Tittle : Pocky Boy

Cast : HunHan and other

Author : Xandeer

Rate : T

Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?

.

.

.

.

.

.

.

If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebelumnya...

Luhan mengambil ponselnya lalu mengotak – ngatiknya, tak lama ia menaruh ponsel yang menampilkan foto Sehun di meja dan mendorongnya pelan pada sahabatnya. Laogao memperhatikan foto Sehun dan mengernyit heran. Sepertinya ia kenal dengan sosok di foto ini.

"Sepertinya dia tampak familiar bagiku, Lu" Ujar Laogao.

"Jinjjayo ?" Tanya Luhan tak percaya.

"Ne...eum..sebentar...eum...Kulit putih ini, mata elang ini...Dimana ya aku pernah melihatnya ?" Monolog Laogao, mengetuk – ngetuk jarinya di meja dan berusaha mengingat – ngingat. Dirinya tersentak kaget ketika mengingat wajah Sehun.

"Oh, astaga ! Jangan bilang dia Oh Sehun dari Incheon ?" Tanya Laogao dan Luhan terkejut.

Luhan memang pernah membicarakan Sehun kepada Laogao, namun tak pernah memberi tau marga pemuda itu apalagi mengatakan kalau ia dari incheon. Lalu darimana Laogao tau ?

"Bagaimana...Bagaimana kau bisa tau ?"

-POCKY BOY 7-

Laogao menatap Luhan dengan pandangan tak percaya.

"Kau serius dia Oh Sehun ?" Tanya Laogao memastikan.

"Ya. Dia Oh Sehun" Jawab Luhan pasti.

"Wow...Aku tak menyangka akan bertemu lagi dengannya dengan cara begini" Luhan menatap Laogao heran.

"Apa maksudmu ?" Tanyanya.

"Hey, apa dia masih bersahabat dengan si hitam itu...Siapa namanya...Yongbin ?" Bukannya menjawab, Laogao mengatakan hal lain yang membuat Luhan tambah bingung. Bagaimana tidak ? Bahkan Laogao mengenal Jongin, sebenarnya, hal apa yang tak ia ketahui ini ?

"Jongin maksudmu ? Dan yeah, jika dia yang kau maksud. Dia masih setia menempel dengan Sehun"

"Ah ! Itu dia, Jongin...Wew, ini benar – benar diluar dugaan, astaga"

"Ya ya ya apa maksudmu ? Kau mengenal mereka ? Bagaimana bisa ?" Luhan bertanya bertubi – tubi saking bingungnya.

"Tentu saja aku kenal mereka Lu. Begini, kau ingat Kwon Su jeong ?" Tanya Laogao.

"Kwon Su jeong ? Maksudmu mantanmu ?" Laogao mengangguk.

"Tentu saja aku ingat. Kau menangis hebat saat dia meninggal" Luhan menyindir, Laogao mendengus sebal.

"Heyy, saat itu aku masih menyayanginya. Hubungan kami baru berjalan 5 bulan dan berjalan dengan baik tanpa hambatan apapun, lalu tiba – tiba saja dia meninggal. Tentu saja aku sedih !" Laogao beralasan untuk membela dirinya.

"Ya ya terserah...Lalu apa hubungan Oh Sehun dengan Kwon Su jeong ?" Luhan kembali ke topik awal. Laogao mendecih lalu menyesap kopinya dan terdiam agak lama membuat Luhan benar – benar penasaran.

"Kwon Su jeong" Laogao kembali berbicara.

"Ne ?" Luhan menunggu dengan antusias.

"Kwon Su jeong...Dia adalah noona Sehun" Ujar Laogao membuat Luhan membulatkan matanya.

"MWO ? JINJJA ?" Luhan bertanya tak percaya.

"Jinjja...dan satu lagi, kau tau Kim Tae hee ?" Laogao kembali bertanya.

"Tae hee ? Maksudmu, pacarmu yang sekarang ?" Laogao mengangguk.

"Ada apa lagi dengan dia ?"

"Sebenarnya Tae hee adalah sahabat Su jeong dan noona dari Jongin" Ujar Laogao yang membuat Luhan lagi – lagi kaget.

"APA - APAAN ?" Mendadak kepala Luhan terasa pusing. "Kenapa rasanya dunia sempit sekali" Luhan memijat pelipisnya. Informasi yang mendadak dan membingungkan serta mengejutkan ini berhasil membuat kepala Luhan pusing.

"Aku juga berpikir begitu saat kau memperlihatkan foto Sehun"

Luhan masih merasa agak shock, otaknya berusaha mencerna semua informasi sedangkan Laogao hanya meneguk kopinya dengan elegan. Namun Luhan menyadari satu hal yang mengganjal.

"Kau bilang Kwon Su jeong noona Sehun kan ?" Tanya Luhan.

"Yeah~"

"Marga"

"Ne ?"

"Kenapa marga mereka berbeda ? Kwon Su jeong dan Oh Sehun ? Apa Sehun-"

"Ani, dia bukan anak angkat. Keduanya anak kandung dari 2 ibu berbeda, saudara tiri satu ayah" Laogao menyela.

"Sebentar sebentar, lalu apa hubungannya dengan perbedaan marga ?" Luhan masih tak mengerti.

Laogao menyesap kopinya lagi. "Aku tak tau detailnya. Yang aku tau, Su jeong adalah anak kesayangan ayahnya sedangkan Sehun adalah kebalikannya, ia anak yang tak dianggap" Laogao menjelaskan.

"Maksudmu Sehun anak haram ?"

"Mollaseo, mungkin ya mungkin juga tidak, aku tak begitu mengenal Sehun, kami jarang bertemu dan tak pernah bicara. Kau seharusnya bertanya pada Yongbin"

"Jongin" Luhan membenarkan.

"Ya itulah. Dia lebih mengetahui tentang Sehun...kurasa" Laogao kembali menyesap kopinya.

"Satu hal yang aku tau pasti. Dulu, Sehun bukan anak baik - baik" Laogao menambahkan.

"Maksudmu ?" Luhan tambah penasaran.

"Aku jarang melihat Sehun di rumah saat menemui Su jeong. Pernah satu kali aku mengantar Su jeong dari rumah temannya kerumahnya mungkin sekitar jam 10 malam atau lebih dan aku bertemu dengan Sehun yang sama – sama baru pulang"

"Dia masih memakai seragam sekolah namun bajunya kusut dan berantakan bahkan terdapat noda darah entah karena apa. Di wajahnya ada beberapa luka lebam yang masih baru, kalau dilihat – lihat ia seperti habis berkelahi. Parahnya lagi, badannya bau alkohol dan asap rokok. Saat ia menatapku, rasanya aku sedang ditatap oleh pembunuh berdarah dingin apalagi saat itu malam hari, suasananya benar – benar horor dan sejak saat itu pula sebenarnya aku takut bertemu dengannya lagi"

"K-kau se-serius ? Dia anak seperti itu ?"

"Ya. Aku 100% serius" Laogao menjawab mantap, Luhan dibuat merinding karnanya, tapi hatinya entah mengapa masih mengiginkan Sehun menjadi kekasihnya. Sebut saja dia gila.

Luhan menghela napas dan memijat keningnya. "Astaga...Kalau begini ceritanya, dia pasti akan menjadi uke yang susah ditaklukan" Luhan bermonolog. Laogao yang tadi sedang menikmati kopinya menatap Luhan heran.

"Huh ? Uke ?"

"Yeah. Aku ingin menjadikan Sehun ukeku" Ujar Luhan mantap.

"Pffttt, dia ? Uke ? Haha, Lu, kau bermimpi ya ?" Tanya Laogao sambil terkekeh.

"Tidak bodoh ! Aku akan menjadikannya ukeku dan kau akan memberikan gelar manly padaku" Ujar Luhan serius.

"Hahaha, kau benar – benar cari mati ya Lu ? Tapi, sudahlah...Coba saja kalau bisa" Laogao malah menantang sambil menyeringai.

"Baik ! Lihat saja nanti !"

...

Walaupun sudah mendengar sedikit penjelasan dari Laogao kalau dulu Sehun bukan anak baik – baik, Luhan tetap bertekad untuk menjadikan Sehun ukenya.

Mulai hari ini pula ia bertekad untuk menarik perhatian Sehun bagaimapun caranya. Berbagai cara sudah ia pikirkan untuk menaklukan hati Sehun yang beku seperti es. Misalnya hari ini, ia rela menghabiskan waktunya untuk menyandar di dinding koridor sekolah untuk menunggu pujaan hatinya lewat. Tentu saja orang lain yang takut padanya jadi takut untuk melintasi koridor, semua yang hendak lewat, menunduk dan berjalan cepat setiap melewati Luhan.

Tak lama, pemuda yang ditunggu - tunggu pun datang dengan Jongin di sebelahnya. Tak ingin membuang waktu lebih lama, Luhan segera mendekati Sehun dengan senyum manis yang sebenarnya malah terlihat seperti psikopat bagi Sehun.

"Yo Sehun babyyy~" Luhan mendekati Sehun dengan membuka kedua tangannya, bermaksud memeluk calon kekasihnya namun bukannya pelukan, yang ia dapat hanya jari telunjuk Sehun yang menekan keningnya, menahan Luhan untuk lebih dekat dengan pujaan hatinya tersebut dengan cara yang memalukan.

"Pergilah, aku tak tertarik denganmu, sunbae~" Ujar Sehun begitu dingin dan menusuk. Luhan mendengus sebal, ia menepis tangan Sehun dan menatap Sehun sengit.

"Kalau kau tak mau pergi, biar aku yang pergi" Ujar Sehun lagi. Ia kembali berjalan meninggalkan Luhan dan Jongin di belakang.

"Lihat saja Oh Sehun ! Suatu saat kau akan takluk padaku !" Luhan berteriak pada Sehun yang sudah menjauh dari sana namun Sehun tak peduli, ia memilih untuk segera menghilang dari sana sedangkan sahabatnya, Jongin masih berdiri di tempatnya semula sedang terkekeh pelan.

"Haha, semangat sunbae" Bisik Jongin sebelum menyusul Sehun, entah itu ucapan semangat atau hanya ejekan untuk Luhan.

...

Kali ini, Luhan sudah berdiri di koridor sekolah (lagi) dengan tangan kanannya yang memegang sebuket bunga mawar putih yang sangat indah. Ia beli tadi pagi – pagi, sengaja untuk menarik perhatian Sehun. Rencananya, ketika Sehun lewat, Luhan akan memberikannya pada Sehun.

Tak lama menunggu, Sehun pun datang dengan pocky di mulutnya. Luhan cepat – cepat membenarkan rambutnya dan berdiri di tengah koridor agar Sehun dapat melihatnya dengan jelas.

"Selamat pa-" Belum juga Luhan menyelesaikan kalimatnya, Sehun sudah melewatinya begitu saja, melirik pada Luhan sedetik saja tidak, ia benar – benar meninggalkan Luhan yang masih berdiri kaku di tempatnya semula dengan mawar putihnya.

Sehun cukup brengsek dengan caranya sendiri.

.

.

.

Ditolak 3x tidak membuat Luhan kehilangan semangat. Hari ini, Luhan berencana memberikan bunga lagi pada Sehun hanya saja dengan cara yang lebih romantis/?. Kemarin, ia sudah mendiskusikan hal ini dengan teman seganknya, walaupun merasa agak aneh dengan permintaan Luhan tapi mereka menurut saja, kecuali Kris yang langsung menolak untuk membantu ketuanya berkali – kali namun Luhan tetap saja kekeuh sehingga akhirnya ia ikut juga karna terpaksa.

Luhan tersenyum senang, pikirnya, dengan bantuan teman seganknya dan otak pintarnya, rencana ini pasti berhasil. Begitu Sehun terlihat di halaman sekolah setelah memarkirkan mobilnya, seluruh member gank EXO mengambil tempat masing – masing sesuai komando Luhan kecuali Kris yang kelihatan sekali ogah – ogahan.

Sehun dan Jongin sedang mengobrol kala seorang member EXO menghampiri mereka dengan senyum angelicnya, ditangannya terdapat satu tangkai bunga mawar merah yang entah untuk siapa.

"Untuk kau yang teristimewa" Ujar lelaki dengan senyum angelic itu, memberikan satu tangkai bunga mawar merah tadi pada Sehun. Sehun agak terkejut namun ia langsung memasang muka datar lagi setelahnya. Sebelum Sehun kembali melangkahkan kakinya, Sehun menitipkan setangkai mawarnya pada Jongin. Dikiranya Jongin penitipan barang atau apa.

Belum lama Sehun melanjutkan perjalanannya ke kelas, seorang lelaki lain dengan dimple dan mata mengantuk datang padanya dan menyerahkan setangkai mawar lagi padanya.

"Untuk kau yang mengalihkan dunia" Ujar lelaki itu dan tersenyum pada Sehun yang memandangnya heran. Lagi, Sehun memberikan setangkai mawar itu pada Jongin.

Dan baru beberapa langkah, lagi, lelaki lain –kali ini bereyliner- datang padanya dengan setangkai bunga yang sama.

"Untuk kau yang menghangatkan jiwa" Ujarnya. Dan lagi, Sehun memberikan setangkai bunga itu pada Jongin.

"Untuk kau yang membuatnya terpesona" Lagi Sehun menerima bunga itu sebelum memberikannya pada Jongin.

"Untuk kau yang selalu diperhatikannya"

Lagi

"Untuk kau yang membuatnya 'gila'"

Lagi

"Untuk kau yang membuatnya bahagia"

Lagi

"Untuk kau yang membuatnya jatuh cinta"

Dan lagi

"Cih, menyebalkan sekali. Untukmu. Jangan tanya dari siapa !" Lelaki yang satu ini malah menggerutu, memberikan bunga di tangannya dengan kasar pada Sehun dan segera pergi dari sana masih menggerutu tidak jelas.

Dan lagi – lagi, Sehun tak mempedulikan bunga itu dan langsung memberikannya pada Jongin yang kini sudah memegang banyak bunga di tangannya.

Sehun sudah hampir masuk ke gedung sekolahnya sebelum orang yang ia benci berdiri di depannya, menghalangi jalannya untuk masuk ke gedung sekolah. Sehun mau tak mau memperhatikan lelaki itu.

Luhan tersenyum pada Sehun namun ia merasa agak aneh karna bunga mawar merah yang seharusnya berada di tangan Sehun sudah berpindah ke tangan Jongin. Namun, ia memilih untuk tetap melanjutkan rencananya.

"Untuk kau Oh Sehun, belahan jiwaku. Jadilah ukeku" Ujar Luhan. Ia mengeluarkan –kali ini- sebuket bunga mawar merah dari belakang punggungnya dan memberikannya pada Sehun. Sehun langsung menerima bunga itu dari tangan Luhan dan Luhan sudah senang sendiri karna gelar manly akan segera ia dapat dari Laogao namun kebahagiaan itu hancur dalam sekejap saat Sehun memberikan sebuket bunga itu ke siswi lain yang kebetulan melewati mereka. Tentu saja siswi itu langsung salah paham dan senang bukan main karna mendapat bunga dari Sehun namun karna disana ada Luhan, ia buru – buru pergi dengan pipi yang masih bersemu.

Kemudian Sehun menatap Luhan yang meminta penjelasan.

"Shiro" Singkat padat jelas, hanya satu kata namun benar – benar menyakitkan untuk pemuda china itu. Untuk keempat kalinya Luhan lagi – lagi di tolak.

"Menyingkirlah dari hadapanku sunbae" Ujar Sehun lagi pada Luhan yang menatapnya tak percaya, efek shock mungkin. Jengah, Sehun melewati Luhan dengan menyenggol bahu Luhan sengaja karna pria di depannya benar – benar mengganggu.

Baru beberapa langkah, Sehun teringat akan sesuatu maka ia membalikkan badannya untuk menatap Jongin.

"Ah iya...Jongin, bunga di tanganmu, terserah mau kau apakan...Buang saja kalau kau tak mau" Tambah Sehun yang membuat hati Luhan tambah hancur menjadi berkeping - keping. Ternyata, Sehun benar – benar brengsek.

Jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tertawa canggung pada Luhan yang sepertinya masih shock.

"Eungh...Semangat sunbae" Bisik Jongin sebelum meninggalkan Luhan. Teman seganknya langsung mengerubungi Luhan, memberi penghiburan mungkin, kecuali Kris yang sudah mengatakan sumpah serapah pada Sehun. Mungkin itu cara tersendiri bagi Kris untuk menghibur seseorang/?.

Jongin jadi bergidik sendiri jika membayangkan ia memiliki fans/? seperti Luhan yang jelas – jelas bottom malah memaksa untuk menjadi Top. Uhh, menyeramkannya menjadi Sehun. Untung saja pria itu punya mental yang kuat.

Ketika teringat sesuatu, Jongin menghentikan langkahnya, ia melihat ke tangannya dan menghirup mawar – mawaryang wangi dan indah itu. Tentu saja bunga – bunga itu wangi dan indah, bunga itu kan bunga mahal yang Luhan beli di toko bunga terkenal di daerah gangnam.

Jongin tersenyum, mawar ditangannya tak mungkin ia buang, ia akan memberikannya pada noona - noona fansnya tentu saja. Hanya orang bodoh seperti Sehun yang membuang barang – barang gratis dengan kualitas bagus seperti ini, pikir Jongin.

"Ah, noona cantik aku datang" Monolog Jongin dan pergi ke tempat nonna – noona cantik fansnya berada.

...

Jongin tersenyum – senyum sendiri membayangkan reaksi noona – noona itu jika ia memberikan bunga indah ini pada mereka, itu membuatnya tambah bersemangat namun karna terlalu semangat ia jadi tidak berhati – hati dan tak sengaja menginjak tali sepatunya sendiri hingga ia oleng dan...

Brukkk !

Ia menabrak pria yang berdiri di depannya membelakanginya dan sedang membaca buku.

Tabrakan itu cukup keras sampai pria di depannya terhempas ke depan dan buku di tangannya terlempar agak jauh. Sudah jatuh tertimpa Jongin pula itulah yang dialami pria naas tersebut. Uh, pasti akan sangat menyakitkan.

"Ah mian ! A-aku tak bermasud" Jongin buru – buru bangkit dan merasa sangat bersalah. Tadi itu adalah kesalahan idiot yang memalukan. Jika Sehun melihatnya sudah pasti cicak albino itu akan tertawa mengejeknya. Jongin segera mengulurkan tangannya, membantu pria yang di tabraknya berdiri. Pria itu meringis sakit, tentu saja.

"Mian, jinjja mianhae..." Ujar Jongin menyesal. Ia menatap lutut dan siku milik pria itu yang memerah karna ulahnya, bahkan kacamata baca pria itu sudah tergeletak retak tak berdaya di bawahnya bersama dengan bunga – bunga mawar miliknya.

"Hmm...Gwaenchana~" Balas pria itu, ia mengusap lutut dan sikunya lalu membenarkan bajunya tanpa melihat pada Jongin, mungkin masih kesal.

"Mian mian aku benar – benar tak sengaja" Ujar Jongin lagi.

"Ya...Sudah kubilang tak apa – apa" Balas pria itu lagi, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar lantai, mencari buku yang tadi asyik ia baca sebelum Jongin menabraknya.

"Ah iya !" Jongin baru sadar jika ia juga menjatuhkan buku milik pria itu. Ia segera berlari menghampiri buku milik pria tersebut, mengambilnya lalu membersihkannya sebelum kembali pada pria yang ia tabrak.

"Mianhae" Ucap Jongin lagi. Pria itu tersenyum singkat.

Manis

"Ne, tak apa. Bukuku" Ujarnya.

"Ah iya" Jongin segera mengembalikan buku tersebut pada pemiliknya, sekilas tangan Jongin sempat bersentuhan dengan tangan milik pria itu.

Hangat dan lembut

Pria itu kembali tersenyum, ia mengambil kacamatanya yang rusak sedangkan Jongin mengumpulkan kembali bunga - bunganya. Pria itu menatap bunga dalam genggaman Jongin dan merasa tak asing dengannya.

"Hey, bunga itu, bukankah itu bunga yang diberikan Luhan pada Sehun ?" Tanyanya.

Jongin terkejut. "Eh, bagaimana ia bisa tahu ?" Batinnya.

Penasaran, Jongin meneliti wajah pria itu. Setelahnya Jongin baru sadar kalau pria tersebut merupakan salah satu member EXO gank. Jongin tau wajah – wajah mereka namun tidak dengan namanya, kecuali Luhan yang notabenenya selalu mengganggu Sehun. Jongin menelan ludahnya gugup. Oh, mudah – mudahan saja dirinya tidak terlibat dengan EXO gank seperti Sehun.

"Tenang saja, aku tak akan meminta pertanggung jawaban atau membalas perbuatanmu seperti yang Luhan lakukan pada Sehun" Ujar pria itu, seakan tau apa yang Jongin khawatirkan. Jongin menggaruk pipinya dan tersenyum canggung.

"Te-terima kasih sunbae" Ujar Jongin lalu membungkukkan badannya 90ᵒ.

"Ne, sama - sama...Sudah ya aku pergi" Ujar sunbaenya itu sebelum berbalik meninggalkan Jongin.

"Eh, sebentar sunbae" Panggil Jongin menghentikan langkah pria itu. Ia berbalik dan menatap Jongin.

"Eum...Boleh aku tau namamu sunbae ?" Tanya Jongin malu – malu. Pria itu mengernyitkan alisnya bingung namun kemudian ia tersenyum lagi.

Astaga ! Ia manis sekali !

"Do Kyungsoo" Jawab pria itu.

"Ne ?" Tanya Jongin lagi, ia sempat melamun tadi sehingga tak menyimak baik – baik apa yang sunbaenya katakan.

"Namaku Do Kyungsoo" Jawab pria itu lagi sebelum melambaikan tangannya pada Jongin -yang masih meledak – ledak dalam asmara- sebelum meninggalkannya.

Setelah sunbaenya itu menghilang, Jongin memegang dadanya, ia dapat merasakan degupan jantungnya yang liar. Ia harus segera memberitahukannya pada dunia. Tentu saja dunia yang ia maksud adalah sahabatnya, Sehun.

Dengan maksud hati pamer dan membuat Sehun iri karna Sehun payah dalam hal cinta, Jongin mengambil handphonenya, mengetikkan beberapa kata untuk sahabat albinonya.

To, Jerk Oh

Ya albino ! Aku baru saja bertemu dengan salah satu sunbae anak buah Luhan, dan astaga Sehun ! Dia sangat manis dan aku rasa aku jatuh cinta padanya !

Send

Jongin tersenyum sendiri kala mengingat senyuman sunbaenya yang bernama Do Kyungsoo itu. Sedang asyik dalam pemikirannya, ponselnya berbunyi dan Jongin membukanya.

From, Jerk Oh

Apa peduliku ?

Yup ! Keputusan yang salah Jongin ! Jongin lupa kalau Sehun mengidap penyakit Cuekos Paralistis, semacem syndrom parah dimana seorang teman/sahabat tidak peduli apa yang dialami sahabatnya jika menurutnya itu tidak penting. Itulah sebabnya Sehun tidak akan peduli kalau Jongin baru saja jatuh cinta. Poor Jongin.

"Dasar cicak albino ! Aku lupa kalau tingkat kepedulianmu itu benar – benar rendah. Awas saja kalau kau jatuh cinta, aku tak akan membantumu !" Gerutu Jongin.

...

Ini jam istirahat, seharusnya begitu jika Jongin tidak menahan Sehun di kelas sambil berceloteh panjang lebar tentang apa yang baru saja ia alami walaupun Jongin tau Sehun tak akan peduli.

"Sehun, aku tak tahu dia sangat manis jika dilihat dari sedekat itu !" Ini celotehan Jongin yang ke-8 tentang sunbaenya sejak jam istirahat di mulai.

"Astaga Sehun, hatiku berdebar – debar !"

"Sehun dia memiliki senyuman semanis gula !"

"Ahhh Sehun, dia memiliki mata yang besar namun indah !"

"Astaga Sehun dia..." Dan blablablablabla...

Sehun tak terlalu menyimak lagi. Ia benar – benar bosan mendengar celotehan Jongin dari 10 menit yang lalu, tapi ia hanya ingin berusaha bersikap seperti sahabat yang baik, yang siap mendengar semua ocehan tak penting –menurut Sehun- milik Jongin, tapi yeah lama – lama ia bosan juga, bahkan ia sudah bersiap untuk memasang headphone miliknya ke telinganya. Jongin benar – benar berisik dan terlalu mendramatisir.

Belum juga headphone itu terpasang di telinganya, Jongin sudah menarik headphone milik Sehun dari genggamannya, menaruhnya di tasnya –tas Jongin- lalu menutupnya kemudian ia menaruh tasnya di bawah meja. Ini teknik Jongin untuk memaksa Sehun mendengar semua ocehannya dan Sehun menyerah. Ia menatap Jongin dan memberikan gesture mempersilahkan Jongin untuk melanjutkan cerita tidak pentingnya –menurut Sehun (lagi)-

2, 5, 8 menit Jongin terus berceloteh bagaimana manisnya sunbae yang ia temui, padahal mereka baru bertemu barusan, bahkan hanya bertemu selama 1 - 3 menit tapi entah bagaimana caranya Jongin dapat mengoceh selama total hampir 18 menit hanya untuk menceritakan sunbaenya itu. Menurut Sehun, Jongin itu spesies aneh yang langka.

Seharusnya Sehun mengaca, karna menurut Jongin ia juga spesies aneh yang langka.

"Ohhh Sehun, aku benar – benar jatuh cinta padanya"

"Kau sudah berubah haluan ?" Tanya Sehun. Ini respon pertamanya setelah 18 menit mendengar ocehan Jongin.

"Mollaseo, tapi kurasa ini semua karna kekuatan cinta"

Uhuk ! Sehun tersedak, perkataan Jongin seperti gadis – gadis kasmaran saja astaga, cukup membuatnya merinding.

"Bagaimana dengan para noona fansmu huh ? Tidak takut mereka mengamuk ?" Tanya Sehun lagi.

"Aish, lupakan tentang noona - noona itu untuk sekarang oke..." Balas Jongin. Sehun hanya memutar bola matanya malas dan bermaksud bermain game di ponselnya namun Jongin lagi – lagi mengambil barang miliknya dari genggamannya lalu menaruhnya di saku celananya.

"Ya, kembalikan ponselku" Ujar Sehun kesal.

"Aku belum selesai bicara bodoh jadi sebagai sahabat yang baik kau seha-"

"Sayangnya aku bukan sahabat yang baik jadi kembalikan ponselku hitam" Sehun menyela seenaknya.

"Shiro !"

"Kau benar – benar menyebalkan"

"Sebenarnya kau lebih menyebalkan" Balas Jongin sengit.

"Ya ya terserah kau saja" Sehun memilih mengalah dan menatap keluar jendela.

"Ngomong – ngomong, yang Luhan sunbae lakukan tadi pagi cukup menarik, mungkin aku akan menerapkannya pada D.O sunbae nanti" Ujar Jongin.

"Dasar tidak kreatif" Ejek Sehun namun Jongin hanya menggidikan bahunya.

"Kau tidak lebih baik dariku kawan" Jongin membalas.

"Lalu apa peduliku ?" Sehun membalas lagi dan berhasil membuat Jongin mengacak rambutnya kesal.

"Kau ini benar – benar sahabat yang...Aish~" Jongin kehilangan kata – katanya.

"Membuatmu frustasi ?" Tanya Sehun.

"Yeah, hal semacam itu"

"Terima kasih. Kuanggap itu pujian" Ucap Sehun acuh sebelum menemukan kedamaian dengan memakan pockynya.

...

"Kenapa kau murung begitu Lu ?" Tanya Laogao pada Luhan yang memasang muka kusut sejak tadi. Fyi, kini mereka berdua ada di sebuah cafe. Luhan yang mengajak sahabatnya itu untuk bertemu beberapa saat lalu.

"Ini semua karna Oh Sehun itu" Luhan mengadu.

"Ya ? Ada apa dengannya ?" Tanya Laogao lagi.

"Apa yang harus ku lakukan Laogao ? Dia benar – benar susah ditaklukan" Keluh Luhan.

"Kenapa kau tanyakan padaku, kau seharusnya tanyakan pada Yongbin"

"Jongin Laogao Jongin. Kau ini bagaimana ? Kau ini berpacaran dengan noonanya tapi adiknya saja kau tidak tau namanya " Laogao menggidikan bahu acuh.

"Yang aku cintai kan Tae hee jadi aku tak terlalu mengurusi adiknya" Laogao beralibi.

"Ah, terserah kau saja oke" Luhan menyerah.

"Kalau kau ingin tau banyak tentang Sehun, kau bisa bertanya pada Yongbin, dia sudah bersama Sehun sejak mereka duduk di bangku JHS" Ujar Laogao lagi.

"Namanya Jongin dan ya, usulmu akan kupikirkan"

...

Ini jam istirahat, Sehun dan Jongin sedang makan di kantin, sebenarnya hanya Jongin yang makan, Sehun lebih memilih untuk mengemut pockynya. Sedang asyik makan, Jongin tak sengaja melihat Luhan sedang menghampiri mereka.

"Hey albino, pacarmu datang" Ujar Jongin pada Sehun. Sehun tak peduli, ia masih mengemut pockynya, ia tau benar apa yang dibicarakan Jongin.

"Hey sunbae" Sapa Jongin ketika Luhan sudah berdiri di dekat mereka. Luhan mendengus sebal melihat Sehun yang masih saja acuh dengannya.

"Ya ! Aku butuh bicara denganmu Kim Jongin" Ujar Luhan. Jongin tampak terkejut, berbeda dengan Sehun yang tampak flat – flat saja. Seharusnya kan ia cemburu –menurut Luhan-.

"Hah ? Aku ?" Jongin menunjuk dirinya sendiri.

"Ya. Kau. Aku sedang tak tertarik dengan temanmu yang albino itu" Ujar Luhan ketus berusaha membuat Sehun cemburu namun gagal total karna Sehun tetap asyik dengan kekasihnya, batang – batang pocky itu maksud Luhan.

"Eh ? Araseo" Balas Jongin. Untung saja makanannya sudah habis. Ia meminum jusnya sebelum mengikuti Luhan ke taman belakang sekolah.

Sesampainya di taman sekolah, Luhan segera duduk di sebuah bangku yang berada di bawah pohon besar lalu menatap Jongin yang masih menatapnya heran.

"Ada apa sunbae memanggilku ? Kurasa kau tidak tertarik padaku" Ujar Jongin. Luhan mengangguk membenarkan perkataan Jongin.

"Ne. Aku hanya ingin bertanya sesuatu padamu" Ujar Luhan to the point.

"Ah, ini pasti tentang Sehun kan ?" Tanya Jongin. Luhan mengangguk lagi.

"Kau harus memberi tahuku informasi tentang Sehun agar aku bisa menaklukannya dan menjadikannya ukeku !" Jawab Luhan yang tampaknya agak memaksa. Jongin menaikan satu alisnya lalu bersandar pada pohon besar yang lain.

"Maaf saja sunbae, tapi kenapa aku harus memberi tahumu ? Tak ada untungnya bagiku" Ujar Jongin. Luhan mendecih sebal.

"Lalu apa yang harus kulakukan agar kau mau memberi informasi tentang Sehun huh ?" Luhan yang biasanya mendapatkan semua keinginannya dengan mudah kini harus rela berusaha sedikit. Jongin dan Sehun bukan anak biasa yang bisa ia bully dengan mudah, apalagi Jongin adalah teman Sehun dan Sehun adalah mantan murid berandalan yang lebih menyeramkan darinya.

Ia melipat tangannya di depan dadanya lalu terdiam, berpikir apa yang kira – kira bisa menguntungkannya. Lampu di atas kepalanya menyala kala ia teringat sesuatu, sunbaenya yang bernama D.O Kyungsoo.

"Hey sunbae kurasa kita bisa membuat kesepakatan yang bagus" Ujar Jongin menyeringai.

"Kesepakatan apa ?" Luhan menatap Jongin penasaran.

"Begini, aku menyukai salah satu anak buahmu" Ujar Jongin. Luhan mengernyitkan alisnya.

"Siapa ?"

"Do Kyungsoo" Jawab Jongin. Luhan mengangguk – anggukan kepalanya.

"Ah, si mata burung hantu itu. Lalu ?"

"Begini kesepakatannya. Kita akan barter, satu informasi tentang Do dan aku memberi satu informasi tentang Sehun, bagaimana ?" Luhan mengelus – ngelus dagunya, berpikir sejenak tentang kesepakatan ini.

"Ara. Aku setuju" Luhan mendekati Jongin, mengulurkan tanganya pada pemuda itu dan Jongin menjabatnya. Keduanya tersenyum, lebih seperti menyeringai.

"Ingat informasi tidak penting, tidak akan kuhitung" Tambah Jongin.

"Ya, terserah kau saja" Balas Luhan. Ia kembali menatap Jongin serius.

"Jadi, aku akan langsung saja. Aku penasaran dengan masa lalu Sehun" Jongin terkekeh, sunbaenya yang satu ini benar – benar penasaran dengan sahabatnya ternyata.

"Wow, sabar oke. Kau bahkan belum memberi tahuku informasi tentang Kyungsoo" Jongin mengelak.

"Kau dahulu yang memberitahuku informasi tentang Sehun maka aku akan memberimu informasi tentang Kyungsoo" Balas Luhan.

"Ani. Informasi tentang Sehun adalah top secret yang tak bisa kau temukan di manapun. Hanya aku yang tau benar tentang Sehun" Tolak Jongin dengan bangga. Ternyata Sehun ada gunanya juga, pikirnya.

"Sedangkan, kurasa sudah banyak yang mengetahui tentang Kyungsoo sunbae, aku bisa mencari informasi dari orang lain kalau aku mau, jadi apa kita batalkan saja kesepakatan ini sunbae ?" Tanya Jongin, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku dan berbalik, seperti ingin pergi namun sebelum itu terjadi, cepat – cepat Luhan menggenggam tangan Jongin agar ia tak kemana - mana.

"Se-sebentar" Sial ! Jongin benar – benar pintar memanfaatkan keadaan. Jongin menyeringai, kembali membalikkan tubuhnya untuk menatap Luhan.

"Apa yang kau inginkan dari Kyungsoo huh ?" Tanya Luhan. Jongin terdiam, berpikir.

"Karna kau ingin tau masa lalu tentang Sehun. Bagaimana kalau kau juga memberiku sesuatu dari masa lalu Kyungsoo. Foto masa kecilnya misalnya"

"Berapa banyak yang kau minta huh ?" Luhan bertanya lagi.

"Sebanyak yang bisa kau dapat, semakin banyak semakin bagus informasi yang kau dapat"

"Oke ! Sepakat !" Ucap Luhan agak kesal sebenarnya.

"Terima kasih sunbae, sampai ketemu lagi" Balas Jongin. Mengedipkan satu matanya pada Luhan sebelum pergi dari situ membuat Luhan jijik saja.

"Sialan, sejak kapan aku diperalat begini !" Maki Luhan dan mendesah frustasi.

...

Ini hari minggu, Luhan memacu motornya untuk ke rumah Kyungsoo, hari ini ia berencana untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Foto Kyungsoo.

Ting Tong...

Luhan membunyikan bel rumah Kyungsoo dan tak lama ia mendengar langkah kaki mendekati pintu masuk.

"Hi Kyungsoo" Sapa Luhan ketika kebetulan Kyungsoo yang membukakan pintu rumahnya. Kyungsoo menatapnya heran. Walaupun mereka satu gank, sebenarnya mereka tidak sedekat Jongin dan Sehun, mereka hanya bertemu di sekolah atau di base camp EXO karna itulah agak aneh menemukan Luhan di depan rumahnya.

"Untuk apa kau kesini ? Tumben sekali" Tanya Kyungsoo sambil mempersilahkan Luhan masuk.

"Ah...Aku hanya ingin main saja" Ujar Luhan bohong setelah mendaratkan bokongnya di sofa. Kyungsoo menatapnya heran dan Luhan menelan ludahnya gugup.

"Kau tau, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres denganmu" Ujar Do menatap Luhan penuh selidik.

"Ah, tidak kok. Tidak ada apa – apa sungguh. Aku benar – benar hanya ingin bermain ke rumahmu, tidak ada yang lain hehe" Luhan menjawab dengan canggung, Kyungsoo masih menatapnya heran namun kemudian ia menggidikan bahu.

"Tidakkah seharusnya kau mengajakku ke kamarmu ?" Tanya Luhan. Dia ingin segera menuntaskan misi rahasianya.

"Huh ? Untuk apa ?" Do bertanya balik karna bingung.

"U-untuk...Untuk mengobrol...Bu-bukankah seharusnya begitu ?" Do menatapnya heran namun ia kembali tidak ingin ambil pusing dan mengajak Luhan ke kamarnya.

"Jadi kita akan mengobrol apa ?" Tanya Kyungsoo setelah mereka berdua sampai di kamar. Jujur, Luhan sudah bingung setengah mati, matanya tidak bisa diam karna gugup dan mencari jawaban untuk pertanyaan sederhana Kyungsoo.

"Se-sebentar...Aku pinjam kamar mandimu sebentar" Ujar Luhan sebelum melesat cepat ke dalam kamar mandi. Kyungsoo hanya menatapnya heran.

Di kamar mandi, Luhan buru – buru mengeluarkan ponselnya dan mencari kontak seseorang yang ia perlukan.

"Yoboseyo" Lawan bicaranya disana mengangkat telepon Luhan.

"Baekkie ah, aku minta tolong padamu" Ujar Luhan pada seseorang yang dipanggil Baekkie disana.

"Ya ? Ada apa Lu ?"

"Kau harus menelpon Kyungsoo sekarang"

"Huh ? Memangnya kenapa ?"

"Tak perlu tau alasannya. Pokoknya telepon Kyungsoo sekarang dan bicaralah banyak – banyak padanya" Luhan memaksa.

"Huh ?" Kedengarannya Baekhyun dilanda kebingungan besar.

"Dan jangan katakan aku yang menyuruhmu untuk menelpon Kyungsoo mengerti ?" Perintah Luhan lagi.

"Astaga...Araseo" Balas Baekhyun pasrah.

Setelah selesai memberi perintah, Luhan segera menghentikan panggilan mereka berdua. Membasuh kedua tangannya sebelum keluar seakan – akan ia baru saja buang air kecil. Kyungsoo menatapnya sebentar sebelum kembali fokus pada buku novelnya.

I wanna be a billionaire so fucking bad buy all of the things I never had...

Ponsel Kyungsoo berbunyi nyaring, ia menaruh kacamata bacanya di nakas sebelum mengambil ponselnya yang ia letakkan di meja belajarnya. Ia agak heran saat melihat nama Baekhyun tertera di sana. Merasa aneh, ia menatap Luhan sebelum menatap ponselnya lagi.

"Hey, Baekkie menelponku. Aku menjawabnya dulu. Kau tunggulah disini" Ujar Kyungsoo sebelum keluar dari kamarnya untuk berbicara dengan Baekhyun.

Setelah Kyungsoo keluar, Luhan cepat – cepat memeriksa semua laci Kyungsoo. Mencari benda bernama album foto itu secepat yang ia bisa. Sebenarnya Luhan merasa tidak enak hati untuk mengoprek barang Kyungsoo namun ini tuntutan dari si hitam Jongin dan demi mendapat informasi tentang Sehun maka Luhan harus memantapkan hatinya dan mencari buku tersebut dimanapun ia berada.

Luhan menemukan album foto itu di rak buku yang sangat besar, terselip di antara buku – buku novel milik Kyungsoo. Secepat kilat ia membuka album foto itu dan menemukan foto – foto Kyungsoo saat ia masih kecil. Luhan tersenyum.

"Ia sangat menggemaskan" Puji Luhan. Tak mau membuang waktu, Luhan mengeluarkan ponselnya dan memfoto semua foto tersebut lalu cepat – cepat mengembalikan buku itu pada tempatnya semula sebelum ketahuan. Setelah menyuruh anak buah ayahnya untuk mencetak foto – foto tersebut via telepon, Luhan hanya duduk manly menunggu Kyungsoo.

Butuh beberapa menit lagi sebelum Kyungsoo kembali ke kamarnya. Baekhyun benar – benar mengerjakan tugasnya dengan baik.

"Maaf lama" Ujar Kyungsoo, duduk di kasurnya dan menatap Luhan.

"Yeah tak apa" Balas Luhan. Ia membuka – buka buku yang ada di meja belajar Kyungsoo sekedar iseng agar ia tidak gelisah.

"Jadi ada yang ingin kau sampaikan sekarang ?" Tanya Kyungsoo. Luhan menggaruk tengkuknya.

"I-itu...eungh...Ah ! Aku ingin meminjam novelmu yang ini, bolehkah ?" Tanya Luhan setelah menemukan alasan yang -agaknya- masuk akal.

"Sejak kapan kau suka membaca ?" Kyungsoo bertanya balik penuh selidik.

"Ohhh, baru saja saat aku menunggumu menelpon" Do mengangguk - angguk mengerti. Luhan pura – pura mengecek ponselnya, padahal sebenarnya tidak ada apapun disana. Ia hanya ingin cepat – cepat pergi dari aura awkward ini.

"Kyungsoo-ya, aku ada urusan. Appa mencariku. Baiklah aku pamit dulu ya" Ujar Luhan buru – buru dan Kyungsoo hanya menatapnya heran namun tetap mengantarkan Luhan sampai ke gerbang depan.

...

At Cafe Viva Polo,

Srakk ! #backsoundgagal

"Igo !" Ujar Luhan sambil melempar sebuah amplop coklat ke sebuah meja yang ditempati oleh pria berkulit tan. Kemudian si ketua gank itu duduk di depan Jongin –pria berkulit tan-.

Jongin terkekeh, ia mengambil amplop itu dan memperhatikan beberapa lembar foto yang memperlihatkan seorang anak kecil yang sama, foto Kyungsoo waktu ia masih kecil, kalau saja di depannya itu Sehun, Jongin sudah berceloteh heboh tentang betapa menggemaskannya sunbae yang ia kagumi itu.

"Sudah kan ?" Ujar Luhan kesal. Jongin tersenyum puas.

"Kerjamu bagus sunbae...Seperti yang kujanjikan. Aku akan menceritakan masa lalu Sehun" Ujar Jongin. Luhan yang tadinya duduk dengan ogah – ogahan langsung duduk dengan tegak, ia memasang telinganya baik – baik dan menatap Jongin serius.

"Jadi...-"

.

.

.

TBC

Author Note :

Lemot ye ? Maap, biasa sibuk sama tugas kuliah ._.v

Chap ini rada aneh ga sih ? Gw berasa aneh bacanya. Sudahlah, terima saja lah ya ._. #maksa

Fyi, chap depan khusus untuk masa lalu Sehun, dari dia masih kecil sampe masuk SHS, kenapa bisa sahabatan sama Jongin, pacaran sama Pocky/? dan penjelasan siapa itu 'dia'. Jadi gw rasa ga ada hunhan moment :D

Trus, Cuekos Paralistis itu istilah yang gw dapet pas baca cerita di kaskus :D

Ah iya satu lagi, met idul fitri buat yang ngerayain :D

Sekian~ Wush/? #Backsound #menghilangbersamabintang/?

.

.

~#A n Q and Few Of Review Reply#~

Q : masa lalunya Sehun belum diangkat2 nih ? | Ceritain dkit dong ttg masalalu Sehun, jebal

A : Chap depan :D

Q : DIA itu kapan keluar? jangan jangan dlu sehun itu anak berandal trus sehun nyakitin ibunya dan bikin perjanjian ama sehun ? | Oh iya, hubungan sehun sama 'dia'. ITuns apaan.? Dongsaeng -noona.? sahabat? Atau kekasih (jangan sampe )? | 'Dia' itu siapa? , irene , yoona , daeun , krystal? | Terus 'Dia' itu namja apa yeoja?

A : Chap depan diulas :D 'dia' Yeoja. Gmana klo hub. mreka berdua calon kekasih nyahnyahnyah xD

Q : Thor, 'dia' yg dimaksud itu yg dibunuh sehun ya? Terus lao gao itu yang liat sehun pas bunuh si 'dia' ?

A : Eh ? Anieyo, ini bukan ff psikopat, Sehun kaga bunuh siapa - siapa O.o

Q : apa orang dimasalalu thehun lebih tua dari thehun thor,?

A : Ho'oh

Q : Sehun beneran nggak pny ibu? Wae? | sehun benerang ga punya eomma? Gimana ceritanya?

A : Ani, chap depan baru dibahas :D

Q : knp Sehun kayak depresi pas Luhan bilang 'pembawa sial'?

A : Ini juga bakal dibahas chap depan :D

Q : thor kapan Thehun belok ? | masih lama ya sehun tertariknya sama luhan? | kapab sehun suka sama luluuuu... aku gag kuat liat lulu bertepuk sebelah tangan... :( | Romance nya masih lama ya? | Sehun kapan mulai suka luhaan?

A : Entahlah/? Sabar sabar hoho

Q : Kira-kira nanti kenapa ya Sehun suka sama Luhan?

A : Mungkin dia khilaf/?

Q : Luhan loat sehun bertatto atau bekas luka nya sehun gitu ya wkt d ruang dance? | trus apa yg luhan liat pas diruang dance? bekas2 luka sayatan ditubuh sehun atau tato2 genster gitu? | trus yang pas Luhan lihat ada sesuatu di badan Sehun itu apa? luka parah? bekas jahitan? memar-memar? | sesuatu yg lain itu apaan thor?perempuan?atau luka di badan sehun gt? | Apa yang dilihat Luhan waktu Sehun buka baju? | Itu luhan leat tubuh sehun kenapa kayak gitu? Emangnya tubuhnya sehun kenapa? | luhan liat apa sih kog reaksi.a g2 bgt sehun.a emg ada apa o.o | NTU YG DILIAT LULU PASTI BEKAS LUKA KAAN? IYA KAAAN? | emangnya luhan nge lihat sehun ngapain? Ganti baju petinju itu? Atau sesuatu yang gimana? | Luhan liat apa di punggung sehun , kok sampe kaget gitu?

A : Tunggu chap depan aja dah haha

Q : itu sehun lagi ngapain tadi?

A : Ngupil/?

Q : 2 day Sehun not feel missed Luhan, when that boys was not following him again?

A : Ani, soalnya Sehun masih flat, seflat mukanya :D #ditimpukSehun

Q : Sehun disini gk peka ya?

A : Banget

Q : buat si luhan sedih dong kak, nelangsa gitu hehehe

A : Okeh, dicoba :D

Q : knp semuanya pada pengen luhan yang dibikin nyesek? tega semua dah :3

A : Tanyakan pada daun yang tertiup angin/?

Q : ada part sehun nya yang dibikin nyesek sama luhan, ne? #bujukauthor

A : Hmmm, dicoba deh

Q : Ada hurtnya kan, oppa? Bikin HunHan kesiksa. Jgn cuma satu2. Klo sama2 kesiksa kan lebih seru gitu...*uhukk

A : Haha, molla, dipikirkan dulu

Q : thor kyungsoo kapan keluar'y kesian dah tuh kamjhong jadi j0nes haha.!

A : Sudahhh~

Q : tp ngomong2 ko laogao bisa kenal sehun? | kok Laogao bisa tau Sehun? Temen lama? Kenalan? | Kok Laogao tau Sehun sih? | laogao kok bisa kenal sehun dari incheon? | Lao gao itu siapa nya sehun? Kok dia bisa tau sehun yang mana? Wah jangan jangan lao gao itu ada hubungannya sama masa lalu sehun ya?

A : Noh penjelasannya diatas :D

Q : Emangnya kenapa kalo sehun dari incheon

A : Sehun dari Incheon chingu #trusknpa #abaikan

Q : Trus laogao tau ya... Klo sehun itu atlit MMA?

A : Anieyo haha

Q : Jangan-jangan gao pemain mma juga :'v | Apa Laogao prnh nonton Sehun pas Sehun tampil diMMA? Maka.a Laogao ngerasa familiar sama Sehun.

A : Ani :D

Q : trus chapter depan keluar kan sedikit atau malah siapa itu Sehun pas di Incheon dari Laogao?

A : Yup, sedikit tp

Q : trus yang pas Sehun tumben naik motor itu mau kemana emang? kok difokusin gitu jadi curiga

A : Ke suatu tempat rahasia/?

Q : kenapa tingkah luhan jadi absurd gitu :v

A : Kesurupan/?

Q : sehun oriantasi sexnya apa ya ?

A : Untuk sekarang masih straight :D

Q : setelah nnt si luhan tau kalo sehun itu petarung MMA bakal gmn reaksinya dia? Msh bakal ttp bengkok? Ato gmn?

A : Shock/? dan karna ini Hunhan ya pasti dia masih bengkok

Q : Gimana ya reaksi seohyun klo tau luhan suka sama sehun?

A : Shock maybe/? pengennya gimana ? haha

Q : Rencananya berapa chapter ?

A : Molla, belum ditentuin '-'a

Q : happy ending kan?

A : Mudah - mudahan/?

Q : Oppa umurnya berapa? Unyu apa gans? Kece apa ngegemesin? Hahahhahahahaha XD abaikan sesi pertanyaan terakhir XD

A : ^ O.O Umur 17 tapi ++/?, baby face tapi sangar/?, kece tapi ngegemesin. Uhuk! #abaikan

R : Seohyun ama laogao aja lah

RR : Laogao udah sama noonanya Jongin :/

R : seohyun mah sama yonghwa j ini seohyun snsd kan di wgm klo g slh sama yonghwa.

RR : Jinjja ? gw kaga nton wgm jg kaga ngarti. oke deh. Sama Yonghwa aj. Thanks (y)

R : Keliatannya lulu masih suka sama seo deh/?

RR : anieyo

R : Next Hunhan'y diperbanyak ya dan disosweetin dah thor biar manes | hunhan mommentnya banyakin thorrrrrr | Harus.a oppa banyakin noh moment.a HunHan. Itu kyak kode"an.a HunHan diweibo kan seru ;;)

RR : Nanti deh, Sehunnya masih flat dulu biar greget/?. Pengen'y sih gtu tapi susah

R : jangan sampe ada hunker hunboa atau semacamnnyaaaaa sehun hanya untuk luhan seoorang | YA! Oppa jangan coba" bkin moment HunBoa ato HunKerr

RR : Pasti ada nyahnya #ketawaevil

R : Gimana kalo jimin AOA ( Ace Of Angels) #luhanpersiyeoja jadi org ketiga nya

A : Akan dipikirkan :D

R : author kalo bisa, luhannya jangan kesiksa banget, bikin sehun cemburu dong, tapya terserah author sih, gue mah nunggu update aja :D | Yah adaain dong yg sehunnya cemburu biar greget gitu kan cemburu tanda cinta jdi sehun ada tandanya cinta luhan

RR : Hmm, ara, smpe skrg sih belum ada pemikiran kesana tapi dicoba

R : btw luhan.a kurang agresif tuh

RR : O.O Jinjja ? Nti dipikirkan yg lbh agresif haha

R : Adaain thor ncnya tpi jgn yg vulgar

RR : Mian, untuk ff ini ga da NCnya, di ff lain aj ya :D

R : Hunhannya dikasih adegan kissing yang wow ne, oppa?

RR : Kissing pasti hohoho tp gtw wow apa engga

R : Oya oppa bikin HunHan ketemu secara gk sengaja dong, dimana kek/? Toko baju misal.a, Luhan lagi milih" jaket terus pilihan.a sama kek Sehun *sinetron banget* hahaha :D Ato gk mereka secara gk sengaja ketemu dicafe terus dicafe itu tempat.a udh full tinggal 1 meja yg kosong jadi mereka makan semeja euhm dinner ato lunch yg gk sengaja kyak kencan gitu hahaha

RR : Hmm, ara, dipikirkan dulu ya :D Thanks idenya (y)

R : kakak aku mau nanyak kakak post ffnya kapan biar ga ketinggalan baca ffnya nanti jadi postnya hr apa atau seminggu sekali

RR : Ga tentu saeng, sesempetnya/? #ditimpuk

R : lanjut nya cepat thor cepatt yah | sminggu skali np thor..jgn lama2 | thoorrr lanjutnya harus ceeeeepeeeeeeeeeeetttttttttt| Semakin seruuu cepet dilanjut a.k.a SMOKY UPDATE THORR | Oppa...chapter depan updatenya jgn lama2 ne? | jangan lama banget dong updatenya | next chapter...next chapter...next chapter...update kilaattttttttttt... | fast update dong | Oppa ,, cepet update nya dong! | lanjut oppa, jan lama" lanjut.a | kak jangan lama2 ffnya updatenya ya | Oppa! Cepetan ya update nya | Update cepet oppa! | Next secepatnya yaa

RR : The page cannot be found #if_u_know_what_i_mean

Done ! :D Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y :D Ane suka baca review kalian dah kecuali kalau udah pada nagih fast update, waks. As always Feel free to comment n asking :D Bebas asal sopan guys ! :D -deep bow-

.

.

.

Akhir kata

.

.

.

So, Mind To Review ?