Pairing : SpaPruss

Rating : T+ (have more mature scene but not that vulgar to be Ratt as M)

Note: Continue it after General Theme 03

A Tempting Aroma Coming From You (Two)

Memangnya kenapa kalau Gilbert tidak menganggapnya spesial?. Dia hanya pengganggu baginya, dia sudah bertekad, setelah mengumpulkan nilai yang cukup dia akan pergi menuju dunia manusia. Mengikuti bangsa ayahnya.

Dan dia muncul seenaknya

OXO

Tidak lama kemudian. Antonio sudah sampai di kamar Gilbert. Semenjak pemilik kamar itu memberikan kunci cadangan padanya, dia sudah seperti pemilik kedua kamar...mewah ini.

Tidak seperti ruangan yang biasa saja. Ruangan si mantan S ini masih mewah meskipun dia di seret ke ranking rendahan- itu semua karena Ludwig yang memohon pada pemimpin clan-Vampire agar beliau membujuk kepala sekolah untuk membiarkan kakak nya tetap di sini.

Dasar brother complex . Ludwig tidak ingin kakaknya kedinginan dengan perapian kecil di ruangan biasa. Tapi mereka monster, tidak seperti Antonio yang memiliki gen manusia, beberapa hal bisa membuatnya sakit. lalu apa masalahnya hawa dingin dengan vampire?

Tapi memang harus dia akui Gilbert butuh perhatian khusus. Ini sudah dua bulan; wow waktu yang lama bukan?. Tapi bagi mereka waktu segitu tidak ada apa-apanya —yah, pria albino yang berada dalam gendongannya ini masih belum membaik.

Ivan terlalu keras padanya bukan? Vampire yang datang dari tanah Russia itu menjadi guru yang killer. Dia tidak terlalu tahu apa yang terjadi di kalangan S. Dan sebaliknya dilihat dari reaksi Gilbert di hari pertama mereka bertemu, kalangan S juga tidak tahu apa yang terjadi di kalangan bawahnya .

Setidaknya...dia sudah tahu. Ivan menghukum Gilbert karena suatu hal, tapi entah apa itu.

OXO

Berlahan dia meletakkan tubuh Gilbert diatas ranjang besar, ber-sprei putih polos. Ruangan mewah dengan nuansa klasik baru terlihat pantas jika pemilik aslinya; Gilbert anteng seperti ini, siapa sangka orang ribut macam dia memiliki kamar nyaman , rapi, dan juga bersih seperti ini?

Nampaknya juga Gilbert memang bukan murid yang bodoh. Ruangannya di penuhi dengan rak buku, di atas meja belajarnya juga tertumpuk rapi buku-buku besar dan juga tebal, ada juga meja catur di dekat jendela. Dan yang membuatnya masih terheran-heran adalah...meja berukuran paling besardi kamar ini, ter-letak di pojok ruangan.

Di pojok sana seperti laboratorium mini. Banyak cairan asing dengan bau menyengat di dalam botol kimia, begitu juga dokumen-dokemen yang ditulis dengan bahasa ilmiah bercampur sihir yang asing bagi Antonio.

Dia pernah bertanya sekali pada Gilbert mengenai laboratorium mini tersebut. Namun si pria Albino itu tidak menjawabnya dan malah tersenyum dengan bodohnya.

Dia merahasiakan nya dariku

Padahal. Dia mengetahui segalanya tentang ku. Bukannya itu tidak adil?

Selesai mengamati sekeliling. Antonio duduk di pojok kasur dan memperharikan wajah Gilbert. Dia mengulurkan tangannya lalu meraba kulit putih si Albino. aroma Gilbert mengelilingi udara di sekitarnya. Ini sudah kedua kalinya bau manis itu tercium olehnya.

Bau yang manis dan menggoda, membuat gejolak aneh pada instingnya. Dia merasa tiba-tiba saja dia menjadi liar.

...

"oi Antonio"

Suara Francis diikuti pintu terbuka membuatnya melonjak kaget. Dia menoleh pada asal suara dan tersenyum canggung "kau mengagetkanku" ujarnya sambil memegangi dadanya yang berdetak kencang "kenapa kau kemari?" lalu dia bertanya

Si pirang berambut panjang itu memicingkan matanya "hmm" dia berdehem sambil melonggarkan ikatan dasinya "aku mengkhawatirkan keadaan seseorang" jawabnya, meletakkan pandangannya pada pojok ruangan. tepatnya laboratorium mini.

"heh...seseorang" Antonio menyeringai "siapa? Aku atau dia?" dia bertanya, mengalihkan pandangannya dari Francis lalu ke Gilbert yang sedang berbaring, setelah itu kembali lagi ke temannya "yang mana?" tanyanya lagi

"mungkin keduanya" jawab vampire bermata biru hampir mendekati violet itu. Bola matanya mengarah pada Antonio dengan cahaya redup, meyiratkan kecemasan "kau tahu apa yang sudah terjadi dengan si bodoh di sana?" tanyanya

"tidak" jawab si blasteran dengan santai. Dia merasa jika dia mengetahuinya, dia akan lebih dekat dengan Gilbert. Tapi...apakah dia menginginkannya?

Aku menginginkannya

"nah...Francis" panggilnya "beritahu aku" nadanya terdengar lebih memerintah dari pada bertanya "kau pasti tahu sesuatu bukan?". Temannya yang satu itu mengenal Gilbert lebih dulu, dan seharusnya dia mengetahui sesuatu.

"apa kau sudah bertanya padanya?" Francis malah balik bertanya. Setelah melihat anggukan Antonio lalu menjawab; "sekali". Dia menghela nafas "jika kau tidak diberitahu, tidak mungkin aku di beritahu. Aku berani bertaruh, bahkan si Ludwig juga tidak begitu mengerti apa masalahnya di sini"

"tapi...aku mengetahui sesuatu" lanjut Francis

OXO

Gilbert terbangun. Dari jendela kamarnya dia bisa melihat, bulan purnama masih diatas sana. "oh? aku meninggalkan pesta lebih awal" gumamnya lalu turun dari kasur. Dengan indera penciumannya yang tajam, dia bisa mencium bau Antonio lalu...Francis. "mereka ada di luar" rasa penasaran muncul dalam benaknya, tidak biasanya mereka tidak membuat kegaduhan di dalam kamarnya. menurut instingnya— insting yang sangat di percayai jika kau adalah makhluk supernatural— Antonio akan mengalami perubahan sebentar lagi. Tapi perubahan apa? apakah taringnya akan muncul? atau apakah dia akan merubah tujuan hidupnya?

Saat manik merahnya menangkap laboratorium mininya, dia tersenyum "atau itu?" monster tidaklah seperti manusia. Mereka tidak memiliki tujuan, karena tujuan mereka adalah untuk hidup. selama mereka hidup tidak akan ada masalah. yang mereka butuh lakukan adalah mengikuti semua perintah pemimpin klan. Tapi tidak untuk Gilbert Beilschmidts, dia makhluk supernatural tapi dia punya tujuan. Tujuan untuk dirinya sendiri.

Dan...hal itulah yang membuatnya terkena hukuman dari Ivan. Karena itulah sekarang dia tidak bisa menggunakan sihir, si Russia itu melakukannya agar dia—

"kau sudah bangun?"

Suara Antonio diikuti pintu kayu yang berdecit membuyarkan lamunannya. Gilbert tersenyum pada vampire yang memiliki darah manusia dari Spanyol itu, senyuman kaku yang dipaksakan "y—yah!" jawabnya lalu duduk di pinggiran kasurnya "bagaimana dengan pesta?" Antonio tidak segera menjawab, dan itu membuatnya semakin canggung "be..berapa lama aku tertidur?" tanyanya lagi dengan harapan kali ini si anak manusia menjawab.

"...sekitar dua jam" jawab Antonio lalu menutup pintu di belakangnya "setidaknya kau bukan tipe pemabuk yang ribut macam Arthur" tambahnya sambil mendekat. Dia mengulurkan tangannya, saat kulit mereka bersentuhan, perasaan liar itu muncul kembali. Dia bisa mendengar detak jantungnya yang memacu dengan cepat, dia takut jika dia kehilangan kontrol dirinya sendiri.

"he—hei! Warna matamu!" Gilbert membulatkan matanya, ini pertama kalinya Antonio menunjukkan kalau dia adalah Vampire. Raut pria Albino itu terlihat kebingungan, entah dia harus senang atau takut; itu karena Antonio sedang melihatnya sebagai makanan.

Aku tidak bisa lama aku menginginkannya!

Aroma yang sungguh menggoda, bagaimana dengan rasanya? apakah akan seenak yang kubayangkan?

Antonio mencium Gilbert dengan paksa, memaksa pria Albino itu berbaring diatas kasur lalu menindihnya. Dia bisa mendengar teriakan Gilbert menyuruhnya berhenti, namun pikirannya sudah berkabut dengan aroma yang datang dari tubuh Gilbert. Selama puluhan tahun dia tidak pernah rasa haus seperti ini— aku menginginkannya, aku menginginkannya kata-kata itu terus berulang di dalam kepalanya, tanpa henti.

...

"bukannya pilihan buruk meninggalkan Gilbert dengan Antonio sekarang?"

"benar. Bukannya kau baru saja melihat perubahan warna pada matanya?"

"...jangan sampai Ludwig tahu"

Francis meletakkan gelas winenya lalu menatap yang lain. Beberapa waktu yang lalu dia mengatahui ke-liar-an Antonio dan mengalihkan perhatian pria itu untuk sejenak dan sekarang malah meninggalkannya lagi bersama...mangsanya.

"mau bagaimana lagi. Setelah aku memberitahunya, dia terlihat kesal" balas Francis pada yang lain "mm...dia terlihat menakutkan"

"tapi...kenapa Cuma Gilbert yang bisa membangkitkan seleranya?" tanya Alfred polos "banyak makhluk disini memiliki kualitas darah yang lebih tinggi daripada Gilbert"

"hmm...bukannya kalian Vampire selalu memilih korban kalian seperti memilih wine?" salah satu pria Asia menambahi, dialah Kiku si tengu. Dari balik topeng hitamnya dia tersenyum "atau mungkin secara personal Gilbert membuatnya tertarik?"

"apa menariknya dari dia?" Ivan membalasnya sambil tersenyum, namun nadanya terdengar sinis. Membuat inggris di sebelahnya menghela nafas "meski dia mantanmu" timpalnya lirih

"baiklah kita serius kawan-kawan!" seru Alfred "bagaimana dengan hukuman Gilbert?" dia mengembalikkan topik semula "Ivan, sampai kapan kondisi si bodoh itu—"

OXO

"hmm..mm.."

Sedari tadi Antonio terus melumat bibirnya, menghisap lidahnya. seolah mencari sebuah tombol di dalam mulutnya. Tangan pria yang menindihnya itu mengitari tubuhnya, berlahan membuka kancingnya. Belaian lembut dari Antonio membuat tubuhnya merinding, merasakan sesuatu yang membangkitkan gairah seksual yang selama ini dia kira dia tidak memilikinya.

Akhirnya ciuman mereka berhenti. Gilbert bisa melihat warna bola mata si blasteran sekarang "...warna yang indah" pujinya tak bersuara. Warna kuning yang menyala; seperti bulan pernama hari ini, menatapnya penuh nafsu "sebenarnya apa yang membuatmu menyala seperti ini?" dia yakin Antonio tidak mendengarnya, semenjak pria berdarah Spanyol itu bertingkah sangat liar— mengingatkannya pada hewan buas.

"hmph!" Gilbert menutup matanya, lidah panas milik Antonio menjilat lehernya lalu menciumnya sampai pada akhirnya taring yang tumbuh secara tiba-tiba itu menembus kulit Albinonya. Energinya tersedot bersama darahnya, ini bukan pertama kalinya seseorang meminum darahnya tapi ini pertama kalinya dia di hisap oleh vampire brutal yang tak bisa mengendalikan dirinya. Saat ini dia hanya bisa berharap energi dan darahnya tidak di sedot sampai habis oleh Antonio.

"Gill—Gilbert" Antonio mendesah, memanggil nama Gilbert. Dia terdengar kesakitan, sekaligus from other way erotic. Yang dipanggil namanya membuka matanya "baiklah, ambil yang kau mau" bisik Gilbert .

OXO

"sialan...dia benar-benar" Gilbert tidak melanjutkan keluhannya dan menghela nafas panjang. Antonio berbaring di sebelahnya, tertidur seperti anak kecil "sama sekali tidak sungkan" gerutunya lagi sambil memegangi lehernya yang perih karena gigitan, dan tentu beberapa bagian yang lain. untuk kulitnya yang sangat putih ini, akan susah sekali untuk menyembunyikannya— apalagi Antonio mengigitnya di beberapa tempat yang...ganjil.

Mendudukkan dirinya, dia menarik selimut untuk menutupi bagian bawahnya— yang tidak memakai apapun sekarang— sekali lagi dia menghela nafas, lebih pendek sekarang. Siapa sangka kalau taring Antonio si anak campuran yang lebih memilih sisi manusia, tumbuh "gigimu sudah tumbuh, dan darah pertamamu adalah darahku yang awesome beruntung sekali kau kesesese"

Senyuman dari bibirnya menghilang ketika pintu kamarnya di buka. Dia menoleh dan menemukan Ivan di ambang pintu, tersenyum padanya "yo. Kau butuh sesuatu?" tanya Gilbert jelas tak ramah "kau berubah pikiran?"

"untuk apa? Kekuatanmu sudah kembali" mata violet Ivan menatap Gilbert seperti dia si awesome sedang bertanya sesuatu yang paling aneh sedunia "hah?" dan dia membalas tatapan tersebut dengan tatapan heran yang sama "apanya? Baru saja idiot ini menghisap semuanya!" serunya sambil menunjuk Antonio

Meski dia tidak percaya. Gilbert masih mencobanya, dia membuka telapak tangannya lalu menjentikkan jarinya "hmm!?" matanya melebar, ketika dari jarinya mengeluarkan cahaya merah yang gelap "...apa maksudnya?" tanyanya pada Ivan, yang tersenyum sinis padanya.

"...kau kejam Gilbert" ujar si Russia "kau seperti menipunya"

"heh.." Gilbert menyeringai lalu menunduk, melihat telapak tangan di pangkuannya "aku pengganggu baginya" gumamnya, hampir tak terdengar siapapun

Aku memanfaatkannya. Meski dia manusia, maksudku dia campuran tidak sepenuhnya aku menyimpang dari tujuanku.

Aku tidak akan mundur meskipun dia membenciku.

"kau yakin mendengar penjelasanku dengan baik di kelas. Gilbert Beilschmidts?"

"ha?" pertanyaan Ivan membuat Gilbert berhenti berpikir dan memperhatikannya "apa—"

"ras Vampire memenuhi energi dengan dua cara" Ivan menyela, sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada. Sikap seorang guru "langsung atau tidak langsung. Kita butuh cairan tubuh apapun bentuknya, karena itu mengandung energi kehidupan, khususnya darah. Atau cara lainnnya adalah tidak langsung " jelasnya "dengan sentuhan, meski sangat sedikit,itu mengisi energi. dan Antonio memberimu keduanya"

"...dan dia mengambil keduanya!" Gilbert mulai sewot. Diceramahi seseorang, adalah hal yang paling dia tidak sukai "lalu bagaimana bisa kutu—"

"dia satu-satunya campuran untuk saat ini" lagi-lagi Ivan menyelanya "kau sedang menelitinya bukan, temukan jawabannya sendiri"

Dengan itu guru, sekaligus mantannya keluar dari ruangan dan menutup pintunya dari luar. "sialan!" Kepala si Albino sudah berasap-asap, rasanya ingin mencakar pria Russia itu.

Tangan Antonio menyentuhnya lembut, menarik perhatian Albino "apanya? Darah manusia mengkontaminasi darah murni dan membuat segalanya kacau, lihat saja pertumbuhannya yang begitu cepat..." gumamnya. Lalu dia larut dalam pikirannya sendiri

Dia juga tidak memiliki aura mengintimidasi yang kuat. Bisa dibilang, dalam bernagai hal Feliciano dari kelas D lebih baik dari dia.

Bagaimana aku harus menghadapinya nanti kalau dia bangun? Jujur saja ini memalukkan,a..aku tidak masalah. Tapi baginya...meniduri seorang laki-laki terlebih lagi...orang yang memanfaatkanmu.

Kalau Francis mengatakan sesuatu padanya...ini pasti ide Alfred

Untuk sementara ini. Orang yang benar-benar mengetahui tujuan hanya Ivan, Arthur, dan juga pemimpin Clan. Sebenarnya mereka masih ragu untuk mengambil tindakan setelah mengetahui tujuan Gilbert, dan hanya Ivan yang berani menaruh kutukan pada dirinya, agar dia tidak bisa melanjutkan eksperimennya.

"kau tak akan percaya. Seseorang yang memiliki darah murni sepertiku, membanci kaumku" dia terlihat seperti akan menangis. Semua yang dikatakannya pada malam pertama; dia dan Antonio bertemu. Sebenarnya ditujukkan pada dirinya "sayangnya...aku bahkan tidak ingat bagaimana wajud orang tua kandungku. Aku tidak punya alasan untuk tidak membenci kaum monster"

Jika aku membenci vampire dan juga supernatural yang lain. maka aku tidak menghargai cinta ayah dan ibuku.

Aku tak pernah membenci Vampire ras ibuku. aku juga tidak pernah membenarkan manusia, kaum ayahku. Gilbert Beilshmidts

...

Dia pikir selama ini Antonio akan membenci orang tuanya, karena telah melahirkannya dengan tidak sempurna. Dalam dua dunia, dia tidak sepenuhnya berada di keduanya— untung saja Antonio adalah tipe orang yang tegar dan juga positive-thinking, maka karna itu dia mengambil keuntungan dari kondisinya. Yaitu memilih salah satu dari kedua dunia tersebut, dan pilhannya jatuh pada dunia manusia.

Tapi sekarang dia memiliki taring itu

Jika Antonio mau membunuhnya silahkan. Tapi tentu tidak semudah itu untuk membunuh Gilbert yang awesome ini.

"tentu, kedua orang tuamu sangat menyayangimu. Mereka baik, padaku dan juga Ludwig"

OXO

Kembali ke beberapa jam yang lalu...

Francis mengajak Antonio untuk berbicara di depan. Tentu si pirang tidak ingin mengganggu tidur temannya.

"yang kuketahui hanya cerita masa lalu Gilbert. Tentang tujuannya, mungkin kau bisa membayangkannya dari cerita ini"

"hanya katakan Francis. Apapun yang kau tahu" desak Antonio seolah dia tidak memiliki waktu lebih dari 5 detik. Lawan bicaranya mengangguk pelan lalu berdehem, membersihkan tenggorokannya "ini berhubungan dengan kematian kedua orangtuamu" jujur saja, dia tidak ingin memberitahu Antonio masalah ini, tidak untuk 50 tahun ini. Sebagai vampire (atau campuran) dia masih terlalu muda

Pupil Antonio membulat sempurna mendengarnya. Namun dia tidak mengatakan apapun dan membiarkan narasumbernya melanjutkan "mereka berdua tidak mati ditengah hukuman mereka, maksudku. Yah memang mereka mati di sel namun bukan waktu yang membunuh mereka. Mungkin untuk ayahmu waktu bisa membunuhnya, namun untuk ibumu"

"hanya senjata perak yang menusuk jantung saja yang bisa membunuh vampire" timpal Antonio "memang ada keganjilan pada kematian mereka, tapi aku sudah tidak tertarik untuk mencari alasannya"

"kau tidak perlu mencari...karena alasan nya berada di dekatmu"

Antonio diam. Tidak ada satu katapun dari Francis yang tidak dia tangkap, hanya suara Francis saja yang ditangkap pendengarannya sementara inderanya yang lain mati.

"Gilbert itu spesial. Lihat saja penampilannya, dari semua ciri fisik vampire yang sebenarnya ada pada dirinya. Kulit pucat, manik berwarna merah darah, dan rambut berwarna perak. Dia keturunan murni dari yang murni. Dia sudah lebih dari cukup untuk dipanggil raja kita "

"dibalik kebanggan dirinya. Yang selalu menyebut dirinya awesome, ada perasaan gelap disana"

"karena dia spesial, dia harus kehilangan...orang yang mengkasihinya dan dihormatinya"

Semua itu berawal dari hari-kumpul pertama Ludwig kecil. Setiap 6 bulan sekali kaum Vampire berkumpul di mansion untuk mendengar pemimpin mereka. Entah bagaimana Gilbert tidak mengetahui kalau adiknya itu menghilang, sang kakak baru menyadari jika adiknya menghilang setelah salah seorang temannya bertanya mengenai keadaan Ludwig.

Itu pertama kalinya Ludwig keluar dari rumah. Sungguh bodoh dirinya, tidak mengawasinya dengan baik. Yah, anak itu pasti tersesat di suatu tempat. Namun Gilbert pada saat itu juga belumlah dewasa dan matang, dia hanya Vampire dengan ciri fisik anak manusia berumur 7 tahun, sementara Ludwig 5 tahun.

Gilbert menuruni tangga yang gelap. Tidak ada yang ditakutkan, ini hanyalah kegelapan. Tapi bagaimana dengan Ludwig?

Setelah beberapa anak tangga. Dia mendengar tawa adiknya, menghela nafas lega dia segera berlari ke asal suara. Semakin dekat dia, semakin kuat bau makanan yang dia cium "apa ini? Bau manusia?" gumamnya, tanpa berhemti berlari.

Sebuah sel. Ya, dia bertemu dengan pria manusia dan wanita vampire yang terkurung, menggeser pandangannya; dia melihat Ludwig yang tenang duduk di depan sel berbicara dengan mereka.

Gilbert kecil yang menyukai petualangan, yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Akhirnya bergabung dengan mereka dan mulai bergaul.

"Semenjak itu. Mereka berdua mampir kesana setiap kali pertemuan usai"

"kedua orang tuamu. Memperlakukan mereka seperti mereka memperlakukan dirimu. Itulah yang diinginkan Gilbert, seseorang yang bisa memandangnya spesial namun bukan dari darahnya"

"namun tetap saja pikiran kolot para supernatural. Yang begitu takut keberadaan mereka akan musnah. Tidak menginginkan sang darah murni bersimpati pada manusia. Sungguh bagaimana bisa manusia sebaik ayahmu salah memilih jalan"

Pemimpin yang terdahulu. Pemimpin sebelum pemimpin sekarang-meminta seseorang untuk membunuh sang manusia. Gilbert sudah berjanji tidak akan menemui mereka berdua lagi, namun kegelisahan sebaiknya segera dilenyapkan— karena itu tidak nyaman.

"tepat di depan mata kakak-beradik tersebut. Ayahmu...termakan. yah energinya dihisap tanpa sisa, setelah itu. Utusan tersebut memberi ibumu pisau perak, membiarkannya memutuskan"

"Gilbert sampai sekarang masih mengingatnya. karena tidak ingin Ludwig membawa beban yang mengunci ingatan tersebut"

"ini tidak mudah menanggung masa lalu yang mengerikan sendirian"

"jadi. Antonio...bisa kau"

Kalimat Francis berhenti. Antonio terlalu sibuk dengan perasaannya yang tercampur aduk, dia tidak memperhatikan wajah temannya. Namun dari suaranya, Francis berbicara secara personal, sebagai teman Antonio maupun Gilbert.

"apapun yang dia lakukan. Bisa kau menghentikannya? Dan juga aku ingin memberitahumu..."

"kalau kau dimanfaatkan—Aku tidak tahu detailnya, tapi ini alasan kenapa Ivan menyerang Gilbert"

End of flashback

OXO

Ini pertama kalinya sang anak campuran bagun di saat matahari sedang bersinar. Jendela kamar Gilbert terbuka lebar, mempersilahkan cahaya hangat sang surya menyinari ruangan tersebut. Antonio pikir, jika taringnya sudah tumbuh dia akan seperti Gilbert; tertidur seperti mati saat siang hari.

"...maaf" bisiknya di telinga Gilbert yang jelas tak mendengarnya. Dia memeluk pria Albino di sebelahnya dengan erat. Perasaannya tercampur aduk, antara kesal, sedih, senang, dan juga kecewa— setelah mengetahui masa lalu kelam Gilbert, Antonio mulai bertanya apakah aku pantas bersanding di sisinya, kalau begitu? Dia sudah mengakuinya; dia menyukai Gilbert

Mungkin karena itulah, aroma Gilbert begitu menggodanya dan menarik paksa jati dirinya sebagai vampire untuk muncul.

"...biar kutebak" turun dari ranjang, Antonio lalu menutup jendela "kau ingin membuat sesuatu. Sesuatu agar kau dan jika yang lain menerimanya...tidak menyerang manusia"

Daripada menebak. Ini seperti mengingat apa yang dikatakan Gilbert padanya kemarin malam; Pria Albino itu mengatakan semuanya. dia mengaku telah memanfaatkan Antonio sebagai objek pengamatan, dan tentang apa yang sedang dia kembangkan.

Gilbert berusaha membuat sebuah pil. Yang nantinya bisa menggantikan peran darah manusia bagi vampire, tentu dia sudah berusaha lebih dari setengah abad.

Ivan dan Gilbert berdebat, lalu akhirnya saling menyerang. Pengalaman dan kekuatan Ivan yang lebih tua, tentu memenangkan konflik tersebut dan Gilbert menerima kutukan dari sihir pria itu.

Kamar itu kembali gelap gulita, meski begitu sang vampire murni masih belum bangkit dari tidurnya "kau bisa memanfaatkanku Gilbert" Antonio berjalan mendekati kasur lagi, menatap Gilbert dengan kedua bola mata barunya.

...

Gilbert terbagun. Aneh kelopak matanya terasa ringan, dia yakin kalau seharusnya dia— "Antonio?" dia menemukan Antonio yang dengan manik kuning menyalanya, memandangya dengan lembut

Sekali lagi Gilbert memandang sekeliling. Aura berwarna unggu berputar di sekeliling mereka "ini?" dia tidak menemukan kalimat yang tepat untuk bertanya dan akhirnya hanya menunjuk dan memandang Antonio, terheran-heran.

"aku membuatnya" jawab Antonio "karena. Aku tidak bisa menunggu sampai malam." Tangannya terulur, menggapai tubuh Gilbert yang mengejang "aku tidak marah" ujarnya, mengetahui ketakutan dan penyesalan Gilbert "aku bilang aku tidak membenci Vampire bukan? Menjadi salah satunya juga tidak buruk"

"...aku hampir berhasil" Gilbert mengepalkan tangannya "itu karena aku memanfaatkanmu. Aku mengerti, bagaimana melanjutkan penelitianku dan malam ini aku akan menyelesaikannya"

Albino itu memandangnya seolah bertanya apakah kau masih memaafkanku? Dan itu membuat Antonio terkekeh geli "kau bisa memanfaatkanku" ujarnya lalu mendekap Gilbert "mungkin karena itulah, bagiku. Darahmu begitu menggoda"

Gilbert bisa merasakan ujung taring Antonio di lehernya "kau—" dia ingin protes, namun setelah itu dia diam, mengurungkan niatnya "heh...lakukan sesukamu"

END

A/N:

Maaf, Kali ini begitu panjang. Mengingat cerita ini begitu banyak penjelasan dan adegan yang dipercepat, saya berencana membuat A tempting Aroma Coming From You menjadi series

Namun saya belum yakin pasti. Jadi bisa minta review apakah pantas fic ini menjadi series?

Lebih baik tidak sungkan untuk me-review (mau flame atau pujian juga tidak masalah) , karena jika tidak ada yang memberi tanggapan saya tidak bisa memutuskannya : )

THANK YOU FOR READING...