[BTS]|| You Are Much Better Than Him||Chapter.3

Tittle : You Are Much Better Than Him

Author : Rae

Genre : Yaoi, BoyXBoy, Hurt, Sad Romance, and Others

Rated : T, G, K

Cast : HopeKook couple from BTS as main cast, slight : HopeV, JinV, and YoonMin. other BangTan's members

Length : Chaptered

Summary : "Apa sih lebihnya Taehyungie Hyung, Hyungie ? Apa yang Taehyungie hyung punya tetapi Jungkookie tidak punya ? Apa yang Tae Hyung bisa lakukan tetapi Jungie tidak bisa melakukannya, Hyungie ?" pertanyaan-pertanyaan itu berjubel di otak Jungkook. Pertanyaan yang sama setiap harinya. Pertanyaan tentang apa lebihnya seorang Kim Taehyung dari Jeon Jungkook.

Author's Note : Sebenarnya saya agak maksa bikin slight HopeV nya. Why ? Because I don't like HopeV. Apapun itu tentang HopeV, sekalipun hanya tulisan "HopeV" saya pasti akan nangis. Nulis partnya HopeV di ff ini pun saya betah-betahin :D. Demi terselenggaranya/? ff ini. Kkkk~ xD *author aneh*. Okay ,No bacot from author. Enjoy it and Review Please. ^^.

.

.TYPO(s). IT'S YAOI ! DON'T LIKE DON'T READ ! NO PLAGIAT ! RnR PLEASE ^^

~Rae Present~

.

.

.

Jungkook berjalan tertatih di sepanjang trotoar jalanan seoul. Ia bahkan tidak mengenakan alas kaki, membuat kaki-kakinya tergores oleh kerasnya aspal. Membuat darah sedikit tercecer di telapak kakinya. Ugh ! Dadanya sesak, ia kesulitan bernafas. Sebelah tangannya meremas kuat dada kirinya. Langkahnya semakin berat. Bahkan kini Jungkook tak lagi melangkah, melainkan menyeret kakinya. Memaksanya untuk tetap berjalan.

DEG.

Berhenti. Jungkook berhenti menyeret kakinya, saat sepasang...ah ani ! dua pasang kaki menghalangi langkahnya. Ia mendongak perlahan.

"Jungkook-ah..." seorang namja menghalangi pandangannya.

"Mianhae..." lirih namja itu.

"Aku harus pergi..." lanjutnya. Dapat Jungkook lihat, sebelah tangan namja itu yang menggenggam sebelah tangan lain milik namja lain yang berdiri di sampingnya.

"Kuharap kau bahagia tanpaku...Kookie..." namja itu mundur perlahan, memberi ruang untuk namja di sampingnya menghadap Jungkook.

"Jungkookie..." Jungkook diam, matanya menatap nyalang pada namja di hadapannya.

"Aku bukan hyung yang baik untukmu...aku bukan sahabat yang baik untukmu...dan aku juga bukan seseorang yang baik yang perlu kau ingat dalam memorimu...jadi..." namja itu menghela nafas.

"...lupakan aku dan jangan pernah memaafkanku..."

Hening. Hanya suara semilir angin yang menemani.

"Aku bodoh." Jungkook berucap.

"Sangat-sangat bodoh ! Aku mencintai seseorang yang ternyata malah mempermainkanku...dan aku mempercayai seseorang yang malah menusukku dari belakang."

Hening kembali menguasai.

"Hoseok hyung..." jungkook mendongak menatap Hoseok.

"Apa kau harus pergi dengan...Taehyungie hyung ?" Jungkook menatap nanar pada namja yang berdiri agak terbelakang di hadapannya.

Hoseok balas menatap Jungkook dengan sendu. Terlihat jelas gurat penyesalan di paras tampannya. Perlahan, Hoseok mengangguk. Menjawab pertanyaan pilu dari Jungkook, membuat sesuatu di dada kiri Jungkook berdenyut ngilu.

"Tae hyungie..." Kini Jungkook menatap namja yang berdiri tepat di depannya.

"Apa harus...hoseok hyung ?" kembali menatap nanar, Jungkook tak sadar telah meneteskan sebutir krystal bening dari doe eyesnya.

"Mian..." Taehyung menjawab. Ya ! Taehyung menjawab dan itu membuat Jungkook jatuh terduduk di atas aspal trotoar. Meremas dada kirinya yang berdenyut ngilu.

"Hiks..pergilah...jangan muncul kembali di hidupku..." Jungkook bahkan tak mampu menatap dua namja di depannya yang masih menatapnya penuh penyesalan.

Samar, Jungkook dapat mendengar dua namja dihadapannya ini tengah melangkah menjauh. Meninggalkan Jungkook dengan segala kerapuhan dan kesedihannya.

"Hiks...Hopie Hyung...hiks...jangan pergi...hiks..."

Menangis. Ya, Jungkook hanya mampu menangis.

"Hyung !"

.

.

.

KLAP.

.

.

.

"Hyung !"

Jungkook bangun terduduk diatas tempat tidurnya. Pipinya basah dan lengket, matanya memerah. Bahkan nafasnya tersenggal.

"Kau bangung Kook ?" Jungkook menoleh kesamping kiri dan mendapati Yoongi tengah menatap khawatir padanya.

"Hyung..." Yoongi tersenyum dan mengusap pipi Jungkook yang basah, bermaksud membersihkan air mata yang membasahinya. Jadi...Jungkook menangis dalam tidurnya ?

"Kau mimpi buruk. Berbaringlah lagi ne ?"

Jungkook tidak paham, namun ia menuruti perkataan Yoongi dan kembali berbaring di tempat tidurnya.

Jungkook menatap langit-langit kamarnya-Tunggu ! Sejak kapan kamar di dorm Bangtan berubah warna menjadi putih pucat seperti ini ? Refleks, Jungkook mengedarkan pandangannya kesekeliling ruangan. Semuanya berwarna putih pucat dan...bau obat-obatan terasa menusuk hidung Jungkook. Sontak saja Jungkook mengangkat lengan kirinya untuk menutup hidungnya, dan saat itulah ia baru menyadari bahwa...lengan kirinya tengah dililit oleh...jarum infus ?

"Hyung!" jungkook menghadap Yoongi dengan alis bertaut dan mengangkat lengan kirinya di hadapan Yoongi, meminta penjelasan.

"Kau demam semalaman Kook, kami semua khawatir..jadi kami membawamu ke rumah sakit." Yoongi tersenyum manis.

'Demam?'

"Lalu..dimana...H-hoseok hyung, Hyungie ?"

Sontak raut wajah Yoongi berubah dingin dan datar.

"Huh ! Bahkan orang pertama yang kau cari saat kau bangun pun adalah bocah berengsek itu !" Yoongi mendengus.

Yoongi tiba-tiba saja berdiri dari duduknya dan mulai melangkah mendekati pintu kamar rawat Jungkook.

"Hyungie !"

Yoongi berhenti saat tangannya menyentuh kenop pintu. Menghela nafas pelan dan membuka pintunya perlahan.

"Aku akan panggilkan dia untukmu..."

.

.

.

.

.You Are much Better Than Him#3

.

.

.

.

Hoseok duduk dengan kepala tertunduk. Ia tak mampu bahkan tak berani menatap paras manis yang juga tak ingin menatapnya itu.

"Mian..." entah sudah yang keberapa kata-kata itu terlontar dari bibirnya untuk sang namja manis.

Helaan nafas terdengar dari sang namja manis.

"Hyungie..." Jungkook menatap Hoseok dan tersenyum miris. Tangannya yang terlilit jarum infus ia bawa keatas kepala Hoseok, mengusap pelan surai kecoklatan milik Hoseok. Hoseok mendongak menatap sendu Jungkook. Namun yang ia dapati adalah wajah pucat Jungkook yang tersenyum miris.

"Mau menjelaskannya padaku ?" Jungkook bertanya, masih dengan senyuman miris yang terpatri di bibir pucatnya.

"Apa yang harus kujelaskan ? Aku tidak tahu harus berkata apa..." Hoseok kembali menunduk.

"Hyungie...bicara saja. Aku akan mendengarnya.." Jungkook masih tersenyum.

"Tapi..aku tidak ingin menyakitimu Jungie..." Hoseok menurunkan tangan Jungkook dari pucuk kepalanya untuk ia genggam dengan erat. Dan membawanya untuk dikecup hangat oleh bibir Hoseok.

"Kalau begitu...boleh Jungie bertanya ?"

Hoseok mengangguk dengan masih mengecupi tangan Jungkook penuh kasih.

"Apa Hyungie...mencintaiku ?" Hoseok berhenti mengecupi jemari Jungkook. Mendadak persaan ragu, gelisah, dan bingung menyelimutinya.

"T-tentu ! Hyungie mencintaimu !" Hoseok bahkan hanya mampu mempererat genggamannya tanpa berani menatap Jungkook.

"Lalu...apa Hyungie juga...mencintai taehyungie hyung ?" Hoseok kembali tersentak. Ia masih tidak berani menatap Jungkook.

Hening menyelimuti cukup lama.

"Hyungie..."

Hoseok menunduk dalam. Genggamannya pada telapak tangan Jungkook sedikit melonggar.

"Mian..." hanya itu yang terucap dari bibir Hoseok.

"Tidak apa-apa, Jungie mengerti kok hyungie..." Jungkook menarik pelan tangannya dari genggaman Hoseok. Namun belum sepenuhnya tangannya lolos dari tangan Hoseok, Hoseok telah kembali meraih tangannya dalam genggaman erat penuh keposesifan.

"Jangan ! Jangan melepasnya Kookie, kumohon jangan..." Hoseok menggeleng cepat. Tidak menyetujui gestur Jungkook.

Jungkook menggigit bibir bawahnya, matanya mulai memanas. Perlahan, ia mulai menarik kembali tangannya dari genggaman hoseok. Namun...

"Tidak ! Kubilang tidak Kook ! Jangan melepasnya ! Hiks..." ...Hoseok kembali menarik tangannya. Menggenggamnya posesif diiringi lelehan air mata.

Jungkook semakin menggigit bibirnya, air mata sudah sepenuhnya menggenangi paras manisnya.

"Hiks...Kumohon...jangan Kook..." Hoseok menangis ? Ya ! Namja tampan itu tengah terisak sekarang.

"Tapi Hyungie...kau mencintai Taehyungie hyung, dan Taehyungie hyung juga mencintaimu...J-jadi...hiks...aku harus melepas-hiks-mu untuk-hiks-nya...hiks.." Lolos sudah isakan Jungkook. Ia berucap sambil menggenggam tangan Hoseok tak kalah eratnya. Gestur yang berbeda dari ucapan.

Hoseok kembali menggeleng tidak setuju.

"Tidak ! taehyung bukan takdirku ! jadi jangan melepasnya, Jungie...hiks..."

Hoseok membawa tangan dalam genggamannya untuk kembali ia kecup lama.

"Hyungie...j-jangan paksakan dirimu m-mencintaiku...hiks..."

Hoseok diam. Ia tidak ingin berkata apapun sekarang, terlebih untuk menanggapi perkataan Jungkok barusan. Ia hanya terus mengecupi telapak mungil dalam genggamannya.

"Hyungie...ini pasti berat untukmu 'kan ?"

"..."

"Aku tidak ingin jadi beban untukmu hyungie...Aku hanya ingin menjadi seseorang yang pertama kali kau ajak berbagi saat kau keberatan dengan beban yang kau sandang...Tapi sepertinya...aku tidak mampu melakukannya. Iya 'kan hyungie ? J-jadi wajar saja jika hyungie mulai mencari seseorang yang bisa di ajak berbagi beban bersama..."

"A-aku minta maaf hyungie...telah menjadi beban untukmu..."

Jungkook menunduk, mengusap air matanya dengan punggung tangan kanannya.

"Dan aku...melepasmu...h-hyungie..."

DEG.

Hoseok mendongak. Menatap Jungkook dengan kaget.

"A-apa maksudmu...J-jungie...?" bibirnya bergetar bahkan hanya untuk bertanya pada Jungkook. Sungguh ! Ia takut akan kemungkinan terburuk yang akan terlontar dari bibir namja manis di hadapannya ini.

"Hiks..hiks..hiks..." kembali. Jungkook hanya mampu menangis.

Hoseok bangkit dari duduknya, meraih tubuh bergetar Jungkook dalam dekapan hangatnya. Erat. Hoseok mendekap Jungkook dengan erat, seolah ia akan kehilangan Jungkook jika dekapannya melonggar.

"Hiks..hiks.." Jungkook memang menangis. Tapi siapa sangka jika namja tampan yang tengah mendekapnya erat itu kini juga tengah menangis ?

"Hyungie mohon...jangan ucapkan itu Jungie...hiks..."

Hoseok dapat merasakan kepala di dadanya itu tengah menggeleng pelan.

"Tidak hyungie...Jungie harus melakukannya...hiks...untukmu...hiks..."

Kini giliran Hoseok yang menggeleng.

"Tidak ! kau tidak boleh melakukannya Jungie ! Tidak boleh !"

"Hiks...aku tidak apa-apa hyungie...asalkan hyungie bahagia...aku pasti akan baik-baik saja.."

"Stop ! Berhenti mengatakan seolah-olah kau tidak apa-apa Jungie ! Berhenti mengatakannya !" Hoseok sadar ia telah membentak Jungkook.

Cukup.

Ia tidak ingin ini berakhir sia-sia seperti ini. Ia mencintai dan juga menyayangi Jungkook. Ia tidak akan kehilangannya ! Yah ! Hoseok yakin ! Ia tidak akan kehilangan Jungkook.

"Hiks...aku memang tidak apa-apa hyung..."

"Kubilang berhenti Jeon Jungkook !"

Hoseok kembali membentak Jungkook. Melepaskan dekapannya dan beralih meremas kuat kedua bahu Jungkook. Menatap tajam kedua manik indah Jungkook yang tergenangi air mata.

"Jangan pernah mengatakannya ! Mengatakan seolah kau baik-baik saja dengan keadaan kita saat ini ! Berkata bahwa kau dapat memahami semua permasalahan ini ! Berkata bahwa kau menerima semua ini ! Berkata bahwa kau tidak apa-apa dengan diriku yang seperti ini ! Aku ingin kau berhenti melakukannya Jeon Jungkook !" Nafasnya memburu menahan amarah.

"Hiks..." Jungkook balas menatap sendu manik tegas Hoseok yang serasa mengintimidasinya.

"Kau benar hyung ! Kau benar !"

"Aku memang tidak baik-baik saja dengan keadaan kita saat ini ! Aku memang tidak dapat memahami semua permasalahan ini ! Aku memang tidak dapat menerima semua ini ! Aku memang sedikit mempermasalahkan dirimu yang seperti itu ! Aku memang ingin berhenti melakukannya Hyung ! Berhenti menutupi semua rasa sakitku !" Jungkook bahkan tanpa sadar telah mengungkapkan semua perasaan ganjilnya pada Hoseok sekarang. Ia menunduk dalam.

Dan ia dapat merasakan remasan Hoseok pada bahunya sedikit mengendur.

"Hiks..hiks..."

"Kau lega sekarang ?" Hoseok tersenyum dan mengusap surai hitam kelam Jungkook penuh sayang.

Jungkook megangguk pelan. Meng'iya'kan pertanyaan Hoseok.

"Harusnya kau mengatakannya padaku. Aku tidak mudah memahamimu Jungie...harusnya kau tidak menutup-nutupinya dariku..." Hoseok kembali meraih Jungkook kedalam pelukannya.

"Maafkan aku hyungie...hiks...Jungie minta maaf...Jungie egois..hiks..mianhe Hopie hyung..." Jungkook melingkarkan kedua lengannya dengan erat ke leher Hoseok dan menenggelamkan kepalanya ke bahu Hoseok.

"Ani. Hyungie yang harusnya minta maaf. Hyungie sudah berbuat yang tidak seharusnya hyungie lakukan. Hyungie minta maaf...hiks.." Dan..Oh ! Hoseok kembali menangis. Tangannya mendekap erat pinggang ramping Jungkook dan mengecupi sisi kepala Jungkook dengan sayang.

Dan biarkan mereka berdua berbaur dalam tangis haru mereka.

.

.

.

.

You Are Much Better Than Him#3

.

.

.

.

.

Seorang namja bersurai dark brown kembali menutup pintu putih dibelakangnya yang tadi sempat ia buka. Ia menyandarkan tubuhnya pada pintu dan senyum lega menghiasi bibir kissablenya.

"Taehyungie, kau baik-baik saja ?"

Ia menoleh menatap namja tampan yang tengah berjalan menghampirinya.

"Aku baik-baik saja, Seokjin hyung.." dan tersenyum manis kearah namja tampan yang di panggilnya 'Seokjin hyung' tadi.

"Apa mereka baik-baik saja ?" Seokjin-namja tampan-melongokkan kepalanya guna mengintip kedalam ruangan melalui kaca di sisi pintu.

"Mereka baik-baik saja hyungie...aku dan Hoseok hyung sudah meluruskan permasalahan kami." Taehyung mengikuti arah pandang Seokjin. Melihat dua insan ciptaan Tuhan yang masih berpelukan dengan haru di dalam sana.

"Lalu hasilnya ?" Seokjin berbalik. Menatap Taehyung dengan antusias.

Taehyung berbalik dan tersenyum pada member tertua di Bangtan tersebut.

"Hoseok hyung memilih Jungie dan..."

"Dan..?"

.

.

.

"...Aku memilihmu..."

.

.

#FLASHBACK

.

.

"Aku tidak bisa untuk tidak mencintainya, Tae. Tapi disisi lain...seseorang mengambil setengah hatiku dari Jungkook. Aku hanya tidak bisa melepas milik Jungkook pada orang lain. Tapi..."

Taehyung tetap tidak mengerti.

"Aku hanya berharap, bila akhirnya nanti aku menemukan cintaku yang sebenarnya. Aku mencintai Jungkook...tapi seseorang tengah berusaha mengambil setengahnya dari Jungkook. Aku tidak tahu Tae...Aku hanya berharap yang terbaik untuk kami..."

Hoseok diam dan Taehyung semakin bingung.

"Aku mencintaimu Tae..."

Bola mata Taehyung sukses terbelalak.

Taehyung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Hoseok.

"Hyung...a-apa maksudmu ?" Taehyung berjongkok di depan Hoseok.

"Yah...aku bodoh Tae...aku akui ! Aku mencintai dua orang di saat yang sama ! Hahaha...aku bodoh !" Hoseok tertawa hambar.

Ia menolehkan kepalanya kesamping. Menatap pemandangan malam yang gelap gulita di luar sana melalui kaca besar yang tadi digunakannya untuk menatap Jungkook dibawah sana.

"Hyung...kau egois ! Hiks.." Taehyung...menangis ?

"Kau egois hyung ! Egois !" Taehyung berteriak frustasi. Ia terduduk dengan lutut tertekuk dan telapak tangan tertangkup menutupi wajahnya.

"Hiks..hiks.." Ia menangis. Dan ia merasakan sebuah rengkuhan hangat tengah menyelimutinya.

"Kau begitu bodoh Hyung ! Kau menyakiti Jungkook ! Dan kau menyakitiku ! Kau bodoh Hyung ! Kau Bodoh !" Taehyung balas memeluk Hoseok dengan erat.

"Aku tau Tae...aku tau...aku orang jahat...aku tahu itu.." Hoseok masih memeluk taehyung.

"Kenapa kau melakukan ini padaku dan Jungkook hyung ? Kenapa ? Hiks..."

"..."

"Kau tahu seberapa menderitanya Jungkook hyung ? Saat kau cidera, ia hampir tidak tidur semalaman hanya untuk menjagamu. Saat kau sakit minggu lalu, Jungkook bahkan rela dihukum di sekolahnya hanya karena tugas aransemennya tidak selesai karena ia menungguimu semalaman hyung. Dia mencintaimu hyung...tapi kenapa kau menghianatinya ? Ia mempercayaimu, tapi kenapa kau menghianati kepercayaannya hyung ? Hiks..kenapa ?"

Hoseok diam. Dia benar-benar merasa bersalah disini.

"Dan kenapa kau mencintaiku hyung ? Kenapa kau membuatku mencintaimu saat aku sudah memiliki Seokjin hyung ? Saat kau sudah memiliki Jungkook ? Kenapa hyung?"

Hoseok masih diam. Ia mendengarkan Taehyung baik-baik.

"Hyung..kau perlu tahu. Aku bukan takdirmu. Kau memang mencintaiku, tapi kau tidak bisa meninggalkan Jungkook. Kau memang first kiss ku, tapi itu hanya sebuah kebetulan hyung...kita melakukannya bukan atas dasar cinta, tapi karena kewajiban. Dan kau melakukannya dengan Jungkook, itu atas dasar cinta hyung. Kalian sudah dua tahun bersama, harusnya kau lebih tahu dimana hatimu berpijak hyung."

"Dan kau juga bukan takdirku hyung. Tuhan telah memberikan jalan untuk diri kita masing-masing. Aku adalah takdir Seokjin hyung, dan Seokjin hyung adalah takdirku. Kami bersama atas dasar cinta. Aku memang mencintaimu, tapi aku tahu dimana hatiku berpijak hyung. Pada Seokjin hyung. Jadi pikirkanlah hyung, dimana hatimu berpijak, dimana seharusnya kau mempercayakan hatimu hyung. Pada Jungkook, yang seharusnya menjadi pemilik sahnya. Pada Jungkook yang seharusnya menjadi tempat pijakanmu hyung. Bukan diriku..."

"..."

"..."

"Maafkan aku Tae...aku tidak tahu...seharusnya aku lebih memperhatikan dimana seharusnya aku berpijak...kau benar Tae, takdir kita tidak dalam satu garis yang sama. Kau bersama Jin Hyung, dan aku bersama Jungkook. Begitulah seharusnya..." Hoseok melepas pelukannya. Menatap menerawang kedepan dan tersenyum penuh arti.

"Kau sudah menemukannya kan hyung ?"

Hoseok mengangguk mantap.

.

.

#FLASHBACK END

.

.

"Ahahaha...kau begitu bijak Tae.." Seokjin mengusak pelan surai kekasihnya.

"Aissh..berhenti merusak tatanan rambutku hyung !"

"Kau kan bisa meminta stylish noona untuk memperbaikinya nanti. Ayo kita cari makan, aku lapar~" Seokjin mencubit gemas pipi Taehyung.

"Aisshh..iya iya !" Dan Taehyung berjalan dengan bibir mengerucut lucu.

"Kyaaaa~~ Neomu kiyeowo...uri Taehyungie~~"

Dan jangan lupakan tangan Seokjin yang merangkul mesra pinggang ramping Taehyung

.

.

.

.

.

.

TBC.

Akhirnya~~~! Selesei juga chapter tiganya ! \(^^)/

Maafkan saya karena telat apdet, saya tiba-tiba buntu ide ! -_- Ditambah tugas yang menumpuk dan latian Dance cover yang memburu ide-ide absurd saya. Terlebih saya cover Bangtan, Suga pula...jadi saya harus apalin rapp-nya pacarnya si Park Jemen mesum itu biar freestylenya dapet :3. Tapi ini udah lanjut ya~~ dan apakah ini sudah lebih panjang ? *_*

Kkkkk~ mungkin chapt depan udah end ya~~~ xD dan tolong do'akan saya biar gak telat lagi apdetnya...oke ? xD

Btw, ini balasan reviewnya :

Kokoro no Nyan : Hehe...iya yang chapt. 2 pendek...:( Ini udah apdet kok...tapi mian karena telat ^^

Lee Shikuni : Ini udah lanjut..mian karena telat apdet ^^ btw, shi gak ngerti apanya ._.?

diradesfi00 : Kookie melasin T_T...hehe..aku juga bingung siapa yang salah xD :D tapi kayaknya ini yang salah si Hoseok deh *lirik Hoseok :D Ini udah next, mian telat apdet ^^

M Aldianor Alvon Kpopers II238 : hehe...Hoseok brengse*k ya xD *jelekin bias sndiri-_-...btw..hallo juga \(^^) makasih udah mau nimbrung di ff rada aneh ini xD

Albino's Deer : Iya...sakitnya tuh loh..yang gak nguatin *tunjuk Jungkook...kkkk~ ini disini Hoseok udah milih antara Kook atao Tae. Taetae nya gak usah di komen wkwkwk xD. MinGa always jaga Jungkook kok ini udah dilanjut, tapi maaf telat ^^

KyuraCho : chapt.2 nya emang pendek buanget btw..apakah chapt ini sudah agak panjang ? xD jangan bete yah...nanti gak mood lagi baca nih ff xD iya..keknya cerita mereka memang 'demi waktu' banget xD ini udah lanjut...mian telat apdetnya ^^ btw, kenapa manggil aku 'eon' ? kamu line brp ?

Deedee : Iya . Yoongi mungkin yang bakalan bunuh Hope. Dan Jungkook always strong kok xD

Aran Jaeger : Saya aneh..saya akui itu. Saya memang apdet dua chapter sekaligus, tapi yang satu DaeJae..:3 Btw, kata.e kemaren marahan sama aku ? Why ? :3

anthi lee : Huhhuhu...bias saya memang kejem disini *lirik hope. Saya tidak menyiksa mereka dichapt ini xD...ini udah lanjut, mian telat ^^ btw, kenapa manggil 'qaqa' ? Kamu line berapa ?

VampireDPS : Ahahah ...iya kali...hope mau balas dendam xD :D bener tuh ! Si Kookie masih poyos tauk...dan ava itu ? Kook dengan mphi ? Berarti Jehop nya dengan saya dongg...kkk~ Jehop emang udah melas dari sono nye –" biarlah kita nistain bias kita *jhope pundung xD ini lanjut, maaf telat ^^ makasih semangatnya ini juga udah ningkat 'dikit' wordnya, btw...sampe 4000 ? sya gak yakin akan mampu membuatnya :3

Hanna Yoo : Cup cup cup...jangan nagis...malu diliat kookie *kasih tissue.. saya juga suka gaya nya si gula disini..:) ini udah next, mian telat ^^

GitARMY : Aihhh..saya memang suka membuat kookie menderita karena hoseok xD btw...hoseok mencintai dua orang ? Kenapa ? Bisa ditanyakan pada yang bersangkutan xD ini udah lanjut, maaf telat ^^

: bukan hanya kamu yang nagis...saya aja tiap ngetiknya juga suka nangis sendiri...TT_TT ini udah lanjut, tapi maaf telat ^^

tifagyeomi97 : iya..ini masih lanjut kok, khan hopekook belum fix nyatu...:D btw, kemungkinan ini di chapt depan..xD maaf telat ya lanjutannya ^^

Ji Hyun : halo eonni...\(^^) baru review ya ? kkk~ xD btw eonn...aku tak rela jika jehop kau yang bunuh, apalagi mau kau bakar :3 ini udah lanjut, maaf telat ^^

Huftt~ makasih reviewnya yoreobeundeul~~ Gak nyangka yang review banyak, dan reviewnya positif semua. Makasih untuk reviewnya. TFR ^^ buat silent readers *kalo ada* juga maksih ya~~ ^^

Jangan lupa untuk me-review chapt. ini ya ~~~ Dan sekali lagi saya minta maaf karena telat update., ^^ btw...

#HappyHopeDay

Saengilchukkae bias~~ :*

#HopieSaengilChukae

RnR please~ Rae~