Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
Jongin terkekeh, ia mengambil amplop itu dan memperhatikan beberapa lembar foto yang memperlihatkan seorang anak kecil yang sama, foto Kyungsoo waktu ia masih kecil, kalau saja di depannya itu Sehun, Jongin sudah berceloteh heboh tentang betapa menggemaskannya sunbae yang ia kagumi itu.
"Sudah kan ?" Ujar Luhan kesal. Jongin tersenyum puas.
"Kerjamu bagus sunbae...Seperti yang kujanjikan. Aku akan menceritakan masa lalu Sehun" Ujar Jongin. Luhan yang tadinya duduk dengan ogah – ogahan langsung duduk dengan tegak, ia memasang telinga baik – baik dan menatap Jongin serius.
"Jadi...-"
-POCKY BOY 9-
"Begitulah" Jongin menyudahi ceritanya. Ia menatap Luhan yang sedang mengelap air matanya, mungkin efek masa lalu Sehun yang miris.
"Kau menangis ?" Tanya Jongin.
"Anieyo, aku hanya kelilipan" Luhan mengelak, padahal kenyataannya ia memang baru saja menangis.
Sebenarnya Luhan malu dengan dirinya sendiri, dibanding Sehun, ia punya segalanya. Orangtua yang baik serta kaya yang selalu memanjanya, apapun yang ia minta pasti dituruti oleh mereka. Satu – satunya alasan ia menjadi berandalan seperti ini adalah karna ia ingin menunjukkan sisi manlynya saja. Bodoh memang, tapi ia kan hanya ingin dianggap manly bukan cantik.
"Jadi, kau masih ingin membuat Sehun jadi ukemu ?" Tanya Jongin lagi.
"Tentu saja !" Luhan menjawab mantap. Jongin mendengus.
"Aku bertaruh 100% kau tak akan pernah mendapatkannya menjadi ukemu" Ujar Jongin mengejek. Luhan menampakan wajah tidak terimanya tapi tidak berkomentar.
"Hanya saja, aku berharap kau tidak mempermainkannya, dia punya masa lalu yang suram, setidaknya ia harus punya masa depan yang cerah" Ujar Jongin. Luhan mengangguk pasti.
"Aku mengerti, kau tidak perlu khawatir"
...
Setelah pertukaran mereka yang pertama, Jongin dan Luhan semakin dekat. Bukan dekat dalam hal romantis tentunya, mereka dekat dalam hal bisnis –anggap saja begitu-. Beberapa hari belakangan Jongin dan Luhan akan bertemu untuk bertukar informasi. Awalnya, Sehun merasa aneh karena Luhan mulai jarang berulah lagi di depannya dan sering memanggil Jongin alih – alih dirinya namun ia memilih untuk tak ikut campur masalah orang aneh seperti mereka.
Pernah sekali Sehun bertanya pada sahabatnya itu apa yang ia lakukan dengan Luhan belakangan, namun Jongin hanya berkata 'Sesuatu yang menyangkut masa depannya', mulai dari situ Sehun pikir mungkin Jongin dan Luhan menjalin hubungan diam – diam atau sesuatu seperti itu.
Apa Sehun peduli ?
.
.
Absolutly,...
.
.
NO
Anyways, back to bisnis Luhan dan Jongin, keduanya sudah bertukar banyak informasi.
Minggu lalu, mereka bertukar informasi tentang hobi -calon- kekasih masing – masing. Do dengan hobi memasaknya dan Sehun dengan hobi mendengarkan musiknya.
Jongin merespon dengan "O yeah dia memang pedamping hidup idaman ! Haaa Kyungieee~" dan Luhan hanya memutar bola matanya malas dan berkata "Kau berlebihan sekali" pada Jongin.
Lalu, Kyungsoo yang ikut kursus memasak dengan Sehun yang ikut MMA.
Luhan merespon dengan "HUH ?!...KAU SERIUS ?! WHAT THE HELL ! WHAT...THE...HELL !" dan kali ini Jongin yang memutar bola matanya malas dan mengatakan kalau Luhan terlalu berlebihan.
Lalu, 12 January dengan 12 April.
"Benarkah ? Hanya beda 2 hari denganku. Mungkinkah ini petanda kita jodoh ?! Oh my..." -Jongin
"Hey, ulang tahunku juga bulan April, apa mungkin aku dan Sehun-"
"Kurasa hanya kebetulan, wanita idamannya yang ia kagumi sejak JHS juga lahir bulan April, jadi jangan banyak berharap sunbae" Jongin menyela seenaknya. Dan Luhan bad mood sepanjang hari karna komentar Jongin.
Lalu, Angka 1 dengan angka 3 dan 5.
"Wow, ini tidak mungkin, angka favoritku juga angka 1 ! Hell yeah, sepertinya aku dan Kyungsoo sunbae memang ditakdirkan berSATU !" Ujar Jongin semangat sedangkan Luhan hanya bisa mempoutkan bibirnya karna angka favoritnya adalah angka '7'
Lalu, warna hitam dengan warna putih.
"Sunbae, sepertinya Kyungsoo dan aku benar – benar jodoh ! Aku juga sangat suka warna hitam, lihat saja kulitku sebagai buktinya. Itu artinya Kyungsoo akan menyukaiku kan ? Maksudku aku hitam dan dia suka warna hitam, iya kan ?" Jongin berkata absurb namun begitu bahagia. Itu pertama kalinya ia sangat mensyukuri kalau dirinya punya kulit gelap yang eksotis. Luhan hanya bisa diam dan merana dalam hati karna warna kesukaannya adalah biru, hitam dan merah bukan putih. Heungggg~
Lalu, spagheti dengan sushi dan daging.
Dua – duanya merengut kali ini, Jongin sendiri adalah maniak ayam goreng sedangkan Luhan lebih suka manisan china dan kentang goreng.
Lalu terakhir, 2 hari yang lalu mereka bertukar informasi tentang sapi dengan anjing.
Jongin berkata bahwa Sehun menyukai anjing karna ia pernah bertemu anjing - anjingnya. Sedangkan Luhan mengatakan bahwa Kyungsoo menyukai sapi karna suaranya mudah ditiru/?.
Selain bertukar informasi dengan Jongin, Luhan sendiri sudah melakukan banyak hal untuk membuat Sehun terpesona dengan dirinya. Misalnya, memasukkan banyak pocky kedalam loker Sehun disertai surat cinta. Pockynya memang berakhir di dalam perut Sehun tapi surat cinta Luhan berakhir di tong sampah. Heungggggg~
Ada juga hari dimana Luhan membawa gitar dan menyanyikan Sehun sebuah lagu cinta lewat speaker sekolah (dan bodohnya Luhan baru tau Sehun sedang tertidur di perpustakan sambil memasang headset setelah ia selesai menyanyikan lagu dan berteriak "Sehun-ah, love you")
Lalu Luhan juga pernah menelpon Sehun malam – malam untuk berkata "Saranghae Hun-ah" dan dibalas Sehun dengan "Michiseyo" dan detik selanjutnya ada bunyi 'tut' beberapa kali. Ketika Luhan mencoba menelpon Sehun lagi hanya suara wanita operator yang selalu menjawabnya.
Menyedihkan, adalah satu kata untuk menggambarkan keadaan Luhan sekarang. Luhan mengacak rambutnya kesal, Sehun sangat susah didekati apalagi didapatkan, ia tak pernah menggubris perasaan Luhan dan ini mulai menyakitkan.
Semua orang tentu merasa aneh dengan semua perubahan Luhan. Ia menjadi tidak pernah membully orang – orang sekitarnya lagi dan memfokuskan/? Diri pada Sehun, Jongin dan Kyungsoo (2 hal terakhir hanya untuk urusan bisnis). Hal baik memang, namun tetap saja aneh untuk murid – murid lain, member genk EXO yang lain serta...Seohyun.
Gadis yang pernah menarik perhatian Luhan itu tidak pernah menyangka bahwa Luhan menyukai Sehun yang dalam artian lain ia adalah Gay. Ia tak merasa jijik, ia hanya kaget dan shock, bagaimanapun juga Luhan pernah menyukainya dan pernah menyatakan cinta padanya, ia tidak mengharapkan Luhan kembali padanya, tidak, lagipula ia sudah memiliki kekasih bernama Jung Yonghwa, seniornya yang ternyata sudah lama menyimpan perasaan padanya. Seohyun hanya merasa kasihan karna Luhan sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik perhatian Sehun namun Sehun tidak juga membalasnya. Lagipula, ia tau rasanya menyakitkan ketika ditolak mentah – mentah jadi sekarang ia berempati pada keadaan Luhan.
Seohyun mendapati Luhan duduk di kursi panjang yang berada di bawah pohon besar di halaman belakang sekolah, kepalanya mendongak ke atas dan matanya terpejam. Ia mendekati Luhan dan duduk di sebelahnya.
"Hi oppa" Sapa Seohyun.
"Kau kelihatan sedih hari – hari ini" Sambung Seohyun.
"Eum hmm~" Jawab Luhan seadanya. Ia membuka matanya dan menghela napas dalam. "Sehun benar – benar sulit" Sambungnya.
"Ya, dia memang sulit, tapi kau pasti bisa mendapatkannya jika kau tak menyerah"
"Aku tau, hanya saja aku sedang kehabisan akal untuk mendekatinya"
"Oh"
"Bisa kau beri aku sebuah ide, apa saja. Yang gila pun aku terima"
"Eummm...Mencoba menginap di rumahnya mungkin ?" Ujar Seohyun tidak yakin dengan jawabannya sendiri. Luhan segera duduk dengan tegak dan menatap Seohyun dengan pandangan berbinar.
"Kau benar – benar cerdas ! Gomawo Seohyun-ah !" Ujar Luhan. Dan Seohyun hanya membalasnya dengan tersenyum tulus. "Sama – sama. Aku ingin kau bahagia"
...
Luhan sedang berdiri di depan pintu apartemen no. 520. Sesuai ide dari Seohyun, ia mengunjungi apartemen Sehun (FYI, ia tau apartemen Sehun dari Jongin) hari ini dengan tas punggung berisi keperluannya selama sehari dan 2 kotak berisi sushi dan bulgogi. Rencananya, setelah ia masuk, ia akan mengajak Sehun makan bersama sambil melakukan pdkt, siapa tahu Sehun jadi terbuka dengan dirinya lalu Sehun menerima untuk menjadi ukenya lalu mereka menjadi kekasih lalu Laogao akan mencapnya pria manly. Haa !
Ting tong !
Bel apartemen Sehun berbunyi. Tak lama Sehun membukakan pintu dan mengernyit heran saat mendapati Luhan sudah berdiri di depan pintu apartemennya dengan senyuman lebar tanpa dosanya. Luhan rasanya ingin langsung melesat masuk namun Sehun menutupi pintu masuk dengan tubuhnya.
"Mau apa kau kesini ?" Tanya Sehun dingin.
"Menginap !" Ujar Luhan dengan nada ceria.
Bruk !
Sehun langsung menutup pintu apartemennya tanpa basa basi lagi. Diluar sana Luhan sudah mendengus sebal.
Ting tong !
Luhan memencet bel lagi namun Sehun tak menggubrisnya.
Ting tong ! Ting tong !
Sehun memilih untuk duduk dan menyalakan tv, tak dipedulikannya Luhan yang sudah mencak – mencak di luar apartemennya.
Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong ! Ting tong !
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely Baby I'm so lonely lonely lonely lonely lonely
Bunyi bel dan bunyi ringtone handphonenya (telepon dari Luhan) bersahut – sahutan membuat Sehun pusing. Luhan sudah berubah brutal dan Sehun memilih menyerah. Ia menggeram marah dan membuka pintu apartemennya lagi.
"Apa lagi ?!" Ujar Sehun kesal. Luhan hanya tersenyum tanpa dosa lalu mendorong tubuh Sehun dengan seluruh kekuatannya agar ia minggir lalu cepat – cepat ia masuk dan mendudukan dirinya di sofa.
"Nah, karna aku sudah masuk kau tak bisa mengusirku" Ujar Luhan tenang, tak peduli bahwa Sehun mengalami stress ringan karenanya.
Ia pikir Luhan yang membully-nya adalah hal yang paling merepotkan dan menyebalkan namun ternyata ia salah, Luhan yang menyukai dirinya jauh lebih merepotkan dan menyebalkan. Tidak mau menambah stress dan menambah ribut karna beberapa tetangga apartemennya men-death-glare'nya karna sangat berisik tadi, Sehun memilih diam, menutup pintu dan memijat keningnya.
"Hey hun-ah, aku membawakanmu makanan. Ayo makan bersama !" Ajak Luhan sambil mengangkat tinggi – tingga plastik berisi kotak sushi dan bulgoginya ke hadapan Sehun. Sehun hanya menghela napas dan tidak memperdulikan Luhan. Ia memilih untuk berjalan ke kamarnya membuat Luhan merengut sebal. Luhan buru – buru menaruh kotaknya di meja dan mengikuti Sehun ke kamarnya.
"Wow" Luhan berdecak kagum ketika masuk ke kamar Sehun. Kamar Sehun sangat rapi, sebuah kasur berukuran king size terletak di tengah ruangan. Beberapa meter di samping kasur, ada meja belajar Sehun yang sama rapinya, buku tertata rapi termasuk beberapa pocky berbeda rasa yang terjejer di disana pula. Pocky – pocky lain tertata di nakas dekat kasurnya. Jelas sekali bahwa Sehun adalah maniak pocky.
Luhan mendudukan dirinya di kasur dan menatap meja belajar Sehun. Di atas meja belajar Sehun tertempel poster wanita yang tidak asing bagi Luhan. Ia merasa familiar dengan foto itu. Ia mengetuk dagunya dan Ah ! Benar juga, wanita di dalam poster ini adalah model pakaian dalam, Miranda Kerr itu. "Cih, ternyata Sehun suka yang sexy – sexy juga" Batin Luhan sambil menyeringai.
"Hey Sehun ah, aku tau kau pasti duduk di sini menatap poster itu sambil berornani kan ?" Tanya Luhan vulgar. Sehun memutar bola matanya jengah.
"Kau lebih gila dari yang kupikirkan sunbae. Lebih baik kau keluar sebelum kuusir" Ujar Sehun dingin. Ia menidurkan dirinya di kasur dan memejamkan matanya.
Luhan mendecih, ia mendekati poster itu dan menatapnya remeh. Apa bagusnya tante – tante itu ? Kalau ia terlahir sebagai wanita, ia yakin ia pasti terlihat lebih cantik dan montok. Sayangnya, ia ditakdirkan untuk menjadi lelaki manly yang lebih suka dibandingkan dengan atlet – atlet binaragawan atau setidaknya model atau artis pria, seperti Tom Cruise atau Ronaldo misalnya.
Saat Luhan mengalihkan pandangannya ke meja belajar Sehun, ia mendapati 3 bingkai foto. Di dalam bingkai foto yang pertama ada foto seorang wanita yang mungkin sedang mengandung –terlihat dari perutnya yang besar- dan seorang anak perempuan yang masih kecil yang sedang duduk dan tertawa bersama, di sudut kanan foto, ada tulisan dari spidol hitam 'Mom and noona'. Luhan menatap foto itu dengan sendu, ia jadi teringat dengan cerita Jongin.
Di bingkai foto yang kedua ada foto Sehun yang sedang memakai boxer merah dan rompi serta sarung tangan dengan warna senada, di sebelahnya ada pria yang lebih tua dari Sehun merangkul pundaknya sedangkan di sebelah pria itu ada Jongin yang sedang mengacungkan jempolnya, background foto itu adalah sebuah ring heksagonal yang dikelilingi bangku penonton, sekali lagi di sudut yang sama ada tulisan dari spidol hitam bertuliskan 'First time winning MMA'. "Jadi ia benar- benar ikut MMA ?" Tanya Luhan pada dirinya sendiri.
Pada bingkai foto ketiga, ada Sehun tengah memakai pakaian yang terlihat seperti baju dancer. Terlihat juga di foto itu, Jongin dan rekan setim dancenya tengah berdiri berjejer dan menunjukan ekspresi bahagia mereka, sedangkan Sehun yang berdiri paling pojok kedapatan menatap satu - satunya wanita dalam foto itu sambil tersenyum. Wanita itu sendiri berdiri paling tengah, tersenyum lebar dan menunjukan sebuah trophy, kali ini spidol hitam itu membentuk kata 'Boa noona' disertai tanda hati. Melihat foto ketiga, Luhan merasa panas, yeah, ia jealous.
Ia menaruh bingkai itu kembali ke tempatnya sebelum kembali ke kasur Sehun. Ia tersenyum remeh saat melihat boneka pinku – pinku yang terletak di sebelah bantal milik Sehun. Luhan mengambil boneka itu dan melempar – lemparnya ke udara.
"Ternyata kau tak lebih manly dariku Oh Sehun" Ujar Luhan mengejek. Sehun membuka matanya dan menatap Luhan malas namun saat ia melihat boneka pinku – pinku miliknya berada di tangan Luhan, pandangannya berubah tajam.
"Ternyata kau juga mengoleksi yang begini ya ?" Tanya Luhan menyeringai. Sehun menatap Luhan geram.
"Letakan"
"Wae ? Kau malu ya ?"
"Kubilang...letakan...Lu Han" Nada Sehun semakin dingin. Luhan jadi bergidik ngeri.
"Fine ! Ara ! Kau sensitif sekali" Ujar Luhan kesal, menaruh boneka itu hati – hati di tempatnya semula karna Sehun masih menatapnya dengan mata elangnya.
"Pergi dari kamarku" Usir Sehun. Luhan mendengus namun ia menurut. Ia keluar dari kamar Sehun dan masuk ke kamar tamu yang terletak tak jauh dari kamar utama. Ia membaringkan tubuhnya di kasur dan memejamkan matanya, memilih untuk tidur saja.
Jam – jam berikutnya terasa membosankan bagi Luhan, rencananya untuk mengajak Sehun makan gagal total, apalagi pdkt dengan pria es itu. Sehun tidak mengajaknya bicara sepatah kata pun, saat ia menonton tv sambil memakan pocky, Luhan mencoba mengajaknya bicara namun Sehun tak menggubrisnya dan membesarkan volume tv, itu cara si brengsek Sehun untuk mengatakan 'diam'. Saat Sehun makan, Luhan ingin ikut makan namun baru juga Luhan duduk di sebelah Sehun, Sehun pindah ke tempat lain. Benar – benar membuat seorang Luhan frustasi.
Tak ada yang bisa ia perbuat, ia hanya berguling – guling di kamar tamu, mendengarkan musik lewat handphonenya atau keluar dari kamar untuk berkeliling lalu mengoprek barang – barang Sehun. Biar saja si Sehun itu marah, anggap saja ini pembalasan karna membuatnya terlihat menyedihkan belakangan ini.
Walaupun membosankan, jam berlalu dengan cepat. Hari sudah berganti malam, Luhan menidurkan dirinya di kasur dan menguap lebar. Ia memeluk bantalnya dan memejamkan matanya untuk masuk ke dalam dunia mimpi. Sedangkan si pemilik rumah tengah duduk di meja belajarnya dan mengerjakan tugas – tugas rumahnya, ditemani pocky – pocky kekasihnya.
Tik tik tik tik...
Sehun mengangkat kepalanya, ia menatap ke arah jendela dan melihat butiran – butiran air yang berjatuhan membasahi jendelanya. "Hujan" Ujar Sehun. Ia menatap fenomena alam itu sebentar sebelum kembali mengerjakan tugasnya
Sraasshhh...~
Tak butuh waktu lama sampai hujan itu mulai berubah deras dan langit mulai berkerlap – kerlip setiap beberapa menit.
JDARR ! #backsound gagal
Suara gemuruh mulai ikut menghiasi malam Oh Sehun. Sehun hanya menutup jendelanya sebelum kembali untuk mengerjakan tugasnya yang belum juga selesai.
Ckelk~
Sehun menolehkan kepalanya ke arah pintu. Disana sudah ada Luhan yang berdiri -sok- manly, satu tangannya dimasukan ke dalam celana, sedangkan tangan lainnya masih berada di knop pintu. Ia menatap Sehun yang sedang duduk di meja belajarnya.
Tanpa berkata apapun, Luhan masuk ke dalam kamar Sehun, menidurkan dirinya di kasur king size Sehun, menutupi tubuhnya dengan selimut dan memeluk guling Sehun erat lalu memejamkan matanya. Alis Sehun mengernyit namun ia akhirnya memilih tidak peduli dan kembali mengerjakan tugasnya.
20 menit kemudian Sehun selesai mengerjakan tugasnya, ia meregangkan tubuhnya dan menguap. Ketika ia membalikan tubuhnya, ia mendapati sepasang mata rusa tengah menatapnya intens. Ahh, ia lupa kalau Luhan sedang tidur di kasurnya. Sehun membuka lemarinya, mengambil selimut baru lalu mendekati kasurnya untuk mengambil bantal.
JDARR !
Grep !
Kilat menyambar diiringi suara guntur yang cukup keras. Reflek, Luhan langsung menggenggam pergelangan Sehun. Sehun terkejut, ia menatap Luhan yang juga tengah menatapnya. Kedua mata itu saling menatap untuk beberapa detik.
"Ja-jangan pergi" Ucap Luhan terbata. Seperti terhipnotis kedalam manik rusa Luhan, Sehun mengangguk. Ia naik ke ranjang dan menidurkan dirinya di samping Luhan.
JDARR !
Kilat menyambar diiringi gemuruh lagi. Luhan memejamkan matanya. Ia memegang lengan Sehun semakin erat. Sehun melihat wajah Luhan yang ketakutan lalu menatap pergelangan tangannya yang sedang dicengkram erat oleh Luhan. Ia cukup jenius untuk tahu bahwa sunbae –yang katanya- manly ini ternyata takut petir.
KLEP !
Lampu rumah Sehun tiba – tiba mati. Luhantersentak.
"SEHUN-AH !" Luhan memanggil Sehun panik. Sehun tersenyum walau Luhan tak dapat melihatnya. Ia mengelus tangan Luhan yang masih memegangi tangannya.
.
.
Dan ternyata sunbaenya ini juga takut gelap
.
.
"Aku disini" Ujar Sehun lembut. Luhan langsung memeluk Sehun erat, membenamkan kepalanya di dada Sehun lalu memejamkan matanya, kini gilian Sehun yang tersentak. Jantungnya berdetak dengan lebih cepat dan tanpa ia mau darahnya berdesir menyenangkan. Apa ini ? Batinnya.
Seakan ada yang menggerakannya, perlahan tangan Sehun terulur untuk melingkari pinggang mungil Luhan, ia menarik tubuh Luhan untuk semakin mendekat padanya. Walau Luhan dalam keadaan takut dengan keadaan gelap dan petir serta guntur yang masih menggelegar, ia masih sadar, ia membulatkan matanya dan blush, wajahnya memerah. Wajahnya yang berada di dada Sehun dapat mendengar jelas degupan jantung Sehun yang sama – sama menggila seperti jantungnya sendiri.
Keduanya tak saling berbicara, terlarut dalam pemikiran mereka masing – masing namun masih mempertahankan posisi mereka yang saling memeluk. Merasakan kehangatan Sehun, mata Luhan semakin memberat dan akhirnya terpejam, ia tertidur.
Sehun sendiri masih terbangun, sebenarnya ia tidak tau kenapa ia masih memeluk figur mungil Luhan. Sehun tidak pernah, lebih tepatnya tidak mau sedekat ini dengan orang asing, ia sendiri merasa aneh dengan dirinya. Sehun menghela nafas dan memilih untuk memejamkan matanya lalu menyusul Luhan untuk tidur.
...
Luhan terbangun, ia mengusap matanya dan terduduk. Ia sempat lupa dengan kejadian semalam. Ketika ia menatap Sehun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk –mungkin ia baru selesai mandi-, memory tentang semalam terputar dengan jelas di otaknya.
"Oh !" Luhan tersentak. "Ma-maaf untuk yang kemarin malam, aku-"
"Tidak apa" Sehun menyela. Ia berdiri di depan cermin dan membenarkan bajunya. "Mandilah, 30 menit lagi kita masuk sekolah, handuknya sudah kusiapkan di kamar mandi. Apa kau membawa baju ganti ?" Tanya Sehun. Luhan mengangguk kaku dan cepat – cepat masuk ke dalam kamar mandi.
Ketika ia keluar, Sehun sedang duduk di kasur, membaca sebuah komik sambil mengemut pocky. Merasakan kehadiran Luhan, Sehun mengangkat kepalanya dan menatap Luhan.
"Jika kau sudah selesai, ayo sarapan" Ajak Sehun. Ia keluar lebih dulu dari kamarnya menuju dapur. Ketika Luhan sudah selesai berbenah, ia menuju dapur dan mendapati Sehun tengah membuat nasi goreng omelet.
"Apa kau sering memasak ?" Tanya Luhan. Sehun mengangguk.
"Aku tinggal sendiri beberapa bulan ini, jadi aku tidak punya pilihan lain selain belajar memasak" Jawab Sehun. Luhan mengangguk mengerti.
"Apa kau bisa memasak ?" Giliran Sehun bertanya yang dibalas cepat dengan gelengan oleh Luhan. Ia memasukan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya lalu mengambil 2 piring dari lemarinya setelah dirasa nasi goreng omeletnya sudah terasa pas. Sehun membawa 2 piring itu ke meja makan dan menaruhnya lalu menyuruh Luhan duduk sebelum ia duduk berhadapan dengan Luhan.
"Jja makanlah" Ujar Sehun, Luhan mengangguk lagi lalu memakan nasi goreng omelet Sehun dengan lahap. Sehun mengikuti setelahnya. Tak lama, sarapan Sehun telah habis, ia mencuci piringnya lalu mencuci mulut dan tangannya sebelum kembali di hadapan Luhan yang masih makan.
Ting tong !
Sehun berdiri, ia mendekati pintu dan membuka pintu apartemennya. Disana sudah ada Jongin yang sudah siap berangkat sekolah.
"Kajja, kita berangkat" Ajak Jongin.
"Tunggu sebentar, si rusa itu belum selesai makan"
"Sia-ohhh" Ucapannya terpotong saat melihat figur Luhan di meja makan. "Kalian sudah berpacaran ?" Tanya Jongin to the point. Sehun menggeleng. "Lalu ?"
"Tidak tahu" Jawab Sehun acuh. Jongin mendengus.
"Lalu kenapa dia disini ?" Tanya Jongin lagi, Sehun hanya menggidikan bahu.
Jongin masuk ke apartemen Sehun, duduk di sebelah Luhan yang sedang memakan sarapannya.
"Hey" Sapa Jongin.
"Sedang apa kau disini ?" Tanya Luhan heran.
"Pertama, aku tinggal disini, maksudku di apartemen sebelah Sehun. Dua, ini apartemen sahabatku karna itu tidak heran jika aku mampir kesini. Ketiga, aku ingin mengajaknya ke sekolah bersama hari ini karna itu aku kesini" Jawab Jongin. Ia hendak mengambil telur Luhan yang tersisa namun si empunya menepis tangannya.
"Minggir kau, ini masakan pacarku" Ujar Luhan tajam. Jongin memutar matanya.
Sehun hanya menatap malas mereka dan memilih berlalu ke kamar untuk mengambil tasnya dan headsetnya. Mendapat kesempatan berdua dengan Jongin. Luhan tidak menyia – nyiakan kesempatannya.
"Psst hey..." Bisik Luhan. Jongin yang sedang memainkan ponselnya mendongak untuk menatap Luhan.
"Apa ?" Tanya Jongin.
"Kau tau Sehun punya boneka pinku – pinku kan ?" Jongin mengangguk.
"Sebenarnya ada apa dengan boneka pinku – pinku itu ? Kenapa seperti penting sekali ?"
"Nah, eomma Sehun memberikannya pada noona Sehun, lalu noonanya memberikannya pada Sehun, jadi itu kenangan yang ia punya dari eomma dan noonanya" Jelas Jongin.
"Ohhh, aku jadi merasa bersalah karna mengejeknya kemarin"
"Tak apa selama kau tak merusaknya sunbae"
"Kalau aku merusaknya ?" Tanya Luhan penasaran.
"Aku pastikan kau kena KO punch lagi darinya sunbae" Luhan bergidik ngeri.
...
Saat ini Laogao dan Luhan tengah duduk di tengah sebuah lapangan basket yang ada di sekitar perumahan Luhan. Mereka sehabis bermain basket hingga keduanya kini telah lelah dan memilih beristirahat sejenak. Luhan mengelap keringatnya dengan handuk bergambar rusa miliknya lalu meminum air dengan rakus.
"Hey Lu, apa kau yakin kau lebih manly daripada Sehun ? Kalau dari ceritamu tadi, dia ikut MMA sedangkan kau ? Kau bahkan pernah berkeinginan menjadi ballerino" Tanya Laogao bermaksud mengejek Luhan sebenarnya. Luhan langsung menatap tajam Laogao karena tidak terima.
"Ya ! Itu hanya berlaku saat aku masih kecil okey !" Luhan mendengus sebal. "Dan tentu saja aku lebih manly dari Sehun !" Sambungnya.
"Ara, kalau begitu buktikan" Tantang Laogao.
"Apa ?" Luhan terkejut.
"Buktikan Lu, kalau kau lebih manly daripada dia"
"Eummm...Ara ! Besok datang ke sekolahku sepulang sekolah"
"Memangnya kenapa ?"
"Aku akan menciumnya"
"Ne ?"
"Aku akan menciumnya ! Dan kau akan lihat sendiri Sehun adalah submisif dan aku adalah dominant !"
"Haha ! Kau aneh sekali, tapi aku tunggu Lu !" Laogao terlihat tertarik sedangkan Luhan mendengus sebal. Sebenarnya, Luhan sendiri tidak yakin dengan keputusannya namun semua sudah terlambat, lagipula ia tidak mau kalah di hadapan Lagoao.
...
Seperti perjanjiannya kemarin dengan Laogao, pulang sekolah Luhan menyuruh Jongin membawa sahabatnya itu ke halaman belakang sekolah. Ketika kedua sahabat beda warna itu sudah ada di halaman, Luhan segera mendekati Sehun yang tampak heran. Tanpa basa – basi Luhan menarik kerah Sehun dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Sehun, ada sensasi mengejutkan bagi keduanya. Si pelaku penciuman sendiri merasa gugup, bagaimana pun juga ini first kissnya. Dengan segala keberanian dan nekat, Luhan menggerakan bibirnya perlahan dan rasanya ribuan kupu - kupu terbang dalam perutnya, menyenangkan. Ciuman itu tak berlangsung lama, hanya beberapa detik sebelum Luhan melepaskan ciumannya dan menyentuh bibirnya sendiri.
Sehun sendiri masih terkejut sekaligus heran, alisnya mengernyit saat menatap Luhan yang masih bersemu namun ada yang aneh dengan sikap sunbaenya itu. Kepalanya tengah menghadap pintu gerbang dan mulutnya mengeluarkan caci – maki dengan pelan namun Sehun masih bisa mendengarnya. Ketika Sehun mengikuti arah pandang Luhan, ia menemukan seseorang yang sedang tertawa sambil memberi jempolnya pada Luhan.
.
.
Oh...
.
.
Sepertinya orang yang berdri di depan gerbang itu membuat 'sesuatu' dengan Luhan dan ia yang dipertaruhkan. Sehun tidak tau apa mereka membuat kesepakatan atau taruhan, yang dirinya tau, ia tidak suka dipermainkan.
"Mungkinkah mereka bertaruh tentang siapa yang lebih pintar dalam hal kissing ?" Batin Sehun dalam hati. Ah, Luhan harus diberi pelajaran, maka ia menarik kerah Luhan dan menempelkan bibirnya pada bibir Luhan dengan agak kasar, lalu sedikit memiringkan kepalanya untuk melumat habis bibir sunbaenya itu.
Ciuman Sehun tampak sangat brutal bahkan sampai tubuh Luhan melengkung ke belakang sehingga Luhan harus berpegangan pada bahu Sehun agar dirinya tidak jatuh. Luhan membulatkan matanya, darahnya kembali berdesir dan naik cepat memenuhi mukanya yang sudah semerah kepiting rebus dan ia pernah tak menyangka respon Sehun akan seperti ini.
Sampai akhirnya Luhan tampak sesak dan meremas baju Sehun barulah ciuman Sehun terlepas. Keduanya terengah dan mengelap bibir mereka masing – masing. Sehun menatap Luhan yang masih dalam keadaan shock dan tampak malu untuk menatapnya balik, sedangkan seseorang yang berdiri di depan gerbang tadi sudah menatap keduanya tak percaya namun kemudian tertawa puas, Sehun menyeringai, ia merangkul leher Luhan dengan satu tangannya dan mendekatkan bibirnya pada telinga Luhan.
"Jangan main – main denganku, sunbae" Ujarnya berbisik sebelum pergi dengan tenang. Jongin yang daritadi menganga dan tak bisa berkata - kata mengikuti sahabatnya setelahnya. Luhan terus memandang 2 sosok berbeda kulit yang semakin menjauh itu masih dalam keadaan shock sampai seseorang menepuk pundaknya sambir tertawa kecil. Sudah pasti itu Laogao.
"Wow ciuman yang panas sekali Mr. Dominant" Ujar Laogao, seringai menghiasi wajahnya. Luhan menggerutu kesal lalu menatap tajam Laogao.
"Sialan kau ! Ini semua karnamu !" Laogao tertawa.
"Hey, tapi kau beruntung mendapatkan ciuman hot dari Oh Sehun yang kau kagumi itu kan ?" Laogao menggerakkan alisnya naik turun. Luhan bersemu. Ia malu. Ia mendengus lalu berjalan cepat ke parkiran, mengabaikan tatapan tak percaya dari semua orang yang sempat melihat kejadian memalukan tadi.
...
Besok - besoknya semua berjalan seperti biasa...Untuk Sehun...tidak untuk Luhan yang masih tampak canggung untuk bertemu langsung dengan Sehun. Cita – citanya untuk menjadi seme seorang Sehun kian dijatuhkan, berkali – kali ia gagal menunjukkan bahwa ia adalah seorang seme, tampaknya Sehun memang seorang seme, tapi ia tidak mau menyerah semudah itu. Ia harus membuktikan pada Laogao bagaimanapun caranya. Namun semua berakhirnya sama, gagal, ditolak, diabaikan, selalu seperti itu, walaupun kian hari ia semakin mengenal sosok Oh Sehun (dari Jongin) namun nyatanya informasi itu tidak berguna.
Luhan membentur – benturkan kepalanya ke dinding pelan sebagai peluapan emosi setelah ia ditolak untuk ke 10 kalinya. Menyakitkan bukan ? Teman – temannya bahkan tampak prihatin dengan keadaan Luhan kecuali Kris. Lay mengusap bahu Luhan pelan untuk menenangkan sedangkan Kris tampak geram.
"Lupakan saja Sehun, Lu" Ujar Kris dingin. Luhan tak menjawab.
"Rasa sukamu padanya tidak sebanding dengan penolakan yang terus ia berikan, lupakan saja dia" Kris melanjutkan. Luhan menghela napas lelah, Lay menatap tajam Kris untuk menyuruhnya diam namun Kris menatapnya lebih tajam.
"Aku serius Lu, jika Sehun tidak juga memperlakukanmu dengan baik, kau sebaiknya menyerah saja, membuang – buang waktu" Kris berucap tajam setajam alisnya/?. Luhan mengacak rambutnya frustasi.
"Terima kasih, tapi ucapanmu tak membantu" Balas Luhan. Ia keluar dari base camp EXO dengan lesu. Mengambil motornya lalu pergi melaju ke apartemen Jongin. Mungkin Jongin bisa membantunya mendapatkan Sehun. Mungkin saja.
...
"Hey hitam bisa pinjamkan aku jaket kulitmu ?" Tanya Sehun setelah menerobos masuk apartemen Jongin serta kamar Jongin beberapa detik yang lalu. Sehun tau password apartemen Jongin begitu juga sebaliknya jadi wajar saja kalau mereka tiba – tiba masuk tanpa ijin. Kalau sedang khilaf/? baru mereka memencet bel.
"Untuk apa ?" Jongin balik bertanya namun ia membuka lemarinya dan mencari jaket kulit yang diminta Sehun.
"Melakukan sesuatu yang penting" Jongin mengernyit curiga. Ia menatap Sehun dari atas sampai bawah lalu berdecak setelah melihat penampilan Sehun yang lebih jantan/? dari biasanya.
"Kutebak, kau akan bertemu dengannya ?" Tanya Jongin.
"Hmm" Sehun menjawab dengan gumanan.
"Dasar pecinta noona" Cibir Jongin.
"Lihat siapa yang bicara padaku" Sehun membalas sakrastik.
"Siapa ?" Jongin membalas.
"Oh bukan siapa - siapa, kurasa hanya bayangan"
"YA !"
Ting tong !
Perdebatan keduanya terhenti karna ada seseorang yang memencet bel pintu apartemen Jongin. Sehun memilih membantu membukakan pintu sedangkan Jongin kembali melanjutkan mencari jaket kulitnya.
Sehun mengernyit heran mendapati Luhan berdiri di depan pintu dengan muka yang tampak terkejut ketika mendapati dirinya yang membukan pintu alih – alih Jongin. Sehun menggidikan bahu tak peduli.
"Jongin, pacarmu datang !" Sehun sedikit berteriak. Ia mempersilahkan Luhan masuk lalu mengambil kunci mobilnya yang ia letakan di meja depan.
"Pacar ? Sia-" Ucapan Jongin terpotong saat ia melihat Luhan berada di apartemennya (uh ia sempat mengira Kyungsoo yang tiba – tiba datang). "Ohh, hi hyung" Sapa Jongin, ia mempersilahkan Luhan duduk sebelum melemparkan jaket kulit miliknya ke arah Sehun yang langsung di tangkap pemuda itu. Ia lalu duduk di sebelah Luhan dan mengabaikan Sehun yang sedang mengaca di kaca depan.
"For your information albino, dia bukan pacarku" Ujar Jongin pada Sehun. Sehun menggidikan bahu acuh.
"Aku pergi" Ujarnya, melambaikan tangannya pada Jongin yang dibalas oleh si hitam.
"Yeah, wish you luck" Ujar Jongin terakhir kali sebelum pintu apartemennya tertutup.
"Mau kemana dia ?" Tanya Luhan penasaran.
"Ke suatu tempat" Ujar Jongin seadanya. Luhan mendengus sebal.
"Ah iya, tumben kau kesini hyung, ada apa ?" Tanyanya.
"Tidak apa, aku hanya bosan dirumah maupun di base camp dan memilih untuk mencari lebih banyak informasi tentang calon pacarku" Jongin hanya menjawab "Ohhh" lalu menyalakan tv, menonton apapun yang terpampang di layar persegi panjang itu.
"Aku jadi ingat Kyungsoo menyukai kartun pororo" Ujar Luhan random.
"Ne ?"
"Pororo. Pinguin"
"Oh jinjja ? Aku juga menyukai kartun itu, tapi aku menyukai crong. Hmm, kurasa ini pertanda aku dan Kyungsoo memang benar - benar jodoh" Ujar Jongin pede. Luhan hanya memutar bola matanya malas mendengar penuturan Jongin. Tapi, sebenarnya ia iri karna ia tak punya banyak kesamaan dengan Sehun selain bulan kelahiran mereka, tapi wanita yang dikagumi Sehun sejak JHS juga lahir di bulan April jadi ia tidak bisa berharap banyak.
"Terserah kau saja oke, cepat beritahu informasi tentang Sehun" Ujar Luhan ketus. Jongin langsung terdiam, ia terlihat menimbang – nimbang sesuatu.
"Maaf sunbae, tapi..." Jongin menarik nafas panjang, menggantung perkataannya membuat Luhan menatapnya penasaran. "Sepertinya hari ini Sehun akan menembak seseorang" Sambungnya.
"Oh begitu~" Luhan mengangguk – angguk paham.
1 detik
.
.
2 detik
.
.
3 detik
.
.
"MWORAGO ?!" Si rusa langsung tampak panik.
.
.
.
TBC
Author Note :
Lama ya ? ._. Mian sibuk (sibuk main game, sibuk guling – guling di kasur, sibuk baca ff di aff) alias, gw ini tipe yg ga bs update cepet karna fokus gw itu krg bgt, klo bk laptop yg ada malah maen, browsing, melamun (untung ga kesambet) smpe lupa waktu jd ya gtu, nulisnya cm tambahin titik, slese ._. #plak dan semacem gw lg kehabisan kata – kata/? (bukan ide karna ide gw banyak)
Pertama gw mo bilang, 2 CHAP KEMARIN ITU FLASHBACK, N YG END ITU FLASHBACK MASA LALUNYA SEHUN BUKAN KESELURUHAN CERITANYA, jadi tenang aja ini masih lanjut kok
Anyways, ada beberapa perubahan kaya Sehun juga suka nomer 7 (dari internet) tapi sengaja ga saya masukin untuk keperluan cerita. Dan yeah ! Chap depan, another girl appear ! :D I think you know who :p Trus udah gw bilang kan kalau Mikerr pasti muncul :p Hunhan moment udah nongol noh ya, udah ciuman juga, jadi jangan pada gundah gulana lagi #apaini/?
Untuk reader yang namanya 'Jihyun', saya ga bs menuhin req kamu karna Jongin itu ga punya adek, sory
Untuk reader yang namanya 'gue istri sehun' (saoloh namanya ._.), gw bukan bocah -.- sbenernya umur gw yg 17 tahun itu cuma mitos /?, yg pasti gw masih baby face, msh keliatan seumuran sm yg 17, sekian 8D p.s, gw suka noona tp kalo noonanya cantik sepantar boa xD
Trus, yg bingung manggil gw apa, panggil aj sesuka kalian dah, panggilan sayang pribadi/? jg diterima asal jgn yg aneh2 plis -.-"
Eh, apa cuma gua yang merasa chap ini bener – bener ngebosenin ? Entah kenapa saya ngerasa ini chap paling ngebosenin, bukan karna ada hunhan momentnya tapi karna penulisan gw yang rasanya berantakan dan alurnya yang ga jelas, gw tdnya brasa ga pede untk update chap ini sbenernya...heungg...~ Mudah – mudahan hanya perasaan gw
Dan rasa – rasanya gw pengen bikin ff baru -.- Tapi ff ini aja belum slese – slese, heungggg~
Anyways, beberapa ide kalian udah ada gambaran untuk masuk ke ff ini :D gomawo ne idenya -bow-
Trus, pengen'y gw komukasi sama kalian, tapi gw ini tipe manusia gua/? yg males untuk buat line, ig, bbm dll..makan'y gw ga punya yg bgituan, bahkan nomer gw malah di minta sahabat gw buat bkn id line dia karna satu hal dan lainnya/?
Trakhir, gw lagi kehilangan feel sama hunhan beberapa hari belakangan tapi udah agak sembuhan/? Sekarang. N waktu gw denger kalo penulis favorite gw lg fakum sama Hunhan, disitu saya merasa sedih. Saoloh, kenapa fakum disaat penulis yang lain juga lagi ngilang entah kemana Dx. Apa gw mesti ikutan ? -.,- #dibegal
Btw, siapa yg udh liat mv teaser Luhan - that good ? Seriously, Maaa kenapa Luhan cantik bgt Dx Udh gtu adegan/? hip thrust nganu bgt lagi udh gtu ada kata "i got that good good i got that got that good good ouhh" nya lagi kan jd nganu bgt -.-" pantes Sehun lg kesenengan, mungkin karna Luhan dance itu di kegiatan malem mreka #mulai_mabok #abaikan
Sekian~
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : Jadi kapan hunhan nya bisa bersatu? | ntar sehun kapan suka sama luhan?
A : 20 chap lagi/?
Q : kapan luhan nganggap sehun seme/?
A : 25 chap lagi/?
Q : Trus ntr si kai dikasih copel kaga ?
A : Di kasih kok, si kyungsoo
Q : kapan kai jadian sama do/?
A : 18 chap lagi/?
Q : Kira" smpe brpa chap ?
A : 150 /?
Q : nonna y sehun bakal hidup lagi,?
A : Ini cm bercanda ._.v
Q : sehun memang seram ya dulunya ?
A : Yo'a karna kerusakan mental jg sih dia gtu
Q : Dia masih trauma sampe sekarang gak yak? | Apa Sehun punya trauma tersendiri ttg org yg nanti akan deket sama dia/? Mksudku gini, Sehun akan udh kehilangan 3 org dimasa lalu.a nah apa itu akan trauma buat dia? Buat deket, sayang dan cinta sama seseorg? semacam lovephobia/
A : Kemungkinan masih trauma /?
Q : kapan Sehun tanding MMA lagi?
A : Dalam waktu dekat /?
Q : chap depan luhan udah muncul lg kan?
A : Pasti
Q : Masa lalu Luhan biasa2 aja ya?
A : Iya, masa lalu Luhan sm masa lalu Sehun itu beda 180 drajat
Q : Kira kira nanti sehun bisa gak yah jatuh cinta sama luhan?
A : Bs, kan ini hunhan :/
Q: Thor, pliss ch depan banyakin HunHan moment yaaa?
A : Mudah2an :D
Q : trus gmn cara biar sehun suka ama lulu?
A : Karna lulu ngasih orea pada si vampire yang menyeramkan #korban_iklan
Q : Bklan ada konflik yg srius ga thor?
A : Ga kayanya
Q : TAPI ADA NC KAN ADA YA KAN KAN KAN ?
A : NO NO NO NO NO :D
Q : apa bakal diceritain lagi gimana hub sehun sama appanya ?
A : Pasti
Q : Apa hubungan sehun dan ayahny bkalan baikan? Atau malah sebalikny, tetap buruk? | kira2 ntr sehu?n bkl baikan ma bokapny g y...?
A : Entahlah, msh dirahasiakan
Q : emang ibu dan ibu tiri sehun meninggal knapaa si? ko bisa"nya ayah sehun benci bgt sama dia
A : Ibunya mati karna ngelahirin sehun, entah kenapa bisa gtu/?. Ibu tirinya mati kecelakaan...Bisa lah, 2 wanita yg dia cintai mati karna Sehun (menurutnya). Coba baca ulang ttg masa lalu Sehun dengan teliti :)
Q : thorrrrrf kok cerita ketemuaya jongen ama sehun lebih so sweet ketimbang hunhan ketemuuuuuu?
A : Karna sahabat lebih berharga dari pacar #aseek/? #abaikan/?
Q : tp knp si BoA harus muncul? Nggangu aja. Oppa juga sih, knp jd fanboy-nya BoA sih? *plakk
A : Karna gw sk boa dan gw sk bgt pas Sehun sm boa nari only one xD
Q : Oppa! Yg katanya Luhan mengidap Astrofobia itu mana? Tuh kan bisa dijadiin HunHan moment! :3
A : Tuh diatas :D
Q : Oppa! Sehun mah kesiksa-nya karena keluarga. Jd itu genre-nya udah family. Iya nggak? -
A : Gw ga ngerti genre saeng, klo ngasih genre yg menurut gw keren aj #plak
Q : skrng gimana klo buat si tuan kwon mati aja thor?
A : ^ Jahat amat ntar si sehun kena kutukan gmana/? #abaikan
Q : kak, pas nulis ini, kakak ngebayangin su jeong itu siapa? Sujeong krystal atau sujeong-nya lovelyz?
A : Gw bayangin kwon sujeong ulzzang :/
Q : author dibayar kaga nih ..kan sama aja author promosiin pocky ?
A : Dibayar noh buat datengin Mikerr sama artis - artis lainnya/? #abaikan
Q : Thor... kenapa Kai itu hitam?
A : Permisi ini pertanyaan kenapa bisa nongol d kolom review -.-a Kai hitam karna mamanya kebanyakan berjemur waktu ngandung dia /? #abaikan
Q : Itu beneran umur lu 17 tahun?
A : Pengen'y begitu, tp gw kelahiran 95
Q : btw line brpa? wkk
A : 95 ane
Q : Ada ig gak tor ?
A : Nope
R : nanti chap selanjutnya, sehun side waktu di sma yhawaktu ketemu luhan, dll.
RR : Kayanya sehun side udh ga da lagi
R : ayoooo thor bikin hunhan moment yang lebih sweeeeet dari kaihun. dan adegan kissing hunhan nya dong biar swet
RR : Dicoba ntar
R : Klo bisa suatu saat nnt Sehun berhasil dgn Luhan di smpingnya, dia pnya prusahaan besar yg bahkan bisa mengalahkan prusahaan ayahnya. Ayahnya sadar dan minta maaf sma Sehun. Tp sehun ttp memaafkan ayahnya krn Sehun anak baik
RR : ^ idenya bagus juga, tapi yang pasti entar bukan gini xDv Hubungan ayahnya Sehun sama Sehun pasti akan muncul lagi, tapi mreka ngapain akan dirahasian...bunuh2an mungkin ato malah rebutan luhan/? ato malah berantem d mma, who knows ? xD
R : buat kris lope lope sama luhan yakk! Adakan krishan moment juga...biar sehun jeless
RR : Okeh
R : ntar si luhan pas ngejer si sehun jangan terlalu feminim oppa... Yang kaya psikopat gitu pas ngejer sehunnya
RR : ^ -.-" Dicoba
R : next chappie must asap | next thor fastup ya.. | FAST UP ! | FAST UPDATE! | fast update thorr | Oppaaaa fast update ne kalo ga qu santet looh/senyum manis | update kilat please~please~ usahain ya thor... | next secepetnya ya thor | UPDATE FAST!*ini maksa 0.o | fast update ya
RR : ERR_CONNECTION_TIMED_OUT #if_u_know_what_i_mean...btw, kenapa ada aj psycho/? yg pengen bunuh gw D'X
Done ! :D Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y :D Kalian bkin gw semangat lg buat nerusin ff ini kalo bkn karna kalian mgkn gw udh brenti jd author -sobs- #plak. As always Feel free to comment n asking :D Bebas asal sopan guys ! :D -deep bow-
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
