Tittle : Dark Kiss
Author : Mayzie Lee
Rating : T
Genre : Romance, Shounen-ai/Yaoi, Drama, Horror(?)
Length : Chaptered
Main cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Wu Yifan.
.
.
.
WARNING!
YAOI, BOYS LOVE, CRACK PAIR, ALUR TERLALU CEPAT, AUTHORNYA CCD!
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
Author pov.
"Kau juga orang Korea?" Tanya Jongin sambil memunguti kayu bakar yang terjatuh dari pelukan Sehun. Oh, dan jangan lupakan senyum manisnya yang dapat membuat seorang Oh Sehun menjadi gugup
"Yaa.. begitulah. Aku ke sini untuk liburan musim semi bersama teman-temanku."
"Liburan?" sebelah alis Jongin terangkat,
"Aku baru tahu ada orang yang rela menghabiskan liburan mereka di kota terpencil seperti di sini." lanjutnya.
"Well, hyungku baru saja mengalami kecelakaan minggu lalu. Ibuku menyuruhku datang ke sini menjenguknya bersama teman-temanku." Jelas Sehun sambil mengambil kayu bakar yang ada di gendongan Jongin.
"Oh begi-" Jongin tidak dapat menyelesaikan kata-katanya. Sesuatu menghampiri mereka. Sehun tidak bisa melihat dengan jelas apa yang menghampiri mereka. Matahari sudah tenggelam.
"Sehun, kau lebih baik kembali ke teman-temanmu..Sekarang. Dan jangan pergi lebih dalam lagi ke hutan." gumam Jongin pelan.
Sehun bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Tapi instingnya mengatakan bahwa ia harus pergi sekarang juga. Sehun berlari menjauh dari tempat itu dan kembali ke teman-temannya sambil menggendong beberapa kayu bakar.
"Sehun? Kau kenapa? Kok ngos-ngosan gitu?" heran Tao sambil menghampiri Sehun yang terduduk di batu yang cukup besar.
"Eh? Ohh.. aku tidak apa-apa... hanya takut sendirian di dalam hutan. Senterku hilang. Kau tau kan aku benci sendirian di tempat gelap." Bohong Sehun sambil meringis. Entah kenapa Sehun merasa jika tidak memberitahu teman-temannya tentang apa yang sebenarnya telah terjadi padanya adalah hal baik untuk saat ini.
Jongin pov
"Apa maumu?" Desisku to the point pada laki-laki berambut hitam legam di depanku. Matanya merah pekat. Apa dia baru saja berburu? Lagi? Seriously man?
"Hey santai bung, Park Chanyeol memanggilmu." Jawabnya santai.
Aku berjalan melewatinya dan berjalan ke arah camp.
"Kapan kau bisa mengkontrol perutmu yang tidak pernah kenyang itu, Jung Daehyun" tanyaku pelan.
"You know me, Jongin.. i hate those control things about food" desahnya pelan sambil terus mengekoriku. Yang membuatku heran tentang Daehyun adalah badannya yang tetap kurus dan atletis padahal sering berburu. Aku bersyukur dia adalah seorang omega yang hanya berburu hewan, bukan manusia.
Aku memasuki daerah camp dan berjalan kearah Chanyeol yang sedang berdiri memandang kosong api unggun sendirian. Daehyun berhenti mengikutiku. Aku menghampiri Chanyeol. Ia terlihat muram. Tidak seperti biasanya.
"Jongin, menurutmu manusia yang kita serang 7 hari yang lalu benar-benar seorang Werewolf Hunter?" tanya Chanyeol pelan. Suaranya serak.
Huh? Dia menanyakanku soal hal itu? Dia yang memutuskan untuk menyerangnya dan sekarang dia bertanya soal hal itu padaku? Yang benar saja. Jujur, aku tidak terlalu menyukai Chanyeol. Tapi dia sudah seperti saudaraku sendiri. Chanyeol adalah seorang Alpha yang kuat, aku yakin dia bisa melindungi kami.
"Entahlah, kau yang memimpin penyerangannya langsung, Yeol. Memang kau tidak menyuruh Daehyun atau Hoseok mengawasinya?"
"Tidak. Aku ingin kau mengawasinya. Pastikan dia benar-benar seorang Werewolf Hunter, Kai. Kau akan pergi besok" Chanyeol menyentuh pundakku lalu pergi.
"YA! NAMAKU JONGIN... BUKAN KAI, BODOH!"
Author's pov
Sehun terbangun tidurnya. Seluruh tubuhnya bergetar. Ia mengusap pelipisnya yang berkeringat lalu mengambil jam tangan yang ada di sakunya. Tepat pukul 3 pagi. Jantungnya masih berdebar dengan keras. Sehun memutuskan untuk keluar dari tendanya dan berjalan-jalan untuk menenangkan pikirannya. Ia tahu, selama pikirannya tidak bisa tenang, mimpi itu akan terus menghantuinya. Mimpi tentang kejadian 8 tahun lalu di mana ibunya dibunuh oleh seorang Werewolf tepat di depan matanya. Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat seekor Werewolf besar bermata merah darah mengoyak tubuh ibunya. Darah terciprat kemana-mana. Sedangkan Sehun hanya bisa menangis dalam diam dan melihat kejadian itu dari dalam kolong tempat tidurnya.
Sehun duduk di bawah pohon tinggi yang menghadap ke tendanya. Air matanya tidak bisa berhenti. Ia memeluk lututnya erat dan menenggelamkan wajahnya, berusaha untuk meredam isakan tangisannya. Pembantaian 8 tahun yang lalu terus berputar di otaknya. Sehun mendongakkan kepalanya. Ia merasa seseorang sedang mengamatinya dari jarak dekat, Sehun berdiri. Hawa kehadiran orang itu bahkan samar-samar dapat dirasakannya, dingin dan meiliki kekuatan bagaikan baja. Sehun menoleh ke belakang pohon. Sepasang mata biru cerah mengamatinya dengan tajam. Ia tidak dapat melihat orang itu dengan jelas, matanya masih tertampung air matanya. Tapi Sehun sangat yakin bahwa ia pernah bertemu dengan orang itu. Dan dalam hitungan detik orang itu menghilang dari pandangannya.
"Hai, Hun-ah! Bagaimana kemahmu? Seru tidak?" seru Baekhyun riang melihat adik kesayangannya pulang dengan selamat dari hutan yang paling dibencinya itu. Baekhyun merasa dirinya sudah sangat membaik, tapi yang ia benci adalah tiang infus yang harus ia bawa kemana-mana dan jarinya yang masih tertancap jarum. Kalau bukan karena paksaan Denny, teman ayahnya yang sudah ia anggap seperti pamannya sendiri, ia tidak akan melakukannya.
"Sshhh... hyung, jangan terlalu banyak bergerak. Kau masih sakit, dan jangan buat teman-temanku curiga dengan badanmu yang cepat sekali sembuh." Bisik Sehun sambil memeluk hyung satu-satunya itu dengan sayang.
"Aku mengerti... tenang saja. Kau beres-beres saja dulu" Baekhyun melepas pelukannya dan menarik tiang infusnya lalu berjalan riang ke arah taman belakang.
Senyum riang Baekhyun pudar. Ia duduk di ayunan yang tergantung di pohon besar yang ada di tepi danau. Ia hanya duduk diam di ayunan itu tanpa bergerak sedikit pun. Ia merasa ada sesuatu yang buruk mengganggu hatinya tapi ia tidak tahu apa itu. Baekhyun terdiam sampai suara lantang Sehun mengagetinya. Paman Denny di sini. Baekhyun kembali tersenyum dan berjalan cepat kedalam rumah.
"Paman! Senang melihatmu di sini" seru Baekhyun dan memeluk Denny riang.
"Kau senang aku di sini karena aku akan melepas infusmu kan?" Denny melepas pelukannya dan mengeluarkan peralatan-peralatannya untuk melepas infus Baekhyun.
"Paman, kau pasti menaruh mantra pada Baekkie hyung agar ia tidak melepas infusnya sendiri kan?" Sehun mendesah heran melihat hyungnya yang hanya menyengir. Sehun merasa beruntung memiliki penyihir seperti Denny dan Erick untuk melindungi hyungnya selama ini. Jika tidak, bagaimana nasib hyungnya yang ceroboh dan polos itu?
5 hari sudah terlewati sejak kepulangan Sehun dari kemahnya dan kedatangan Denny untuk mencabut infusnya. Keadaan Baekhyun sudah sehat total. Tapi tidak dengan perasaan buruk yang ada di hatinya. Baekhyun terduduk di lantai dan menyenderkan punggungnya ke tempat tidur. Menikmati lagu yang diputar dari iPodnya.
DEG
Hawa itu datang lagi. Baekhyun mulai gelisah. Hawa ini tidak asing baginya. Hawa ini dapat ia rasakan ketika ia diserang oleh werewolf saat party di pinggir danau dekat hutan. Seorang Werewolf Hunter memiliki 1 kemampuan yang tidak diketahui oleh werewolf manapun. Merasakan hawa dari mahluk-mahluk seperti werewolf, vampire, penyihir, dan lainnya. Urutan hawa paling kuat yang dapat dirasakan seorang Hunter adalah vampire, kemudian werewolf yang ini adalah satu-satunya kemampuan yang dimiliki para Hunter untuk mengenali musuh mereka dengan baik. Karena saat werewolf berubah menjadi seekor serigala besar, akan sulit bagi mereka untuk membedakan satu werewolf dengan werewolf lainnya. Tapi untuk seorang Werewolf Hunter yang jarang berlatih seperti Baekhyun, hanya dapat merasakan hawa tersebut dari jarak yang dekat dengan lawannya. Lebih buruk lagi kemampuan Sehun, mungkin ia sama sekali tidak bisa merasakan hawa seorang werewolf. Hanya vampire.
Baekhyun yakin, hawa ini adalah hawa milik seorang werewolf beta. Yang artinya werewolf ini tidak ikut menyerang Baekhyun saat itu. Karena yang menyerangnya adalah seorang Alpha. Baekhyun mengambil secarik kertas dan menulis sesuatu, lalu ia –berusaha- berjalan santai kearah kamar Sehun.
"Hyung? Ada apa?" Sehun berdiri dari rebahannya saat melihat hyungnya yang muncul tiba-tiba dengan wajah cemas.
"Tidak apa-apa. Aku hanya lapar, kau mau makan?" Baekhyun bersusah payah bersikap setenang mungkin sambil menyodorkan kertas yang tadi ia tulis di kamarnya.
Seorang werewolf mengawasi kita sejak minggu lalu. Berwaspadalah! Mereka memiliki indra pendengaran yang hebat. Sepertinya mereka ingin memastikan apakah aku benar-benar seorang Hunter atau bukan. Jika ada yang menanyaimu apa hubungan kau dengan aku katakan saja aku hanya temanmu. Mulai sekarang hindarilah hutan! Semakin cepat kau dan teman-temanmu kembali ke Korea semakin baik.
Sehun melemas. Apakah ini artinya hyungnya akan melewati masa-masa sulit lagi sendirian? Tidak. Ia tidak akan meninggalkan hyungnya. Sehun dan Baekhyun kini menyadarinya, hidup mereka tidak akan sama lagi. Semua akan berubah. Dan mulai saat ini juga, sudah seharusnya mereka mulai berlatih untuk menjadi seorang Werewolf Hunter yang sebenernya.
Sehun's pov
Aku berdiri dengan susah payah. Kakiku terus bergetar. Kejadian pembantaian itu kembali terputar di pikiranku. Aku memanggil Luhan, Tao, dan Lay untuk berkumpul di ruang santai.
Luhan menghampiriku yang sedang duduk di sofa.
"Ada apa Hun? Kenapa tiba-tiba mengumpulkan kami begini?"
"Hmm.. begini, aku dan Baekhyun memiliki masalah pribadi tentang keluarga besar kami. Kami tidak dapat menceritakannya pada kalian. Tapi yang jelas kalian besok harus kembali ke Korea." Aku mencoba untuk menegarkan suaraku. Aku tidak ingin mereka khawatir.
"Dan kau tetap di sini?"
Aku mengangguk pelan.
"Baiklah. Jika itu yang diminta oleh tuan rumah... kami akan kembali besok. Tapi kau akan kembali ke Korea juga akan?" kini Lay mulai bersuara.
"Yeah.. kuharap"
To be continue.
Hello, saya kembali lagi. Maaf atas keterlambatannya! Tadinya kupikir FF ini gak bakal aku lanjutin lagi. Tapi tiba-tiba semangat nulis FF ini datang lagi entah dari mana hahaha... ohya karena aku masih bingung bakal masangin Sehun sama Kai atau Kris, aku butuh bantuan kalian. Gampang kok cuma voting gitu. Tiap hari bakal aku hitung siapa yang unggul sampai waktu yang ditentukan. Kalian bisa ketik #WerewolfKai atau #VampireKris di review. Kalian juga bisa juga mention ke twitterku chaexxlee
Terimakasih!
