Fool Reason

Author : Aeoulwdst61

Cast : ChanBaek

Support cast : Kaisoo & Hunhan

Genre : School life, romance, Komedi(?)

Rated : T-M

Chapter : 6 of?

This Yaoi Fanfiction

No Plagiat. Don't Plagiat. Hargai usaha orang lain.

Summary : Chanyeol yang yakin bahwa Baekhyun adalah cinta sejati yang diberi Tuhan padanya namun Baekhyun berpikir Chanyeol mau menikah dengannya karena telah melihat tubuh seksinya.

Happy reading^^

.

.

.

.

.

Chanyeol sangat tidak fokus dalam kegiatan belajarnya sekarang. Yang ada dipikirannya saat ini hanya Baekhyun. Kris-teman sebangku Chanyeol- merasa risih.

" Apa dia sedang kerasukan setan?" batin laki-laki yang melebihi tinggi Chanyeol itu. Mengapa Kris berpikir Chanyeol kerasukan? Jelas saja. Sedari tadi senyuman tak lepas dari bibirnya dan dengan lirih, jika Kris tidak salah dengar, yang disebut Chanyeol dari tadi adalah Baekhyun. Namun,anehnya pandangannya tertuju pada Choi Saem.

" Sejak kapan juga Choi Saem berubah nama menjadi Baekhyun?" pikir Kris mengada-ada. Karena tidak tahan lagi melihat senyum Chanyeol yang aneh-menurutnya- Kris pun menyenggol tangan Chanyeol.

" Hei, apa kau baik-baik saja?" bisik Kris pelan kearah Chanyeol namun dengan mata yang tetap kearah Choi Saem, takut-takut dipergoki oleh saaem mereka itu. Chanyeol langsung sadar dari lamunannya. Ia menatap sekeliling dengan wajah bingung.

" Mana Baekhyun?" ujar Chanyeol menoleh kanan-kiri mencari sosok Baekhyun. Karena suara Chanyeol yang besar, ditambah lagi suasana kelas sedang hening karena Choi Saem sedang mendiktekan materi, semua mata tertuju pada Chanyeol. Kris hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Chanyeol.

" Tuan Park, apa yang kau cari?" tanya Choi Saem dengan aura hitam disekelilingnya. Para siswa meneguk ludah mereka kasar, termasuk Chanyeol. Siaga satu, Choi Saem bisa saja mengamuk sekarang.

" Ah, ma-maafkan saya,Saem" Chanyeol berdiri lalu membungkukan tubuhnya beberapa kali sambil mengucapkan maaf. Mungkin hari ini Choi Saem dalam keadaan yang baik. Jadi dia hanya menyuruh Chanyeol duduk kembali dan diam. Chanyeol mengusap dadanya lega.

" Kenapa kau tidak memberitahuku kalau Choi Saem sudah masuk?" bisik Chanyeol tepat ditelinga Kris. Kris melototkan matanya pada Chanyeol.

" Anak ini sudah gila ternyata" batin Kris dengan kesal. Kris mendekatkan wajahnya kearah telinga panjang Chanyeol.

" Jadi selama hampir 2 jam pelajaran dimulai, kau tidak sadar? Dan terus saja tersenyum dan menyebut nama 'Baekhyun' disetiap napasmu?" Oke, ucapan terkahir Kris memang agak berlebihan –mungkin- tapi memang kenyataannya, Chanyeol terus menggumamkan nama 'Baekhyun' dari tadi.

" Ah? 2 jam? Astaga" Chanyeol kaget tentu saja. 2 jam dan dia hanya memikirkan Baekhyun sedari tadi?. Chanyeol melihat kearah jam, 1 menit lagi istirahat.

" Yasudahlah, nasi sudah menjadi beras." Ujar Chanyeol asal-asalan. Kris mendengar hal itu tentu saja menyerngitkan dahinya bingung. Bukan kah yang benar itu ' nasi sudah menjadi bubur'?.

" Kau tidak ada pintar-pintarnya,Chanyeol-ah" ucapan Kris tadi tidak digubris Chanyeol, karena ia terus memperhatikan jam didepannya.

Teng..teng..teng...

" Yuhu~ Finally!" Chanyeol langsung beranjak dari bangkunya menuju kekelas sang pujaan hati.

.

.

" Baiklah. Saya akhiri pertemuan kita. Sampai jumpa" ucapan Shin Saem barusan dijawab dengan helaan napas lega dari para siswanya. Tapi,tidak seperti yang lain, Baekhyun malah sangat tegang sekarang. Chanyeol dan dia akan kekantin bersama.

" Baiklah,ByunBaek. Kendalikan dirimu. Semangat!" batin Baekhyun dengan semangat yang kuat. Ia berjalan pasti menuju keluar kelasnya, menunggu Chanyeol.

Baekhyun berdiri disamping kelasnya, sambil mencari sosok tinggi itu. Tak lama Chanyeol pun nampak. Baekhyun langsung merona.

" Baru melihatnya saja kau sudah merona! Ayo kendalikan dirimu!" batin Baekhyun kesal, ia menepuk-nepuk pipi putih dengan samar-samar merah karena merona. Dan Chanyeol sudah dihadapannya sekarang.

" Hai,Baekhyun-ssi" sapa Chanyeol semangat dengan senyum ceria. Baekhyun menelan ludahnya kasar. Kenapa mengeluarkan suara saja terasa susah?!. Baekhyun berdehem mencoba menstabilkan keadaan dirinya yang kembali malu-malu didekat Chanyeol.

" Hai,Sunbae" suara Baekhyun terdengar seperti cicitan. Tapi Chanyeol tetap bisa menedengarnya.

" Nah,ayo kekantin" Chanyeol menjulurkan tangannya kehadapan Baekhyun. Sebenarnya ia tidak bermaksud mau menggandeng Baekhyun, sungguh!. Tapi,ternyata Baekhyun malah menggapai tangannya. Dan alhasil,mereka bergandengar tangan sekarang.

Chanyeol melihat kearah tangan mereka yang bertautan lalu menatap kearah Baekhyun yang juga menatapnya. Wajah mereka sama-sama merona, tapi wajah Baekhyun lebih merona dari Chanyeol.

" Ma-maaf Sunbae, aku tidak bermaksud" ujar Baekhyun cepat-cepat melepaskan tautan tangan mereka. Namun,tentu saja Chanyeol tidak mau. Chanyeol melah mengeratkan tautan mereka.

" Jika sekali kau telah menggenggam tanganku, maka kau tak akan kulepas" ujar Chanyeol agak ambigu. Ambigu disini yang dipikirkan Baekhyun adalah pertama 'Chanyeol Sunbae tak akan melepaskan tanganku? Berarti kemanapun kami akan bersama?' dan wajah Baekhyun merona. Kedua ' Chanyeol Sunbae tidak mau melepaskan tanganku. Berarti ia membuat aku tak bisa makan?' oke untuk alasan yang ini Baekhyun jadi terkekeh sendiri.

Dan dengan tangan mereka yang bertautan selama perjalanan, tentu saja banyak menyita perhatian siswa lain. Namun, seakan dunia milik berdua. Chanyeol tidak mau ambil pusing, sedangkan Baekhyun sedang mengotrol detak jantungnya yang berdebar tidak karuan.

Baekhyun menoleh kearah wajah Chanyeol. " Dia tenang sekali" batin Baekhyun masih menatap wajah Chanyeol. Chanyeol menyadari hal itu dan membalas pandangan Baekhyun.

" Ada apa, Baekhyun-ssi?" tanya Chanyeol sontak membuat Baekhyun menunduk dan mengarahkan pandangannya kearah tangan mereka yang bertautan.

" Tangan Sunbae hangat." Ujar Baekhyun pada Chanyeol yang masih memandang kerahnya. Lantas Chanyeol memandang Baekhyun dengan wajah senang.

" Apa kau suka kehangatan tanganku?" tanya Chanyeol dengan wajah penuh harap. Baekhyun kaget mendengar pertanyaan Chanyeol yang tentu saja membuatnya malu. Baekhyun mengganguk dan menahan perasaan malunya sekarang. Chanyeol tertawa dan Baekhyun senang dengan suara tawa Chanyeol.

" Aku juga senang mendengar suara tawa,Sunbae" ucapan Baekhyun tersebut tentu saja membuat Chanyeol lagi-lagi merasa senang untuk kesekian kalinya.

" Kalau begitu sering seringlah menggenggam tanganku agar kau merasa kehangatan dariku. Dan sering seringlah berada disisiku agar kau bisa mendengar tawaku seperti tadi" semua ucapan Chanyeol hari ini terus menerus membuat Baekhyun merasa ada sesuatu yang aneh tapi menyenangkan pada dirinya dan membuat pipinya terus merona.

.

.

Sampai akhirnya merekapun sampai di kantin dan duduk di bangku dekat jendela yang mengarah ke halaman sekolah mereka.

" Kau mau pesan apa,Baekhyun-ssi?" tanya Chanyeol pada Baekhyun yang duduk tepat didepannya. Bagaimanapun juga mereka harus melepaskan tautan tangan mereka bukan?

Baekhyun berpikir sejenak. Karena bingung Baekhyun hanya menggeleng sambil nyengir. Chanyeol yang paham atas kebingungan Baekhyun pun memberi saran.

" Bagaimana kalau pancake pisang?" saran Chanyeol dan Baekhyun mengangguk.

" Em.. tapi aku mau pancake strawberi saja,sunbae" Chanyeol mengangguk mendengar permintaan Baekhyun.

" Lalu minumannya?" tanya Chanyeol sekarang. Baekhyun terkekeh. Ia merasa sedang dilayani oleh pelayan yang sangat tampan. Chanyeol menyerngit melihat Baekhyun yang malah terkekeh dan mengabaikannya.

" Ah,maaf. Aku mau milkshake saja." Chanyeol mengangguk lagi. Chanyeol pun bangkit dari duduknya dan memesan makannan mereka. Tinggal Baekhyun sendiri dibangku mereka berdua. Baekhyun mengedarkan pandangannya pada siswa-siswa yang sangat ramai dikantin itu.

Baekhyun sekarang percaya dengan ucapan Kyungsoo. Memang benar, rata-rata atau mungkin semua muridnya adalah gay. Baekhyun masih asik melihat siswa yang lalu lalang disekitarnya. Seketika matanya tertuju pada seseorang yang sangat dikenalnya.

" Itu Kyungsoo,kan? Siapa namja disampingnya itu?" gumam Baekhyun menatap kearah Kyungsoo dan seorang namja yang duduk hanya terpaut dua bangku darinya. Setelah Baekhyun perhatikan dia bisa menebak sekarang.

" Kulitnya hitam. Itu pasti Kai" tabak Baekhyun yakin. Baekhyun masih terus memperhatikan keduanya. Kyungsoo dan Kai nampak sangat akrab. Kyungsoo juga nampak sangat nyaman bersama Kai, tidak seperti saat Kyungsoo berhadapan dengan Luhan sunbae. Karena asik melihat Kyungsoo dan Kai yang mesra itu, Baekhyun tidak sadar chnayeol sudah datang sambil membawa makanan mereka.

" Ini pesanan anda,tuan putri" ujar Chanyeol bercanda. Baekhyun mencubit pelan pinggang Chanyeol. Chanyeol meringis kesakitan. Namun Baekhyun yakin itu hanya pura-pura.

" Kenapa kau mencubitku? Ah,sakit" tanya Chanyeol dengan nada kesal. Baekhyun tidak perduli dan malah mengejek Chanyeol.

" Biar saja. Siapa suruh mengejekku?" jawab Baekhyun dengan nada yang lebih kesal lagi. Lalu Chanyeol tertawa, membuat Baekhyun menolehkan kepalanya kearah Chanyeol.

" Sudahlah,ayo makan" ujar Baekhyun yang berusaha menutupi kegugupannya. Masih ingatkan? Baekhyun bilang ia suka suara tawa Chanyeol. Jadi Chanyeol sengaja tertawa agar Baekhyun tidak marah padanya, dan berhasil.

" Baekhyun-ah." Baekhyun mengarahkan pandangannya ke Chanyeol. Manatap Chanyeol dengan tanda tanya. Chanyeol menggeleng.

" Boleh aku memanggilmu seperti tadi saja? Menggunakan embel-embel '-ssi' kurasa terlalu kaku" Baekhyun mengangguk. Kalau dipikir-pikir benar juga.

" Tapi, aku tetap memanggil Chanyeol sunbae saja." Chanyeol mengangguk setuju. Kemudian mereka makan lagi. Namun,karena banyak sekali pertanyaan dikepala Chanyeol. Ia ingin hari ini juga mendapatkan jawabannya.

" Baek, boleh aku bertanya?" Baekhyun mengangguk saja, karena ia sedang meminum milkshakenya. Chanyeol mengangguk pelan.

" Baik. Pertama. Kenapa kau takut orang mesum?" Baekhyun menyemburkan minuman yang ada dimulutnya. Chanyeol sungguh kaget, tapi dengan cepat ia mengambil tisu dan mengelap milkshake Baekhyun yang ada dimeja.

" Ah,maafkan aku. Sini biar aku saja yang mengelapnya" Baekhyun berusaha mengambil tisu yang ada ditangan Chanyeol. Tapi Chanyeol menolak,alhasil mereka berebutan tisu dari tangan Chanyeol. Dan pertarungan merebut tisu itu dimenangkan oleh Chanyeol tentu saja.

" Sudah, cepat jawab saja pertanyaanku" ucapan Chanyeol membuat Baekhyun kaget. Benar juga, ia harus menjawab pertanyaan memalukan Chanyeol tadi.

" Tapi,sunbae tidak boleh tertawa!" tegas Baekhyun. Chanyeol mengangguk. Memangnya kenapa ia harus tertawa?

" Baik. Jadi, waktu itu aku masih tingkat kedua sekolah menengah pertama. Saat pulang sekolah, didepan halaman sekolahku ada dua ekor kucing. Dan mereka em.. berbuat mesum. Aku agak risih saat melihatnya. Tapi, ahjushi dan anak-anak lain malah tertawa sambil menonton kedua kucing itu bercinta. Sejak itu aku berpikir 'Apa yang menyenangkan dari menonton hal mesum seperti itu. Pasti mereka juga mesum'. Makanya aku tidak suka orang mesum" Baekhyun mengakhiri ceritanya dengan dengusan kesal. Kenapa? Karena Chanyeol menatapnya sambil menahan tawa.

" Kalau mau tertawa silahkan saja! Tapi aku tidak mau lagi melihat sunbae!" anacaman Baekhyun abrusan tentu saja membuat Chanyeol kaget. Mana mau dia dijauhi oleh orang yang disuKainya ini.

" Aku tidak tertawa, Baekhyun-ah. Hanya saja, kau terlalu polos" Ujar Chanyeol pelan. Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang menatapnya teduh. Baekhyun menganggukan kepalanya pelan.

" Sunbae benar. Aku terlalu polos. Mau tau satu hal?" Chanyeol mengangguk antusisas kearah Baekhyun, Baekhyun tersenyum melihat Chanyeol yang semangat lagi.

" Aku pernah menangis saat melihat eomma dan appa ku berciuman. Yang kupikirkan adalah appa memakan bibir eomma hehe" Baekhyun terkekeh, begitu pula Chanyeol.

" Aku juga pernah melihat noonaku berciuman dengan pacarnya. Tapi malah noonaku yang menangis" ujar Chanyeol dengan raut wajah yang menahana tawa. Baekhyun yang sangat penasaran memaksa Chanyeol melanjutkan ceritanya.

" Apa noona sunbae menangis karena ciuman pacarnya itu menyakitkan?" Chanyeol menggeleng. Baekhyun semakin penasaran. Lalu apa?

" Noonaku menangis karena aku langsung mengambil gambar mereka berciuman lalu memberitahu pada appa dan eomma kami. Besoknya noona dan pacarnya langsung dimarahi oleh orangtuaku" Chanyeol tertawa lepas saat mengingat kembali ceritanya itu. Tapi Baekhyun malah menatap Chanyeol bingung.

" Apa yang lucu?" Tanya Baekhyun lagi. Chanyeol memberhentikan tawanya lalu memandang Baekhyun.

" Wajah noona-ku saat itu seperti orang yang kehilangan uang ratusan juta haha" Chanyeol kembali tertawa. Baekhyun menggelengkan kepalanya.

" Ternyata sunbae sangat jahil" Baekhyun menatap Chanyeol sambil memicingkan matanya. Chanyeol tertawa pelan, mengusap bibir Baekhyun yang ada sisa selai stroberinya. Wajah Baekhyun sontak memerah.

" Lihat! Lihat! Wajah mu memerah lagi,Baek. Apa kau sakit sayang?" ujar Chanyeol menggoda Baekhyun dengan memanggilnya sayang. Wajah Baekhyun semakin merah.

" Dasar sunbae menyebalkan!" batin Baekhyun ingin memaki Chanyeol. Namun, ia juga ingin membuat sunbaenya itu merona.

" Wajahku memang memerah, tapi bukan berarti aku sedang sakit, yeobo" Baekhyun tersenyum kecil melihat ekspresi Chanyeol yang langsung melotot tidak percaya.

" Kau memanggilku apa?" tanya Chanyeol sambil mendekati wajahnya kearah tepat diwajah Baekhyun. Baekhyun jadi gelagapan dengan posisi mereka sekarang.

" Me-memangnya apa yang kusebut tadi?" jawab Baekhyun pura-pura lupa. Chanyeol memandang Baekhyun dengan dahi yang berkerut.

" Kau memanggilku 'yeobo' tadi. Aku yakin sekali" ujar Chanyeol dengan tangan yang dilipat didepan dadanya. Baekhyun menggeleng.

" Tidak ada, sunbae-ku" lagi, Baekhyun senang melihat wajah Chanyeol yang bercampur kaget dan senang seperti tadi. Ia kembali menggoda Chanyeol.

" Kau berusaha menggodaku,Baekhyun-ssi?" tanya Chanyeol dengan nada rendah sambil memegang dagu Baekhyun. Wajah mereka sangat dekat kali ini.

" Kalau iya, kau mau apa?" Baekhyun menjadi lebih berani sekarang. Ia hanya ingin membuktikan bahwa dia juga bisa menggoda Chanyeol.

" Aku mau apa? Jika aku bilang 'aku ingin dirimu' bagaimana?" Baekhyun sempat kaget dengan ucapan Chanyeol. Namun ia mengendalikan dirinya

" Aku tidak ingin menjadi polos seumur hidupku. Yah,jadi sedikit nakal diusiaku sekarang tidak masalahkan?" jawaban Baekhyun barusan benar-benar diluar dugaan Chanyeol. Namun, Chanyeol masih dalam mode waras saat ini jadi ia masih bisa mengendalikan pikirannya yang sudah melayang jauh.

" Ya, tentu saja. Tapi kalau kau hamil saat masih sekolah karenaku, aku yakin orangtuamu akan membunuhku bukan?" canda Chanyeol dijawab Baekhyun dengan dengusan.

" Kenapa kau mendengus?" Chanyeol rasa ia membuat anak polos seperti Baekhyun menjadi nakal hanya dengan 3 kali pertemuan mereka.

" Setidaknya beri tau aku tentang hal berbau me-hmp!" Chanyeol langsung mendekap mulut Baekhyun. Chanyeol menggeleng kuat sambil menatap Baekhyun horor.

" Apa yang terjadi padamu hari ini,Baekhyun-ah?" tanya Chanyeol setelah melepaskan dekapannya dari mulut Baekhyun.

" Aku penasaran sunbae!" Chanyeol bisa gila. Apa yang harus dilakukannya saat ini?!

" Jadi,kau mau aku berbuat apa?" Tanya Chanyeol lemas. Kelakuan Baekhyun benarbenar tidak bisa ditebak. Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata berbinar.

" Jawab saja pertanyaanku dengan jujur. Itu saja!" ujar Baekhyun senang. Chanyeol mengangguk.

" Jadi-"

Tet...tet...tet...

Bel masuk langsung berbunyi. Chanyeol mengucap syukur didalam hatinya. Dan Baekhyun mendengus kecewa. Chanyeol yang mengerti kekecawaan Baekhyun mengusap rambut Baekhyun pelan.

" Bagaimana kalau aku kerumahmu sore ini?" usul Chanyeol langsung diangguki semangat oleh Baekhyun.

" Baiklah, ayo kekelas. Aku akan mengantarmu" Baekhyun dan Chanyeol pun berjalan menuju kelas Baekhyun dengan keadan hening. Chanyeol dan Baekhyun berkutat dengan pikirannya masing-masing.

" Bantu aku,Tuhan, dan maafkan aku karena membuat salah satu hambamu tercemar olehku " batin Chanyeol gundah. Ia benar-benar tidak tau harus bersikap bagaimana nanti saat menjawab pertanyaan Baekhyun yang sudah pasti merujuk kearah.. you know what I mean,right?

" Aku harus membuat daftar pertanyaannya nanti!" batin bakehyun senang. Ia benar-benar bahagia karena mendapat sunbae yang mau menjawab segala pertanyaan yang selalu ingin diungkapkannya selama ini.

Siswa- siswa disekitar mereka menatap aneh kearah keduanya. Chanyeol mengeluarkan aura tidak baik, sedangkan Baekhyun memancarkan aura yang sangat bersilau.

Bagaikan mutiara dikubangan lumpur.

.

.

TBC

Sorry banyak typo hehe.. dan baru bisa sekarang ngeupdate lagi. Tolong beri saran dan kritik di kolom review ya! Makasih ^^. Don't be siders ^^

Oke, gomawo^^