Pairing : Spain X Prussia
Rating : T
Note : School setting and Supernatural
A Tempting Aroma Coming From You
Aah...sungguh melelahkan hari ini. Seperti biasa jadwal sekolahnya ini begitu ketat, dia harus segera kembali ke asrama sebelum panjaga sekolah datang dan mengomelinya karena berada di sekolah sampai subuh.
Dia menusuri lorong gelap yang hanya diterani lilin-lilin di dindingnya. Memperhatikan kembali struktur bangunan eropa kuno yang besar bagai kastil kerajaan, suasana bangunan ini selalu mencengkam mental manusia biasa—Tempat ini angker, sarangnya makhluk gaib— menjadi rumor megenai sekolah ini.
Namun memang itulah adanya. Kenyataannya memang tempat ini adalah sarang monster yang selalu menjadi tokoh legenda dan dongeng.
Lalu. Bagaimana bisa seorang manusia menjadi murid sekolah ini?
OXO
Aku...satu-satunya manusia disini.
Antonio Fernandez Carriedo adalah campuran Manusia—Vampire. Ibunya Vampire dan ayahnya adalah seorang Manusia yang lemah dan sederhana, dan keduanya meninggal ditengah hukuman penjara seumur hidup mereka—Berhubungan dengan manusia adalah tabu. Di mata mereka manusia adalah pengganggu, makhluk yang gila akan kekuatan, yang berusaha untuk mengendalikan bangsa mereka.
Memang, dia tidak sepenuhnya manusia. Namun gen manusia dalam dirinya terlalu banyak! Dia tidak mengerti bagaimana lezatnya darah, tidak tahu bagaimana menggunakan sihir tanpa merapalkan mantra dengan keras—yang membedakan dirinya dengan manusia lain hanya kekukatan fisik dan umurnya.
Berkat status ke-bangsawanan ibunya, Antonio bisa hidup seperti anak supernatural lainnya. Dia ber-sekolah dan ber-asrama, mengumpulkan nilai setelah itu dia akan bebas! Setelah lulus. Siapapun boleh bergabung dengan ke-modern -an manusia—Jika memang dirinya tidak dilahirkan untuk menjadi vampire, lebih baik dia mengikuti gaya manusia.
Sebelum membuka pintu kamarnya, seseorang menyapanya "hei" Antonio menoleh lalu tersenyum pada teman sekelasnya "hei, Heracles " balasnya ramah pada pria. atau lebih tepatnya werewolf yang suka mengantuk bahkan dimalam hari.
"kau belum tidur?" tanya Antonio lalu memutar knop. dia berusaha mengikuti jam mereka; pagi adalah malam, malam adalah pagi, sungguh sisi manusianya dibuat kelelahan dan binggung.
"kau tidak mendengar kabarnya?" Heracles tidak menjawab dan malah memberi pria tan yang siapapun tahu kalau dia adalah manusia, pertanyaan. Antonio menggeleng pelan sebagai jawaban.
"seseorang diturunkan dari kelasnya"
Bola mata hijau Antonio melebar pada jawaban tersebut. Penurunan kelas, sebenarnya jarang terjadi namun bukan mustahil jika kau terlalu lemah untuk mengikuti kelasmu. ini tidak seperti kelas yang setiap tahun kau akan dapatkan setelah ujian kenaikkan— kelas yang dimaksud adalah kelas absolut, katakanlah seperti kasta. Kelas akan menunjukkan seperti apa statusmu dan kekuatanmu, kelas tertinggi adalah S sementara terendah adalah D.
"kau tidak akan percaya. Kalau seseorang itu adalah Gilbert Beilschmidt"
"...apa yang terjadi?"
"dia melemah..."
Heracles menjawabnya dengan nada ragu. Memang informasi yang beredar seperti api yang membakar rambut, namun informasi anak-anak S memang misteri bagi mereka yang hanyalah penduduk B . Antonio tersenyum kecil "apapun itu kita akan mengetahuinya besok" ujarnya lelu membuka pintunya lebar.
OXO
Luka yang dia dapatkan dari Ivan belum juga membaik. Berkat si penggila Vodka itu dirinya yang awesome ini turun kelas.
Rasanya badannya begitu berat, kepalanya sering berkunang. Karenanya dia tidak bisa menyelesaikan misinya dengan benar. terlebih lagi racun yang diberikan Ivan padanya juga membuatnya susah melafalkan mantranya dengan benar, suatu kecacatan besar bagi ras Vampire.
Mulai hari ini dia akan dilatih ulang di kelas rendahan (baginya). Semua orang membicarakan dirinya, tentu Gilbert yang awesome ini sering menjadi pembicaraan— tapi... tidak untuk topik yang ini. Di tempat pertama,bagaimana bisa dia kalah dan berakhir terluka seperti ini?— sungguh harga dirinya terasa tercoreng bahkan ditusuk dalam-dalam.
Gilbert duduk di bangku barunya yang tak seberapa mewah jika dibandingkan punyanya yang dulu—Tidak seperti A-D. orang yang menduduki rangking S memiliki kelas khusus, misi Khusus, dan pelajaran khusus— tidak lama kemudian, samar-samar namun jelas dia mencium bau manusia, begitu dekat. Manik merahnya mengeliingi kelas sampai akhirnya dia menoleh ke sebelah kanannya bagaimana bisa manusia berada di sini? Tanyanya dalam hati.
...
—Bagaimana bisa manusia berada disini?—
Gilbert melihat Antonio dengan tatapan bertanya-tanya. Manik merah itu menatapnya tajam seolah bertanya— pertanyaannya mudah di tebak. Pertama kali bertemu mereka akan menatapnya seperti itu, semenjak baunya mirip dengan manusia. Ada malah yang sempat ingin memakannya.
Dia ingat werewolf yang datang dari Amerika. Pertama kali mereka bertemu pria pirang itu meloncat padanya, menindihnya— untung saja salah seorang guru menghentikannya. Kalau tidak Antonio benar-benar akan menjadi makan malamnya.
Antonio bergumam kecil, sangat kecil "kuharap Beilschmidt tidak seperti itu" di saat yang bersamaan Gilbert menoleh lagi, dan mata mereka bertemu. Antonio segera mengalihkan pandangannya, sebaliknya si mantan S malah...
"...aku lapar" keluh Gilbert sambil meletakkan kepalanya di atas meja dengan lemas.
"kenapa setelah melihatku. Kau jadi lapar!?" Antonio bergetar penuh kekesalan. Dia merasa dia seperti makanan darurat saja bagi makhluk- makhluk itu.
...
Pelajaran umum sudah selesai. Selanjutnya adalah pelajaran khusus, saat dimana masing-masing ras mempertajam kemampuannya. Antonio yang masuk dalam ras terkuat; Vampire. Jarang mengikutinya, dia tidak pernah memahami apa itu sihir, dia juga tidak tertarik mempelajari cara menghipnotis mangsa— dia bisa hidup tanpa cairan laknat yang di sebut darah.
Dia membuka jendela kelas lalu memperhatikan hutan gelap diluar sana. Menyedihkan dia tidak pernah tahu bagaimana hangatnya matahari, tapi...udara dingin yang mengelus kulitnya ini juga tidak buruk. Dia melamun cukup lama, sampai suara pintu yang terbuka mengejutkannya
Menoleh, dia melihat Gilbert masuk sambil meminum jus tomat kotaknya. Pria albino tersebut menaikkan kedua alisnya "apa yang kau lakukan disini?" tanyanya. Bukannya sebaliknya? Antonio tidak segera menjawab, dia menutup kembali jendela dan memutar tubuhnya untuk melihat Gilbert dengan jelas "aku tidak bisa sihit. Percuma saja mengikutinya" jawab Antonio "lalu bagaimana denganmu?" tanyanya balik setelah itu.
"aku tidak benar-benar bodoh sepertimu" jawab Gilbert dengan nada meremehkan, menimbulkan tanda siku-siku di pelipis Antonio yang merasa diejek "aku awesome dan untuk sementara ini...un-awesome" pria Albino itu tersenyum masam, pada dirinya sendiri tentunya. "nah...aku tidak tahu kalau ternyata blasteran itu ada" tiba-tiba dia mengganti topik.
Gilbert mendekat lalu mengencetnya. Antonio bisa merasakan dinginnya kaca jendela di belakangnya sementara nafas hangat pria Albino di depannya. mereka begitu dekat. Gilbert menyeringai "kau membuat keputusan yang salah. Disaat semuanya belajar di luar, tak akan ada seorangpun yang menyelamatkanmu dari monster yang kelaparan" bibir Gilbert mendekati leher Antonio "aku kelaparan Antonio" bisiknya terdengar menggoda.
"sudah lama aku tidak meminum darah segar"
Reflek Antonio mencengkram kedua pundak Gilbert lalu mendorongnya pelan untuk menjauh "aku bukan makanan!" serunya sambil menatap mata merah pria Albino di depannya, ada kilat kemarahan yang menyala dari manik Zambrudnya. Gilbert menyeringai dan itu menaikkan tingkat kemarahan Antonio "kau bahkan tidak lebih baik dariku, Beilschmidt yang berada di tingkat C" kelas yang hampir mendekati kelas terburuk, bahkan campuran sepertinya saja masih berada di tingkat yang lebih elit.
Seringaian Gilbert menghilang sudah. Dia cemberut lalu menyilangkan kedua lengannya "bagaimana caramu hidup sih?"
OXO
Semenjak itu Gilbert melekat pada Antonio. Mereka berinteraksi seperti mereka adalah seorang teman, namun kenyataanya tidak seperti itu. Gilbert berusaha menjejalinya dengan gaya hidup Vampire.
Aku sudah bertekad menjadi manusia...
Namun kelihatannya para monster itu tidak jauh berbeda dengan manusia. Semenjak dia mengenal Gilbert yang memiliki pergaulan luas, dia mengatahui ternyata mereka juga suka bersenang-senang.
Setiap bulan purnama muncul. Gilbert bersama Francis akan membuat pesta pora yang sama sekali tidak elegan. Untuk Gilbert si mantan S maupun Francis si gentleman dari kelas B. Tapi entah kenapa murid-murid kalangan atas sampai bawah-pun menyetujui sugesti bodoh mereka.
"dasar Bruder" keluh Ludwig meratapi Gilbert yang berbaring tak berdaya setelah meminum satu tong beer "sampai kapan dia akan bertindak ceroboh?"
"entahlah. Karena kecerobohannya, akhirnya dia terkena mantraku bukan da?" timpal Ivan dengan senyum khasnya.
"hahaha...dia memiliki semangat" Alfred tertawa santai sambil menggoyangkan ekornya— yah dialah werewolf Amerika yang berusaha memakan Antonio. "...dia hanya bodoh" di sebelahnya berdiri Arthur yang sudah sempoyongan karena Wine, menimpali semua ucapan temannya dengan nada yang aneh.
– begitulah semenjak dia mengenal Gilbert, dia mengenal lebih banyak monster lain. "siapa yang akan mengantarnya?" dia mendengar salah seorang diantara mereka. Dengan setengah terpaksa dia bangkit dari sofanya lalu mendekati tempat teman-teman Gilbert berkerumun "aku akan membawanya" ujarnya
"aah...Antonio" Ludwig tersenyum ramah "Bruder benar-benar merepotkanmu" katanya sungkan— Antonio membalasnya dengan senyuman "tidak masalah"
...
Gilbert itu orang yang aneh. Dia tidak marah meskipun Antonio mendorongnya menjauh saat dia ingin menghisap darah si blasteran . dia juga tidak marah ketika Antonio mengoloknya sebagai vampire— yang mau tidak mau— berada di kelas C
Antonio menggendong Gilbert dengan ala putri. Ternyata pria Albino di lengannya ini begitu ringan. Memperhatikan wajah polos Gilbert dia tersenyum, mengingat kembali malam itu.
"sebenarnya. Bagaimana caramu hidup?"
Dia ingat semua perkataan pria Albino itu untuknya. Cukup bijaksana untuk orang konyol seperti Gilbert, atau memang pada dasarnya sang Beilschmidt tertua ini memiliki karisma aneh dalam dirinya. Antonio melusuri lorong, dari tempatnya berjalan dia bisa melihat bulan purnama sempurna bersinar dengan terangnya, sinar redup nan indah itu menembus kaca jendela yang besar. seolah tidak peduli betapa kerasnya struktur si kaca— hampir mirip dengan Gilbert—
"bagaimana kau tahu kalau kau hidup untuk menjadi manusia? Ibumu salah satu tokoh wanita yang kuat, meski pada akhirnya menikahi seorang manusia"
"tanpa kau sadari. Sebenarnya kau membenci kami , kau tidak ingin menjadi seperti kami. Dalam pikiranmu manusia lebih baik karena mereka tidak saling memakan"
"jika aku menjadi dirimu—"
—Masuk kedalam kehidupan orang lain seenaknya. Memangnya kenapa kalau dia tidak ingin seperti mereka? Ada yang salah dengan pernyataanmu Gilbert, Antonio Fernandez Carriedo tidak pernah membenci ras ibunya, jika dia membenci Vampire berarti dia membenci ibunya.
"meh...kalau begitu masalahnya lebih simple Antonio"
"kau tidak berusaha. Yah, bisa dilhat dari sekarang kau membolos—Hei! Aku tidak membolos, aku cuti. Percuma saja aku mengikuti kelas membosankan itu, aku sudah mempelajari semuanya. "
"hmm...atau mungkin kau telat bertumbuh. Berbeda dengan para anjing itu. Kita memiliki umur yang saaangat panjang."
—Wajah Antonio memerah. Dia menunduk memperhatikan bibir kecil Gilbert yang sedikit terbuka. Dia mengingat kembali, malam itu.
Gilbert memasukkan lidahnya. Antonio bisa tahu lokasi lidah si pria Albino, Gilbert bilang dia memeriksa taringnya tapi bukannya ada cara yang lebih baik?
Antonio merasa benda empuk dan basah menekan gigi taringnya. Dia juga bisa merasakan asam-manisnya jus tomat yang diminum Gilbert.
Samar-samar si pria blasteran mencium bau yang menggoda. Manik Zambrudnya berubah warna hanya untuk sekilas, lalu kembali normal ketika Gilbert mengeluarkan lidahnya dan mendongak, melihat wajahnya "taringmu bahkan belum tumbuh" ujar si Albino
"tenang saja Ludwig, adikku juga mengalaminya" tambah Gilbert sambil terkekeh, tebak saja. Dia pasti bernostalgia mengenai adiknya yang sekarang lebih besar dan gagah darinya.
Setelah itu mereka bersama. Lebih tepatnya Gilbert menempel padanya, saat ditanya si mantan S menjawab aku hanya penasaran dengan santai.
"bukannya pertama-nya itu dia ingin membuatku sebagai makanannya?" gumamnya, yang tanpa dia sadari dia berhenti melangkah. Dia terus memandang wajah tidur Gilbert yang polos dan terlihat bodoh sekarang.
"hmm.." Gilbert merangkul leher Antonio yang seketika itu juga bersemu tipis. Dia tidak spesial, Gilbert yang manja itu juga sering memeluk Ludwig atau temannya yang lain. Namun mengingatnya malah membuatnya sedikit kecewa. Tapi...memangnya kenapa? Memangnya kenapa kalau dia bukan yang spesial bagi Gilbert?
TBC
A/N:
Hi! Akhirnya nulis note juga saya hehehe...
Mula mula saya ucapkan: Maaf kalau Chapter kali ini mengecewakan. Entah kenapa alurnya sedikit berantakan, menurut saya.
Selanjutnya saya ucapkan terima kasih. Tentu karena telah review atau mengikuti fic ini. Khususnya pada:
Eqa Skylight : Ya,Terima kasih ya sudah suka sama Author ini hehehe, EngPruss memang belum pernah ketemu Dj nya tapi entah kenapa kalau dibayang-bayangin cocok. Udah Ch 4?(sekarang malah 5) Cepat ya? Saya juga ngumun dari mana saya dapat ide. Padahal fic fandom lain masih belum selesai.
Yuan-chan48 : Terima kasih buat reviewnya : ) akhir-akhir ini lagi demam SpaPruss saya hehehe. Dan masalah End di theme sebelumnya itu...maaf Author ini malas untuk mencantumkan penjelasan.
Maksud End adalah sudah selesai dengan plot cerita itu. Seperti Ch kali ini dan sebelumnya (actually you can saying sweet love to me) ada tulisan TBC-kan? Di suatu Chapter nanti pasti akan ada lanjutannya. Anggap saja two-shot yang nyasar di one-shot (?)
Bagi yang sudah baca sampai sini juga terima kasih : )
