UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).
•••••
Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)
•••••
Warning :: AU, OOC, dan kekurangan lainnya.
•••••
Namaku adalah Uzumaki Boruto ... Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.
Satu-satunya hal yang tidak biasa dalam kehidupanku hanyalah aku mampu mempertahankan hidupku bersama adik perempuanku di Kota besar seperti Tokyo. Meski tidak punya siapa-siapa, karena sudah ditinggal ke dua orang tua kami sejak kecil.
Ya ... Hanya itu ...
Tapi, semua kehidupan normal itu musnah saat orang-orang aneh bersayap mulai datang dalam kehidupanku dan adikku.
Ditambah lagi, seorang gadis cantik bersurai merah yang memiliki gangguan jiwa, datang padaku dan memintaku menjadi budaknya!.
UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Chapter 8 :: Pembukaan.
•••••
Seorang pemuda bersurai pirang yang dikenal dengan nama Uzumaki Boruto itu, berhenti sejenak setelah terbang cukup jauh disebuah Tugu batas wilayah yang dikuasai Iblis-Iblis Bangsawan. Pandanganya untuk sesaat menatap Tugu pembatas wilayah yang ada dihadapanya, dan ada sedikit keterkejutan di Wajah tampanya saat melihat tulisan yang tertulis disana.
Batas wilayah kekuasaan Clan Bael dengan Clan Otsutsuki.
"Bael?. Otsutsuki?" Baruto bergumam dalam kebingunganya. Fikiranya mulai menerka-nerka, untuk apa Sirzech memasuki wilayah Bael?. Apa yang direncanakan Iblis yang satu itu, dengan memancingnya untuk memasuki Wilayah kekuasaan Bael?!.
Dan dalam kebingunganya, Boruto menyadari sesuatu.
"Tunggu. Clan Otsutsuki?. Sejauh ini, yang kutahu hanya ada satu Clan dengan nama ini ... Otsutsuki Ashura!. Iblis terainkarnasi yang Ajuka-Sama sebut sebagai Bom Waktu!" ucap Boruto, dan titik cerah mulai didapatnya dari pecahan informasi yang didapat pemuda bersurai pirang itu.
"Jangan-jangan, Uzumaki Naruto adalah Otsutsuki Ashura" Boruto kembali bergumam mencoba melanjutkan terkaanya. Menurut cerita sang Otou-San, Naruto. Dia dan ibunya menjadi Iblis setelah 'dikorbankan' dalam Insiden Trihexa, dan kehilangan ingatanya sebagai Manusia sejak itu. Ditambah lagi, saat ini Boruto ternyata sedang berada di Wilayah kekuataan Clan Otsutsuki.
Bukankah itu sudah pasti, jika Uzumaki Naruto adalah orang yang sama dengan Otsutsuki Ashura!.
"Grrr!. Masuk akal, dugaanku ini masuk akal ... Ck!. Apa Ajuka ingin membuatku bertarung dengan orang tuaku sendiri?!' desisnya. Satu lagi fakta yang didapatnya, membuat Boruto semakin membenci Dunia Bawah. Dan kebencian itu, membuat Boruto lupa dengan embel-embel Sama yang selalu diucapkanya saat menyebut nama sang Maou.
Setelah perlakuan kejam Sirzech dan Maou lain, seperti yang diceritakan kedua orang tuanya. Setelah kelakuan Rias yang membiarkan Himawari disandra oleh kakaknya sendiri. Kini fakta terbaru adalah dia disiapkan untuk menjadi mesin pembunuh yang suatu saat, akan dipaksa untuk bertarung dengan Otsutsuki Ashura, orang yang sejatinya bernama Uzumaki Naruto.
Ayahnya sendiri!.
"Ahahahaha!" Boruto tertawa hambar disela kebencianya yang semakin memuncak. Seolah sedang menertawakan takdir yang saat ini mempermainkanya, keluarganya. Sakit. Hancur. Hatinya benar-benar hancur saat ini. Menyesal Boruto sudah menganggap mereka adalah Iblis baik. Dan dalam tawa itu, pemuda bersurai pirang itu mengexpresikan segala rasa sakit hatinya.
"Lelucon sialan. Ini sama sekali tidak lucuuuu!" Boruto berteriak marah dengan memperaktekan salah satu ingatan Jutsu yang diberikan sang ayah sebelum meninggal. Dan tentu saja karena tidak ada siapa-siapa selain dirinya disana, membuat korban kemarahan Boruto adalah sang Tugu batas wilayah.
"Rasengan!"
Dummmm!.
Sebuah ledakan yang cukup besar tercipta disana. Menghancurkan sang Tugu dan Tanah disekitarnya, hingga menimbulkan Kawah yang cukup dalam. Tawa hambar kembali terdengar dari Mulut pemuda pirang itu, yang saat ini ada dipusat Kawah ciptaanya.
"Hahaha!. Aku bersumpah ... Aku bersumpah akan memusnahkan kalian semua. Pada kenyataanya Iblis tetaplah Iblis, kalian tetaplah musuh bagi Manusia!" desisnya. Dan tanpa menunggu lama lagi, Boruto kembali melesat dengan sepuluh Sayap Kelalawarnya. Melanjutkan pengejaran yang sempat terhenti.
Sementara di Mansion Utama Bael.
Sirzech terlihat berbincang-bincang dengan Kepala Keluarga Bael yang baru beberapa Tahun lalu disahkan. Saiarogh Bael, adalah nama dari pemuda tampan, bertubuh tegap dan atletis itu. Orang yang saat ini menjadi pemegang kekuasaan tertinggi atas Clan Bael, setelah Lord Bael sebagai penguasa sebelumnya memilih lengser dari jabatan itu.
"Seperti itulah. Aku pastikan aku bersih, Saiarogh-Kun" ucap Sirzech dengan tenangnya, saat mencoba meyakinkan Penguasa dari Clan Bael itu. Saiarogh tentu saja tidak semudah itu percaya, ada sesuatu yang terasa mengganjal dalam fikiranya tentang sikap Sirzech saat ini. Dia menyadarinya, tapi tidak tahu secara pasti apa yang aneh dari Maou Lucifer itu.
"Saat itu, aku sedang mengadakan pertemuan dengan Michael dan Shemhaza di Markas Malaikat Jatuh, Grigori. Aku sama sekali tidak tahu soal penghancuran Gremory dan penculikan Boruto. Sungguh, aku sama sekali tidak terlibat dalam Insiden itu. Ada seseorang yang mencoba memfitnahku!" lanjut Sirzech.
"Lalu soal Uzumaki Himawari?" tiba-tiba Saiarogh menanyakan ini. Meski sama sekali tidak ada kaitanya dengan penjelasan sang Lucifer, Saiarogh segaja menanyakan perihal adik Boruto ini. Seolah sedang memastikan sesuatu.
"Ya ... Soal itu, aku juga sedang menyelidikinya. Sebenarnya, ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Tapi ... Saat di Mansion Gremory, aku merasakan sebuah sisa-sisa dari kekuatan Pawer Of Destruction ... Apa salah satu anggota Clan Bael terlibat?" Sirzech balik bertanya setelah menjelaskan apa yang dia tahu. Namun bukanya menjawab, Saiarogh malah terlihat bingung.
'Aneh. Bukankah Lucifer-Sama yang menitipkan gadis itu padaku, dengan alasan melindunginya dari keserakahan Iblis-Iblis Bangsawan yang haus akan kekuatan. Tapi kenapa dia malah terlihat tidak tahu. Berpura-purakah?. Tapi apa untungnya?!' batin Saiarogh. Pandanganya menatap tajam sang Lucifer dihadapanya, mencoba mencari sebuah kebohongan yang ditutupi pria bersurai merah itu. Namun tidak ada. Sirzech yang saat ini ada didepanya, benar-benar tidak tahu soal ini.
Lalu Sirzech yang mana lagi yang menitipkan Himawari padanya?!.
"Maaf Saiarogh-Kun, aku tidak bermaksud mencurigai Clanmu, aku hanya ..." Sirzech menggantung kalimatnya, dia merasa tidak enak ditatap seperti itu oleh penguasa Clan Bael itu. Ya ... Sang Maou Lucifer menganggap pandangan itu adalah bukti ketidak-sukaanya karena Clan yang dia pimpin dituduh terlibat dalam kasus hilangnya Himawari.
"Ah, tidak apa-apa Sirzech-Sama. Aku sama sekali tidak marah—"
Duuummm!.
Ledakan yang menghancurkan Dinding Mansion Bael, menghentikan ucapan Saiarogh. Dan saat pandanganya dan Sirzech melihat ke arah ledakan, seorang pemuda bersurai pirang sudah berdiri dengan gagahnya menatap bengis sang Maou Lucifer.
Aura Iblis dan Chakra, menguar dengan dasyatnya dari Tubuh Boruto. Mata Byakuganya memperlihatkan kebencian yang sangat mendalam pada Sirzech, tanpa memperdulikan expresi terkejut dari Saiarogh dan pria bersurai merah itu. Sabit yang dibawanya pun sudah diarahkan pada sang Lucifer, seolah-olah siap menantang pria terkuat di Dunia Bawah itu.
"Katakan ... Dimana Himawari!" desis Boruto datar dan tanpa exspresi. Pertanyaan itu tentu saja membuat Sirzech tidak mengerti. Mana tahu Maou Lucifer itu tentang keberadaan gadis bernama Uzumaki Himawari itu. Tapi tidak ada waktu untuk menjelaskanya, toh Boruto datang kesini sama sekali tidak terlihat ingin berbicara.
Saiarogh mengambil langkah maju, saat suasana semakin tegang. Dan dengan tenang, penguasa Bael itu mulai mengatakan sesuatu.
"Maaf Lucifer-Sama, aku tidak bisa membantu untuk memulihkan namamu. Tapi ... Mungkin aku bisa membantu untuk menahan Uzumaki Boruto. Pergilah selesaikan masalah ini dengan cepat, kurasa ada dua Sirzech Gremory di Dunia Bawah" Saiarogh mengatakan itu seraya melirik Sirzech yang berdiri dibelakangnya. Ada mimik terkejut dari sang Maou, tapi karena ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu lebih lanjut, Sirzech memilih untuk pergi dari Mansion Bael.
"Terimakasih, Saiarogh-Kun" ucap Sirzech sebelum menghilang dalam Lingkaran Sihirnya. Boruto segera menembakan Aura Iblis bercampur Chakra untuk menggagalkan proses Teleportasi Sirzech, tapi Saiarogh dengan kekuatan Touki yang menyelimuti Tubuhnya dengan mudah menahan serangan itu.
Dan sang Lucifer pun pergi dengan mudah!.
"Ck!" Boruto menggeram kesal dengan apa yang dilakukan Saiarogh. Tapi karena merasa Iblis dari Bael ini bukanlah target balas dendamnya, Boruto memilih untuk menghindari pertarungan dengan sang Bael.
"Hoi, Uzumaki Boruto ... Adikmu ada padaku. Jika kau ingin tahu, kalahkan aku" ucapan Saiarogh menghentikan gerakan Boruto yang semula akan pergi dari hadapanya. Pemuda bersurai pirang itu lalu berbalik, kembali menatap pemuda berselimutkan Touki itu, meminta sebuah penjelasan yang lebih.
"Adikmu, Uzumaki Himawari ada padaku ... Dia sedang bersama Ratuku. Aku akan memberikanya padamu jika kau bisa mengalahkanku" ucap Saiarogh lagi. Touki yang semakin tebal menyelimuti Tubuhnya menjadi sebuah penegas ucapanya yang tidak main-main.
'Memberikan?!' kata-kata itu terasa mengganggunya. Saat sedang kesal seperti ini, Boruto jelas mudah tersinggung dengan hal-hal kecil seperti ini. Dan tanpa banyak bicara lagi, pemuda pirang itu langsung menyerang Saiarogh dengan kekuatan penuhnya.
"Adikku bukanlah Barang, keparaaattt!" Teriakan itu keluar bersamaan dengan tebasan menyamping dari Sabitnya. Saiarogh dengan mudah menahanya, bahkan dengan Tangan kosong. Merasa cukup yakin dengan kekuatan Toukinya. Serangan Boruto memang berhasil ditahan, tapi Touki Saiarogh perlahan-lahan diserap Sabit Boruto.
Duaakkk!.
Sebuah tendangan yang dilapisi Touki mendarat dengan sempurna di Perut Boruto, membuat pemuda bersurai pirang itu sedikit terdorong kebelakang. Saiarogh menyerangai senang, mengingat tidak banyak orang yang masih bisa berdiri setelah terkena seranganya dengan kekuatan penuh sang Bael unik itu.
"Uzumaki Boruto ... Tidak salah jika kehadiranmu cukup membuat Dunia Bawah gempar. Kau kuat, sangat kuat" ucap Saiarogh menyanjung kekuatan lawanya.
"Karena itu, aku akan melawanmu dengan segenap kekuatanku!" lanjutnya seraya menjentrikan Jarinya. Dan tak lama kemudian, munculah sebuah Lingkaran Sihir disamping Saiarogh. Seorang bocah bertopeng dengan pakaian berjubah hitam muncul dari Lingkaran Sihir. Boruto sedikit meningkatkan kewaspadaanya, memingat Mata Byakuganya, melihat pancaran Aura kuat dari bocah misterius itu.
"Telos Karma, ayo bergabung!"
Sriinngggg!.
Sedetik dari ucapan Saiarogh, Tubuh bocah bertudung hitam itu mulai memancarkan Cahaya keemasan. Terang. Sangat terang, hingga Boruto sedikit melindungi pengelihatanya menggunakan Tangan. Dan setelah cahaya meredup, bocah misterius yang dipanggil Telos Karma hilang. Menyisakan Saiaroh dengan penampilan barunya.
Pakaian mewah khas Bangsawan Iblis-Iblis Kelas Atas, kini berganti dengan Armor Emas berhiaskan Kepala Singa, Armor itu terlihat sedikit mirip dengan baju perang petarung-petarung Yunani Kuno. Tak lupa dengan dua Kampak yang menghiasi kedua Tangan sang Bael. Dan yang paling mengejutkan adalah pancaran Aura yang diperlihatkan Saiarogh setelah bergabung. Sangat kuat, hingga tanpa sadar membuat Boruto sedikit terkesima.
"K-kuat ... Pancaran Auranya—" gumaman Boruto berhenti karena sang Bael kembali mengucapkan sesuatu.
"Maaf membuatmu menunggu, Uzumaki Boruto" ucap Saiarogh, dan Sedetik kemudian Penguasa Bael itu segera menghambur ke arah Boruto. Menyerang tanpa ampun pemuda bersurai pirang itu tanpa ampun. Beruntunglah Boruto memiliki Sacred Gear Gravity Jail, juga Mata Byakugan. Sehingga dia masih bisa menghindari serangan Kampak-Kampak Saiarogh, meski kecepatanya sedikit dibawah sang Bael.
UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Mansion Sitri.
Ajuka Astroth, seorang Iblis yang mendapatkan gelar Beelzebub itu berjalan sedikit terburu-buru, bersama calon pewaris selanjutnya dari Clan Astroth, Diodora Astroth. Sang Maou bahkan mengabaikan sapaan atau tindakan hormat lainya dari Maid-Maid Sitri yang berpapasan denganya. Fokus sang Beelzebub saat ini hanyalah Serafall, sang Maou bergelar Leviathan yang saat ini ada di Mansion ini.
"Ajuka? Ada apa?" tanya Serafall. Tidak ada gaya kekanak-kanakan dalam ucapanya, satu-satunya Maou wanita itu, terlihat serius saat menerima kehadiran Ajuka. Ya ... Serafall cukup bisa menahan diri dan bertindak sebagai mana mestinya, disaat-saat tertentu. Lagi pula, dari mimik sang Beelzebub, pria berkacamata itu sepertinya membawa berita buruk.
"Sirzech melarikan diri dari Penjara Dunia Bawah" ucap Ajuka langsung pada intinya. Mengabaikan mimik terkejut dari Serafall dan Grayfia, juga kelompok Sitri dan Gremory yang kebetulan ada di Ruangan yang sama, Ajuka melanjutkan kembali ucapanya.
"Clan Otsutsuki diserang, Ashura Otsutsuki dan Ratunya, Hyuuga Hinata mati. Lalu Fallbium pun saat ini sedang koma, tampaknya dia juga sudah diserang" lanjut Ajuka. Ucapan Maou Beelzebub itu kembali membuat mereka terkejut. Tiga orang kuat di Dunia Bawah sampai mendapatkan nasib naas seperti itu.
"Tidak mungkin ... Kita tahu bagaimana kekuatan Ashura, Hinata, dan Fallbium. Mereka tidak mungkin bisa kalah dengan mudah seperti itu!" Serafall mengatakanya dengan nada tak percaya. Ya ... Faktanya memang tidak banyak Mahluk yang bisa mengalahkan atau setidaknya berpeluang mengalahkan ketiganya. Mereka sangat kuat, bahkan cukup untuk membuat para Penguasa di berbagai Mitologi untuk berfikir berulang-ulang untuk bertarung dengan mereka.
Lalu ... Bagaimana bisa ini terjadi?.
"Apa mungkin Sirzech yang melakukanya?" tiba-tiba Grayfia mengatakan itu. Ya ... Jika Sirzech, seorang pria dengan kekuatan Pawer Of Destructionya yang benar-benar gila, peluangnya untuk melakukan itu cukup besar. Lagi pula tidak aneh jika sang istri dari Maou bergelar Lucifer itu mencurigai suaminya sendiri, setelah apa yang dia lakukan.
Rias terlihat sedih mendengar ucapan Grayfia. Bagaimana pun yang sedang dicurigai adalah kakaknya sendiri. Sosok yang selama ini terlihat lembut dan penuh kasih sayang. Dalam hati kecilnya, ada keraguan jika Sirzech tega melakukan itu semua. Tapi fakta mengatakan lain, dan gadis bersurai merah itu tidak punya bukti untuk membenarkan keyakinan itu, bahkan untuk dirinya sendiri.
"Onii-Sama ..." gumam gadis itu, dan tanpa sadar mulai menangis.
"Aku tahu ini sangat menyakitkan, tapi kumohon Rias ... Kuatkan dirimu. Sirzech yang sekarang tidak sama lagi, dengan Sirzech yang selama ini kita kelal" ucap Grayfia, mencoba menenangkan Rias. Pelukan hangat pun diberika sang Onee-Sama, mencoba menyalurkan sebuah perasaan yang tak bisa diucapkan melalui kata-kata.
Rias tertegun saat mendapatkan pelukan itu. Kenyataanya, meski meminta gadis bersurai merah itu untuk bersikap kuat, Grayfia pun tidak bisa melakukanya. Wanita itu jelas merasakan hal yang sama dengan Rias, mungkin juga lebih. Sejak Insiden Iblis Lama dan Iblis Baru, Grayfia sudah hidup seorang diri. Semua keluarganya musnah dalam insiden itu.
Adiknya yang masih selamat pun, ahirnya mati ditangan Hyoudou Issei karena memihak Teroris Chaos Brigade. Dan saat mulai kembali bisa menata kehidupanya, hal ini terjadi. Sirzech bersikap aneh, dengan mengkhianati Dunia Bawah. Dan puncaknya, keluarga Gremory, keluarga baru dari Grayfia musnah. Termasuk Milicas Gremory, anak semata wayangnya. Yang saat ini masih belum jelas selamat atau tidaknya.
Jika dilihat dari serentetan tragedi ini, jelas Grayfia adalah sosok yang paling tersiksa!.
"Kuatlah Rias ... Kuat ..." gumam Grayfia disela tangisnya. Entah memang meminta Rias untuk kuat, atau ucapan itu hanya sebuah kias yang ditujukan untuk dirinya sendiri. Karena faktanya, Grayfia lah yang menangis paling pilu saat ini.
"Onee-Sama ..."
"Ya ... Kita harus kuat. Kita harus kuat untuk melewati semua ini" gumam Rias, seraya membalas pelukan sang istri dari kakaknya itu. Meski keadaan cukup genting, namun tidak ada yang berani mengganggu adegan penuh kesedihan itu. Mereka yang ada disana cukup tahu bagaimana perasaan mereka, terlebih Grayfia yang memang melewati hidup dengan penuh kepiluan.
Namun pada ahirnya Sihir Komunikasi dari Ajuka tetaplah mengganggu. Dan disana terlihat sang Ratu dari kerajaan Beelzebub, sedang memberi hormat pada sang Raja. Sebelum ahirnya menyampaikan sebuah berita yang tentu saja tidak mengenakan.
"Maaf jika saya lancang, Ajuka-Sama ... Tapi keadaan ini darurat dan anda harus segera mengetahuinya. Saat ini Kepala Keluarga Bael sedang bertarung dengan Uzumaki Boruto" ucap sang Ratu melalui sihir teleportasinya.
Cukup sudah, Ajuka menggeram kesal dengan berbagai informasi buruk itu. Kesabaranya sudah habis. Tidak ada lagi yang perlu diselidiki dalam masalah ini, musuh mereka sudah jelas adalah Sirzech dan Boruto. Penyerangan misterius yang ditujukan pada orang-orang kuat di Dunia Bawah, sudah terlihat jelas. Itu sudah pasti dilakukan Sirzech dan Boruto. Lagi pula potensi mereka cukup besar untuk melakukanya.
Iblis terkuat dari ke empat Maou, lalu Keturunan Murni Ninja. Mereka jelas bisa membuat situasi darurat seperti ini!.
"Beritahu semua Bangsawan-Bangsawan Iblis. Perintahkan mereka untuk memperkuat pertahananya. Dan eksekusi ditempat untuk Iblis pemberontak bernama Sirzech Gremory dan Uzumaki Boruto!" perintah sang Maou Beelzebub. Si Ratu membungkuk patuh dengan perintah Rajanya, meski keter-kejutan terlihat jelas dari Wajah cantiknya.
"Ajuka, apa itu tidak keterlaluan?" tanya Serafall, sesaat setelah Sihir Komunikasi Ajuka dan Ratunya terputus. Sang Leviathan sedikit melirik Grayfia dan Rias yang masih menangis pilu. Terlebih saat mendengar keputusan Ajuka tadi. Menyadari maksud dari pertanyaan Serafall, Ajuka pun mulai mendekati Rias dan Grayfia.
"Maaf tapi aku harus melakukanya, Sirzech dan Boruto sudah melewati batas. Penyerangan Misterius itu pastilah ulah mereka. Sebelumnya Boruto menghilang bersama Sirzech ... Dan fakta itu sudah cukup untuk membuktikan jika mereka adalah dalang dibalik semua ini!" ucap Ajuka. Nadanya terdengar penuh penyesalan, karena harus mengatakan hal ini.
Tapi apa yang dikatakan sang Beelzebub memang benar. Boruto sebelumnya menghilang bersama Sirzech. Dan semenjak itu, tiga orang kuat di Dunia Bawah menjadi korban. Ditambah informasi terbaru yang didapat, adalah Boruto sedang bertarung dengan Saiarogh, yang merupakan penguasa baru Clan Bael. Dan dari semua itu, satu-satunya alasan yang logis adalah ...
Mereka bekerja sama untuk menyingkirkan orang-orang yang memiliki potensi untuk menghentikan rencana mereka!.
"Tidak apa-apa ... Saya juga sudah siap jika harus bertarung dengan Sirzech Gremory. Saya siap ... Lagi pula ucapan anda benar, Ajuka-Sama" ucap Grayfia, Nadanya terdengar lemah dan terkesan pasrah. Jika mereka semua bukan Iblis yang memiliki pendengaran bagus, suara Grayfia mungkin saja tidak akan terdengar jelas.
"Onee-Sama ... Baiklah. Aku juga siap!" ucap Rias. Tanganya menghapus Air Matanya dengan kasar, mencoba membuktikan jika dia memang sudah benar-benar siap dengan segala konsekuensinya. Hal itu membuat Budak-Budak Rias pun mulai bisa memantapkan perasaan mereka. Ya ... Tidak ada pilihan lain, selain mengikuti kemauan sang Raja.
"Baiklah kalau begitu ... Aku dan Sona akan memperkuat penjagaan Sitri. Kalian tetaplah disini, semakin banyak orang-orang kuat yang berkumpul, potensi kemenangan kita semakin besar!" ucap Serafall, sementara sang adik, Sona Sitri hanya mengangguk. Ajuka juga mengangguk setuju dengan saran Serafall, dan meminta Diodora untuk bersiap jika keadaan buruk terjadi.
Tapi sepertinya ada 'Benalu' diantara mereka. Itu terbukti dari munculnya sebuah serangai jahat di wajah cantik seorang wanita berambut perak. Jika sesaat lalu wanta ini menangis penuh kepiluan meratapi nasibnya yang menyedihkan, saat ini, saat semua orang mulai memantapkan dirinya jika Sirzech dan Boruto adalah musuh mereka, Wajah sedih itu berganti dengan senyum sinis penuh kemenangan.
'Seperti yang direncanakan Ashura-Sama ... Ternyata tidak sulit untuk menghasut Iblis-Iblis bodoh ini!' batinya seraya terus-menerus tersenyum sinis. Saat perasaanya diliputi rasa penuh kemenangan, Sosok bermuka dua ini tidak sadar jika seseorang menangkap senyum 'tak biasa' itu. Pemuda bersurai coklat yang dikenal dengan Hyoudou Issei, sang Sekiryutei melihatnya!.
'Apa itu?. Senyumnya ... Apa yang Grayfia-San rencanakan?!'
UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Neraka.
Sebuah tempat terdasar dari Dunia Bawah, tempat yang disebut Neraka dan merupakan daerah kekuasaan Grim Reaper yang dipimpin Hades, Ashura terlihat duduk diatas Kursi Singgasana sang Pastur Kematian. Disampingnya berdiri sang Ratu Hyuuga Hinata, satu-satunya Budak yang dirainkarnasikan Ashura dalam kerajaan Otsutsuki.
Ya ... Faktanya, Ashura hanya memiliki satu Budak dalam kerajaanya, yaitu Hinata Hyuuga. Namun meski hanya berdua, mereka sudah cukup untuk membuat lawan-lawan mereka ketakutan saat berhadapan dengan dua orang ini di Rating Game. Bahkan hanya dengan berdua saja, mereka sudah cukup untuk menggulingkan kekuasaan Deusius Beliall diurutan teratas rangking Rating Game.
Mengagaikan semua itu, senyum sinis terlihat di Wajah tampanya. Saat mengalihkan pandangan yang sedari tadi menatap Layar transparan dari Sihir, yang menayangkan setiap kejadian di Dunia Bawah. Pada sosok wanita berambut silver yang duduk bersimpuh di Lantai Istana Hades.
"Lihatlah Grayfia, bukankah mereka sangat bodoh?. Mereka bahkan tidak sadar dengan Mahluk-Mahluk ciptaanku!" ucap Ashura dengan nada dan senyum yang menghina. Sementara Grayfia hanya diam saja, Wajahnya benar-benar terlihat kesal pada sosok pria bermata aneh itu. Dan tanpa memperdulikan ucapan Ashura, wanita bersurai perak itu mengeluarkan kalimatnya.
"Kau akan kalah ... Apa pun yang terjadi kau akan kalah!" desis Grayfia dengan penuh keyakinan dengan apa yang diucapkanya. Wanita ini sebenarnya ingin melanjutkan ucapanya, tapi entah sejak kapan, Hinata sudah ada dibelakangnya dan menjambak Rambutnya.
"Jaga bicaramu, jalang!"
"Akkkhhh!" Grayfia mengerang, merasakan nyeri saat Rambutnya ditarik secara paksa seperti itu. Ingin sekali dia melawan, namun sayangnya kekuatanya sudah habis. Ya ... Jangankan untuk melawan, untuk membebaskan kedua Tanganya dari Sihir Pengunci Hinata saja tidak sanggup.
"Tenanglah Hinata ... Biarkan Iblis bodoh ini berharap selagi dia bisa. Toh sebentar lagi, Dunia Bawah akan hancur!" ucap Ashura dengan nada yang terdengar menyebalkan di Telinga Grayfia. Hinata melepaskan cengkaramanya dengan kasar, tak lupa mendorong Tubuh tak berdaya Grayfia, sehingga membuatnya terbentur cukup keras di Lantai. Retakan tercipta disana, membuktikan betapa kerasnya dorongan sang Ratu Ashura.
"Uggghhh!" erangan kembali keluar dari Mulut wanita bersurai perak itu, saat Badanya terbentur Lantai. Disaat yang bersamaan Lingkaran Sihir khas Grim Reaper tercipta didepanya. Lalu saat sinar kelamnya mulai meredup, terlihatlah seorang Tengkorak berpakaian Pastur. Membawa dua sosok gadis yang cukup dikenalnya. Ya ... Mereka adalah Uzumaki Himawari dan satunya adalah Ratu dari kerajaan Saiarogh Bael.
'Mereka ...' batin Grayfia dalam keterkejutanya. Si Tengkorak itu melemparkan Himawari dan Ratu Saiarogh tanpa belas kasihan, ke arah Grayfia. Lalu merunduk hormat pada Ashura yang masih santai duduk di Singgasanaya.
"Saya Hades, melapor Ashura-Sama. Saya berhasil mengalahkan Fallbium Asmodeus, Azazel, dan membawa gadis bernama Uzumaki Himawari dan Ratu Saiarogh Bael. Tapi maafkan saya, Ashura-Sama, saya gagal membunuh Fallbium Asmodeus. Pertarungan dengan Azazel cukup menguras tenaga" ucap Hades dengan laporanya.
Meski sebenarnya Ashura sudah tahu dengan apa yang terjadi di Dunia Bawah melalui Layar Sihir Hinata yang menayangkan semuanya, Hades tetap melaporkan hasil kerjanya. Ashura tersenyum senang dengan apa yang dilakukan sang Dewa Kematian. Itu membuktikan jika Hades benar-benar patuh padanya.
"Jadi Grayfia ... Apa kau masih punya keyakinan tentang kekalahanku?. Semua bahkan berjalan sangat mulus. Sirzech dianggap penghianat, bocah Uzumaki itu sudah membenci Dunia Bawah, dan sekarang 'Dewa Taktik' kalian sudah kalah, meski nyawa Fallbium masih selamat ... Apa yang bisa dilakukan Iblis sekarat seperti itu?. Apa kau masih punya keyakinan jika aku akan kalah?"
Ucapan Ashura benar-benar membuatnya panas. Tapi, Grayfia mungkin harus mengakuinya. Peluang Dunia Bawah untuk menang semakin tipis. Selain ada Mahluk-Mahluk ciptaan Ashura yang siap mengadu domba mereka, keadaan Dunia Bawah pun sedang kacau. Saat seperti ini, biasanya adalah bagian Fallbium. Iblis yang satu ini memiliki Otak yang cerdas dalam menyelesaikan sebuah masalah, dengan kerugian sekecil mungkin. Tapi sekarang ...
'Ini tidak mungkin!' batin Grayfia dalam keputusasaanya. Azazel itu kuat, Fallbium pun demikian. Dia mengetahui itu dengan pasti kekuatan mereka. Tapi, lawanya juga bukan sembarangan. Tengkorak itu adalah Hades sang Dewa Kematian, penguasa Neraka dan Adik dari Dewa Zeuz. Entah apa yang dilakukan Ashura hingga bisa membuat seorang sekelas Hades patuh padanya!.
"Aku turut bersedih, Huahahahahaha~" hina Ashura diahiri tawa yang terasa menyakiti hati Grayfia. Seolah bisa membaca isi hati wanita bersurai perak itu.
BERSAMBUNG.
Kolom Balasan Review.
Seneal ; Ryuuki Namikaze Lucifer ; Azura Mode ; Rizki Wisnu 01 ; Dsevenfold ; Queuen Ice Blossome :: Siap dan terimakasih.
Raitogecko :: Haha makasih pujianya.
Wahyu Aja 0806 :: Oh iya, makasih koreksinya. Akan saya perbaiki di Chapter kedepanya.
Iib Junior :: Ahhh~ makasih pujianya. Yap, kaya gitu lah. Jadi disini mainanya saling hasut gitu, gak asal pukul kalah terus udahan ahahaha~
Sip, akan saya perbaiki lagi.
Eh?. Ya iya sih ... Saya juga sempat pusing mu tulis 'wanita' apa 'gadis' ... Apa nih, dicerita flash back kan ibu-ibu, saat jadi iblis kan penampilan mudanya lagi *plaaakk*
Dark Roselvet :: Jujur, saya gak suka isi Reviewmu, kalo pribahasa, kau itu kaya Tong Kosong Nyaring Bunyinya. Asal ngomong dan gak sesuai sama kenyataan. Saya kesel. Tapi yang bikin saya lebih kesel adalah, kau punya akun ffn tapi jadi Guest.
Kenapa?.
The KidSNo OppAi :: Yap, saya memang bikin masalah yang rumit. Gak asal berantem, menang MC, dipuji, dan selesai. Saya coba buat Reader sedikit berfikir.
Ya se-enggaknya, setelah baca fiksi saya ... Ada fikiran, 'Kok gini?'. 'Siapa sih itu?'. 'Ceritanya kok gini?'. Atau paling engak, 'Ini cerita apaan sih?'. Gitu *plaakk*
Dikdik 717 :: Nah loh, saya malah baru sadar. Jujur ya pas ngembangin Plot, saya gak kepikiran sama Obito. Serius loh, ini bukanya ngeles. Dan ahirnya saya malah semakin salut sama Masashi Kishimoto. Bukan hanya mengangkat Cerita dan Tradisi masyarakat Jepang, tapi segala aspek kehidupan ada disana.
Cinta?. Ada. Dendam?. Iya. Pengorbanan?. juga. Tipu-tipu?. Banyak, dan lain sebagainya. Jadi saya mulai berfikir gak ada celah buat seorang Author untuk mengembangkan idenya jika terus disamakan dengan Canon. Ya gini, ujung-ujungnya tetap aja terkesan niru Canon.
Kurotsuhi Mangetsu :: Ah iya makasih buat Review dan karena udah suka sama fiksi saya.
Ero Azazel :: Seperti yang saya jelaskan sama The KidSNo OppAi. Saya juga tipe orang yang 'samar'. Samar disini adalah saya suka bicara menggunakan Kias. Gak langsung pada poinya, tapi selalu memakai persamaan yang memiliki arti dan tujuan yang sama. Kenapa?. Karena kebiasaan *plaakk*
Tapi enggak. Bercanda kok. Ya sebenernya, selain didikan Orang Tua saya, yang ngajarin untuk selalu 'mikir' jalan keluarnya sendiri, kalo dapet masalah. Saya juga mulai nyaman dengan cara didikan yang seperti ini. Se-enggaknya, kita terbiasa berfikir 'Ini apa dan harus gimana?'.
Ini sangat membantu untuk anak tunggal macam saya. Tau sendiri kan derita anak tunggal tuh gimana?. Kelak, saat Orang Tua gak ada, dan saat udah merit si anak tunggal ini punya masalah sama istrinya?. Mau curhat sama siapa?. Sodara gak punya. Temen?. Kalo kalo masalahnya cukup pribadi kan gak mungkin.
Jiaaahhh!. Saya malah curhat. Tapi ya gitu, mungkin kebiasaan saya terbawa dalam gaya penulisan.
