Fool Reason
Author : Aeoulwdst61
Cast : ChanBaek
Support cast : Kaisoo & Hunhan
Genre : School life, romance, Komedi(?)
Rated : T
Chapter : 5 of?
This Yaoi Fanfiction
No Plagiat. Don't Plagiat. Hargai usaha orang lain.
Summary : Chanyeol yang yakin bahwa Baekhyun adalah cinta sejati yang diberi Tuhan padanya namun Baekhyun berpikir Chanyeol mau menikah dengannya karena telah melihat tubuh seksinya.
Happy Reading^^
.
.
.
.
.
Baekhyun sedang berguling-guling tidak jelas diranjang besarnya. Setelah Kyungsoo pulang lalu kembali bertemunya ia dengan Chanyeol membuat jantungnya berdegup tidak karuan. Baekhyun berhenti berguling-guling lalu mengusap wajahnya kasar karena frustasi.
" Apa yang terjadi padaku sebenarnya?!" Teriak Baekhyun dengan nada frustasi. Ia menerawang kearah langit-langit kamarnya. Tangannya bergerak menuju kearah dadanya. Merasakan bagaimana jantungnya berdegup tidak beraturan sekarang.
Baekhyun memang tidak pernah pacaran atau mengenal betul apa itu cinta, tapi setidaknya ia tau sedikit karena pernah membaca novel milik eommanya.
-Perasaan cinta. Cinta bisa datang pada siapa saja,kapan saja,dimana saja,dan tanpa alasan yang pasti-
Baekhyun ingat betul kalimat yang berada dinovel itu. Apa benar ia jatuh cinta pada Chanyeol? Namja yang melihat tubuhnya waktu itu? Juga yang menciumnya secara tiba-tiba? Oke, untuk alasan yang terakhir bukan salah Chanyeol sepenuhnya.
" Kalau kuceritakan ke Kyungsoo- ah tidak. Aku terlalu cepat menyimpulkan hanya karena mengingat kalimat novel itu" Baekhyun menggeleng keras. Kepalanya terasa pening hanya karena memikirkan hal ini. Baekhyun mencoba menutup matanya berusaha tidur. Mungkin saat ia bangun nanti, semuanya akan berjalan normal.
.
.
Kini sudah menunjukan waktunya makan malam. Namun,Baekhyun belum juga keluar dari kamarnya. berinisiatif membangunkan Baekhyun yang sudah tidur terlalu lama. melangkahkan kakinya kekamar Baekhyun.
Tap..tap..tap..
Langkah kakinya menaiki tangga terdengar jelas karena keadaan rumah yang agak sepi sekarang. Tuan Byun masih dalam perjalan pulang. Sedangkan maid mereka berada didapur menyiapkan makan malam.
Ckreak
membuka pintu kamar Baekhyun dengan pelan. Ia tersenyum melihat sang anak yang masih terlelap tidur. Ia melangkah mendekati ranjang Baekhyun. Perlahan ia mengusap rambut halus Baekhyun dengan sayang.
" Byun-ee. Ayo bangun,chagiya" ujar dengan nada yang sangat lembut. Baekhyun yang mendengar suara eommanya samar-samar, perlahan membuka matanya. Ia mencoba memfokuskan pandangannya.
" Ayo bangun. Waktunya makan malam" ujar lagi. Baekhyun sedikit bergumam tidak jelas lalu memposisikan tubuhnya duduk. Ia menggusal pelan matanya yang masih terasa ngantuk.
" Hm.. eomma duluan saja. Nanti aku menyusul" Ujar Baekhyun dengan suara serak khas orang bangun tidur. mengangguk paham. Mengusak pelan rambut Baekhyun lalu keluar dari kamar Baekhyun. Baekhyun berjalan menuju kamar mandinya berniat membasuh mukanya agar lebih segar.
Setelah membasuh mukanya Baekhyun merasa lebih segar sekarang. Ia melihat gorden balkon kamarnya belum tertutup. Baekhyun melangkah kearah balkonnya untuk menutup gorden. Tapi,saat ia ingin menutup gorden itu angin malam yang terasa segar berhembus ketubuhnya membuat Baekhyun malah keluar menuju balkonnya.
Baekhyun merentangkan tangannya menikmati angin yang berhembus sambil memejamkan mata indahnya. Ternyata,seorang namja sedang melihat Baekhyun dari sebrang sana. Ya,itu park Chanyeol. Chanyeol sedang menikmati angin malam sambil bermain gitar dan langsung disuguhi oleh sosok yang sudah mencuri perhatiannya saat pertama kali mereka bertemu.
" Byun Baekhyun." Gumam Chanyeol pelan. Chanyeol masih asik dengan acara menatap Baekhyun yang juga masih merasakan segarnya angin malam. Dan secara tiba-tiba, Baekhyun membuka matanya dan langsung terfokus pada Chanyeol yang juga sedang menatapnya. Baekhyun terkejut tentu saja. Jantungnya kembali berdegup namun ini terasa menyenangkan entah kenapa.
Chanyeol langsung berdiri dari duduknya dan melambai-lambai pada Baekhyun dengan mulut yang menggumamkan 'Hai'. Baekhyun dengan gerakan pelan dan malu membalas lambaian tangan Chanyeol dengan senyum tipis. Chanyeol disebrang sana sungguh sangat senang sekarang. Baekhyun membalas lambaiannya dengan senyum yang sangat cantik.
Namun,tiba-tiba raut wajah Chanyeol berubah menjadi kaget dan Baekhyun menyadarinya. Chanyeol memberi kode dengan menunjukkan tangannya kearah belakang. Baekhyun dengan perlahan menoleh kearah belakangnya. Oh,ternyata appanya.
Tuan Byun memiringkan sedikit kepalanya melihat siapa orang yang dilambai Baekhyun barusan. Chanyeol yang sadar Tuan Byun sedang melihatnya, menundukkan tubuhnya memberi hormat. Tuan Byun membalas gerakan Chanyeol dengan hal yang sama.
" Maaf menganggu acara pacaran kalian, tapi eommamu sudah menunggu diruang makan,Baekhyun-ah" Ujar Tuan Byun dengan wajah jahilnya. Baekhyun tau appanya sedang bercanda. Namun,jantungnya lagi-lagi berdegup ketika sang appa menyebutkan kata 'Pacaran'. Baekhyun meninju pelan bahu appanya.
" Haha.. baik-baik. Appa duluan ya. Pamit lah pada namja disebrang sana,tak baik langsung meninggalkan orang tiba-tiba" setelah melambaikan sedikit tangannya kearah Chanyeol, Tuan Byun melenggang pergi menuju dapur.
Chanyeol yang penasaran dengan perbincangan kedua anak dan appa tadi menatap Baekhyun bingung. Baekhyun hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. Pipinya merona sekarang. Untunglah Chanyeol berjarak agak jauh darinya, jadi tak bisa melihat dengan jelas rona merah itu.
Baekhyun mengisyaratkan bahwa ia harus masuk sekarang, dan Chanyeol mengangguk paham. Lalu setelah Baekhyun melambaikan tangan kearah Chanyeol, Baekhyun langsung menutup gordennya dan menuju ruang makan.
Chanyeol merasa Tuhan sangat baik padanya. Hanya dengan berbicara dengan Baekhyun lewat isyarat seperti tadi saja membuatnya sangat bahagia.
" Besok aku harus berbicara secara langsung dengan Baekhyun" gumam Chanyeol pada dirinya sendiri. Lalu ia beranjak masuk kekamarnya membawa gitar kesayangannya itu. Sepertinya ia akan tidur dengan senyuman malam ini.
.
.
Wajah Baekhyun tak berhenti merona sejak ia memasuki ruang makan. Eomma dan appa nya memandang Baekhyun dengan tatapan menggoda. Lalu kedua orang tuanya itu berbisik tapi dengan suara yang keras –sengaja- agar Baekhyun mendengarnya.
" Jadi,Byun-ee ku sudah punya pacar?" tanya berbicara tepat disamping telinga appa Tuan Byun. Tuan Byun mengangguk menjawab bertanyaan istrinya.
" Ya,mungkin saja. Tapi,Baekhyun tidak mau mengakuinya" Ujar Tuan Byun dengan nada kecewa yang dibuat-buat. Baekhyun yang sudah tidak kuat terus digoda oleh kedua orangtuanya mencoba berbicara.
" Appa, eomma. Aku tidak pacaran dengan Chanyeol sunbae" ujar Baekhyun pada akhirnya. Tuan Byun dan menoleh padanya dengan tatapan pura-pura kaget.
" A-apa yang kau maksud? Memang eomma dan appa membicarakanmu?" ujar masih pura-pura tidak tau. Tuan Byun mengangguk menyetujui ucapan .
" Berhentilah menggodaku" ujar Baekhyun sambil mempoutkan bibir tipisnya. Langsung saja Tuan Byun dan tertawa lepas. Baekhyun hanya merengut melihat kedua orangtuanya yang sangat jahil.
" Ahaha~ baik-baik. Jadi,namja itu namanya Chanyeol?" Baekhyun hanya mengangguk menjawab pertanyaan .
" Dia sunbaemu disekolah?" Baekhyun lagi-lagi hanya mengangguk menjawab pertanyaan Tuan Byun.
" Dan kau suka padanya?" Baekhyun menangguk tanpa sadar tapi sedetik kemudian ia menggeleng keras dengan pipi yang merona lagi.
" Ka-kalian menjebakku!" Baekhyun berucap dengan nada kesal. Memandang eomma dan appanya yang tertawa pelan melihat tingkah Baekhyun yang sangat lucu.
" Baiklah,eomma dan appa minta maaf,oke?" tanya memandang Baekhyun dengan tatapan memohon. Baekhyun menganggukkan kepalanya. Mereka kembali melanjutkan acaran makan malam mereka dengan sekali berbicara dengan santai.
.
.
Akhirnya Baekhyun bisa kembali kekamarnya. Ia harus berkerja keras mengatur degup jantungnya karena terus digoda oleh kedua orangtuanya dimeja makan. Baekhyun pun duduk dikursi meja belajarnya, menyiapkan buku untuk besok ia sekolah. Dan,mengerjakan beberapa tugas rumah yang diberikan oleh Saem disekolah.
Setelah kira-kira 15 menit kemudian, Baekhyun sudah menyelesaikan tugas-tugasnya. Ia berjalan menuju ranjangnya. Baekhyun hanya diam,bergelung didalam selimut tebalnya. Hari ini banyak peristiwa terjadi.
Seolah mengulang kaset lama,Baekhyun mengingat lagi kejadian dimana ia menangis saat Chanyeol menciumnya. Tapi,saat ini ia malah tersipu.
" Aku pasti sudah gila" gumamnya sambil menepuk pipinya yang menghangat. Baekhyun terkekeh pelan. Mengapa dengan mengingat Chanyeol saja ia merasa senang?
" Sudahlah Byunbaek,lebih baik aku tidur sekarang" batinnya. Baekhyun pun menyamankan posisinya diranjang, lalu ia pun tidur dengan nyaman.
.
.
07.45 a.m
Baekhyun bersama Tuan Byun sedang menikmati sarapan mereka. Baekhyun meminum susunya lalu ia berdiri dari kursi. Menatap sang appa yang makan terlalu lama menurutnya.
" Appa,cepatlah. Kalau aku terlambat bagaimana?" Tuan Byun hanya mengangguk masih fokus dengan korannya. Baekhyun mendengus kesal. Lalu Baekhyun berjalan menuju pintu keluar, bermaksud menhampiri eommanya dan mengadu tentang appanya.
" Eom-eh?" Astaga ini masih pagi, dan Baekhyun harus mengontrol degup jantungnya lagi. Apa orang itu tidak bisa muncul nanti saja?. Iya,siapa lagi. Itu park Chanyeol. Baekhyun menarik napasnya dalam lalu menghampiri eommanya yang sedang berbicara bersama Chanyeol.
Chanyeol ternyata sadar Baekhyun menhampiri mereka. Ia melemparkan senyum kearah Baekhyun dan dibalas Baekhyun dengan senyum yang sangat tipis. Baekhyun menyentuh pundak pelan, pun menoleh kearah Baekhyun dengan senang.
" Ah,ini dia. Nah,cepat berangkat kesekolahmu. Nanti terlambat" ucapan membuat Baekhyun bingung. Jelas-jelas ia juga sedang menunggu appanya. Sedangkan yang dtunggu belum juga keluar dari rumah.
" Itu dia,eomma. Appa terlalu lama bergerak. Minum kopi perlahanlah,sibuk dengan korannya lah. Aku bisa terlambat" suara rengekan Baekhyun membuat dan Chanyeol tersenyum. Baekhyun yang melihat ekpresi aneh-menurutnya- eomma dan sunbaenya langsung mengekerutkan dahinya bingung.
" Apa?" tanyanya pelan. menunjuk kearah Chanyeol. Baekhyun menatap eommanya,meminta penjelasan yang lebih jelas.
" Berangkat dengan Chanyeol saja, kalau menunggu appamu kau pasti terlambat" mendorong tubuh Baekhyun mendekat kearah Chanyeol. Baekhyun hanya terdiam saat tubuhnya sudah menempel dengan Chanyeol.
" Nah,Chanyeol. Ahjuma titip Baekhyun ya. Jangan ngebut oke?" ujar pada Chanyeol yang sibuk tersenyum sendiri.
" Baik,ahjuma. Ayo,Baekhyun-ssi" Chanyeol sudah duduk diatas motor besarnya. Baekhyun masih terdiam ditempatnya berdiri. menggeleng melihat gerak anaknya yang sangat lambat.
" Cepat naik,Byun-ee. Chanyeol menunggumu" ucapan barusan mau tidak mau dituruti Baekhyun. Baekhyun kini sudah duduk dibelakang Chanyeol. Setelah pamit dengan ,Chanyeol melajukan motornya kesekolah.
.
.
Baekhyun maupun Chanyeol hanya diam. Dari perjalanan mereka menuju kesekolah sampai saat ini mereka sudah berada diaula sekolah. Keduanya sama-sama sibuk menenangkan degup jantung yang menggila. Tapi,Chanyeol tak mau jika terus diam tanpa berbicara dengan Baekhyun.
" Percuma saja aku memboncengnya tadi kalau tidak bicara sedikitpun dengannya" batin Chanyeol. Chanyeol berdehem. Baekhyun menoleh kearah Chanyeol. Saat ini mereka berada didepan kelas Baekhyun.
" Em..Baekhyun-ssi. Ada yang ingin kubicarakan. Bisakah saat istirahat aku kekelasmu?" Baekhyun sebenarnya kaget dengan ajakan Chanyeol, ingin sekali ia menolak. Tapi,Baekhyun merasa tidak enak kalau menolak ajakan Chanyeol.
" Y-ya. Boleh saja" jawaban Baekhyun sungguh membuat Chanyeol senang. Ia memegang pundak Baekhyun sambil menatap dengan mata berbinar. Baekhyun menahan napasnya,bagaimana tidak. Wajah mereka sangat dekat sekarang.
" Sunbae, wajah kita terlalu dekat" tegur Baekhyun pada Chanyeol yang masih asik dengan posisinya tadi. Chanyeol pun tersadar lalu melepaskan tangannya dari pundak Baekhyun dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Maaf. Aku terlalu senang" wajah Baekhyun merona mendengar ucapan Chanyeol. Chanyeol senang hanya karena Baekhyun mengiyakan ajakannya? Namanya juga sedang kasmaran.
" Wajahmu memerah" ujar Chanyeol sambil memperhatikan wajah Baekhyun yang merona hebat. Baekhyun menepuk pipinya sambil membulatkan matanya.
" Sungguh? Wajah sunbae juga" dengan jarak yang sedekat ini Baekhyun bisa melihat wajah Chanyeol juga merona walau tidak semerona pipinya. Mata Chanyeol membulat-kaget-.
" Tidak kok." Ujar chnayeol berusaha mengelak. Tanpa diduga Baekhyun memegang pipi kanannya. Chanyeol lagi-lagi melotot kaget.
" Ini buktinya. Bahkan sekarang wajah sunbae lebih memerah lagi" Ujar Baekhyun masih dengan tangan yang berada dipipi Chanyeol. Chanyeol nyengir.
" Tentu saja. Kau memegang pipiku,Baekhyun-ssi" ujar Chanyeol. Baekhyun bingung dengan ucapan Chanyeol barusan. Setelah melepaskan pegangannya dari pipi Chanyeol, Baekhyun menatap Chanyeol minta penjelasan.
" Kau memegang pipiku. Pipiku memerah. Bagitu" Chanyeol juga tidak tau kenapa dia berubah jadi tidak bisa menyusun kata-kata. Padahal Chanyeol ingin sekali bilang ' Kau memegang pipiku. Pipiku memerah. Karena yang memegangnya orang yang kusukai' tapi kalimat itu sama seklai tidak bisa keluar dari mulutnya.
Teng..teng..teng..
Baekhyun dan Chanyeol mendengus kesal. Sadar bahwa mereka sama-sama kesal, Baekhyun dan Chanyeol tertawa. Chanyeol mengusap rambut Baekhyun pelan, dan lagi-lagi wajah Baekhyun merona.
" Ingat,istirahat aku akan menjemputmu! Jangan pergi dengan Kyungsoo,oke?" Baekhyun hanya menganggukan kepalanya. Chanyeol tersenyum senang, lalu ia melambaikan tangannya kearah Baekhyun, dan menuju kekelasnya sendiri.
" Aku yakin aku jatuh cinta padanya" batin Chanyeol dan Baekhyun bersamaan dengan senyum dibibir mereka.
.
.
TBC
Nah,moment chanbaeknya aku tambahin disini. Hoho,, sepetinya benih benih cinta mulai tumbuh. Chap selanjutnya, kalian akan tau mengapa Baekhyun takut dengan orang mesum,dan alasan Baekhyun merasa 'takut' dengan Chanyeol.
Typo mohon dimaafken hehe..
Oke,makasih yang udah follow/fav dan yang udah mau review ^3^. Saling menghargai ya. Jangan silent readers~~
Oke,gomawo ^^
