IMPOSITION
Cast
-Park Chanyeol.
-Byun Baekuyun.
-Wu Yi fan.
-Choi Junhong.
-Huang Zitao.
R - M
Genre :
Angst.
Yaoi.
Romance.
Criminal.
Note:
sorry banget udah hampir setahun gak lanjut, terima kasih banyak buat reader yang rela dan review nih ff. Semoga cap ini gak ngecewain.
Miss Typo
Happy read. .
.
.
.
.
hamil?
Sampai sekarang pun Baekhyun tidak menyangka dan tidak pernah berkhayal pun tentang ia bisa mengandung seorang makhluk didalam tubuhnya, sangat aneh, sakit kepala akan menyerang jika ia terus memikirkan kenapa ia bisa hamil.
Kembali ia menatap tubuh mungilnya dengan perut yang sudah sedikit membucit, dan ia juga sering merasa aneh, ya sangat aneh.
Kenapa?
Bukannya dia membenci laki laki yang sudah membuatnya terlihat aneh bahkan melebihi anehnya wajah alien.
Park Chanyeol, ntah kenapa ia terus merindukan dan membutuhkan laki-laki itu untuk terus disampingnya.
Grep
Karena sibuk memperhatikan perut buncitnya Baekhyun sampai tidak sadar yang ia rasakan sedang memeluknya dengan kemeja hitam yang selalu membalut tubuh tinggi lelaki tampan itu, kenapa Chanyeol sangat menyukai warna hitam?
"merindukan ku?" Pertanyaan konyol tapi sial itu benar, Baekhyun memang sedang merindukan namja tinggi ini.
Chanyeol dengan mudah memutar tubuh Baekhyun untuk menghadap kearahnya, Baekhyun harus jujur ia lelah kalau hanya bertatap wajah dengan Chanyeol karena ia harus selalu mendongak untuk melihat namja tampan yang selalu ia anggap namja tua tapi bohong ok itu menurut Baekhyun, tak dipungkiri perasaan itu sudah mulai SEDIKIT tumbuh didalam hati Baekhyun.
"tidak" Jawab Baekhyun pelan.
Chanyeol berdecak, ternyata lelaki mungil nya itu masih berbohong?
"bohong"
Canyeol mulai merangkul pinggang Baekhyun dan menarik Baekhyun lebih intim kedalam pelukannya.
"aku tidak bohong, aku sangat membencimu sangat sangat" Baekhyun berbicara pelan.
"dan aku sangat mencintaimu"
"tapi aku tidak tahu bagaimana aku bisa merindukan lelaki brengsek yang membuatku terlihat aneh dengan perut membuncit seperti ini"
Chanyeol tersenyum.
"asal kau tahu, aku sudah bertahun tahun menunggu untuk membuatmu menjadi milikku"
Baekhyun tersenyum sebentar mungkin benar sampai-sampai ibunya rela menjualnya hanya demi uang dan mengikuti taktik permainan Chanyeol.
Chanyeol memainkan jemari nya menyapa rambut Baekhyun yang begitu halus turun ke wajah.
"jika kau bukan takdirku tapi aku akan mengambil apa yang menjadi milikku, menciptakan sesuatu yang belum pernah Tuhan rancang"
Chanyeol menarik dagu Baekhyun dan menemukan dua belah bibir itu terhanyut dalam sebuah ciuman manis yang sangat sensual, Baekhyun merasakan kehati hatian Chanyeol saat ia menarik lidah Baekhyun dengan lidahnya, tidak terkesan buru-buru, hanya perlahan dan penuh perasaan.
Baekhyun meremas kemeja yang dipakai Chanyeol, ia merasakan merinding disekujur tubuhnya saat Chanyeol membelai halus perjengkalan lehernya menuju lengan tangan.
Chanyeol memiringkan kepalanya agar bisa meresap lebih dalam dan mengecap manis cerry yang sudah menjadi candunya seperti menghisap narkotika begitu memabuk kan.
"eumh" sedikit desahan lolos dari bibir mungil Baekhyun, Chanyeol tahu Baekhyun tidak fasih dalam hal berciuman tepatnya belum.
Chanyeol melepaskan ciumannya dan menatap wajah sayu Baekhyun yang bahkan terlihat masih sangat cantik dengan kulit halus putih natural yang menghiasi wajahnya.
Chanyeol menuntun tubuh Baekhyun ke arah King Sizenya, menarik Baekhyun untuk duduk manis dipangkuannya oh terlihat seperti bicth yang sering disewa jongin, sangat penurut.
"aku akan tetap menjadikanmu milikku walaupun Tuhan tidak mengizinkan, kau tahu" Bisik Chanyeol dan mengecup leher putih Baekhyun, Baekhyun menutup matanya ia kembali merinding saat Chanyeol menyapukan lidahnya di leher yang sudah banyak karya berwarna merah dari Chanyeol.
"Baekhyun"
"hm"
"jujur"
"jujur tentang apa?"
"kau menyesal?" Tanya Chanyeol, Baekhyun mengalungkan lengan dan leher Chanyeol.
"aku memang menyesal, mungkin aku akan mencoba" jawab Baekhyun tersenyum.
"harus"
"hm bagaimana kalau kita keluar kencan mungkin" ajak Chanyeol, Baekhyun meringis.
"kau megajak aku kencan setelah menghamiliku"
"kalau aku tidak menghamilimu kau pasti akan selalu kabur" jawab Chanyeol, Baekhyun beranjak dari pangkuan Chanyeol.
" aku akan mandi dulu" Ujar Baekhyun.
" aku ikut"
"dalam mimpimu Tuan Park"
Dan berakhir dengan kekehan Chanyeol, Chanyeol sudah berjanji tidak akan menyetubuhi Baekhyun karena Baekhyun sedang hamil dan tubuhnya sangat cepat merasa lemas, sepertinya Chanyeol harus bersolo lagi melihat pertengahan pahanya mengembung.
.
.
.
Musim dingin menyapa negri sakura malam ini, butiran halus salju sudah mulai sedikit bertebaran menghiasi jalanan kota Tokyo yang selalu ramai akan turis maupun warga Jepang sendiri.
Pohon natal terias dimana mana, membuat kota ini semakin indah.
Chanyeol menggenggam erat tangan mungil Baekhyun yang ia sengaja masukkan kedalam saku jasnya, agar Baekhyun tetap merasa hangat, sangat romantis.
Chanyeol baru pertama kali ini berpergian berjalan kaki kalau tidak keinginan Baekhyun ia tidak akan sudi begini, tapi ini keinginan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya Chanyeol akan melakukannya, Baekhyun menolak diajak kencan ditempat mewah, karena Baekhyun ingin merasakan khas dan indahnya Jepang. Hanya berdua dengan Park Chanyeol.
"dingin?" tanya Chanyeol membetulkan sedikit syal yang menutupi leher dan dagu Baekhyun.
"tidak, kau selalu mengenggam tanganku"
Chanyeol tersenyum, dan memandang lampu lampu yang menghiasi jalanan.
" kita mau kemana lagi?"
"aku ingin ke wihara yang ada diujung sana"
"untuk apa?" tanya Chanyeol heran.
"kau akan tahu nanti" jawab Baekhyun.
Mereka berjalan menuju wihara dengan jemari tangan yang saling bertautan.
Chanyeol benar-benar menjaga dan membahagiakan Baekhyun, ia benar-benar tidak ingin menyakiti namja mungil berparas cantik itu.
Mereka pun sudah sampai di taman Wihara yang dihiasi oleh kolam ikan yang sangat luas sedangkan ditengah kolam ikan tersebut bediri patung seorang perempuan cantik dengan gaun anggun mungkin sering disebut patung dewi Kwang In.
Baekhyun menarik Chanyeol agar masuk kedalamnya
"berbicara lah apa yang kau minta" bisik Baekhyun pelan.
Baekhyun mengambil kertas berwarna kuning lalu menuliskan permintaan yang ia impikan.
"jangan mengintipku" Baekhyun melirik saat Chanyeol melihat apa yang ia tulis, Chanyeol mengikuti apa yang Baekhyun lakukan, ia menuliskan sesuatu dan berbicara dalam hati apa yang ia inginkan semoga terkabul.
"kau tidak menulis sesuatu yang tidak-tidak kan?" Tanya Chanyeol.
Baekhyun mengedikkan bahunya sambil memasukkan kertas itu kedalam api pembakaran.
Chanyeol mengangkat sebelah alisnya, jawaban macam apa itu?
"mungkin kau ingin aku cepat mati, agar kau terbebas" ujar Chanyeol, Baekhyun kembali mengangkat bahunya tidak mempedulikan namja tinggi itu.
"atau kau mau meninggalkan ku atau juga kau ingin kembali kepada kekasih mu yang dulu ah atau mungkin-"
"kenapa kau menjadi cerewet sekali" ujar Baekhyun memotong pembicaraan Chanyeol yang belum selesai.
"aku hanya ingin tahu" jawab Chanyeol acuh, Baekhyun membalikkan badannya menghadap Chanyeol.
"kau akan tahu nanti" Baekhyun tersenyum.
Chanyeol mengangkat sebelah alisnya, lagi-lagi Baekhyun memberikan jawaban yang kurang puas baginya.
"kenapa harus nanti"
"itu rahasia Tuan Park, sudah lah, ayo kita lanjutkan kencan kita" Baekhyun tersenyum menggandeng lengan Chanyeol, sedangkan namja tinggi itu tersenyum dalam diam.
Mereka pun berjalan keluar dan kembali mengelilingi jalanan Jepang.
"kau sendiri apa yang kau tulis?" Tanya Baekhyun.
"Park Chanyeol dan Byun Baekhyun" jawab Chanyeol, Baekhyun terkikik geli.
"seperti anak sekolah saja"
"karena kita akan tetap bersama selamanya, kau tahu" ujar Chanyeol membuat senyum terus mengembang di wajah manis Baekhyun.
.
.
.
"aku dengar dia sedang berada di Jepang" Wufan berbicara pada seorang pria tinggi yang hampir sama dengan tinggi lelaki mix Canada Chinese itu.
"ya, dia sekarang berada di Jepang bersama kekasih nya itu" jawab Junhong.
"si brengsek itu benar-benar membuatku murka dan malu, aku seorang Wu Yi Fan dan dia benar-benar mempermalukan ku"
"aku sudah bilang si brengsek itu tidak seharusnya kau jadikan bahan percobaan" ringis Junhong.
"kau pergi ke Jepang sekarang juga, apapun caranya kau harus bisa membawa laki-laki yang bernama Byun Baekhyun itu kehadapanku"
"sekarang, baiklah" pasrah Junhong.
Wu yi fan tersenyum atau tepatnya menyeringai, ia benar-benar tidak sabar menanti waktu yang akan datang seorang Park Chanyeol akan bertekuk lutut seperti apa yang sudah Chanyeol lakukan padanya.
.
.
.
"aku akan pergi menemui seseorang hari ini, apa kau tidak apa sendiri" Chanyeol menarik Baekhyun kedalam rangkulannya.
"aku bukan anak kecil lagi" jawab Baekhyun tersenyum.
"aku hanya menghawatirkanmu"
"terima kasih Tuan Park" jawab Baekhyun begitu manis.
"aku belum pernah kau memanggilku sayang"
"baiklah sayang"
Untuk kali ini Baekhyun terlihat sangat manis dan penurut.
"aku pergi"
"ya"
"kau tidak menciumku"
Baekhyun mengangguk dan mencium pelan bibir Chanyeol membuat namja berotak mesum itu tersenyum nakal.
"aku akan merindukanmu"
Baekhyun tersenyum menatap kepergian Chanyeol, aku juga akan merindukanmu bodoh, bisik Baekhyun dalam diam.
Baekhyun beranjak dari sofa dan berjalan menuju dapur, sepertinya ia haus, minum segelas air hangat mungkin akan membantu membasahi tenggorokannya.
"hey manis"
Baekhyun terkejut saat menemui lelaki asing di dalam kamar hotel yang ia tempati.
mulutnya benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun apalagi berteriak, ia sangat lemas, mungkin terakhir yang Baekhyun ingat hanya kegelapan dan bau alkohol yang sangat menyengat indra penciumannya.
Junhong, lelaki asing itu menatap wajah damai Baekhyun yang terjatuh pinsan dilantai, tanpa buang-buang waktu lelaki suruhan Yifan itu mengangkat tubuh ringan Baekhyun ke pundaknya, ia tidak ingin rencana nya gagal, apalagi kalau si Cina itu murka, mati sudah ia sekarang.
"fuck like a husband" bisik Junhong tersenyum miring.
.
.
.
"kau tidak akan memperkosanya kan?" Junhong menatap Yifan horor saat Yifan menelanjangi tubuh Baekhyun.
"mungkin"
"kau gila, dia sedang hamil"
"aku tidak peduli brengsek"
Yifan menampar Baekhyun yang belum juga tersadar.
"mau sampai kapan kau menamparnya, lihat wajahnya sudah banyak mengeluarkan darah" komentar Junhong sembari merekam video Yifan.
"eughhh" Baekhtun melenguh saat ia merasakan benar-benar sakit sisekujur tubuhnya.
"kau sudah bangun little bitch"
Baekhyun melotot, ia sungguh tidak bisa berbicara karena Yifan menutup mulutnya dengan kain putih.
"kau membuat Chanyeol murka Tuan Wu"
"jika si brengsek itu tidak membunuh Zitao aku tidak akan melakukan ini" murka Yifan.
"kau masih mengingat itu, bagaimana dengan perusahaan mu yang telah dijatuhkan Park Chanyeol"
Yifan mengambil pisau di saku jas nya, ia menggoreskan pisau tajam itu di pipi putih Baekhyun, mengakibatkan Baekhyun menjerit tertahan saat Yifan merobek paksa kulit wajahnya.
Junhong meringis melihat itu.
"Chanyeol menelfon"
"Baekhyun temani Zitao di alam sana sayang" Bisik Wufan pelan.
TBC
masa lalu akan terbuka sesuai perjalanan cerita ini.
See u next part dear
