Fool Reason

Author : Aeoulwdst61

Cast : ChanBaek

Support cast : Kaisoo & Hunhan

Genre : School life, romance, Komedi(?)

Rated : T-M

Chapter : 2 of?

This Yaoi Fanfiction

No Plagiat. Don't Plagiat. Hargai usaha orang lain.

Summary : Chanyeol yang yakin bahwa Baekhyun adalah cinta sejati yang diberi Tuhan padanya namun Baekhyun berpikir Chanyeol mau menikah dengannya karena telah melihat tubuh seksinya.

Happy Reading^^

.

.

.

.

.

Baekhyun berjalan lesu disamping Kyungsoo yang masih tampak ceria. Kyungsoo merasa tidak senang dengan kelakuan Baekhyun saat ini pun berusaha agar Baekhyun merasa nyaman dihari pertama ia masuk sekolah barunya.

" Ah~ aku merasa berjalan bersama batu" Canda Kyungsoo berusaha membuat mood Baekhyun membaik. Namun, Baekhyun masih tetap mengatupkan bibirnya sambil berjalan menunduk.

" Hah~ Baek! Berhentilah bertingkah selayaknya orang lain. Baekhyun yang kukenal itu orangnya ceria dan semangat!" Ujar Kyungsoo dengan tangan yang berada dipundak Baekhyun dan mengguncang tubuh Baekhyun pelan. Dengan berat hati Baekhyun mengangkat wajahnya menatap ke manik mata Kyungsoo.

" Tapi ini masalah harga diri,Kungsoo-ya" Baekhyun kembali menundukkan kepalanya. Kyungsoo memicingkan kedua matanya. Selang beberapa detik Kyungsoo menganggukkan kepalanya kecil.

" Jadi, biar kutebak. Apa ini masalah kejadian beberapa saat yang lalu?" tanya Kyungsoo memastikan tebakannya. Baekhyun hanya menjawab dengan gumaman kecil.

" Oh astaga ByunBaek. Aku kan sepupumu sendiri! Kau tak perlu malu pabo" ujar Kyungsoo sambil terkekeh. Kyungsoo tak habis pikir, bagaimana Baekhyun bisa malu padanya? Sejak dulu mereka bahkan sering mandi bersama.

" Kalau hanya kau aku juga tak masalah. Tapi.. ada orang lain yang melihat ku saat itu" ujar Baekhyun sambil menutup mukanya dengan kedua telapak tangan cantiknya. Sontak Kyungsoo melebarkan mata bulatnya.

" Oh itu buruk,Baek!" Kyungsoo benar-benar membuat mood Baekhyun makin buruk. Kini Kyungsoo hanya bisa mengelus bahu Baekhyun pelan dengan keadaan hening diantara mereka berdua.

" Yang melihat tubuh Baekhyun pasti om-om komplek hidung belang makanya Baekhyun merasa sangat terpukul sekarang! Menyebalkan!" batin Kyungsoo geram. Ia bersumpah jika Baekhyun memberi tau siapa om-om hidung belang yang melihat tubuh mulus Baekhyun itu, akan ia mengeluarkan jurus judo saat itu juga.

.

.

Kini Baekhyun sudah berada dikelas barunya selama 2 jam yang lalu. Ia memang tidak sekelas dengan Kyungsoo. Dan itu membuatnya agak kesal.

Baekhyun berusaha mengabaikan kejadian tadi pagi. Sekarang ia hanya berpikir bahwa semua akan baik-baik saja selama ia tak melihat tetangga barunya itu. Baekhyun pun fokus dengan pelajarannya saat ini.

Teng...teng...teng

" Baiklah, pelajaran hari ini saya akhiri. Terimakasih." Setelah Kim Saem meninggalkan kelas, Baekhyun langsung merenggangkan otot tubuhnya.

" Ah pegalnya~" keluh Baekhyun masih dengan kegiatan merenggangkan otot otot tubuhnya yang tegang karena duduk terlalu lama.

" Baekhyun-ah!" suara Kyungsoo langsung membuat beberapa anak dikelas Baekhyun menoleh kearahnya. Termasuk Baekhyun tentunya.

" Apa lihat-lihat? Aku memanggil Baekhyun, bukan kalian!" ujar Kyungsoo jutek. Baekhyun hanya terkekeh pelan melihat sifat jutek Kyungsoo yang menurutnya malah sangat imut.

Baekhyun berjalan mendekati Kyungsoo, dan dengan segera ia menarik tangan Kyungsoo untuk pergi kekantin.

.

.

" Bagaimana? Enakkan?" tanya Kyungsoo pada Baekhyun yang kini lahap memakan bekal yang dibuatkan langsung oleh Kyungsoo. Baekhyun meminum air putihnya sejenak. Lalu mengalihkan pandangannya ke Kyungsoo yang memandangnya dengan mata berbinar.

" Masakanmu benar-benar jjang,Kyung!" puji Baekhyun sambil memberi 2 jempol ke arah Kyungsoo. Kyungsoo pun tersenyum lebar dan ikut memakan bekalnya.

" Eommaku selalu mengajariku masak. Katanya biar aku bisa jadi chef yang hebat nanti!" ujar Kyungsoo dengan nada semangat. Baekhyun mengangguk semangat.

" Tentu! Aku yakin kau pasti bisa menjadi chef terkenal dan hebat!" dan mereka pun tertawa ceria. Yah, untungnya mood Baekhyun sudah sangat baik sekarang, lebih tepatnya saat ia makan masakan Kyungsoo yang sangat lezat tadi.

.

.

15 menit kemudian Baekhyun dan Kyungsoo sudah selesai dengan acara makan mereka. Kini Baekhyun dan Kyungsoo berjalan menyusuri aula sekolah. Kyungsoo menunjukan arah perpus,toilet, dan ruangan lainnya pada Baekhyun.

" Sekolah ini besar juga" ujar Baekhyun masih dengan mata yang sibuk melihat keadaan sekolahnya.

" Ne, aku saja pernah tersesat mencari toilet saat tingkat pertama dulu" Baekhyun tertawa mendengar cerita Kyungsoo. Namun, tidak dengan Kyungsoo. Kyungsoo mendenguskan napasnya kasar.

" Eh.. maaf Kyungsoo-ya. Aku tidak bermaksud tertawa" Kyungsoo menggeleng dan menatap lurus kedepan. Baekhyun tidak bertanya karena takut Kyungsoo merasa tidak baik.

" Gara-gara itu, aku selalu diganggu oleh sunbaenim mesum sok manly" Baekhyun yang mendengar perkataan Kyungsoo barusan jadi bingung. Kyungsoo menoleh kearah Baekhyun dengan wajah cemas.

" Hei! Kau kena-" ucapan Baekhyun terputus saat Kyungsoo membalikan badannya kearah belakang bermaksud lari dari seseorang yang benar-benar dihindarinya.

" Yak! Kyungsoo!" teriak Baekhyun mencoba melepaskan ganggaman tangan Kyungsoo dari pergelangan tangannya.

" A-aku akan jelaskan nanti. Ayo lari Baek!" Kyungsoo yang sudah ancang-ancang berlari tiba-tiba berhenti saat namanya dipanggil oleh 'monster' yang dihindarinya.

" Baby Soo~~!" Baekhyun sekarang merasa antara geli dan ingin tertawa mendengar panggilan tadi yang ia yakin tertuju untuk Kyungsoo.

" Menjauh dari ku,Sunbae!" ujar Kyungsoo tegas pada sosok didepannya ini. Namja yang dipanggil sunbae oleh Kyungsoo itu tidak perduli dan makin mendekat kearah Kyungsoo dan juga Baekhyun.

" Kenapa kau takut pada ku Baby? Aku sudah sangat baik padamu,bukankah begitu?" dari ucapannya saja Baekhyun yakin namja ini sering mengganggu Kyungsoo. Karena kesal melihat namja yang masih saja menggoda sepupunya Baekhyun pun maju satu langkah ke arah namja tadi.

" Maaf,sunbae. Tapi Kyungsoo sudah berkata bahwa ia tak mau kau dekati" ujar Baekhyun masih berusaha sopan. Bagaimana pun ia sedang berhadapan dengan sunbaenya kali ini.

" Oh, ada pahlawan disini" ujar namja itu sambil tertawa yang menurut Baekhyun dan Kyungsoo sangat mengerikan. Namja itu mendekat kearah Baekhyun dan memandang manik mata Baekhyun dengan tajam.

" Luhan, berhentilah menggangu Kyungsoo." Tiba-tiba suara bernada datar yang berasal tepat dari namja tinggi di belakang namja yang dipanggil Luhan tadi.

" Heh Sehun! Kau menggangu kesenanganku!" kesal Luhan melipat kedua tangannya didepan dada. Namja tinggi bernama Sehun itu memandang jenuh ke arah Luhan.

" Kembalilah kekelas kalian. Sebantar lagi masuk" bukan suara Luhan atau pun Sehun. Namun, suara bass itu berasal dari namja super tinggi diantara mereka. Baekhyun menoleh kesumber suara itu. Dan Baekhyun ingin pingsan saat ini juga!

" Dia!" Batin Baekhyun berteriak. Sedangkan namja tinggi tadi menatap Baekhyun tajam. Baekhyun berusaha memandang kearah mana saja asal tidak ke mata namja tinggi itu.

" Ternyata kau namja" ujar sosok jakung itu membuat Baekhyun bergidik ngeri. Suara bass dengan nada yang sangat datar benar-benar menyeramkan. Baekhyun lalu menarik tangan Kyungsoo cepat dan meninggalkan ketiga namja yang memandang mereka dengan tatapan yang berbeda-beda.

.

.

" Berhentilah bersikap seperti anak kecil,Lu" Ujar Sehun dengan nada yang sedikit melembut. Luhan masih setia menutup bibirnya tidak berniat meggubris namja putih disampingnya itu. Ke empat sahabat ini sedang menikmati menit-menit terakhir sebelum bel masuk berbunyi dibangku taman sekolah mereka.

" Mereka kenapa lagi Chanyeol hyung?" tanya namja tan kepada namja jakung yang sibuk dengan bukunya. Chanyeol menggendikkan bahunya malas. Hal ini susah sangat sering terjadi. Dan ia malas menjelaskan pada namja tan bernama Kai itu.

" Aku melewatkan banyak hal tadi" sesal Kai kembali fokus pada PSPnya. Sehun yang menyerah memujuk Luhan pun bergabung dengan Kai dan Chanyeol yang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Sedangkan Luhan pergi menuju kelasnya.

" Berhasil?" tanya Kai yang sudah paham situasi tadi. Sehun hanya menggeleng. Menatap Luhan yang semakin jauh dengan tatapan yang sulit diartikan.

" Aku lelah menghadapi sifat kekanakan Luhan." Ujar Sehun dengan nada jenuh. Memang Luhan dan Sehun sering sekali bertengkar karena hal kecil. Termasuk saat Luhan menggangu Hoobae mereka bernama Kyungsoo itu. Dan akhirnya Sehunlah yang akan minta maaf walaupun yang bersalah itu Luhan.

" Jadi?" tanya Kai lagi. Sebenarnya menyenangkan saat melihat kedua sahabatnya itu bertengkar. Hiburan tersendiri untuk Kai.

" Biarkan saja." Jawab Sehun cuek. Sehun menggambil PSP miliknya dan ikut bermain bersama Kai.

" Hei,Sehun" suara bass itu memecah hening. Sehun dan Kai memandang kearah Chanyeol.

" Ne,Hyung?" jawab Sehun lalu kembali fokus pada PSPnya. Chanyeol menutup buku yang dibacanya tadi lalu menatap Sehun dan Kai bergantian.

" Setidaknya hormati saat ada orang yang ingin bicara pada kalian. Berhenti bermain" ucapan datar Chanyeol membuat nyali Kai dan Sehun agak ciut juga. Akhirnya kedua namja itu fokus mendengarkan Chanyeol.

" Apa kau kenal dengan namja yang bersama Kyungsoo tadi?" tanya Chanyeol dengan raut wajah serius. Sehun menggeleng, dan entah kenapa Kai juga menggeleng.

" Kenapa kau menggeleng?" tanya Sehun heran pada kelakuan Kai barusan. Kai memandang Sehun dengan muka sok polos bak anak kecil.

" Tidak tau. Hanya ingin saja" jawab Kai santai sambil nyegir. Chanyeol berdehem, membuat Sehun kembali fokus pada pertanyaan Chanyeol tadi.

" Kurasa dia anak pindahan dari sekolah lain" ujar Sehun yakin. Karena memang baru kali ini juga ia melihat wajah asing tadi. Chanyeol mengangguk setuju.

" Kenapa memangnya hyung?" tanya Sehun penasaran. Chanyeol bukan tipe orang yang perduli dengan orang asing yang tidak dikenalnya. Namun kali ini berbeda sekali menurut Sehun.

" Jangan bilang kau Love first sight ya Chanyeol hyung?" ujar Kai mengejek Chanyeol. Namun,Chanyeol hanya diam. Sambil menatap lurus ke taman didepan mereka.

Teng...teng..teng

Bel masuk pun berbunyi. Mereka bertiga masuk kekelas masing-masing. Kai dan Sehun menuju kekelas mereka dilantai satu. Sedangkan Chanyeol kelasnya berada dilantai dua.

.

.

Baekhyun tidak bisa fokus dipelajarannya kali ini. Orang yang dihindarinya ternyata satu sekolah denganya. Baekhyun menggeram frustasi. Ia sudah merencanakan cara ia pulang agar tidak bertemu dengan namja itu. Namun, sedetik kemudian ia menggeleng pelan.

" Aish.. padahal belum tentu juga aku bertemu dengannya saat pulang nanti! Berhenti memikirkan orang itu Byun!" Akhirnya dengan perasaan yang agak tenang Baekhyun mulai mencoba fokus pada pelajarannya.

Tiba-tiba pintu kelasnya diketuk oleh sesorang. Shin Saem pun mempersilahkan orang itu masuk.

Cklek

" Siang Saem" namja itu membungkuk hormat pada Shin Saem dan berbisik sebanrtar pada Shin Saem. Sedetik kemudian namja itu mulai berbicara

" Selamat siang,teman-teman. Aku kesini mencari siswa bernama Byun Baekhyun." Ujar namja itu dan menunggu salah satu siswa dikelas itu menujuk tangan mengakui nama yang disebutkannya tadi.

" Byun Baekhyun?" ulangnya sekali lagi. Sedangkan namja yang memiliki nama yang disebut tadi menenggang saking kagetnya.

" Tuan Byun mengapa anda tidak mengangkat tangan?" tanya Shin Saem yang mengetahui siswa yang bermarga Byun dikelas ini hanya satu orang yaitu Baekhyun.

" Ma-maaf saem. Sa-saya Byun Baekhyun,sunbaenim" akhirnya setelah mengumpulkan keberanian, Baekhyun pun mengangkat tangannya.

" Itu dia Byun Baekhyun, Chanyeol-ssi. Silahkan bawa dia ke ruangan kepala sekolah" ujar Shin Saem semakin membuat nyali Baekhyun ciut dan tubuhnya mulai bergetar pelan sekarang.

" Ne,khamsahabnida Saem. Baekhyun-ssi mari ikut aku" ujar namja tadi yang ternyata adalah Chanyeol. Baekhyun pun bangkit dari tempat duduknya mengikuti Chanyeol dari belakang.

.

.

Baekhyun benar-benar merasa canggung sekarang. Namun, Baekhyun bersyukur karena Chanyeol tidak mengajaknya berbicara sedari tadi. Karena berjalan sambil menunduk, Baekhyun tidak sadar ternyata Chanyeol telah berhenti tepat didepan ruangan bertuliskan 'Ruang Kepala Sekolah'. Otomatis ia menabrak punggung Chanyeol.

" Ini ruangan Pak Kepsek. Masuklah." Baekhyun pun masuk dengan perasaan malu karena menabrak punggung Chanyeol tadi tapi ia benar benar bersyukur Chanyeol tidak ikut masuk.

.

.

Setelah 15 menit mengurus formulir kesiswaannya, Baekhyun pun bisa kembali kekelas.

" Terimakasih, Pak. Saya permisi" ujar Baekhyun sambil membungkuk hormat. Pak Kepsek mengangguk sambil tersenyum ramah.

" Ne,Baekhyun-ssi" balas pak kepsek dengan nada yang lembut dan terdengar sangat berwibawa menurut Baekhyun. Baekhyun pun keluar dari ruangan kepala sekolah. Dan saat ia keluar Baekhyun untuk kesekian kalinya hari ini ia dibuat kaget oleh sosok yang sama.

" Sudah selesai?" Tanya Chanyeol sambil menyilangkan tangannya didepan dada. Baekhyun seketika pingsan karena merasa pusing dengan sebab yang tidak jelas . Yang dia tau hanya badanya diangkat oleh Chanyeol dan setelah itu semuanya berubah menjadi gelap.

.

.

TBC

Hai hai readers ^^. Wah Ai juga nggak nyangka kalau chapter 2 lebih panjang dari chapter 1. Oh iya ada yang mau Ai jelasin disini. Jadi Kai sama Sehun itu setingkat sama Baekhyun dan Kyungsoo. Sehun nggak mau manggil Luhan pakai embel-embel hyung karena sifat Luhan yang kekanakan dan nggak cocok dipanggil hyung menurutnya. Nah kalau Luhan sama Chanyeol satu tingkat diatas BaekSooKaiHun.

Makasih untuk yang sudah baca dan yang mau memberi review ^3^. Please saling menghargai ya. Jangan jadi Siders okay? ^^ karena review dari kalian sangat berguna untuk para author pembuat FF termasuk Ai^^. Ai sebenarnya udah balas review kalian di gmail tapi malah gagal ngirim. maaf ya. tapi Ai benar-benar senang sama review kalian. makasih yaaa^^. Maafkan kalau ada typo hehe..

Next chapter akan dipublish sesuai kemauan readers kalau review banyak publishnya cepet hehe ^^.

Oke gomawo, Anyeong!