Pairing: Rusia X Prussia

Rating : T

Actually you can saying sweet love to me...

Berkat kekalahan West dia juga yang kena. Yaah...mereka memang berperang bersama, bersama... sungguh itu membuatku muak jika mengingat alasannya!

Alasan kenapa Gilbert Beilscmidts terpaksa menikahi negara komunis. Bukan menikah sebenarnya namun ini seperti dia sedang dijajah! Dia yang awesome ini menikah dengan pria besar dengan sifat kekanak-kanakan dan yandere. Belum lagi Belarus; perempuan cantik bernama Natalia Arlovskaya, yang merupakan adik-iparnya saat ini...berniat membunuhnya karena telah menikahi kakaknya! Aku juga tidak menyukai si penggila Vodka itu tahu!...

Menghela nafas. Gilbert turun dari kasurnya— setiap malam mereka melakukannya...tentu dia butuh banyak tenaga. Jadi setiap kali dia bangun, dia tidak akan menemukan mein mann-nya. Seluruh tubuhnya sakit, bahkan untuk berdiri saja butuh perjuangan yang keras—lebih baik mati dalam pertarungan daripada seperti ini...

Prussia yang begitu bangga pada dirinya sendiri open his leg in front the other man . terlebih lagi Russia, ini sungguh mencabik harga dirinya. Tapi dia akan tetap hidup demi orang-orangnya...demi rakyatnya.

Semenjak kulitnya sangat putih, bercak merah yang ditinggalkan sialan ivan begitu mencolok—dan ini bukan pertama kalinya, karena saking seringnya ia menyerah untuk menyembunyikan. Biarkan saja orang melihatnya, mengetahui kalau dia adalah peliharaan baru Russia. Apanya yang pernikahan? Ini sama saja dia dikirim sebagai budak hina untuk seorang bangsawan pada jaman mesir kuno!

"apa sebenarnya dia membenciku ya?" memakai kemeja putihnya dia bergumam, jika saja dia diperbolehkan untuk mati—Tidak! Aku yang Awesome ini tidak boleh menyerah! Dan begitulah, Gilbert selalu memulai harinya dengan menyemangati dirinya sendiri. berterima kasihlah pada ke awesomenya dia masih bisa hidup—setelah berpakaian dengan benar, dia keluar menuju ruang makan. Sudah menjadi pemandangan biasa kalau dia menemukan Trio Batlik yang bergetaran disana "rumah yang unik" ujarnya pelan pada dirinya sendiri sebelum mengambil tempat duduk. Ivan tersenyum padanya " Dobroye utro" ucapnya memberi salam. Dan tentu Gilbert harus membalasnya "Guten morgen" memang aneh saling membalas dengan berbagai bahasa—tapi memang mereka adalah sekumpulan negara.

Sebenarnya ada satu masalah lagi dengan hubungan mereka. Gilbert dipungut tanpa sepengetahuan siapapun –tepatnya dia diculik. Namun bukan berarti Ludwig tidak mengetahui keberadaanya sama sekali, siapapun tahu kalau dia berada di rumah besar Russia. Masalahnya pernikahan mereka itu tanpa sepertujuan atasan mereka, bagi negara atasan seperti orang tua mereka. Atasan Russia berniat menyingkir Prussia, mungkin jika Prussia sedang dalam keadaan Primanya dengan senang hati atasan Russia akan menerimanya. Namun kenyataannya dia jatuh miskin, jika dia berdiri sendiri, dia hanya akan mati sementara keadaan Russia tidak sekaya yang dulu untuk bisa menolong orang lain.

Selesai sarapan. Bersama-sama Gilbert dan Ivan keluar—selalu seperti ini hubungan mereka diluar kamar, dingin dan kaku. Itulah kenapa Gilbert tidak betah dengan pernikahan ini; dia seperti budak seks, tapi setidaknya ia berhutang budi karena Ivan selalu menolongnya dari atasan Russia. Gilbert mencuri pandang wajah tampan Ivan, entah kenapa akhir-akhir ini dia melakukannya. Dan yang dipandangi menyadarinya "ada apa—" Ivan hendak bertanya namun seorang Maid muncul dan menyelanya "Mr Beilscmidt. Anda mendapatkan undangan"

Gilbert menerimanya lalu segera membukanya "ini..." sebuah undangan dari para atasan Uni Soviet "disini tertulis hanya pesta kecil" dia mengintip Maid dihadapannya dari balik kertas "apa aku harus menghadirinya?"

"kenapa mereka mengundangmu?" Ivan menyela "kau tidak perlu mendatanginya. Tujuan mereka sudah jelas, meski tak tertulis disana"—semenjak tuannya sudah membalas pertanyaan istrinya Maid itu membungkuk lalu pergi begitu saja, dia terlihat santai, namun sebenarnya dia juga takut pada Russia.

"Prive...Privetstvuya partiya" tidak terbiasa dengan bahasa Russia. Gilbert membacanya dengan kaku ingin aku membacakannya untukmu? Dia bisa merasakan telapak tangan Ivan berada di ujung kepalanya dan menawarinya— dia menggeleng "aku tidak perlu fasih berbahasa Russia untuk tahu kalau mereka mengundangku...menyambutku dengan pesta" lebih tepatnya pesta penyambutan...

"kau benar-benar berpikir kalau mereka mengundangmu...untuk itu?" disaat seperti ini Ivan lebih menakutkan dari biasanya, dia tidak memakai senyum childish dan dengan bola mata Violetnya dia menata Gilbert tajam "kau tahu bagaimana liciknya mereka...manusia"

Beginilah kalau menjadi sebuah negara. Meski kau bisa hidup sampai ratusan tahun, tetap saja hidupmu tergantung pada manusia yang disebut atasan.

Tapi aku ingin mereka menerimaku...

Akhir-akhir ini keinginan tersebut makin menguat dan inilah kesempatannya. Meskipun masih penasaran kenapa dia ingin mereka menerimanya, dan meskipun dia begitu ingin untuk bebas...

Aku masih ingin dia menerimaku— meskipun Ivan memperlakukannya seperti mainan. Bagaimanapun dia suamiku...mungkin? atau aku mulai menyukainya?

Sebenarnya meskipun disaat seperti ini, ivan terlihat begitu menakutkan dan dingin. Sebenarnya Gilbert bisa merasakan kehangatan saat mereka melakukan seks , begitu mengejutkan Ivan tidak memaksa dan memberinya persiapan yang baik agar tidak terasa sakit.

"and i come to like his touch"karena itu meskipun Russia menolaknya untuk menunjukkan wajahnya di pesta tersebut, dia bertekad tetap akan datang.

"Prussia" dia bisa mendengar Ivan memanggilnya lembut "kau tidak boleh datang" perintah pria yang lebih besar itu selalu berhasil membuatnya bergidik, namun dia merasakan tangan yang hangat menempel di pipinya "kau harus—" kalimat yang sangat disukai negara komunis; kau harus mengikuti perintahku akhirnya berhasil ditampik oleh Prussia.

Tanpa sadar tangan Gilbert bergerak sendiri, menyingkirkan tangan Ivan dari wajahnya. Bola mata violet milik Ivan melebar oleh keterkejutan, Gilbert sendiri juga terkejut—dia benar-benar tidak bermaksud.

"Gilbert...kau—" baru kali ini Ivan terlihat begitu marah. Kemarahan yang kentara, bukan kemarahan yang disembunyikan di balik senyum kekanak-kanakannya. Gilbert membuka mulutnya ingin berucap, namun suaranya tercekat, dia begitu panik dan menyesal—perasaan aneh yang tercampur aduk.

Russia tidak melanjutkan kalimatnya. Sambil memutar tubuhnya dia berkata "baiklah, lakukan sesukamu" dengan itu dia pergi meninggalkan Prussia yang hampir menangis sekaligus kesal. Dirinya yang awesome berusaha untuk menjadi istri yang baik disini! Dan kenapa dia begitu menentangnya? tidak mungkin bukan selamanya menyembunyikannya di mansion yang dingin ini?

"Na sicher, aku akan melakukan apapun yang ingin kulakukan"

OXO

Dengan pakaian formal Prussia bergegas ke tempat yang dimaksud. Para petinggi Uni Soviet menyambutnya dengan ramah. Kalimatnya terdengar ramah namun tatapan mereka begitu sinis, itu membuatnya risih.

Dirinya yang awesome tidak se-awesome dulu—jujur saja itu membuatnya jijik pada dirinya sendiri, dia bahkan tidak bisa memukul Russia sekarang. Dia begitu lemah, jika dia tidak menikah dengan Ivan mungkin sekarang dia bahkan tidak akan bisa mengangkat sebuah gelas—dia tidak bisa membanggakan dirinya seperti dulu.

Dia merasa begitu kecil sekarang...

...

Mengingat kejadian sebelumnya membuatnya malah semakin membuatnya sebal. Russia yang begitu dingin juga perlu menghangatkan diri. Sebelum menuju ke tempat dimana pesta penyambutan berlangsung, dia merenung dan meminum kopinya dengan anteng—dia memang berencana untuk datang terlambat dan dia tidak peduli jika Prussia mengalami masalah apalagi dia tidak mendengarkanku... meski dia begitu mengkhawatirkan pria Albino yang susah-susah dia dapatkan.

Sejam sudah berlalu dan dia memutuskan untuk bergegas. Prussia memiliki daya tarik tersendiri, mungkin dia terlalu banyak berpikir— Gilbert mungkin bisa meyakinkan mereka, namun apa yang menyambutnya?

Entah apa yang sudah terjadi suasana tempat itu begitu mencengkam. Begitu tegang sampai membuat Russia kebingungan sebenarnya apa yang sudah terjadi?

Gilbert Beilschmidt memandang para manusia dengan tatapan penuh amarah, dia sudah memasukkan tangannya ke saku mungkin sedang berusaha mengurungkan niatnya untuk menembak seseorang yang membuatnya begitu kesal.

Jangan pernah mengoloknya di depanku— Ivan samar-samar mendengar Gilbert menggumam sesuatu. Lalu sesorang berkata "ooh..kau benar-benar istri yang baik, kau sangat mencintainya. Meski seharusnya kau tahu kalau dia tidak akan pernah melihatmu seperti kau melihat dia" sungguh pria itu berbicara dengan nada yang ...menyebalkan

"The Black Eagle Of The North...akhirnya diperlakukan seperti seorang wanita"

Dia tidak datang untuk dihina seperti ini – tanpa pikir panjang Russia memukul meja sekeras-kerasnya, mencuri seluruh perhatian. Semua orang yang berada di ruangan tersebut memucat setelah melihat dirinya—Russia.

Tersenyum dengan senyuman childish yang biasa, dia berkata "cepat atau lambat dia akan meninggalkanku" ujarnya sambil mendekati Prussia "kalian tidak perlu mengusirnya"

Tentu German akan melakukan sesuatu untuk menolongnya. Lebih baik adiknya itu segera melaukan sesuatu sebelum dia terlalu nyaman disini—nyaman sebagai mainan. Ivan menggegam erat tangannya, mungkin Cuma perasaannya tapi dia begitu lega Ivan datang dan menyeretnya keluar seperti ini. Namun harga dirinya lebih tinggi dari yang dia kira "lepaskan aku" mintanya berusaha melepaskan diri "aku belum selesai—"

"kau tidak mendengarkanku tentu aku juga tidak akan mendengarkanmu" karena Prussia terus memberontak dan mengomel, akhirnya Russia mengangkatnya dan melemparkannya ke pundak, sungguh posisi mengendong yang memalukkan. "HEI—" memerah padam Prussia masih memukul-mukul pungung Ivan

Tidak mendengar protes-san Prussia. Russia tersenyum "dia milikku untuk saat ini. Bertahan atau tidaknya, tergantung pada perang berikutnya" ujarnya lalu pergi.

OXO

Sudah menjadi hal biasa Ivan melempar dirinya keatas ranjang lalu menindihnya. Namun bertatapan dengan bola mata violetnya saat ini membuatnya merasa berbeda. Sorot matanya tepat bertemu dengan dengan manik Bloody Rednya, seperti beruang akan melahap kelinci. bola mata Violet itu membuatnya luluh dalam ketakutan. Ini bukan Ivan yang biasanya! Siapa dia?

Ivan melumat bibirnya tangannya yang besar mulai melepas kancingnya. Setelah bibir lidah Ivan mengelilingi lehernya lalu mengigit pelan daun telinganya. Tanpa sadar Gilbert menutupi mulutnya mencegah suara memalukan keluar dari tenggorakannya "mph..."

"aku ingin mendengar suaramu" Ivan mengambil tangan Gilbert lalu menahannya agar tak menutupi mulutnya. "AKH!" suara Gilbert terdengar makin keras— tangan dingin Ivan meraba dadanya "TUNGGU!" tapi tiba-tiba saja pria albino dibawahnya berteriak, membuatnya berhenti "Tunggu Ivan..." ulangnya lemah "kali ini dengarkan aku...sekali saja" mohonnya. "...apa yang ingin kau katakan?" tanya Ivan lembut

"...kenapa kau melakukan ini denganku?"

Pupil Violet itu melebar sementara yang merah seperti darah menatapnya dengan tajam "— kenapa kau menikah denganku? Kenapa kau menolongku? Aku tidak mengerti Ivan" lanjut Gilbert, suaranya bergetar. Rupanya dia sudah mengerti, dia menyadari perasaannya yang sebenarnya

Ke-awesome-annya sudah menghilang sejak dia menginjakkan kaki kerumah ini. Dia tidak sadar kalau—dia telah...

"aku mencintaimu" seketika itu juga Gilbert memerah. Ivan mengaku padanya, bukan sebaliknya "jika aku tidak mencintaimu. Tidak mungkin aku melakukan ini dan itu pada orang yang tidak spesial bagiku" jelasnya lalu memeluk Gilbert di bawahnya "karena kau bodoh, kau tidak mengerti"

*snap!* itu benar-benar merusak mood – Gilbert membiarkan olokan itu lewat begitu saja, demi kesabarannya. Jika Russia mengatakan sesuatu yang buruk tentangnya lagi, dia akan mencakarnya! "kau tidak memberitahuku!" hanya itu yang bisa dia katakan sekarang, apalagi dia juga tidak tahu bagaimana membalas pengakuan itu.

TBC