.
.
C
Chocolate
Cup
And…
Chanyeol
.
Rate : T
Length : ± 750 words
.
Start!
.
Bel pulang sudah berdering 5 menit lalu, tapi Baekhyun masih duduk di bangku, sibuk memberesi isi tas. Ia menunggu Kyungsoo kembali dari toilet untuk kemudian pulang bareng.
Di saat ponsel dalam laci berpindah ke saku celana, seseorang mendatangi mejanya. Kim Jongin.
"Baek, titip ini untuk Kyungsoo" Jongin menyerahkan sebuah kotak pada Baekhyun.
Alis Baekhyun mengkerut "Berikan saja sendiri, sebentar lagi ia datang"
Jongin berdecak "Titip, kau yang berikan padanya"
Baekhyun menatap sewot "Kenapa harus aku sih? Tadi kau bertemu dengannya di lorong, tapi tidak mengatakan apapun padanya"
"Kau menyebalkan" racau Jongin.
"Biar saja, daripada kau yang ribet begitu" bendahara OSIS itu sama sekali tidak ingin direpotkan, intinya.
Jongin berdecak "Ayolah, sekali ini saja. Berikan ini pada Kyungsoo, lalu katakan 'Happy valentine'" kembali mendesak si Sipit itu.
Baekhyun menahan tawa "Jadi ini dalam rangka valentine? Noraknya" menggelengkan kepala.
"Kau yang norak. Sudah berikan saja padanya. Pulang sekolah nanti, kau kutraktir es" ucap Jongin kemudian keluar kelas.
Baekhyun mendesis sinis melihat Kyungsoo datang sempat berpapasan dengan Ketua Dance Club itu.
"Dari Jongin" Baekhyun menyerahkan kotak berlapis kertas kado bergaris biru itu.
"Tadi ia ke sini menyerahkan itu?"
Mata Baekhyun memutar jengah "Tolong pastikan sendiri padanya"
"Thanks" Kyungsoo tersenyum lebar.
"Oh iya, ada pesan. 'Happy valentine' katanya" ucap Baekhyun malas. Sayangnya jadi orang yang amana adalah keharusan.
Kyungsoo tertawa, membuka pembungkus kotak. Dua batang coklat ukuran sedang "Ada pesan lain?"
"No. Duh, jangan perlakukan aku seolah pengantar pesan" keluh Baekhyun menarik tas ke bahu.
.
.
Okay, okay. Jika tahu akan begini, lebih baik Baekhyun menolak tawaran Jongin tadi. Ditraktir es? Patbingsoo memang enak, tapi…
Bukan berarti harus duduk semeja dengan Jongin dan Kyungsoo yang sedang bermesraan begini. Ya ampun, rasanya seperti obat nyamuk. Baekhyun manyun mengaduk-aduk mangkuk es-nya.
"Hanya kau, orang yang misuh-misuh di hari valentine" Kyungsoo berkomentar.
"Like I care" Baekhyun menggerutu.
"Oh, Baekhyun. Seharusnya kau terima satu dari banyaknya ajakan kencan yang datang padamu" ucapan Jongin entah harus disebut kritik atau saran.
"Jangankan ajakan kencan, semua cokelat yang datang padanya pun ditolak mentah-mentah" Kyungsoo yang menanggapi.
"Kau alergi cokelat?" tanya Jongin.
Baekhyun menggeleng "Tidak. Tapi, aku tidak ingin ikut-ikutan norak, merayakan valentine"
"Norak kau bilang?" Kyungsoo memastikan ucapan teman sebangkunya itu.
"Aku menerima apapun pemberian orang, kecuali di hari valentine"
Jongin memutar mata jengah. Baru akan menyendok es lagi, ponsel di sakunya bergetar. Telepon. Ia santai saja mengangkatnya "Ya?"
Baekhyun melirik Kyungsoo, bermaksud tanya. Hanya dijawab gelengan.
"Hm, ia di sini. Ke sini saja, sebentar lagi ia selesai makan"
Kening Baekhyun mengkerut. Ia rasa, Jongin sedang membicarakannya entah pada siapa. Tapi berhubung Baekhyun tidak peduli, ia tidak ingin bertanya. Baekhyun memilih untuk meraih gelas kosong, mengisinya dengan air putih. Ia meneguknya sedikit, mengurangi rasa sirup es yang terlalu manis di mulutnya.
"Oi, Chanyeol ah!" ucap Jongin tiba-tiba, baru kemudian menutup telpon.
Baekhyun menyudahi minum. Meletakkan gelas di atas meja, ia menoleh, mendapati Chanyeol masuk kedai dengan terengah-engah. Seperti baru saja berlari?
"Hai" ucap Chanyeol berdiri di samping meja mereka. Masih kesulitan mengatur napas, ia menyambar gelas Baekhyun tadi lalu…
Waktu terasa mogok saat Baekhyun melihat Chanyeol meneguk air dengan cepat. Ia tercengang, tidak berkedip mengamati tonjolan leher Chanyeol bergerak naik-turun, memicu pikiran Baekhyun yang ikut naik-turun. Terngiang sesuatu di telinganya.
Indirect kiss?
TAK
Suara gelas ditaruh di atas meja membuyarkan pikiran Baekhyun.
Dagu Jongin menunjuk Baekhyun "Itu Baekhyun, tadi kau mencarinya"
Baekhyun menengadah, menatap Chanyeol yang juga sedang menatapnya. Jadi yang tadi menelpon Jongin itu Chanyeol? Pandangan si Sipit mengikuti pergerakan tangan Chanyeol yang merogoh sesuatu dalam tasnya.
"Untukmu" Chanyeol menyerahkan sebatang cokelat berukuran besar pada Baekhyun.
Baekhyun berkedip berkali-kali. Ini hari valentine dan ia tidak pernah menerima cokelat atau hadiah apapun yang diberikan padanya. Hanya mengucap 'Thanks, but no' lalu pergi. Biasanya begitu. Tapi… kenapa sekarang ia ragu?
Bukan, bukan karena merk, jenis, topping atau ukuran cokelat yang diangsurkan padanya. Ada banyak cokelat lebih besar, lebih mahal atau bahkan cokelat import yang ditawarkan padanya tadi dan ia tolak.
Hell, Baek. Ini hanya cokelat biasa dengan campuran almond yang terlalu umum. Baekhyun misuh-misuh dalam hati.
"Kau tidak suka?" suara berat Chanyeol mengaburkan isi otak Baekhyun.
"Aku…" tangan Baekhyun terangkat ragu "…Thanks" ucapnya menerima cokelat itu tanpa menatap si pemberi.
"Wow. Baekhyun menerima cokelat" komentar Jongin.
"Tumben ya" Kyungsoo menyahut, bertukar pandang dengan bakal pacarnya.
Chanyeol menarik bangku, duduk di sebelah Baekhyun "Loh, memangnya kau tidak mendapat cokelat, Baek? Pasti banyak yang memberimu kan?"
Baekhyun baru akan buka mulut…
"Banyak memang, tapi yang diterima hanya darimu" Kyungsoo yang menjawab.
Baekhyun tidak berkomentar. Ia lebih memilih menghabiskan es nya.
.
.
END
Okay, ini jelas banget niatnya mau dipost jaman palentin, tapi elah baru rampung barusan /digiles/ Btw, ini agak plotless loh ya. Bisa AU!, bisa juga gak. Intinya, senyangkutnya otak aja.
Terima kasih tak terkira untuk Baekggu, vitCB9, fallen1004, firdazzy, hunniehan,, Baeks06, vanilla92, xxcbaekido, CussonsBaekby, dan semua yang udah menekan tombol fav & follow.
