Tittle : Pocky Boy

Cast : HunHan and other

Author : Xandeer

Rate : T

Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?

.

.

.

.

.

.

.

If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebelumnya...

"Terserah kau saja" Jawab Sehun. Luhan tersenyum. Kyungsoo mendesah dan menggerutu kecil. Jongin tersenyum kecil melihat reaksi Kyungsoo.

"Hey, aku lupa. Aku juga membawa bekal untukmu Jongin, tapi yang ini Kyungsoo yang memasaknya" Ujar Luhan, memberikan kotak bekal yang lain pada Jongin dengan sebuah wink. Jongin tercengang namun kemudian ia tersenyum bahagia.

"Terima kasih sunbae !" Ujarnya lalu memberikan wink pada Luhan. Sehun dan Kyungsoo melirik Jongin dan Luhan heran.

"Apa mereka berdua salah makan ?" –Kyungsoo

"Apa mereka terkena semacam radiasi sehingga tampak aneh hari ini ?" –Sehun

-POCKY BOY 11-

"Apa kalian berdua terlibat sesuatu ?" Tanya Kyungsoo curiga.

"Anieyo" Luhan dan Jongin menjawab serempak. Kyungsoo mengernyit, ia merasa ada yang janggal dengan 2 orang ini. Mungkinkah ini hanya perasaannya saja atau memang ada sesuatu diantara mereka berdua.

"Aku yakin ada yang aneh dengan kalian berdua" Ujar Kyungsoo, masih dengan tingkat kecurigaan yang tinggi.

"Anieyo, mungkin hanya perasaanmu saja sunbae hehe" Jongin menjawab gugup. Jangan sampai sunbaenya itu tahu ia dan Luhan terlibat dalam bisnis gelap/?.

"Benar, mana mungkin kan aku dan makhluk hitam ini ada sesuatu, kau tau aku lebih suka yang putih haha" Luhan menepuk bahu Jongin cukup keras membuat yang ditepuk mendengus kesal.

"Hmm, jinjja ?" Kyungsoo menatap Jongin dan Luhan bergantian dengan mata memincing. Merasa terancam, si rusa/? dan si gagak/? Saling menatap kemudian mengangguk bersamaan dan tentu saja itu tak lepas dari pengamatan si pinguin/? Sedangkan si serigala kutub/? malah sibuk bercumbu dengan kekasihnya (read : pocky).

"Wah Sehun, bekalmu terlihat enak, ayo kita makan bersama !" Jongin lebih dulu mengambil langkah.

"Huh ? Bekalku sudah habis daritadi" Sehun menjawab bingung.

SHIT ! Demi boxer Sehun yang bergambar pinku - pinku, Jongin lupa kalau bekal Sehun hanya roti dan telur dan bodohnya lagi Jongin tidak melihat bahwa kotak bekal berbentuk kepala rusa itu sudah bersih.

"Uh uh, maksudku kita...Kita makan bekal ini bersama – sama ahaha" Jongin cepat – cepat ngeles/?.

"Tumben sekali manusia sepertimu berkata tentang berbagi, apalagi itu bekal dari sunbae tercin- mppphhhhttt !" Jongin dengan cepat menutup mulut Sehun dengan tangannya. Jangan sampai rahasianya terbongkar, ia belum siap !

"Uh Luhan sunbae sepertinya sebentar lagi masuk, apa kalian tidak ingin kembali ke kelas ?" Ujar Jongin memberi sinyal pada Luhan.

"Ah oh iya aku lupa, ayo kembali ke kelas Kyungsoo !" Luhan segera menarik tangan Kyungsoo dan keluar dari kelas Sehun. Tak lupa ia memberi Sehun satu kedipan mata sebelum pergi.

...

Sekolah telah usai dari beberapa menit lalu, setelah sedikit berbincang dengan ganknya, Luhan memutuskan untuk pulang karena mengantuk, namun saat melihat seorang murid yang masih di sekolah meminum botol berisi teh dingin, seketika ia merasa haus. Mungkin satu cup bubble tea akan membuat rasa dahaganya hilang, maka ia mengganti rute pulang dengan rute ke arah café bubble tea langganannya.

Bunyi lonceng tanda seseorang masuk terdengar begitu Luhan membuka pintu, sang pelayan tersenyum dan menyapanya sebagai formalitas. Luhan berdiri di konter dan melihat – lihat menunya sebentar sebelum memutuskan memilih minuman favoritnya.

"Aku pesan satu taro milk tea ukuran besar" Ujar Luhan lalu membayar pesanannya. Ia menopang tubuhnya dengan siku di konter, menunggu pesanan sambil melihat sekekeling. Alisnya mengernyit ketika melihat seorang familiar tengah duduk sendirian di pojok dekat jendela. Seorang lelaki dengan wajah tertunduk karna sedang fokus pada benda persegi di tangannya sedangkan mulutnya sedang menyeruput bubble tea rasa coklat, rambutnya yang hitam sedikit menutupi mukanya yang tertunduk namun Luhan dapat mengenali pemuda itu tanpa susah payah. Sama seperti Luhan, pemuda itu masih memakai seragam sekolahnya.

"Hmmm, benar – benar kebetulan yang luar biasa" Monolog Luhan. Setelah pesanannya jadi, ia berjalan ke arah meja si pemuda yang masih setia menatap handphonenya itu. Tanpa persetujuan, ia menarik kursi di depan si lelaki dan duduk disitu.

.

.

.

Sehun –pemuda itu- sedang browsing tentang Miranda Kerr ketika bangku di depannya ditarik dan seseorang duduk di depannya. Reflek Sehun mengangkat wajahnya dan menemukan wajah yang tidak asing. Sehun mengernyit namun kemudian ia memilih acuh dan kembali browsing. Mereka terdiam cukup lama sebelum Luhan bosan lalu membuka mulutnya, mencoba memulai pembicaraan.

"Bukankah ini pertanda kita jodoh ?" Sehun melirik Luhan sekilas lalu kembali ke kegiatannya. Luhan mendengus karna diacuhkan. Sejak Luhan datang -atau mungkin sebelum Luhan datang-, Sehun terus saja sibuk dengan handphonenya itu.

"Apa yang sedang kau lakukan ?" Tanyanya ingin tahu. Ia menaikan sedikit badannya untuk melihat layar Sehun, namun ia menyesal ketika matanya melihat wanita hanya dengan pakaian dalam yang sexy di layar handphone Sehun.

"Seriously Sehun ? Harus ya melihat yang 'begitu' di sini, kau merusak citra bubble tea saja" Luhan menyindir, ia kesal dan cemburu. Ia tak habis pikir kenapa setelah semua yang ia lakukan Sehun masih saja straight.

"Hey, aku tak melihat yang aneh – aneh" Sehun membela diri.

"Melihat foto wanita berpakaian dalam itu tidak aneh ?" Sehun menggeleng, Luhan mencibir.

"Ini hanya foto – foto peragaan busana viktoria's Secret, apa yang aneh dari itu ?"

"Cih, terserahmu saja !" Luhan melipat tangannya di depan dada dan merajuk. Sehun bingung sendiri, memangnya apa salahnya ? –pikirnya.

Kemudian hening...

5...10...15 menit sudah mereka saling mengacuhkan, namun Luhan lagi – lagi kesal karna bosan. Ia mengetuk – ngetuk jarinya di meja pelan sambil berpikir keras. Apa yang kira – kira bisa ia bahas dengan Sehun. Ketika melihat handphone si 'tembok' lagi, seketika ia mendapat ide cemerlang.

Luhan menyandarkan tubuhnya, melipat tangannya seperti bos dan berdeham untuk menarik perhatian Sehun dan memulai pembicaraan.

"Ah iya Sehun, aku tiba – tiba teringat kalau kau masih berhutang gantungan kunci rusa yang kau hancurkan kemarin - kemarin" Ujar Luhan.

"Maaf, tapi aku masih mencari gantinya sunbae" Sehun menyeruput bubble tea coklatnya lalu menatap keluar jendela.

"Sayang sekali, gantunganku itu limited edition. Mungkin di dunia ini hanya 50 orang yang mempunyai gantungan versi asli seperti yang kupunya" Luhan berkata sombong sekaligus menyudutkan Sehun.

Sehun menghela nafas lalu menatap Luhan. "Aku benar – benar minta maaf, apa ada yang bisa kulakukan untuk menggantikan gantungan kunci milikmu sunbae ?" Ucapnya kemudian.

"Ada !" Luhan berucap cepat sambil tersenyum ceria.

"Kalau menjadi kekasihmu adalah syaratnya, aku menolak" Ujar Sehun, Luhan langsung mempoutkan bibirnya imut. Sehun tersenyum samar melihatnya.

"Tapi kalau hanya berkencan semalaman, mungkin masih bisa aku terima" Sambung Sehun, sekejap wajah Luhan kembali berubah ceria.

"Berkencan ?" Luhan mengulang ucapan Sehun.

"Hmm"

"Berdua semalaman ?"

"Hmm"

"Tak ada yang mengganggu ?"

"Hmm"

"Kau berjanji ?"

"Hmm"

"DEAL !" Luhan berujar semangat, mengambil tangan Sehun dan menautkan jari kelingking mereka.

"Pinky promise ?" Tanya Luhan. Sehun tersenyum melihat tingkah Luhan. Ia mengeratkan kelingkingnya yang bertautan dengan kelingking mungil Luhan.

"Hmm, pinky promise" Ujarnya kemudian.

...

Seperti yang mereka berdua sepakati kemarin, mereka akan berkencan malam ini. Sehun bercermin sebentar, ia rapihkan rambutnya lalu mengambil jaketnya dan memakainya, ketika ia keluar dari kamar, ia tak terkejut melihat penampakan di depan televisi miliknya.

"Eh ? Kau ingin kemana ?" Tanya Jongin –si penampakan-, ia duduk di sofa –milik Sehun- dengan piyama hijau crongnya, tangan kanannya memegang satu cup ramen –dari persediaan Sehun- yang masih mengepulkan asap. Tak aneh bagi Sehun melihat Jongin tiba – tiba datang (dan tiba – tiba pulang) lalu mengambil persediaan makanannya tanpa ijin. Terkadang ia bahkan menumpang mandi di kamar mandinya hanya karna ingin mencari suasana baru. Ingat kan kalau Jongin itu spesies aneh yang langka ? Untung saja Sehun itu tipe yang tidak ambil pusing perihal Jongin.

"Bertemu Luhan" Jawab Sehun singkat.

"Hah ? Apa kau tadi bilang akan bertemu Luhan atau pendengaranku yang error ?" Sehun berdecak.

"Pendengaranmu tidak error, setidaknya belum" Tak menghiraukan ejekan Sehun, Jongin menaruh ramennya di meja, berdiri dari sofa, mendekati sahabatnya lalu memegang kedua bahunya, wajahnya tampak khawatir.

"Kau benar akan bertemu Luhan ?" Sehun mengangguk. "Ada apa ? Ia membully-mu lagi ?" Tanyanya. Kali ini Sehun menggeleng.

"Anieyo, sebenarnya kami akan...errr...berkencan malam ini, jika itu bisa disebut berkencan" Jawab Sehun. Jongin nampak kaget, kemudian ia mengernyit.

"Sehun 1 + 1 brapa ?" Jongin tiba – tiba bertanya yang melenceng dari pembicaraan mereka sebelumnya.

"Huh ? Dua ?" Sehun menjawab tidak yakin karena ia dalam fase linglung.

"15 – 7 ?"

"8"

"3 x 6 ?"

"18"

"100 : 20 ?"

"5"

"19 + 6 √2 x 3/5 - 28 : 250 ?" Seketika wajah Sehun yang tadi dalam fase linglung berubah menjadi fase tembok mode:On.

"Seriously Jongin ?" Sehun bertanya dengan wajah flat andalannya.

"Hanya mengecek apakah otakmu masih benar atau sudah rusak" Ujar Jongin enteng. Sehun memutar bola matanya kesal.

"Jadi yang tadi itu serius ? Kau akan berkencan dengan Luhan ? Kalian sudah jadian ?" Jongin bertanya bertubi – tubi.

"Tidak juga, kami hanya membuat kesepakatan"

"Kesepakatan apa ?" Jongin menarik Sehun paksa untuk duduk di sofa, wajah ingin tahunya terpampang nyata/?.

"Nanti saja aku ceritakan, aku harus menemui Luhan sekarang" Ujar Sehun, menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul delapan malam.

"Haish...Ok bro, selamat berkencan kalau begitu" Jongin menepuk – nepuk kepala Sehun tak tahu diri sehingga Sehun menepis lengannya kasar.

"Jangan habiskan kulkasku" Sehun berdiri lalu membenarkan jaketnya.

"Ok boss" Jongin memberi tanda hormat pada Sehun dengan tangannya "Tapi tidak janji" Lanjutnya lalu nyengir kuda/?. Sehun melirik Jongin tajam namun Jongin masih dengan tampang tak berdosanya.

"Dan jangan lupa bawakan aku oleh – oleh !" Jongin sedikit berteriak yang pastinya tak digubris Sehun sedikit pun.

...

Sehun dan Luhan kini berada di sebuah taman publik dekat apartemen Sehun. Keduanya berjalan kaki kesana, motor Luhan terparkir di lahan parkir apartemen Sehun sedangkan Sehun sendiri tak membawa kendaraan. Entah apa yang merasuki Luhan hingga saat Sehun keluar dari gedung apartemennya, Luhan sudah menyambutnya dengan senyuman hangat, hingga Sehun harus mengurungkan niatnya untuk menjemput Luhan (yang ternyata bagus karna Sehun lupa kalau ia tak tahu alamat Luhan).

Keduanya tengah duduk berdua dibangku taman tanpa melakukan apapun, masih canggung dengan suasana kencan mereka yang bisa dibilang mendadak. Apalagi Sehun yang canggung setengah mati, seumur hidupnya Sehun belum pernah berkencan, jadi saat pemuda rusa itu bertanya "Kita akan kemana ?" Sehun hanya bisa diam seribu bahasa.

Luhan menepuk jidatnya, ia tak menyangka Sehun mengajaknya kencan tanpa perencanaan sama sekali. Luhan berdiri lalu menarik tangan Sehun, ia menuntun Sehun ke daerah dekat situ/? yang dipenuhi oleh orang – orang yang berjualan makanan. Beruntung apartemen Sehun adalah apartemen mewah yang terletak di daerah strategis, jadi kemana – kemana dekat.

Luhan membawa Sehun ke dekat tenda yang menjual Hweori gamja (Kentang tusuk yang berbentuk spriral panjang), ia mengambil 1 tusuk kentang dan memakannya.

"Pria ini yang membayar" Ucap Luhan enteng sambil menunjuk Sehun dengan dagunya. Merasa ditunjuk, Sehun mengeluarkan dompetnya dan membayar makanan Luhan. Belum juga Sehun mendapat kembaliannya, Luhan terlebih dahulu meninggalkannya dan membeli ddeobokki (kue beras) di tenda yang tak jauh dari situ.

"Sehun kemarilah ! Ppali !" Luhan berucap agak keras sambil memanggil Sehun dengan tangannya, tangan satunya sudah terdapat gelas kertas berisi ddeobokki. Sehun mendekati Luhan, menatap pemuda rusa yang asyik mengunyah makanannya sambil melihat – lihat tenda – tenda yang lain sebelum si rusa itu terlihat teringat akan sesuatu.

"Ah paman, pria ini yang membayar" Ucap Luhan lagi.

Oh, jadi itu yang dia ingat.

Kembali, Sehun mengeluarkan dompetnya dan membayar jajanan Luhan. Setelah selesai membayar, Luhan segera menarik lengan jaket Sehun ke tenda yang berikutnya, kali ini ia ke tenda twigim (semacem tempura/?) lalu menunjuk apapun yang ia suka. Mulutnya yang penuh tampak lucu di mata Sehun.

"Makan pelan – pelan hyung" Ujar Sehun memperingatkan. Luhan mengangguk lucu dan terus memakan makanannya, lupa sama sekali kalau hanya ia yang sedari tadi makan sedangkan Sehun yang bertugas membayar.

"Sehun ayo beli odeng !" Ujarnya semangat setelah makanan di mulutnya berhasil ia telan.

"Kau belum kenyang juga ?" Tanya Sehun heran. Luhan menggeleng. "Kajja" Ucap Luhan tak sabaran dan menarik lengan Sehun lagi.

Satu hal yang Sehun pelajari dari Luhan malam ini. Rusa itu suka sekali jajan.

Kini mereka ada di tenda odeng (kue ikan yang ditusuk – tusuk/?), Luhan mengambil beberapa tusuk dan memakannya lahap, sedangkan si 'kekasih' hanya menghitung jumlah tusukan yang Luhan habiskan lalu mengeluarkan beberapa lembar won untuk membayar jajanan milik Luhan.

"Eoh Sehun, kau tidak makan ?" Tanya Luhan.

Akhirnya ia ingat juga pada kekasih semalamnya.

"Aku akan makan ketika aku ingin nanti" Jawabnya.

"Anieyo, kau harus makan sekarang, lihat tubuhmu ! Kurus seperti tengkorak" Luhan mengejek. Ia memberikan 2 tusuk odengnya –karna yang tersisa tinggal 2- dengan berat hati pada Sehun. Ia mengambil odeng Luhan dan memakannya, tersenyum ketika melihat Luhan menatapnya dengan pandangan 'ingin'.

"Kalau kau ingin menambah, ambil saja lagi hyung" Ujarnya. Luhan berbinar dan tak segan – segan menambah. Ia mengambil beberapa tusuk lagi dan memakannya dengan wajah ceria. Sehun harus menahan tawanya melihat si rusa -sok- manly itu ternyata punya sisi childish yang...uhuk...imut.

...

Setelah lelah berjalan semalaman dan setelah Luhan puas jajan, keduanya kembali ke taman publik. Duduk berduaan di satu bangku panjang di taman. Luhan masih melahap sosis tusuk miliknya, sesekali ia menaruh sosisnya di depan bibir Sehun hingga pemuda itu bisa melahapnya. Setelah habis, Luhan mengelap bibirnya dengan sapu tangan Sehun –Sehun memberikannya dengan cuma - cuma-.

"Eum Hun-ah, bagaimana pendapatmu tentang HunHan ?" Tanya Luhan tiba – tiba. Sehun menoleh dan menaikan satu alisnya.

"HunHan ?" Luhan mengangguk.

"Apa itu nama biskuit ?" Tanya Sehun tidak mengerti. Luhan berdecak.

"Tsk...Hunhan itu nama gabungan kita. Couple name...Hunhan, Hun dan Han, bukankah itu terdengar pas dan manis ?" Tanya Luhan lagi setelah memberi sedikit penjelasan.

"Ohh..." Ada jeda panjang sebelum Sehun melanjutkan ucapannya dengan "Biasa saja".

Luhan memutar bola matanya kesal "Ckk, dasar tidak romantis !" Protesnya.

"Kau seperti wanita saja" Sehun mengejek. Luhan langsung memasang wajah tak terima.

"Kau mengejekku ? Aku MANLY ! M-A-N-L-Y ! MANLY !" Luhan berkata penuh penekanan. Sehun sendiri hanya diam saja, tak berniat merespon sedikit pun.

"Sehun katakan aku manly" Luhan berkata lagi, kini dengan nada sedikit merajuk.

"Tidak mau" Sehun menatap wajah Luhan lekat – lekat.

"Kau tidak manly Lu-" Luhan baru saja hendak membuka mulutnya untuk protes sebelum "-tapi kau manis" Kata nista itu keluar dari mulut Sehun kemudian.

"U-uhhh...Okey~" Luhan membalas kaku.

"Kau tidak marah kusebut manis ? Aku kira kau akan meninjuku lagi" Ujar Sehun heran. Luhan menggidikan bahu.

"Kau beruntung aku sedang tidak dalam mood meninju saat ini dan karna kau menjadi kekasih yang baik malam ini, aku memaafkanmu, tapi lain kali tidak ada maaf bagimu" Luhan berucap sambil menunjukkan tinjunya di depan wajah Sehun dengan muka garang yang dibuat – buat (yang sebenarnya tidak terlihat garang sama sekali, bahkan malah terlihat lucu). Di luar Luhan boleh menunjukan rasa tidak terima, tapi padahal dalam hatinya ia...ehem...sebenarnya cukup senang Sehun memujinya. Kapan lagi si muka datar calon kekasihnya itu memujinya begitu.

"Kau tau, ketika aku melihatmu kau mengingatkanku pada bambi" Ujar Sehun.

"Apa ?" Luhan bertanya bingung.

"Bambi...rusa" Ujar Sehun lagi.

"Aku tau, tapi kenapa bambi. Itu kan tidak manly" Oh, Luhan hendak protes rupanya.

"Kenapa ? Kau tak suka bambi ? Aku suka"

"Eumm ? Kau suka bambi ?" Tanya Luhan. Sehun mengangguk. "Kalau begitu pengecualian bagimu, kau boleh menganggapku bambi" Ujar Luhan. Sehun tertawa kecil mendengarnya.

Mereka terdiam setelahnya, menikmati keheningan dan angin malam yang berhembus sesekali. Luhan memperhatikan sekitarnya, mata Luhan kemudian menangkap sepasang kekasih yang sedang berjalan berduaan sambil bergandengan tangan, jaket hitam tebal nampak tersampir di bahu sang gadis, jelas benar jaket itu milik sang pria terlihat dari ukurannya yang kebesaran. Ah, Luhan jadi dapat ide.

"Hey Sehun"

"Hmm ?"

"Ayo pulang" Ajak Luhan. Sehun hanya mengangguk patuh. Ia mengikuti Luhan yang telah berjalan duluan. Di tengah perjalanan, Luhan memberanikan diri menggenggam tangan Sehun, Sehun sendiri hanya sedikit terkejut namun tak ambil pusing.

"Kau pasti kedinginan" Ucap Luhan kemudian, memulai misinya.

"Sebenarnya ti-"

"Sudah kuduga kau kedinginan" Luhan memotong ucapan Sehun.

"Huh ?" Sehun tampak bingung. Ia menatap Luhan yang tiba – tiba membuka jaketnya dan menyampirkannya pada pundak Sehun.

"Pakai saja, tak perlu berterima kasih" Ujar Luhan. Sehun yang masih clueless hanya menggidikan bahu acuh dan mengikuti keinginan Luhan.

Melihat Sehun yang terbalut jaketnya –jaket Luhan-, Luhan tersenyum amat bangga namun senyumannya langsung luntur kala angin malam berhembus menyentuh kulitnya yang tak tertutup kaosnya.

"Shit ! Kenapa aku yang jadi kedinginan !" Luhan mengumpat dalam hati.

Luhan berusaha mati – matian untuk terlihat tetap gagah/? walaupun kenyataannya ia semakin kedinginan. Bahkan dengan reflek, ia menggertakan giginya dan mendesis sesekali lalu menggesekan tangannya pada tangan Sehun yang lebih hangat. Sehun dibuat tersenyum melihat tingkah Luhan yang sok iya/?.

"Kau tak perlu memaksakan diri hyung, aku tak kedinginan" Ujar Sehun. Kasihan juga menatap Luhan yang tersiksa begitu.

"Apa maksudmu ? Aku tak kedinginan" Tapi bukan Luhan namanya kalau ia tidak keras kepala. Sehun menghela nafas dan membiarkan Luhan dengan kepala batunya.

Jalan ke apartemen Sehun yang seharusnya hanya 15 menit terasa seperti selamanya bagi Luhan. Luhan benar – benar semakin menggigil, selama perjalanan ia semakin merapat pada Sehun, tangannya yang memegang tangan Sehun semakin ia genggam erat. Luhan sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bertahan, namun akhirnya tubuhnya tidak mampu bertahan lagi.

"HATCHU !" Luhan bersin dengan tidak elitnya di depan kamar apartemen Sehun. "Dasar hidung bodoh !" Ia mengumpat kesal setelahnya. Sehun terkekeh mendengarnya.

"Masih tidak mau bilang kalau kau kedinginan ?" Sehun bertanya memastikan.

"Aku tidak kedingi-HATCHU !" Luhan kembali bersin. Sehun tertawa kecil.

"Dasar rusa keras kepala" Cibir Sehun. Ia membuka jaketnya dan jaket milik Luhan lalu memakaikannya pada tubuh Luhan. Tak sampai disitu, ia menarik Luhan masuk ke dalam apartemennya dan memeluknya.

Luhan terkejut bukan main. Ia dapat merasakan mukanya memanas karena malu.

"Masih kedinginan ?" Tanya Sehun masih memeluk Luhan. Luhan menggenggam kaos Sehun dan menggeleng pelan, merapatkan tubuhnya pada Sehun dan mencari kehangatan pada pemuda itu.

Sehun tersenyum, ia membiarkan dirinya memeluk Luhan untuk beberapa saat sebelum melepaskannya dengan sedikit tidak rela. Ia tersenyum lagi kala melihat wajah Luhan yang masih kemerahan karna malu.

"Kau demam ? Pipimu merah sekali" Sehun sedikit menggoda Luhan. Luhan yang gelagapan langsung menyentuh pipinya yang merah seperti tomat sambil menunduk malu lalu mengumpat pelan. Sehun mengelus rambut Luhan dan tersenyum.

"Rambutnya benar – benar lembut" Batin Sehun. "Mau kubuatkan coklat panas ?" Tanya Sehun. Luhan mengangguk malu – malu. Sehun melangkahkan kakinya masuk ke dapur dan membuatkan susu coklat hangat untuk Luhan dan dirinya.

Tak lama, ia menaruh kedua cangkir itu di meja dan menatap Luhan yang masih mematung di dekat pintu masuk. "Kemarilah Lu" Ajak Sehun. Luhan mengangguk dan duduk di depan Sehun. Ia meneguk coklat panas itu pelan – pelan sambil mencuri pandang ke arah Sehun yang meminum coklatnya dengan elegan.

"Aku selesai" Ujar Luhan pelan setelah menaruh cangkir kosong itu ke meja.

"Kau akan langsung pulang hyung ?" Tanya Sehun, ia juga menaruh cangkirnya dan menatap Luhan yang langsung menunduk.

"I-iya" Jawabnya gugup.

"Hmm, ara" Ujar Sehun, ia berdiri diikuti Luhan. Sehun, sebagai tuan rumah yang baik mengantar Luhan sampai depan pintu dan membukakkan pintu apartemennya. Saat Luhan hendak membuka jaket Sehun yang masih terlampir di bahunya, Sehun terlebih dahulu menahan lengannya hingga Luhan menoleh ke arah Sehun dan keduanya bertatapan.

"Bawa saja dulu jaketku, udara di luar masih dingin. Kau bisa mengembalikannya besok dan-" Sehun menggantungkan kalimatnya dan mengelus pipi Luhan yang lembut seperti kulit bayi.

"-pakai saja, tak perlu berterima kasih" Sehun mengedipkan satu matanya. Jantung Luhan langsung berdetak tak karuan, mengikuti instingnya ia mengambil langkah seribu menjauh dari apartemen Sehun, sedangkan Sehun sendiri sedang tertawa karna melihat tingkah Luhan.

"Hey Sehun apa yang kau tertawakan ?" Tanya Jongin, menyembulkan kepalanya keluar dari pintu apartemennya untuk melihat sahabatnya.

"Nahhh, bukan urusanmu" Ujar Sehun dan Blam! Sehun langsung menutup pintu apartemennya.

...

Keesokan harinya, Sehun kembali dihampiri 2 sunbaenya, si rusa dan si pinguin. Bedanya, ini sudah jam masuk sekolah dan seorang guru sudah berdiri di depan kelas ketika 2 sunbae itu datang seenak jidak dan –setelah mengusir penghuni bangku- duduk di depan kursi yang Sehun dan Jongin duduki.

Keduanya tampak memegang kotak bekal mereka masing – masing.

"Saatnya sarapan Hun-ah. Hari ini, aku bawakan sandwich untukmu" Luhan tersenyum lebar dan menaruh bekalnya di depan Sehun.

"Eoh ?" Sehun menggaruk tengkuknya, melirik sebentar pada sang guru yang sedang menahan amarah. Tak mau menambah masalah, ia mengambil sandwich Luhan dan memakannya.

"Bagaimana ? Bagaimana ?" Luhan bertanya antusias.

"Eumm...bia-maksudku enak" Hampir saja Sehun keceplosan berkata 'biasa saja', ia tak ingin sunbae rusanya itu sakit hati.

"Tentu saja. Aku membuatnya dengan cinta !" Luhan berucap bangga.

"Uhuk !" Sehun tersedak. Ia menepuk dadanya dan cepat – cepat minum.

"Sehun aku tau bekalku lezat, jadi tak perlu terburu – buru araseo" Ia mengelus – elus rambut Sehun. Sehun memilih mengangguk patuh. Jongin dibuat heran dengan sikap Sehun yang pilih kasih/? itu. Jika saja ia yang mengelus rambut Sehun, pasti si cicak itu menepak tangannya kasar sebelum membantingnya.

Setelah lama – lama melihat Sehun yang canggung makan sambil ditatap seluruh kelas –yang menurut Luhan begitu menghibur-, Luhan kemudian menatap Kyungsoo, lalu menatap bekal yang masih ia pegang.

"Ya ! Kenapa bekalmu tak kau berikan Kyungsoo ?!" Tanya Luhan. Kyungsoo mengerjap dan kemudian teringat kenapa ia kesiangan hari ini. Ia menatap Jongin lalu memberikan kotak bekalnya pada si hitam. Jongin terkesiap dan menatap Kyungsoo dengan pandangan kagetnya.

"Seekor rusa memaksaku untuk memasak untukmu" Ujar Kyungsoo menyindir Luhan. Walaupun terpaksa pun, Jongin senang bukan main. Ia menatap Luhan –si otak dari semua ini- yang mengedipkan satu matanya pada Jongin.

"Terima kasih sunbae" Ujar Jongin lalu membuka kotak bekalnya yang berisi bulgogi yang tampak lezat. Perbedaan yang sangat jauh terlihat jelas dari bekal Sehun dan bekal Jongin.

"Ah, anyways, aku bawakan jaketmu yang kemarin aku pinjam" Ujar Luhan, kemudian menaruh jaket Sehun di mejanya.

"Terima kasih untuk semalam Hun-ah" Ujar Luhan ambigu, yang parahnya dapat didengar satu kelas. Satu kelas menatap Sehun kaget, Sehun sendiri melotot, lebih – lebih Jongin.

Tak peka dengan perubahan yang terjadi, Luhan mengambil kotak bekalnya yang sudah kosong lalu...

CUP...

Luhan mengecup pipi Sehun sekilas, tersenyum, mengedipkan mata pada Sehun lalu menarik tangan Kyungsoo keluar. Walaupun ekspresinya masih begitu – begitu saja, Sehun sedang kaget setengah mati dan terpaku di tempatnya.

"Oh my ! Yang tadi itu apa ?" Bisik Jongin lalu meninju lengan Sehun hingga pemuda putih itu kembali ke realita.

"A-aku tidak tahu" Bisik Sehun. "Anyways, hentikan pikiran mesummu Jongin, yang tadi itu tidak seperti yang kau pikirkan" Sambung Sehun.

"Nah, katakan itu pada Kim songsaenim" Ujar Jongin.

"Huh ?" Sehun menatap Jongin, yang ditatap malah menunjuk guru yang berdiri di depan dengan dagunya.

Sehun mengalihkan pandangannya pada sang guru, namun kemudian ia menyesal saat melihat muka gurunya yang sangat garang dan penuh dengan amarah.

"OH SEHUN ! TEMUI AKU DI RUANG BP SETELAH INI !"

.

.

Oh, SHIT !

.

.

Meanwhile, di tempat lain...

Setelah kunjungan ke kelas sang -calon- kekasih, Luhan kembali ke kelasnya. Ia duduk di bangkunya, tak menghiraukan guru sudah berdiri di depan kelas sedari tadi.

"Apa yang membuatmu telat kali ini Luhan-ssi, Kyungsoo-ssi ?" Tanya sang guru.

"Aku sibuk membuatkan bekal untuk calon kekasihku ssaem, namanya Sehun kalau kau ingin tahu" Ujar Luhan enteng.

"Dan aku sibuk membantu Luhan membersihkan kekacauan yang ia buat di dapurnya" Kyungsoo menambahkan.

Sang ssaem hanya bisa menghela nafas frustasi, sedangkan seseorang yang duduk di belakang Luhan mengepalkan tangannya erat karena cemburu.

...

"Hahhhhh~" Sehun menghela nafas lelah. Ia baru saja diceramahi oleh Kim songsaenim perihal pergaulan bebas karna ucapan ambigu Luhan, dan sialnya lagi, ketika ia ingin membela diri maka sang ssaem akan berkata "Kau sudah bisa membalas perkataan gurumu ? Dasar anak sekarang memang tidak sopan" dengan nada yang sinis, jadi yang Sehun lakukan sepanjang ceramah hanya menunduk dan mendengar apapun yang TAK INGIN ia dengar.

Sehun keluar dari ruang BP dengan wajah kusut. Ia memijit keningnya yang pusing lalu hendak kembali ke kelasnya sebelum ia bertemu Kyungsoo yang sedang kerepotan membawa banyak buku di tangannya. Sebagai hoobae yang baik, ia mendekati Kyungsoo dan menawarkan bantuan yang diterimanya dengan senang hati.

Keduanya berjalan berdampingan, sesekali mengobrol ringan. Sehun jadi tau bahwa dibalik sifat kejam anggota EXO gank, ternyata Kyungsoo memiliki sifat yang baik. Karna ia anak seorang kaya dan senang membaca buku, ia menyumbangkan buku – buku yang bagus untuk perpustakan sekolah dengan cuma – cuma dan buku – buku yang sedang mereka bawa inilah yang akan menjadi koleksi baru perpustakaan sekolah mereka.

Tanpa Kyungsoo dan Sehun sadari, sedari tadi 2 makhluk/? sedang membuntuti mereka penuh kehati - hatian.

"Apa yang sedang mereka bicarakan Jongin ?" Bisik Luhan yang sedang menyembulkan kepalanya dari balik tembok, disebelahnya ada Jongin yang sama – sama mengintip kegiatan calon kekasih masing – masing.

"Aku tidak tahu tapi mereka tampak begitu dekat" Jawab Jongin yang membuat Luhan mempoutkan bibirnya kesal.

"Tapi kan Sehun milikku" Ujarnya dengan nada merajuk.

"Aku tau, tenang saja sunbae, aku jamin Sehun akan tetap menjadi milikmu dan Do sunbae akan menjadi milikku" Ujar Jongin mantap dan terus mengikuti Sehun dan Kyungsoo yang masuk ke perpustakaan bersama.

.

.

.

Sehun meletakan buku – buku Kyungsoo di meja, kemudian ia membantu Kyungsoo menaruh buku – buku itu di tempat yang benar, setelah Kyungsoo berterima kasih padanya, ia pamit untuk kembali ke kelas karna bel masuk sudah berbunyi daritadi.

Baru saja ia keluar dari perpustakaan, tangannya ditarik oleh orang lain ke tempat yang lebih sepi.

"Ada apa sunbae ?" Tanya Sehun setelah mendapati pelaku penarikan/? dirinya adalah salah satu anggota dari EXO gank, Kris.

"Jauhi Luhan" Ujar Kris dingin.

"Ne ?"

"Jauhi Luhan, Sehun. Berhentilah mendekatinya" Ujar Kris masih dengan nada yang sama.

"Dia yang mendekatiku" Sehun membalas tak kalah dingin.

"Karna itu aku minta kau menjauhinya"

"Wae ? Kau menyukainya ?"

"Ani, aku mencintainya"

"Oh" Ada satu rasa tidak suka ketika ia mendengar Kris mengucapkan hal itu namun ia segera menepis perasaan itu.

"Kalau begitu berjuanglah" Sehun menepuk kedua bahu Kris dan segera pergi dari situ, tak ingin mencari masalah.

Ketika sampai di kelas, entah keberuntungan atau kesialan ketika menemukan kelasnya kosong karena sang guru sedang ada urusan hingga tak bisa mengajar, sehingga Sehun tak perlu susah – susah cari alasan karna keterlambatannya, tapi dibalik semua itu ada masalah lain, yaitu...

"YA ! OH SEHUN !"

"Astaga cobaan apa lagi ini ?" Sehun membatin. Ia menatap Jongin dengan muka tidak terhiburnya.

"Apa ?" Tanyanya malas. Ia bersandar pada kursinya dan melipat tangannya di depan dada.

"Aku tau kau tak sehina itu, jadi tolong lepaskan Kyungsoo sunbae" Ujarnya. Sehun mengernyit.

"Apa maksudmu ?" Tanyanya.

"Ayolah Hun. Aku tau yang kau lakukan bersama Kyungsoo sunbae tadi"

"Aku hanya-"

"Aku tak perlu tau apa yang kau lakukan tadi. Aku hanya perlu kau berjanji untuk tidak menaruh hati pada Kyungsoo sunbae seumur hidupmu" Jongin menyela.

"Kenapa aku harus ?" Tanya Sehun.

"Ayolah Sehun, kau kan sudah punya Luhan sunbae jadi Do sunbae untukku saja ya. Akan kuberikan seluruh fansku untukmu jika kau melepaskan Kyungsoo sunbae untukku" Ujarnya memelas. Sehun sendiri acuh.

"Lagipula, kau dan Do sunbae tidak akan cocok. Biar kubuktikan. Lihat Do sunbae, matanya besar dan terlihat sedikit mengintimidasi, lalu lihat dirimu ! Pucat, kurus serta wajah menyeramkan seperti psikopat. Astaga ! Jika kedua gen itu diwariskan pada anak kalian nanti, bukankah itu akan menyeramkan ?! Dia akan menjadi hantu jepang yang terkenal itu, err...siapa namanya...AH ! JUON ! Ya JUON ! Kau tau Juon kan ? The Grudge ? Lihat anak itu, memiliki mata besar serta kulit yang pucat, benar – benar menyeramkan ! Karna itu Sehun, berikan saja Kyungsoo sunbae padaku. Ya ya ya ya ?!" Lanjut Jongin maksa/?

"Astaga, terserahmu sajalah" Sehun mengalah. Jongin melompat girang.

"Aku tau kau sahabatku yang terbaik" Ia merangkul Sehun yang terlihat jengah.

"Memangnya jika kau bersama Do, anakmu tidak menyeramkan ?" Sehun mencibir.

"Tentu saja tidak ! Kami akan menghasilkan bayi – bayi pinguin yang lucu dan menggemaskan" Ujar Jongin bangga. Sehun sweetdrop.

"Seriously Jongin ? Bayi pinguin ?" Sehun tak habis pikir dengan jalan pikiran Jongin.

...

Setelah hari paling melelahkan Sehun berakhir. Ia pulang ke apartemennya. Merebahkan dirinya di kasur dan tertidur. Satu setengah jam kemudian ia terbangun karna hp-nya yang masih tersimpan di saku berbunyi dan bergetar, hingga ia kaget dan akhirnya terbangun begitu saja.

"Uh, hujan. Pantas dingin" Monolognya ketika ia melihat guyuran air dari jendelanya yang basah.

Ia menguap sebelum mengambil handphonenya. 'Luhan Sunbae is calling' terpampang di layarnya. Ia menggeser tombol warna hijau dan menaruhnya di telinganya.

"Halo" Sapanya.

"Toloongg" Suara Luhan menyapa telinganya dengan nada yang lemah. Sehun mengernyit heran.

"Ne sunbae ?" Tanya Sehun.

"Kris tolonggg"

"Kris ?" Sehun bingung. "Sunbae aku Sehun , bukan Kris" Ujar Sehun.

"Kris a-aku takut" Namun Luhan tak mendengarnya. Mendengar kata 'takut', Sehun melupakan urusan nama dan nampak khawatir dengan keadaan Luhan.

"Ada apa sunbae ?" Tanyanya.

"Pe-petir...A-aku takut" Sehun melihat keluar dan benar, petir memang sedang menyambar disertai gemuruh yang cukup keras.

"Kau dimana sunbae ?" Tanyanya.

"Di-di sekolah. A-aku sedang ada di ke-kelas hiks...Aku takut Kris" Ujar Luhan lagi.

"Aku akan kesana. Bertahanlah hyung" Ujar Sehun lalu menutup sambungannya dengan Luhan. Cepat – cepat ia mengambil kunci motornya (Ia harus cepat, maka ia memilih naik motornya walaupun resikonya ia akan basah nanti.) lalu keluar dari kamarnya dengan terburu - buru.

"Hey, kau ingin kemana ?" Tanya Jongin yang lagi – lagi menampakan dirinya di ruang tamu Sehun tanpa diundang.

"Sekolah" Ujar Sehun singkat.

"Eh ?" Jongin hendak bertanya lagi, tapi Sehun sudah menghilang.

Dengan kecepatan yang tidak bisa dibilang pelan, Sehun memacu motornya menerobos hujan menuju sekolah. Seluruh tubuhnya basah karna ia tak memakai jas hujan. Dengan terburu – buru ia memarkirkan motornya dan berlari ke kelas Luhan.

Sedikit lagi...Sedikit lagi ia sampai di kelas Luhan yang berada di lantai tiga. Namun ketika ia sampai di depan pintu kelas Luhan, tubuhnya hanya mampu terdiam kaku saat melihat Luhan di pojok sana, meringkuk dalam pelukan Kris. Ya Kris, entah bagaimana pria itu telah lebih dulu berada di situ, memeluk Luhan posesif dan mengelus rambut Luhan penuh kelembutan.

"Kris aku takut" Ujar Luhan pelan dan bergetar.

"Tenang, aku disini Lu" Balas Kris, lembut dan menenangkan. Merasa lebih aman, Luhan semakin mengeratkan pelukannya pada Kris.

Nyut !

Sehun memegang dadanya yang tiba – tiba nyeri. Ia menatap pemandangan di depannya dengan sendu.

Bukankah ia yang seharusnya di posisi Kris ?

Berjongkok di hadapan Luhan, dan...Memeluknya ?

Sehun menghela nafas dalam dan berbalik, menuruni tangga dengan berat hati. Rasanya jantungnya tertusuk beribu jarum dan itu sangat menyakitkan.

"Sehun ?" Seseorang memanggil namanya, lantas ia mendongak dan menemukan Lay baru keluar dari ruang musik.

"Sedang apa kau disini ?" Tanyanya. "Dan basah" Sambungnya melihat keadaan Sehun.

"Tidak ada" Sehun menjawab dingin. Ia melewati Lay begitu saja dan cepat – cepat pergi dan memacu motornya pulang.

.

.

.

TBC

Hi ! Gw berhasil comeback setelah satu tahun/? gw ilang ahahahahahaha..Applause bwt gw ! #ditimpukdollar.

Yang penting, mudah – mudahan chap ini ga mengecewakan, gw udah pusing mo nulis apaan lagi. Btw, bagian ketemu di cafe itu gw ambil dari ide salah satu reader, gw lupa ide siapa, yg pasti salah satu reader dah.

Pertama, gw ga nyangka ff ginian/? apalgi ratenya cuma T bisa dapet review bejibun, duh makasih banyak ya, bener - bener makasih -deep bow-

Trus hi reader baru, salam kenal...Gw xandeer, panggil aja Xander atau apalah yang lu suka (asal jgn yg aneh2 dah). Hi juga reader lama, saking lamanya sampe pada lumutan xD nyahaha Love you :* /?

Ahay, gw dapet panggilan sayang 'bebeb' dari reader :* #ditampardollar.

Err, n gw ingetin gw punya lightsaber/? (keren ye bisa glow in the dark #ini_ngomong_apaan) jadi jangan panggil gw unnie/noona, gw merasa terhina. Gw bukan peri yang diutus ke bumi kok bukan #if_u_know_what_i_mean

Udah ya, ini update'an terakhir gw sebelum gw hibernasi untuk waktu yang belum ditentukan. Mungkin gw comeback ntar tahun depan xD #dirajamdollar.

Gw kasian duh liat comment kalian yang katanya udah pada lumutan. Sini – sini gw peluk satu – satu #ditabokpakedollar.

Siapa yang bakal liat EXOluxion INA ? Gw liat donk 8D tapi di youtube entar T^T

Anyways, part terakhir gw ambil/? dari ff lain, judulnya 'Still loving you' karya Rhein. FF nyesek sepanjang masa karna tiba – tiba discontinued pas lagi nyesek – nyeseknya. Mudah – mudahan pada ga pada keberatan ya -bow-

Udah ah, Sekian~

.

.

~#A n Q and Few Of Review Reply#~

Q : Thor kenapa ini pendek ?

A : Chap kemarin udh 4K+ masa masih pendek aj ._.a

Q : FF ini mmg dibuat dg alur yg lmbat kah?

A : Mungkin iya, mungkin tidak. Mungkin...kah kita kan slalu bersama~ #dicipokdollar

Q : btw Sehun kan jagoan MMA ntar bakalan ada adegan action/? kek nyelametin Luhan yg diculik ke rawa-rawa gk?

A : Kebetulan ada, tapi nti Sehunnya kalah berantem, trus kepalanya kena pukul, trus amnesia gtu biar kaya sinetron Indo...Apa mesti gw tambahin Sehunnya naik elang biar tambah greget/?

Q : hunhan y kapan pacaran? | THOR SEHUN KAPAN NEMBAK LUHANNYAAAA ? | hunhan kpn jadiannya nh ? | btw hunhan jadian kapan? :" | kpan si Sehun sukanya sma Luhan! | kapan juga sehun suka ama luhan?:'v aku cape menunggu karna sudah sering menunggu yg tidak pasti~ | kapan sehun akan luluh dengan luhan ,,,

A : Setelah Luhan kembali ke EXO gimana ? 8D

Q : kak kapan mau jadian sama luhan..

A : Kamu nanya saya ? Duh, gimana ya. Gw sih pengen2 aja cepet2 jadian sama Luhan, tapi ketemu sama orangnya aja belum...

Q : sehun mulai suka luhan ya? yehet | btw apa sehun udah mulai ngerasain sepercik/? perasaan sama luhan?

A : He'uh..

Q : Apa sehun masih belum percaya sepenuhnya sama perasaan luhan?

A : Mungkin/?

Q : ntr klau Sehun udh bneran ska sma Luhan, bpaknya Sehun bkalan gmn? Sehun yg baik aja di sia2in kaya' gtu.. apalagi klau Sehun ntr udh sma Luhan? | bokap sehun bkl stuju g y ma hubungan mreka..?

A : Entahlah :o belum mikirin sampe kesana

Q : Jd ini konfliknya nggak akan berat, kan?

A : Entahlah juga :/

Q : Ga kasian sm sehun, han?

A : Kasian napa dah ?

Q : Dia siapa sih?

A : Dia Dia Dia yang slalu kutunggu tunggu tungguuuu...Ahay ! #apaan

Q : Pekerjaannya sehun? Mafia kah? XD

A : Tukang cuci mobil kebetulan :D

Q : itu luhan penampilannya bakal gitu terus sampe end?

A : Mo-nya kaya gimana ? :/ Belah tengah kaya charlie ? Ato kaya andika kangen band mungkin ?

Q : thor kekasihnya sehun yang pertama sapa? :v

A : Pocky chingu :v

Q : dan kapan ada NC? :v

A : Setelah rambut Kris warnanya pink

Q : Apa Luhan akan belajar masak terus?

A : Iyeh/?

Q : Apa Luhan gk punya seseorang di masalalunya?

A : Ada, gua 8D #dibakarpakedollar

Q : alo? Manggilnya oppa? Manggil kakang bole gak? Kang, itu si Luhan gak punya penyakit gitu? penyakit Asma teh, boleh jugaa. Kenapa rambut Luhan gak item aja? Kan lebih cantik. Kang, itu si Kai kenapa suka seni yak? Satu lagi, Lao Gao kok brewokan ya kang? Sekian. Ditunggu chap 150 nya

A : Loha, panggil oppa aj daripada kakang...Rasanya aneh gw dipanggil kakang, kaga biasa | Luhan punya penyakit gagal seme kebetulan, yang lainnya mah sehat | Rambut coklat madu lebih mewakili Luhan soalnya/? | Kai kenapa suka seni ? Mungkinkah dia khilaf/? | Lao gao kok brewokan ? Aduh, ini pertanyaan ilmiah sekali ya...Mungkin waktu mamah laogao hamil, dia kebanyakan makan kulit rambutan | Wew, chap 150nya nanti ya setelah ane selesai hibernasi 8D

Q : Kalo luhan sekarang mau jadiin sehun semenya, cara nembak luhan gimana? Pake bbuing bbuing, aegyo atau gwiyomi? Usahain yang cute campur konyol yah thor XD

A : Baru disogok pake makanan dulu sekarang mah, mungkin ntar Luhan brani grepe2 #iniapaan #inimitos

Q : betewe ini chapter end nya kapan thor?

A : Setelah merenung selama beberapa detik, gw rasa ff ini akan tamat di chap...jeng jeng jeng...TBC~

Q : Ff wolf kapan lanjut? Kapam hunhan punya baby cup lagi? Buat luhan hamil dong.

A : Itu ff udah tamat dari jaman Jepang -.-" Lagian kenapa review wolf bisa nyangsang disini -.-a

Q : Di ff ini ada kim soohyun?

A : Aduh ga ada, adanya Iqbal Coboy Junior

Q : Kenapa ff nya cepet bgt update? Gak ngelimdur kan?

A : Nih gw kasih yang lama update biar kamu seneng. Aku mah baik, apa sih yang engga buat kamu ;) #Dicemplunginkekolamdollar

Q : Kenapa review gue aneh sih.?

A : Mungkin kamu perlu bengbeng dingin #salahiklan

Q : btw line brpa si?

A : 95 ane

Q : lu punya rp ? | btw thor main rp/?

A : Punya n main dulu mah. Sekarang udah out

Q : Ada ig gak tor? Kalo boleh minta alamat fb sama ig. Hhee

A : Ig ga ada. Alamat fb ada di bio gw, gw ga ngerti naro link disini dah

Q : bisexual apaan? ga paham.

A : ^ -.-a ga usah paham dah...Sada nganu...Pokoknya lu hati - hati ma org bisex #eh?

Q : kagak berniat dilanjut tah kaaak?

A : Dilanjut atuh

Q : Thor kenapa gak dilanjut,.? | yampunnnnnnn lo kemana?! ini kapan dilanjut? | thor kapan lu update nya| INI KAPAN APDET KAK? | kapan di lanjut nih thor? adehh greget weh -_-"

A : Gw abis melawan iblis dan antek - anteknya yang menguasai dunia (ini jalan cerita game yg gw mainin) n Ini barusan dilanjut :D

R : ARRGHHH KENAPA TBC! Aku lagi penasaraaannn

RR : Lagi penasaran dikasih TBC, Gw mah gitu orangnya 8D

R : cepetin hunhan momentnya kek, ayolah hayati sudah lelah menunggu bang~~~ entar gue mati muda lo, nungguin ini mulu/?

RR : Tenang, entar gw bangkitin pake bola dragonball 8D (y)

R : Luhan rambut nya ganti pink aja. Kan luthu qaqeq.

RR : Kalo pink ntar ga manly katanya adeq

R : kalo bisa chap depan hunhan jadian kalo gak jadian ya minimal bunga bunga cinta sehum buat lulu mulai bermekaran

RR : Udah bermekaran tapi rusak diinjek anak alay/? #apaan

R : bikin moment Luhan x siapa kek, buat dia berhenti sebentar ngejar" Sehun

RR : Ini lagi sama Kris

R : sekali kali buat sehun cemburu dong thor.

RR : Nih udah 8D

R : Thor skli kali bikin sehun yg ngejar luhan dunk, ksian luhanx,, biar sehun tau rasax gmna rasax d cuekin | bisa gk di buat luhan jgn kejar2 sehun biar sehun nyari2 karna merasa kehilangan

RR : iya dah dicoba, tapi ga janji

R : eh nanti kalo sehun udah ada rasa ke luhan bikin luhannya tsundere dong biar rame-ajep-ajep :'D

RR : Rame ajep - ajep itu kaya gmana ? :/

R : padahal aku pingin Krishan-an dulu thor :( Kalau nggak jadi hunboa, nggak jadi Krishan juga aja tapi

RR : Tuh Krishan udah ada

R : Thor, kasih Jongin-Kyungsoo moment dongg~ kasihan pan si Jongin xD

RR : Ceritanya sih sedang diusahakan/?

R : Kyungsoo kgk peka banget ya :" dia kurang diapain coba/?

RR : Kurang di grepe/?

R : usahain happy ending yhaa

RR : Pasti :D

R : kalo bisa ntar ada adegan 18 ya thor hihi biar penyemangat gituu bacanya :p | plis dong naikin rate-nya jadi plusplus gitu :3 panas kali kalo cuman cium-ciuman doang :"3 ngegantung rasanya :"v

RR : ^ Err, Aku masih polos kakak :3

R : Kita line nya sama tor, 95 *gananya *pundung

RR : Mungkinkah kita jodoh ? Jeng jeng jeng jeng/?

R : 95 line? Kok mudaan xiumin(?)

RR : Jinjja ? Wah, aku terkejut O.O

R : Di mvnya Luhan itu cantik ya, yg pas pake kostum warna putih, keren. Oppa, minta ff HunHan yg oneshoot dong. Tentang reaksinya Sehun pas liat mvnya Luhan. Ya ya ya *tarikbajunya*

RR : That good good ? He'uh, apalagi pas trus hip thrust 8D | Udah basi kalo gw bikin tentang itu sekarang xD Tapi mungkin ntar kalo waktu dan niat gw bikin oneshoot tentang anu/?

R : mnkin di chap sblmny hunhan momentny krg sweet oppa mkanya bnyk yg mnta lgi hunhan moment

RR : Ohhh, ini udah sweet belum ? Gw bingung bikin adegan sweet karna...uhuk...mantan gw aja bilangnya gw itu aneh n gak romantis...Bahagia banget ya idup gw~

R : xandeer.. blh ga gw jujur, barusan gw sm kaka2 gw ghibahin elu loh btw.. wkwkwwkk

RR : ^ GAGAL PAHAM saya -.-a

R : yg plg gua tunggu2 di ff ni tu blesan review.a oppa kalau crita.a ntar soal.a blesan.a tu lawak smua

RR : Yud, ntar gw updat aj, ceritanya belakangan ;) xD

R : ini ff tbcnya pasti nggantung kek jemuran di rumah gue.-.

RR : Gantung itu sebagian dari lagu/?

R : myan thor.. kgk maksud nyinggung gua wkwk. tapi ye heran aja gua, biasanya cowo suka sok ekting geli2 gimana... klo liat ff yaoi atau apa wkwk . tapi serius lu bi ? hhahaha

RR : He'uh kaga papa, gw geli kok kalo liatin bgituan, kecuali kopel yg gw suka doank semacem hunhan, selain dari itu mah gw geli. Apalagi ketemunya makhluk semacem bangsawan adipait -ini bukan typo-. N iye gw bi, tapi tenang gw masih lebih milih cewe ketimbang cowo.

R : update nya jngan terlalu lma ya thorr... | next chap thor :'v klau fast updte ntar aku kasih roti sma telur juga deh :'v | Fast update thor..awas kalo ga,gw santet lu /smirk | Fast update lagi bisa gk? Bisa ya...Pelisssssss...bbuing~bbuing~ Fighting | pest apdet yehh beb :* klo gk nanti di civok luhh | Klo bisa sering sering fast up date. Dapat pencerahan #cieelahbahasanya | pokok nya update nya harus cepat.. Klo kaga gw teror Lu.. | Uhhhh_ fast update thorr;v | next fast update lagi dong kak, ya? | next fastup lagi yaww | Update fast-fast :"3 no comment about this! | lanjut aja ya.. update fast kalau bisa.. | cepat dikit update nyaa nnti yaa | cpet update ... uda lama nii gk di update ... di tunggu yaaaaaa | btw fst updt pls~

RR : Kamu siapa ? Aku dimana ? Tidak ! AHHHH ! | NB : roti sama telurnya gw bikin sendiri aja, gw mah baik orangnya, ga mau ngerepotin/? #apaan

Done ! :D Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y :D Gw baca kok semua review kalian, kalo belum dibales mungkin anda harus coba lagi. #Lu_kira_undian. As always Feel free to comment n asking :D Bebas asal sopan guys ! :D -deep bow-

.

.

.

Akhir kata

.

.

.

So, Mind To Review ?