Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
...
Sebelumnya...
Luhan mendengus sebal, ia mendudukkan dirinya di sofa dan melamun tentang nasib dirinya yang mulai berada di jalur yang tidak benar. Terkutuklah Laogao karna membuatnya jadi lelaki 'bengkok' tapi entah kenapa ia tak menyesal sepenuhnya. Tanpa ia mau, sebenarnya ia setuju dengan Laogao, lelaki seperti Sehun memang benar – benar tipenya.
Uhh, harus ia akui memang sedari awal melihat Sehun. Anak itu telah membuat dirinya benar – benar penasaran dan tertarik, sayang ego dan gengsinya malah membuatnya mencap pemuda albio itu sebagai musuhnya.
"Lu ? Gwaenchana ? Daritadi gelagatmu aneh sekali" Tanya Baekyun heran.
"Yeah, kurasa memang ada yang aneh denganku Baek" Ujar Luhan ambigu.
"Wae ?" Tanya Baekhyun penasaran. Anggota EXO lainnya juga memasang telinga mereka baik – baik, penasaran dengan perkataan Luhan selanjutnya.
"Aku rasa aku menyukai Sehun" Jawab Luhan jujur.
"MWOOYA ?!"
-POCKY BOY 6-
"Kau gila Lu" Ujar Kris tak percaya.
"Wae ?" Tanyanya santai. Kris hanya mendecih tidak suka.
"Lalu bagaimana dengan Seohyun huh ? Kau sudah move on ?" Tanya Baekhyun, mendadak wajah Luhan berubah murung. Ia menghela napas dan memijit pelipisnya.
"Mollaaa~" Jawab Luhan lesu. "Aku tak ingin membahas hal ini lebih lanjut okey" Sambungnya.
Luhan berdiri lalu mengambil cepat kunci motornya dan meninggalkan semua teman seganknya yang menatapnya bingung. Setelah keluar dari base camp EXO, Luhan kembali menghela napas dan menaiki motornya untuk pulang ke rumah. Sepertinya ia butuh sendiri untuk memikirkan hal ini lebih lanjut/?
Dalam perjalan pulang, ia melihat Sehun dan Jongin sedang memanasi motor mereka berdua, keduanya tampak sudah berganti baju karna pasti bajunya yang tadi sudah basah karna keringat.
"Tumben Sehun pakai motor" Luhan membatin.
Ia terus memperhatikan keduanya dan anehnya, Jongin melambaikan tangannya pada Sehun sebelum meninggalkan Sehun yang pergi ke arah sebaliknya. Sebenarnya, diam – diam Luhan beberapa kali memperhatikan arah Sehun pulang dan biasanya ia pulang searah dengan Jongin, tapi entah kenapa kali ini tidak.
"Ia ingin kemana ?" Monolog Luhan. Tak ingin mengurusi hal itu lebih lanjut, Luhan pun memilih untuk pulang ke rumahnya.
...
Setelah sampai di kamarnya yang luas dan dipenuhi pernak - pernik rusa, Luhan segera meloncat dan membaringkan tubuhnya di kasur. Ia berbaring terlentang dengan tangan yang memeluk boneka rusa jumbo yang menutupi dada dan setengah pahanya. Mata rusanya menatap langit – langit kamarnya sedangkan otaknya tengah memikirkan tentang Sehun dan dirinya. Lebih tepatnya ia sedang berpikir apakah ia benar- benar menyukai Sehun atau hanya sekedar...eum, kagum mungkin ?
"Kenapa kau belum juga menyatakan perasaanmu ? Keburu diambil orang lho"
Entah kenapa di saat seperti ini, perkataan Lay hari – hari lalu jadi terngiang – ngiang kembali di otaknya. Ia menatap dan menangkup pipi boneka rusa yang tadi di peluknya.
"Apa yang harus aku lakukan ?" Tanyanya pada sang boneka yang tentu tidak akan memberi jawaban membuat Luhan menghela napasnya.
Ia memeluk boneka rusanya lagi dan berguling – guling di kasur hingga sprei kasurnya menjadi kusut sekusut otaknya.
Drrtt...Drttt...
Merasa ada getaran menjalar di pahanya, Luhan segera mengambil handphone yang sedari tadi tersimpan manis di saku kanannya. Ia menatap handphonenya dan membuka SMS yang baru saja didapatnya.
From, Gao brewok
Hi deer ! Semoga berhasil untuk mendapatkan seme idamanmu. Aku disini selalu mendukungmu :) ;*
Uhuk ! Luhan langsung sebal dan merasa mual melihat SMS tak penting dari sahabatnya, cepat – cepat ia menghapusnya dan membalas pesan Laogao dengan makian yang pasti hanya membuat sahabatnya yang berada di China itu terkekeh karna berhasil mengerjainya.
"Ya ! Neo ! Apa yang kau buat hingga aku jadi begini !" Gerutu Luhan. Menusuk – nusuk foto Sehun yang sedang mengemut pocky di ponselnya dengan telunjuk hingga terdengar bunyi tuk tuk tuk beberapa kali. Setelahnya, ia kembali berguling – guling tidak jelas sambil memeluk boneka rusa jumbo itu lagi. Ketika berhenti berguling karna pusing, matanya menangkap sebuah plastik hitam yang berada di nakasnya. Itu plastik hitam berisi obat dan ponsel baru dari Sehun. Ia duduk dan mengambil plastik itu lalu mengeluarkan segala isinya di kasur.
Setelah plastik hitam itu kosong, ia melihat kertas yang tergelak tak berdaya di kasur bersamaan dengan barang – barang lainnya. Penasaran, Ia mengambil kertas itu, sederet kata – kata yang membentuk kaliamat 'Mianhae. Cepat sembuh, sunbae' berhasil membuat Luhan tersenyum- senyum sendiri.
"Hufff...Sepertinya kau memang telah membuatku suka padamu, pocky boy" Monolog Luhan.
...
Seperti hari – hari 'normal' lainnya, Luhan dan seluruh anggota EXO tengah berjalan di koridor lengkap dengan wajah angkuh mereka membuat seluruh orang yang terlewati mereka menunduk takut – takut dan menjauh dari mereka sebisa mungkin, berusaha untuk tidak kelihatan daripada berurusan dengan mereka.
Luhan terus berjalan sampai langkahnya berhenti untuk menatap segerombolan siswi dengan tatapan memuja serta centilnya tengah mengelilingi 2 siswa yang menunjukan ekspresi berbeda. Satu antusias membalas ocehan siswi – siswi itu –itu si hitam, Jongin- dan satu siswa lainnya tampak menunjukkan wajah datar tak peduli, lengkap dengan mulut yang mengemut sebatang pocky dan tidak salah lagi itu pasti Sehun.
Luhan mendengus sebal. Hatinya memanas dan tangannya terkepal dan gatal untuk segera menjauhkan Sehun dari sana.
Kenapa tiba – tiba menyebalkan sekali melihat Sehun populer begitu. Sebenarnya, ada apa denganmu Luhan ? Kagum atau cemburu ?
"Kenapa kau belum juga menyatakan perasaanmu ? Keburu diambil orang lho" Lagi perkataan Lay terngiang di otaknya.
Dengan cepat, Luhan melangkah mendekati Sehun. Tiap langkahnya membuat para siswi yang menyadari kehadiran Luhan menunduk takut dan menjauh dari kedua siswa populer itu perlahan, membuat akses jalan lebih lebar untuk Luhan mendekat pada Sehun.
Tanpa berkata apa – apa lagi, Luhan menarik tangan Sehun, menarik pemuda itu bersamanya pergi kemana saja yang penting menjauh dari kerumunan itu. Ia tak memperdulikan tatapan aneh yang ia dapat dari semua orang yang ia lewati, yang ia pedulikan hanya menyelamatkan Sehun dari sekumpulan cewek agresif yang tampak mencari kesempatan untuk melahap Sehun.
Setelah sampai di taman belakang sekolah yang sepi, Luhan melepaskan tangan Sehun dan membelakangi pemuda yang tengah menatap punggung mungilnya heran.
"Wae sunbae ?" Tanya Sehun.
"Jangan dekat – dekat mereka lagi, aku tak suka" Luhan berucap dingin.
"Huh ?" Sehun dibuat semakin heran. Otaknya memproses apakah pendengarannya hanya salah tangkap atau Luhan memang mengatakan hal aneh tadi.
Luhan medengus sebal, ia tau Sehun dapat mendengar perkataannya tadi dengan jelas. Dengan perasaan masih dongkol, Luhan memutar tubuhnya untuk menghadap Sehun.
"Aku bilang, aku tak suka jika kau dekat – dekat mereka" Ujar Luhan lagi, menatap pemuda dengan wajah sempurna –menurut Luhan- itu. Sehun masih dalam mode bingung, ia menggaruk rambutnya yang tidak gatal dan menatap sunbaenya bingung.
"Wae ?" Tanyanya, sekedar penasaran.
"Ya, tidak suka saja" Jawab Luhan bohong. "Tentu saja aku cemburu !"
"Kau sakit sunbae ?" Tanya Sehun, mengangkat tangannya hendak menaruhnya pada kening Luhan namun ditepis kasar oleh Luhan. Bos EXO gank itu mendudukkan dirinya di kursi yang berada di bawah pohon besar dan menatap Sehun yang masih mematung di tempatnya.
"Hey Sehun" Panggil Luhan.
"Ne ?" Sehun menoleh menatap Luhan.
"Aku menyukaimu, jadi mulai sekarang kau milikku" Ujar Luhan to the point. Sehun hanya merespond dengan menaikkan satu alisnya.
Ini telingaku yang error atau otak Luhan yang lagi error, sih ? Batin Sehun.
"Huh ?" Sehun bertanya untuk memastikan. Ia benar – benar dalam mode bingung tingkat tinggi. Luhan mendecih kesal, ia berdiri, mendekat pada tubuh Sehun, menarik kerah pemuda yang lebih tinggi itu hingga tubuhnya sedikit membungkuk.
"Mulai sekarang kau adalah ukeku !" Ujar Luhan, ia mendekatkan bibirnya pada bibir Sehun untuk menciumnya namun belum sempat ia mencuri ciuman di bibir Sehun, Sehun telah lebih dulu mendorongnya hingga ia terjatuh ke tanah dengan pantat terlebih dahulu, tentu saja itu sangat sakit.
"Awww ! YA !"
"Gila"
"Kau yang gila ! Kenapa mendorongku ?!" Luhan mengusap pantatnya yang sakit. Ia menatap Sehun garang namun berharap pemuda itu menolongnya tapi bukannya menolong, Sehun hanya memandangnya acuh dan meninggalkannya begitu saja.
"Ya ! Sialan ! Brengsek ! Dasar babo ! Ya ! Pocky boy !" Luhan memaki – maki entah pada siapa karna Sehun benar – benar sudah berjalan jauh di depan dan tak berniat kembali untuk sekedar menolongnya. Poor Luhan.
.
.
.
Sehun berjalan cepat menuju kelasnya. Mendadak ia menjadi badmood karna Luhan tiba – tiba berubah menjadi gila. Apa ini satu lagi ulahnya untuk membuat Sehun kesal ? Kalo iya, jelas sunbaenya itu berhasil. Ia masuk ke kelas dan langsung duduk di sebelah Jongin yang sudah dapat ditebak akan menatapnya dengan pandangan intimidasi seperti sekarang.
"Kau dan Luhan sunbae habis dari mana ?" Tanyanya penasaran.
"Menurutmu ?" Sehun menjawab seadanya. Jongin mengernyitkan alisnya. Mengetuk – ngetuk meja dan berpikir sejenak.
"Apa dia mencari masalah lagi ?" Tanya Jongin lagi.
"Tidak tahu" Jawab Sehun malas seraya menidurkan kepalanya di meja.
"Ya ! Aku serius albino"
"Hmm"
"Ya ! Cepat jawab...Jangan membuatku penasaran begini" Paksa Jongin namun Sehun tak peduli.
"Teganya kau Sehun. Bagaimana kalau tiba – tiba aku mati hari ini dan kau belum menjawab pertanyaanku ? Aku akan jadi hantu penasaran Sehun ! dan aku pastikan aku akan terus mengikutimu kemana pun untuk meminta jawaban. Kau mau aku hantui begitu ?" Ucap Jongin asal. Sehun tetap tak berniat menjawab.
"Ayolah Sehun. Kau kan sahabatku, jangan membuatku mati penasaran nee. Ayolahh" Jongin terus membujuk Sehun, bahkan ia mulai menggoyang – goyang tubuh Sehun perlahan yang kian berubah menjadi brutal karna tak mendapat tanggapan dari sahabatnya.
"Aishhh !" Sehun mengangkat tubuhnya, mengacak rambutnya frustasi karna terus digangggu.
Kenapa ada lelaki secerewet Jongin ?! Dan kenapa dari ribuan orang normal, malah makhluk astral berwarna hitam menyebalkan ini yang menjadi sahabatku ?! Keluh Sehun dalam hati.
Sehun menghela napas panjang dan mengelus – elus dadanya, bermonolog 'sabar Sehun sabar' beberapa kali sebelum menatap sahabatnya yang sudah memasang muka antusias akan jawaban.
"Luhan mengatakan padaku kalau ia menyukaiku hitam" Ucap Sehun jujur pada akhirnya. Lebih baik mengalah daripada Jongin bertambah liar.
"Hah ? Sebentar Sehun, sepertinya telingaku agak bermasalah" Balas Jongin dan mengorek – ngorek telinga dengan kelingkingnya.
"Dasar jorok ! Kau tidak salah dengar. Luhan menyatakan perasaannya padaku" Ujar Sehun jengah. Ia mengambil box pocky baru dari tasnya, membukanya dan memasukkan 1 batangan pocky ke dalam mulutnya, kemudian menyiapkan buku pelajaran karna pelajaran sebentar lagi akan dimulai sedangkan Jongin masih memproses perkataan Sehun.
"Kau serius ?" Tanya Jongin akhirnya.
"Hmm"
"Lalu ?"
"Lalu dia menarik kerahku dan ingin menciumku" Jongin membelalakkan matanya tak percaya.
"Lalu kalian berciuman ?"
"Tentu saja aku me-"
"Ya ! Oh Sehun ! Seenaknya saja kau membuat pantatku sakit lalu pergi ! Bertanggung jawab !" Gerutu Luhan yang muncul di depan kelas Sehun tiba – tiba dan memotong perkataan Sehun.
Ia berjalan mendekati Sehun dengan memegangi pantatnya yang sakit. Tentu saja kedua orang berbeda tinggi itu langsung menjadi object perhatian kelas, apalagi Jongin yang menatap Luhan dan Sehun bergantian dengan mata melototnya dan tangan yang menutupi mulutnya yang menganga, sudah dipastikan ia berpikiran yang 'iya – iya'.
"Sehun...A-aku tak percaya kau sudah berani melakukan hal 'itu'" Bisik Jongin pada Sehun. Benar kan kalau Jongin sudah berpikiran yang 'iya – iya'. Sehun hanya memutar bola matanya malas lalu menatap Luhan yang tau – tau sudah berada di depannya.
"Kenapa kau meninggalkanku begitu saja tadi ?! Seharusnya kau menolongku berdiri ! Kau tidak tahu betapa sakitnya pantatku sekarang huh ?!" Luhan kembali menggerutu yang Sehun tak pedulikan sama sekali.
"Apa yang ia lakukan padamu sunbae ?" Tanya Jongin memastikan pemikirannya.
"Menurutmu ia melakukan apa sampai membuat pantatku sakit ?!" Luhan malah balik bertanya dengan nada tinggi. Jongin mengangguk mengerti dan membenarkan otaknya yang baru saja berpikir uhuk...mesum...uhuk.
Dengan muka yang dibuat sok bijaksana, Jongin memukul bahu Sehun menuai tatapan jengah dari sahabatnya.
"Kau seharusnya bertanggung jawab Sehun. Lelaki macam apa kau ini habis manis sepah dibuang ?!" Ceramah Jongin bermaksud membela Luhan. Luhan langsung menatap Jongin heran, tak mengerti ucapan Jongin namun kemudian ia mengangguk – ngangguk setuju saja karna Jongin berada di pihaknya.
"Ya, kau harus bertanggung jawab !" Ujar Luhan.
"Sehun, aku tau Luhan sunbae telah membuatmu mengingat masa lalumu yang kelam tapi kau tidak boleh membalasnya dengan hal begini, apa kata dunia nantinya ? Lalu bagaimana kalau Luhan sunbae sampai kenapa – kenapa ? Kau bisa dikeluarkan dari sekolah, lalu karna frustasi kau mabuk – mabukkan lalu menjadi ayah yang tak bertanggung jawab lalu anakmu kelak akan mencontoh yang tidak baik dari dirimu, bagaimana ? Kau tidak mau kan. Kau harus menjadi calon ayah yang baik Sehun" Ceramah Jongin lagi –yang lebih tepatnya terdengar seperti orang mabuk yang sedang ngelantur- sambil menepuk – nepuk bahu Sehun.
Sehun memijit pelipisnya frustasi dan menatap Jongin dengan kesal.
"Aku mendorongnya sampai ia jatuh dengan pantat mendarat lebih dahulu" Ujar Sehun menjelaskan situasi sebenarnya pada Jongin.
"Aku tau kau meng'anu'kan Luhan sunbae hingga pantatnya sakit, tapi...eh apa katamu ? mendorongnya ?" Tanya Jongin heran.
"Dasar bodoh~" Sehun mengejek Jongin kemudian menatap Luhan yang masih memasang ekspresi menyebalkan.
"Sunbae, kau mau aku bagaimana ?" Tanyanya.
Luhan terdiam, ia melipat tangannya di depan dada dan berpikir apa yang harus ia lakukan pada Sehun.
"Berikan ponselmu" Titah Luhan pada akhirnya. Sehun mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Luhan. Ia dapat melihat Luhan mengutak – ngatik ponselnya sebelum memberikannya kembali padanya.
"Thanks baby~" Ujar Luhan, tersenyum pada Sehun dan meninggalkan kelas Sehun dengan riang sedangkan seisi kelas malah menatapnya horor apalagi Sehun yang mendadak kaku.
"Jadi pantatnya sakit karna kau mendorongnya ?" Tanya Jongin membuat Sehun menghela napas lagi agar tidak emosi.
"Hmmmm" Ia menjawab dengan gumanan.
"Jadi kalian tidak melakukan yang 'iya – iya' ya ?" Tanyanya lagi.
"Kau saja yang mesum" Sindir Sehun. Jongin membalasnya dengan tersenyum – senyum tidak jelas serta menggaruk – garuk pipinya.
"Lalu, kenapa dia memanggilmu dengan sebutan baby ? Kau menerima cintanya ? Kalian sudah resmi berpacaran ?" Tanya Jongin bertubi – tubi, menyebalkan sekali.
"Aish molla, dia hanya bilang ingin menjadikanku ukenya dan aku bilang dia gila" Jawab Sehun kesal. Jongin terkejut.
Apa katanya ? Luhan ingin menjadikan Sehun...UKEnya ? Uke ? Serius uke ?
"Pffftttttttttt...HAHAHAHAHHAHAHAHA !" Jongin tertawa terbahak – bahak mendengar cerita Sehun sedangkan Sehun hanya memutar bola matanya malas.
"Dasar berisik"
"Hahahahahahahaha !...Astaga ! Sabar kawan, ahahaha !...Apa dia sadar berhadapan dengan siapa sampai mengeluarkan statement begitu padamu ?" Tanya Jongin sambil mengelap air mata yang mengintip dari pelupuk matanya efek terlalu banyak tertawa. Habisnya, yang tadi itu lucu sekali !
Sehun ingin dijadikan uke ? Jinjja ! Dunia sudah terbalik atau otak Luhan yang terbalik, molla. Hanya author/? yang tau. –eh ?
"Dia gila Hun, ahaha" Ujar Jongin, masih belum bisa menghentikan tawanya walau sudah cukup mereda.
"Kan sudah kukatakan dia gila" Balas Sehun.
"Selamat pagi anak - anak" Dan sapaan dari guru yang baru saja masuk, menghentikan obrolan kedua sahabat berbeda warna kulit tersebut.
...
Luhan tersenyum – senyum sendiri sambil menatap nomer yang baru ia dapatkan beberapa menit lalu, itu nomer Sehun kalau kalian ingin tau. Ia berbaring di sofa tengah base camp EXO dan memejamkan matanya, memikirkan topik apa yang kira – kira akan ia bicarakan nanti dengan Sehun. Mendadak ia jadi tak sabar untuk menjadikan Sehun miliknya, otaknya sudah berpikir seribu satu cara untuk membuat hati Sehun luluh dan menyerahkan dirinya secara sukarela untuk menjadi ukenya. Dan saat itu terjadi, ia akan berpesta 7 hari 7 malam untuk merayakannya dan menunjukkan pada Laogao seberapa MANLY dirinya.
"Kau gila ya, Lu ?" Tanya Kris yang berdiri di sebelah Luhan, memperhatikan wajah ketuanya yang tengah tersenyum – senyum sendiri di sofa.
"Apa kau tidak lihat Kris ? Ia hanya sedang jatuh cinta" Ujar Xiumin.
"Yeah, jatuh cinta pada musuhnya sendiri" Chanyeol menambahkan.
"Karna itu kukatakan ia gila" Kris kembali pada statement awalnya.
"Yup, Kalau begitu ia memang gila" Tao ikut – ikutan nimbrung.
"Orang – orang yang jatuh cinta memang kadang seperti orang gila sih" Ujar Xiumin lagi.
"Apalagi kalau jatuh cinta dengan musuhnya sendiri" Chanyeol kembali menambahkan.
"Nah ! Kalau begitu aku tidak salah menyebutnya gila di awal" Kris membela dirinya sendiri.
"Jatuh cinta memang bisa membuatmu gila" Tao lagi – lagi ikutan.
"Tapi kan ia tidak gila, ia hanya sedang jatuh cinta" Xiumin berusaha membela Luhan.
"Ia tidak akan menjadi orang gila hanya karna ia jatuh cinta pada musuhnya sendiri" Chanyeol membela perkataan Xiumin.
"Tapi tetap saja dia gila" Kris mempertahankan pendiriannya.
"Aku setuju kalau Luhan memang sudah agak gila walau tidak gila dalam artian sebenarnya" Tao membela Kris.
"Kau juga akan jadi gila kalau kau jatuh cinta" -Xiumin
"Apalagi kalau kau sampai jatuh cinta dengan musuhmu sendiri" –Chanyeol
"Aku tidak akan segila Luhan" -Kris
"Yeah, aku juga mungkin akan jadi gila kalau jatuh cinta walau tak segila Luhan" -Tao
"Yeah, tidak segila Luhan, tapi tetap saja akan gila saat kau ja-"
"Haishhh ! Gitu aja terus sampai bebek karet ungu Chen bertelur !" Ujar Luhan kesal, memotong perkataan Xiumin dan menghentikan pembicaraan absurb keempat orang aneh itu.
"Hey ! Kenapa ducky dan namaku jadi dibawa – bawa ?" Chen tak terima.
"Ia kan sedang gila jadi ya begitu" -Kris
"Ia tidak gila, ia hanya sedang jatuh cinta !" -Xiumin
"Jatuh cinta pada pria albino musuhnya itu" -Chanyeol
"Yeah Chen, otak Luhan memang lagi agak gila" -Tao
"Tapi kan tak usah membawa ducky dan namaku juga" –Chen
"Kau harus maklum karna Luhan sedang gi-"
"YAAAAA !" Luhan berteriak kesal. Ia pusing sendiri mendengar pembicaraan mereka yang berasa tidak akan ada habisnya. Apalagi ia terus disebut – sebut 'gila'. Luhan membentur – benturkan kepalanya ke sofa pelan sebagai ekspresi kefrustasiannya.
"Kalian jangan bicara lagi aku pusing !" Perintah Luhan dan kembali merebahkan dirinya di sofa. Kepalanya jadi berdenyut nyeri karna pembicaraan mereka yang terus berputar – putar tak jelas tadi.
Kris, Xiumin, Chanyeol, Tao dan Chen segera menutup mulut mereka rapat – rapat walaupun mereka tampak masih ingin berdebat. Keadaan tiba – tiba berubah sepi dan canggung karna tak ada satu pun yang berani berbicara satu patah kata pun membuat kepala Luhan jadi lebih pusing.
Luhan mendudukkan diri di sofa dan menatap sekeliling suasana base camp yang tiba – tiba berasa suram. "Ayo ke kantin saja, aku bisa mati muda kalau terus disini !" Ajaknya dan berlalu dari EXO's base camp menuju ke kantin dengan langkah lunglai.
...
Teettttt…
Bel istirahat yang ditunggu – tunggu berbunyi dan dengan cepat kelas yang tadinya terisi penuh itu mulai kosong karna murid – murid mulai meninggalkan kelas untuk mengisi perut kosong mereka, begitu juga dengan Sehun dan Jongin.
Sehun dan Jongin segera duduk di kursi yang kosong setelah sampai di kantin sekolah. Jongin yang mewakilkan/? memesan makanan sedangkan Sehun menunggu sambil mengemut pockynya.
Luhan yang semula badmood karna percakapan tidak penting kelima orang tadi menjadi bersemangat kembali kala melihat incarannya sedang duduk sendirian di meja yang berjarak 3 meja di depan mejanya. Tanpa pikir panjang lagi, Luhan berdiri dan mendekati Sehun, ia duduk di sebelah Sehun dan tentu, ia dan Sehun lagi – lagi mendapat atensi penuh dari para penduduk/? kantin.
"Apakah pipimu masih sakit hmm ?" Tanya Luhan lalu mengelus pipi Sehun seperti sebelumnya. Hanya saja, alih – alih hatinya berdebar seperti dulu maupun senang diperhatikan, Sehun malah geli sendiri. Ia segera meletakkan tangan Luhan di meja dan menjauh dari Luhan, berusaha menciptakan suasana damai untuk memakan pockynya.
"Ya ! Harusnya kau itu senang aku menyukaimu dan tidak menaruh dendam padamu lagi karna kau sudah merusak gantungan rusa kesayanganku !" Ujar Luhan sewot.
"Jadi begitu ?"
"Apa ?"
"Kau sedang mengerjaiku karna merusak gantungan rusamu begitu ?"
"Eh ? Aniyeo ! Bukan begitu ! Aku benar – benar menyukaimu kok !"
"Aku akan mengganti gantunganmu secepatnya sunbae"
"Aish kau salah paham !"
"Terserah~"
"Hi Luhan sunbae" Sapa Jongin yang baru datang dengan nampan berisi makanan dan minuman untuk Sehun dan dirinya.
"Aku ingin makan dengan tenang, sebaiknya sunbae pergi" Usir Sehun dingin membuat wajah Luhan tertekuk kesal. Ia segera berdiri dan kembali ke kampung halamannya/?
"Kenapa kau jadi aneh begini Lu ? Kau jadi agresif" Tanya Lay heran begitu Luhan kembali ke meja kawanannya dengan muka cemberut.
"Bukankah kau yang pernah menasehatiku untuk cepat menyatakan perasaanku sebelum diambil orang ?" Jawab Luhan. Lay hanya oh'ing dan mengangguk – angguk.
...
Walaupun sebenarnya Luhan sudah ditolak secara halus oleh Sehun, namun ia tetap tidak mau menyerah untuk menjadikan Sehun miliknya, ia tetap berjuang untuk menaklukan Sehun dan mendapat gelar pria MANLY dari Laogao.
Misalnya saja seperti hari ini, walaupun bel pulang sekolah sudah berbunyi beberapa menit lalu, Luhan memilih untuk mencari Sehun daripada ke base camp maupun pulang. Ia tau Sehun belum pulang karna mobilnya masih terparkir rapi di parkiran sekolah dan ia terpikir untuk mengajak Sehun pulang bersama dan ia rasa itu bukan ide yang buruk untuk pendekatan.
Di koridor sekolah, ia bertemu Jongin yang sedang dikelilingi beberapa siswi centil itu lagi. Sepertinya Jongin sedang menggoda para siswi – siswi itu tanpa takut kalau ia akan dilahap kalau saja ada kesempatan –ini pemikiran Luhan-. Kalau ada yang tau dimana Sehun, itu pasti Jongin karna itu Luhan segera mendekati pemuda gelap itu.
"Eh ? Mencari Sehun, sunbae ?" Tanya Jongin saat matanya menangkap Luhan. Mendengar nama Luhan, siswi – siswi disekeliling Jongin segera menunduk dan membubarkan diri dengan khidmat/?.
"Yeah, kau tau dimana Sehun ?" Tanya Luhan. Jongin mengangguk.
"Dia ada di ruang dance, sunbae"
"Sedang apa dia disana ? Mengikuti ekskul ?"
"Ani, cicak albino itu tidak mengikuti ekskul apapun tapi ia memang suka menari jadi mungkin saja ia sedang menari atau kalau tidak, ia hanya sedang ingin sendiri dan bermesraan dengan pockynya" Jelas Jongin. Luhan mengangguk mengerti dan berlalu ke kantin untuk membeli air minum dingin dan memberikannya pada Sehun nanti.
Setelah membeli air minum untuk Sehun, Luhan langsung melesat ke ruang ekskul dance. Ia tersenyum kala memikirkan bahwa ia dapat mencuri kesempatan berduaan saja dengan Sehun dan ia dapat memberi perhatian sebagai seorang calon kekasih yang baik padanya, kalau beruntung Sehun akan luluh padanya dan perlahan menyukainya. Benar – benar bagus !
Cklek...Luhan membuka pintu ruangan dance.
"Any-"
Bruk !
Luhan tak sengaja menjatuhkan botol minumnya ketika kaget melihat tubuh setengah telanjang Sehun yang membelakanginya. Bukan…bukan tubuh sexy berpeluh menggoda iman milik Sehun yang membuatnya kaget, itu sesuatu yang lain, sesuatu yang membuat Luhan tercengang melihatnya.
"Astaga ! Sehun kau..."
Sehun yang tadi hendak berganti baju agak terkejut ketika melihat Luhan berdiri di ambang pintu melalui kaca didepannya, tapi ia segera mengubah ekspresi terkejutnya menjadi flat kembali. Ia melanjutkan memakai bajunya dan mengambil tasnya lalu berbalik dan berjalan ke arah Luhan yang masih menatapnya dengan pandangan kaget, tak percaya dengan apa yang baru dilihatnya.
"Ne sunbae, seperti yang kau lihat, aku bukan anak baik – baik jadi,...sebaiknya sunbae meninggalkanku saja sebelum jatuh lebih dalam padaku" Ujar Sehun begitu dingin dan menusuk membuat Luhan membatu.
...
Sudah 2 hari Luhan kembali menjadi Luhan yang 'normal', kejadian kemarin di ruangan dance membuatnya canggung bertemu Sehun lagi walaupun ia penasaran dengan apa yang dilihatnya. Luhan tentu saja rindu untuk bertemu Sehun, tapi entahlah ia jadi agak takut setelah mendengar ucapan Sehun kemarin - kemarin, alhasil ia jadi dilema.
Luhan berguling – guling di kasurnya dan sesekali mengecek ponselnya, berpikir apa ia akan menghubungi calon kekasihnya itu atau menunggu saja sampai Luhan sudah melupakan hal itu.
Drrt...Drrt...
Sedang tersesat dalam pemikirannya, ponsel dalam genggamannya tiba – tiba bergetar. Ia segera mengangkat panggilan itu.
"Yoboseyo~" Sapa Luhan.
"Hey rusa, bisakah kau datang ke kafe viva polo sekarang ?" Tanya orang di sebrang sana yang Luhan tau dari suaranya bahwa itu adalah Laogao.
"Huh ? Memangnya ada apa ?"
"Aku baru sampai di Seoul beberapa menit yang lalu dan kau tidak mau menyapa sahabatmu yang datang jauh – jauh dari china huh ?" Luhan terkejut mendengar jawaban Laogao.
"Eh ? Jinjjayo ? Kau datang ke Seoul ?"
"Ne jinjja deer, aku sedang liburan, jadi cepatlah datang kesini, aku menunggumu"
"Ne ! Ne ! Tunggu disana !" Ujar Luhan semangat. Ia segera mematikan ponselnya dan bersiap – siap ke Viva Polo untuk bertemu Laogao dan mencritakan dilemanya ini.
.
.
.
Setelah kira – kira 15 menit perjalanan, Luhan akhirnya sampai pada kafe yang dimaksud Laogao. Ia mendorong pintu kafe dan menatap sekeliling. Ia melihat seseorang yang duduk di bagian belakang melambaikan tangan padanya. Luhan tersenyum dan segera menghampiri lelaki itu.
"Wow...kau tampak...berbeda Lu" Ujar Laogao ketika Luhan sudah berada di depannya.
"Bukankah sudah kukatakan aku akan menjadi manly dan membuat wanita tunduk padaku huh ?" Ujar Luhan bangga. Laogao hanya terkekeh mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Jadi, brapa wanita yang sudah kau taklukan huh ?" Tanya Laogao yang membuat Luhan terdiam. Otaknya langsung berpikir keras/?. Selama ini ia rasa ia berhasil membangkitkan pesona manly pada dirinya tapi alih – alih membuat wanita terpesona padanya yang ada mereka menjadi takut karna kebrandalannya.
Sebentar, bagaimana dengan Seohyun ?
Gadis itu memang sudah tidak menyukainya karna si brengsek –namun tampan- Sehun itu tapi kan setidaknya ia pernah takluk pada pesona Luhan. Jadi satu point untuk Luhan, lalu siapa lagi yang pernah takluk padanya ?
Laogao terus menatap Luhan yang tengah mengernyitkan alisnya, membentuk guratan – guratan halus di dahinya, menunjukan bahwa sahabatnya itu tengah berpikir keras. Laogao menyeringai.
"Kutebak Lu...Tidak ada kan" Ujar Laogao. Wajah Luhan langsung tertekuk sebal.
"ENAK SAJA ! Tentu saja ADA ! Bahkan BANYAK ! SEMUA DI SEKOLAH MENYUKAIKU ASAL KAU TAU !" Ujar Luhan berbohong dan nyolot. Laogao hanya tertawa melihat sahabatnya yang keras kepala itu, lagipula apa Luhan tak tau bahwa suaranya yang menggelegar baru saja mengundang tatapan aneh semua pengunjung kafe.
"Ya ya, terserah kau sajalah Lu" Ujar Laogao mengalah, tak mau memperpanjang masalah.
"Kau tak percaya padaku ?" Luhan bertanya dengan tatapan sebal pada sahabatnya. Laogao hanya menggidikan bahunya. Luhan mendengus sebal dan melipat tangannya di depan dada dan memasang mode merajuk. Lihat, betapa manly rusa kita !
"Hey Lu, bagaimana kabarmu dengan seme idamanmu itu huh ?" Laogao mengubah topik pembicaraan mereka.
"Cih, ini semua karna perkataanmu kemarin. Kau seharusnya bertanggung jawab"
"Apa ?" Tanya Laogao heran. Luhan mendengus.
"Kau sudah membuatku jadi 'bengkok'" Ujar Luhan kesal.
"Sudah kuduga kau memang gay" Balas Laogao yang membuat Luhan tambah kesal.
"Enak saja, ini kan gara – gara kau babo"
"Aku ?" Laogao menunjuk dirinya dengan telunjuknya sendiri, bingung. " Kenapa jadi aku yang salah ?"
"Kau yang membuatku jadi begini, aish !" Gerutu Luhan.
"Aku kan hanya memperjelas orientasi seksualmu Lu" Laogao membela diri.
"Cih, tapi aku bukan gay, buktinya aku pernah menyukai Seohyun"
"Kurasa karna saat itu kau masih mencari jati dirimu saja Lu"
"Enak saja. Aku tak begitu. Aku memang menyukai Seohyun" Luhan bersikeukeuh.
"Sudahlah tak perlu mengelak. Lagipula jika kau bukan gay, perkataanku kemarin tak mungkin berpengaruh padamu Lu"
Benar juga, Eh ? "Enak saja. Pokoknya ini salahmu !" Ujar Luhan. Laogao menghela napas.
"Begini, kita tentukan saja dengan permainan...Aku beri 2 pilihan dan kau harus menjawab dengan cepat, bagaimana ?" Tawar Laogao.
"Maksudmu ?" Tanya Luhan masih tak mengerti.
"Kuberi contoh...Rusa atau panda ?" Tanya Laogao.
"Tentu saja rusa" Jawab Luhan mantap.
"Nah, begitu permainannya...Kau hanya perlu memilih satu jawaban yang lebih kau sukai, simple kan ?" Tanya Laogao. Luhan mengangguk mengerti.
"Mari kita mulai, pria atau wanita ?"
"Wanita"
"Weibo atau instagram ?"
"Weibo"
"Messi atau Ronaldo ?"
"Ronaldo"
"MU atau Chelsea ?"
"MU"
"Pink atau merah ?"
"Merah"
"Manly atau manis ?"
"Manly"
"Sehun atau Seohyun ?"
"Sehun" Luhan menjawab dengan refleks. Sadar dirinya baru saja keceplosan, cepat – cepat ia menutup mulutnya dan merutuki mulutnya yang bodoh.
Sialan ! Pasti Laogao akan mengejeknya sebentar lagi.
"Dasar gay" Ujar Laogao sambil menyeringai.
Nah Benar kan !
"Ya Ya ! Kau menjebakku ! Sialan kau !" Luhan sewot, ia mengambil sendok dan hendak melemparkannya pada sahabat brewoknya itu.
"Wow wow..Sabar sayang" Ujar Laogao berusaha menenangkan Luhan, telapak tangannya menghadap ke depan dan membuat gesture untuk menghentikan Luhan yang mengamuk.
"Hueekkk ! Menjijikan sekali" Luhan tak jadi memukul Laogao, ia kembali duduk di kursinya dan melakukan pose pura – pura muntah beberapa kali yang sebenarnya menuai tatapan aneh dari para pengunjung lain.
"Haha, sudah jangan sok jijik begitu. Suatu saat kau akan dipanggil begitu oleh Sehun" Laogao tertawa dan Luhan mengikuti tawa Laogao dengan tidak elit, hanya untuk mengejeknya.
Menyebalkan sekali sahabatnya ini. Bisa dibilang, nasib Luhan sama saja seperti Jongin eh ?
"Aku tak keberatan kalau itu Sehun, tapi untuk kau. Aku benar – benar merasa mual" Ujar Luhan. Laogao hanya memasang wajah tak peduli.
"Hey Lu, kau pasti punya foto Sehun kan ? Tunjukkan padaku...Aku penasaran dengan wajah seme idamanmu itu" Tanya Laogao.
Luhan mengambil ponselnya lalu mengotak – ngatiknya, tak lama ia menaruh ponsel yang menampilkan foto Sehun di meja dan mendorongnya pelan pada sahabatnya. Laogao memperhatikan foto Sehun dan mengernyit heran. Sepertinya ia kenal dengan sosok di foto ini.
"Sepertinya dia tampak familiar bagiku, Lu" Ujar Laogao.
"Jinjjayo ?" Tanya Luhan tak percaya.
"Ne...eum..sebentar...eum...Kulit putih ini, mata elang ini...Dimana ya aku pernah melihatnya ?" Monolog Laogao, mengetuk – ngetuk jarinya di meja dan berusaha mengingat – ngingat. Dirinya tersentak kaget ketika mengingat wajah Sehun.
"Oh, astaga ! Jangan bilang dia Oh Sehun dari Incheon ?" Tanya Laogao dan Luhan terkejut.
Luhan memang pernah membicarakan Sehun kepada Laogao, namun tak pernah memberi tau marga pemuda itu apalagi mengatakan kalau ia dari incheon. Lalu darimana Laogao tau ?
"Bagaimana...Bagaimana kau bisa tau ?"
.
.
.
TBC
Author Note :
Hohoho, lama update ya ? Mianhae ehehe #ditimpuk
Lama banget ye updatenya sampe dimarahin ._. Maklum stuck beb/? ._.v
Hadeuh, chap ini berasa tambah aneh ga sih ? -.-" klo ga, syukur dah~
Hunhan momentnya udah nyempil nyempil dikit lah ya jadi jangan protes lagi, pusing pala ultraman #biargamainstream/?
Setelah ini pasti banyak pertanyaan seputar Laogao dan Luhan, gini – gini gue cenayang #oksip_gwhanya_sedangkumat
Then, Thanks for uname secret yang udah nyemangatin gw dah ya, repot – repot ngasih inspirasi dan yang udah neror/? Hp gw untuk segera update ff ini :p nyahnyah/?
Sepertinya sudah~ Sekian~
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : Sehun masih normal kan ?
A : Masih
Q : kai punya couple kagak?
A : Punya :D Si Kyungsoo
Q: Chap brapa ada kaisoo ?
A : Molla :/
Q : I wondering who Sehun likes before, who she is was? | 'Dia' itu siapa kak? Belum jd pacar Sehun pas sebelum ketemu Luhan kan? | Si 'dia' nya Sehun tuh siapa? Jane sopo tha 'dia' sing di maksud Sehun kae? Aku ra mudeng lho kak...*basa jawa Mungkinkah Luna? Krystal? Sulli? Irene? Luhan versi cewek mungkin? *plakk
A : Masih dirahasiakan :D | Haha, bukan semuanya :p
Q : trus si'dia' itu nanti keluarnya cuma cerita apa muncul orangnya?
A : Muncul orangnya
Q : 'Dia' bakalan muncul dichap brpa?
A : Chap depan ato ga depannya lagi
Q : when that gurls will able at next chapie, it will be so complicated story, right am I?
A : ga juga sih :/ haha
Q : sehun itu phobia atau knp? kok sensi? -"
A : dua - duanya/?
Q : sehun punya trauma yang mendalam? kenapa thehun bisa tr0uma ame kata pembawa sial? | sehun pnya msa lalu apa thor? kyanya sensitiv kalo d blng 'pmbwa sial'? | Kenapa Sehun suka 'kambuh' klo dibilang "pembawa sial"?
A : Yo'a..kenapanya masih rahasia/?
Q : kok kehidupan luhannya jarang diceritain?
A : Emang ga fokus ke Luhan, ga penting juga sebenernya #ditonjokLuhan
Q : ntar luhannya suka sama sehun kan thor ?
A : Pasti !
Q : Terus gimana cara Luhan dapetin si Sehun. Apa dia tetep modus kayak sebelumnya?
A : Luhan bakal agresif/?
Q : apa Sehun gak pernah ngerasa kalo Luhan tertarik sama dia?
A : Sehun bukan orang yang peka ceritanya chingu
Q : eiya thor, MMA itu kan bisa tayang live streaming. apa anggota ekso gak ada yang 'ngeh' kalo sehun itu petinju? '-
A : Mereka - mereka kaga suka nonton MMA /?
Q : moment HunPocky nya jarang yah
A : Perasaan banyak .-.
Q : Luhan dulunya cantik trus ngubah diri gitu? ._. Semacam cewek pubertas :'v
A : Exactly~
Q : hun boa?! Jangan deh thor, mending hun oc aja ya? veulisss..
A : Tapi gw suka hunboa :/
Q : apa sehun dulu anak yg suka clubbing thor/?
A : Yup
Q : selain seohyun akan ada orang ketiga lagi gak? yang bikin sehun cemburu/?
A : Orang ketiga keempat kelima/? ada, tapi yang bikin sehun cemburu sepertinya tidak ada haha
Q : Kapaaaaan nih romancenya keluarrrr?
A : Sekarang/? :/
Q : Perasaan tadi Luhan msh menyukai seohyun ya,..?cepet bgt 'beloknya',..xixixi :-)
A : Itu dia kehebatan seorang Sehun/?
Q : Sehun kayaknya udah mulai suka sama Luhan jg yah?
A : Ga juga sih .-.
Q : sehun kapan nih jd suka sama luhan?
A : Masih lama mungkin xD
Q : nti bakal ad hurt ny y?
A : Mungkin/? :/
Q : NC-nya kapan thor?/
A : -.-a ga ada NC chingu
Q : oppa sama Lao lao mirip gak?
A : Kagak, gw kagak brewokan dan gw ga punya sahabat manis kya Luhan, klo punya udh gw embat #eh?
Q : Itu gua bisa dimasukin jdi cast nya kgak? Jadi selingkuhan Sehun ato pacarny kkamjong juga ga papa :g :v
A : O.O jadi ibunya Sehun aj/?
Q : Eh enaknya aku manggil apa ya?
A : Author boleh, kakak boleh, gege hyung oppa boleh. Serah deh, saya mah bebas asal sopan /? :D
Q n R : sehun beneran ngga punya ibu ya? atau ibunya meninggal pas ngelairin/ngelindungin dia, jadi dia disebut anak pembawa sial? kemudian dia jadi anak suka bikin onar dan ketemu cewek yang ngasih dia pocky dan bikin janji untuk tidak begundal lagi?
A n RR : Sehun ga punya ibu karna sesuatu/?...trus sisa jawabannya liat aj di chap chap yang akan datang hoho
R : ini emang sengaja ato begimana kok settingnya kebanyakan disekolah :3
RR : Sengaja, biar modalnya murah/? #apaan
R : buat luhan tersiksa dong thor karena sehun sama sekali gasuka sama dia, buat dia sampe nangis2 darah gitu :V *lebay amat* trus sampe luhan udh mau putus asa baru sehun sukak sma dia *drama bgt ya* :v
RR : Lol...engga sedrama itu...Sepertinya tidak akan ada adegan tangis - tangisan deh :/ ga bisa soalnya
R : luhan harusnya masih ngambek karena gantungan kuncinya belum bener dong *manas-manasin*
A : Haha, ini udah dibahas dikit, tapi Luhan udah ga permasalahin itu ceritanya
R : Ayo dong hunhan momentnya di perbanyak... Kasian yg lain udah geregetan nungguinnya... Luhan udah ngebelok... Skrng s sehunnya lagi yg blm... Ayo dong hunhan moment hunhan moment... Mewek nih gw...
RR : Wahahhaa, bentar bentar...Sabarrrrrrrr sama gw mah gtu orang'y/?
R : jangan dibikin hurt ya thor pleaseeeee q g tega klo hunhan hubungannya rumit
RR : Ga kok, tenang aj :D
R : Kai juga dikasih pasangan dong, kasian bgt cuma jadi tokoh hiburan lol
RR : Iy, kai dipasangin sm kyungsoo kok :D
R : Dan seohyun juga kasih pasangan gih, kasian kalo misalkan dia endingnya alone, apalagi dia jadi dibenci padahal disini kayaknya dia salahsatu orang yang berperan buat lulu pdkt ke sehun(?)
RR : Enaknya Seohyun sm siapa ?
R : HunKerr ato HunBoa jangan dimunculin! Sehun gk boleh sama siapa" kecuali Luhan. Klo dimunculin oppa minta dibegal -_-
RR : Sebenernya sih bakal ada hunkerr n hunboa moment ._. BUFF #ngilang
R : sexli2 bikin lulu sad donk maksud ny bukan ending ny tpi permasalahan dy sendri,
A : ntar dipikirin :o
R : yang penting luhan jangan ke siksa amat ya kak
RR : Ok sip :D
R : HunHan Moment nya hrs romantis chapter depan nanti!
RR : Susahhh ._.
R : sekali" ada adegan kissing gitu thor,, biar ceritanya ga terlalu hurtjungkir balik :/ hahaha ini gue ngomong apa lgi? Cuman saran thor
RR : Ada kok, tapi bentar dulu..ini kan masih awal - awal hehe
R : Klo update jgn lama2 dong thor jebbal | Updatenya harus cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! Cepet! *demo
RR : internet positif #if_u_know_what_i_mean
Done ! :D Thanks for review fav, foll, saran, kritik dan protes'y :D Feel free to comment n asking :D Bebas asal sopan ! :D -deep bow-
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
