung disana dan memperhatikan setiap gerakan lincah Sehun. Hatinya berdebar kala melihat senyuman Sehun yang selama ini tak pernah ditunjukannya Sehun di depannya. Moment langka yang ingin ia lihat terus menerus.
Hari itu panas dan tentu saja sebagai manusia normal, Sehun maupun sahabat hitamnya itu berkeringat, bahkan kemeja sekolah dan rambut Sehun basah dan ASTAGA Sehun sexy sekali ! Kenapa ia baru menyadarinya sekarang.
Memang ini bukan pertama kalianya ia melihat Sehun basah seperti sekarang. Ingat ? Ia dan komplotannya pernah menyiram Sehun sampai seluruh tubuhnya basah namun baru kali ini ia menyadari Sehun sangat sexy dengan tubuh basahnya.
Oh, sepertinya otak Luhan mulai konslet lagi. Ia segera pergi dari sana sebelum otaknya tambah error. Ia segera berjalan cepat untuk sampai ke base camp EXO. Teman – temannya yang lain sudah disana, menatap heran dirinya yang datang terlambat cukup lama, tidak seperti biasanya.
Tanpa menghiraukan pandangan teman – temannya, ia segera menghampiri cermin yang terletak di sudut ruangan. Menatap cermin yang memantulkan bayangan dirinya sendiri itu dengan mata melotot sambil menepuk – nepuk pipinya keras.
Uh, Luhan sadar !
Sehun itu namja. N-A-M-J-A ! Namja ! Begitu juga denganmu !
Kau itu normal !
Luhan kau normal !
Lebih suka kue kismis daripada sosis dan telur !
Sadar Luhan ! Sadar !
Luhan tengah membatin, berusaha menghipnotis dirinya sendiri agar sadar dan kembali normal namun sepertinya hatinya menolak dan perlahan tapi pasti tembok pertahanan kenormalannya runtuh. Rasanya, sekarang ia memang harus membuang jauh – jauh kata normal dari dirinya.
Well yeah, karna ia tidak normal dan ia menyukai Sehun dan keduanya sama – sama namja.
Luhan mendengus sebal, ia mendudukkan dirinya di sofa dan melamun tentang nasib dirinya yang mulai berada di jalur yang tidak benar. Terkutuklah Laogao karna membuatnya jadi lelaki 'bengkok' tapi entah kenapa ia tak menyesal sepenuhnya. Tanpa ia mau, sebenarnya ia setuju dengan Laogao, lelaki seperti Sehun memang benar – benar tipenya.
Uhh, harus ia akui memang sedari awal melihat Sehun. Anak itu telah membuat dirinya benar – benar penasaran dan tertarik, sayang ego dan gengsinya malah membuatnya mencap pemuda albio itu sebagai musuhnya.
"Lu ? Gwaenchana ? Daritadi gelagatmu aneh sekali" Tanya Baekyun heran.
"Yeah, kurasa memang ada yang aneh denganku Baek" Ujar Luhan ambigu.
"Wae ?" Tanya Baekhyun penasaran. Anggota EXO lainnya juga memasang telinga mereka baik – baik, penasaran dengan perkataan Luhan selanjutnya.
"Aku rasa aku menyukai Sehun" Jawab Luhan jujur.
"MWOOYA ?!"
.
.
.
TBC
Hadeuh, I know. Berantakan -.-"
Gw ga ngerti tentang MMA guys so don't blame me Gw cuma liat pertarungan UFC yang mirip – mirip MMA sesekali buat inspirasi tapi rada 'nganu' jadi ya gtu #gw_ngomong_apaan_coba.
Pokoknya aggep aja MMA versi yang Yunho buat itu kaya gini #maksa. Anyways, kenapa gw bikin Sehun jadi petarung MMA sebenarnya ya biar sesekali beda aja, bosen kerjanya jadi CEO, artis, dokter, DJ, polisi gtu, sesekali yang lebih sangar xDv
Mian untuk yang jadi kecewa, apalagi adegan berantemnya itu suck suck suck lebih suck daripada adegan basket kemarin -.-"
Entah kenapa chap ini rada aneh gimana gtu ye, gw juga kesel bacanya/?. Mungkin efek stuck berkepanjangan/? Dan sibuk ini itu jadi ya gtu/?
Terakhir, salah satu spekulasi tentang 'dia' dari 'beruanggajah' ada yg 99% bener, haha. Chukkae :D #claps #kasih_susu_doraemon /?
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : itu sehun krja apa thor? | dulunya sehun bekeraja jadi apa ? | Sehun kerja apa ng sma Yunho? | Apa pekerjaan yang Yunho hyung berikan? | apa pekerjaan yg yunho berikan? | sehun mo jadi artis yaaa ? | pekerjaan sehun adalah disc jockey alias DJ, bener nggak? | uh, DJ di club mungkin? | Dia emang krja apa sih? Gigolo? Atau striptise dance di club malam | ak tebak sehun itu mafia | btw emg sehun itu dulu apaan sih? Genk mafia? | Eh itu Sehun mau kerja apa? Dancer? Artis? Ato apa?
A : Lol Bukan..Dia atlit MMA, haha...Emang sengaja, chap kemarin gw buat ambigu biar pd kejebak ._. ga nyangka kan ? Ga nyangka ? Liat disana mba ada kamera, disitu juga #Sipotakgwmulaierror
Q : kpaaaan lulu tobaaaat?
A : Sekarang ? .-.
Q : luhan ko bisa suka ama sehun?
A : Iseng mungkin ?
Q : Luhan nya naksir dlu n ntar pst potek potekan dulu yakan? huksss
A : Mungkin /?
Q : ntarr sehun y juga suka ga sama luhan
A : Suka. Pan ini Hunhan
Q : Woaa next chap luhan dh mulai ska sehun ? Huwaa luhan.a dibuat ngejar2 sehun dong kan seru kk
A : Yup..Memang begitu sih rencananya hehe
Q : sbnarnya sehun itu khdupannya sperti apa sih dulunya? aq kq jdi kepo.
A : Sabar ya, nti dijelasin kok
Q : sehunaa kamu sebenarnya sopose?
A : Power Ranger /?
Q : kapan benih2 cinta diantara kedua adam(?) ini muncul? greget bnget nih ama nasib hunhan | Kak author...HunHan momentnya kapan?
A : Masih dalam proses penanaman benih, penyiraman dan pemupukan/? | mulai Chap depan maybe :/
Q : Siapa sih si 'dia' itu? Elah bkin penasaran amat :G | siapa Dia itu .. terus ohseh janji apa? | si 'dia'nya sehun nuguya? Kok special amat?
A : Seseorang yg Sehun sayang :D Special karena 'sesuatu' /?...Janji untuk nikahin 'dia' di masa depan #canda
Q : jangan lama" dong basa-basinya, konflik hati nya kpn ?
A : Bentar - bentar sabar. Konflik hati sedang dalam proses dipikirkan #dicekek
Q : aq mrsa chpter in knpa pndek skli?
A : Emang chap kemarin pendek ._.
Q : are another pairing will able here? like kaisoo maybe or other, did they will?
A : Kaisoo yes..Other, molla..maybe no :/
Q n R : kalo luhan dulu yang fall in love ke sehun pasti ntarnya dia bakal banyak disakitin dong? Gasiap kalo lu harus disakitin duluan, tapi it's okay lah kalo ntarnya sehun juga disakitin luhab hahaha #ketawaevil
A n RR : O.O Ga juga sih, ga da adegan yg terlalu hurt gtu kok..
R : itu si luhan bisa gak dibuat lebih sengsara pas udah ngungkapin perasaannya ke sehun, dengan segala cara yg udah dia lakuin. contohnya kek sehun masih suka sama si 'dia', trus si lulu ngungkapin eh ditolak :3
RR : Sbenernya emg akan ada bagian - bagian kya gini, haha
R : panjangin dong thorr tiap chapternya..
A : Ini udh 5k+ word kok, tp jd'y aneh -.-
R : n cepetin juga updatenya kaya seminggu sekali gitu | kalo bisa fast update yeps. gue doain dah biar idenya mulus. semulus paha sehun |
harus fast update ya pokoknya gak mau tahu
A : It's Work !
R : kak jan coba" bkn hunkerr aq alergi hunkerr | YA! Jgn bkin moment HunKerr -_- Author minta d mutilasi berarti klo smpe ada moment HunKerr -_-
RR : Haha, Kalo Hun x Boa gmana ? ;) #plak
R : moment berantem.a kaihun bnyakin yakk lucu g2 kalau mrka brantem
RR : Sip sip..
R : Bkin moment HunHan yg sweet dong trs dri moment itu si Lulu jdi tertarik sama Sehun.
RR : Ok, dipikirin dulu
R : Kak author...yg 'di sukai Sehun oppa' munculnya jgn banyak(bagiannya sedikit aja)...tuh Seohyun dibuang aja, kelaut jga nggak pa2
RR : lol, iya - iya..
R : author suka noton stan up dodityah yg soal nganu itu
RR : Nganu apaan ? Gw ga suka ga nton stand up, jarang ktemu soalnya ._.
R : xli2 sehun yah yg misalnya pov
RR : diusahakan yah..
R : alurnya dibuat maju-mundur kayaknya asik tuh thor
RR : Belum bisa bikin kya gtu, lagian Sehun flashback ga terlalu banyak cuma 2 chap mungkin/?. Anyways, thanks sarannya -bow-
R : alurnya apa nggak terlalu lambat yaa? | ni ff sbnernya juga cerita ga gmpng ketebak..cuma bertele-tele thor..kbnyakan yg di rahasiain...kbnyakan ff lain emng bnyk rahasia juga tp terungkap chap selanjutnya jd ga anu/?...hunhan juga blom ada kabar ..
RR : Kelambatan kah ? Mian. Saya masih ga ngerti alur cerita yang baik dan benar itu kaya gmana -bow-...Untuk rahasia yg kebanyakan n ga keungkap - ungkap itu emg sengaja karna suatu saat, semua rahasia akan dibahas dalam 1 - 2 chap n semua mysteri itu sambung menyambung menjadi satu/? jd rasanya aneh kalo di ungkap satu - satu..Nah kalo rahasia pekerjaan Sehun sudah langsung saya kasih tau kan di chap ini :D
R : Gimana, klo diblik sifat Luhan yg suka semaunya itu, ada kerapuhan...*cieelah* Gimana, klo Luhan punya fobia sama kilat dan guntur (Astrofobia)? Nah, di suatu saat, nggak sengaja Sehun ketemu Luhan yg lg ketakutan? Terus, ya gitu deh pokoknya...Cuman usul ya, kak author...cuman usul lho...Aku sering usul, karena aku jg proses bikin ff. pingin di upload, tp nggak bsa*menyedihkan*
RR : Haha, emang di otak saya juga ada ide kya gini kok :D Jd usul diterima...Kenapa ga di upload ? Emg awalnya menakutkan/? tp lama - lama mah biasa aj kok
R : klo baca ff exo tiba2 inget tao, tao itu sbnrnya knp chingu tau g sya jrg2 update ttg brita2 gtu tpi kok ada rumor2 g enk y kya pas jmn krishan wkt itu?huffftt
RR : Tao keluar dr EXO maybe..Molla :/
It's Done..Masih ada pertanyaan di otak kalian ? Tanya aja, daripada sesat di jalan/?...Seperti biasa saya mah bebas asal sopan :D..Thanks u so much for ur review, follow, favorite, saran n kritik :D -deep bow-
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
