UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).

•••••

Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)

•••••

Berminat untuk membagikan Fiksi ini?.

Silahkan, saya terbuka untuk itu, asal ya tulis aja Nick saya sebagai Authornya.

•••••

Warning :: AU, OOC, dan kekurangan lainnya.

•••••

Namaku adalah Uzumaki Boruto ... Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa pula.

Satu-satunya hal yang tidak biasa dalam kehidupanku hanyalah aku mampu mempertahankan hidupku bersama adik perempuanku di Kota besar seperti Tokyo. Meski tidak punya siapa-siapa, karena sudah ditinggal ke dua orang tua kami sejak kecil.

Ya ... Hanya itu ...

Tapi, semua kehidupan normal itu musnah saat orang-orang aneh bersayap mulai datang dalam kehidupanku dan adikku.

Ditambah lagi, dua gadis cantik yang memiliki gangguan jiwa, datang padaku dan berebut untuk menjadikanku budaknya!.

UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Chapter 13 :: Kekuatan yang Dilupakan.

•••••

Kastil Hades.

Seorang pemuda tampan dengan Kacamata modisnya terlihat menyusuri Kastil sang Raja Neraka itu, didampingi oleh seekor Anjing kecil yang terlihat imut. Apa lagi jika yang melihatnya adalah seorang pecinta Binatang Pintar ini, sudah dipastikan mereka akan langsung jatuh hati dalam pandangan pertama pada sosok Anjing hitam itu.

Namun, yang menjadi poin pentingnya bukan lah soal sang Anjing.

Hal yang patut mendapat perhatian adalah, apa yang sedang pemuda berkacamata ini lakukan di Kastil Hades?. Kastil ini sedang kosong ditinggal sang Raja bersama Pasukan Grim Reapernya, dalam aksi perangnya dengan kekuatan tiga Fraksi. Lalu apa yang menarik minat sosok pemuda berkacamata ini, menyibukan dirinya di daerah kekuasaan Hades?.

Namun pertanyaan ini segera terjawab, saat si pemuda berkacamata berhasil menemukan tiga sosok wanita berbeda usia yang terikat tak berdaya disana.

"Huh~ sepertinya aku menemukan sesuatu yang bagus. Kastil ini memang selalu menyimpan hal-hal menarik" gumam si Kacamata, mengomentari hasil penemuannya soal ke tiga sosok wanita berbeda usia itu, di Istana sang Raja Neraka.

"Istri dari Maou Lucifer, Ratu Kerajaan Saiarogh Bael, dan keturunan Uzumaki yang ahir-ahir ini cukup menyita perhatian. Aku tidak menyangka jika Hades memiliki tawanan sebagus ini" lanjutnya seraya berjalan santai mendekati ke tiga sosok yang sudah disebutkannya barusan.

Grayfia segera menyadari kehadiran pemuda berkacamata ini, saat pandangan atau pun pendengarannya menangkap suara dari sosok misterius pemuda berkacamata ini. Dan saat Cahaya menerangi sosok pemuda itu, barulah Grayfia mengenali siapa gerangan yang menemukan keberadaan mereka di Istana Hades.

"Tobio Ikuse a.k.a Slash Dog!" ucap Grayfia, yang cukup terkejut dengan kehadiran salah satu dari anak kesayangan Azazel, yang memiliki Sacred Gear, yang termasuk dalam ke tiga belas Longinus.

"Lama tidak bertemu, Grayfia-San" balas pemuda berkacamata ini, yang ternyata bernama Tobio Ikuse. Atau yang lebih dikenal dengan nama Slash Dog.

Bats!.

Bats!.

Bats!.

Sepertinya kata kosong yang semula diucapkan, harus mendapatkan sedikit pembenaran. Ya ... Kata kosong sepertinya tidaklah tepat, karena ternyata masih ada segelintir Grim Reaper yang menjaga Istana Hades, dan tidak ikut dalam perang. Dan keadaan ini semakin diperkuat oleh ucapan Tobio, yang sepertinya sudah berhadapan dengan para Grim Reaper, sebelum sampai ditempat ini.

"Jadi masih ada Grim Reaper yang tersisa ya disini" ucapnya santai, menanggapi keadaannya yang saat ini terkepung oleh lima belas Grim Reaper.

"Canis, sepertinya masih ada mainan yang bisa digunakan" ucapnya, seraya mengelus-elus puncuk Kepala Anjing lucu itu. Si Anjing yang sepertinya diberi nama Canis itu terlihat menggongong sejenak. Merasa itu adalah bentuk kepatuhan atas perintah ambigu sang Slash Dog, pemuda berkacamata ini mulai berjalan mundur. Seperti memberikan akses untuk Canis melakukan pekerjaannya.

"Apa yang bisa dilakukan Anjing kecil itu?!" desis salah satu dari Grim Reaper yang mengepung Tobio. Meremehkan kebisaan sang Anjing. Andai saja dulu pemuda berkacamata ini juga ikut masuk bersama Azazel, Sirzech, dan Dulio, mungkin respon dari para Grim Reaper ini akan berbeda.

Tapi, ya sudah. Tidak ada gunanya mengungkit-ungkit masa lalu. Sekarang yang perlu dia lakukan adalah memperlihatkan kekuatan sejati Anjing lucunya. Dan seperti yang diharapkan, sosok imut Canis mulai berubah. Membesar, dan semakin membesar. Jika dibandingkan, mungkin sosok Canis kali ini adalah bentuk lain dari fenrir yang berwarna hitam.

"Berhati-hatilah ... Canis adalah manifestasi dari bentuk Sub-Species Balance Breaker Canis Tycaon" ucap Tobio mengkonfirmasi kekuatan Anjingnya. Dan sepertinya nama Canis ini diambil dari nama Sacred Gearnya sendiri.

"Grrrr!" Canis menggeram sesaat sebelum ahirnya mulai menerjang satu persatu dari ke lima belas Grim Reaper itu. Dan tak lama kemudian teriakan memilukan terdengar di Ruangan itu.

Dunia Bawah.

Monster yang dimunculkan Ashura dalam Lingkaran Sihir super besarnya, kini telah sepenuhnya keluar. Sebuah Monster besar dengan satu Mata aneh, ditambah sepuluh Ekor yang terlihat menghiasi bagian belakang Tubuhnya.

"Ghooaaaarrrrrrrr!"

Hal yang pertama dilakukan si Monster setelah kemunculan sempurnanya, adalah mengaum keras seperti itu. Seolah-olah ingin memperlihatkan kembali exsistensinya yang sudah terlupakan, dibalik auman keras yang memekakan Telinga itu. Ya ... Sang Monster, saat ini sedang mencoba memperlihatkan kuasanya yang sudah terlupakan.

Sosok menyeramkan ... Aura Mengerikan, dalam Tubuh super besarnya. Ditambah auman keras yang menciptakan Badai, sepertinya cukup untuk melakukan itu semua. Terbukti dari beberapa reaksi yang tercipta pacra sang Monster mengaum.

Salah satunya adalah, keanehan terjadi pada Vali Lucifer dan Hyoudou Issei. Ya ... Hakuryuukou dan Sekiryuutei ini kehilangan Mode terkuatnya, saat ini. Tepat!. Singkatnya, Mode Overdrive Balance Breaker, dan Mode Gigantic Balance Breaker yang semula masih terlihat baik-baik saja, hancur tanpa sebab. Berganti ke dalam Mode Balance Breaker biasa.

"Patner ... Apa kau ingat tentang ceritaku soal Monster mitos yang mampu menjinakan Gread Red, dan Uroboros?" tanya Ddraig, sementara yang ditanya malah terlihat bingung. Bukan karena pertanyaan sang Naga, tapi karena nada bicaranya yang terdengar penuh kecemasan.

"Ada apa denganmu Ddraig, kau terdengar cemas?!. Selain itu, kita kehilangan Mode Gigantic Balance Breaker meski durasi waktunya masih lama—" ucapan Issei terpotong sampai disitu, karena Ddraig kembali mengatakan sesuatu, yang sejatinya tidak sejalan dengan ucapan sang Hyoudou.

"Entah kenapa aku yakin jika dia lah Monster yang dimaksud. Aku seperti merasakan apa yang dirasakan Great Red, saat berhadapan dengannya!"

"Tidak salah lagi, dia adalah sosok yang mampu menjinakan sang Merah dan sang Hitam secara sempurna ... Dia merupakan sosok yang disebut Juubi, Absolute One of the King Dragon!" ucap Ddraig. Hal yang tak jauh berbeda sepertinya juga diucapkan Albion, karena mimik Wajah Vali pun terlihat terkejut dibalik Helm Armornya.

"Jadi sosok penakluk itu bukanlah Trihexa?" gumam Vali dengan pertanyaan yang lebih ditunjukan untuk dirinya sendiri. Sementara itu, Ashura hanya tersenyum santai dibalik sikap arogannya, melihat berbagai reaksi dari lawan-lawannya. Melihat kemunculan sang Monster bernama Jubii itu.

"Bagaimana?" pertanyaan ambigu itu, seolah-olah menegaskan kemenangan Ashura yang tinggal selangkah lagi. Dan sialnya, tidak ada kata yang bisa diucapkan untuk membantah pernyataan tak langsung Ashura, selain decakan kesal dan tak percaya dari golongan ke tiga Fraksi.

"Bagaimana bisa dia mendapatkan Juubi?!. Bukankah exsistensinya menghilang sejak ribuan Tahun yang lalu?!" gumam Azazel dalam perasaan kalut yang mulai tak terkendali.

"Bahkan Ayah sendiri yang menghapuskan eksistensinya ..." lanjut Michael dengan perasaan yang sama seperti sang Mantan Gubernur Malaikat Jatuh, melengkapi pernyataan Azazel. Ashura terlihat akan menjawab kebingungan Malaikat dan Mantan Malaikat itu, namun itu urung dilakukan karena tawa Vali yang tiba-tiba terdengar nyaring.

"Huahahahahaha!. Ini benar-benar lelucon yang menyenangkan!. Apa ini membuktikan jika Dunia begitu luas?" ucapnya setelah puas tertawa.

"Sejak dulu ... Aku selalu berambisi untuk menghabisi Great Red, karena menganggap Naga Merah itu adalah yang terkuat. Namun, ternyata ada Trihexa yang dilambangkan sebagai sosok pembawa kehancuran abadi!. Tapi sialnya aku tidak memiliki kesempatan untuk bertarung dengannya!" ucap Vali.

Tepat saat mengambil nafas untuk melanjutkan ucapannya setelah puas tertawa, kini pandangan sang Hakuryuukou mengarah pada Ashura. Bukan karena marah atau semacamnya, tapi malah terlihat senang dan berterimakasih!.

"Aku mungkin harus berterimakasih padamu yang telah memunculkan Juubi itu. Karena ... Aku bisa membayar kesempatan yang hilang beberapa Tahun lalu!" lanjut Vali, mengacu pada hilangnya kesempatan untuk melawan Trihexa. Karena saat insiden itu, semuanya terselesaikan oleh pengorbanan Uzumaki Naruto.

"Ck!. Absolute One of the King Dragon ... Jangan bercanda. Catat nama Vali Lucifer, sang Hakuryuukou yang akan melampaui Mahluk-Mahluk seperti kalian!" teriak Vali dengan penuh semangat pertarungannya. Ya ... Vali yang selalu tertarik dengan sosok-sosok berkekuatan gila, mulai terbakar semangatnya saat melihat Juubi yang tak jauh berbeda dengan sosok Trihexa.

Terlebih ini juga sebagai bentuk balas dendamnya dalam artian yang berbeda!.

"Aku akan membuat sejarah ..." gumamnya mulai bersiap.

"Albion, ayo kita tunjukan!. Aku yakin kita bisa melakukannya!" teriak Vali mencoba membakar semangat sang Naga.

"Ayo tunjukan pada Sekiryuutei, jika Hakuryuukou selalu berada diatas!" lanjut pemuda bersurai perak ini, kembali mencoba membakar semangat sang Naga. Memanfaatkan rivalitas abadinya bersama Ddraig. Dan sepertinya itu berhasil, karena Albion mulai memperlihatkan keberanian dan nama besarnya sebagai salah satu dari Heavenly Dragon.

"... Aku siap!" meski cukup lama, ahirnya Albion merespon ucapan Manusia setengah Iblis itu. Mendapat respon positif, Vali tentu saja mengangguk senang. Dan tanpa berlama-lama lagi, sang Hakuryuukou kembali memasuki Mode Over-Drive Balance Breaker.

"Jika eksistensiku harus berahir disini, sepertinya aku tidak akan menyesal karena sudah berani menantang sosok yang tak pernah berani dilawan Great Red, dan Uroboros!" lanjut Albion dengan entengnya, meski ucapan itu seperti menyiratkan vonis kematian untuknya sendiri.

"Hilangkan pemikiran itu. Karena kita yang akan menang!" desis Vali seraya mulai melesat ke arah sang Juubi.

"Vali ... Terimakasih karena telah terainkarnasi menjadi Hakuryuukou" ucap Albion tiba-tiba, tepat saat pemuda bersurai perak itu bermanuver ke arah Juubi.

Ya ... Meski disebut-sebut sebagai rainkarnasi Hakuryuukou terbaik sepanjang masa, faktanya selama ini Albion tidak pernah menyukai Vali. Kenapa?. Tentu saja karena orang bernama lengkap Vali Lucifer ini terkesan sibuk sendiri dengan ambisinya, dan melupakan rivalitas sang White One dengan sang Red One.

Namun saat ini berbeda. Meski targetnya masih juga bukan si merah, namun sebuah langkah besar untuk menorehkan sejarah membuat Albion mulai menyukai cara berfikir Vali yang selalu ingin menjadi nomor satu. Bukan hanya dari Rivalnya, melainkan juga dari semua Mahluk-Mahluk kuat, yang ada di Dunia ini.

Bukankah ini juga bentuk rivalitas?. Meski merupakan hal baru, Albion mulai mengerti dan mulai menikmati bentuk rivalitas barunya!. Ya ... Menjadi sosok yang jauh lebih baik dari sang rival, bukankah sungguh menyenangkan?!.

Wuussshhh!.

Dan dengan ini, sang Hakuryuukou menjadi Mahluk pertama yang menyerang Juubi. Sementara itu, disisi Issei. Entah bagaimana interaksi Albion dan Vali Lucifer juga membangkitkan semangatnya. Meski sedikit berbeda dengan maksud tujuan sang Hakuryuukou untuk bertarung, namun itu tidak merubah keinginan Issei untuk terus maju.

"Ddraig, apa kau tidak terpancing?. Kita bahkan memiliki kekuatan yang jauh lebih menjanjikan dari Vali Lucifer. Tubuh Great Red, Aura Uroboros, dan Sekiryuutei ... Bahkan kita juga memiliki kekuatan Albion!"

"Apa kau tidak tertarik untuk melawan Monster itu dan membiarkan Hakuryuukou berada didepanmu?" tanya pemuda bersurai coklat itu.

"Ini terasa berbeda. Ada apa denganmu patner?. Bukankah selama ini keinginanmu hanyalah hidup tenang dan melakukan hal Ecchi?!"

"Tidak, kau salah Ddraig. Keinginanku tetap sama ... Tapi, jika seperti ini mana bisa aku melakukan semua itu!. Untuk hidup tenang, kita harus menghabisi setiap pengganggu yang ada bukan?!"

"Selain itu ... Aku hanya ingin melindungi Rias, meski perasaannya sudah berubah kini" lanjut Issei sedikit tersenyum kecut, saat mengatakan perubahan perasaan Rias padanya.

"Hahahahaha!. Aku menyukainya ... Jika si Manusia setengah Iblis Lucifer itu dikatakan sebagai Hakuryuukou terbaik sepanjang masa, mungkin kau adalah Sekiryuutei terunik sepanjang masa!"

"Kuharap itu pujian Ddraig!" ucap pemuda bersurai coklat itu. Mode Gigantic Balance Breaker pun sudah kembali tercipta. Namun sebelum Issei menyusul Vali untuk menerjang Juubi, Matanya terlihat beradu pandang untuk sesaat dengan Boruto. Dan seolah mengerti dengan arti pandangan itu, Boruto mengangguk.

"Aku sudah cukup untuk melawan orang itu!" ucap Boruto seraya melirik Ashura, yang masih terlihat sombong seraya melipat Tangannya di Dada. Dan dengan ini, Issei pun mulai menerjang Juubi yang masih jauh lebih besar dari Mode Giganticnya. Boruto pun mulai bersiap menerjang Ashura, namun kehadiran Azazel sedikit menahannya.

"Santai bocah. Kita serang bersama-sama" ucap Azazel. Disampingnya ada Dulio dan Saiarogh yang sudah memasuki Mode Balance Breaker mereka masing-masing. Tidak ada perubahan berarti dari Balance Breaker sang Joker. Jika dibandingkan, perubahan Balance Breakernya seperti Kiba. Sunyi!. Berbanding terbalik dengan perubahan Balance Breaker Issei, Vali, atau Saiarogh.

"Orang-orang bodoh seperti kalian akan cepat mati!" ucap Ashura sinis.

"Hah!. Kadang bodoh dan tidak tahu apa-apa cukup menguntungkan" balas Azazel. Mengacu pada apa yang dilakukan Vali beberapa saat lalu. Ya ... Kebodohan dan ketidak-tahuannya akan sosok yang dihadapi, membuat sosok seperti Azazel dan Michael yang mengetahui mengerikanya Juubi terbebas dari ketakutan mereka.

"Ya ... Terkadang ada batas dimana kita tidak perlu mengetahui sesuatu" lanjutnya dalam gumaman kecil. Mengabaikan itu, Boruto yang sudah tidak sabar lagi untuk menyerang mulai melesat tanpa memperdulikan intruksi Azazel.

"Seperti yang kukatakan barusan, jangan menghalangiku!" ucapnya sebelum melesat maju. Melihat Boruto yang sudah mulai menyerang, Dulio, dan Saiarogh pun yang juga memiliki Darah muda merasa terpancing dengan ucapan Boruto.

"Hah~ dasar anak muda ..." komentar Azazel, sebelum ikut melesat maju.

UZUMAKI BORUTO.

A Naruto High School DxD Fanfiction.

By Keris Empu Gandring.

•••••

Sudut lain Istana Hades.

Saat ini tempat bagian terdalam Bumi itu, terlihat sosok pemuda berpakaian khas Tiongkok yang sedang kebingungan mencari sesuatu. Tepat!. Dia adalah sang pemilik True Longinus bernama Cao Cao. Seorang yang disebut-sebut memiliki kuasa Surga dalam Sub-Species Balance Breaker, dalam Sacred Gear nomor wahid dari ke tiga belas Longinus itu.

Namun jangan berprasangka buruk dulu tentang mantan ketua Fraksi Pahlawan ini, karena sejak kekalahannya dari sang Sekiryuutei, dan setelah mendapatkan ceramah singkat dari sang Dewa sekelas Indra, Cao Cao sudah bertransformasi menjadi seorang pahlawan yang sesungguhnya.

Ya ... Sejak itu, dia bergabung dengan ke tiga Fraksi untuk memerangi Rezivim dan antek-anteknya secara langsung, dalam Tim DxD. Dan itu sepertinya masih tidak berubah sampai saat ini!.

"Sial seingatku dulu, Hades memenjarakan Shamael ditempat ini ... Tapi kenapa tidak ada?!"

"Apa Tengkorak itu sudah memindahkannya ke tempat lain?!" gumam Cao Cao yang secara tidak langsung menjelaskan niat dan kebingungannya. Dalam menikmati aksi kebingungannya, tiba-tiba muncul Tobio bersama dengan Grayfia disana.

"Yo!. Cao Cao, aku sudah melaksanakan bagianku, bagaimana dengan bagianmu?" tanya Tobio seraya berjalan mendekati si pemuda China, bersama Grayfia.

"Buruk. Aku masih belum menemukan Shamael, sepertinya Hades sudah memindahkan Mahluk itu ke Ruangan lain" jawab Cao Cao seraya melirik kehadiran Tobio. Namun saat pandangannya menangkap sosok Grayfia, entah kenapa pemuda itu sedikit terkejut.

"Apa dia tawanannya?. Aku tidak menyangka jika Istri dari Maou Lucifer yang akan memerankan posisi ini" ucap Cao Cao. Sementara Grayfia terlihat membuang Mukanya, menghindari pandangan pemuda China itu. Alasannya, tentu saja Grayfia merasa malu. Karena secara tidak langsung, dia sudah mencoreng nama besar Sirzech Lucifer.

"Bukan hanya dia, ada Ratu Saiarogh, dan bungsu dari keturunan Uzumaki Naruto yang juga menjadi sandra. Namun mereka kembali ke Dunia Bawah lebih dulu, untuk melakukan sesuatu" timpal Tobio mencoba menjelaskan situasinya.

"Bungsu Uzumaki Naruto?. Sayang sekali ... Padahal aku ingin bertemu dengannya" gumam Cao Cao. Sungguh diluar dugaan, ternyata yang tertarik dengan Boruto, dan Himawari bukan hanya Bangsawan Iblis, tetapi juga beberapa orang-orang kuat dari berbagai Fraksi seperti pemuda keturunan pahlawan ini.

Agaknya rekor Naruto yang menjadi juru selamat Dunia benar-benar berpengaruh untuk ketenaran anak-anaknya dari Mahluk-Mahluk yang tergabung dalam Dunia Supernatural!. Mengabaikan itu, sebuah langkah Kaki dan tawa menyeramkan tiba-tiba saja terdengar dibagian gelap Kastil Hades yang memang terkesan suram dan penuh misteri.

Ya ... Penerangan yang hanya mengandalkan beberapa Obor,membuat Istana ini menyisakan bagian gelap yanh cukup luas dalam setiap Ruangannya. Dan saat pandangan ke tiga sosok berbeda jenis itu mengikuti sumber suara, yang terlihat adalah sepasang Mata merah menyala dalam kegelapan.

"Khuhuhuhu ... Sepertinya ada Cecunguk bodoh yang menyusup ke Istanaku" ucap sosok misterius ini. Dan tidak perlu bertanya siapa sosok yang mengatakan ini, meski hanya sepasang Mata merah yang menyala dalam kegelapan, tapi baik Cao Cao, Tobio, atau pun Grayfia tentu saja mengenalinya.

Bukan hanya dari makna ucapannya yang terkesan mengakui Istana Hades sebagai kepunyaannya, tapi juga dari pancaran Aura Kematian, yang tidak sedikit pun coba untuk ditutup-tutupi.

"Hades!" gumam ke tiganya secara berbarengan, menyebutkan nama dari sosok misterius itu. Merasa keberadaannya sudah bisa ditebak, sang Raja Neraka itu lalu mulai berjalan ke tengah Ruangan untuk memperlihatkan sosok Tengkoraknya yang berbalut Jubah Pastur.

Serangai terlihat menghiasi sosok Tengkorak sang kematian. Jika dilihat dari banyaknya sobekan yang ada di Jubah Pasturnya, Hades tentunya tidak dalam keadaan baik setelah melalui pertarungan sengit dengan dua Maou Beelzebub, dan Leviathan. Tapi ini bukan alasan untuk ke tiganya menganggap remeh seorang Raja Grim Reaper seperti Hades.

"Bagaimana bisa kau berada disini?. Bukankah kau sedang bertarung dengan dua Maou Fraksi Iblis?!" meski jawabannya sudah pasti, namun tetap saja Tobio menanyakan pertanyaan klise itu. Keinginan untuk mendengar jawaban itu secara langsung dari sang Hades membuatnya tetap menanyakan ini.

"Hahhh~ mereka ya ..." ucapnya dengan nada sinis, seraya mengingat kembali apa yang terjadi dengan keadaan Ajuka, atau pun Serafall sebelum ditinggalkan. Ya ... Tergambar jelas dalam ingatan Hades, bagaimana kritisnya keadaan mereka yang sudah terkapar bersimbah Darah.

"Adalah sebuah keajaiban jika mereka bisa selamat!" ucap Hades setelah selesai dengan bayangan keadaan terahir Maou bergelar Beelzebub, dan Leviathan itu. Dan meski jawaban yang diberikan Hades tidaklah jelas, namun mereka yakin keadaan Ajuka, dan Serafall jauh dari kata baik-baik saja.

"Menurutmu, berapa presentasi kita bisa mengalahkannya?" bisik Tobio, pada Cao Cao.

"Dengan keberadaan Ratu dari kerajaan Lucifer, presentasinya mungkin 100%. Tapi itu tidak akan menjamin kita masih bisa bernafas atau tidak" jawab Cao Cao dengan perhitungannya. Sementara Grayfia hanya memilih untuk tetap fokus pada sang Raja Neraka.

"Khuhuhu ... Tidak usah terlalu serius. Lagi pula aku tidak berminat untuk bertarung dengan kalian" ucap Hades santai. Meski ucapannya berbanding terbalik dengan Aura Kematian yang dipancarkan sang penguasa Grim Reaper yang semakin meninggi.

"Aku tahu apa yang kalian cari" lanjutnya seraya memunculkan Lingkaran Sihirnya. Dan dari Lingkaran Sihir itu, muncul lah sosok yang sedang mereka cari. Shamael!. Sosok Malaikat Jatuh pertama yang jatuh dalam kegelapan abadi akibat kesalahannya dimasa lalu.

Sosok Malaikat Jatuh yang membawa racun Dragon Slayer terkuat!.

"Ambilah ... Aku meminjamkan Shamael pada kalian" ucap Hades sebelum ahirnya melangkah pergi begitu saja meninggalkan Cao Cao, Tobio, dan Grayfia yang terlihat kebingungan.

"Apa maksud semua ini?. Kenapa kau membantu kami?!" pertanyaan ini terlontar dari Mulut Grayfia yang tidak bisa menangkap maksud dari setiap tindakan Hades. Ya ... Seperti yang diketahui, Sebelumnya sang Tengkorak terlihat sangat patuh pada Ashura. Namun kenapa sekarang dia terkesan membelot pada ke tiga Fraksi, dengan meninjamkan Shamael?!.

Dan serangai yang sulit diartikan adalah bentuk jawaban dari Hades. Sebelum ahirnya sosok sang Raja bagian terdalam Bumi itu ditelan kegelapan.

"Dia ... Sangat berbahaya. Sepak terjangnya sungguh sulit untuk diartikan" ucap Tobio.

Untuk sesaat pemuda berjuluk Slash Dog ini teringat dengan ucapan Azazel sebelum turun dalam perang ini.

"Pergilah ke Kastil Hades ... Setelah mengalahkanku, Tengkorak itu mengatakan ada hal menarik dalam Kastilnya, dan menyarankan untuk menggunakan Racun Shamael. Namun kau jangan lengah ini mungkin saja jebakan"

"Karena itu, aku sudah menghubungi Cao Cao untuk menemanimu dalam tugas kali ini. Walau bagaimana pun, Tengkorang itu adalah sosok yang sulit ditebak ... Cara bertindaknya jauh lebih berbahaya dari siapa pun!"

"Sepertinya kau benar tentangnya, Azazel!" gumam Tobio, setelah selesai dengan ingatannya.

BERSAMBUNG.

Note ::

Yap, seperti biasa ... Sebelum membalas Review, Izinkan saya curhat dulu. Saat ini saya sedang tergila-gila sama game Heroes Legend. Ya ... Mungkin emang bener kali ya, yang namanya Fans, gimana pun bentuknya asal itu bertemakan sesuatu yang kita suka, pasti dikoleksi.

Ada yang main ini gak?.

Fans Naruto sih harusnya suka.

Saya sih masih baru, Chara pun baru Lv. 32 meski udah 1bulan lebih. Hahahaha~ masih cupu lah, singkatnya mah. Oh iya, yang mau saya tanyain adalah, ada yang tau gak gimana cara dapetin Ninja Rank S?. Jujur aja saya susah sekali dapetinnya. di Free (yang 5× sehari) gampang tuh munculnya si Ninja Rank S ini, cuma masalahnya kan kalo Rank S jatoh lagi.

Tapi kalo di Advance, yang nongol Rank C lagi, Rank C lagi. Kalo lagi mujur, dapetnya Rank B kalo hoki banget ya dapet Rank A!.

Kalo si Rank S kaya yang males gitu nongolnya -"

Ngeluarin duit buat beli Gold ... Ogah la yawww~ =_=

Jadi tolong lah petuahnya, dari Master-Master Heroes Legend. Saya suka sedih liat Ninja saya sekali pukul langsung tewas di Arena /(T~T)\

Okeh, cukup curhat ulangnya. sekarang saatnya mengulas Chapter, sekaligus membalas Review.

Tidak hal penting sih dalam Chapter kali ini, selain sebagai awalan untuk kekalahan Ashura. Grayfia yang masih berada di Kastil Hades, atau Himawari yang mulai pergi ke Dunia Bawah tentu saja akan memainkan perannya. Juga beberapa Chara lain, seperti Tobio Ikuse dan Cao Cao.

Seharusnya Screen itu ada di Chapter ini, tapi ternyata Word membengkak dalam penjelasan masif. Dan efeknya, Alur terasa lambat. Hal yang sebenarnya sudah terasa menjadi penyakit saya dalam menulis. Dan obatnya, hanya dengan cara merubah gaya menulis atau menambah jumlah Word.

Sayangnya, saya bukan seorang Author yang rajin untuk memberikan bacaan yang panjang. Selain itu saya masih belum menemukan teknik jitu untuk memangkas penjelasan masif tanpa mengurangi poin yang coba disampaikan. Ada saran?.

Lalu ... Jika Chapter kemaren saya memperlihatkan peranan Issei, di Chapter kali ini saya coba buat peranan Vali sebagai 'Naruto' dalam cara yang berbeda, dengan sifat maniak bertarungnya. Di Chapter ini juga peranan Azazel diperlihatkan. Itu artinya beberapa nama penting sudah melakukan tugasnya untuk membangun cerita.

Tinggal beberapa Chara lagi, sebelum ahirnya aksi tonjok-tonjokan yang sebenarnya. Dan ini tidak berarti memperlihatkan jika Issei atau pun Vali lebih kuat dari Boruto, selaku MC. Saya memang tidak pernah menganak-emaskan MC, tapi juga tidak suka jika MC kalah dalam beberapa hal penting dari pemeran sampingan.

MC tetap disegani meski tak jauh lebih kuat dari Chara lain. Mudahnya seperti Shikamaru. Yang mengalahkan Hidan, atau diakui Tobi/Obito sebagai musuh yang berbahaya.

Ya ... Soal kekuatan apa Shikamaru kuat?. Enggak!. Jurus Bayangannya lemah!. Kagemane terlalu banyak kelemahan. Cahaya, durasi, sampai batas jarak, adalah kelemahan utama. Selain itu Shikamaru juga terkendala jumlah Chakra, sehingga chara yang satu ini tidak terlalu baik dalam pertarungan panjang 1vs1.

Tapi itu tertutupi oleh Otak cerdasnya, yang bisa memaksimalkan Jutsu 'biasa-biasa saja' itu, menjadi luar biasa!. Namun meski begitu, bantuan dari sekelilingnya tetap dibutuhkan. Meski sejatinya Shikamaru bisa melakukan semuanya sendiri. Buktinya, Shikamaru bisa mengalahkan Hidan seorang diri!.

Kalo yang dikeluarkan Ashura kan udah terjawab, jadi gak usah dijelasin lagi kan?. Tapi buat kamu yang jawab Trihexa (666) bisa disebut bener sih. Toh Juubi saya buat 11-12 sama Trihexa.

Cuma kan kalo munculin Trihexa, terlalu gimanaaaaa gitu. Gak rasional banget lah intinya mah.

Okeh sepertinya sudah terjawab semuanya. Terahir, Terimakasih sudah mampir, membaca, dan memberikan Review.

Keris Empu Gandring Out.