.

.

B

BUS

BAHU

Genre : OC, Yaoi, Romance, fluff

Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun

Rate : T

Length : ± 750 words

.

Start!

.

Sudah gelap, saat langkah gontai Baekhyun menyusuri trotoar. Matanya yang sipit makin tipis dihiasi garis hitam. Ia ngantuk, lelah, lapar, tapi yang ingin dilakukan adalah mencekik Junmyeon. Kenapa? Karena menurutnya, Ketua OSIS itu begitu kurang ajar, hanya ingin tahu beres –tanda tangan –selesai. Sedangkan Baekhyun? Jangan tanya berapa malam ia begadang gara-gara laporan keuangan bulan ini.

Sampai di halte, Baekhyun duduk malas menyender tiang. Menoleh ke papan advertasi, ia mendesah. Matanya terlihat seperti penguin (wajah Baekhyun terlalu kecil jika disamakan dengan panda)

"Baru pulang Baekhyun ah?"

Baekhyun hampir terlonjak karena suara berat tiba-tiba menyapanya. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa Park Chanyeol sudah lebih dulu duduk di sisi yang satu. Sepertinya baru selesai kegiatan klub.

"Lembur di ruang OSIS?" Chanyeol bertanya untuk kedua kali. Tidak peduli bahwa pertanyaan pertama belum dijawab.

"Hm" Baekhyun mengangguk.

"Ada badai, jadi bus akan lama datangnya"

Baekhyun memandang Chanyeol yang berjarak semeter dengannya "Aku tahu"

"Kau kelihatan lelah sekali. Tidur saja, akan kubangunkan jika bus datang"

Baekhyun kembali menyenderkan kepala pada tiang "Sayangnya, aku tidak bisa tidur di sembarang tempat"

Sialan memang, tapi itu kenyataanya. Jika bisa tidur di sembarang tempat, ia akan sangat bersyukur karena berarti bisa mencuri waktu tidur di kelas, bus, atau di manapun. Sayangnya tidak.

Udara berhembus makin dingin. Baekhyun mengeratkan jaket sambil berdoa. Doa nya macam-macam. Dari yang minta supaya bus cepat datang, cuaca segera cerah sampai…

Sebungkus sandwich muncul di hadapannya. Baekhyun menoleh. Chanyeol menunjukkan cengiran khasnya.

"Jika kau mau…"

Baekhyun menerimanya, bergumam "Thanks" tidak menyangka bahwa doa bisa dikabulkan secepat itu.

Bus yang ditunggu datang tepat setelah Baekhyun membuang bungkus bekas sandwich di tempat sampah sebelah. Ia buru-buru naik, meng scan ponsel, lalu memilih duduk di deret kedua dari belakang, tepat di sebelah jendela. Baru akan memangku tas ransel, matanya memandang Chanyeol yang…

Sebagian besar bangku kosong, kenapa harus memilih di sebelahku? Baekhyun berdecak.

Bus mulai melaju. Baekhyun diam saja memandangi jendela. Salju menutupi hampir seluruh permukaan jalan. Warnanya putih kecoklatan.

"Apa ada masalah dalam laporan keuangan?" tanya Chanyeol memandang Baekhyun dari samping.

Baekhyun tidak bergeming "Salahkan klub basket yang baru menyerahkan laporan kemarin. Di saat aku seharusnya sudah minta tanda tangan Junmyeon" keluhnya sambil merengut.

"Maafkan kami Baek. Nanti kusampaikan pada Kris" ucap Chanyeol pada bayangan Baekhyun di kaca jendela.

Baekhyun tercekat, menyadari sesuatu. Cowok di sebelahnya adalah anggota klub basket dan sekarang ia complaint tanpa terjaring filter. Tapi ya, kebetulan sih. Tidak usah segan malah.

"Klub music ada masalah?" tanya Chanyeol lagi.

Baekhyun menghela napas, menoleh memandang Chanyeol "Lebih parah. Laporan mereka harus kurevisi 2 kali, karena tidak mengikutsertakan kegiatan lomba terakhir. Dan_"

Ucapan Baekhyun terputus karena kembali menyadari sesuatu.

Orang di sebelahnya adalah ketua klub music.

Lelah memang merusak segalanya.

Sial kuadrat.

Baekhyun buru-buru berpaling kembali menatap jendela.

"Bagian itu aku benar-benar minta maaf Baek. Perlombaan terakhir diadakan akhir bulan, jadi aku bingung harus memasukkan ke periode kapan"

Baekhyun melirik wajah Chanyeol di pantulan kaca jendela "Sudahlah. Aku lelah"

"Bersandarlah di bahuku. Siapa tahu kau bisa tertidur. Nanti kubangunkan jika sudah sampai"

"Aku tidak gampang tidur di sembarang tempat, Yeol…" tolak Baekhyun.

Tangan Chanyeol terulur, menyentuh rahang Baekhyun, membawa kepala lelah itu menempel di bahunya "Setidaknya, kau bisa sedikit bersantai"

Baekhyun tidak lagi membantah. Ia malah membetulkan posisi kepala di bahu Chanyeol.

.

Melirik wajah Baekhyun, Chanyeol mengulum senyum. Wajah lelah itu terpejam dengan napas teratur berhembus.

.

Baekhyun tersentak karena bus mengerem tiba-tiba. Untungnya, Chanyeol begitu cekatan menahan tubuhnya, jika tidak, wajah Baekhyun sudah menghantam senderan bangku di depannya.

"Sudah sampai mana?" suara parau Baekhyun. Ia menatap jendela berkedip beberapa kali.

Sial pangkat tiga.

"Kita sudah kelewatan jauh!" teriak Baekhyun pada Chanyeol. Si Jangkung itu bukannya tidak tahu di mana ia akan turun, karena tujuan mereka sama.

Chanyeol nyengir.

"Aish! Park Chanyeol! Kau bodoh, sengaja atau bagaimana sih?" Baekhyun melihat angka di jam tangan. Tercengang bahwa hampir sejam ia… tertidur?

"Maaf Baek. Aku tidak tega membangunkanmu"

Baekhyun mendengus kesal, meraih tasnya "Minggir" ucapnya ketus lalu bangkit berdiri dekat supir. Ia buru-buru turun ketika bus berhenti di halte bersebelahan dengan minimarket.

Berjalan cepat, Baekhyun tahu bahwa ada yang mengikutinya masuk minimarket.

"Sorry" sekotak susu hangat muncul di hadapan Baekhyun selagi ia memilih kaleng soda di vending machine.

Menghela napas, Baekhyun menerima kotak susu itu "Aku tidak tidur Park Chanyeol…"

"Iya. Aku tahu" Chanyeol tersenyum menarik tangan Baekhyun keluar minimarket "Kau tidak bisa tidur di sembarang tempat"

Walau artinya, bahu lebar Chanyeol terlalu nyaman untuk Baekhyun.

.

.

Fin

.

This ff is fresh from the oven. Coba cium aromanya *sniff sniff* Ngetiknya kesusu. Jadi, maaf kalo ada kurangnya.

Btw, terima kasih banyak yang udah pencet follow, favorite drabble plotless gini. Khususnya untuk fallen1004, vitCB9, baekggu. Love you sooo!

25 Januari : selamat hari gizi!