Fool Reason
Author : Aeoulwdst61
Cast : ChanBaek
Support cast : Kaisoo & Hunhan
Genre : School life, romance, Komedi(?)
Rated : T
Chapter : 4 of?
This Yaoi Fanfiction
No Plagiat. Don't Plagiat. Hargai usaha orang lain.
Summary : Chanyeol yang yakin bahwa Baekhyun adalah cinta sejati yang diberi Tuhan padanya namun Baekhyun berpikir Chanyeol mau menikah dengannya karena telah melihat tubuh seksinya.
Happy Reading^^
.
.
.
.
.
Baekhyun kini sudah berada dikelasnya setelah berhasil lari dari Chanyeol. Mambayangkan namja itu saja membuat perasaan kalutnya timbul lagi. Baekhyun menundukkan kepalanya dimeja berusaha menutupi bagian matanya yang memerah karena menangis dan mencoba mengilangkan pikirannya tentang Chanyeol. Namun,sosok Chanyeol masih mengahantui pikirannya.
" Hiks" Baekhyun benci ini. Benci dengan dirinya sendiri yang lemah dengan situasi ini. Baekhyun agak bersyukur Kyungsoo tidak mendatanginya. Ia yakin Kyungsoo akan sangat khawatir jika melihat keadaannya sekarang. Mungkin Kyungsoo sedang ada tugas tambahan –pikirnya-.
Baekhyun menahan airmatanya yang terus berlomba ingin keluar. Ia tidak ingin matanya benar-benar membengkak nanti. Baekhyun berusaha mengatur napasnya. Mencoba menenangkan dirinya perlahan masih dengan posisi kepalanya yang menunduk dimeja. Tiba-tiba ada tangan yang berada dipundaknya.
" Kumohon jangan Kyungsoo atau Chanyeol sunbae, bantu aku Tuhan" doa Baekhyun dalam hati. Ia pun memberanikan diri mendongakan kepalanya kearah orang yang memegang pundaknya itu.
Baekhyun terkejut melihta namja didepannya saat ini. ' Ada urusan apa dia dengan ku? Apa Chanyeol sunbae mengadu padanya?' batin Baekhyun mulai ketakutan.
" Ada apa,Luhan sunbae?" tanya Baekhyun berusaha bertanya dengan nada tenang walaupun dia benar-benar takut saat ini. Luhan memandang mata Baekhyun tajam.
" Apa kau melihat Baby Soo ku dibawa orang berkulit hitam?" Tanya Luhan. Baekhyun terkejut tentu saja. Orang berkulit hitam? Orang Afrika-kah?
" Aish! Maksudku Kai! Jangan berpikir aneh-aneh" ujar Luhan seolah tau apa yang dipikirkan Baekhyun. Baekhyun hanya terseyum canggung mendengar ucapan Luhan
" A-aku tidak melihat mereka,sunbae. Maaf" Baekhyun menjawab masih dengan takut. Bagaimana tidak takut, pandangan Luhan itu seperti ingin memakannya hidup-hidup. Setelah mendengar jawaban Baekhyun tadi, Luhan langsung melenggang pergi tanpa mengucapkan apapun lagi.
Baekhyun bernapas lega saat Luhan pergi meninggalkannya. Namun,saat mengingat Kyungsoo yang dibawa orang berkulit hitam atau Kai tadi, Baekhyun merasa gak cemas.
" Jangan-jangan namja bernama Kai itu teman Luhan sunbae? Jika benar, namja itu juga mesum?" batin Baekhyun gelisah. Tapi mengingat suasana hatinya sedang tidak baik sekarang Baekhyun tidak bisa mencari Kyungsoo.
" Maaf Kyung-ah. Aku tidak bisa membantumu" gumam Baekhyun lirih. Lalu ia kembali menundukan kepalanya dimeja. Mencoba menutup matanya sebentar sampai bel masuk berbunyi.
.
.
Teng...teng...teng...
Bel pulang berbunyi. Memang stelah Baekhyun mencoba tidur tadi bel masuk berbunyi dan tenyata Choi Saem tidak masuk hari ini karena istrinya yang melahirkan. Setidaknya selama 2 jam walaupun kelasnya agar ribut, Baekhyun dapat tidur dengan nyaman.
Baekhyun keluar kelas dan menunggu Kyungsoo di depan kelasnya. Tak lama Kyungsoo pun datang menghampirinya. Mereka saling melempar senyum.
" Hai Baek!" sapa Kyungsoo semangat. Baekhyun bersyukur Kyungsoo baik-baik saja.
" Hai juga Kyungsoo." Balas Bakehyun berusaha ceria. Mereka pun berjalan di aula sekolah menuju gerbang sekolah.
" Kenapa kau tidak mendatangiku saat istirahat tadi?" Tanya Baekhyun sebenarnya hanya basa basi. Tapi, jujur Baekhyun penasaran siapa itu Kai. Baekhyun melihat Kyungsoo agak kaget saat ditanya seperti itu. Kyungsoo mengela napas pelan.
" Maaf,Baek. Kau pasti kesepian ya?" Tanya Kyungsoo merasa bersalah. Baekhyun menggeleng pelan sambil tersenyum.
" Tidak kok hehe" Ujar Baekhyun menunjukan senyum manisnya. Mereka tertawa bersama. Sampailah akhirnya di gerbang sekolah. Ternyata Kwon Ahjussi belum menjemput mereka. Kwon Ahjussi itu supir pribadi Kyungsoo dari sekolah menegah sampai sekarang.
" Kyungsoo" panggil Baekhyun ke Kyungsoo yang menoleh kanan kiri mencari keberadaan Kwon Ahjussi. Setelah dipanggil Baekhyun barusan Kyungsoo langsung menoleh ke Baekhyun.
" Ne?" jawab Kyungsoo. Baekhyun agak tidak yakin dengan pertanyaannya saat ini. Tapi dia benar-benar ingin tau.
" Apa aku boleh tau... sesuatu?" Tanya Baekhyun ragu-ragu. Kyungsoo mengangguk semangat.
" Tentu saja! Apa yang ingin kau ketahui?" ucapan Kyungsoo barusan membuat Baekhyun merasa tidak apa jika bertanya.
" Kenapa Luhan sunbae mengejarmu terus? Dan siapa itu namja bernama Kai?" dapat Baekhyun liat wajah Kyungsoo yang kaget mendegar pertanyaan Baekhyun barusan. Namun, setelah itu Kyungsoo tertawa pelan.
" Kalau pertanyaan tentang Luhan sunbae aku sudah yakin kau akan bertanya. Tapi tentang Kai, itu membuatku kaget juga" Ujar Kyungsoo masih dengan kekehan pelannya. Baekhyun terus menunggu kelanjutan Kyungsoo bicara.
" Aku tau kau sangat penasaran. Tapi kalau ku ceritakan disini tidak asik. Bagaimana nanti sesampainya dirumahmu saja?" Usul Kyungsoo pada Baekhyun. Baekhyun mengangguk setuju. Tak lama Kwon Ahjussi pun datang menjemput mereka.
.
.
" Bilang pada appa dan eomma. Aku akan dirumah Baekhyun sampai jam 3. Nanti Ahjussi akan kutelpon kalau aku mau pulang" Ujar Kyungsoo pada Kwon Ahjussi. Kwon Ahjussi mengangguk mengerti.
" Baiklah. Kalau begitu Ahjussi pulang dulu. Sampai jumpa" Setelah mobil Kwon Ahjussi tidak nampak lagi, Kyungsoo dan Baekhyun masuk kerumah. Diruang keluarga ternyata ada . Baekhyun dan Kyungsoo menghampiri yang sibuk menonton acara masak-masak.
" Eomma" " Imo" ucap Baekhyun dan Kyungsoo bersamaan. menoleh pada anak dan ponakannya yang sama-sama manis menurutnya itu. tersenyum hangat pada Baekhyun dan Kyungsoo.
" Kalian sudah pulang. Mau makan?" Baekhyun dan Kyungsoo sama-sama menggeleng. menaikan sebelah alisnya.
" Kalian tidak lapar?" Tanya lagi. Baekhyun dan Kyungsoo lagi-lagi menggeleng.
" Kami sudah makan. Masakan chef Kyungsoo benar-benar enak,Eomma" Ujar Baekhyun sambil menatap Kyungsoo jahil. Kyungsoo yang disebut dengan embel-embel 'Chef' hanya bisa tersipu malu.
" Wah, seharusnya Chef memasakan untuk Imo juga" Canda . Kyungsoo tertawa pelan.
" Lain kali akan kubawakan untuk Imo juga" Ucapan Kyungsoo langsung disambut baik oleh .
" Sudah dulu eomma. Aku dan Kyungsoo punya urusan penting" Baekhyun menarik tangan Kyungsoo menuju kamarnya. tersenyum melihat anak dan ponakan manisnya.
.
.
Cklek.
Baekhyun dengan segera menutup pintu kamarnya dengan rapat. Ia melangkah mendekati Kyungsoo yang sudah duduk diranjangnya.
" Jadi, bisa ceritanya dimulai?" ujar Baekhyun yang sudah menyamankan posisinya. Kyungsoo menganggukan kepalanya santai.
" Akan kumulai. Ingat! Jangan memtong ceritaku!" Baekhyun mengangguk patuh. Kyungsoo memulai ceritanya.
Flashback
SeoulHS. Inilah sekolah baru Do Kyungsoo. Setelah seminggu melewati masa pengenalan dengan lingkungan sekolah, kini kegiatan belajar sudah dimulai. Kyungsoo berada dikelasnya, sibuk dengan buku catatan. Kim Saem sedang sibuk mencoretkan kapur dipapan tulis hijau yang besar itu. Sambil sesekali menoleh kearah siswanya yang sibuk mencatat.
Termasuk Kyungsoo. Namun,Kyungsoo terlihat agak gelisah. Melihat gerak-gerik Kyungsoo yang kurang nyaman itu, Jongdae-teman sebangku Kyungsoo- mencoba bertanya padanya.
" Kau baik-baik saja,Kyungsoo-ssi?" mendengar pertanyaan Jongdae barusan Kyungsoo menoleh dan menggelengkan kepalanya pelan. Jongdae menyerngitkan dahinya bingung. Melihat dahi jongdae yang berkerut,Kyungsoo mencoba memberitaunya.
" Aku ingin pipis,Jongdae-ssi. Tapi Kim Saem sangat menyeramkan" Bisik Kyungsoo pelan ditelinga Jongdae. Jongdae mengangguk paham. Tanpa diduga Jongdae mengangkat tangannya.
" Saem,Kyungsoo-ssi ingin ketoilet" suara Jongdae yang menggelegar dikelas lantas membuat siswa lain menoleh kearah mereka. Kim Saem menurunkan kacamata yang bertengger dihidungnya.
" Ya,silahkan" jawab Kim Saem dengan nada datar, dan kembali berkutat dengan papan tulis. Kyungsoo bernapas lega, lalu tersenyum pada Jongdae sebagai tanda terimakasih. Jongdae membalas dengan senyum dan anggukan pelan.
" Saya permisi,Saem" izin Kyungsoo hanya dibalas anggukan pelan oleh Kim Saem. Kyungsoo keluar kelas agak terburu-buru. Oh tidak, ia melupakan letak toilet sekolah mereka yang besar ini.
" Tuhan,tolong aku" batin Kyungsoo hampir putus asa. Ia berkeliling dari tadi namun masih tidak menemukan toilet. Saat matanya sibuk melihat kesana-kemari, ada dua namja diaula yang sama dengannya. Dengan cepat Kyungsoo menghampiri kedua namja yang memiliki tinggi badan yang sangat berbeda itu.
" Ehm.. permisi. Bisa kalian tunjukan dimana letak toilet?" tanya Kyungsoo dengan badan yang bergerak gelisah. Kedua namja itu menatap Kyungsoo yang sepertinya sangat tidak nyaman sekarang.
" Chanyeol, kau duluan saja. Aku mau membantu anak ini dulu" ujar namja yang lebih pendek. Namja jakung yang dipanggil Chanyeol itu mengangguk lalu melenggang pergi.
" Nah mari ikut aku" ujar namja pendek itu ramah. Kyungsoo mengikuti namja tadi dari belakang. Setibanya ditoilet, Kyungsoo langsung berlari masuk kedalam salah satu bilik. Namja yang mengantar Kyungsoo tadi menatapnya bingung.
" Sepertinya dia sudah menahan terlalu lama" Gumam nya pelan sambil terkekeh. Tak lama Kyungsoo pun keluar dengan wajah yang sangat lega. Melihat namja yang sudah menolongnya barusan masih menunggunya, Kyungsoo tersenyum canggung.
" Terimakasih atas bantuannya" Ujar Kyungsoo sambil membungkukan badannya tanda terimakasih. Namja tadi tersenyum.
" Ya,sama-sama. Aku yakin kau anak baru. Siapa namamu?" tanya namja tadi sambil menjulurkan tangannya bermaksud berjabat tangan dengan Kyungsoo. Melihat tangan namja tadi, Kyungsoo pun menjabatnya.
" Aku Do Kyungsoo. Masih tingkat pertama" ujar Kyungsoo agak malu-malu. Namja tadi mengangguk.
" Aku Luhan. Tingkat kedua. Ah, lebih baik kau cepat kekelas. Gurumu pasti sudah menunggu lama" ujar Luhan melepaskan jabatan mereka. Kyungsoo membungkuk lagi.
" Terimakasih lagi,Sunbae. Saya permisi" Kyungsoo melenggang pergi menuju kelasnya. Luhan berharap anak itu tidak tersesat lagi. Setelah melihat Kyungsoo yang sudah sangat jauh, iapun pergi menuju kelasnya.
.
.
Teng..teng..teng.
Bel istirahat pertama berbunyi. Para siswa pun mendesah lega. Sebagian besar memilih kekantin mengisi perut mereka yang lapar. Sebagian lagi sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kyungsoo yang sudah amat lapar membawa bekalnya menuju kantin.
" Penuh ya?" kepalanya melihat ke seluruh penjuru kantin. Mencoba mencari tempat kosong. Namun,tiba-tiba saja ada tangan yang menepuk bahunya. Dengan cepat Kyungsoo menoleh.
" Sunbae?" Namja yang dipanggil sunbae tadi tersenyum.
" Mau bergabung? Kelihatannya kau sulit mengambil tempat duduk" Tawar Luhan langsung diterima Kyungsoo, dia benar-benar lapar sekarang. Kyungsoo bergabung dengan Luhan dan teman-temannya.
Kyungsoo makan dengan tenang sedangkan keempat yang bersamanya agak-sangat- ribut. Tapi Kyungsoo mau tidak mau diam saja, diakan hanya menumpang dengan Luhan sunbae dan temannya itu.
" Kai dan Sehun setingkat denganmu,Kyungsoo-ssi" Ucap Luhan tiba-tiba membuat Kyungsoo agak kaget juga. Namun, ia langsung menundukkan kepalanya sedikit.
" Yang hitam itu Kai, yang putih namanya Sehun. Nah, kalau tiang ini namanya Chanyeol" Luhan menunjuk nunjuk namja di sampingnya. Kyungsoo mengangguk.
" Salam kenal" Ujar Kyungsoo. Hanya Chanyeol dan Sehun yang menjawab salamnya. Namja bernama Kai malah menatapnya serius. Kyungsoo yang merasa canggung dilihat seperti itu mengalihkan pandangannya kekotak makannya lagi.
" Kau dikelas mana?" Suara Kai membuat Kyungsoo menoleh. Kyungsoo menujuk dirinya. Kai mengangguk malas.
" Kelas X-1" ujar Kyungsoo. Kai mengangguk paham. Keadaan diantara mereka menjadi hening.
Teng..teng..teng
Akhirnya bel masuk berbunyi. Kyungsoo izin kekelasnya duluan. Tapi, Kai menahannya.
" Bersama saja. Kelas kita bersebelahan" Ujar Kai masih dengan tangan yang memegang pergelangan tangan Kyungsoo. Kyungsoo terdiam sebentar, lalu mengangguk.
Ketika ia dan Kai berjalan-dengan tangan yang sudah tidak bergandengan lagi- Luhan langsung menghadang mereka dari depan. Belum sempat Kai atau Kyungsoo protes. Luhan tiba-tiba mencium pipi Kyungsoo.
" YAK! PABO! APA YANG KAU LAKUKAN!" Bukan Kyungsoo yang berteriak, tapi Kai. Kyungsoo terdiam ditempatnya, Kai sibuk memarahi Luhan. Sedangkan Luhan? Ia tetap santai dan berlagak cool.
" Sudah Kai, kau bawa saja Kyungsoo-ssi kekelasnya. Anak itu biar aku yang urus" Ujar Sehun dengan nada jengah. Kai langsung membawa Kyungsoo lari dari kantin menuju kelasnya.
Diperjalanan menuju kelas mereka, Kai maupun Kyungsoo hanya diam. Kai yang merasa ridak enak atas perlakuan Luhan ke Kyungsoo mencoba mencari topik untuk mencairkan suasana.
" Jangan perdulikan Luhan hyung. Dia memang tidak waras" Kyungsoo masih menundukan kepalanya. Akhirnya mereka sampai dikelas. Kai sempat menepuk pelan kepala Kyungsoo lalu mengelusnya.
" Maafkan dia ya?" Ujar Kai pelan sambil tersenyum. Kyungsoo termangu melihat senyuman Kai.
" Tampan" Batin Kyungsoo saat melihat senyum menawan Kai. Kyungsoo menggelengkan kepalanya.
" Bukan Kai-ssi yang salah. Tidak apa" Ujar Kyungsoo pelan. Kai mengganguk paham.
" Baiklah. Aku kekelas dulu. Bye" Kai berbalik menuju kelasnya yang berada tepat disamping kelas Kyungsoo. Kyungsoo memeganng pipinya yang memerah.
" Terimakasih Kai-ssi" batin Kyungsoo dengan senyum manis dibibir tebalnya. Setelah itu ia masuk kekelas dengan mood yang sangat baik.
Flashback off
.
.
" Begitulah" Ujar Kyungsoo mengakhiri ceritanya. Baekhyun yang benar-benar mendengarkan cerita Kyungsoo pun mengerti.
" Jadi,kau menghindari Luhan sunbae. Dan kau menyukai Kai?" Tanya Baekhyun mencoba menyimpulkan. Kyungsoo mengangguk. Lalu menggeleng dengan cepat.
" A-aku tidak suka dengan K-Kai" ujar Kyungsoo terbata. Baekhyun terkekeh pelan. Anak ini mau berbohong ternyata. Baekhyun jadi sangat ingin menjahili sepupunya.
" Hati-hati Kai diambil oranglain" Goda Baekhyun sontak membuat mata bulat Kyungsoo membesar. Lagi-lagi Baekhyun terkekeh.
" Kalau suka bilang saja. Sepertinya Kai juga suka padamu" Ujar Baekhyun merebahkan badannya diranjang lalu diikuti Kyungsoo.
" Aku takut dia tidak menyukaiku,Baek" Kyungsoo berucap dengan lirih. Baekhyun juga bingung. Dia tidak tau tentang cinta. Sungguh.
" Kalau tentang cinta, aku tidak bisa menolongmu,Kyung. Maaf" Kyungsoo mengangguk sambil melihat langit-lagit kamar Baekhyun. Lalu matanya beralih kearah jam.
" Sepertinya aku pulang lebih cepat dari janjiku." Kyungsoo pun bangkit dari rebahannya. Baekhyun juga ikut bangun.
" Aku akan menelpon Kwon Ahjussi" Kyungsoo mengeluarkan gadgetnya lalu menekan nomor Kwon Ahjussi.
" Hallo,Ahjussi? Jemput aku ya." Setelah itu Kyungsoo mematikan sambungan telponya.
" Dia sudah didepan ternyata" Kekeh Kyungsoo membuat Baekhyun berdecak kagum pada Kwon Ahjussi yang menurutnya mempunyai kekuatan batin dengan Kyungsoo.
.
.
" Bye,Baekhyun-ah" teriak Kyungsoo dari dalam mobilnya. Baekhyun hanya balas dengan lambaian tangannya sambil tersenyum. Tak lama,mobil Kyungsoo sudah tak nampak lagi. Baekhyun melangkahkan kaki nya berniat berbalik menuju pintu rumahnya. Namun-
" Hai Baekhyun!" Suara yang tidak terlalu asing itu memanggilnya. Baekhyun melotot melihat orang di sebrang rumahnya.
" Chanyeol Sunbae?" Gumamnya pelan. Chanyeol melambaikan tangan kearah Baekhyun lalu berlari kecil menyebrang kerumah Baekhyun yang masih terdiam.
" Oi,Baek!" panggil Chanyeol lagi kini tepat di depan Baekhyun. Baekhyun yang sadar jaraknya dengan Chanyeol hanya terpaut tiga jengkal langsung mundur kebelakang.
" Kau masih takut dengan ku ternyata" Ujar Chanyeol mendengus kecewa. Baekhyun jadi tidak enak. Ia maju satu langkah ke hadapan Chanyeol.
" Bukan begitu,Sunbae. Aku hanya kaget tadi" Jawab Baekhyun membuat Chanyeol kembali tersenyum senang. Mereka sama-sama terdiam. Bingung da canggung.
" Ehm.. Maafkan aku. Aku.. ntahlah badanku bergerak dengan sendirinya. Aku tidak bermaksud mesum pada mu,Baekhyun" Ujar Chanyeol dengan nada menyesal. Tangannya menggenggam tangan Baekhyun.
" Ti-tidak apa,Sunbae" Ujar Baekhyun lagi-lagi membuat Chanyeol lega. Namun, tiba-tiba Baekhyun melepaskan tangan mereka.
" A-Aku harus masuk. Bye sunbae" dengan cepat Baekhyun masuk kerumahnya. Menyisakan Chanyeol yang terdiam karena kaget. Kemudian Chanyeol tersenyum
" Setidaknya kau memaafkanku" Batin Chanyeol senang lalu menuju kerumahnya sambil tersenyum senang.
.
.
TBC
Hoaah! Maaf baru update hehe.. habisan yang ngasih review dikit. Tapi makasih yang udah berbaik hati menyempatkan riview yah^^.
Don't be silent readers please :'3.
Oke,Gomawo^^.
