ChanBaek - Imposition.

Cast:

-Park Chanyeol.

-Byun Baekhyun.

-Wu Yi Fan.

-Choi Junhong.

-Shim Changmin.

Genre : Romance, Yaoi, Sad.

R-M

Note : maaf karena kelamaan jadi gak nyambung, sebenarnya bukan gak nyambung, yang part 3 itu lebih detail ingin berangkat pas kejepangnya bukan lanjutannya, nah ini ntar saya kasih flashback, terima kasih buat reader yang selalu menunggu ff ini ampe lumutan. Hehehe.

Semoga gak ngecewain ya :D

.

.

.

"Chanyeol menelfon" teriak Junhong melemparkan smartphone itu ke arah Yifan, atau Kris, Kris menangkap ponsel itu dengan satu tangannya, seringaian tidak pernah lepas dari wajah tampannya, lelaki keturunan Canada ini sudah sangat lama menunggu moment seperti ini, yaitu balas dendam kepada Park Chanyeol musuh terbesarnya yang telah membunuh kekasihnya 2 tahun yang lalu. Di tambah dengan pembatalan kontrak kerja beberapa minggu yang lalu, dan mempermalukannya di depan umum. Sialan bukan? Itu benar-benar membuat Kris murka melihat sifat Chanyeol yang mempermainkan dan menjatuhkan harga dirinya.

Jalan ini yang bisa Kris lakukan, yaitu menyekap Baekhyun, karena Baekhyun adalah kelemahan Park Chanyeol, Kris ingin Park Chanyeol menarik kembali kata-katanya, dan merasakan apa yang pernah Kris rasakan, hanya itu, tidak lebih.

"Brengsek! Dimana Baekhyun"

Kris tersenyum setan mendengar teriakan Park Chanyeol dari sebrang line telfon.

Ia tahu benar Chanyeol sedang sangat murka saat ini.

"Jangan macam-macam kau sialan!"

Kris berdecak mendengar sumpah serapah Chanyeol, ia benar-benar berhasil membuat Chanyeol murka, Chanyeol tidak pernah main-main dengan ucapannya, dan Kris tahu itu.

"Kau menginginkan jalang mu eoh?" Kris bertanya dengan suara pelannya yang begitu serak.

"Jangan kau sentuh dia sialan!"

"Kalau aku sentuh jalang ini, kau mau apa?" Kris memandang remeh ke arah Baekhyun yang sudah berlumuran darah di wajah putihnya.

"Kau! Dimana kau?!"

"Kau tidak akan bisa menemuiku Park sialan, bye!"

Kris melempar ponsel berwarna hitam itu kesembarang arah, ia terlalu malas mendengar makian Chanyeol yang sangat tidak berguuna itu!

"Hey bicthis, mau menemani Zitao?" Kris tersenyum menyeramkan saat menyiramkan air keras di luka pipi Baekhyun yang penuh dengan darah.

Air mata Baekhyun benar-benar sudah lelah untuk keluar, ini sakit, benar-benar menyakitkan, ia ingat dengan laki-laki yang ada dihadapannya ini, pada saat itu Kris memang diusir secara tidak terhormat oleh Chanyeol.

Tapi kenapa Kris sekejam ini, ia salah apa, kenapa tidak bisa di selesaikan secara baik-baik, apa begini semua cara mavia untuk menjatuhkan satu sama lain? Mencari titik kelemahan sang lawan?!

Baekhyun sedang hamil sekarang, dan itu membuat Kris sangat senang untuk membuat Chanyeol semakin jatuh lagi, ia tidak sabar untuk menyaksikan kemarahan Park Chanyeol nanti.

Bagaimana rasanya melihat seseorang yang sangat dicintainya mati dengan berlumuran darah didepan mata!

Kris akan membuat Park Chanyeol menyesali perbuatannya karena telah menjatuhkan harga diri Kris, dan berakhir menyiksa Park Chanyeol itu dengan fikiran sialan nya.

"Ini surga kau tahu?" Kris berbisik dan membuka paksa baju yang Baekhyun kenakan. Ingin mengelak tapi tidak bisa, semua tubuhnya kaku karena ikatan sialan yang mengekang pergelangan tangannya, tidak bisakah ia merasakan bahagia sementara? Apa Baekhyun diciptakan hanya untuk disakiti belaka?

Kalau begitu, ia hanya pasrah saat Kris menyiksanya, sudah basah mandi saja sekalian, Baekhyun sudah lelah akan hidupnya, lebih baik malaikat maut segera cabut nyawanya, dan ia tidak akan pernah lagi menginjakan kaki di dunia bak neraka bagi Baekhyun.

Tapi bagaimana dengan sang bayi yang ia kandung?

Baekhyun tidak tahu, ini semua begitu sulit baginya, ia sudah terlanjur sayang dengan benih yang sudah Park Chanyeol tanamkan pada tubuhnya, walaupun dari awal Baekhyun tidak menginginkan anak yang ada di dalam perutnya, tapi seiring waktu berlalu ia juga mulai mengiginkan bayi yang ada di dalam kandungannya dan itu semua berkat Park Chanyeol. Ia membenci lelaki sialan berhati iblis itu tapi disisi lain ia juga mencintai lelaki bermarga Park itu sebagaimana Chanyeol memberikan rasa kasih sayang dan cinta yang begitu tulus kepada Baekhyun.

"Atau aku membunuh bayi sialan yang ada didalam perutmu ini?" Tanya Kris pelan dan meremas perut Baekhyun yang sudah membuncit.

Sialan! Ini sakit, bagaimana tangan Kris dengan kuat menekan perutnya, ia menyakiti Baekhyun dan juga janin yang tengah Baekhyun kandung, tampak darah segar mengalir dari area privat Baekhyun, banyak, darah itu sangat banyak mengalir, kandungan Baekhyun memang mudah lemah maka dari itu Chanyeol sangat posesiv dengan Baekhyun, tapi dengan mudahnya Kris menyiksa calon anak Baekhyun dan Chanyeol.

Baekhyun menangis tertahan, ingin berteriak tidak bisa, sekujur tubuhnya lemas dan kaku, kegelapan datang menyelemuti penglihatannya, ia lelah, dan berakhir jatuh pingsan karena tidak kuat menahan rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya.

Kris menegapkan tubuhnya, ia menyeringai melihat darah segar yang tak berhenti mengalir dari area privat itu.

"Kau mati"

"Dia hanya pingsan, bagaimana dengan darah ini Kris?" Tanya Junhong sedikit gemetar melihat pemandangan yang tersedia di depan matanya.

"Biarkan saja?! Kita keluar! Tinggalkan dia!" Ujar Kris dan berlalu begitu saja.

Junhong memandang nanar kearah tubuh kecil Baekhyun dan berlalu mengikuti Kris sebelum ia sembat berbisik -mianhe-

Tuhan selamatkan anak kami, Baekhyun tidak bisa apa-apa, bagaiman cara ia menyelamatkan dirinya dan pergi dari kekangan Kris, ia lelah.

Ia membenci kehidupannya yang benar-benar sungguh sial.

.

.

.

Prangggg

Ntah sudah berapa barang mahal yang Chanyeol pecahkan untuk menjadi pelampiasan emosinya pada Kris! Sialan! Semua kata-kata kasar lolos begitu saja dari mulutnya, membuat para pengawalnya ketakutan, baru kali ini mereka melihat Chanyeol sangat murka.

"Bangsat! Cari dimana keberadaannya sampai ketemu! Dan bawa dia kehadapanku sekarang!" Teriak Chanyeol mengelegar membuat para pengawal yang dibalut dengan jas hitam itu segera bubar mentaati perintah Chanyeol. Tidak ada yang bisa melawan perintah seorang Park Chanyeol.

Changmin yang melihat kearah Chanyeol hanya menggeleng kasihan, pasalnya wajah bosnya itu begitu menyeramkan, kusut dengan lingkaran hitam di sekitar mata tajamnya, Chanyeol benar-benar tidak tidur sedikitpun semenjak kepergian Baekhyun. Bahkan ia tidak mengisi sesuatu untuk perutnya, persetan dengan itu semua, Chanyeol tidak butuh itu semua, ia hanya butuh Baekhhyun sekarang.

Ia selalu mencari Baekhyun dengan semua cara-caranya, tapi sialan! Jejak lelaki china itu tak bisa ia lacak.

"Park Chanyeol-ssi, aku akan membantu mencari keberadaan Baekhyun, aku mempunyai teman yang mungkin bisa melacak dimana China sialan itu sekarang"

Chanyeol mengangguk lemah dan membiarkan Changmin berkerja sesukanya, yang penting Baekhyun bisa ditemukan, Chanyeol tak main-main, jika ia menemukan Kris sialan itu, ia akan membunuh dan memberikan mayat Kris kepada Singa peliharaannya.

Jangan pernah bermain-main dengan seorang Park Chanyeol!

"Kemana kau sialan! Kris keparat!" Sudah tak terhitung berapa barang-barang mahal yang terbuat dari berlian kembali hancur akibat ulah Chanyeol yang sedang melampiaskan seluruh emosinya.

Ia ingin bertemu Kris dan membunuh pria China itu dengan kedua tangannya langsung.

Tahu begini ia tidak akan meninggalkan Baekhyun di Apertement sendirian.

Sialan ia benar-benar tidak boleh lengah kali ini, Kris benar-benar sangat berbahaya.

Tapi tunggu-

"Aku mendapatkanmu sialan"

Tiba-tiba Chanyeol mengingat sesuatu dan seringaian mulai menghiasi wajah tampan nya sekarang.

Lelaki tinggi itu melangkah meninggalkan ruangannya dan berjalan menuju kemana arah kakinya melangkah.

Jepang memang sedang akan memasuki musim panas sekarang dan Chanyeol benar-benar butuh penyejuk dengan cara, hm yaitu membunuh Kris dengan tangannya sendiri.

#Flashback

"Kau yakin akan berkerja sama dengan Park corp hyung?" Tanya lelaki berwaja manis berambut pirang.

Lelaki tinggi bernama Kris mengangguk mantap.

"Aku yakin tentu saja, aku akan membuatnya bangkrut" Kris menyeringai tajam tapi dengan tatapan nya berair seperti mengingat sesuatu.

"Hyung, aku tidak ingin kau terluka seperti Zitao" ujar Do Kyungso menatap kakaknya.

"Aku harus melakukan ini Kyungsoo"

"Aku tau Hyung, tapi-"

"Dia telah membunuh tunanganku Kyungsoo"

"Hyung" Kyungsoo menatap kepergian sang kakak menuju kamar pribadinya.

"Hyung, kau membahayakan dirimu sendiri Hyung" bisik Kyungsoo pelan dengan tatapan nanar.

Kris membuka pelan kamarnya, mengunci rapat pintu besar itu agar tidak ada seorang yang bisa masuk ke kamar pribadi itu kecuali dia.

Kris berjalan menuju ranjang mewah bergaya Eropa. Ia tersenyum menatap seseorang yang tertidur tenang diranjang mewah itu.

Kris membelai wajah manis yang tertidur itu dengan sayang.

"Kapan kau bangun sayang?"

Kris menatap sedih tunangannya yang tidur tanpa bernafas.

#Flashback off

Baekhyun membuka pelan matanya, ia bisa merasakan rasa perih di wajahnya yang bermandikan darah, air mata sudah tak terbendung lagi, masih hidupkah anak nya di dalam perut sana, ia tahu Chanyeol sangat mengharapkan anak ini, bahkan Chanyeol marah besar saat Baekhyun mencoba menggugurkan kandungannya.

Baekhyun memang membenci Park Chanyeol, tapi dilubuk hati nya yang terdalam ia tidak bisa berbohong bahwa ia mencintai suaminya itu.

Sebrengsek apapun kelakuan Chanyeol tapi ia tahu Chanyeol tulus mencintainya.

Ia tidak tahu ada hubungan apa antara Chanyeol dan Kris, kenapa Kris mebawa-bawa kekasihnya yang Baekhyun tahu kekasih dari Kris itu sudah meninggal.

Ia membutuhkan Chanyeol, ia berharap darah yang keluar itu bukan darah janin nya yang pecah.

Park Chanyeol maaf kan aku, aku tidak bisa menjaga anakmu, aku.. Aku mencintaimu.

Baekhyun berbisik kepada angin, ia sungguh tidak bertenaga lagi, badan kecil nya kaku lemas, hidupnya sungguh sangat menyedihkan.

Bisakah Tuhan mencabut nyawa nya sekarang, ia lelah menjalani kehidupan yang bahkan melebihi kejam nya neraka, bisa kah ia merasakan kebahagian? Bisakah ia mendapatkan kehidupan yang normal tanpa lika-liku yang membuatnya terjatuh kedalam jurang?

Park Chanyeol lelaki brengsek yang sangat dibenci dan ditakuti dikalangan para mavia itu yang hanya bisa memberikan kebahagian dan cinta yang begitu tulus untuk Byun Baekhyun hanya Park Chanyeol.

Fuck!

Baekhyun membuka kembali matanya pelan saat pintu besi itu terbuka sehingga sinar dari arah luar menerpa tubuhnya yang penuh dengan darah.

Lelaki tinggi itu mendekati Baekhyun, semakin dekat dan dekat, membuat Baekhyun ketakutan, ingin menjauh tapi tidak bisa, tubuhnya benar-benar tidak bisa di gerakkan barang sedikit saja.

"Hey"

Baekhyun tahu siapa lelaki tinggi ini, dia Choi Junhong pengawal Kris.

Dan dia yang menculik Baekhyun di Apertement Jepang.

"Jangan takut"

"Maafkan aku-"

Junhong menghentikan perkataannya, jantungnya begitu berdegup kencang melihat keadaan Baekhyun, ini begitu miris dan mengerikan.

"Kau tahu, Park Chanyeol itu sialan"

"Dia mantan atasanku, Park Chanyeol itu sangat licik"

"Tidak heran jika semua para mavia menakutinya dan membencinya termasuk aku"

Junhong tersenyum miris dan menyingkirkan dengan lembut poni rambut yang menutupi mata indah Baekhyun.

"Kau baik-baik saja?"

"Tentu tidak, aku tahu itu" Junhong menghapus pelan air mata yang mengalir dari mata indah Baekhyun.

"Chanyeol begitu mencintaimu, dan itu membuat Kris tahu apa kelemahan Park Chanyeol"

"Yaitu kau"

Baekhyun tercekat, Junhong seperti malaikat tampan si pencabut nyawa.

"Tapi, aku sebenarnya berhutang budi kepada Park Chanyeol"

"Sekejam apapun dia, ia telah mengangkatku dari gelandangan menjadi pengawal yang terpandang"

"Tapi aku menghianatinya, karena sifat liciknya yang begitu memuakkan"

"Katakan aku brengsek, tapi itu memang fakta"

Junhong mengusap kasar wajahnya yang memerah menahan amarah dan tangis, ia benci jika mengingat kebaikan Park Chanyeol.

"Kebaikan nya menghantuiku!"

"Kau tahu!"

"Jika melihat Kris menyiksamu, aku tidak tega, kau adalah benda emas milik Park Chanyeol!"

"Aku bersalah, aku bersalah!"

Junhong berdiri dari duduknya dan mengangkat tubuh ringan Baekhyun.

Ia membawa Baekhyun keluar.

Semua kebaikan itu menghantuinya.

.

.

.

"Junhong"

"Changmin-ssi"

"Kembalikan Baekhyun"

Junhong menghentikan langkah kakinya dan berbalik menatap Shim Changmin yang tinggi nya sama dengan tinggi tubuhnya.

Dua lelaki tinggi itu saling bertatapan tajam.

"Aku tidak tahu" Junhong menjawab dengan penekanan.

"Kau bohong"

"Sialan, aku benar-benar tidak tahu"

"Kau penghianat" Changmin menatap tajam Junhong.

"Park Chanyeol telah mengangkatmu menjadi seorang yang sangat ia percaya"

"Kau tahu apa brengsek!" Junhong mengarahkan pistol hitam itu ke arah kepala Changmin.

Changmi tersenyum sinis.

"Kau tidak tahu diri, kau bahkan memilih bajingan china itu di bandingkan seseorang yang telah menyelamatkanmu!"

"Tutup mulutmu Shim Changmin"

"Lepaskan Baekhyun!" Changmin menekan kata sekali lagi, ia tahu Junhonglah yang menculik Baekhyun.

"Aku tidak tahu!"

"Kau bohong sialan! Kau jangan macam-macam! Tidak ingat kah kau kebaikan Chanyeol kepada keluargamu bajingan!" Teriak Changmin, Junhong menurunkan pistolnnya, semua darahnya membeku, tubuhnya terdiam lemas.

"Menutupi keburukan keluargamu"

"Mengangkat keluargamu dari kemiskinan"

"Menjadikanmu lelaki sukses"

"Menyekolahkanmu hingga kau berhasil seperti sekarang!"

"Kau benar-benar sialan bajingan"

"Kau hanya terhasut oleh rayuan si China sialan itu"

"Tutup mulutmu! Shim Changmin"

Junhong mendorong Changmin dan meninggalkan lelaki tinggi itu dengan perasaan yang begitu emosi.

Ia membenci dirinya! Ia penghianat! Ia membenci di hantui bayang-bayang masa lalu!

"Jika ini yang terbaik untuk menebus kesalahanku, akan ku lakukan"

.

.

.

Junhong menggendong tubuh Baekhyun dengan tergesa-gesa.

Ia memasukkan tubuh Baekhyun ke dalam mobil sportnya dan melajukan mobil sport itu dengan kecepatan tinggi.

Dengan nafas yang memburu dan dihantui bayang-bayang sialan yang sangat tidak ingin ia kenang, Junhong terus mengendari mobil sport itu dengan kecepatan sangat sangat tinggi.

Menerobos semua rambu-rambu lalu lintas, persetan itu semua.

Junhong melirik ke arah kaca spion mobilnya, ia bisa melihat sebuah mobil hitam mengejar mobilnya.

"Kris" lirih Junhong.

"Sial!" Junhong mengumpat dan berputar arah dengan lincahnya.

Tapi Kris jauh lebih lincah ia bahkan bisa menyalip mobil Junhong.

Membuat Junhong menekan pedal rem mendadak.

"Keluar kau Choi Junhong" Kris meninju kaca jendela mobil sport Junhong.

Junhong menurut dan keluar dengan nafas yang memburu.

"Kau mau bawa kemana jalang itu! Kau penghianat Brengsek" teriak Kris.

"Kau sialan Kris! Kau sadar bukan Chanyeol yang membunuh kekasihmu!" Teriak Junhong.

"Tutup mulutmu sialan!"

Kris mengarahkan pistol ke arah Junhong.

Junhong mundur satu langkah.

"Tahu apa kau tentang Zi tao!"

"Bukan Park Chanyeol yang membuat kekasihmu pergi, tapi ayahmu sendiri sialan!"

"Brengsek!" Maki Kris

Kris meninju rahang tegas Junhong, membuat Junhong terjatuh dengan darah segar mengalir segar dari bibir tipis nya.

"Ayahmu memperkosa Zitao, di saat kau ditugaskan ke Canada! Di saat itu Chanyeol memang ada di situ"

"Sialannya, ayahmu malah menuduh Chanyeol"

"Tutup mulutmu brengsek!"

"Kris, kau salah paham selama ini"

"Yang menghianatimu adalah ayahmu sendiri"

Junhong berteriak dengan susah payah, pukulan Kris berhasil membuat banyak darah keluar dari bibirnya.

"Pergilah keneraka penghianat!"

Dor

"Kris" Junhong berujar lemah saat peluru panas itu menembus perutnya.

"Si..alan" Kris jatuh terkapar saat seseorang menembak ia dari belakang.

Junhong tersenyum miris melihat atasannya itu tidak bisa bernafas. Keadaan nya sama dengan Junhong dengan peluru panas bersarang diperut mereka.

"Junhong-ah" Changmin segera meraih Junhong yang berlumuran dengan darah.

"Ja jangan pedulikan aku, a aku peng penghianat! Baekhyun di situ"

Changmin menepuk wajah Junhong, tapi Junhong tidak juga membuka kembali matanya.

"Junhong" Changmin menatap naas jenazah Junhong.

Changmin berjalan menuju mobil sport milik Junhong.

"Baekhyun"

Changmin segera membuka pintu mobil itu dan membawa Baekhyun ke arah mobilnya.

"Terima kasih Choi Junhong"

.

.

.

Chanyeol menatap nanar tubuh Baekhyun yang penuh dengan jarum infus.

Baekhyun dirawat dikamar pribadi mereka.

Chanyeol langsung membawa pergi Baekhyun pulang ke Korea dengan pesawat pribadinya, sungguh ia sangat terpukul saat melihat keadaan Baekhyun saat Changmin membawanya dengan berlumuran darah.

"Bagaimana dengan kandungannya"

"Kandungannya melemah, tapi untung anak anda bisa bertahan Park Chanyeol-ssi" terak Lee Teuk dokter pribadi keluarga Park.

"Berikan yang terbaik buat Park Baekhyun" ujar Chanyeol dan di angguki mantap oleh Leeteuk

"Tapi jika ia sudah sadar, kau harus berhati-hati menghadapinya, semua kejadian ini membuat Baekhyun trauma" terang Lee Teuk, Chanyeol mengusap kasar wajah tampan nya yang sudah kusut.

"Baiklah, aku pamit dulu Park Chanyeol-ssi"

Chanyeol mengangguk.

Ia mengelus perut Baekhyun pelan.

"Maafkan aku sayang"

"Lekaslah bangun"

"Perkerjaan ku akan terbengkalai jikau kau tidak kunjung membuka mata indah mu"

Park Chanyeol mencium pelan bibir pucat Baekhyun.

"Bertahan untukmu dan bayi kita"

Chanyeol merebahkan tubuh tingginya disamping tubuh mungil seseorang yang sangat ia cintai dan berarti didalam hidupnya.

Ia memang sialan, licik dan wajar saja jika banya para pembisnis menakuti dan membencinya, tapi soal menyangkut hati, Park Chanyeol tidak akan pernah main-main.

Bahkan Chanyeol rela memberikan nyawa serta harta-hartanya yang begitu berlimpah demi Byun Baekhyun.

Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan yang begitu sangat terpukul.

Tuhan benar-benar sedang menghukumnya.

"Baekhyun" bisik Chanyeol.

"Kau membuatku seperti orang bodoh yang mencintaimu"

"Kau bermain dihati dan fikiran ku seperti grand piano"

"Mungkin aku kecanduan dengan semua hal yang telah kau lakukan"

"Park Baekhyun"

Chanyeol menatap lelaki manis yang sangat ia cintai ini.

"Aku mencintaimu"

Dan Chanyeol lembali menempalkan kedua belah bibirnya ke bibir Baekhyun yang begitu manis.

.

.

.

Helooooooo maaf hiatus nya kelamaan hehehe

Part kemarin itu sebenarnya bukan lanjutan, tetapi cerita lebih lengkapnya gitu.

Janji gak bakalan update lebih lama lagi readers tericinta :*

BTW ChanBaek makin so sweet aja di moment mereka