Tittle : Dark Kiss
Author : Mayzie Lee
Rating : T
Genre : Romance, Shounen-ai/Yaoi, Drama, Horror(?)
Length : Chaptered
Main cast : Oh Sehun, Kim Jongin, Wu Yifan.
.
.
.
WARNING!
YAOI, BOYS LOVE, CRACK PAIR, ALUR TERLALU CEPAT, AUTHORNYA CCD!
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
Baekhyun pov.
Ini sudah hari keempat sejak kepulangan teman-teman Sehun, dan hawa werewolf beta itu hilang di hari itu juga. Aku takut sesuatu yang buruk akan terjadi, maka aku meminta agar paman Erick dan Danny melatihku dan Sehun untuk menjadi Hunter. Aku sempat memaksa Sehun untuk ikut kembali ke Korea bersama teman-temannya, tapi dia bersikeras untuk tetap tinggal di sini. Sungguh, aku tidak ingin ada sesutau yang buruk terjadi padanya tapi paman Erick mengatakan cepat atau lambat Sehun juga harus terlibat di masalah seperti ini dan ikut berlatih menjadi Hunter. Dan itu artinya Sehun juga harus pindah ke sekolah di kota ini.
Aku duduk di ayunan yang ada di halaman belakang sambil memegang telepon genggam. Aku berencana untuk menelfon eomma dan memintanya untuk mengurus data perpindahan Sehun dari sekolahnya dan mengirim surat-suratnya kesini. Tapi aku takut eomma akan cemas jika mengetahui alasannya mengapa Sehun pindah. Tangisanku tumpah. Kejadian pembantaian 8 tahun yang lalu adalah memori terburuk yang pernah aku dan Sehun alami. Selama ini kukira kami akan aman karena tidak ada seorang pun yang mengetahui identitas kami sebagai keluarga dari Werewolf Hunter, kecuali eomma angkatku, paman Denny dan paman Erick. Hanya mereka lah yang dapat kami percaya di dunia ini.
Dengan cepat aku menghapus kasar air mataku lalu menghubungi eomma, semakin cepat eomma tau keadaan yang sebenarnya semakin baik.
"Yeoboseyo? Baekkie?"
"Eomma, aku ingin minta tolong..."
.
.
.
Author pov.
Jongin merasa terkejut berkali-kali setelah selama ini mengamati kediaman orang yang Chanyeol curigai sebagai seorang Werewolf Hunter. Pertama, orang yang sedang ia amati itu bernama Baekhyun dan Jongin merasa sangat familiar dengan nama itu. Kedua, setelah berpikir keras Baekhyun tidak menunjukkan sedikitpun ciri-ciri dari seorang Hunter. Ketiga, Baekhyun tinggal bersama Oh Sehun, laki-laki manis yang ia temui di hutan 2 minggu yang lalu. Keempat, Jongin benar-benar heran mengetahui Alphanya telah salah menyerang sasaran. Dan saat ia kembali ke camp ia mendapati Chanyeol pergi dari camp sendirian. Yap, sendirian. Tanpa Daehyun, Hoseok, atau pun Jonghyun omega dari packnya sendiri.
Hari ini Jongin memutuskan untuk pergi ke danau yang ada di pinggir kota untuk mengalihkan pikirannya dari keletihannya. Hari itu danau sangat sepi, hanya ada satu orang yang duduk di kursi panjang yang ada di tepi danau. Dan orang itu adalah Oh Sehun. Tanpa sadar Jongin tersenyum dan duduk di samping laki-laki manis berambut karamel itu.
"Hai" sapa Jongin pelan, tidak bermaksud untuk mengejutkan laki-laki di sebelahnya
"Hei, kau hmm.. Kim Jongin kan? Kau yang menolongku 2 minggu lalu di hutan" Sehun tersenyum manis.
"Hahaha... kau masih ingat? Kukira kau akan cepat melupakan wajahku"
"Tentu saja, malam itu cukup mengerikan bagiku. Lagipula bagaimana aku bisa melupakan laki-laki sebaik dan setampan kau... eh" Sehun terkejut dengan ucapannya sendiri lalu dengan cepat menutupi wajahnya yang sudah memerah malu.
"Aku... aku... uhh" Sehun tidak sanggup menjelaskan kalimatnya dan berharap atmosfir canggung tidak menyelimuti mereka.
Jongin terdiam dengan senyum di bibirnya. Bukannya merasa canggung untuk kembali memulai percakapan, tapi melihat seorang Oh Sehun dengan wajah memerah dan bersikap lucu sungguh manis di matanya.
Tersadar akan lamunannya, Jongin berusaha memulai percakapan
"Ohya, apa kau baik-baik saja? Waktu itu sepertinya kau cukup terkejut sampai meninggalkan sentermu."
"YA! Harusnya aku yang bertanya padamu, kenapa saat itu kau menyuruhku pergi dan kau sendiri tidak pergi dari situ?" Seperti sudah melupakan rasa malunya tanpa sadar Sehun semakin meninggikan suaranya.
"Aku baik-baik saja. Lagi pula aku salah menerka. Ternyata yang menghampiri kita hanya seekor musang." Jongin menghindari tatapan mata Sehun. Ia tidak bisa berbohong sambil menatap lawan bicaranya.
"Benarkah? Syukur kalau begitu."
Jujur saja Sehun cukup terkejut dengan jawaban Jongin. Karena saat itu ternyata Sehun dapat merasakan hawa yang cukup aneh dan familiar dengan hawa tubuh Jongin. Dan Sehun sama sekali tidak mengerti apa arti dari hawa itu.
"Ngomong-ngomong... kenapa kau belum kembali ke Korea? Sepertinya liburan musim semi sudah lama berakhir." Jongin kembali memecah kesunyian diantara mereka.
"Uhh... sesuatu terjadi dan sepertinya aku harus pindah ke sini."
"Benarkah? Kau tinggal bersama kakakmu yang kecelakaan itu?"
Sehun reflek mengerutkan dahinya. Ia hampir lupa pesan kakaknya tentang hubungan mereka.
"Kakakku sudah sehat dan pindah ke Korea beberapa hari setelah aku pergi berkemah bersama teman-temanku. Aku tinggal bersama teman lamaku di sini. Kebetulan dia sakit setelah kakakku sehat dari kecelakaan, jadi aku menemaninya di sini."
"Jadi begitu ya. Temanmu itu.. sakit apa?" Jongin merasa lega. Setidaknya sasaran Chanyeol dan laki-laki manis di sebelahnya itu tidak memilki hubungan darah.
"Eh? Mmm.. sepertinya typhus. Ya begitulah.."
Jongin mengangguk pelan. Ia memfokuskan pandangannya pada pepohonan, lalu suatu ide muncul di kepalanya. Ia berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Sehun.
"Kau mau ikut? Aku ingin menujukkan sesuatu padamu"
Sehun hanya terdiam lalu meraih tangan Jongin dan mengikutinya. Sehun merasa nyaman karena genggaman tangan hangat Jongin. Sehun awalnya merasa panik karena ia dan Jongin mulai berjalan kearah hutan, tapi melihat senyum Jongin entah kenapa rasa paniknya menghilang entah kemana. Hingga Jongin menghentikan langkahnya dan Sehun menyadari bahwa mereka berada tidak begitu jauh dari danau.
"Coba perhatikan pohon itu" Jongin menunjuk pohon yang ia maksud. Tapi masih menggenggam tangan Sehun.
Sehun mencoba untuk memperhatikan tekstur pohon yang ditunjuk Jongin tapi ia sama sekali tidak mengerti apa maksudnya. Ia tidak melihat keanehan dari pohon itu. Mulai dari ranting, warna, daun, sampai akarnya.
"Aku tidak mengerti." gerutu Sehun pelan.
Jongin tersenyum menahan tawa melihat perubahan wajah Sehun dari manis-fokus-kecewa-fokus-kecewa-fokus dan akhirnya kecewa lagi. Akhirnya Jongin menarik Sehun lebih dekat ke pohon itu lalu mengarahkan wajah sehun agar dapat melihat apa yang ia maksud. Pipi Sehun memerah, Jongin yang menyentuh pipinya untuk mengarahkan wajahnya membuat jantungnya mulai berdetak cepat. Sehun tersenyum puas dengan pengelihatannya. Ia melihat bentuk wajah manusia di pohon itu.
"Bagaimana kau menyadarinya ada bentuk wajah seperti itu di pohon ini?" tanya Sehun kagum.
"Aku suka berada di hutan sejak umurku 11 tahun, sejak orang tuaku meninggal." Jongin duduk di bawah pohon yang ada di belakangnya dan menarik Sehun untuk duduk di depannya.
"O-oh begitukah? Aku mengerti perasaanmu kok. Orang tua kandungku juga sudah tidak ada"
"Apa kau punya orang tua angkat?" Jongin menatap Sehun lembut,
"Iyaa.. hanya ibu angkat. Ia adalah kerabat ibu kandungku. Kau?"
"Hanya pamanku yang menjagaku sampai ia meninggal saat umurku 16 tahun. Sekarang aku hanya tinggal sendiri di rumah orang tuaku dan mereka meninggalkan harta yang cukup banyak setidaknya untuk kebutuhanku hingga saat ini." Jongin menyenderkan punggungnya ke pohon.
"Lalu sekarang umurmu berapa?"
"Aku lupa, 20 tahun mungkin."
"Hey, orang macam apa yang melupakan umurnya sendiri?" dengus Sehun pelan
"Aku" Jongin memeletkan lidahnya
"Huh, terserahlah... yang jelas aku tidak akan memanggilmu hyu-"
DEG
Sehun menghentikan kata-katanya. Hawa yang ada di hutan waktu itu muncul lagi. Hawa yang familiar tapi berbeda dengan hawa Jongin.
"Sehun? Kau kenapa?" menyadari Sehun yang mulai tegang secara tiba-tiba, Jongin merasa khawatir. Padahal menurut Jongin keadaan sekitar mereka aman-aman saja.
"Jongin...aku ingin pulang." entah kenapa seluruh tubuh Sehun tiba-tiba melemas. Ia ingin pulang ke rumahnya. Sekarang juga.
Jongin dengan sigap membantu Sehun berdiri dan membawanya keluar dari hutan. Sehun merasa tegang sampai tanpa ia sadari ia sudah berada di mobil sedan milik Jongin.
"Kau tak apa?" Jongin bertanya dengan suara pelan. Ia berusaha untuk menenangkan Sehun.
Sehun memaksa senyumnya, "Ya, aku baik-baik saja."
"Kau bisa menunjuk arah rumahmu? Aku akan mengantarmu pulang." pinta Jongin.
Selama perjalanan Jongin hanya diam dan mengikuti penjelasan arah rumah Sehun. Jongin ingin membiarkan Sehun berkutat dengan pikirannya sendiri dan akan bertanya lain waktu. Hanya 15 menit perjalanan dan kini mereka sudah sampai di depan rumah Sehun. Tentu Jongin sebenarnya sudah tau letak rumah Sehun di mana saat mengawasi Baekhyun. Ia hanya tidak ingin membuat Sehun curiga.
"Sehun-ah, terimakasih untuk hari ini sudah menemaniku." Ucap Jongin tulus.
"Aku juga berterimakasih padamu sudah mengantarku pulang."
"Aku sangat ingin berteman dekat denganmu. Hanya saja aku harus pergi ke luar kota mulai besok dan akan kembali beberapa hari lagi."
Jongin dapat merasakan tubuhnya mulai melemah, ia sudah cukup lama menahan hasratnya bulan ini. Dan ia tidak yakin dapat menahannya lebih lama lagi.
"Baiklah, aku akan menunggumu" tutur Sehun tulus.
.
.
.
Setelah melihat mobil Jongin pergi, Sehun segera masuk ke rumahnya dan ia tidak menemukan kakaknya. Sehun tentu ingin cepat-cepat berbaring di kasur kesayangannya jika bukan karena tiba-tiba ia merasakan hawa dingin dan kuat itu lagi. Ia takut tapi rasa penasarannya sungguh besar. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari rumahnya dan berjalan mengikuti hawa dingin itu. Sehun terus berjalan ke arah barat dan-
CKIT
astaga.
Sehun hampir tertabrak mobil yang ada di sampingnya karena tanpa disadari ia menyebrang jalan tanpa memperhatikan keadaan jalan tersebut. Sang pemilik mobil keluar dan menghampiri Sehun. Dan untuk sementara waktu Sehun benar-benar merasa pusing bukan main. Ia tidak pernah merasa sedekat ini dengan orang yang memiliki hawa seperti ini semenjak... kejadian pembantaian itu.
"Oh God, are you okay?"
"Yeah, i'm fine."
"I'm so sorry, i didn't see you there."
"No, no... I'm the one who should say sorry"
"Did you get hurt?"
"No, i'm just a little bit dizzy."
"Let me take you to the hospital."
"It's okay. I'm fine"
"Okay then. My name is Kris, Kris Wu. You?"
"Oh Sehun"
To Be Continue
Hai kaliaaan... aku minta maaf karena udah bikin kalian nunggu lama. Aku sibuk banget sama tugas-tugasku dan baru bisa ngelanjutin pas liburan ini. Semakin banyak kalian yang ngasih perhatian sama FFku semakin cepat kok aku updatenya. Makasih ya untuk kalian yang udah mau baca hehee... kalau mau saranin tinggal review atau PC aku, kay?
