Tittle : Pocky Boy
Cast : HunHan and other
Author : Xandeer
Rate : T
Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?
.
.
.
.
.
.
.
If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible
.
.
.
.
.
.
.
.
.
…
Sebelumnya...
Nyut !
Sehun memegang dadanya yang tiba – tiba nyeri. Ia menatap pemandangan di depannya dengan sendu.
Bukankah ia yang seharusnya di posisi Kris ?
Berjongkok di hadapan Luhan, dan...Memeluknya ?
Sehun menghela nafas dalam dan berbalik, menuruni tangga dengan berat hati. Rasanya jantungnya tertusuk beribu jarum dan itu sangat menyakitkan.
"Sehun ?" Seseorang memanggil namanya, lantas ia mendongak dan menemukan Lay baru keluar dari ruang musik.
"Sedang apa kau disini ?" Tanyanya. "Dan basah" Sambungnya melihat keadaan Sehun.
"Tidak ada" Sehun menjawab dingin. Ia melewati Lay begitu saja dan cepat – cepat pergi dan memacu motornya pulang.
-POCKY BOY 12-
Flashback
Umurnya 7 tahun saat Luhan diajak orangtuanya berkemah di hutan. Bersama dengan keluarga Wu, mereka menaiki mobil kemah mereka dan menginap di hutan. Awalnya semua berjalan lancar, Luhan menikmati dapat bermain bersama Kris –anak paman Wu- di suasana yang berbeda dibanding di rumah, lalu ada beberapa hidangan barbeque lezat yang orangtuanya buat. Saat siang ia dapat mendengar suara burung – burung yang hinggap di pepohonan, sedangkan pada malam hari ia dapat menikmati bintang – bintang yang bertebaran di langit.
Setelah menikmati chips yang diberikan paman Wu padanya, Luhan kecil berlari ke mobilnya. Ia membongkar tas miliknya dan menemukan topeng Ironman yang ia cari – cari. Ia membuka kecil pintu mobilnya sebelum mendorong pintu itu dramatis. Ia melompat turun dan merapatkan tangannya pada tubuhnya.
"Wusshhh" Luhan mencoba menirukan suara angin dan ia berpura – pura terbang. Luhan berlarian kecil dan sesekali bicara pada pepohonan yang ia anggap musuh. "Boom boom boom" Luhan menirukan suara ledakan yang dibuat tokoh idolanya dengan menembak dari tangannya.
"Xiao Lu jangan jauh – jauh ara ?" Ibunya berteriak memperingatkan. Luhan menoleh dan mengangguk, ia juga tidak berencana untuk pergi jauh – jauh jika tidak ditemani Kris, sayangnya papa, paman Wu dan Kris sedang berjalan – jalan sekitar hutan untuk menemukan danau kecil yang orang – orang bilang merupakan tempat yang bagus untuk memancing, mereka akan mencoba menangkap ikan untuk makan malam nanti.
Luhan kecil berlari lagi, sesekali ia melompat – lompat lalu menirukan suara ironman. Seperti anak umur 7 tahun pada umumnya ia energic dan sangat ingin tahu, maka saat ia menemukan seekor kelinci liar, mata Luhan berbinar. "Woah lucu sekali" Ujarnya. Luhan berjalan mendekati kelinci itu namun sang kelinci melompat – lompat pergi dari Luhan.
Melupakan amanat ibunya, ia mengikuti kelinci itu tanpa takut. Entah sudah berapa lama Luhan berjalan hingga kakinya pegal, perutnya bunyi karna lapar. Ia menoleh ke belakang dan tak menemukan mobil kemah miliknya dimanapun.
"Mama ?" Luhan memanggil mamanya, tapi tidak ada jawaban.
"Mama !" Luhan memanggil lagi, tetap tak ada jawaban.
"MAMAAAAAA !" Lagi – lagi Luhan berteriak namun tetap tak ada respon.
"MAAAAMAAAAAAAAA !" Luhan berteriak sekuat tenaga namun nihil. Menyadari ia sendirian dan berada di tempat asing, barulah ia takut. Matanya dengan cepat berair, ia berjongkok dan "Hikss huwaaaaaa mamaaaaa !" Luhan menangis keras.
Hampir 2 menit Luhan menangis namun bantuan belum juga datang. Luhan mengusap matanya yang memerah, mulutnya masih sesenggukan. Ia melihat sekelilingnya kemudian berdiri dan memilih untuk mencoba berjalan pulang. Ia berjalan kemanapun kaki kecilnya membawanya, ia mulai berlari kala ia dapat merasakan titik – titik hujan membasahi kepalanya.
Luhan menemukan sebuah rumah kayu kecil yang sudah tua dan kosong, walaupun takut namun ia tidak punya pilihan lain. Ia memasuki rumah kecil itu dan duduk menunggu mamanya. Ia merogoh sakunya dan menemukan permen – permen coklat, ia memakannya untuk menahan lapar.
Hampir 2 jam Luhan menunggu namun masih belum ada yang menemukannya. Hujan bertambah deras di luar, langit mulai berubah menjadi sangat gelap. Luhan kecil memeluk lututnya takut. Ia terus mengusap matanya yang berair, tubuhnya mulai menggigil karna udara berubah dingin.
JDARR !
Gemuruh dan kilat muncul untuk menemani Luhan yang sayangnya membuat Luhan semakin takut. Ia meringkuk di sudut rumah dan menangis makin keras.
"Mama hiks" Ia sesenggukan. Dengan refleks, ia memeluk lututnya semakin erat kala melihat cahaya putih yang menyambar – nyambar di luar.
1 jam lagi sudah berlalu dan belum ada bantuan. Luhan sudah sangat ketakutan, kedua lengan baju bergambar ironmannya sudah basah karna ia selalu mengusap air matanya di situ.
Luhan terus – terusan menatap pintu rumah kayu yang ditempatinya, berharap siapapun dapat menemukan dirinya dan benar, tak lama pintu itu terbuka menampilkan rambut blonde dan tubuh tinggi untuk ukuran anak sebayanya muncul di ambang pintu dengan senter di tangan kanan dan payung angry bird di tangan kirinya.
"Luhan ! Papa aku menemukan Luhan !" Kris berteriak.
"KRISSSS ! Huwaaaa !" Luhan segera berlari untuk memeluk tubuh Kris. "Ta-takuttttttttttt hiks hiks hiks" Luhan menangis hebat. Kris menaruh payungnya di lantai dan membalas pelukan Luhan.
"Cup cup uljimma Lulu, Captain Amerika sudah datang untuk menolong" Ujar Kris. Tak lama orangtua mereka berdua datang, Luhan berpindah pelukan ke mamanya yang juga menangis. Akhirnya malam itu mereka memutuskan pulang karna Luhan masih terguncang.
Sejak itulah Luhan sangat takut jika ia harus sendirian kala suasana gelap atau petir menyambar. Dan orang pertama yang akan selalu dihubunginya saat ia ketakutan seperti itu adalah orang pertama pula yang menemukannya di rumah itu, orang yang mengaku – ngaku Captain Amerika penolong Luhan, Kris Wu.
Flashback End
.
.
.
.
.
Jongin bercermin untuk terakhir kali sebelum ia berangkat sekolah. Setelah memastikan semua sempurna, ia mengambil tas dan kunci motor miliknya. Seperti hari – hari sebelumnya ia menghampiri apartemen sebelah milik sahabatnya.
Kakinya melangkah menuju dapur untuk mendapatkan sarapan gratis yang biasanya siluman cicak itu buat, tapi yang ia dapati hanyalah meja kosong hingga Jongin mengernyit.
"Oy Sehun !" Jongin memanggil sahabatnya namun tidak ada balasan. Ia berjalan keluar dapur dan menghampiri kamar sahabatnya. Tanpa segan ia membuka pintu coklat tersebut dan masuk ke dalam. Ia menemukan sahabatnya menjadi kepompong dengan selimut menyelimuti tubuhnya, mata miliknya masih terpejam dan rambutnya basah karna peluh.
Jongin mendekati figur itu, merasa ada seseorang, Sehun membuka matanya dengan berat "Apa ?" Bahkan suaranya susah sekali keluar.
"Hey, apa yang terjadi denganmu ?" Tanya Jongin, Sehun tak menjawab dan memilih untuk memejamkan matanya lagi. Jongin berinisiatif untuk menyentuh dahi Sehun dan ia dapat merasakan panas di tangannya.
"Tubuhmu panas. Kau demam" Simpulnya. "Hmm" Sehun membalas dengan berguman.
"Mau kubawa ke dokter ?" Tanyanya.
"Tak perlu" Sehun menolak.
"Sepertinya aku membolos saja" Ujar Jongin.
"Ani, pergilah sekolah, aku bisa mengurus diriku sendiri" Sehun menolak lagi, ia tidak mau merepotkan Jongin. "Kau yakin ?" Sehun mengangguk.
"Makannya jangan hujan – hujanan seperti anak kecil" Jongin mengejek. Ia mengambil gelas dan teko air, keduanya ia isi penuh dan ia menaruhnya di nakas Sehun. Semua jenis obat kepala yang bisa ia temukan di kotak p3k ia taruh juga disitu, tak lupa beberapa kotak pocky kegemaran sahabatnya.
Jongin kembali ke dapur, mengambil beberapa roti dan mengolesnya dengan selai kemudian menaruhnya di piring kecil lalu membawanya ke kamar Sehun. Ia menaruh piring itu di nakas meja lalu bercermin di kamar milik Sehun.
"Hey jangan lupa untuk makan sarapanmu. Aku pergi, kau cepat sembuh" Ujar Jongin, Sehun mengangguk dan berguman terima kasih sebelum Jongin pergi meninggalkannya.
...
Jongin duduk di bangkunya dengan tidak niat, rasanya tanpa Sehun semua berasa hampa. Tidak ada yang bisa ia ajak bercanda, teman – temannya yang lain tidak seasyik Sehun sih. Ia menghela nafas dan mengeluarkan handphonenya, ia membuka kunci handphone itu lalu menguncinya lagi lalu membuka lagi begitu terus selama beberapa menit saking bosannya.
"Lho ? Mana Sehun ?" Suara yang tidak asing menyapa indra pendengaran Jongin. Jongin mengangkat kepalanya dan mendapati dua sunbaenya sudah duduk di bangku depan.
"Sehun mana ?" Tanya Luhan lagi. Ia memegangi bekal berbentuk kepala rusa yang entah apa isinya sekarang.
"Sehun sakit sunbae. Tubuhnya panas, ia demam" Jawab Jongin. Luhan terkejut.
"Sakit ? Kenapa bisa Sehun sakit ?" Tanya Luhan lagi.
"Karna ia manusia" Jongin menjawab asal. Luhan merengut. "Kau tau bukan itu maksudku babo"
"Aish...Kemarin sore Sehun pergi dengan motornya, dia bilang ke sekolah. Aku tak tau kenapa ia pakai motor padahal sedang hujan besar, aku juga tak tau kenapa ia tak memakai jas hujannya dan memilih pulang dalam keadaan basah kuyup...Tidak heran sekarang ia tepar" Jongin menjelaskan.
"Untuk apa ia ke sekolah ?" Tanya Luhan lagi.
"Mana aku tahu, ia tidak bilang apa - apa"
Kyungsoo menatap Jongin heran lalu menatap Luhan yang sama – sama heran. "Ia menemuimu ? Kau disekolah juga kan kemarin sore ?" Mendengar itu Jongin ikut menatap Luhan.
"Ne aku masih disekolah, tapi aku tidak melihat Sehun" Jawab Luhan. Kyungsoo dan Jongin menggidikan bahu bersamaan. Luhan mempoutkan bibirnya sedikit dan melihat kotak bekalnya, kemudian ia melihat kesempatan emas yang tidak boleh ia sia – siakan begitu saja, maka ia memantapkan hatinya.
"Kyungsoo, aku bolos hari ini. Aku harus merawat Sehun" Ujar Luhan.
"Hey aku ikut" Jongin menyambung namun Luhan menggeleng tidak setuju. "Ish, ini kesempatanku untuk merawat Sehun dan berduaan dengannya, orang luar dilarang masuk" Ujar Luhan ketus, Jongin berdecak kesal.
"Kau berduaan saja dengan Kyungsoo. Kyungsoo titip Jongin ya" Sambung Luhan sebelum keluar dari kelas itu tanpa menatap ke belakang lagi. Sepeninggal Luhan, suasana langsung berubah canggung. Mereka bertatapan dan Jongin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Hi hyung" Sapanya canggung. Kyungsoo tidak membalas, ia hanya terus menatap dan tentu saja Jongin jadi gelisah/?. Kyungsoo menghela nafas, ia menaruh bekalnya di meja lalu memajukan tubuhnya ke arah Jongin. Jongin terkejut bukan main.
"Astaga ! Apa ia akan menciumku ?!" Batin Jongin. Hatinya sudah dag dig dug serr/? Memikirkan hal yang aneh – aneh. Jongin memejamkan matanya yang membuat Kyungsoo bingung namun meneruskan yang akan ia lakukan, tangannya terjulur dan meraih benda berwarna hitam yang berada diantara kerah kemeja sekolah Jongin.
Srett...
Eh ? Jongin membuka matanya. Ia dapat melihat wajah Kyungsoo yang berada tak jauh di depannya. Tangan miliknya sedang membuka dasi hitam Jongin.
"Dasimu berantakan" Ujarnya.
Ohhhhhh...Jadi Cuma itu. Sayang sekali. Pikir Jongin.
Dengan telaten Kyungsoo merapihkan dasi Jongin. Setelah dirasa sudah rapih Kyungsoo kembali ke tempatnya semula.
"Go-gomawo sunbae" Jongin berucap terbata. Kyungsoo tersenyum. Astaga ! Menggemaskan !
"Tak masalah, aku suka melakukannya" Ujar Kyungsoo.
"Aku suka katanya ?! Ahhh...Sunbae aku juga suka" Batin Jongin berbunga - bunga.
Kyungsoo memegang bekalnya yang ia taruh di meja lalu mendorongnya mendekat ke arah Jongin.
"Hey makanlah. Aku dan Luhan membuat nasi goreng omelet hari ini" Ujarnya. Jongin dengan semangat membuka kotak bekal milik Kyungsoo, perasaan lapar yang sempat hilang tadi muncul kembali begitu melihat omelet milik Kyungsoo. Jongin mengambil sendok yang disiapkan Kyungsoo lalu memakan omelet itu pelan – pelan untuk meresapi semua rasa yang ada.
"Mashita" Ujarnya. Kyungsoo terlihat puas dan senang. "Habiskan kalau begitu" Suruh Kyungsoo. Jongin mengangguk, tanpa perlu disuruh pun Jongin dengan senang hati akan menghabiskan bekal itu.
Tak lama bekal itu habis, Jongin mengelap bibirnya dengan tissue pemberian Kyungsoo dan tersenyum. "Terima kasih untuk makanannya sunbae" Ujarnya. Kyungsoo mengangguk.
"Hyung ada acara sepulang sekolah ?" Tanya Jongin setelah berhasil mengumpulkan seluruh keberaniannya. Kyungsoo terdiam sebentar untuk mengingat – ingat jadwalnya, tak lama ia mengangguk yang berhasil membuat Jongin lesu dan kecewa.
"Aku akan ke toko buku. Seharusnya dengan Luhan, tapi rusa itu pergi begitu saja melupakan janjinya" Ujar Kyungsoo. Melihat kesempatan emas, Jongin langsung semangat lagi.
"Ba-bagaimana kalau denganku saja ?" Tanyanya lagi. Kyungsoo menatapnya heran, nyali Jongin langsung ciut.
"Bukankah kau akan merawat Sehun ?" Kyungsoo bertanya. Jongin menggaruk kepalanya.
"Seharusnya begitu, tapi Luhan sudah mengambil tanggung jawabku, lagipula ia bilang ia tak ingin diganggu kan ?" Ujar Jongin mencari alasan. Kyungsoo mengangguk – angguk paham.
"Hmm, kalau begitu, jika kau tak keberatan, boleh – boleh saja" Ujar Kyungsoo, Jongin berbinar.
"Ten-tentu saja aku tak keberatan hyung. Aku dengan senang hati akan menemanimu kemanapun" Ujarnya semangat. Kyungsoo tersenyum.
"Kalau begitu aku kembali dulu ke kelas, sampai berjumpa nanti siang" Kyungsoo berdiri lalu melambaikan tangannya pada Jongin yang dibalas Jongin dengan senang hati. Ia segera merogoh ponselnya dan menelpon sahabatnya. Nada sambung terdengar cukup lama sebelum suara serak dan lemah Sehun menyapanya.
"Apa ?" Ujar Sehun di sebrang sana.
"Aku akan ke toko buku dengan Kyungsoo. Berdua !" Ujarnya semangat. Sehun berdecih.
"Tidak penting sekali" Ujarnya.
"Ya ! Jangan membuat semangatku jadi hilang" Jongin protes. Sehun berdecih sekali lagi.
"Bersenang – senang kalau begitu"
"Tentu !" Jongin tersenyum bahagia.
Tut tut tut...Telepon ditutup sepihak oleh Sehun, biasanya Jongin akan menyumpah serapah pada sahabatnya namun kali ini ia biarkan si cicak itu karna ia sedang sakit dan butuh istirahat, selain itu Kyungsoo membuat harinya lebih bersinar. Wajah Jongin sumringah sepanjang hari itu.
...
Setelah pergi dari kelas Sehun dan Jongin, Luhan langsung menuju parkiran sekolah. Di koridor ia bertemu dengan Lay dan Kris yang menatapnya heran.
"Kau ingin kemana Lu ?" Tanya Kris.
"Aku membolos hari ini" Jawab Luhan.
"Ada apa ?" Kini Lay yang bertanya.
"Sehun sakit, kata Jongin ia demam, aku ingin merawatnya" Jawab Luhan jujur. Kris mengepalkan tangannya kesal karna cemburu, sedangkan Lay mengangguk paham.
"Mungkin efek ia basah – basahan kemarin" Ujar Lay. Luhan terkejut.
"Kau melihatnya kemarin ?" Tanyanya. Lay mengangguk.
"Kenapa aku tak melihatnya ?" Ujar Luhan sedih.
"Mana mungkin kau melihatnya, kau sedang bersama Kris saat aku melihatnya, lagipula fobiamu sedang kambuh saat itu" Ujar Lay menjelaskan. Luhan semakin sedih.
"Jadi begitu ya" Ujarnya lesu.
Tanpa diketahui siapapun, Kris tersenyum dalam hati. Kemarin saat ia kembali ke kelas untuk mengambil bukunya yang tertinggal, ia melihat Luhan sedang meringkuk ketakutan, cepat – cepat ia memeluk Luhan untuk menenangkannya. Ketika ia sedang mengusap punggung Luhan lembut, ia sempat melihat seorang pria yang berdiri di ambang pintu. Ia ragu untuk mengatakan itu Sehun karna ia tak sempat mengenalinya dengan jelas karna pria itu segera pergi, tapi mendengar penjelasan dari Lay, semua menjadi jelas.
Pria kemarin benar – benar Sehun dan ia melihatnya berpelukan bersama Luhan ? Jackpot sekali.
"Kalau begitu hati - hati" Ujar Lay pada Luhan yang berpamitan. Kris melambaikan tangannya pada Luhan walaupun dalam hatinya ia dongkol karna harus melihat Luhan pergi untuk merawat saingannya, bahkan Luhan tak pernah merawat dirinya saat ia sakit.
"Tak bisakah kau melihatku saja Luhan ?" Tanya Kris dalam hati.
...
Dengan perasaan semangat Luhan memencet tombol lift apartemen Sehun, ditangan kirinya ada plastik berisi beberapa buah yang ia beli sebelum ke sini. Setelah lift terbuka di lantai 5, dengan langkah lebar Luhan menuju ruang apartemen Sehun. Ia memencet password apartemen Sehun dan masuk ke dalam.
Ia menaruh plastik berisi buah itu di meja dan masuk ke kamar Sehun. Sehun masih disana, di kasur lebih tepatnya. Meringkuk seperti bayi dengan selimut menutupi hampir seluruh tubuhnya.
Luhan mendekati kasur Sehun, ada roti yang tidak habis dimakan di nakas dan gelas yang terisi setengah. Luhan duduk di pinggir kasur Sehun, tangannya terjulur untuk ditaruh di leher Sehun.
"Panas sekali" Ujar Luhan. Ia keluar untuk mengambil baskom yang ia isi dengan air dingin lalu ia mengambil lap bersih. Setelah semuanya ia bawa ke kamar Sehun, Luhan segera mengompres kening pria pucat itu.
"Jongin sudah kubilang kau sekolah saja" Sehun membuka suaranya. Luhan tersenyum.
"Aku bukan Jongin, aku Luhan" Jawabnya. Alis Sehun mengernyit, ia membuka matanya perlahan dan melihat Luhan yang tersenyum sumringah.
"Sedang apa sunbae disini ?" Tanya Sehun heran.
"Merawatmu" Jawab Luhan senang. Sehun kembali memejamkan mata.
"Aku bisa mengurus diriku sendiri" Luhan menggeleng.
"Anieyo, kau tidak bisa. Kau butuh bantuanku" Luhan memaksa. Sehun menghela nafasnya lelah.
"Terserah hyung saja kalau begitu" Sehun membenarkan posisinya dan bersiap tidur kembali. Ia tak tau kenapa ia terus saja diganggu hari ini. Pertama Jongin dengan telepon tidak pentingnya, sekarang ia malah mendapat kejutan dari Luhan.
"Sehun jangan tidur dulu" Luhan merengek. Sehun mengerang kesal.
"Wae hyung ?"
"Kau sudah minum obat ?" Tanya Luhan. Sehun menggeleng dan Luhan malah tersenyum. Bukannya harusnya ia marah ? Pikir Sehun.
"Aku buatkan kau bubur ya ? Setelah itu kau minum obat" Ujarnya. Sehun menggeleng.
"Tak usah repot – repot, aku hanya ingin tidur" Jawab Sehun.
"Sehunnnnnnnnnn !" Luhan merengek lagi. Sehun menghela nafas lagi. "Baiklah" Jawabnya memilih menyerah. Luhan tersenyum puas.
"Tunggu aku. Jangan tidur dulu ne, pokoknya jangan" Luhan bergegas ke dapur, ia mengeluarkan berbagai peralatan yang sebenarnya tidak dibutuhkan hanya untuk terlihat keren. Ia mengeluarkan handphonenya dan membuka resep bubur sederhana.
Membaca resepnya dengan cermat, ia mempersiapkan setiap bumbu yang ia butuhkan. Ia mengeluarkan beberapa sayuran dan memotong sebisanya yang alhasil jadi berantakan dan tidak cantik. Ia membuat apapun yang sekiranya ia bisa dan melewatkan step – step yang tidak ia mengerti. Ketika ia selesai 30 menit kemudian, ia membawa masakannya itu pada Sehun yang ternyata sudah kembali tidur.
"Ish, sudah kubilang jangan tidur dulu" Ujar Luhan sebal. Ia menaruh mangkuk buburnya di nakas dan menggoncang bahu Sehun. Sehun mengerang, ia membuka matanya dan menatap Luhan kesal.
"Cepat duduk, kau harus makan" Perintah Luhan. Sehun mengusap wajahnya kasar, dengan perlahan ia berusaha duduk, sebagai calon pacar yang baik, Luhan membantunya.
"Kemarikan mangkuknya" Ujar Sehun. Luhan menggeleng.
"Kau sakit, aku akan menyuapimu" Kini Sehun yang menggeleng.
"Aku bisa makan sendiri" Jawabnya. Luhan menggeleng lagi.
"Anieyo ! Aku akan menyuapimu !" Luhan bersikeras. Sehun menepuk jidatnya dan lagi – lagi mengalah.
"Ara~"
"Yeay ! Buka mulutmu lebar – lebar" Ujar Luhan. Ia mengambil bubur dengan sendok dan memasukannya ke dalam mulut Sehun. Setelah Sehun menelan bubur buatan Luhan, alisnya mengernyit.
"Hyung rasanya agak aneh" Ujar Sehun jujur, Luhan merengut.
"Pokoknya makan saja ish !" Luhan kembali menyendok buburnya. Ia memberikannya pada Sehun namun Sehun tak mau membuka mulutnya. Luhan mendeath-glare Sehun namun pria itu tetap bergeming.
"Kau lebih memilih aku suapi pakai sendok atau kupaksa kusuapi pakai mulut ?" Ancam Luhan. Sehun terkejut tentu saja, ia tak tau rusa liar ini benar – benar 'liar'. Sehun memilih membuka mulutnya dan membiarkan Luhan menyuapinya lagi. Sehun menelan bubur itu cepat – cepat, tak ingin merasakan rasa aneh dari bubur itu lama – lama.
"Ah hyung rasanya benar – benar aneh, bagaimana kalau aku keracunan ?" Tanya Sehun.
"Kalau kau keracunan, aku akan merawatmu. Jadi habiskan bubur ini" Ucap Luhan yang membuat Sehun mendesah pasrah.
...
Sehun sudah kembali tidur ketika selesai dipaksa memakan bubur milik Luhan dan meminum obat. Kini Luhan tengah mengganti kompres di dahi Sehun. Ia juga mengambil lap lain untuk mengelap peluh di rambut, muka dan leher Sehun. Berulang kali Luhan mengganti kompres Sehun. Berungkali juga ia mengganti air di baskom agar tetap dingin.
Setelah dirasa semua sudah beres, ia kembali ke dapur. Bersandar pada dinding dan mencari – cari resep di internet yang sekiranya mudah untuk ia buat. Banyak sekali resep yang sepertinya menarik namun ia tak mau mengambil resiko meledakan dapur Sehun, sehingga ia memutuskan untuk membuat ulang nasi goreng omelet yang kemarin Kyungsoo ajari.
Ia mengingat – ingat tutorial yang Kyungsoo buat kemarin dan mempraktekannya dengan cermat. Ia mengambil garam dan bumbu – bumbu lain lalu menambahkannya sesuai dengan takaran yang Kyungsoo anjurkan. Sesekali ia mencobanya untuk memastikan semuanya sudah pas. Ia tak ingin Sehun mengatakan masakannya aneh lagi.
Setelah nasi goreng dan telur omeletnya sudah jadi, Luhan dengan hati – hati menggulung nasi goreng dengan omelet lalu mengucurkan saus secara zigzag untuk menggugah selera. Luhan tersenyum puas melihat nasi goreng omeletnya yang terlihat menggiurkan. Ketika selesai memasak, Luhan membawa lagi pada Sehun yang masih tidur dengan nyaman.
Luhan duduk di pinggir kasur Sehun. Menaruh piring di meja, menyingkirkan kain kompres dari kening Sehun lalu menepuk – nepuk pipi pemuda itu pelan.
"Bangun, ayo makan siang" Ujar Luhan lembut. Dengan perlahan Sehun terbangun. Bersandar pada headboard ranjang lalu memijat kepalanya yang pusing.
"Masih pusing ?" Tanya Luhan. Sehun mengangguk.
"Makanlah baru tidur lagi" Ujar Luhan. Ia mengambil piring berisi nasgor omeletnya dan kembali menyuapi Sehun yang mengunyah dengan menutup mata, sepertinya ia ngantuk sekali.
"Bagaimana rasanya ?" Tanya Luhan. Sehun mengangkat jempolnya alih – alih jawaban. Luhan bertepuk tangan riang atas reaksi Sehun.
Kali ini Sehun menghabiskan masakan Luhan dengan senang hati. Setelah semuanya habis dan meminum obat, ia kembali berbaring untuk melanjutkan tidurnya. Luhan menghela nafas maklum. Ia mengganti kompres Sehun sebelum mengelap tubuh Sehun yang berkeringat. Kala ia melihat kaus Sehun yang basah, Luhan jadi khawatir. Ia membuka lemari Sehun dan mencari kaus baru untuk Sehun, ia kembali mendekati kasur Sehun dan duduk di pinggirnya.
"Sehun bangun, jangan tidur dulu" Luhan kembali menepuk pipi Sehun. Sehun tak menjawab.
"Sehun bangun" Luhan menepuk – nepuk lagi. "Hmm...apa ?" Sehun menjawab malas, tidak berencana untuk membuka matanya.
"Bangun dulu, kausmu basah. Kau harus menggantinya" Ujar Luhan, tak berhenti mengusik Sehun dengan menepuk – nepuk pipinya.
"Hyung, bisakah nanti saja ? Aku mengantuk" Jawab Sehun. Ia menarik selimutnya untuk menutupi mukanya. Luhan mendesah, ia tidak menyerah begitu saja dan berganti menggoyang – goyang tubuh Sehun.
"Sehunnnnnn bangun. Nanti kau malah gatal - gatal" Ujar Luhan. Sehun menggeram marah. Ia dengan cepat duduk dan menyesal kemudian karna pusing yang amat sangat menyerang kepalanya. Ia menatap Luhan garang.
"Astaga hyung ! Kau ini arghh !" Ujar Sehun kesal. Ia dengan segera melepas kausnya di depan Luhan yang terkejut bukan main.
"Kyaa ! Sehun apa yang kau lakukan ?!" Luhan menutupi wajahnya dengan tangan, namun tentu saja ia tetap mengintip di balik sela – sela jarinya. Sehun mencuekkan Luhan, ia mengelap tubuhnya yang basah, mengambil kaus baru yang Luhan siapkan dan segera memakainya.
"Sudah kan ? Boleh aku tidur sekarang ?" Tanya Sehun memelas. Luhan mengangguk malu – malu. Bagaimana tidak malu ? Calon pacarnya baru saja melakukan striptease.
Sehun membaringkan tubuhnya kembali di kasur, mencari posisi nyaman sebelum menutup matanya yang masih berat sekali. Luhan menepuk – nepuk pipinya sendiri agar segera tersadar dari khayalannya. Ia membenarkan selimut Sehun dan mengkompres dahi pria itu lagi.
Selesai dengan Sehun, Luhan membereskan dapur yang sempat ia kacaukan, kemudian memasukkan buah – buahan yang sempat ia beli ke kulkas agar tetap segar. Ia kembali ke kamar Sehun dan mengelap air dari baskom yang sempat tumpah, lalu mengembalikan baskom itu ketempatnya semula. Setelah semua selesai, Luhan meregangkan tubuhnya dan menghela nafas. Ternyata merawat orang itu tidak segampang yang ia kira. Tubuhnya pegal dan ia nyaris bosan karna lebih dari setengah hari ini Sehun hanya tidur, bangun untuk makan lalu tidur lagi.
Luhan kembali ke kamar Sehun, ia duduk di kasur Sehun dan mengusap surai hitam milik yang lebih muda. Ia menelusuri pahatan sempurna itu dengan telunjuknya, berhenti tepat di belahan bibir milik pemuda tersebut. Luhan termenung sebentar, ia terlihat memikirkan sesuatu sebelum mendekatkan wajahnya pada Sehun lalu...
Cup
Luhan mengecup bibir Sehun agak lama. Rona – rona kemerahan menghiasi wajah Luhan setelahnya, ia malu namun tidak menyesal. Ia menatap wajah Sehun yang masih tertidur dengan sendu.
"Cepat sembuh, aku mengkhawatirkanmu tau" Ucap Luhan. Ia menidurkan tubuhnya di samping tubuh Sehun, memperhatikan wajah pemuda itu lama – lama sebelum jatuh tertidur.
Sekitar 2 jam setelah Luhan tidur, Sehun terbangun. Kerongkongannya kering karna haus. Ia duduk perlahan di kasurnya lalu minum beberapa teguk air. Ia menaruh lap kompres yang Luhan taruh di dahinya di nakas lalu kembali berbaring. Kala ia menengok ke sebelahnya, ada wajah tertidur Luhan yang terpampang nyata/?. Sehun tertegun, Luhan tampak sangat manis dengan wajah tidurnya. Dengan perlahan, Sehun menyingkirkan poni yang menempel di dahi Luhan lalu mengusap pipi tembam Luhan dengan ibu jarinya.
"Kau pasti lelah ya ?" Monolog Sehun. "Mianhae dan terima kasih" Sehun menggenggam tangan Luhan dan mengecupnya beberapa kali sebelum ia menyusul Luhan ke alam mimpi.
...
Jongin datang pukul 6 sore, Kyungsoo berdiri dibelakangnya. Mereka baru saja menghabiskan beberapa jam di toko buku lalu menikmati makan siang di salah satu restaurant yang Kyungsoo pilih. Saat ia menawarkan untuk mengantar Kyungsoo pulang, pemuda itu menolak. Berkata ingin memastikan keadaan Sehun serta Luhan, takut – takut Luhan meledakan dapur Sehun atau membuat Sehun mati secara tidak disengaja, who knows right ? Dan permintaan Kyungsoo adalah perintah bagi Jongin, sehingga ia membawa Kyungsoo ke apartemen Sehun.
Hal pertama yang Kyungsoo cek setelah masuk ke apartemen Sehun adalah dapur. Kyungsoo terkejut saat mendapati dapur Sehun bersih dan baik – baik saja. Ia mendapati panci berisi bubur yang sudah dingin. Dengan inisiatif, Kyungsoo memanaskannya lalu menaruhnya di satu mangkuk bersih.
Kyungsoo mengambil sendok, mengambil bubur itu sedikit dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. Jongin yang daritadi berdiri di samping Kyungsoo ikut – ikutan mencoba. Biarlah kalau mereka mati, mereka mati bersama. Begitu pikirnya.
"Uhh..Rasanya aneh" Jongin menjulurkan lidahnya, Kyungsoo mengangguk setuju.
"Sepertinya ia terlalu banyak memasukkan kecap asin" Ujar Kyungsoo. "Tapi ini lebih baik daripada ledakan" Sambungnya. Jongin mengangguk setuju.
Selagi Kyungsoo membereskan bubur buatan Luhan. Jongin berjalan menuju kamar Sehun. Ia membuka pintu itu perlahan dan menengok ke dalam.
"Hyung, kau harus melihat ini" Panggil Jongin pelan, takut membangunkan yang tengah tidur. Kyungsoo mematikan kompor dan mengikuti Jongin masuk ke kamar Sehun.
"Oh mereka manis sekali" Puji Kyungsoo setelah melihat Sehun dan Luhan tidur berdampingan. Luhan tidur menyamping sedangkan Sehun terlentang, dada Sehun dijadikan bantal untuk kepala Luhan, dan tangannya melingkari perut pemuda itu. Sehun sendiri menaruh tangannya di atas tangan Luhan sedangkan tangan lainnya memeluk punggung Luhan.
"Aku setuju soal itu" Ujar Jongin. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengubahnya ke mode kamera lalu mengambil beberapa gambar HunHan yang sedang tidur berdua dari beberapa angle.
"Akan kupakai untuk blackmailing Sehun nanti" Jongin tersenyum evil. Kyungsoo terkekeh. "Kurasa kau harus mengirimkannya juga padaku" Ujar Kyungsoo. Jongin dengan senang hati mengirimkannya pada Kyungsoo.
"Kita tinggalkan mereka sekarang, biarkan mereka menikmati momen mereka" Saran Kyungsoo. Jongin mengangguk setuju.
"Mau kuantar pulang sekarang ?" Tawar Jongin lagi.
Kyungsoo tersenyum "Tentu"
.
.
.
TBC
Hi ! Gw berhasil kembali di bulan April ! :D Sebut saja The Power Of Han's Chocochip, eh maksud gw The Power of Hunhan Month xD #Gwpoloshgwpoloshgwpolosh
Oh, Hi Reader baru :* #plak. Hi bebeb 1 bebeb 2 bebeb 3 bebeb 4 dan bebeb2 lainnnya/?. Hi jg reader lama yang pada suram/gelap nungguin ini ff update xD. Cobalah bersabar untuk menunggu ff ini update seperti kalian bersabar nungguin 'I love catman' nya Sehun tayang, kkkk
Sakit hatinya Sehun udah terbayar di chap ini jadi jangan pada kesel ya xD anyways, Ini Hunhan momentnya udah sweet belum ? Klo belum yud terima aja, mungkin kita belum jodoh/?
Nih buat kamu yang ngasih ide Sehun dibuat sakit trus Luhan ngerawat Sehun :D Gw lupa siapa orangnya duh -.-" Makasih idenya ya :D
Trus untuk kamu, iya kamu yang kecup2 basah. Mo gw kecup basah balik ga ni ? ;) #gwpoloshgwpoloshgwpolosh
Jirr, kenapa pada ngincer lighsaber gw yang berharga Dx Maaf ya mba - mba/ade - ade skalian, ini masa depan saya. Kalo ga da ini trus gw nganuin Luhannya gimana/? #gwpoloshgwpoloshgwpolosh
Sama gw mo tanya 'nurhadi48' itu sapa dah ? Elu bikin gw penasaran -.-"
Sekiannn~
NB : Gara - gara ada yang nyebut2 power ranger mystic force/?, gw sampe nyari2 filmnya, gw cari2 siapa yang namanya Xander dan dan dan...KENAPA GW JADI POWER RANGER IJO. Beli pilox lah biar jadi power ranger merah Dx
.
.
~#A n Q and Few Of Review Reply#~
Q : Apa kabar kak?
A : Baik - baik aja, dosen lg tobat/?
Q : Etdah op. Ini kapan mau di next dah?-_-
A : Sekarang :D Applause/?
Q : gk d lanjut thor? Males nganjutinnya apa? Ayodong semangat!
A : Ga males, cm bingung mo nulis apa/?
Q : Kakak seriusan pngin hibernasi trus bru update thun dpn? | Seriusan dilanjut taun depan? astaga ini bahkan baru awal taun | thor lu bercanda kan update taon depan?
A : Kaga serius sih tapi who knows gw disuruh pelatihan ke Korea 1 tahun sebelum debut jd maknae Exo xD
Q : Kenapa comeback nya taun depan thor?
A : Ga kenapa - napa sih. Iseng aja/?
Q : Lu beneran mau hibernasi, oppa? stress lu bener akut ya sampai mau hibernasi segala? *plakk
A : Iyeehhhhhhh...Dosen gw kaga bosen2 ngasih tugas yang ribet setengah hidup/?
Q : apa gue harus nunggu 5 bulan lagi ? atau lebih ? -_-
A : Ga lama kan cuma 2 bulan nunggu ff ini update :D Chap selanjutnya mungkin tunggu 4 bulan lagi kali ya xD
Q : author tercinta, kenapa baru update sekarang? aing hampir lupa kalo ada ff pocky boy..ckck
A : Baru dikirimi ilham. Gw aja hampir lupa punya ff ini #eh? #candacanda
Q : Yaelah lu mana aja bang? nyari wangsit biar dapetin luhan *peace*
A : Ide bagus/?
Q : Kemana aje lu?
A : Syuting power ranger katanya/?
Q : itu bagian akhirnya, yang nelfon sehun itu kris kan? Emang sengaja ye? Atau jangan2 luhan yang ngelakuin itu biar bikin sehun panas(?) | ini pasti cuma akal akalan si kris biar bikin sehun cemburu. ya kan ya kan? | itu sbnrnya yg nelfon sehun kris kan bukan lulu?
A : Ga juga sih. Luhan yang nelfon tapi salah sambung xD
Q : luhan kenapa pas telepon sehun dia manggil y kris,kkk sehun cemburu,? | tu luhan ngapain nelp sehun tpi manggil.a kris O.o | duuhhh sehun cemburu yeth?
A : Salah sambung xD Iya Sehun cemburu.
Q : apa luhan gk sadar kalo yg dia telpon itu sehun? terus sehun gimana? apa dia bakal beneran ngejauh dari luhan? pdhl dia udh mulai suka sama lulu:(
A : Kaga nyadar dia. Sehunnya galau/?. Kaga ngejauh kok, tenang aja :D
Q : Sehunnn sakitkan lihat lulu sama kris? *nanyasehun
Sehun's Answer : Sakit...sakittt banget/?
Q : Han kenapa sih manggilnya Kris ;-;
A : Karna Kris captain amerika/?
Q : keknya krislu semacam teman sejak kecil macem hunkai deh, ya gak?
A : Bingo ! :D
Q : chapter depan pokoknya bikin sehun cemburu sama krishan yeth ?
A : Sehunnya keburu sakit jadi kaga bisa cemburu2an dah haha
Q : Ntar sehunnya gak relain luhan ke kris kan ?
A : Pasti donk...Luhan hanya untuk Sehun dan gw, sisanya kutu daoank -dirajam-
Q : knp harus ada krishan sih? kenapa? hah.? musnahkan krishan!
A : Musnahkan ! #angkatbannerhunhan #iniapaan
Q : Sehun udh mulai suka gitu ama si bambi rusa?
A : Sudah sedikit - sedikit/?
Q : aduuh, lulu punya trauma kah?
A : Punya donk biar greget/?
Q : Kenapa Luhan takut sama petir?
A : Tuh diatas :D
Q : gue lupa mau nanya ini d ch sblmnya. si sehun ini ap DID?
A : DID itu apa ? Digemari ikan duyung ? :/
Q : gue lupa disini sehun straight apa gay apa bisek apa lesbi? wkw
A : Tergantung situasi Sehun mah/?
Q : Luhan kapan berenti ngejar sehun?kenapa gak ngejar gua aja/?
A : Semakin kukejar smakin kau jauh~ #malahnyanyi
Q : Kaisoo kapan jalannya nih, kok macet trus hubungannya ngga jalan2 ahahahaha.
A : Kai ga sanggup bayar tol jadi gini/?
Q : btw pas tbc.y kok jleb gitu yah? | knpaaaa tbc ? pas bagian itu lagi tbcnya ㅠㅠㅠ
A : Biar pada tau digantungin plas lg jleb itu gmana/? #curhatlagi
Q : terus kapannnnnnn hunhan.y bersatu dekkkkk? | Btw si luhan ama sehun kapan jadiannya? | Kpn ni si tuan oh sehun nyadar kalo dy suka sma luhan? Trus kpn hunhannya jdian?
A : When the skies and the grounds were one, the legends, through their twelve forces, nurtured the tree of life. An eye of red force created the evil which coveted the heart of tree of life, and the heart slowly grew dry. To tend and embrace the heart of tree of life, the legends hereby divide the tree in half and hide each side. Hence, time is over-turned and space turns askew. The twelve forces divide into two and create two suns that look alike into two worlds that seem alike. The legends travel apart. The legends shall now see the same sky but shall stand on different grounds, shall stand on the same ground but shall see different skies. The day the grounds be kept a single file before one sky in two worlds that seem alike, the legends will greet each other. The day the red force is purified, the twelve forces will reunite into one perfect root, "a new world shall open up"
Q : nggak kepikiran bikin oneshoot buat side storynya ini? kayak misalnya masa lalu sehun pas masih menggila di mma. atau masa lalu luhan. apa masa lalu authornya gitu :3
A : Masa lalu Sehun udah pan :o Masa lalu Luhan ga penting :/ Masa lalu gw suram/?
Q : tok tok tok. apa ini elang graha dwiputra? *sokkenal *abaikan
A : Maaf nomer yang yang anda hubungi salah/?
Q : Btw, what?! Jadi lu cowo?
A : He'euh
Q : kamu 95 nak? eh dek? selamat berarti kamu adekku hahahaaa...
A : Wah baru ngeh ada xiaolu odult ngomen :o Iya donk gw lebih muda. plis gw itu maknae EXO 8D #ditabokmasal
Q : lu 17 tahun kan?
A : 17 tahun 17 tahun 8D xD
Q : lu bilang udh kuliah yah? dimana? jurusan apa?
A : Udah, Disuatu tempat di peta Indonesia xD Jurusan desain gw
Q : Minta pin bbm dong, biar bisa ingetin lu update.
A : Ga punya :'v
Q : id line apaan?
A : Id line gw 'kagakpunyaidlinekakakbeliinhapeiphoneterbarudonk'
Q : Trus dulu anak rp? Rp apaan btw? Pantes ye candaannya mirip2 anak rp getoh, keenalin gua juga anak rp lohhh /gananya
A : Iyeh...Jadi Rp Sehun...Jinjja ? Gw aja gtw candaan rp kaya gmana -.-a
Q : Oya boleh tau gk/? Dulu waktu kakak main rp. Ngerpin siapa? Trus dnnya apa? Off rpnya kapan?
A : NgeRPin Sehun. Dn ? Dn itu apa ? Off Rp 2014 ato 2013 gtu..
Q : Serius lu thor lebih milih cewek..? Kalo disuguhin LUHAN nolak gak ?
A : O.O Gw lebih milih cewe 8D yang mirip Luhan xD
Q : eh iya gue penasaran lo sering bgt nyebut2 8D, 8D itu apaan? hehehe | apaan tuh thor 8D?
A : 8D Itu beha sama celana dalem #akupoloshakupoloshakupolosh Itu emot orang ketawa pake kacamata, semacem yang ini - BD
Q : eh bang/? kok waktu baca ni ff gue jadi deg-deg an ya? Jangan-jangan... gue jodoh sehun?
A : Munkin kamu hanya berhalusinasi/?
Q : knp org ke tiga nya harus kris? kenapa gak si Boy? Dongek atau changmkn gituhh?
A : =.=" Lain kali gw aja dah yg jadi orang ketiga
Q : baby wolf cup udah end? hah? ciyusan. ya udah buat baby lagi nya di ff ini aja.
A : -.-" Akupoloshakupoloshakupolosh
Q : oi cenayang. gue tanya dong kalo gitu. gue ketemu jodoh gue kapan yah? *gubrak
A : O.o Kamu akan ketemu jodoh kamu...jeng jeng jeng...ketika sudah tiba waktunya 8D -dicekek-
R : WHATTTT? TAHUN DEPANN? INI BARU FEBRUARI THOR *nangiskejer...jangan gitu dong thor. gue potong lightsaber lu ntar pake jurus kameha lightsabernya glow in the dark? bneran? gue intip dongg *plakk
RR : jirrr...horor O.O
R : Ni ff terakhir update kapan di update lg kapan krg lama oppa update.a -_-
RR : Kurang lama ? 2 tahun lagi kalo gtu xD
R : gue nunggu ni ff sampek nglahirin kembar 3 tau gak
RR : Chukkae *prokprok Aku akan bertanggung jawab, jadi kamu tak usah khawatir/?
R : Tega lu ye ninggalin ff favorit gua selama 1thn , dimana hati nurani mu hah? Please jangan lakukan itu lagi deer :'
RR : Maaf adinda/?. Aku tidak bermaksud seperti ini, hanya saja aku harus melakukan ini untuk anak cucu kita, untuk masa depan kita..Maaf aku harus pergi, bumi membutuhkanku. Berubah! -jadi power ranger- #iniapaan
R : ASTAGAA! GW SAMPE BACA ULANG! JUJUR AE GW LUPA ALURNYA KEK GMNA -" | Maap yah gua baca ulang abisny lupa sih ama jalan ceritany#heheh
RR : Puk puk...Turut prihatin/?
R : di sini ngga terlalu ditunjukkin pembelaan noona sehun terhadap sehun jadi kok gw ngerasa kesel sama noona nya yaaa... apalagi waktu sehun masuk ke kamar noona nya dan noona nya makan pocky yg padahal sehun abis dicambukin sama bapaknya. klo emang dia sayang sehun harusnya dia udah nangis nangis di depan pintu kamar bapaknya kan ?
RR : Kenapa...Kenapa gw baru sadar itu sekarang...Kenapa ?! KENAPA ! #plak Ini murni kesalahan author, mianhae -bow- Gw br ngeh setelah lu jelasin gini masa DX mianhae...Anggap aj noona Sehun itu sayang bgt dah ma Sehun
R : pokoknya elu harus tanggungjawab bang, bikin adgan luhan hujanhujanan ngejer sehun biar cem drama indosiar :v /
RR : Jirr, ntar Kris ma Sehun rebutan Luhan ya di tengah hujan ? Trus gtw'y Luhan malah lebih milih mba2 warung yang jual obat masuk angin #korbaniklan
R : duh hunhan moment y kurang banyak ka,sama kurang so sweet hehe
RR : Apalah daya. Aku sudah tak kuat/?
R : kalo bisa bikin adegan sehun kek tiba2 marah gitu padahal krishan cuma ngelaku-in hal kecil :v
RR : Hmmm...Diusahakan ?
R : bikin ngenes lagi dong Hun-nya, sampe kebawa masa lalu juga ngga papah
RR : Nuh, nanti dia mogok syuting gmana/?...Lu mau gw beneran update tahun depan ? xD
R : chap depan klo bisa ceritain Tentang keluarganya si Luhan ya,Thor
RR : Ceritain apanya dah ? Ga penting masalahnya :/
R : kasih kek.. adegan kiss.. atau gak rated nya naikin jadi M 19 gituu biar grgetwkwk
RR : Aku mah polos ga tau apa - apa :3
R : sukses kuliahnya ya thor
RR : Amin. Makasih :*
R : nggak bisa dihubungi kemana, oppa? lama nggak tuker pesan tau :3
RR : Nomer gw terbakar api cemburu Sehun/?
R : deer.. ayok jadian. XD
RR : Ayok/?
R : Eh gewla gegara ngeliat balesan review gua jadi kaga pokus sama cerita yang pen gua review masa/?
RR : Aku wumbo, kamu wumbo, kita semua wumbo/?
R : Jangan lama2 thor updatenyaㅠㅠ | lanjutin ceritanya jan lama2 upnya please *wishaegyo* palli palli ne! HWAITTING | Fast update | ditunggu next chapnya.. awas loh kalo updatenya lamaa :'v | fast up ya torrr. | thor Updatenya yang cepet ya | Pokoknya ini musti fastup...! | Yaampun update jangan lama lama atuh aku kan kangen :") g. | Lanjut fast, | Thor? fast updet yak? :D | FAST UPDATE! HE FAST UPDATE! | dd nggak mau kalo lu kaga fast apdet bang, dd maunya fast apdet :'( | nnti next chap updatenya jangan lama2 plisss | sekali2 fast update gt thor xander yang baik hati dan tidak sombong | lanjutannya plis jgn lma2 dnk.. hehe... | next ya kak fast update lah | yang pasti ditunggu kelanjutanyyaajangan lama2 kalo hibernasi kak! | fast update dong please -_- | pokoknya Di NEXT! dan harus cepet! | jangan lama-lama yaaa aku suka banget loh epep kamu beb | lanjut ya ka lanjut fastup | update cepet dong thor | cpet apdet lg biar nyut nyut sehun hilang.. | Buru d lnjut y thor | cepetin lanjutiiiin | cepet update thor~~ | Update kilat coba kak -,- (696969) | fast apdet ya pls | thor lu update pokoknya harus bulan ini ga mau tau ,kalo ngga gue teror nih | kak fastupd dooo00000ng | Ffnya tolong cepat dilanjutnya ya | ditunggu next chapt selanjutnya, tapi jangan lama-lama woyy
RR : Mau dikatakan apalagi ? Kita tak akan pernah satu...Engkau begini, aku begitu, meski hatiku memilihmu...Yang kau buat sungguhlah indah, buat diriku susah lupa #sarap
Done ! :D Wuih, reviewnya banyak. Pujiannya juga banyak, Terharu T.T *Kasih dolar monopoli satu - satu* :* Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y ya :D aku cinta kami/? :*
.
.
.
Akhir kata
.
.
.
So, Mind To Review ?
