Tittle : Pocky Boy

Cast : HunHan and other

Author : Xandeer

Rate : T

Disclaimer : I own this story, I own this plot, sisanya pinjem/?

.

.

.

.

.

.

.

If you just plagiator, Just Leave As Soon As Posible

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sebelumnya...

Sehun menghampiri Luhan, ia duduk di depan Luhan yang kebetulan kosong kemudian menaruh kotak bekal berbentuk box pocky di atas meja Luhan. Luhan terkejut, ia mengambil kotak itu dan membukanya. Ada beberapa egg salad sandwich menggiurkan disana, Luhan segera mengambil salah satu dan memakannya dengan senyum manisnya.

"Mashita. Kau membuatkannya untukku ?" Mata Luhan berbinar – binar.

"Hmm, sesekali biar aku yang membuatkan bekal untukmu" Ujar Sehun malu - malu.

"Terima kasih !"

CUP~

Luhan mengucap bibir Sehun sekilas. Sehun lagi – lagi membatu.

"A-aku..." Sehun berubah gugup. Luhan tertawa melihatnya. Ia mengelus bibir Sehun yang terdapat bercak mayonaise karna ulahnya dan kemudian menepuk dagu Sehun.

"Uhh...Selamat tinggal hyung" Ujar Sehun. Ia berjalan cepat keluar kelas sedangkan Luhan tersenyum manis.

-POCKY BOY 14-

"Haaaah~" Sehun menghela nafas panjang. Entah sudah keberapa kalinya pagi ini ia menghela nafas, bahkan hal pertama yang ia lakukan setelah bangun tidur adalah menghela nafas lalu memijat kepalanya yang pusing.

Jongin yang sedang makan mie instan disebelahnya lama – lama terganggu juga. "Kau kenapa sih ?" Tanyanya. Sehun menyenderkan kepalanya di sofa lalu menghela nafas lagi, tak berniat menjawab pertanyaan Jongin.

"Ckk, biar kutebak" Jongin mengetuk – ngetuk bibirnya dengan garpu yang ia pakai untuk memakan mie instan tadi.

"Apa ini ada hubungannya dengan appamu ?"

"Aku tidak punya appa" Jongin segera menutup mulutnya setelah mengeluarkan kata 'ups'

"Kalau begitu dengan Boa noona ?" Sehun menggeleng.

"Masalah denganku mungkin ?"

"Kau memang definisi dari masalah, tapi bukan itu" Sehun menjawab. Jongin berdecak.

"Kalau begitu pasti ada hubungannya dengan Luhan sunbae kan ?" Tanyanya. Jongin menatap Sehun yang menutup matanya lalu menghela nafas panjang sekali lagi.

"Ada apa dengannya ? Kemarin kulihat kalian baik – baik saja"

"..."

"Bino aku bicara denganmu"

"..."

"Bino"

"..."

"YA !" Jongin menendang kaki Sehun sehingga si empunya melotot tajam, hanya beberapa detik sebelum ia mengerang kesal dan menutup matanya lagi serta menghela nafas.

"akmmpikindriya" Sehun berguman, sangat cepat dan tidak jelas.

"Hah ?" Dengan wajah cengo si hitam mengorek – ngorek kupingnya.

"akmmpikindriya" Sehun berguman lagi.

"Oke, apa itu semacam bahasa reptil ? Ya ! Kau bicara apa ?! Aku tidak mengerti !" Jongin berteriak frustasi pada sahabatnya.

"Akumemimpikandirinya !" Sehun menjawab dengan kecepatan cahaya/? dan nada tak kalah frustasi namun Jongin berhasil menangkapnya dengan kecepatan bayangan miliknya/?.

"Ehhh ? Kau memimpikan siapa ?" Jongin bertanya penasaran.

"..." Sehun tak menjawab.

"Dirinya siapa ?"

"..." Masih tak ada jawaban.

"Luhan ? Kau bermimpi tentang Luhan ?" Tanyanya lagi, dilihat dari perubahan wajah Sehun -Menurut pengamatan Jongin, alis Sehun berjengit sepersekian detik/?- Jongin tau bahwa ia tepat sasaran.

"Apa yang kau mimpikan ?"

"..."

"Rate PG atau T atau malah rate M hmm ?" Jongin menaik turunkan alisnya, menggoda Sehun yang malah mengernyit jijik.

"Singkirkan wajah mesummu itu dariku" Sehun melempar bantal sofa tepat pada wajah Jongin, menuai protes dari si hitam.

"Ckk, kau frustasi hanya karna itu ? Aku sering memimpikan hal seperti itu, kau tau, sesuatu yang 'basah'"

"Euw..." Sehun segera menaruh bantal di antara dirinya dan Jongin sebagai 'batas suci'.

"Itu menyenangkan" Jongin menggigit bibir bawahnya sexy/? Dan Sehun harus menahan muntah karna itu.

"Dasar gila...Bisa kau menjauh dariku 200 kilometer ?" Sehun menatap Jongin jijik seperti Jongin baru saja dikentuti oleh sigung.

Jongin memutar bola matanya malas sebelum menyeringai mesum.

"Jadi kau dan Luhan hmm ?" Jongin menaik turunkan alisnya lagi dan melakukan gerakan menggunting dengan jarinya.

"Apa itu ?" Sehun menatap Jongin heran. Yang ditatap menghela nafas.

"Ini kau-" Jongin menunjuk jari tengahnya "-Dan ini Luhan sunbae" kali ini ia menunjuk telunjuknya. "Lalu-" Jongin melakukan gerakan menggunting dengan jari lagi.

Sehun mengernyit, ia menatap jarinya sendiri, melakukan gerakan seperti Jongin dengan pelan "Apa mak-Ohh !"

Blush

"YA !" Sehun menendang Jongin sampai ia terjatuh dari sisi sofa dengan keras.

"YAA ! APA – APAAN ?!" Jongin protes. Ia mengelus pahanya yang nyeri bukan main lalu memijat pinggulnya yang tak kalah sakit.

"Kau dan otak mesummu itu !" Sehun mendengus. "L-lagipula...Lagipula kenapa a-aku yang dibawah ?!" Sehun mendengus lagi, ada sedikit rasa tak terima karna harga dirinya sebagai pihak 'dominan' merasa ternoda.

Jongin tertawa. "Jangan salah paham dulu bro, aku hanya yakin, alih – alih kau yang 'mengerjai' Luhan, ia yang akan 'mengerjai'mu habis - habisan, uke on top ? kau lihat sendiri dia tipe 'agresif', walau di hubungan ini tetap kau seme'nya" Jongin menepak lengan Sehun lalu tertawa.

"Ck, jangan bahas ini lagi, membuatku mual !" Sehun meninggalkan Jongin ke dapur, namun si hitam mengikuti.

"Jadi benar kau dan Luha-"

"-Dengar ya, aku tidak bermimpi tentang itu" Sehun membuka lemari es dan menuangkan jus jerus ke dalam gelas miliknya.

"Kau tidak ?" Tanya Jongin heran. Sehun menggeleng.

"Jadi ?" Tanyanya lagi. Sehun duduk di sofa kembali, menegak jus jeruknya sebelum menatap Jongin.

"Aku bermimpi kami berdua berpegangan tangan, menjelajah taman bunga yang indah dan kami bertatapan, aku hampir...A-aku hampir menciumnya...-" Jongin tampak semakin tertarik.

"Lalu ?" Tanyanya antusias. Sehun menghela nafas, wajahnya berubah sendu.

"-lalu entahlah Jongin, tiba – tiba mimpiku berubah menjadi resident evil, zombie dimana – dimana dan yeah salah satunya datang dan memakannya"

"Euwww ! Itu menyeramkan !"

"Tidak lebih menyeramkan ketika kau tiba – tiba dikejar Zombie Godzilla"

"Pfftt, hahahaha" Jongin tertawa, Sehun hanya bisa mendengus sebal. "Jadi tidak ada hubungannya dengan,...kau tau 'sesuatu'" Jongin bertanya setelah tawanya mereda.

"Aku tidak semesum kau"

"Lalu apa yang membuatmu frustasi ?"

"Aku takut"

"Dengan Zombie Godzilla ?"

Sehun mendengus "Yang benar saja"

"Jadi kau takut Luhan dimakan zombie ?"

"Ya, maksudku tidak tapi ya...ERGH !" Sehun mengacak rambutnya frustasi. Jongin bergegas memberi Sehun minum agar ia lebih tenang. Sehun meneguk jus itu sampai habis lalu menghela nafas panjang sekali lagi.

"Jongin...~" Ada jeda lama sebelum Sehun menyambung dengan "Bagaimana kalau aku membawa masalah pada Luhan ? Sama seperti yang terjadi pada noona dan...dan eomma" Sehun menunduk sedih.

"Zombie itu datang karna aku membuka sebuah pintu, kalau aku tidak membuka pintu itu, mungkin...-"

"-Mimpimu jadi mimpi basah" Jongin meneruskan.

"YA !" Sekali lagi Jongin terjungkal karna tendangan Sehun.

"Ouch...Kau benar – benar kejam" Jongin mengelus pahanya yang ia yakini telah membiru. "Jadi itu yang membuatmu frustasi ? Kau takut kau hanya membawa masalah untuk Luhan karna mimpi itu ?" Tanyanya. Sehun mengangguk.

"Itu hanya mimpi bro" Jongin duduk di sebelah Sehun lagi, menepuk - nepuk bahu sahabatnya agar ia rileks.

"Kau tau, aku beberapa kali mimpi kau terjatuh ke dalam jurang-" Sehun menatap Jongin tak percaya.

"-tertabrak kereta" Alis Sehun berkedut.

"-Bahkan tertendang kuda dan yeah masih banyak lagi"

"Masih banyak lagi katanya ! Manusia ini !" Geram Sehun dalam hati.

"-tapi lihat ! Aku tidak merasa aku membawa masalah untukmu, jadi tenang saja, semua aman terkendali !" Jongin tersenyum lebar tanpa dosa.

DZIG ! Jongin terjungkal dari sofa untuk ketiga kalinya.

Poor Jongin.

...

Setelah hampir berkelahi dengan Jongin tadi pagi (berakhir dengan kekalahan Jongin sehabis mendapat bantingan 180 derajat dari Sehun), Sehun dan Jongin kembali memulai aktivitasnya di sekolah. Sesampainya di kelas dan duduk di tempat mereka masing – masing, Sehun masih memikirkan mimpinya yang semalam sedangkan Jongin sedang memijat kakinya yang terkena tendangan Sehun tadi pagi.

"Kalau benar di dunia ini ada zombie, kau pasti jadi tokoh antagonisnya, tokoh jahat yang membuat zombie untuk menguasai dunia"

"Ya aku tau"

"Tumben kau setuju denganku"

"Karna jika di dunia ini ada zombie, kau akan kujadikan bahan penelitian untuk menciptakan zombie atau mungkin aku jadikan makanan zombie - zombieku"

"Kau kejam, sahabat macam apa kau ini ?!" Jongin protes.

"Memangnya kita ini sahabat ?" Sehun bertanya datar, tentu saja ia bercanda. Jongin menganga tak percaya.

"Awas saja kalau benar ada zombie-"

"Tak usah berlagak ingin menolongku Jongin, kau yang akan mati duluan dimakan mereka, larimu saja lebih lamban dariku" Sehun memotong ucapan Jongin. Jongin pura – pura terisak, ia memegang dadanya berlagak tersakiti. Sehun mendengus jijik.

"Jongin, kau sakit ?" Tanya seseorang tiba – tiba. Jongin dan Sehun sontak menoleh bersama ke siswa tingkat atas yang sudah berdiri tak jauh dari tempat duduk mereka. Siapa lagi kalau bukan Luhan dan Kyungsoo.

Kyungsoo menghampiri Jongin dengan raut khawatir. "Kau sakit ?" Tanyanya lagi, menyentuh tangan Jongin yang berada di depan dadadnya (efek berlagak tersakiti tadi). Jongin menganga dengan tidak elit. Rohnya sudah terbang entah kemana saat Kyungsoo menyentuh tangannya.

"Jongin ?" Kyungsoo melambaikan tangannya di depan wajah Jongin yang kosong. Sehun yang melihatnya mendengus. Ia menendang kaki Jongin hingga roh Jongin yang tadi menari - nari di udara/? Kembali ke raganya. Setelah sadar dari koma/? sepersekian menitnya, Jongin langsung gelagapan.

"Jongin kau sakit ?" Kyungsoo bertanya untuk kesekian kalinya dan Jongin masih belum bisa menjawab. Pertanyaan mudah dari Kyungsoo berasa rumus matematika yang mengandung aljabar, logaritma dan tetek bengek lainnya bagi Jongin.

"Oh, astaga ! Bolehkan aku phone a friend ?!" –Batin Jongin.

"Dia baik – baik saja, hanya keselek" Ujar Sehun. Demi dewa Apollo, Sehun ternyata memang sahabat terbaik.

"Hati – hati Jongin. Kka minumlah" Kyungsoo memberikan Jongin sebotol air yang terisi penuh yang ia ambil dari orang yang duduk di depan Jongin.

"E-eh iya sunbae, trima kasih" Jongin menerima botol itu dan meminumnya dengan canggung.

"Sehun !" Kini Luhan memanggil Sehun. Ia tanpa malu duduk di pangkuan Sehun, hingga lelaki albino itu terperanjat.

"Ne Lu hyung ?" Tanyanya, ia berusaha untuk tidak grogi dan salah tingkah.

"Um...Sehun, aku bermimipi tentangmu-" Ujar Luhan malu – malu. Sehun mengernyit.

"Jangan bilang ia juga mimpi zombie dan godzilla ?" Batin Sehun.

"-Aku bermimpi kita menikah" Luhan berbisik di telinga Sehun.

Oh...bukan Zombie...ia mimpi kita menikah, itu bagus...

.

.

.

"Mworago ?!"

Slep/?

"Ssst...Tak usah heboh begitu" Luhan terkekeh setelah terlebih dahulu menyumpal mulut Sehun dengan batangan Pocky.

"Saat pernikahan kita, kita berciuman seperti ini" Luhan melahap ujung pocky lain yang berada di mulut Sehun. Matanya menatap mata elang milik Sehun, bibirnya yang tengah mengemut ujung Pocky ia majukan beberapa senti. Tidak ada penolakan, wajah Luhan kian maju, batang pocky itu pun kian lama kian pendek.

5 cm

.

.

.

3 cm

.

.

.

1 cm

Tuk/?

Batangan Pocky itu terbelah. Luhan tak jadi mencicipi bibir Sehun karna si empunya telah lebih dulu menggigit ujung yang satunya.

"Hey, kau tak seharunya melakukan itu !" Sehun hanya diam ketika Luhan protes, namun matanya melirik ke arah pintu.

"EHEM !"

Atensi seluruh kelas yang tadi memperhatikan dua sejoli itu kini menoleh bersamaan ke arah pintu masuk. Seorang guru yang terkenal killer sudah berdiri di situ, tangannya bersedekap dan wajah berkumisnya 20x lipat terlihat lebih garang, bahkan Luhan dan Kyungsoo yang notabenenya troublemaker dibuat bergidik ngeri, seketika suasana yang tadinya Lovey dovey berubah tegang, dengan cepat anak – anak kembali ke tempat duduk mereka, tersisa Kyungsoo yang masih memegang dasi Jongin (Karna tadi ia sedang merapikan dasi pria itu) dan Luhan yang sedang duduk di pangkuan Sehun.

"Ada pengganggu~" Luhan sing song. "Sampai jumpa saat makan siang" Luhan memegang pipi Sehun dan mengecup bibirnya tanpa ragu kemudian terkekeh.

"Selamat menikmati hukumanmu yah" Tambahnya sebelum beranjak dari pangkuan Sehun.

"Kka Kyungsoo" Ajak Luhan. Kyungsoo mengangguk "Sampai jumpa siang nanti" Ujarnya sebelum mengikuti Luhan pergi dari kelas hoobae mereka.

Jongin sudah dag dig dug serrr/? Ketika mendengar Kyungsoo mengajaknya makan siang. Ini mungkin adalah berkah untuk anak soleh sepertinya. Ia memegangi dadanya...-

BRAK !

Jongin hampir melonjak di kursinya karna kaget. Dalam hati Jongin sudah menyumpah serapah (#Don't_try_this_at_school) si kumis killer itu. Untung saja Jongin tak punya riwayat jantung.

"Tutup buku kalian dan masukan ke dalam tas, kita ulangan dadakan !" Suasana kelas langsung dua kali lipat lebih horor apalagi bagi Jongin. Kebahagiannya yang tadi sempat melayang – layang di surga tiba – tiba dijatuhkan ke neraka yang paling dalam, lain dengan anak – anak bergelar pintar di kelas yang hanya mengangguk santai.

Tak hanya sampai disitu saja, kehororan berlanjut ketika bibir si pa kumis itu berucap :

"Sehun ! Jongin ! Detensi setelah pulang sekolah !"

.

.

.

What a super shitty day~

...

Sekolah sudah bubar dari 2 jam lalu dan kini EXO gank sedang berjalan keparkiran, mereka berencana akan makan siang bersama di restoran milik eomma Kyungsoo. Luhan menatap ke langit dan seketika ia menjadi bimbang.

"Aku tidak ikut ya" Ujar Luhan.

"Ey, Kenapa ?" Tanya Xiumin.

"Sudah mau hujan tuh" Luhan menunjuk ke langit. Mereka semua 'Oh'-ing lalu mengangguk mengerti.

"Mau aku antar ?" Tawar Kris tapi Luhan menggeleng.

"Tidak perlu, sepertinya hujannya masih lama"

"Kau yakin akan pulang sendiri Lu ?" Tanya Kris lagi. Dalam hati ia khawatir (hastag skalian modus).

"Iya, sudah sana aku yakin kalian sudah lapar" Luhan mengusir mereka.

"Ara, See ya Lu. Hati - hati" Ujar Suho. Mereka melambaikan tangannya pada Luhan sebelum masuk ke mobil mereka masing - masing.

Luhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, walau ia ingin sekali cepat sampai di rumahnya ia tak ingin mati sebelum menikah, jangankan menikah, calon pacarnya saja belum meliriknya, namun baru juga setengah perjalanan, ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan mobilnya.

"Uh, kenapa rasanya berat sekali" Luhan menepikan mobilnya. Ia keluar dan mengecek keadaaan mobilnya.

"Ck, kenapa bannya bisa kempis begini ?!" Luhan berdecak kesal ketika menatap salah satu ban depan mobilnya kempis, pantas saja mobilnya jadi berat. Ia menatap ke langit yang berubah makin gelap.

"Oh Shit. Ini benar – benar tidak baik"

Hatinya sudah tak tenang, jantungnya berdebar takut. Dengan perasaan panik dan terburu – buru, ia mengambil handphonenya dan memencet tombol speed dial tanpa memperhatikan nomer dan nama yang tertera di handphonenya saat melakukan panggilan.

Bunyi tut beberapa kali terdengar "Yoboseyo~" Ujar seseorang di sebrang sana. Luhan mengernyit. Ia heran karna suara Kris jadi berubah walau masih terdengar familiar.

"Kris ?" Luhan dapat mendengar helaan nafas kecewa di sebrang sana.

"Ini Sehun" Luhan terkejut, Ia menatap layarnya dan terpampang nama dan nomer yang memang milik Sehun, barulah ia menyadari ia telah salah menelpon orang. Ia lupa telah mengganti speed dial nomer 2 yang tadi diisi oleh nomer Kris dengan nomer Sehun, sedangkan nomer Kris ia taruh di speed dial nomer 3.

"Oh, maaf" Ujar Luhan canggung.

"Hmm, tak apa. Aku matikan ya"

"Ja-jangan !" Luhan menyahut cepat. Ia menatap langit yang sudah siap membasahi jalanan Seoul dengan panik.

"Ban mobilku kempis, bi-bisakah kau menjemputku ? Disini dingin dan-" Luhan menatap ke langit (lagi) "-mendung"

Hening beberapa detik...

"Araseo, hyung dimana ?"

"Aku di jalan xxxx"

"Ara, aku akan kesana secepat mungkin. Tunggu aku di dalam mobil" Ujar Sehun.

"Eum, gomawo Hun-ah"

"Ne"

Sambungan mereka terhenti, Luhan masuk kembali ke dalam mobil. Pintunya ia kunci, menidurkan dirinya lalu memejamkan mata setelah terlebih dahulu menurunkan kursi ke belakang. Udara yang keluar dari AC mobilnya begitu sejuk hingga tanpa Luhan sadari ia jatuh tertidur.

.

.

.

Luhan bangun saat ia mendengar jendela mobilnya diketuk berkali – kali dari luar. Seorang pria dengan wajah putih bak porselan, hidung bangir dan rahang tajam terpampang di jendela kemudi Luhan, payung biru tergenggam di tangan kanannya untuk melindungi dirinya dari hujan yang telah mengguyur. Luhan segera membuka kunci pintu, keluar untuk ikut berlindung di bawah payung biru lelaki pucat itu lalu mengunci pintu mobilnya.

Hanya dengan berlindung di bawah satu payung, keduanya menghampiri mobil lain yang terparkir tak jauh dari mobil Luhan. Setelah lebih dahulu mengantar Luhan masuk ke dalam mobil, lelaki itu masuk ke bagian kemudi.

"Thanks Hun-ah" Ujar Luhan.

"Hmm" Balas Sehun singkat, si lelaki pucat.

Sehun menjalankan mobilnya, menerobos hujan yang makin deras. "Jika kau kedinginan, Aku membawakanmu selimut di belakang" Ujar Sehun. Luhan mengangguk, ia mengambil selimut yang dimaksud Sehun dan menyelimuti tubuhnya. Lelaki mata rusa itu menguap, udara seperti ini (jika tanpa kilat dan guntur) memang paling cocok untuk tidur maka tak butuh waktu lama bagi Luhan untuk melanjutkan tidurnya tadi.

Sehun yang daritadi mencuri pandang pada sosok Luhan tersenyum. Gemas melihat Luhan tertidur dengan bibir sedikit terbuka. Saat terhenti di lampu merah, Sehun membenarkan posisi selimut Luhan lalu membenarkan posisi kepala Luhan agar lehernya tidak sakit nanti.

Jdarrr !

Guntur dan kilat mulai ikut menghiasi langit.

"Unnghh !" Luhan mengigau dalam tidurnya, tubuhnya bergerak gelisah dan matanya mengernyit seperti ia mengalami mimpi buruk. Sehun merasa simpati. Ia mengelus lengan Luhan yang tegang dengan lembut, menyelipkan jari – jarinya di sela jari Luhan.

"Gwaenchana aku disini hyung" Ujarnya lembut. Mengelus pipi Luhan dengan tangan satunya. Nyatanya cara Sehun berhasil membuat tubuh Luhan lebih rileks dan tenang. Ia menghela nafas lega.

Sehun kembali fokus ke jalan saat lampu sudah mau berubah hijau. Ia tak pernah lupa untuk meremas lembut lengan Luhan ketika gemuruh disusul kilat datang.

...

Sehun memasang wajah tembok sepanjang perjalanan dari tempat parkir menuju apartemennya di lantai 5. Kenapa ? Tentu saja karna ia (Pria paling hot kedua di apartemen –Kata Jongin) tengah menggendong seseorang (dengan wajah yang tak sesuai umurnya) yang tertutup selimut dengan gaya bridal style dan yeah tentu saja itu mengundang perhatian orang – orang yang berpapasan dengannya, yah tak aneh juga jika mereka nanti akan berpikiran yang tidak - tidak. Mau bagaimana lagi, si pria rusa tertidur nyenyak sekali hingga Sehun tak tega untuk sekedar membangunkannya, jadilah hasilnya seperti ini.

Sehun tak tau, melihat Jongin yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya itu berkah atau musibah. Tapi setidaknya ia tak perlu susah payah untuk memencet password dan membuka pintu, Jongin dengan baik hati telah melakukan semua itu untuknya.

Dengan wajah penasaran miliknya, Jongin terus mengikuti Sehun yang berjalan dari depan menuju kamar tamu untuk membaringkan Luhan di kasur. Sehun meregangkan tangannya lalu duduk di sofa depan setelah menutup pintu ruang tamu dengan hati – hati, Jongin masih mengekor di belakang.

"Kau menculiknya ?" Tanya Jongin.

Sehun berdecak malas "Yang benar saja" Ia mengambil remot tv dan memencet - mencet tombolnya dengan iseng/?.

"Jadi kalian pacaran ?"

"Tidak" Sehun menghentikan memencet tombol tv ketika menemukan kartun larva.

"Trus kenapa kalian bisa bersama ?"

"Luhan yang menelponku"

"Lalu ?"

"Ya sudah begitu saja"

"Kau yakin ?" Sehun mengangguk.

"Kau tidak berbuat yang tidak – tidak kan ?"

"Jongin, kira – kira berapa kali aku harus memukul satu orang dengan remot tv hingga koma ?"

"Mana aku tahu, memangnya kenapa ?"

"Apa aku harus mencobanya padamu ?"

Jongin bergidik ngeri, dengan kecepatan bayangan/? ia kembali ke apartemennya dan tidak mampir lagi ke apartemen Sehun sepanjang hari itu.

...

Luhan mengedip – ngedipkan matanya yang masih berat. Ia terduduk dan memperhatikan kamar yang ia tempati sekarang. Merasa asing, ia berjalan keluar dengan agak terhuyung karna masih mengantuk.

"Selamat pagi hyung" Sapa seseorang.

"Eum Sehun ? Selamat pagi. Aku dimana ?" Tanyanya heran. Ia mendekati Sehun yang sedang membuka kulkasnya untuk mengambil kotak susu coklat.

"Eung.. Di apartemenku ?"

"Apartemenmu ?"

"Eu-hmm. Duduklah. Aku sudah membuatkan pancake untuk kita sarapan" Ujar Sehun. Luhan menurut. Ia duduk dan menunggu (calon) suaminya menyiapkan makanan di meja.

.

.

.

Dengan bertelanjang dada serta handuk yang menggantung di bahunya Luhan membuka lemari Sehun sedangkan sang empunya sedang tiduran di sofa depan menunggunya selesai. Luhan mengambil baju seragam Sehun lalu memakainya. Sudah merasa seragamnya rapih, Luhan mengoprek baju – baju Sehun.

"Oh ini kan jaket yang kemarin Sehun pinjamkan padaku di sungai han" Ujarnya, ia mengambil jaket hitam yang tergantung di lemari Sehun dan memakainya. Ia bercermin dan tertawa. Seragam dan jaket Sehun terlihat sekali kebesaran di tubuhnya, bahkan tangan manly'nya juga ikut 'tenggelam' dalam pakaian Sehun.

"Kiyowo" Sehun yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu berkomentar tentang penampilan Luhan.

"Kamsha" Luhan mengambil tas miliknya dan mengikuti Sehun ke mobilnya untuk pergi ke sekolah bersama.

...

Exo Gank sedang berkumpul di base camp mereka seperti biasa, Chanyeol dan Baekhyun sedang main game, Xiumin dan Kyungsoo sedang asyik stalking ig salah satu foodblogger, Chen sedang mendengarkan musik, Tao sedang mencari tas gucci keluaran terbaru untuk koleksinya, Yixing dan Suho sedang berdikusi tentang bisnis, Luhan sedang makan potato chips sambil chat dengan Laogao, sedangkan Kris sedang menopang dagunya di meja, memperhatikan si ketua dari jauh dengan wajah mendamba.

"Hey, bukankah besok sampai minggu ini kita libur karna seongsanim ada pelatihan ? Kita akan kemana ? Sudah lama kan kita tidak berlibur bersama" Tanya Chen setelah melepas earphonenya.

"Ah, itu benar. Bagaimana kalau keluar negeri ? Jepang misalnya" -Suho.

"Tidak tidak, terlalu jauh" -Tao.

"Aku setuju dengan Tao, lebih baik kita di sekitar Korea saja" –Xiumin.

"Bagaimana dengan pantai ?" -Baekhyun.

"Apa itu artinya kita akan liburan di rumah nenekmu, Baekkie ?" Tanya Lay. Baekhyun sweetdrop.

"Hyung, rumah nenekku di daerah pegunungan" Ujar Baekhyun menjelaskan.

"Pantai bukan pilihan buruk, aku ikut dengan Baekhyun" -Chanyeol kembali ke topik utama.

"Aku setuju dengan pantai" -Kyungsoo.

"Aku lebih ingin kerumah Sehun" Luhan berbisik namun Kyungsoo mendengarnya. "Kan di pantai kau bisa melihat Sehun hanya pakai celana renang, ajak saja si albino itu"

"Kyungsoo kau jenius !" Luhan sumringah "Aku ikut dalam team pantai !"

"Aku juga ikut deh" –Tao.

"Team pantai" –Xiumin.

"Aku masih ingin pergi keluar negeri, tapi sudahlah. Aku ikut saja" –Suho.

"Aku ingin kerumah nenek Baekhyun" –Lay.

"Oke guys, jadi 8 suara untuk pantai, 1 untuk rumah nenek Baekhyun. Bagaimana denganmu Kris ?" Semua atensi beralih pada Kris.

.

.

.

"Galaxy" Kris berucap dengan nada serius namun tampangnya datar.

.

.

.

Krik Krik...

.

.

.

"Baiklah kita tetapkan kita akan ke pantai !" Ujar Chen semangat (Ia sengaja pura – pura tak mendengar suara 'gaib' tadi) membuat yang lain ikut semangat dan tak sabar untuk berlibur esok hari.

"Hey guys, aku boleh kan mengajak dua orang lagi ?" Tanya Luhan dengan mata berbinar. Kris diam – diam mencibir keinginan Luhan.

"Ne, tidak masalah, siapa tau kau dan Sehun bisa mengukir momen bersejarah nanti" Ujar Xiumin. Luhan meng'Amin'kan sedangkan Kris hanya bisa mendengus kesal.

...

"Albino" Jongin meloncat dari belakang sofa untuk duduk di sebelah Sehun yang sedang menonton Tv.

"Hmm ?" Sehun membalas seadanya. Ia tersenyum sedikit melihat kekonyolan duo larva idiot yang sedang tampil di layar kaca.

"Kau juga mendapat undangan dari Luhan kan ?" Tanya Jongin. Sehun mengangguk.

"Kau ikut ?" Tanyanya lagi. Sehun menggeleng. Jongin memasang wajah kecewa.

"Wae ?" Rengeknya.

"Tidak penting, aku ingin liburan di rumah saja" Benar – benar tipikal jawaban Sehun si membosankan.

"Ey ey ey ayolah bino, ikut saja ! Kan lumayan bisa liat yang bening – bening macem Luhan dan Kyungsoo" Rayu Jongin tapi Sehun hanya berdecak.

"Ck, bilang saja kau ingin aku menemanimu melihat Kyungsoo memakai baju renang" Jongin nyengir.

Sehun tau aja sih.

"Ehehe, ayolah, kan Luhan sudah mengajakmu masa ditolak, lumayan kan bisa liat dia pakai celana renang, mungkin ia juga akan memilih pakaian yang sexy biar kau tergoda melihatnya" Jongin mencari alasan lain agar Sehun ikut.

"Tidak penting,...tidak peduli"

"Ish ! Jika bukan demi Luhan, ikutlah demi aku !" Jongin putus asa. Sehun mengernyit jijik dengan perkataan Jongin.

"Ini kan menyangkut masa depanku dan Kyungsoo sunbae juga, kau tau aku ditawari Luhan karna kau, jika aku datang sendirian mungkin aku akan dijadikan umpan hiu oleh mereka, jadi kumohon ikutlah !" Jongin memelas. Sehun mendesah pasrah.

"Ara ara, aku akan ikut"

"Yey ! Kau memang cicak terbaik di alam semesta !" Puji Jongin yang dihadiahi death glare dari Sehun.

...

Setelah selesai mengepak barang – barang mereka, Sehun dan Jongin masuk ke dalam mobil Sehun untuk berangkat bersama ke pantai. Perjalanan menempuh waktu satu setengah jam dan Sehun harus menahan sabar karna Jongin yang antusias tak bisa berhenti berbicara tentang Kyungsoo, pantai dan celana renang, sebenarnya Sehun ingin membuka pintu mobil Jongin dan menendangnya keluar tapi ia urungkan karna kalau Jongin tidak ada, nanti bisa – bisa dia yang jadi korban penistaan author #plak maksudnya mereka kan sahabat baik yang akan selalu bersama, dalam suka duka, berbagi segalanya, tak terpisahkan/?, yud lah ya Sehun hanya bisa bersabar, maklum sabar aja ini ujian/?.

Sesampainya disana, Sehun segera memarkirkan mobilnya, dengan menenteng ransel di bahu ia keluar. Baru saja mengunci mobilnya dan berjalan beberapa langkah, ada penampakan sosok mungil penipu umur yang berlari kerarahnya, melambaikan tangan dengan senyum semanis gula.

"HUN-AH !" Luhan, lelaki mungil itu memanggil Sehun yang baru datang kelewat antusias. Ia berlari kearah Sehun dan langsung menggandengnya, ia juga langsung menarik Sehun entah kemana. Jongin jelas langsung cengo. Ingin mengejar Sehun tapi tidak mau jadi obat cicak plus sebagai sahabat yang baik ia tidak ingin mengganggu proses pdkt Luhan pada Sehun.

Yud lah ya, udah nasib jomblo plus punya sahabat mirip tembok yang tingkat kepeduliannya ga lebih gede dari kemalu-pippppp sendiri.

Tapi dibalik segala cobaan yang Jongin alami, orang saleh/? kaya dia suka dapat berkah tiba - tiba, baru saja Jongin ingin pulang karna pundung, Kyungsoo menepuk punggungnya sampai Jongin kaget terus berganti terpesona melihat sang pujaan hati tersenyum, senyum Kyungsoo nyatanya nyegerin/?

"Eh hi sunbae" Sapa Jongin malu – malu.

"Hi, selamat datang di sini, Ayo kita kevilla, kau bisa menaruh barangmu disana" Tawar Kyungsoo. Jongin mengangguk dan mengikuti Kyungsoo yang tengah memandu.

"Maaf aku membuatku sunbae repot – repot mengantar" Ujar Jongin. Kyungsoo terkekeh.

"Tak apa, aku tau Luhan akan menculik Sehun begitu ia datang, si rusa itu sudah begitu antusias dari sejak kelompok kami berangkat" Jelas Kyungsoo. Jongin mendengus iri.

"Kau antusias tidak melihatku sunbae?" Tanya Jongin dalam hati, mana berani dia ungkapkan pada Kyungsoo secara blak - blakan.

Tak lama mereka berdua tiba di villatempat mereka menginap malam ini. Jongin menaruh tasnya di kamar yang akan ditempatinya dan Sehun, lalu keluar untuk kembali bersama Kyungsoo yang mengajaknya menelusuri pantai.

Mereka berjalan bersebelahan, tak jarang tangan mereka yang berdekatan sering bersenggolan, Mengirmkan sengatan sengatan aneh bikin gemes/? Bagi Jognin. Ingin sekali ia menarik tangan Kyungsoo dan menggenggamnya namun ia takut Kyungsoo tidak menyukainya, toh mereka baru berteman juga, ga enak kalo langsung serobot/?.

"Aku tertarik denganmu" Ucap Kyungsoo.

"HAH ?!" Jongin mendelik cepat. Kyungsoo tertawa.

"Maksudku aku tertarik dengan persahabatanmu dengan Sehun"

"O-oh, itu ya" Jongin jadi malu, ia menggaruk lehernya dan berdeham canggung.

"Kulihat kalian seperti tidak akrab tapi selalu menempel" Ujar Kyungsoo "dan kalian malah lebih sering memaki satu sama lain".

"Ahhhhh, haha, sebenarnya aku yang menempeli Sehun, habis dia itu luarnya saja yang dingin, dalamnya ia kesepian, rasanya kasian jika ia sampai tak punya teman" Kyungsoo mengangguk paham.

"Makian itu sebenarnya hanya bercanda, kami tak pandai memuji satu sama lain jadi begitu deh" Sambung Jongin.

"Hmm, aku tak tau kau pria yang baik, pertama aku melihatmu, kukira kau hanya junior playboy dan mesum" Ujar Kyungsoo, terlampau jujur.

Jleb...

Sakitnya tuh disini di dalam hatiku, sakitnya tuh disini.

"Tapi mendengar persahabatanmu, aku jadi mengubah pandanganku. Mungkin kau tidak seburuk yang aku kira, jika kau memperlakukan sahabatmu seperti itu, aku tau kau akan memperlakukan pasanganmu dengan baik juga, iya kan ?" Tanya kyungsoo. Jongin mengangguk semangat

Oh Tuhaannn, kucinta dia, rindu dia, inginkan dia...

Ingatkan Jongin untuk potong tumpeng/? abis ini.

.

.

.

Jongin berjalan sambil sesekali memperhatikan Kyungsoo yang kemudian matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya.

"Hyung kau suka pororo ya ?" Tanya Kai. Kyungsoo menatapnya heran.

"Bagaimana kau bisa tahu ?" Tanyanya balik. Jongin menggaruk tengkuknya "Itu bajumu" ia menunjuk kaos Kyungsoo yang sempat menarik perhatiannya.

Sebenarnya ia juga sudah tau Kyungsoo menyukai pororo dari Luhan

Kyungsoo mengikuti arah telunjuk Jongin kemudian mengangguk. "Ohhh, ya aku suka pororo, dia imut"

Hyung juga imut

"Sebenarnya hyung kalau dilihat – lihat mirip pororo kok"

"Hmm ? Apa karna aku pendek dan bahuku kecil ?" Kyungsoo mendelik.

"Eh Eh ? Anieyo anieyo !" Jongin mengibaskan tangannya di depan dada sambil gelagapan. Ia jadi takut telah menyinggung Kyungsoo walaupun maksudnya bukan begitu. Jongin akan menenggelamkan diri saja kalau sampai Kyungsoo tersinggung dan marah padanya, namun reaksi yang ia dapat selanjutnya membuatnya heran. Kyungsoo malah tertawa

"Haha, aku hanya bercanda, jangan takut begitu" Kyungsoo menepuk bahu Jongin. "Aku ingin tinggi sepertimu"

Jongin menghela nafas lega "Hyung, Pororo bahkan tidak perlu menjadi tinggi dan gagah untuk disukai semua orang"

"Trims Jongin" Kyungsoo tersenyum. "Kau suka pororo juga ?" Tanyanya.

"Hmm, aku mengikuti kartunnya" Aku Jongin malu – malu. "Tapi aku lebih suka crong"

"Oh, aku juga suka crong, dia polos dan lucu" Ujarnya.

Kau suka aku tidak hyung ?

"Kau tau season 3 episode 7 dimana Crong dan Rody menjadi superhero dan penjahat ? Kurasa itu bagian terbaik"

"Bagaimana dengan season 4 episode 4 dimana Crong menjadi sangat besar ? Aku sangat suka bagian itu" Jongin menimpali.

"Ah ya, itu juga lucu...Tapi yang paling menarik dari Pororo adalah lagu dan tariannya. Aku sangat suka saat pororo bernyanyi animal farm di season 2 episode 2"

"Hyung tau pororo sing along season 1 epsiode 10 ? Aku sangat suka lagu itu, aku telah melihatnya puluhan kali ! Kau tau, mereka menari seperti ini ! Para pam para pam para pam para pam pararara pam pararara pam pararararara pam" Jongin berdiri di hadapan Kyungsoo lalu menari tarian pororo yang diingatnya dengan sempurna. Kyungsoo dibuatnya tertawa.

"Kau menarik" Ucap yang lebih tua disela tawanya, lucu melihat tingkah Jongin. Kyungsoo tidak tahu saja kalau ucapannya barusan membuat jantung Jongin berdetak tak karuan bahkan hampir melompat keluar. Ia senang bukan kepalang.

"Hyung ! Kita harus lebih sering bertemu untuk membahas pororo" Usul Jongin semangat, sebenarnya sih modus – modus gitu/?.

"Hmm, ya, aku juga nyaman bicara padamu" Kyungsoo tersenyum lagi, bahkan kini lebih manis dan imut.

Omaya~

.

.

.

Lelah berjalan, Mereka duduk bersebelahan di pasir pantai, menikmati momen sunset yang jarang mereka lihat jika mereka di daerah perkotaan. Setelah merasa mulai dekat dan tidak canggung, Jongin mengumpulkan keberanian untuk bertanya hal sensitif namun cukup mengganggu dirinya.

"Boleh tidak aku bertanya yang agak sensitif hyung?" Tanya Jongin takut - takut.

"Hmm ? Tentu"

"Apa hyung sudah memiliki kekasih ?"

"Belum" Jongin bernafas lega.

"Eum, apa hyung straight ?" Kyungsoo menoleh ke Jongin hingga lelaki hitam itu salah tingkah.

"Eh – eh, tidak usah dijawab deh" Jongin gelagapan. Kyungsoo yang melihatnya jadi tertawa.

"Aku pikir aku biseksual"

"Ohhhh" Jongin manggut – manggut lalu menggaruk tengkuknya canggung.

"Eum, boleh tidak bertanya lagi, perempuan atau lelaki idaman hyung seperti apa ?" Tanya Jongin lagi. Hatinya kian berdegup kencang.

"Hmmm..." Kyungsoo terlihat berpikir sejenak. "Jika perempuan, yang seperti Song He Kyo tidak buruk, kalau lelaki mungkin Lee Min ho atau Kim Woo bin" Jongin merenung, berpikir keras bagaimana untuk terlihat mendekati tipe lelaki idaman pujaan hatinya itu

"Ah, sebenarnya yang seperti Sehun pun tak apa" Tambah Kyungsoo yang membuat Jongin langsung menganga.

yang seperti Sehun pun tak apa

yang seperti Sehun pun tak apa

yang seperti Sehun pun tak apa

.

.

Tak pernahkah kau sadarai akulah yang tersakiti/?

Kira – kira begitulah BGM yang bersenandung di kepala Jongin sekarang. Ia segera mengeluarkan handphonenya dan mencari kontak Sehun.

To : Albino

Kau cicak terburuk di bima sakti

Send

.

.

.

Tring...

Ada bunyi balasan dari Sehun, Jongin segera melihat hpnya namun yang ia lihat hanya attached picture yang berisi foto pantat Sehun.

"SHITTTT !"

"Eh ? Ada apa Jongin ?" Kyungsoo menatapnya heran.

"Ani ani, hanya ingat PR dari guru killer belum dikerjaan ehehe" Jongin beralasan sambil menggaruk tengkuknya.

.

.

.

Di tempat lain,

"Ahahahahhahahaha" Luhan sedang tertawa karna perbuatannya beberapa menit lalu.

"Hyung kenapa tertawa ?" Tanya Sehun yang baru datang dari kamar mandi. Ia heran melihat Luhan yang sedang cekikikan sendirian.

"Anieyo, nih Hpmu aku kembalikan" Ujar Luhan. Ia sengaja memasukan hp Sehun ke dalam saku celana milik pria tersebut, lumayan bisa sekalian remes – remes/? paha sehun. Ah, Jongin tidak tau saja kalau hp Sehun tadi sedang disita oleh Luhan dan foto pantat itu siapa lagi kalau bukan ulah Luhan yang mengirimnya.

.

.

.

Sehun meletakan ransel yang sepanjang hari ini ia tenteng di bahunya –Karna Luhan tak membiarkanya pergi kemanapun kecuali toilet tadi- lalu merebahkan tubuhnya di sebelah Jongin. Sahabat hitamnya itu sedang bermain psp kesukannya. Sehun mengambil sedikit waktu untuk beristirahat sebentar lalu kembali ke tasnya, ia mengeluarkan baju – bajunya dan menatanya di lemari.

Jongin yang sempat meliriknya, heran melihat baju Sehun berkurang seperempat dari sejak mereka berangkat padahal Sehun sama sekali belum berganti baju.

"Dimana baju – bajumu yang lain ?"

"Diambil Luhan" Baru saja Sehun berucap begitu, muncul penampakan Luhan dengan baju kedombrangan. Ia sedang berbicara dengan Kris di ruang tengah –kebetulan pintu kamar Sehun dan Jongin sedang terbuka dan langsung menyambung dengan ruang tengah villa.

"Omo, kiwoyo" Jongin berbisik.

"Aku tidak bisa untuk tidak setuju denganmu hitam"

"Sikat Hun !" Bisik Jongin memberi semangat dan tentu saja kepala Jongin digeplak.

...

Hari kini sudah berganti malam, bulan sudah menampakan dirinya. 12 pria yang tadi sibuk sendiri – sendiri kini mengumpulkan diri di sekeliling api unggun yang mereka buat susah payah tadi. Momen – momen seperti ini tentu saja sudah dimanfaatkan Luhan dengan menyenderkan kepalanya di bahu Sehun. Sehun tak keberatan tapi Kris iya.

Mereka berbincang – bincang santai. Sesekali tertawa ketika Chanyeol dan Baekhyun membuat joke – joke lucu yang dapat mengocok perut, lalu terdiam hening ketika Suho coba – coba ngelawak. Mereka mendengarkan serius ketika Xiumin berbicara tentang rencana kegiatan mereka di masa mendatang, tapi lalu ngobrol sendiri ketika Suho yang angkat berbicara. Mereka juga antusias mendengarkan cerita hantu dari Chen kecuali Tao yang hampir menangis.

Chanyeol memainkan gitarnya dan anggota lain bernyanyi bersama – sama. Kyungsoo dan Baekhyun membagi suara mereka, Kris terkadang memberi selipan rap dalam bahasa inggris, sedangkan yang tidak terlalu bisa menyanyi memilih diam. Mereka begitu menikmati kebersamaan mereka dan tak terasa hari semakin malam sehingga mereka memilih kembali ke villa setelah mematikan api unggun dan membersihkan kekacauan yang tadi mereka buat di luar.

Belum merasa mengantuk, anggota EXO memilih berkumpul kembali di ruang tengah villa, tentu dengan Luhan yang tetap memilih duduk sebelah Sehun untuk modus dengannya.

"Enaknya kita ngapain sekarang ?" Tanya Suho.

"Gimana kalau kita main saja ?" Tanya Baekhyun.

"Main apa ?" Tanya Suho lagi.

"Truth or dare ! Pasti seru" Chanyeol memberi masukan. Kebanyakan langsung setuju, sisanya ngikut.

"Okay, aku akan mengambil botol bekasnya dulu" Ujar Suho dan pergi ke dapur untuk mengambil botol minuman bersoda yang sudah kosong.

Setelah kembali dan duduk di tempatnya semula. Suho menaruh botol tersebut di tengah – tengah.

"Jadi siapa yang akan memutarnya lebih dulu ?" Tanya Chen.

"Aku ! Aku dulu yang memutarnya, aku kan magnae" Tao mengajukan diri sebagai member termuda di EXO gank. Semuanya mengalah dan memberikan botol bekas itu pada Tao yang antusias.

Botol diputar dengan kencang, butuh beberapa detik hingga botol tersebut memelan dan berhenti.

"Okay, Suho hyung. Truth or dare ?" Tanya Tao.

"Truth" Suho menjawab datar.

"Suho, berapa uang yang akan kau pinjamkam pada kami jika kami bangkrut ?"

"1 Juta Won" Suho menjawab tanpa keraguan.

"Wow, kau memang yang terbaik" Xiumin berkomentar.

Botol tersebut diputar kembali. Kini gilian Suho yang memutar botolnya.

"Chen, Truth or Dare ?" Suho bertanya pada Chen yang mengelus dagunya bimbang.

"Truth"

"Chen, siapa yang paling lucu di EXO gank ?" Tanya Suho. Antusias mendengarkan jawaban Chen dengan harapan namanya disebut.

"Semuanya lucu" Suho hampir tersenyum lebar jika Chen tidak melanjutkan dengan "Kecuali kau Suho, kau sangat kaku dan banyolanmu receh"

Jleb..

"Yak !" Suho mencekik Chen main - main. Yang lain hanya tertawa karna setuju.

Setelah mengelus lehernya yang sempat tercekik oleh Suho, Chen memutar botol tersebut. Kini Baekhyun yang kena.

"Baekkie, Truth or Dare ?"

"Dare!"

"Baekhyun nyanyi dengan suara wanita!" Suruh Chen. Baekhyun merengut tapi terus berdeham beberapa kali sebelum menyanyikan lagu adele – thousand years dengan suara wanita yang dibuat – buat. Chanyeol bertepuk tangan heboh sedangkan yang lain hanya tertawa.

"Kini giliranku, siap – siap. Devil hyun datang~" Ujar Baekhyung sing song. Dengan sekuat mungkin Baekhyun memutar botol tersebut. Semua langsung dalam mode was – was, Baekhyun itu jahil jadi mereka takut diapa – apain/? #ambigu.

Saat botol itu menunjuk Chanyeol. Chanyeol harus mendesah pasrah, beda dengan yang lain yang mendesah lega.

"Chanyeol, truth or dare ?"

Sebagai raja permainan (karna dia yang paling suka game) dan memegang predikat happy virus tentu saja tanpa ragu dia memilih "Dare !"

"Chanyeol, aku tantang kau tersenyum selebar - lebarnya sampai permainan ini selesai !" Tantang Baekhyun.

"Heyyy ! Hyung jahat sekali" Chanyeol mengeluh lalu memberikan senyuman p*psod*nt terkenalnya yang malah jadi keliatan ngeri apalagi malem – malem gini. Sehun saja sampai meringis takut jika bibir Chanyeol tidak bisa kembali seperti semula.

Dengan senyuman secerah mentari/?, Chanyeol memutar botolnya.

"Shoomin heonng, Tut ol dale ?" Tanya Chanyeol susah payah.

"HAHAKS !" Baekhyun tertawa keras mendengar ucapan Chanyeol. Ia bahkan sudah rebah di lantai sambil memegangi perutnya.

"Truth" Jawab Xiumin.

"Shomin heoong, khalau kamu jssadi fhuanita truff laki – laki yang terss-sssisssa dhsii bhumi chuma khita – khita, heoong filih syapa untuks dijadiin kekasss-sssih ?" Tanya Chanyeol.

"HAHAHA ADUH ADUH PERUTKU HAHAHAHAHAHAHA" Baekhyun terus tertawa. Pernah dengar kan kalau tertawa itu menular ? Karna sekarang tidak hanya Baekhyun yang tertawa atas penderitaan Chanyeol tapi semuanya.

Setelah keadaan kembali tenang dan Kyungsoo berhasil meredakan tawa Baekhyun dengan memukul pantatnya, kini Xiumin memperhatikan member EXO plus Kaihun satu persatu. Menggaruk dagunya sambil menimbang – nimbang.

"Ga semuanya. Kalian semua terlalu absurb. Gw lebih betah ngejomblo"

Oke...Yaudah...Semua udah pada tau diri kok...#plak

"Luhan, truth or dare ?" Tanya Xiumin ketika botol yang tadi diputarnya kini menunjuk Luhan.

"Dare !" Si ketua menjawab tanpa ragu.

"Okay ! Luhan tulis namamu dengan pantat" Ujar Xiumin. Luhan berdiri lalu berbalik dan menuliskan namanya dengan pantat. Sebagian besar tertawa, kecuali Kris yang menahan napas dan Sehun yang masih dalam Tembok mode:On.

"Yey ! Giliranku ! Semoga Sehun yang kena ! Aminnn" Luhan memutar botolnya sambil harap – harap cemas. Sehun dalam hati berdoa biar bukan dia yang kena dan ternyata memang bukan dia, melainkan Kyungsoo. Luhan mempoutkan bibirnya kecewa.

"Kyungsoo, truth or dare ?"

"Hmmm..." Kyungsoo menimbang – nimbang. "Dare" Ujarnya kemudian. Kini Luhan yang tengah berpikir keras. Setelah menemukan ide cemerlang, ia langsung sumringah.

"Kyungsoo lakukan tarian pingiun !" Ujar Luhan. Kyungsoo tanpa ragu berdiri lalu bergerak – gerak ke kiri ke kanan seperti pinguin. Semua tertwa menikmati tarian pingiun Kyungsoo yang dipadukan dengan wajah datarnya, Baekhyun dan Chanyeol bertepuk tangan dan tertawa paling heboh, Yixing sedang merekam tarian Kyungsoo sedangkan Jongin sedang menganga, memegangi lengan Sehun erat, takut pingsan –katanya. Sehun cuma bisa mendengus melihat kelakuan sahabatnya yang lagi fangirl -coret- fanboying.

Botol diputar kembali dan entah berkah atau kutuk, Jongin yang masih lemes (saking terpanannya tadi) ditunjuk oleh botol yang diputar Kyungsoo.

"Jongin, truth or dare ?" Tanya Kyungsoo.

"Hmm, dare !"

"Kirim pesan seperti ini ke 10 orang di kontakmu-" Jongin mengangguk – angguk sebelum "-aku lucu aku cinta kamu, kasih emot titik dua bintang dan love yang banyak" Semua tertawa, tak menyangka Kyungsoo ternyata iseng juga.

"Hyunggggggg" Jongin merengek tapi kemudian ia mengirimkan pesan yang Kyungsoo inginkan dengan wajah memelas dan bibir yang merengut kepada 10 kontaknya, tentu saja 10 kontak yang dikiriminya pesan membalasnya balik dengan 'kau gila' 'kau sama sekali tidak lucu' dan sejenisnya hanya 1 yang membalasnya dengan 'Aku juga cinta sama kamu' yaitu Sehun. #eyaaa #plak

Dengan masih ngedumel dalam hati, Jongin memutar botolnya. Untung saja dari semua member EXO gank, botol tersebut menunjuk Yixing yang keliatannya paling woles, kalau yang kena yang punya alis ga nyantai kaya angry bird itu, Jongin yakin bisa dipendem hidup – hidup kalau berani macam – macam.

"Lay hyung truth or dare ?" Tanya Jongin.

"Truth" Jawab Lay.

"Lay hyung, eum..." Jongin menggaruk tengkuknya canggung. "Kudengar kau pintar menari, apa bisa kita menari bersama nanti ?" Tanya Jongin hati – hati. Lay tersenyum ramah.

"Hey, tentu saja. Aku rasa kita bisa menjadi teman baik, plus temanmu yang pucat kaya kena sembelit itu" Ujar Lay. Lay emang gitu orangnya. Kalau ngomong asal jeplak/? Aja.

"Thanks hyung" Jongin tersenyum sambil menahan tawa.

Yixing mengambil botol yang disodorkan Jongin lalu memutarnya. Kris yang kena sekarang.

"Kris, truth or dare ?"

"Truth" Kris memilih main aman.

"Kris, dari dulu aku ingin tau apa cita - citamu" Tanya Yixing, menopang dagunya di atas lutut sambil menatap Kris.

"Hmm...kau tau Xing, Aku sudah memirkirkan ini dari dulu, aku ingin sekali jadi hiu"

.

.

Krik krik...

.

.

Setelah momen yang dalem banget terlewati, Kris memutar botolnya dan yang kena...SEHUN !

Kris menyunggingkan senyumnya. Dalam hati ia menanti momen ini.

"Oke bocah, truth or dare ?" Tanyanya. Sengaja lebih menegakan dirinya agar terlihat lebih dominan.

"Truth" Sehun dan Kris bertatapan sengit.

"Apa kau menyukai Luhan ?" Tanya Kris serius.

"Kalau iya kenapa ?" Sehun menjawab dengan nada tak kalah kesal.

Gasp..

Semua orang menahan nafasnya dalam – dalam, terlebih Luhan.

Namun Sehun dan Kris seperti masih tidak sadar situasi, mereka masih bertatapan sengit. Kalau dibiarkan lebih lama mungkin akan diadakan pertarungan panjat pinang/? dengan hadiah utama Luhan.

"Se-sehun kau...menyukaiku ?" Luhan memegangi lengan Sehun dan menatapnya penuh harap. Tersadar, Sehun balik menatap Luhan, ia terdiam cukup lama sampai akhirnya ia menghela nafas.

"Mollaseo hyung" Sehun menjawab lemah.

Plak !

Senda swallow Luhan berhasil menepak jidat Sehun.

"Ouch~" Sehun meringis sambil memegangi jidatnya.

"Omo !" Luhan yang memukul Luhan yang panik sendiri setelah melihat jidat Sehun memerah.

"Mianhae ! Aku tidak sengaja !" Luhan ikut memegangi wajah Sehun yang masih meringis.

Bohong ! Sebenernya sengaja juga, tangannya gatel aja liat muka tembok Sehun yang sok suci/?.

"Aku bawa Sehun ke kamar dulu untuk diobati yah, bye" Luhan langsung menarik tangan Sehun ke kamarnya. Lumayan kesempatan juga.

...

Karna kemarin hanya diisi acara jalan – jalan dan bersantai, hari ini EXO plus Sehun dan Jongin berencana untuk berenang yang artinya mereka hanya akan mengenakan baju renang mereka. Ini momen yang paling ditunggu Jongin dan Luhan (plus Kris). Luhan bahkan sudah menerobos masuk ke kamar Sehun (membuat Jongin hampir menjerit karna ia hanya memakai celana dalam saat itu) dan menariknya ke pantai lebih dahulu.

Setelah agak jauh dari villa, Luhan berhenti menarik Sehun dan berdiri di depannya. Ia memasang senyum mesum yang membuat Sehun bergidik ngeri.

"Hun-ah bagaimana menurutmu ?" Luhan berpose seperti model pakaian renang di depan Sehun. Sehun yang tidak peka malah bingung.

"Apanya ?" Tanya Sehun heran. Luhan mendengus.

"Duh, gimana sexy kan sexy ?" Luhan menggoyangkan pantatnya di hadapan Sehun yang malah memasang muka datar.

"Eummm..." Sehun bimbang. Melihat usaha Luhan yang masih bergoyang – goyang bahkan sedang berpose manly, Sehun jadi merasa terbebani/?. "Sexy" Ujarnya kemudian antara ikhlas dan tidak. Luhan tersenyum girang.

"Kau juga sexy, hot, burning ! Apalagi kalau atasanmu dibuka" Ujar Luhan sambil mengedipkan matanya. Sehun hanya bisa tersenyum canggung karna ucapan Luhan (malu juga sebenarnya).

"Punggungku jelek hyung" Sehun memberi alasan mengapa ia memakai kaos, ia tersenyum canggung sedangkan Luhan memasang wajah sedih. Luhan baru saja membuka mulutnya untuk menghibur Sehun namun tepukan dipundaknya membuatnya berbalik.

"Lu, aku ingin bicara denganmu" Ucap Kris, wajahnya sangat serius sehingga Luhan tak enak hati untuk menolak. Mereka berdua pergi ke tempat yang lebih sepi, sebelum pergi Kris sempat memberikan pandangan benci pada Sehun.

Setelah agak jauh dari keramaian, Kris memandang Luhan dalam.

"Lu, aku menyukai, bukan, aku mencintaimu sejak lama"

"Hmm ?"

"Sejak kita smp, aku mulai merasakan debaran – debaran itu di jantungku, aku yakin ini bukan cinta monyet. Dari dulu, aku selalu memperhatikanmu, itulah juga alasan kenapa aku mengikutimu pindah ke Seoul, aku bener – benar mencintaimu Lu, karna itu, karna itu maukah kau menjadi pacarku ?" Kris berucap dengan nada serius, Luhan jadi tertegun. Ia agak tak menyangka bahwa salah satu sahabatnya menyukainya.

Kedua pria china itu bertatapan, yang satu dengan wajah serius, yang satu dengan wajah bingung, namun mereka tak tau, ada satu namja lagi yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berbicara, memilih bersembunyi di balik pohon kelapa yang cukup besar untuk menutupi tubuhnya yang juga menjulang tinggi.

Sehun was – was, seharusnya ia tak disini tapi apa daya jika kakinya secara otomatis membawanya kesini. Seharusnya kini Kris yang berdebar menanti jawaban Luhan tapi entah kenapa hatinya ikut berdebar, ia ikut menanti jawaban apa yang akan keluar dari mulut si rusa manis tersebut.

"Kris aku...-"

Srashh/? #suaraombak (AN : Apadah, suara ombak gimana sih ?! -.-")

"Sh*t" Sehun mengumpat pelan, ia tak dapat menangkap perkataan Luhan dengan jelas karna tertupi ombak sialan yang datang diwaktu yang tidak tepat, tapi melihat mereka berdua tengah berpelukan sekarang membuat Sehun geram dan segera berlalu dari tempat itu.

Kris melepaskan pelukan mereka, ia menghela nafas panjang, hatinya berdenyut sakit mendengar jawaban Luhan tapi mau bagaimana lagi.

Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu. Kerennya/? Mah begitu yang sedang dirasakan Kris.

"Apa benar – benar tidak ada kesempatan untukku, Lu ?" Kris memelas. Luhan prihatin.

"Maaf Kris, tapi aku benar – benar hanya menganggapmu sahabat dan aku rasa selamanya rasa itu tak akan berubah, mianhae"

"Araseo, aku tau jika jawabanmu begini karna itu aku sudah menyiapkan hatiku untuk ini, hanya saja rasanya tetap sakit"

"Mianhae" Luhan menunduk bersalah.

"Jangan meminta maaf, ini bukan salahmu okey. Setidaknya aku hidup tanpa penyesalan" Kris mengehela nafas lagi, ia menggenggam tangan Luhan dengan kepalan tangannya yang lebih besar.

"Lu, aku hanya mohon jangan canggung padaku ya, kita tetap sahabat kan ?"

"Eu-hmm !" Luhan mengangguk. "Tentu saja. Jangan bersedih, suatu saat kau akan menemukan pasangan yang cocok untukmu" Luhan tersenyum memberi semangat pada Kris.

"Ya, mungkin kau benar" Kris ikut tersenyum. "Walau sebenarnya aku masih berharap padamu Lu"

...

Sekitar 20 menit dari hilangnya kedua pria chinesse tertua mereka, mereka (Kris dan Luhan) kembali dengan senyuman dan berpegangan tangan. Yang lain melihatnya biasa saja namun Sehun menjadi semakin panas. Ia bahkan harus memalingkan muka dari mereka karna kesal.

"Hun-ah !"

Sehun baru saja ingin segera pergi dari situ, namun saat ia mendengar suara Luhan yang memanggilnya, ia memilih untuk diam di tempat. Ia tak tau apa yang Luhan inginkan darinya sekarang, jika menurutnya ia sudah ada yang punya.

"Hun-ah, Mau menemaniku berenang ?" Tanya Luhan. Ia tersenyum sumringah, tubuhnya naik turun karna kelewat excited, hingga Sehun harus menahan diri untuk tidak mencubit pipi Luhan gemas –coret- berdecih kesal.

"Tidak" Sehun membalas cepat dan datar. Luhan merengut.

"Bagaimana kalau aku tenggelam terbawa ombak ?" Luhan memasang wajah (sok) memelas, namun Sehun tampak tak terpengaruhi.

"Aku tak peduli" Sehun lalu pergi begitu saja. Ia butuh sendirian sekarang. Mungkin mandi air dingin untuk menyegarkan hatinya yang panas merupakan ide bagus.

"Dasar tembok !" Luhan merengek dan menendang pasir hingga berhamburan ke udara. Ia menatap laut dengan sendu sebelum kemudian ia tersenyum evil ketika lampu dalam kepalanya menyala, tanda ia mendapat ide cemerlang.

Luhan segera berjalan ke tepi pantai, perlahan ia semakin berjalan jauh ke dalam laut, sedikit demi sedikit kakinya juga mulai tak bisa menapak pasir namun keahlihan berenangnya membuatnya tak takut sedikitpun.

Saat satu ombak yang sebenarnya tidak terlalu besar datang dan membawanya lebih jauh ke tengah laut, ia mulai berlagak tenggelam, tangannya ia gerakan ke kiri dan kekanan untuk mencipratkan air sekelilingnya ke udara namun kakinya tetap ia gerakan untuk membuatnya mengapung. Ia menatap Sehun yang sudah agak jauh dari pantai dan...

"SEHUNAAAH TOLONG !" Ia berteriak dramatis dengan sepenuh tenaga.

Semua orang yang berada di pantai terkejut mendengar suara Luhan termasuk Sehun yang menoleh ke sumber suara dan mendapati Luhan hampir tenggelam. Pemuda albino itu tak mengetahui rencana Luhan karna itu seketika itu juga ia langsung berbalik ke arah Luhan dan tanpa menunggu ia berlari dengan kecepatan penuh.

Deg Deg Deg...

Jantung Sehun bertalu – lalu seperti genderang perang. Ia merasa tak karuan hanya karna melihat Luhan muncul lalu tenggelam lagi, badan si mungil bergerak gelisah di dalam air. Sehun mengeratkan kepalan tangannya sekuat mungkin sampai uratnya keluar.

"Ini salahku !" Batin Sehun yang sudah kalang kabut.

"Jika terjadi sesuatu pada Luhan ini salahku !" Sehun terus meracau dalam hati, terus menyalahkan dirinya atas kejadian ini. Ia berlari dan terus berlari.

.

.

BYUR !

.

.

Sehun seketika berhenti berlari ketika ia melihat Kris telah lebih dulu masuk ke dalam air, dengan cepat ia berenang ke arah Luhan dan segera menolong Luhan yang (berlagak) pingsan. Pria setengah bule itu menarik Luhan keluar dari dalam air, membaringkan Luhan di pasir, membuka mulutnya dan hampir memberinya nafas buatan jika saja ia tidak melihat mata Luhan yang terbuka sedikit dan bibirnya yang berguman mengucapkan kata "NO" tanpa suara. Seketika Kris dan anggota EXO lain yang sudah mengelilingi Luhan mengerti situasi yang dibuat – buat oleh Luhan, Kris mendecak sebal karenanya.

Sehun yang masih belum mengerti situasi sebenernya segera berjongkok di sebelah Kris. Ia menatap Kris dan menatap Luhan bergantian meminta penjelasan kenapa Kris tidak memberi pertolongan pertama (read:Nafas buatan).

"Kau saja yang beri dia nafas buatan, aku tidak tahu caranya" Kris berucap walau hatinya berat sekali menerima Sehun terus mendapatkan bibir Luhan.

Tanpa pikir panjang, Sehun melakukan nafas buatan pada Luhan. Sekali dua kali namun tidak ada pergerakan. Sehun memukul pasir dengan keras karena frustasi. Nafasnya berubah semakin berat.

"Jongin, aku a-aku yang meninggalkannya, a-aku yang membuatnya begini...Bagaimana kalau Luhan, bagaimana kalau dia...hahhh hahhh" Sehun memegangi dadanya. Dadanya sakit, matanya memanas dan ketakutan yang hebat melanda tubuhnya, karna itu ia menutup matanya untuk mengontrol emosinya.

.

.

"Hihi~"

.

.

.

Sehun tersentak dalam lamunannya, ia tak mengerti otaknya yang mulai konslet atau memang ia mendengar kekehan seseorang yang mirip Luhan. Sehun membuka matanya dan terkejut melihat Luhan telah membuka kedua matanya dan tersenyum lebar seakan beberapa menit yang lalu tidak ada kejadian apapun.

"Tarraa, Hun-ah aku tidak apa – apa !" Ujarnya ceria.

"Ma-maksudmu ? Yang tadi ?" Sehun bertanya memastikan.

"Hihi, itu hanya main – main saja. Wajahmu saat panik benar – benar menghibur hihi" Luhan cekikikan.

Sehun tak percaya dengan ucapan Luhan, Ia menggeram, wajah paniknya berubah kejam, ia mengepalkan tangannya erat.

"K-kau !" Sehun menunjuk Luhan. Luhan dan yang lainnya tersentak kaget.

"Kau pikir yang tadi itu lucu hah ?! Kau ! Kau membuatku khawatir ! Ba-bagaimana kalau...bagaimana kalau kau kenapa – kenapa ?! Apa kau tau apa yang kurasakan tadi ?! SH*T ! Seharusnya aku tak pernah peduli padamu !" Sehun meledak marah. Ia memukul pasir sekali lagi lalu berdiri dan pergi dengan cepat.

"Se-sehun !" Luhan yang terkejut dengan reaksi Sehun segera memanggil Sehun walaupun ia takut setengah mati, namun Sehun tidak merespon dan tetap berjalan.

"Hun-ah !" Luhan memanggil sekali lagi, lebih keras. Sehun berhenti, ia berbalik tapi wajahnya begitu merah karna marah.

"Mulai sekarang berhenti memanggilku !" Sehun membentak, Luhan tersentak sekali lagi. Ia menatap Jongin yang terdiam di tempatnya dengan wajah memelas.

"Jongin~" Luhan merengek. Jongin menghela nafas dalam.

"Kau dalam masalah besar, hyung. Aku tak pernah melihat Sehun semarah itu" Luhan mempoutkan bibirnya, matanya berair hampir menangis.

"Hyung tetap tenang disini okey, akan kubantu sebisaku" Ujar Jongin kalem. Ia segera berlari ke arah Sehun yang sudah kembali ke villa daritadi.

Luhan menyesal telah mengerjai Sehun, ia tanpa sengaja telah membuka luka lama yang amat menyakiti Sehun, apalagi setelah itu Jongin tak berhasil membujuk Sehun karna namja pucat itu langsung pulang bersama Jongin tanpa berpamitan apalagi mengajaknya bicara.

Heungggg~

...

Ting Tong...

Luhan menunggu pintu didepannya terbuka setelah memencet bel apartemen nomer 521.

Ckelk..

Muncul sosok serba hitam/? Keluar dan mempersilahkan Luhan masuk.

"Sehun masih sangat marah" Ujar Jongin yang membawa gelas berisi air dingin pada Luhan.

"Aku harus apa Jongin ?" Luhan mendesah. Jongin menggidikan bahu tidak tahu.

"Ia tidak mau kubujuk, ia tak mau mendengarkanku, ia bahkan tak mau kutemui sejak tadi pagi" Jongin ikutan mendesah. Ia merasa kasihan pada Sehun, juga pada Luhan.

"Aku harus temui Sehun dan meminta maaf" Ujar Luhan. Jongin mengangguk setuju. Ia pikir juga satu – satunya jalan adalah itu.

"Mungkin memang harus begitu" Ujar Jongin. "Mau kutemani ?" Sambungnya. Luhan menggeleng.

"Ini salahku, aku yang bertanggung jawab" Ujarnya memantapkan hati. Jongin mengganguk mengerti.

"Aku baru pulang dari mini market di sebrang apartemen dan saat di parkiran, kulihat motor Sehun tadi tidak ada, kurasa ia ke Incheon untuk berziarah" Luhan menelan ludahnya gugup. Ia berterima kasih pada Jongin dan dengan perasaan campur aduk, ia pergi ke Incheon, tepatnya ke kuburan noona Sehun.

'Mudah – mudahan tidak ketemu hantu' –Doa Luhan dalam hati.

.

.

.

Luhan memarkirkan motornya di lahan parkir, ia merapatkan jaketnya dan menghela napas panjang saat melihat motor Sehun yang terparkir di sebelah motornya, tanda bahwa memang lelaki yang dicarinya ada disana. Dengan takut – takut Luhan melangkah masuk ke dalam pemakaman itu.

Jongin memberinya map kuburan sebelum ia pergi tadi, jadi ia lebih mudah menemukan si pemuda albino. Memakan waktu berjalan 7-10 menit sampai ia menemukan pemuda itu, duduk membelakangi Luhan, sendirian di bawah pohon besar dekat bukit yang tak terlalu landai.

Sebenarnya Luhan ingin mendekat tapi melihat Sehun sedang khusyuk sendirian dengan pockynya, Luhan jadi terdiam dan memilih memandangi dari kejauhan. Batang demi batang pocky habis di dalam mulut Sehun, kalau Luhan tidak salah hampir 6 box sudah Sehun menghabiskan pockynya dan ia masih belum beranjak dari tempatnya, padahal langit mulai gelap dan Luhan sudah kelaparan dan kakinya kram.

Ia tidak tau bahwa sebutan tembok itu benar – benar dijiwai oleh Sehun, bagaimana bisa ia duduk disitu, diam tanpa kata/?, tanpa ekspresi, tanpa bergerak selain untuk mengambil pockynya ?!

Padahal Luhan sudah berganti posisi sekitar 20x dari duduk bersila, berselonjor, melipat kakinya ke belakang, tengkurap, berguling – guling/?, dll. Akhirnya perpaduan bosan dan lelah membuat Luhan menyenderkan tubuhnya di pohon dan memejamkan matanya, tertidur pulas begitu saja.

Sekitar jam 9 malam, Sehun akhirnya bangkit berdiri, ia menepuk – nepuk pakaian dan pantatnya lalu berbalik ingin pergi, namun dari kejauhan ia dapat melihat sosok mungil yang sepertinya tidak asing sedang tertidur di bawah pohon. Memang keadaan pemakaman telah gelap hanya diterangi beberapa lampu yang bahkan sudah agak redup, namun Sehun yakin bahwa lelaki yang tertidur itu adalah sunbaenya yang agak terobsesi dengannya.

Sehun mengernyit heran, inginnya ia langsung kembali ke Seoul namun ia merasa kasihan pada Luhan yang tertidur dengan posisi yang tidak nyaman begitu, bisa – bisa ketika ia bangun badannya akan sakit dan lelaki mungil itu demam karna udara pemakaman saat malam hari begitu dingin. Karena pemikiran itulah, Sehun menjadi iba dan sekarang ia bahkan tengah berjongkok di sebelah Luhan, menepuk – nepuk pipi pemuda itu hingga bangun.

"Eumhh, 5 menit lagi mom" Luhan mengigau. Sehun tertawa kecil. Ia kembali menepuk pipi Luhan.

Merasa tidurnya terus terganggu, mata Luhan mengernyit, ia menepis tangan Sehun beberapa kali tapi tangan itu tetap kembali menepuknya, hingga mau tak mau ia membuka matanya perlahan. Tapi, entah karna kaget atau masih belum sadar atau terlalu gelap untuk melihat dengan jelas, Luhan malah terkejut dan menjerit. Ia mendorong tubuh Sehun hingga pemuda albino itu terjungkal kemudian lari sekuat tenaga entah kemana.

"WAAA ! MAMA ADA HANTU MUKA DATAR !" Jeritnya sambil berlari. Sehun sweetdrop di tempat namun kemudian ia tersenyum, merasa lucu melihat tingkah Luhan. Ia berdiri dari jatuhnya dan mengikuti arah Luhan lari tadi.

Mengikuti Luhan tak terlalu sulit, ia kerap kali menjerit padahal Sehun tau tidak ada apapun disana sampai akhirnya Sehun mendengar bunyi sesuatu jatuh lalu menemukan Luhan sedang menjerit, mencakar – cakar udara dan berusaha lari dari cengkraman akar pohon besar yang menahan kakinya (alias kaki Luhan nyangkut di akar pohon), membuat ia tetap di tempat dan tak bisa lari kemana - mana.

"MAMA ! HUNAAAAAAHHH !" Luhan masih menjerit, matanya bahkan sudah berair.

Sehun mendekati Luhan, Luhan yang sekarang sudah bisa mendeteksi wajah Sehun langsung berusaha lari ke dalam dekapannya namun akar itu tak membiarkannya pergi.

"HUNNAH ! HUNNAH ! TOLONG ! HANTU ITU MEMEGANGI KAKIKU !" Teriak Luhan histeris. Sehun terkekeh. Ia berjongkok di sebelah Luhan dan membantu kaki Luhan keluar dari akar yang menjeratnya. Merasa telah bebas, Luhan langsung menubruk dan mendekap erat tubuh Sehun hingga Sehun jatuh terduduk. Luhan menenggelamkan mukanya di dada senderable milik (calon) kekasihnya, tubuhnya bergetar karna masih takut.

Sehun balas memeluk Luhan, tangan kanannya mengelus punggung Luhan dengan lembut agar si rusa kembali tenang. "Tenang hyung, itu cuma akar pohon kok" Ujarnya kalem.

Luhan tak mendengar, ia tetap memeluk tubuh Sehun erat untuk menenangkan jantungnya, ia menarik ingusnya hingga Sehun tersenyum sekali lagi.

"Hyung menangis ya ?" Canda Sehun. Luhan yang tadinya masih sesenggukan di dada Sehun langsung menatap tajam lelaki itu.

"Tidak ! Lelaki manly tidak menangis !" Ujar Luhan kesal, menarik ingusnya sekali lagi. Sehun hanya menanggapi dengan senyuman dewa miliknya. Dengan perlahan ia mengusapkan ibu jarinya pada mata Luhan yang masih berair.

"Iya iya, aku tau hyung tak menangis" Sehun mengusap pipi gembul Luhan yang imut seperti pemiliknya.

"Ini hanya kemasukan debu tau" Luhan menggembungkan pipinya.

"Hmm~" Sehun menuruti saja alur Luhan agar si rusa makin tidak malu. Duh, tuh kan Luhan ga salah pilih calon kekasih macam Sehun.

Setelah ia berhasil meredakan tangisnya, Luhan menggenggam tangan Sehun, ia menunduk karna malu dan masih merasa bersalah karna kejadian kemarin.

"Hun-ah" Panggilnya pelan. Tangannya yang lain meremas baju Sehun karna gugup.

"Hmm ?"

"Maaf, aku keterlaluan. Mianhae, Jeongmal mianhae"

"Ne tak apa"

"Hun-ah, ayo pulang" Ajaknya.

"Ara"

.

.

.

Kini Sehun sudah berada di atas motornya, Luhan berada di jok belakang sambil memeluknya, sesekali mengusapkan wajahnya pada punggung lebar Sehun. Luhan memutuskan untuk pulang bersama Sehun, ia telah menelpon pegawai ayahnya untuk mengambil motornya nanti. Ayahnya sangat terkejut ketika mengetahui Luhan berada di Incheon terlebih di pemakaman namun Luhan berhasil meyakinkan bahwa ia hanya menemani temannya berziarah.

"Hyung, kau tau saat di pemakaman tadi, sebenarnya yang kau teriaki hantu muka datar itu aku" Ungkap Sehun sambil terkekeh.

"EH ?! Mianhae, aku tidak sengaja. Aku panik dan takut tadi" Jawab Luhan gugup, ia memeluk perut Sehun erat "Kau tidak marah kan ?" Tanyanya.

"Anieyo" Ujar Sehun. Duh, Luhan jadi malu sendiri. Masa calon masa depannya ia bilang hantu muka datar. Untung Sehun ga kaya Jongin yang pasti pundung di pojokan dan berakhir gantung diri di pohon sereh/?.

...

Setelah memarkirkan motornya di basement, Sehun dan Luhan turun dari motor dan berjalan beriringan ke apartemen Sehun. Kenapa Luhan ikut bersama Sehun ? Sudah pasti karna Luhan yang memaksa ingin bermalam di apartemen Sehun.

Sesampainya di lorong apartemen Sehun, mereka dapat melihat Jongin yang berdiri di depan pintu apartemen Sehun. Ketika mereka sudah berhadapan, Jongin langsung merebut Sehun dari Luhan dan melingkarkan salah satu tangannya pada leher si albino.

"Astaga ! Akhirnya kau pulang ! Kukira kau dimakan zombie godzilla" Ujar Jongin sambil mengusap air mata imajinernya.

"Zombie godzilla ?" Tanya Luhan heran.

"Jangan dengarkan Jongin, ia sedang mengigau" Sehun menyikut perut Jongin sampai lelaki hitam itu mengaduh. Setelah lepas dari cengkraman Jongin, Sehun memencet password apartemennya dan masuk bersama dua makhluk yang mengekorinya dibelakang.

Jongin dan Luhan segera ke duduk di sofa merah milik Sehun, sedangkan pemiliknya sedang ke dapur untuk membawakan chips dan minum untuk kedua tamu tak diundangnya.

Setelah meletakan jamuan sederhana di meja, ia ikut duduk di sofa sebelah Luhan untuk ikut menonton film resident evil bersama, sepertinya Jongin sedang menyindirnya diam - diam.

"Hun-ah kita sudah baikan kan ?" Tanya Luhan menatap lelaki di sebelahnya.

"Hmm" Yang disebut hanya mengangguk santai sambil memakan chips di tangannya.

"Trimakasih Hunnie, sekali lagi aku minta maaf sedalam - dalamnya" Luhan memeluk lengan Sehun.

"Janbtktkuhtgi" Sehun berbisik dengan suara pelan yang tidak jelas.

"Hah ?" Luhan mendongak untuk menatap Sehun dan meminta pengulangan tapi Sehun pura – pura tidak tau.

"Jangan dipikirkan hyung, Sehun sedang mempelajari bahasa reptil" Jongin menimpali. Luhan hanya cengo di tempat.

...

Karna ini hari sabtu, Sehun sudah kembali ke Incheon untuk berziarah, kali ini benar- benar sendiri tanpa Luhan yang membuntutinya. Ia menaruh rangkaian bunga yang baru ia beli dan menaruhnya di makam noona tercintanya. Sehun pura – pura acuh ketika mendapati bunga segar lain yang sudah ada di makam noonanya saat ia datang tadi.

"Apa ayah kemari tadi ?" Tanyanya pada angin lalu. Ia duduk dan menopang kepalanya dengan lutut.

"Noona, kalau aku cemburu dan merasa nyaman dengan seseorang apa aku jatuh cinta ?" Monolog Sehun.

"Aku rasa aku memang jatuh cinta ya, noona adikmu ini sudah besar, boleh kan aku jatuh cinta ?" Monolognya lagi namun kemudian ia terkekeh karna merasa bodoh telah bicara dengan batu nisan dan tanah yang tidak mungkin menjawabnya.

Loser oetori sen cheokhaneun geopjaengi Mosdoen yangachi geoul soge neon

Sehun merogoh kantongnya untuk meraih ponselnya yang bergetar. Ia melihat layar ponselnya dan mendapati nama Luhan terpampang disana tanda bahwa si rusa kecil itu menelponnya.

"Apa ini salah sambung lagi ?" Batin Sehun. Ia agak sangsi setiap Luhan menelponnya namun kemudian pemuda itu tetap mengangkatnya.

"Yoboseo" Sapanya.

"Sehun, to-tolong" Sehun terkejut mendengar suara Luhan. Bukan karna sekarang Luhan sudah benar memanggilnya namun suara Luhan terdengar serak, lemah dan...ketakutan ?

"E-eh ?" Sehun menatap layar ponselnya, memastikan bahwa yang menelponnya benar – benar Luhan. Ketika ia mendapati memang nomer Luhan yang memanggilnya, ia menempelkan ponselnya di telinganya lagi. "Hyung, ada apa ?" Tanyanya khawatir.

"Sepertinya aku diculik oleh komplotan gank lain karna balas dendam, ceritanya panjang. Hun-ah tolong aku" Ujar Luhan yang makin membuat Sehun khawatir.

"Hyung, kau dimana ?" Sehun menggenggam ponselnya erat.

"Aku tidak tau...Di-disini gelap. A-aku takut" Luhan terbata saking takutnya "Hun-ah, baterai ponselku sudah mau habis, tapi kau akan menemukan dan menolongku kan ?" Sambungnya. Sehun ragu - ragu, ia bingung dan bimbang namun kemudian ia memantapkan diri.

"Hmm, aku akan menolongmu. Hyung tenang saja" Ujarnya yakin.

"Ce-cepat disini sangat gelap, a-aku sendirian dan aku rasa penculik itu masih ada diluar, a-aku takut sekali"

"Tenang hyung, aku akan melindungimu dari mereka aku janji" Ujarnya kemudian, sambungan mereka terputus, mungkin karna ponsel Luhan sudah mati. Sehun berdiri, menatap batu nisan noonanya dengan perasaan bersalah.

"Noona, jika aku telibat perkelahian hari ini, untuk sekali ini saja boleh ya aku melanggar janji ?" Sehun memejamkan matanya saat angin berhembus dan membelai rambutnya. Sehun tersenyum.

"Terima kasih noona" Sehun mengibaskan debu dari pakaiannya. Ia mengeluarkan ponselnya, jarinya menari – nari diantara keypad sebelum memasukannya kembali ke dalam saku.

"Tunggu aku Luhan"

.

.

.

TBC

4月13日,福布斯公布2017年30岁以下亚洲杰出人物榜单(30 under 30 Asia),选取亚洲地区十个领域30岁以下的领军青年。

入选此榜单的有名模刘雯、知名艺人吴亦凡、游泳名将傅园慧、女排名将朱婷、羽毛球奥运冠军谌龙、跳水五金王陈若琳等,真融宝创始人张晓亮、OFO创始人戴威、真格基金董事总经理顾旻曼等也榜上有名!

遴选的十个领域分别是艺术、文体、金融创投、产业、媒体广告、零售电商、医疗科技、社会公益、创业、消费科技等。

不同于以往的"财富榜单",福布斯首次以"改变世界潜力"为标准,以亚洲为范围公正评选。此次亚洲榜单的评委来自多个领域,包括花旗银行、Haan集团、CNN等高管以及滴滴出行总裁柳青、创新工场CEO李开复等著名企业家。

Sekian~

#plak

#lupakanyangdiatas

.

.

Hi reader baru, bebsku dan barisan penagih utang :* Balik lagi sama gw Jacob black #plak maskud ane Xandeer -bow- Update cepet kan gw #plak

Udah brapa lama kita terpisahkan ? Lama lah ya, tapi ga sampe kaya bang toyib kan karna gw bang xandeer #apaansih #receh #kebanyakanmicin

Stelah gw kelar syuting power ranger, gw langsung nyicil nulis ni ff dan akhirnya rampung /? #prokprok #plak

Udah ah, gtw mo ngomong apa...Pokoknya, sidang lulus gw pengen nikah ! (suara gaib : Utang siomay aja belum bayar lu tong pengen nikah)

Sekian~

.

.

~#A n Q and Few Of Review Reply#~

Q : luhan udh liat tattox sehun blom?

A : Udah beb

Q : next chapter ada bahan HunHan jadian dong yaaa?

A : Hampir

Q : oh iya masalah Sehun sama Appa nya udah selesai belum sih?

A : Belum beb

Q : itu jimin yang mana? Park jimin? Ga mungkin jimin aoa kan?wkwk

A : Jimin yang mirip Luhan itu loh...gtw dr GB mana, ga ngikutin xD

Q : jadi Sehun mulai maju ?

A : Maju mundur maju mundur bangsat bangsat/?

Q : sehun ko tba2 blng slamat tinggal bkannya sampai jumpa sh...?

A : Biar ga php...di php itu ga enak lho/?

Q : Btw masih bingung yg uke se disini siapa ya? Coz luhan (sok) manly banget kyaknya...hehe

A : Gw semenya, Luhan ukenya, Sehun peran pengganti, yang lain kutu/?

Q : kapan nihh hunhan jadiannn? | kapan hunhan jadian Kalau kelamaan kai sama sehun udah keburu punya anak nih

A : Pas Sehun jadi pemenang the voice

Q : kaisoo juga kapann?

A : Pas Kyungsoo tinggi kaya Kris

Q : kapan mereka nikah ya di rl?

A : Ketika gw berhasil debut di exo

Q : Terus kenapa sehun makin ganteng?

A : Nyemilin masako/? #hobigwwaktukecil #Janganditiru

Q : terus aku dapet jodoh kapan?

A : Pas kamu dinotice bias

Q : terus kita jadi jadian nggak?

A : Jadi. Kan kmarin kita baru ketemuan di Alexis/?

Q : stapi entar ehun sama luhan terus dikemanain?

A : Ditaro dl di deck, ntar tinggal d summon kalo perlu (lu kira yugi-oh -.-)

Q : oppa, tebak aku siapa?

A : Kamu yg suka ngirim sms ke gw mamah minta pulsa ya ?

Q : ini kudu babget harus nunggu 2bln lagi kah?

A : 1 tahun aja gmana ? u.u

Q : dosen oppa kok kejem sih sama aku? o.o

A : Mungkin karna dia suka sama kamu...Kan klo kejem gtu biasanya nyari perhatian/?

Q : Oh masih idupnya? Gua lumutan nungguin lu (:

A : Masih donk :D Kan rutin minum jamu SoMan/?

Q : ini nggk ada niatan buat di lanjut ya ? | ini nggk ada niatan buat update kah ?

A : Update donk

Q : mana janji mu author? kata ny apdate 1X2bln,

A : Prasaan gw ga janji u.u kan gw sibuk persiapan comeback sama EXO/?

Q : Updateeenyaaa kapaaaaannnn | KAPAN APDET LAGI YALORDD | update nya kapan ?

A : When I see your face, There's not a thing that I would change..Cause you're amazing...Just the way you are #ahay

Q : btw lo cepet amat udah mau sidang?! angkatan 2013 kan?

A : Yoi. Gw kan jenius gtu/?...Sidang semester 7 naek smester 8 kmaren tuh beb

Q : belum skripsian tp udah mau sidang ... bentar, bukannya skripsian dulu baru sidang ? wqwqwq

A : Iye. Entah jurusan gw emg gtu, semester 5 ke 6 ada sidang, smester 6 ke 7 ada sidang, dari semester 7 ke 8 ada sidang, smester 8 TA sidang 3x baru lulus. Koleksi sidang gw mah :D

R : bikin sehunnya agak garang/? dikit dong...?

Sehun's reply : Rawrrrr /?

R : bikin ff hunhan nc-2000 lagi kayak yang falling star :3c

RR : Ntar yeh...Butuh perjuangan bikin kaya gtu/?

R : Kasih nyerempet/? Rate m dikit dong biar seru/?

RR : Gak ah/?

R : ayo main ke dorm exo klo kangen

RR : Gw udh memutuskan out dari roleplayer n gmw main lagi beb..

R : jangan bosen2 jadi pengejar ACC Dosen, klo dosennya susah kasih muka melas ama alasan sok manis tar juga dilancarin... :D

RR : Strategi gw mah pasang muka watados sambil ngenyir aja beb...Dijamin lu digeplak trus dimaki2 u.u

R : kurang panjang thor! panjangin lg yehtttt!

RR : Anu anda kurang panjang ? Pasangan kurang terpuaskan ? Rahasia pria perkasa ! Tambah besar, kuat tahan lama, obati ej*kulasi dini, Pemanen dan aman. BBM : D7C664D7. Dijamin hasil memuaskan (y)

R : semenjak gue baca ff ini gue udah ke dokter 5 kali dalem seminggu dan baru" ini ternyata gue di diagnosis diabetes dan dokter belum menemukan metode penyembuhannya, tapi kemungkinan gue bisa cepet sembuh kalo author xandeer cepet update

RR : MASTIN...Dengan ektrak kulit manggis yang kaya vitamin, bantu jaga kesehatan tubuh dan kulit kamu...Mastin goood (y)

R : next ya thorr semoga up cepet | Chapter depan, update fast okey?! | update kilattttttt kalo bisaaaa yeeee! semangattttt | Next chapter fast update thor | cepetan lanjut kak, ditunggu kelanjutannya. | fast update ya sebelum aku mati penasaran sama ini ff :) | Abis ini usahain updatenya jangan terlalu lama ya Thor T~T Hiks hayati mulai lelah :" | Lanjuitn lanjutinnnnnnnnnnn cevat cevattt | Kak xander! buruan apdet

R : Maaf nomer yang sedang anda hubungi sedang diare, cobalah beberapa saat lagi

Done ! :D Thanks for review, fav, foll, saran, kritik dan protes'y ya :D see ya

.

.

.

Akhir kata

.

.

.

So, Mind To Review ?