Chapter 6 : Penghianatan Hinata

Toneri dan Hinata pun melakukan aksinya dan menyerang desa Konoha dan mereka membantai banyak ninja yang berkeliaran di Konoha selain Iruka, Ebisu, Konohamaru, Udon, dan Moegi serta para Konoha 11. Hinata pun pergi ke kediaman Hyuga untuk mengambil mata Byakugan milik Hanabi. Dia mengetahui bahwa mata Tenseigan milik Toneri berasal dari pencampuran chakraByakugan milik Hamura yang disegel di bulan serta milik ayahnya yang di bunuh oleh Toneri, Hiashi Hyuga. Pertama, sang mantan heiress klan Hyuga ini sangat kesal saat mengetahui hal itu. Tapi Toneri bisa menghentikan upaya-nya untuk menyerangnya dan mengatakan bahwa Hinata masih terlalu naïf. Dan Toneri juga mengatakan bahwa demi membalas dendam, dia harus berani mengorbankan apapun… Termasuk keluarganya sendiri.

Hinata pun sudah berhasil sampai di kediaman milik klan Hyuga dan disambut oleh pengawalnya Ko Hyuga(Bener gak namanya) "Hinata-sama, syukurlah anda selamat… Anda dan Hanabi-sama harus segera pergi dari sini karena Konoha diserang oleh musuh, ACCCKKK!"

Buuuaaakkkk

Ko pun terkejut saat Hinata telah melancarkan Jyuuken tepat ke arah dadanya dan membuatnya berkata "Ke-Kenapa kau lakukan ini Hinata-sama?"

"Itu bukan urusanmu Ko." Jawab Hinata dengan dingin, kemudian dia melanjutkan "Aku saat ini bukanlah Hinata Hyuga yang kau kenal… Aku adalah monster yang mempunyai misi untuk menghabisi monster yang lain."

Hinata pun meninggalkan jasad Ko saat dia menghembuskan nafasnya yang terakhir, kemudian dia masuk ke kamar Hanabi dan tersenyum saat melihat Hanabi "Onee-chan! Ka-Kau tidak apa-apa kan?"

Tapi Hinata tidak merespon apalagi saat Hanabi memeluknya dan membuatnya berkata "Onee-chan kenapa? Apa ada yang salah?"

"Maaf Hanabi…" Ucap Hinata, kemudian keluarlah tangisan dari kedua bola matanya.

"Huh…"

"Selamat tinggal…" Ucap Hinata yang mengambil kunai dari kantung tas ninjanya dan menusukkannya ke dada adiknya.

Jleeebbb

"Ugh…" Ucap Hanabi yang memegang dadanya yang ditusuk oleh Hinata dan kemudian dia terjatuh ke tanah dan membuatnya berkata "Ke-Kenapa k-kau la-lakukan i-ini onee-chan?"

"Maaf Hanabi, tapi aku sangat membutuhkan mata Byakugan milikmu…" Ucap Hinata, kemudian dia mendekatkan tangannya ke kelopak mata Hanabi dan mengambilnya dengan paksa "Tapi aku akan selalu menjaga matamu ini dengan baik dan kau bisa melihatku dari balik mata ini saat diriku berhasil membunuh Naruto Uzumaki…"

"AAAAHHHHHHHHHH!" Teriak Hanabi saat kedua bola mata-nya diambil oleh kakaknya sendiri.

Sakura yang berada tidak jauh dari kediaman keluarga Hyuga pun melihat rekannya, Said an berkata "Sai… Kau bisa pergi sendiri?"

"Ada apa? Kau dengar perintah Rokudaime-sama kan?" Tanya Sai, kemudian dia melanjutkan "Jangan bertindak sendiri-sendiri, kondisi desa saat ini sedang dalam kondisi siaga…"

"Aku tahu…" Jawab Sakura, kemudian dia melanjutkan "Tapi hanya saja aku mendengar teriakan Hanabi dari kediamannya… Sepertinya dia dalam masalah."

"Baiklah." Balas Sai, kemudian dia melanjutkan "Tapi berhati-hatilah."

Sai dan Sakura pun berpisah dan Sakura akhirnya sampai di tempat kediaman Hyuga dan melihat Hinata yang sedang duduk di atas atap rumahnya tapi matanya berwarna biru muda tidak pucat seperti Byakugan pada umumnya juga bajunya dipenuhi bercak darah. Sakura yang melihatnya pun berkata "Hi-Hinata… Itu kau?"

"Tentu saja ini aku Sakura." Jawab Hinata dengan santai.

"Ta-Tapi matamu?" Tanya Sakura dengan gugup. Entah kenapa dia takut saat Hinata memiliki mata itu, seolah mata itu sama-sama berbahaya seperti Rinnegan.

"Oh ini…" Jawab Hinata, kemudian dia melanjutkan "Ini hanyalah Doujutsu terkuat yang aku miliki setelah aku mengorbankan sesuatu yang penting dalam hidupku."

'Mengorbankan…' Batin Sakura, kemudian dia menyadari sesuatu dan berkata "Jangan-jangan kau…"

"Ya, aku memang yang telah melakukannya." Potong Hinata, kemudian dia melanjutkan "Aku yang telah membunuh Hanabi."

"TAPI KENAPA!" Teriak Sakura, kemudian dia melanjutkan "KENAPA KAU MEMBUNUH ADIK YANG KAU SAYANGI SEKALIGUS MENYAYANGIMU SEBAGAI KAKAK HINATA!"

"Seorang pendendam sepertiku harus melakukan apapun asal tujuanku tercapai." Jawab Hinata, kemudian dia menunjuk matanya dan berkata "Aku akan menggunakan Doujutsu baruku ini untuk membunuh rekanmu yang bernama Naruto itu karena dia telah menghancurkan hatiku berkali-kali, Sakura. Pertama denganmu, kedua dengan gadis lain yang tidak pernah aku kenal."

"TAPI KAU TIDAK PERNAH ADA HUBUNGAN APA-APA DENGAN NARUTO!" Balas Sakura, kemudian dia melanjutkan "Naruto berhak memutuskan dengan siapa saja dia akan bersama dan memiliki keluarga dengannya. Jangan tutupi nuranimu dengan keegoisan dan keirianmu itu Hinata!"

"Lalu bagaimana dengan Sasuke? Kau mencintainya bukan?" Tanya Hinata dan Sakura pun terdiam, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu bagaimana kalau kita berdua bekerja sama untuk menghancurkan kedua orang itu. Kau tertarik?"

"Sayangnya aku tidak tertarik." Jawab Sakura, kemudian dia melanjutkan "Kau pikir aku dendam pada Sasuke karena dia mengabaikan cintaku? Aku tidak peduli dengan itu! Lagipula setelah Sasuke membunuhku didalam Genjutsu miliknya, aku sudah merasakan rasa cinta kepadanya lagi."

"Jadi kau sudah memutuskan untuk mati di sini?" Tanya Hinata dengan menaikkan alisnya dan menatap datar Sakura.

"Aku tidak takut mati asal aku bisa membunuhmu disini dan membuat kedua teman timku aman." Ucap Sakura, kemudian dia melompat dan mengarahkan pukulan supernya ke arah Hinata "Shannaro!"

Booooooommmm

Tapi sayangnya Hinata bisa menghindar dan dia pun berkata "Tidak buruk Sakura. Kau memang pantas disebut sebagai murid dari salah satu Densetsu no Sannin."

"Tch…"


Sementara di Myobokouzan
Naruto dan Sasuke melakukan adu sparring untuk sekedar berlatih, adu taijutsu keduanya begitu ketat, saling pukul dan tendang ,tapi baik Naruto maupun Sasuke berhasil menangkis serangan tersebut , mereka berdua akhirnya memutuskan untuk mengadu ninjutsu andalan mereka "Chidoriii..." "rasengan..." kedua jurus itu beradu dan kedua pengguna nya mental begitu saja .

"Hah-hah aku akui Sasuke , walau kau punya satu tangan ,tapi kau hebat."Ucap Naruto sambil terengah-engah , Naruto merasa kelelahan melawan Sasuke yang dia akui Sebagai Rival terberatnya

"Hah jangan berlebihan Naruto, kalau kau serius mungkin aku sudah kalah ."ucap Sasuke yang masih kelelahan gara-gara adu sparring bersama Naruto.

"Naruto kembali ke konoha sekarang , aku merasakan hal janggal disana" Ucap Kurama
"memang ada apa Kurama ?" tanya Naruto "Tch cepatlah gaki,aku merasakan bahaya akan datang didesa konoha"jelas Kurama"yah aku mengerti "ucap Naruto mengakhiri percakapan dengan partnernya.

"Sasuke ayo kita pulang ,kurama memberi tahu kepadaku ,desa dalam keadaan bahaya."ucap Naruto "hnnn"balas singkat Sasuke. Akhrinya mereka pergi dari Myoboukuzan menggunakan jurus dimensi Hiraishin milik Naruto...

To be Continued...