White itu lebih kuat daripada Kyubi…. Kau harus tau itu!

Sesuai janjiku kemarin, update hari selasa kalau reviewnya lebih dari 50... jadi saya tepati hari ini... selamat memabca!

Chapter 27 update!

Naruto © Masashi Kishimoto

Genre–Yang sekiranya sesuai

Power of White © Yoshino Tada

Power of White ..

Chapter 27

Keluarga

Dekapan hangat dari wanita asing itu mengejutkan Naruto, rasa-rasanya ini adalah kali pertama ia dipeluk dengan eratnya, kehangatan itu sangat nyaman, bahkan Naruto sendiri tidak menyangka di dalam situasi seperti ini, ia masih bisa rilex karena pelukan wanita berambut merah tersebut.

Ketenangan itu hanya berlangsung beberapa saat saja, ketika Naruto menanyakan pertanyaan dan melepas pelukan itu. "Kau siapa?" tanya Naruto sambil memasang wajah bingung dengan mata yang berkaca-kaca, Kushina pun masih menatap mata biru langit itu, lalu tangannya merambah ke pipi bergaris Naruto.

"Aku adalah ibumu, Naruto."

"Ibu?"

"Dia benar Naruto, mereka berdua adalah kedua orang tuamu, ketika Kyubi disegel ke dalam tubuhmu, mereka berdua meninggalkan sisa chakra mereka disegel tersebut, jika segel itu lepas otomatis mereka akan muncul dengan sendirinya," jelas Jiraiya, Naruto yang mendengar itu tak bisa berkata apa-apa, senang? mungkin lebih dari itu, tapi ia merasa diacuhkan, begitu juga dirinya.

"Maafkan perbuatan kami, Naruto. karena kamilah yang membuat kau menjadi jinchuriki Kyubi." Imbuh Minato yang masih berdiri di depan, sebelumnya ia menghilangkan bijuu dama.

"Kalian tidak perlu meminta maaf, memang takdirku telah dibuat untuk itu, memang jalanku hanya untuk itu, terkadang aku bertanya-tanya. 'Aku ini anak siapa?' hidup sendirian di rumah sempit adalah hal yang wajar, ketika aku meratapi bahwa aku tidak memiliki orang tua, aku sedih….. kebencian telah melahapku, dan pada saat itulah aku tidak peduli akan kasih sayang, mereka menghinaku, mencaciku, membuatku seolah-olah sampah masyarakat, tapi kalian tau?..."

Air mata sudah tak bisa terbendung lagi di pelupuk mata Kushina, karena menurutnya ini adalah kesalahannya dan kesalahan Minato, sebagai orang tua mereka telah gagal dalam menjaga buah hatinya.

"Aku tetap menyanyangi kalian…." Semburat senyum itu begitu menyentuh Kushina, Minato yang masih berdiri di depan sendiri hanya bisa mengepal tangannya erat. 'Aku gagal….'

Tangisan ibu Naruto, terlihat jelas di mata sharingan bertomoe tiga miliknya, penyesalan tiada batas karena menelantarkan anaknya adalah penyebab utama tangisan itu, tapi mereka tidak bisa memaafkan diri mereka sendiri, karena mereka tidak bisa memberikan kasih sayang kepada anak satu-satunya.

"Maafkan ibu dan ayahmu, Naruto… kami memang sudah gagal sebagai orang tuamu, kami tidak bisa memberikanmu kasih sayang seperti anak-anak yang lainnya, dan aku-aku…hikss hikss…" Naruto berjalan mendekati ibunya yang masih menangis tersedu-sedu sebuah pelukan ia berikan kepada ibunya.

"Aku tau bu, tapi karena ibu dan ayahlah, aku bisa hidup sampai sekarang…."

"Naruto?"

Dan di samping itu White dan Kyubi sudah gerah dengan pemandangan itu. "Sudah 10 menit, sampai kapan mereka akan melakukan reuni keluarga?" ujar Kyubi dengan keinginan membunuh yang tinggi.

"Sabar Kyubi, aku sengaja memberikan Naruto kesempatan untuk bertemu dengan kedua orang tuanya…"

"Tapi kenapa anda melakukan itu?"

"Itu adalah cerita masa lalu, dan aku tidak ingin membahasnya."

"Jadi begitu kah?"

White dan Kyubi kembali menyaksikan drama air mata itu, "Sampai kapan ini akan berakhir?"

Naruto masih memeluk ibunya, dirinya tersenyum ketika tangisan nyata itu membasahi pipi lembut Kushina, penyesalan dan kesedihan tidak berbeda jauh, dan Naruto tau apa yang mereka rasakan sekarang. Naruto melepas pelukannya. "Tapi sebelum itu, kita memiliki lawan yang sangat kuat, aku ingin ibu dan ayah membantuku."

"Tentu saja, kami berdua akan melindungimu, Naruto."

"Iya, ibu akan bersungguh-sungguh." Tambah Kushina sambil melihat monster berekor 9 dari kejauhan dengan tatapan serius. Jiraiya yang masih terkapar di atas permukaan air pun ikut tersenyum melihat kebersamaan mereka.

'Setelah sekian lama berpisah, akhirnya mereka kembali bersatu.'senyuman sang kakek genit itu menghiasi berkumpulnya keluarga yang telah lama hilang, dan sekarang ini mereka berempat akan menghadapi lawan yang sangat tangguh. Energy dari semua energy, White!

Senyuman White mengintimidasi mereka berempat, meremehkan kekuatan mereka yang tak lebih seperti serangga-serangga kecil yang terbang. Mereka hanyalah sampah yang pantas untuk dilenyapkan. Kushina melihat Jiraiya yang terluka parah, sesegera mungkin dia melakukan pertolongan pertama, "Apa kau baik-baik saja, Jiraiya-sama?" ucap Kushina sambil memberikan pengobatan medis.

"Aku baik-baik saja, Kushina."

'Lukanya sangat parah, tapi dia berhasil menutup sedikit lukanya yang melebar dengan energy alam, aku harus menutupi lubang yang masih terbuka.' Pikir Kushina sembari mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyembuhkan Jiraiya.

Naruto pun berdiri di samping ayahnya, "Kushina, sembuhkan luka Jiraiya sensei, aku dan Naruto akan menghambat monster-monster itu…" pungkas Minato bersungguh-sungguh, keseriusan telah terpasang di wajah tenangnya, dan itulah yang membuat Naruto sedikit bersemangat, untuk pertama kalinya mereka bertarung bersama sebagai ayah dan anak.

"Ayo maju, Naruto!"

"Ya!"

"Akhirnya mereka bergerak, Kyubi hancurkan mereka semua…."

Kyubi yang ditumpangi White berlari dengan cepat, sedangkan Minato dan Naruto juga melakukan hal yang sama, mereka telah sampai di titik pertarungan yang ideal, duo namikaze melawan dua monster terkuat sepanjang masa.

'Dalam posisi ini, aku tidak bisa melakukan perpindahan dengan memanfaatkan kunai, karena di sini hanya dipenuhi dengan perairan…" pikir Minato yang sudah dekat dengan Kyubi, Naruto yang berlari bersama Minato telah menyiapkan serangan kejut.

'Menggunakan kunai sebagai jutsu teleportasi, gaya bertarung yang unik.' Batin White yang masih berdiri tegak di kepala Kyubi. Kyubi melakukan serangan pertama, sebuah cahaya berwarna merah cerah telah ia semburkan ke arah mereka berdua yang berlari, Minato dan Naruto berhasil menghindar namun serangan tersebut malah meluncur ke tempat Jiraiya dan Kushina.

"Aku lengah…." Bulatan cerah itu melayang cepat ke tempat mereka, dan Minato menghilang ke tempat Kushina, sebelumnya ia telah menandai tubuh Kushina untuk berjaga-jaga supaya ia dapat melindungi istrinya beserta Jiraiya-sensei.

Slingg!

Bulatan cerah berwarna kemerah-merahan itu telah lenyap, dan sekarang Naruto telah berhadapan dengan Kyubi dan White, ia tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Naruto meloncat ke arah White, dan ia mempersiapkan sesuatu di tangan kanannya, sebuah rasengan biasa.

"Rasengan biasa? Apakah dia bodoh?" namun Naruto tidak sebodoh itu, ia mengaktifkan Mangekyou sharingan dan menyerang tubuh Kyubi yang besar dengan Amaterasu. "Amaterasu!" tubuh Kyubi pun langsung bermandikan api hitam abadi itu, dan White yang melihat Kyubi kesakitan langsung menyerap seluruh api hitam itu ke dalam tubuhnya.

"Amatersu memanglah serangan terkuat yang dimiliki klan Uchiha, tapi jangan melakukan hal yang sama terhadapku…. Aku tidak akan terluka walau sedikit…" Naruto masih melayang di udara, rasengan biasa masih ada di tangan kanannya, Naruto langsung meluncur ke tubuh White, namun pada saat itulah…

Minato muncul di belakang Naruto, ia telah menandai jubah Naruto dengan formula hirashin, dan memanfaatkannya untuk menghilang cepat dengan waktu dan jeda yang bervariasi, Naruto masih berada di depan Minato, ia masih berusaha menyerangkan rasengan miliknya sampai sebuah kunai unik milik Minato melesat lurus ke tubuh White.

'Kunai?' White masih berdiri di kepala Kyubi, sedangkan Kyubi masih merasakan sakit setelah terbakar api hitam itu walau sesaat, White pun menghindari kunai itu dengan meloncat ke atas, namun disaat itu juga kunai itu menancap di atas kepala Kyubi. White masih mengudara dan Naruto memanfaatkan kesempatan itu dengan sigap, dan Minato yang sedari tadi berada di bayang-bayang Naruto telah menghilang. Ia telah berada di belakang White dan bersiap-siap menyerang dari belakang, mode sennin telah aktif, rasengan yang cukup besar pun telah tercipta di tangan Minato.

"Jadi ini yang mereka incar?"

White telah terkepung, Minato dari belakang dan Naruto dari depan, mereka mencoba menyerang White dengan rasengan energy alam, "Rasakan!" tapi White tidak terlihat panik, ia hanya tersenyum sinis sembari melebarkan tangannya.

"Shinra Tense!"

Naruto dan Minato terpental berbeda arah, mereka tidak bisa mengendalikan tubuh karena saking kuat daya gravitasi tersebut, dan hasilnya mereka hampir tenggelam di perairan yang tenang itu.

"Jutsu apa itu?" ujar Minato terkejut, sementara itu Naruto sudah memperkirakan bahwa Shinra Tense akan digunakan oleh White, karena itulah satu-satu cara untuk mencegah kombinasi tadi. 'Sudah kuduga, itulah cara paling mudah untuk menghentikan kombinasi apapun, dia benar-benar licik.. aku harus mencari tau kelemahan Shinra Tense…'

Kyubi yang terkena api amaterasu tadi, telah sembuh perlahan-lahan, dan dia terlihat sangat murka karena serangan tersebut. "Sialan kau bocah! Berani-beraninya kau!" Kyubi pun berlari menuju Naruto yang sudah berdiri kembali, sedangkan White sudah kembali ke tempat sebelumnya, di kepala Kyubi.

Whushhh!

Angin yang dahsyat mengikuti Kyubi ketika berlari, dan Naruto terlihat berpikir apa yang akan dilakukannya untuk selanjutnya, 'Mengandalkan mata ini secara terus-menerus akan berakibat fatal, chakraku juga mulai terkuras akibat penggunaan jutsu mata yang berlebihan…'

Ketika perhatian White dan Kyubi hanya terfokuskan pada Minato, diam-diam Minato bergerak cepat dan menghilang ke kunai yang menancap di tubuh Kyubi tadi, sekarang dia telah berada di belakang White, bersiap menyerangkan kunai ke punggung White.

Akan tetapi White berhasiL menghalau kunai itu dengan pedang miliknya, mereka pun terlibat bentrok sesaat, dan turun dari tubuh Kyubi. Duel di udara ketika turun dari tubuh Kyubi pun juga termasuk dalam bentrok tersebut.

Trngggg!

Trngggg!

Trngggg!

Minato dan White telah berpijak di atas permukaan air, pertarungan antara shinobi tercepat pun dipertaruhkan di sini. "Aku dengar kau cepat, apa kau bisa menunjukkan seberapa cepatnya dirimu."

Tanpa menjawab provokasi itu, Minato melemparkan beberapa kunai unik miliknya ke tubuh White, sekitar 4 sampai 5 kunai telah terbang secara bersamaan ke tubuh White, dan Minato membuat handseal diwaktu yang sama.

"Shuriken Kagebunshin no jutsu!"

Kunai itu menjadi banyak dan semakin banyak dari pada sebelumnya ratusan kunai telah menuju tubuh White yang masih berdiri dengan santai dan tenang. White tersenyum dan seketika itulah kegelapan di dalam alam bawah sadar itu mulai terlihat cahaya putih yang sangat cepat, kecepatan yang melebihi batas pemikiran manusia. White telah berdiri tepat di depan Minato, ia langsung menusukkan pedangnya ke perut Minato.

Namun Minato tak mau kalah, ia berhasil menghindar dengan memanfaatkan ratusan kunai yang masih melayang di udara, jeda waktu yang mereka lakukan hanyalah 0,1 detik dan 0,2 detik, itu menunjukkan seberapa cepat mereka berdua, namu keunggulan White adalah, dia bisa menghilang ke segala tempat tanpa harus menggunakan kunai sebagai tempat berpindah.

"Aku harus tetap waspada…" ujar Minato yang sudah berdiri menjauh dari White. "Menarik…"

White melemparkan pedangnya dengan kekuatan penuh ke arah Minato, Minato merespon cepat dengan menyelam melepas chakra di alas kakinya, dan ia menyelam di dalam air selama beberapa detik. Pedang itu masih terlempar cepat membelah perairan tersebut, pedang Rikudou seperti roket yang tak mampu dihentikan, sampai-sampai pedang itu mengarah ke tempat Kushina dan Jiraiya.

Minato masih menyelam di air dan tidak menyadari hal itu, karena ia focus dengan serangan barusan, tanpa bisa memikirkan hal yang lain, White juga ikut menyelam ke air, namun ia bisa bergerak cepat di dalam air tersebut, kecepatan yang signifikan, tiada batas untuk mempercepat kecepatannya di daratan maupun di perairan. White berhasil mencekik leher Minato dan menariknya keluar dari dalam air.

Minato merasakan sakit di tenggorokannya, darahnya mulai mengucur deras keluar dari mulutnya, ini seperti kejadian yang dialami Jiraiya sebelumnya. "Tangannya kuat sekali, aku-aku sulit bernafas…Oghhh!"

"Matilah…."

Pedang Rikudou masih melesat kencang ke arah mereka berdua, melewati Kyubi dan Naruto yang sedang bertarung. Bertubi-tubi Kyubi mencakar-cakar Naruto, namun Naruto dapat mengelak dengan memanfaatkan mata sharingan untuk membaca semua pergerakan monster tersebut, Naruto melihat pedang itu melintas di sampingnya, air yang membelah pun membuatnya sulit untuk melihat lagi, dan hal itu digunakan Kyubi untuk memukul Naruto keras-keras.

Dashh!

Naruto terlempar jauh dan terkapar di permukaan air, sampai Kyubi terkejut ketika burung gagak terbang dari tubuh Naruto menyebar ke seluruh kegelapan yang ada di langit-langit tak terbatas alam bawah sadar tersebut. dan disitulah ia menyadari bahwa ia terkena genjutsu mata Naruto. dua bayangan telah terbentuk dengan cepat, satu bayangan Naruto di tempat Kushina dan satu bayangannya lagi berada tepat di atas Kyubi, membawa rasengan berselimut api amaterasu. Rasengan itu sangat besar sampai Kyubi merasa ketakutan jika terkena…..

"Rasakan ini!"

Duarrrrrrrr!

Hempasan itu sangat dahsyat sampai White terkejut, Minato juga melakukan reaksi yang sama, tapi ia masih mengerang kesakitan karena cekikan White, di samping itu pedang Rikudou telah mendekati posisi bunshin Naruto.

"Pedang itu? aku tidak bisa menghentikannya…."

Naruto pun bertindak cepat dengan membawa Jiraiya serta Kushina pergi dari tempat itu, dan membiarkan pedang itu melewati mereka begitu saja. Sshhhh!

"Huh? Hampir saja…" ucap Kushina lega.

"Terima kasih Naruto…."

Bughh! Bunshin Naruto pun telah menghilang dan kini, Jiraiya dan Kushina sudah siap bertempur habis-habisan melawan dua monster itu… "Kalian? aku juga akan maju…"

"Kalian berhasil menghambat mereka dengan baik… Minato, Naruto.." ujar Jiraiya sambil berdiri gagah dan mempersiapkan mode senninnya yang unik.

Keluarga Uzumaki akhirnya ikut bertempur habis-habisan!

Minato masih dalam genggaman White, Jiraiya yang sudah berada dalam mode sennin langsung menyelam ke dalam air untuk mencegah White mencekik Minato lagi, sedangkan Kushina membantu Naruto untuk melumpuhkan Kyubi.

"Kau berhasil Naruto…"

"Belum, bu… dia tidak mudah untuk dikalahkan…" tanggap Naruto dengan suara dingin, serta senyuman khas tanpa ekspresi. Kushina pun hanya memandangi wajah anaknya itu dengan mata yang berkaca-kaca. "Kau sudah tumbuh besar Naruto, apalagi kau sudah menjadi Hokage sekarang… ibu sangat bangga kepadamu.."

"Bicaranya nanti dulu bu, kita harus mengalahkan Kyubi, karena aku akan berusaha mengendalikan kekuatannya…"

"Mengendalikan?"

"Iya, ada satu cara untuk mengendalikan jiwa Kyubi yaitu menarik chakranya keluar namun itu juga berlaku untukku, banyak resiko yang berbahaya tapi inilah satu-satunya cara agar aku bisa menjadi kuat dengan cepat…"

"Jika begitu, akan ibu bantu Naruto…"

Kyubi masih merasakan dampak dari serangan tersebut namun ia hanya bisa mendengah kasar, mendenguskan nafasnya berulang kali, pertanda amarah dan kebenciannya telah meluap-luap.. "Kurang aja kau! Naruto!" teriak Kyubi bermandikan amarah. Monster berekor 9 itu pun menyemburkan bijuu dama mini ke arah Naruto dan Kushina berkali-kali.

Naruto dan Kushina berusaha bergerak lincah mencari tempat yang aman dari ledakan bijuu dama mini itu, namun semuanya sia-sia ketika Kushina mati langkah dan hampir terkena Bijuu dama itu. "Ibu!" teriak Naruto.

Duarrr!

Ledakan itu terjadi begitu saja, Naruto pun hanya terdiam melihat kejadian tersebut, ia tidak bisa melakukan apa-apa, dan Kushina tidak diketahui keberadaannya.

"Hahaha, kau tidak mungkin bisa mengalahkanku Naruto…"

Namun tiba-tiba saja, rantai bercahaya muncul dari dalam air mengikat tubuh Kyubi dengan erat, tubuhnya pun sulit digerakkan. "Jangan remehkan ibumu ini, Naruto.. ibu juga pernah menjadi Jonin berkompeten di desa. hihi…" canda tawa itu langsung merubah ekspresi Naruto, dari penyesalan menjadi tersenyum walau sedikit. Bayangan Naruto (seperti roh) keluar dari tubuhnya dan berusaha menarik chakra Kyubi untuk ia masukkan ke dalam tubuhnya. "Sebentar lagi.."

"Sialan kau bocah!" geram Kyubi yang berusaha meronta-ronta mencari jalan keluar.

Di sisih pertarungan lain, Jiraiya telah berada tepat di bawah kaki White, ia pun menyeret White masuk ke dalam air, untuk membebaskan Minato dari cekikan tersebut, "Ohok ohok! Jiraiya-sensei!" Minato melihat ke dalam air itu, di sana Jiraiya terlihat bertarung dengan gigih melawan White, namun Jiraiyalah yang keluar dari dalam air dengan wajah yang babak belur..

Byuuur!

"Kau tidak apa-apa sensei?" tanya Minato khawatir, ia melihat White yang sudah keluar dari dalam air itu, seperti biasa dengan senyuman tanpa dosa, ingin sekali Minato menghajarnya dan membunuhnya. Tapi sangatlah sulit untuk dilakukan. White masih berdiri di sana dengan wajah yang datar tanpa seringaian khas yang biasanya ia pertunjukkan.

"Sebenarnya untuk apa, Kau berada dalam tubuh Naruto?" Minato pun ingin berbicara baik-baik dengan White, sebenarnya ia juga ingin tahu, asal muasal ia diciptakan, kenapa dia bisa berada di dalam alam bawah sadar Naruto, dan untuk apa ia melakukan semua ini.

"Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa tercipta di dunia ini… aku adalah pohon yang bertugas untuk menstabilkan dunia ini, tapi para manusia telah menyalah gunakan kekuatanku, konflik tidak kunjung usai, dan itulah yang membuatku muak, era dunia manusia akan segera berakhir, dan di dunia ini tidak akan ada lagi kehidupan…. Aku akan menghancurkan semuanya…"

Minato menelan ludahnya, perlahan-lahan ia merasakan ketakutan yang menjalar di seluruh tubuhnya, Jiraiya yang tergeletak pun mulai bangkit dengan sendirinya. "Jangan dengarkan apa yang dia katakan Minato, fokuslah untuk menghentikan rencananya…. Kita adalah shinobi yang terpilih…"

"Sensei?"

Guru dan murid itu menatap tajam mata Rinnengan White, dan hal itulah yang membuat White mulai muak, "Kenapa kalian bertarung? Kalian sudah tahu kan? aku tidak bisa mati, dan selamanya fakta itu tidak akan bisa diubah, ketika kalian membicarakan kematian, akulah yang bisa menentukannya, aku hanya bermain-main dengan nyawa kalian…."

"Jangan hiraukan itu…"

"Aku sudah tau sensei, selanjutnya apa yang harus kita lakukan…?"

"Aku memiliki rencana… tapi sebelum itu, kita harus mengambil kedua mata itu…"

"Maksudmu Rinnengan?"

"Bukan… tapi mata Uchiha Obito."

"Uchiha Obito?"

"Iya.. dia menyimpannya ketika ia membunuh Obito dengan jutsu pengendali kematian miliknya, ketika ia meluruskan tangannya, salah satu dari kita harus menyerangnya, jika tidak satu persatu dari kita akan mati… jutsu itu sangatlah berbahaya kau harus waspada Minato."

"Baiklah, saya mengerti.."

"Jadi kalian tetap bersikeras untuk melawanku? Dan kalian takut dengan jutsu pengendali kematian ? haha.. kalian lucu sekali, baiklah-baiklah aku tidak akan menggunakan jutsu itu, anggap saja itu adalah kebaikanku.." White malah menertawakan Jiraiya dan Minato yang tengah serius dalam pertarungan, ia membaca seluruh pemikiran mereka tanpa kecuali, dan White sadar betul tentang rencana mereka, meskipun begitu ia akan tetap berhati-hati.

"Kita serang bersama-sama…"

"Sudah lama kita tidak melakukan kombinasi sensei…"

"Kita lakukan serangan itu.."

"Baik!"

Jiraiya dan Minato telah memasang wajah serius, Jiraiya pun bergerak lincah dengan zig-zag untuk mendekati White sedangkan Minato telah melempar dua buah kunai ke arah White. "Perhatian White akan terbagi, dan hal itu memudahkanku untuk menyerang dari segala arah.."

White pun melihat pergerakan Jiraiya dengan seksama tanpa menghiraukan dua kunai unik milik Minato yang masih melesat ke arahnya, tiba-tiba saja Minato telah berada dalam jangkauan White, ia telah menciptakan Rasengan di tangan kanannya, dan hal tersebut membuat reaksi lain dari White. "Heh? Kau pikir aku akan-" White tidak menyadari ketika tangan Jiraiya memaksa masuk ke dalam jantungnya…

Blughhh!

Tangan itu telah masuk ke dalam tubuh White, Jiraiya bergerak dari belakang dan menusukkan tangan kanannya yang kuat. "Rasengan!" Minato menambahi dengan bulatan spiral biru ke wajah White. kepala White pun seperti ingin berputar, namun hal itu percuma saja. Minato mundur beberapa langkah sedangkan Jiraiya masih berada tepat di belakang White, tangan kanannya masih menembus ke dalam tubuh White.

White memperhatikan tangan Jiraiya yang berlumuran darahnya, ia hanya tersenyum terkekeh ketika melihat darah segar itu. "Apa yang kau lakukan?" tangan kiri White pun langsung menggenggam erat tangan Jiraiya yang masuk ke dalam kantung ninjanya.

"Kau akan mengambil mata Obito bukan? tidak akan kubiarkan." White masih tersenyum menyeringai sedangkan pedangnya yang tadi meluncur entah ke mana, tiba-tiba saja kembali dan melesat ke arahnya, "Di belakangmu Minato!" teriak Jiraiya yang melihat kilauan benda tajam itu dari kejauhan, Minato pun mengelak dengan gesit.

"Hampir saja aku tidak menyadarinya…"

"Apa kau ingin tertusuk lagi?"

"Sial, aku tidak bisa melepas genggaman ini, tangannya kuat sekali" Jiraiya berusaha melepaskan genggaman tangan White, pertama-tama ia mengeluarkan tangannya yang telah menembus tubuh White, suara aneh cairan darah itu terdengar menjijikkan, dan Jiraiya masih mencari cara agar ia dapat lepas dari genggaman kuat itu.

Minato tak tinggal diam, ia pun berlari ke arah White, White telah memegang pedangnya, ia pun menebas tubuh Minato yang berada dalam jangkauannya, dada Minato pun tergores, "Oughh…" Minato terjatuh ke permukaan air, White pun bersiap untuk menancapkan pedangnya ke tubuhnya yang juga akan menembus tubuh Jiraiya.

"Setelah tertusuk berulang kali, kau bangkit dan bangkit lagi, tapi aku pikir ini adalah serangan terakhir dariku, karena menurutku kau akan mati sekarang, kembalilah ke alammu dan jangan campuri urusan dunia ini… kau sudah mati… Jiraiya…" Pedang itu telah diayunkan White, Minato yang berada dalam jarak dekat tidak bisa melakukan apa-apa., ia hanya bisa memikirkan cara dengan memasang wajah takut. 'Sensei!"

. . . . . . . . .

. . . . . . . . .

. . . . . . . . . . . . .

'Ketika itu aku melihat berbagai bintang yang bercahaya, di tengah malam yang indah, mata biru langitnya sungguh membuat hatiku merasa nyaman. Aku pikir senyuman anak berambut kuning itu adalah pelipur lara untuk diriku yang tidak bisa berbuat apa-apa bagi desa, selagi aku bisa menjaganya, aku pasti akan tetap melihat senyuman di wajah manisnya, Uzumaki Naruto… kau adalah murid kesayanganku, terima kasih!'

Clpppp!

"Oughh!..."

"Sensei!"

Darah keluar deras dari perut Jiraiya, dan untuk sekali lagi dia meregang nyawanya. "Aku akan menunggumu di sana Naruto.. tempat di mana kita bisa berkumpul lagi untuk terakhir kalinya.."

…..

…..

Waktu mundur beberapa menit yang lalu…

"Tidak akan kubiarkan itu terjadi!" Naruto berteriak kesetanan, ia mengesampingkan sikap dingin dan acuhnya untuk menyelamatkan nyawa Jiraiya, dengan formula Hiraishin ia berhasil berpindah tempat ke tempat Minato sekarang dan memegang pedang itu dengan erat, Minato yang melihat itu langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menebas tangan White yang menggenggam tangan Jiraya dengan kuat.

Srnggg!

Mereka mundur secepatnya bersama-sama, dan dari ketiganya terlihat senyuman bangga, Jiraiya berhasil terselamatkan. "Memang aku adalah bunshin, tapi aku dibuat khusus dari genjutsu mata Shisui, aku memiliki setengah kekuatan Naruto.

"Bagus! Naruto!"

"Kau hebat, Naruto…"

Selanjutnya White pun merasa telah dikalahkan dengan luka ditubuhnya yang sangat parah, ia masih bisa tersenyum bermandikan darah, tubuhnya berlubang dan tangan kanannya terpotong, darah berlumuran di wajahnya dan ia sangat menikmatinya.

"Kalian terlalu naïf" White mengambil lagi tangannya yang terpotong dan menyambungkannya, chakra berwarna kehitaman langsung menghubungkan saraf-saraf ototnya, demikian juga dengan lubang di tubuhnya, dalam waktu singkat lubang itu telah tertutup kembali.

"Aku akui kalian kuat, tapi sudah kubilangkan? Aku ini tidak bisa dikalahkan, sampai kapan kalian harus melawanku?"

Naruto masih diam dan berusaha mengamati suasana di sekitarnya. "Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ingin kau lakukan? Ketika aku mendengar keinginanmu untuk menghancurkan bumi, aku jadi terpikirkan sesuatu, atas dasar apa kau melakukan semua itu?"

White menatap mata sharingan Naruto sambil menggaruk-garuk rambut putih bagian belakangnya yang tidak gatal. "Itu adalah cerita masa lalu, Naruto… dahulu kala aku hanyalah seonggok kekuatan yang berbentuk pohon, dan aku tidak memiliki perasaan kepada siapapun, tersenyum bahkan tertawa pun aku tidak bisa, tapi…. Aku mempunyai seorang teman... seorang anak kecil yang riang gembira... selalu menangis di akarku ketika dijahili teman-temannya, dialah teman pertamaku….dan nama anak itu adalah White…"

To be continue

Chapter 26 END!

Saya tidak tahu akan memberikan flashback atau tidak... ditunggu saja !

Nikmati chapter 28 pada hari sabtu ya! jangan lupa reviewnya! maaf jika masih ada typo.. gomenn!

See you!