Yosh chapter 16 terbit

Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

Naruto Gaiden : Kurayami no naka no hikari (Cahaya dalam kegelapan)

Fic tentang versi lain dari The Last Naruto the Movie

Char : [Naruto+Hinata] . Team 7 , Toneri

Rated : T

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic atau kesalahan penulisan karena fic ini fic pertama saya dan saya juga terinspirasi fic lain nya .

RnR please .. hehehehehe


Chapter 16 : Lubang Hati

Kini Hinata dan Naruto masing-masing sudah mengaktifkan pertahanan mutlaknya , Hinata dengan Ameno-uzume miliknya dan Naruto dengan Perfect Susanoo miliknya

"Kali ini ,aku akan menghentikanmu Hinata ,aku tak akan membiarkan Dunia yang kita perjuangkan dulu berakhir begitu saja" ucap lantang Naruto.

"baiklah, kali ini akan aku pastikan aku akan membunuhmu Uzumaki Naruto" ucap Hinata

Kemudian mereka bersama-sama terbang ke udara , Mereka pun mengayunkan senjata mereka masing

Hyaaahhhhhhhhhhh...

Tinggggg.. Tinngggggg. Tingggg...

Bunyi hantaman senjata keduanya terdengar , bagaikan gemuruh yang melanda dimensi milik Naruto. Adu senjata antara Nunuboko no ken milik Naruto dan Amenonuboku milik Hinata pun tak terhindarkan.

.

.

.

Jual beli serangan pun terjadi antara Naruto dan Hinata , Hinata pun mengarahkan Amenuboko miliknya dengan cepat ke arah naruto ,tetapi naruto langsung menepisnya dengan pedang Nunuboko miliknya

Traannggg...Traaaaanngggg..Traaannnggggg...

Bunyi gemuruh hantaman kedua senjata itu terdengar diseluruh dimensi milik Naruto.

"kau tidak akan bisa membunuhku dengan kekuatanmu yang Sekarang Uzumaki Naruto" ucap Hinata.

"aku tidak akan membunuhmu Hinata , aku hanya akan menghentikanmu" teriak Naruto.

"Baiklah ,kali ini aku harus lebih serius lagi" ucap Hinata sambil menatap tajam Naruto.

"Enton : Amenouzume Kagutsuchi" Hinata kemudian mengeluarkan jurus panah api mirip jurus Sasuke tetapi Jurus milik Hinata memiliki api bewarna ungu.

Naruto kaget melihat Hinata menguasai Kagutsuchi, dia tidak mengira True Tenseigan bisa menyaingi kekuatan Sharingan ,

'Sial , dia bisa menguasai elemen bara , kalau begini aku tidak bisa menggunakan elemen api juga , resikonya sangat besar lebih baik aku mencoba membekukan api ungu itu' pikir Naruto

Mindscape Naruto on

"Isobu aku bisa meminta bantuanmu,?" tanya Naruto

"Oh ,tentu saja partner ,kau ingin menggunakan elemen air" ucap Isobu

"yah ,oleh karena itu aku meminta bantuanmu , elemen air nanti nya akan kuresonasikan dengan elemen angin milikku untuk menciptakan Elemen es" ucap Naruto

"Baiklah, aku akan menyalurkan nya" ucap Isobu

"arigatou ,terimakasih bantuanya Isobu" ucap Naruto

" Ok ,sama-sama partner" ucap Isobu

Mindscape Narutol off

Didalam keadaan Perfect Susanoo , Naruto menyalurkan Elemen angin dan air secara bersamaan di tangan kanan Perfect Susanoonya, Naruto juga menggunakan bola gedoudama sebagai inti jurusnya ,

"Senpou : Hyoutondama Rasenshuriken"

Terbentuklah Senjutsu elemen es berbentuk sebuah shuriken raksasa dengan gedoudama sebagai inti nya,

Hyaaaahhhhh...

Naruto melemparkan jutsu nya kearah panah api ungu milik Hinata itu.

Blummmmmmmm...

Kraaaakkkkkkkk...

Triinnnnnggggggg...

Senjutsu naruto berhasil membekukan panah api ungu milik Hinata itu, kemudian panah api yang dibekukan Naruto pecah menjadi serpihan kecil akibat efek senjutsu Naruto, Hinata melihat jurusnya gagal mendecih kesal, dia memang harus memperhatikan Naruto ,karena banyak hal diluar dugaan nya yang dilakukan oleh Naruto , mulai dari Naruto menguasai Kekkei touta Jinton ,dan sekarang Kekkei genkai hyouton.

'Ckkk, sepertinya aku harus lebih berhati-hati mengeluarkan jurus, aku harus menemukan celah ,agar dapat membunuhnya , kalau begini aku harus menggunakan lebih banyak cakra moryou' pikir Hinata

"Naruto ,kau tidak akan bisa membunuhku jika kau tak serius membunuhku" ucap Hinata

"Sudah aku bilang aku tak akan membunuhmu tapi aku akan menghentikanmu" ucap Naruto

"kau berbicara seperti itu seakan-akan kau bisa membunuhku kapan saja " ucap dingin Hinata

"kamu tahu Hinata , aku tak sanggup bila harus membunuhmu " ucap Naruto

"Terserah , tapi aku menginginkan kau mati" ucap tajam Hinata

Hinata kemudian menyalurkan cakra moryou kedalam ameno-uzume miliknya , Kemudian terbentuk tubuh wanita berwarna ungu kegelapan, sedangkan Amenouzume miliknya melapisi tubuh Humanoid itu ,maka tercipta "Isou: Amenouzume". apa yang dilakukan Hinata persis seperti dilakukan Sasuke pada saat menyerap cakra para biju dalam susanoonya

"Gawat , Naruto , aku dapat merasakan kekuatan nya berlipat ganda , aku dapat merasakan dia sekarang berada ditingkat jiji" ucap Kurama

"iah kau benar kurama ,aku dapat merasakan nya" ucap Naruto

"kali ini, biarkan aku membantu juga Naruto ,walaupun dia menggunakan cakra moryou , aku dapat merasakan cakranya setingkat 9 bijuu" ucap Kurama

"tapi , aku tak ingin merepotkan mu kurama" ucap Naruto

"Tch , baka , apa kau sadar cakra mu takakkan cukup melawan nya " ucap Kurama

"ah, baiklah , Apa kau siap kurama" ucap Naruto

"tentu saja ,gaki aku siap kapanpun" ucap kurama

Naruto kemudian mengaktifkan biju mode miliknya , kini tampak lah kurama mode bewarna emas, naruto juga mengkolaborasikan biju modenya dengan Perfect Susanoo emas miliknya , sehingga tercipta "Isou : Susanoo"

"Kali ini aku akan memberikan jurus terkuat ku" ucap Hinata

tangan kiri Isou: Amenouzume Hinata kemudian membentuk sebuah bola ungu raksasa dengan bola-bola kecil yang mengelilinginya. Bola-bola itu kemudian berputar sangat cepat

"Ginrindama Tensei baku"

Jurus itu hampir mirip dengan Dairasengu milik Menma di film Road to ninja ,tetapi ukuran nya 10 kali lipat karena dibuat ditangan kiri amenouzume Hinata, lalu warna jutsu itu adalah berwarna ungu gelap.

Kemudian tangan kanan Isou : Susanoo Naruto menyiapkan sebuah rasenshuriken raksasa dengan inti gedoudama .

"Senpou : Chou Bijudama Rasenshuriken"

Naruto dan Hinata kemudian terbang keatas dan melesat dengan kecepatan tinggi..

Hyaahhhhhhhhhh.

"Narutooooo..."teriak Hinata

"Hinata..." teriak Naruto.

Kedua sosok itu kemudian menghantamkan jutsu mereka masing-masing ,kedua jutsu meghasilkan efek yang luarbiasa ,dengan sekejap menghancurkan setengah dari dimensi Amenominaka.

Blurrrrrrrrrrrrrr...

Duarrrrrrrrrrrrrr...

Blaarrrrrrrrrrrr...

Keduanya kemudian ditelan oleh cahaya akibat hantaman kedua jutsu yang saling bertabrakan itu.


Mindscape On.

Terdapat ruangan putih tanpa noda, diruangan itu begitu menyimpan kedamaian dan ketenangan ,Naruto dan Hinata kini berada dalam ruangan itu.

"Naruto kenapa kau melakukan semua ini ,kenapa kau berusaha untuk menghentikan aku" teriak Hinata

"Hinata , aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu ,aku tidak ingin kehilangan hal yang berharga lagi" ucap Naruto

"Bohongggg, selama ini kau tidak peduli kepadaku ,selama ini kau tidak menganggap ku ada, selama ini kau selalu menjauh diriku ,aku tak percaya semua omong kosongmu" ucap Hinata

"Hinata , aku boleh jujur , aku sangat mencintaimu , kau salah satu orang yang peduli kepadaku ,sejak kecil kau bahkan mengakuiku sebelum aku menjadi seperti sekarang ini, kau menganggapku ada disaat orang-orang menganggapku sebagai monster yang menghancurkan desa, kau selalu memperhatikanku , kau selalu peduli padaku , sekarang aku baru sadar ,lelaki bodoh sepertiku baru bisa memahami apa artinya dirimu Hinata" ucap Naruto

Hinata masih terdiam mendengar pernyataan Naruto ,dirinya masih ragu apa yang diucapkan Naruto.

Naruto kemudian mengeluarkan sebuah syal merah , Hinata pun terkejut melihat syal itu ,Syal itu adalah syal yang dibuatnya untuk dia ,Sosok yang kini yang ia benci.

"Hinata , kau tahu , aku membawa syal ini untuk apa" ucap Naruto.

Hinata terdiam masih melihat apa yang perbuat Naruto

"Aku mendapatkan ini dari ayahmu Hinata , dia memberikan nya kepadaku pada saat dirumah sakit. waktu itu" ucap Naruto


Flashback.

1 hari pasca penyerangan Toneri-Hinata ,kini Naruto sedang mengunjungi ayah Hinata , dihari itu Ayah Hinata memberikan restu kepadanya untuk membawa kembali putrinya dan menjaga dirinya.

"Tolong jaga Anakku dan bawalah dia kembali pulang "ucap Hiashi tegas. Mendengar ucapann itu sontak membuat naruto terkejut . dia merasa dirinya masih belum pantas untuk itu.

"tapi apa aku pantas Otousama..?"tanya Naruto. "aku percaya padamu Naruto karena kamu adalah satu-satunya orang Hinata cintai , aku yakin dia pasti bahagia bisa bersama denganmu Naruto" ucap tegas Hiashi mendengar ucapan Hiashi Naruto semakin terkejut karena Hiashi telah memberinya restu kepadanya. Padahal dia tak pernah bermaksud untuk melakukan hal itu ., tapi dia sadar yang terbaik yang dia lakukan adalah membawa kembali sang putri hyuuga itu.

"Baiklah Otousama ,aku berjanji akan menjaga Hinata dengan sepenuh hati , aku berjanji aku akan membawanya pulang meski itu harus membuatku kehilangan nyawaku"ucap tegas Naruto.

Mendengar hal itu Hiashi tersenyum tulus ,mendengar jawaban dari Naruto .dirinya merasa yakin bahwa Naruto lah sosok yang palik tepat untuk Hinata

'kau memang sosok yang tepat untuk anakku Uzumaki Naruto , jagalah dan bimbinglah dia kembali' Gumam batin Hiashi..

"Naruto ,aku ingin memberi sesuatu kepadamu "ucap Hiashi

"ah tidak usah Otousama , nanti malah merepotkan" ucap Naruto menolak pemberian Hiashi secara halus

"tidak ,kau harus menerimanya Naruto , ini adalah benda yang berharga dibuat Hinata " ucap Hiashi.

"Ah, kalau Otousama menginginkan seperti itu ,aku akan menerimanya" ucap Naruto

Kemudian Hiashi memberikan sebuah syal merah yang dirajut oleh putrinya itu, Hiashi bisa mengetahui dan mendapatkan benda itu berkat pelayan nya yaitu Natsu ,Natsu memberitahu kepada Hiashi kalau akhir-akhir ini Hinata sering merajut syal merah , Natsu tahu syal itu dibuat untuk orang yang dicintainya sejak kecil yaitu Naruto. Setelah kepergian Hinata , Natsu melihat syal itu dikamarnya kemudian dia berinisiatif membawa syal itu kehadapan Ayah Hinata dan menjelaskan semua yang terjadi .

"Ini ambilah Naruto" ucap Hiashi sambil menyodorkan syal merah itu.

"apa aku pantas menerima ini Otousama?" tanya Naruto

"kau lebih dari pantas , karena kau yang dicintai Hinata, berjanjilah menjaga syal itu seperti janji mu untuk menjaga putriku" ucap Hiashi.

"aku berjanji akan menjaga syal ini dengan sepenuh hati Otousama" ucap Naruto

Hiashi tersenyum kecil mendengar janji Naruto ,dia merasa Naruto adalah orang tepat bagi Hinata

"Otousama ,kalau boleh aku mau pamit sebentar untuk kembali keruang perawatan " ucap Naruto

"baiklah , naruto , kau boleh pergi" ucap Hiashi

Naruto kemudian pergi kembali keruang perawatan nya . diruang perawatan nya sambil duduk di kasur nya dia terus merenung memikirkan langkah apa selanjutnya ,dia tahu sekarang Hinata adalah penjahat perang karena dia sudah berani mencoba menghancurkan Dunia, dia juga tahu resiko yang dihadapi jika ia tetap menyelamatkan Hinata. , Jika ia menyelamatkan hinata tentunya ia akan banyak mendapatan tentangan dan kecaman dari dunia shinobi

Didalam renenungan nya itu Naruto kini tampak memegang Syal merah yang dibuat Hinata itu. , kemudian Sakura pun datang keruang perawatan Naruto untuk mengecek kondisi nya kembali ,Sakura melihat Naruto sedang memandangi Syal merah dengan penuh intens,

"Ah Naruto , kau sudah kembali ,baguslah sekarang aku akan memeriksa keadaanmu terlebih dahulu" ucap Sakura

Namun ucapan sakura tidak digubris oleh Naruto , Naruto masih saja melamun sambil menatap syal merah itu

"Naruto.. " panggil Sakura

Naruto mendengar ucapan Sakura kemudian tersadar dari lamunan nya itu.

"Eh , Sakura-chan gomen .. aku tak sadar ,kalau kau sudah masuk"ucap Naruto sambil menggaruk-garuk kepalanya

"Naruto ,kalau ada masalah ceritakan kepadaku ,tdak baik kalau kau terus memendamnya" ucap Sakura

"eh tidak ada masalah kok Sakura-chan semuanya baik-baik saja" elak Naruto berbohong kepada Sakura

"Ah ,jangan berbohong Naruto ,aku sudah tahu kalau kau bukan pembohong yang baik , lagi pula kau tadi aku panggil kau malah mengabaikan nya" ucap Sakura

"ah ,kau benar , yah aku ini pembohong yang buruk hahahahaha" ucap Naruto sambil tertawa dan mengeluarkan cengiran nya

"yah sudah ,sekarang kau bisa becerita kepadaku , sebenarnya apa yang kau pikirkan Naruto?" tanya Sakura

"tadi Ayah Hinata sempat berbicara kepadaku ,dia setuju kalau aku bersama dengan putrinya dan dia memberikan ku syal ini" ucap Naruto sambil menunjukan syal merah tersebut.

"Ah bagus kalau begitu ,nanti kau tidak perlu repot-repot lagi meminta restunya " ucap Sakura

"ah, ia kau benar Sakura. Tapi apa aku pantas bersama dia , mengingat dia berubah karena aku juga" ucap Naruto sambil menunjukan ekspresi sendu

"Kamu itu bodoh banget ya.." ucap kesal Sakura

"Maksudmu apa Sakura-chan kenapa kau bilang aku ini bodoh" ucap Naruto

"meski kau yang merubah dia menjadi dirinya sekarang ,aku yakin didalam lubuk hatinya dia masih mencintaimu , aku merasakan hal yang sama sebagai perempuan" jelas Sakura

Naruto masih diam mendengar perkataan sakura

"dia itu mirip seperti aku ,waktu aku ingin membunuh Sasuke di negera besi tapi kenyataan nya aku tidak bisa membunuhnya ,kenyataannya rasa cinta ku lebih besar dari rasa benciku ,meski dia selalu menyakitiku ,tapi aku masih sangat mencintai Sasuke-kun, begitu pula dengan Hinata meski kau telah menyakiti hatinya aku yakin didalam dirinya masih ada rasa cinta yang tulus untukmu Naruto" ucap Sakura

"tapi sakura-chan ,ini berbeda akulah yang..." ucapan Naruto kemudian dipotong oleh Sakura

"kau salah naruto .. Hinata memang dendam terhadap dirimu tapi Ketika perempuan benar-benar jatuh cinta, perasaannya tidak akan berubah dengan mudah Naruto, aku yakin dalam diri Hinata masih ada Hinata yang dulu" Ucap Sakura

Naruto terdiam mendengar perkataan Sakura

"Kau tahu ,Hinata susah payah merajut syal itu untukmu, kau dapat merasakan nya , cinta yang begitu mendalam dan tulus yang terkandung dalam syal itu , Syal itu hanya diberikan kepadamu ,Naruto" jelas Sakura

Naruto terkejut mendengar ucapan Sakura.

"jadi selama ini , dia membuat syal ini untukku" ucap Naruto

"iah , oleh karena itu sekarang lakukanlah apa yang tepat yaitu menyelamatkan dia Naruto, bawa kembali Hinata yang dahulu ke desa Konoha, aku yakin kau bisa melakukan nya" ucap Sakura

Flashback end


"Hinata, kau tahu Lelaki Bodoh ini akhir nya mengerti,arti Syal yang kamu buat padaku sebelum kamu ikut ke Toneri. Aku tahu sekarang, dari Syal yang kamu rajut dengan susah payah, dan menyita banyak waktu untuk menyelesaikan nya. Bahwa Cinta mu tidak bisa teruraikan dengan mudah" ucap Naruto

Hinata masih diam dan tak menggubris perkataan Naruto

"Hinata kau tahu Syal pernah aku pakai saat kita bertemu dulu , Syal itu adalah yang paling berharga dalam hidupku..." ucap Naruto

Ekspersi Hinata berubah menjadi sendu saat naruto menceritakan Syal miliknya

"asal kau tahu Hinata syal ini adalah pemberian terakhir ibuku yang paling berharga" sambil menunjukan syal hijau pemberian ibunya itu

Hinata kaget mendengar pernyataan Naruto tentang syal Hijau miliknya itu, dirinya masih enggan menjawab pernyataan naruto

"Syal ini dibuat dengan cinta oleh ibuku, dia membuat ini pada saat terakhirnya , dia adalah orang paling berharga dalam hidupku ,sama seperti syal merah yang ku genggam ditangan kanan ku ini , syal ini juga mempunyai arti yang berharga dalam hidupku ,kau tahu mengapa aku berucap begitu ,karena kau termasuk wanita yang paling aku cintai selain ibuku" jelas Naruto

Hinata masih diam membisu mendengar pernyataan Naruto , dirinya tak tahu harus berbuat apa lagi setelah mendengar pernyataan Naruto

Naruto kemudian melanjutkan perkataannya, dia mengambil keputusan untuk mencurahkan apa yang ada dalam lubang hatinya selama ini

" Asal kamu tahu Hinata , dimanapun engkau berada, aku akan selalu berusaha membuatmu tersenyum ...dimanapun engkau berada, aku akan selalu berusaha di sisimu.. apapun yang engkau katakan , perasaan itu tetap untukmu ... , Aku berjanji padamu rasa ini akan tetap selamanya mulai dari sekarang ...

...Kokoro kara aiseru hito ,kokoro kara itoshii hito , kono boku no ai no mannaka ni wa itsumo kimi ga iru kara" ( Orang yang aku cintai setulus hati ...orang yang paling aku sayangi setulus hati , di lubuk terdalam cintaku, dimana kau akan selalu ada)...

...Hinata , meskipun kamu membenciku ,meskipun kamu ingin membunuhku ,meskipun kau tak akan pernah bisa mnemaafkanku ... aku akan tetap selalu mencintaimu , aku akan selalu menyangimu...

...dan jika kamu tetap membenciku, biarkan aku yang menanggung kebenciamu itu ,biarkan aku yang menjadi rasa sakitmu, biarkan aku menanggung semua penderitaanmu selama ini. jika seluruh dunia menolakmu , maka aku akan menjadi orang yang paling menerima mu "

Naruto mencurahakan segala isi hatinya kepada Hinata. Apa yang ia pendam selama ini , apa yang ia pikirkan selama ini , dia menjelaskan semua nya kepada Hinata

Tes...

Tess...

Tess..

Bulir-bulir Air mata pun mengalir dari mata lavender itu

terlihat Hinata menangis mendengar perkataan Naruto, Naruto pun terkejut melihat Hinata menangis , baru kali ini setelah dirinya berubah dia baru bisa melihat Hinata menangis

"apa kata-kataku membuatmu bersedih Hinata-chan" ucap Naruto

"Nande Naruto nande.. ,kau kenapa begitu peduli kepadaku., kenapa kau ingin sekali menanggung luka ku ,kenapa kau ingin sekali merasakan sakit yang aku rasakan , kenapa Naruto " Ucap lirih Hinata

"Aku sudah mengatakan nya Hinata ,bahwa aku sangat mencintaimu."ucap lembut Naruto

"lalu apa alasannya ,kenapa kau berucap begitu.." tanya Hinata

"Aku sangat mengerti apa yang kau rasakan selama ini , rasa sakit itu , kesepian ,rasa tak dianggap dan kebencian terhadapmu ,aku dapat merasakan nya ,rasa itu sangat menyakitkan" ucap lirih Naruto

"karena itu izinkan aku mengisi hatimu kembali Hinata, izinkan aku menghapus itu semua " jelas Naruto

Hinata masih terpaku mendengar perkataan Naruto

"Aishitheru Hyuuga Hinata" ucap lantang Naruto

Wusshhhhhhhhhh.

Angin meniup secara lembut , Angin menerbangkan rambut indigo itu secara perlahan-lahan , Hinata merasa ada yang mengisi hatinya kembali. Dia merasa sesuatu yang sudah kembali , Cahaya menyinari dalam hatinya ,kehangatan menyentuhnya kembali setelah sekian lama kedinginan menyelimuti dirinya itulah yang dirasakan nya . yah Naruto lah orang yang mengisi lubang hatinya.

"Hiks...hiks...Hikss. Naruto-kun Gomenmasai..Gomenmasai, selama ini aku dendam padamu ,selama ini aku mencoba membunuhmu tapi yang kau lakukan malah mencoba menyelamatkanku ,aku benar-benar tidak berguna" ucap Lirih Hinata

Hinata menangis membayangkan apa yang ia perbuat selama ini kepada orang yang ia cintai

Grepp.

Dengan spontan Naruto memeluk Hinata , dia berusaha menenangkan Hati Hinata yang sudah kacau.

Naruto membelai secara perlahan rambut indigo itu , mencoba menenangkan sang pemiliknya ,

"Aku sudah memaafkanmu sejak jauh hari, sejak kau mencoba membunuhku ,aku sudah memaafkanmu Hinata-chan" ucap lembut Naruto

"tapi aku.. sudah membunuh adikku, aku sudah membuat kehancuran terhadap dunia , aku sudah mencoba membunuhmu dan teman-temanmu ,apa aku pantas mendapatkan maaf darimu dan semuanya atasa perbuatanku selama ini" ucap lirih Hinata

"Kau tahu, Tuhan saja memaafkan dan memberikan kesempatan kedua untuk makhluknya yang berbuat salah , ,masa kita sebagai mahkluknya tak bisa berbuat demikian" ucap Naruto dengan lembut.

"Aigatou Naruto-kun, terimakasih telah mencintaiku" ucap Hinata

Naruto hanya tersenyum kecil dan membelai kembali rambut sang pujaan hatinya. Lalu dia pun mencium lembut kening Hinata

Cup.

Hinata malu mendapat ciuman dikeningnya itu ,sekarang tampaknya merona merah menghiasi wajah porselen itu.

"Nah ,sekarang ayo kita kembali ke desa, semuanya sudah menunggu kamu Hinata-chan" ucap Naruto

Hinata lalu melepaskan dekapan nya dengan Naruto

"Gomenmasai Naruto-kun ,aku tidak bisa pulang sekarang" ucap lirih Hinata

"Kenapa ,apa kamu masih ragu orang-orang akan memaafkanmu?" tanya Naruto

"Bukan, aku masih ada urusan " ucap Hinata

Kemudian Sosok Hinata mulai lenyap dari hadapan Naruto secara perlahan-lahan

"Hinata-chan kau mau kemana ?" ucap lirih Naruto

"maafkan aku Naruto-kun , aku memang sangat mencintaimu , tapi aku rasa kita tidak akan bisa bersatu lagi " ucap lirih Hinata

"Hinata-chan , kenapa kau berkata seperti itu , kenapa?" ucap lirih Naruto

"aku tak bisa menjelaskan padamu Naruto-kun ,terima kasih sudah mencintai.. Sayoonara Naruto-kun" ucap Lirih Hinata

Sosok berambut indigo itu kemudian menghilang dari hadapan Naruto.

"Hinataaaaa..." teriak Naruto...

Mindscape Off

.

.

.

.

.

.

.

.

.


Konohagakure

Setelah bertarung melawan Hinata , Naruto ditemukan pingsan oleh sahabat nya Uchiha Sasuke didalam dimensi miliknya, Sasuke mengetahui keberadaan Naruto berkat koneksi cakra Rikudou miliknya, saat ditemukan kondisi Naruto terlihat begitu parah , hampir semuanya cakra terkuras habis melawan Hinata.

Sasuke lalu membawa Naruto kerumah sakit Konoha , disana Sakura mengobati naruto , dia berusaha keras menyalurkan cakranya agar cakra Naruto tidak kosong.

"Hinata..." gumam Naruto secara tak sadar.

"akhirnya kamu sadar juga baka" ucap Sakura . sakura tersenyum usaha nya berhasil menyelamatkan Naruto.

3 hari berlalu Naruto kemudian siuman dari pingsan nya itu

Pemuda bermata safir itu membuka matanya secara perlahan-lahan, tampak ia lihat dekorasi ruangan serba putih dan bau obat yang begitu menyengat di hidung pemuda bermbut pirang itu.

"Ah, jangan-jangan ini dirumah sakit lagi" ucap Naruto

"akhirnya kamu sadar juga baka" ucap Sakura.

"eh sakura-chan , kenapa kamu disini" ucap polos Naruto

"baka, aku ini sedang memeriksamu tau, lain kali kamu jangan memaksakan diri , banyak khawatir dengan dirimu tahu" ucap Sakura

"eh, gomen Sakura-chan , habisnya kalau aku tak memindahkan diri ke dimensi lain ,kalian bisa terluka" ucap Naruto

"Baka..!, kamu itu selalu saja memperhatikan keadaan orang lain tanpa peduli terhadap dirimu sendiri" ucap Sakura

Kemudian masuklah pemuda berambut raven dengan mata onyx nya dan perempuan berambut pirang bermata lavender itu

"yo dobe, tampaknya kau sudah siuman" ucap Sasuke

"yah begitulah teme ehehehe" ucap Naruto sambil mengeluarkan cengiran nya

"hiks..Hiks..Hikss" shion pun menangis melihat keadaan Naruto itu

"Eh ,Shion mengapa kau menangis.." ucap Naruto

Greppp

Shion memeluk naruto dan menangis dalam pelukan nya itu.

"Hiks...Hiks.. Naruto no baka !, kenapa kamu mengorbankan dirimu hah" ucap lirih Shion

"gomen , Shion kalau aku tak melakukan hal itu ,kalian bisa terbunuh" ucap Naruto

"hiks...hikkss..hiksss, kamu selalu saja mengorbankan diri , kamu tahu aku itu takut kehilangan kamu Naruto-kun"ucap lirih Shion

"Hn tenanglah Shion , dobe itu tak mungkin mati secara mudah" ucap Sasuke menenangkan Shion

"iah tak usah khawatir ,aku janji kok tak akan meninggalkan kamu" ucap Naruto. Sambil menyeka air mata Shion

"janji kan naruto-kun" ucap Shion

"iah , aku janji kok" ucap Naruto.

Semuanya hanya tersenyum mendengar ucapan Naruto itu.

"Naruto-kun ,ini ada buah untukmu , makan buah ini supaya kamu cepat pulih yah" ucap Shion sambil mengasih satu keranjang buah kepadanya

"wah , jadi ngerepotin nih" ucap Naruto

"Tidak kok, justru aku lah yang harus berterima kasih ,berkat kamukan aku selamat, anggap aja ini rasa terimakasih ku Naruto-kun" ucap Shion

"ahh , iah Arigatou " ucap Naruto sambil menerima keranjang buah dari Shion itu.

"nah kalau begitu Sasuke-kun dan Shion-chan bisa menunggu sebentar diluar ,aku mau memeriksa keadaan Naruto" ucap Sakura

"hnnn, yah sudah , Naruto setelah ini aku akan berbicara kepadamu" ucap Sasuke

"Oke aku tunggu teme!" ucap Naruto

Sasuke dan Shion pergi meninggalkan ruang perawatan Naruto ,sedangkan sakura melanjutkan kembali pemeriksaan kondisi Naruto.


Kastil Toneri

Setelah bertarung melawan Naruto , Hinata juga ditemukan pingsan oleh sahabat nya Toneri didalam dimensi milik Naruto, Toneri mengetahui keberadaan Hinata berkat koneksi cakra Hamura miliknya.

3 hari berlalu Hinata pun akhirnya siuman dari pingsan nya itu , dia kemudian membuka mata lavendernya itu , dia melihat kamar dengan dekorasi klasik.

"dimana aku, apa aku dikastil Toneri" gumam Hinata

Tap...

Taappp...

Tap...

Suara langkah kaki pun terdengar , sosok itu kemudian membuka pintu kamar Hinata.

"Oh hime sudah siuman rupanya" ucap Toneri

"Ah ,Toneri-kun kenapa aku bisa disini?" tanya Hinata

"aku menemukanmu pingsan saat kamu berada di dimensi milik reinkarnasi Ashura itu, apa kamu baik-baik saja Hime?" tanya toneri

"ah ,aku baik-baik saja kok Toneri-kun " ucap Hinata.

Hinata kemudian merasa kekuatan nya menurun drastis 'aneh ,kok aku tak bisa merasakan kembali cakra moryou yang aku serap , apa yang terjadi sebenarnya selama aku pingsan' pikir Hinata

"Hime ,kenapa kamu melamun " tanya toneri , membuyarkan lamunan Hinata itu.

"ah, tidak apa-apa kok Toneri-kun" ucap Hinata

"yah sudah Hime, sekarang kita makan bersama ,makanan sudah disiapkan oleh para pelayanku" ucap Toneri

"Haiii" ucap Hinata

.

.

.

.

.


Konohagakure

1 hari pasca dirinya bertarung melawan Hinata . Naruto masih menjalani perawatan nya dirumah sakit konoha, menurut hasil pemeriksaan tampaknya naruto sudah diperbolehkan pulang nanti sore .Naruto mencoba membujuk Sakura agar ia bisa pulang pagi ini , tetapi Sakura menolak karena Naruto masih membutuhkan pemeriksaan tahap akhir.

Naruto masih memikirkan keadaan Hinata, dia tampak cemas dengan keadaan Hinata , ditengah lamunan nya Sasuke pun datang untuk menjenguk kembali dan membicarakan informasi yang ia dapat.

"yo dobe, jangan kebanyakan melamun" ucap Sasuke

"Hee Teme! , aku gak melamun Cuma lagi memikirkan sesuatu" ucap Naruto

"apa ini ada hubungan nya dengan Hinata?" tanya Sasuke langsung pada pointnya

"yah ,kau benar, teme pada saat aku pingsan waktu itu ,apa Hinata ada disana juga?" tanya Naruto

"tidak , aku hanya menemukanmu disana , kemungkinan dia dibawa kembali oleh Toneri." Ucap Sasuke

"sial , seharusnya aku tidak pingsan , kusoo!" ucap Naruto

"Hnnn, jadi kau mengkhawatirkan nya?" tanya Sasuke

"yah , aku khawatir dia kenapa-kenapa disana" ucap Naruto

"hnn begitu , tapi kita seharusnya lebih mengkhawatirkan informasi yang baru aku dapatkan" ucap Sasuke

"maksudmu teme" tanya Naruto

"Dobe , saat aku melakukan penyeledikan dikastil Toneri ,aku menemukan banyak kejanggalan.." ucap Sasuke

Sasuke menjelaskan apa yang terjadi , seperti ia bertemu Itachi , melawan JT madara dan menemukan tenseigan raksasa , selain itu Sasuke juga menceritakan sebuah makhluk misterius yang ia lihat di planet buatan Toneri di dalam bulan tentunya.,

"jadi , aku berasumsi jika Toneri berhasil mendapat cakra Moryou dan mengekstraknya dalam makhluk itu, dia akan membangkitkan Kurobi" ucap Sasuke

"apa alasanmu berasumsi seperti itu Teme?" tanya Naruto

"dikastil Toneri , aku disana menemukan gulungan rahasia klan Ootsustsuki ,disana tertera informasi Kuroibi , Kurobi itu adaah makhluk yang terbuat dari kegelapan , kekuatan kuroibi bahkan setara dengan juubi, aku khawatir jika kita tak menghentikan Toneri , dia bisa membangkitkan kuroibi ,jika itu terjadi maka bisa dipastikan Dunia akan berakhir." Ucap Sasuke

Deeegggggg

Naruto terkejut dengan penjelasan Sasuke , dia tak mengira rencan Toneri begitu busuk

"Ini gawat ,berarti Hinata selama ini hanya dimanfaatkan oleh Toneri , Hinata sekarang dalam keadaan berbahaya!" ucap panik Naruto

"hnn ,kenapa kau berkata seperti itu Dobe?" tanya Sasuke

"kau tahu teme, Hinata sekarang memiliki cakra moryou ,dia menyegel kedalam tubuhnya sendiri, aku yakin Toneri pasti akan mengambil cakra itu" ucap Naruto

Sasuke terkejut mendengar perkataan Naruto ,

"Ini berarti Kurobi akan segera bangkit Dobe" ucap Sasuke

"kita harus memberitahukan Aliansi secepatnya " ucap Naruto.

"Hnnn" ucap singkat Sasuke menyetujui usul Naruto.


Dream Hinata

Disebuah ruangan , Hinata kini berdiri disana , dia melihat banyak hiasan-hiasan kuil , artefak kuno disana,dekorasi tradisional . dia melihat beberapa prajurit berkumpul dalam ruangan itu.

"byakugan no hime" ucap sosok misterius itu. Suara nya terdengar dari pasukan itu

Hinata pun kaget mendengar sapaan sosok misterius itu. Dia pun memasang sikap waspada , karena bisa jadi yang dihadapan nya adalah musuh

"tenang Byakugan no Hime , aku tak akan menyakitimu" ucap sosok misterius itu

"Siapa dirimu sebenarnya?" tanya Hinata , membalas ucapan yang datang dari pasuka yang ia lihat dihadapan nya.

Kemudian para pasukan itu membuka jalan ditengah pasukan, tampak sesosok pria berkulit putih pucat sedang berjalan , dia memiliki tanduk diatas kepalanya , dia memakai kimono putih khas klan Ootsustuki , Hinata dapat melihat sosok itu mempunyai gedoudama dibelakang tubuhnnya . seluruh pasukan duduk bersimpuh memberi hormat pada sosok itu, Hinata kemudian berasumsi jika sosok itu adalah orang paling dihormati oleh pasukan itu.

"perkenalkan namaku adalah Ootsutsuki Hamura." Ucap Hamura memperkenalkan Namanya.

"Ootsu-tsu-ki Ha-mu-ra" ucap Hinata tergagap melihat sosok dihadapan nya itu.

"aku datang kesini ,karena jiwaku tertarik oleh keberadaan cakra , selain itu aku ingin menjelaskan padamu tentang kejadian yang sebenarnya" ucap Hamura

"maksudmu apa yang terjadi ,Hamura-sama?" tanya Hinata

"apa yang dijelaskan oleh Toneri , itu adalah kesalahan , aku sebenarnya tidak pernah menginginkan Dunia yang dibuat Kakakku hancur " ucap Hamura

"jadi ,wasiat suci itu adalah sebuah kesalahan belaka?" tanya Hinata

"benar , semua itu hanya sebuah alibi yang dikarang oleh keturunan cabang dariku untuk menghancurkan kuturunan utama ku" ucap Hamura

"jadi semua itu sebuah kebohongan belaka" ucap lirih Hinata , dia sangat terpukul karena dirinya ikut terlibat dalam rencana Toneri

Hamura dapat melihat raut wajah Hinata yang sendu itu, dia juga tahu bahwa keturunan nya juga terlibat dalam rencana Toneri , dia dapat melihat hal itu karena selama ini Hamura berkeliling berbagai dimensi dan waktu untuk sekedar melihat apa yang dilakukan keturunan nya persis apa yang dilakukan oleh Rikudou Sennin , bukan nya Hamura tak bisa menghentinkan hal itu ,tetapi jika ia turut campur tangan , maka ia juga bisa merubah masa depan akibat perbuatanya itu , jadi Hamura hanya bisa melihat para generasinya bertarung dan terus bertarung.

"Maafkan aku Hamura-sama , aku selama ini salah paham ,dan melakukan kesalahan yang banyak" ucap lirih Hinata

"tidak apa-apa ,itu semua bukan semata-mata kesalahanmu saja , tetapi kesalahanku juga karena aku juga gagal mengarahkan keturunan ku kearah lebih baik, jadi aku ingin kamu menghentikan Toneri sebelum terlembat" jelas Hamura

"kamu harus menghentikan Toneri sesegera mungkin ,karena kini Toneri berhasil mencuri cakra Moryou dari, aku yakin dia akan menanamkan Tenseigan dan cakra moryou kedalam cangkang kurobi , jika dia berhasil melakukan nya dia akan membangkitakn kurobi dan itu akan menjadi akhir Dunia" jelas Hamura

Hinata kaget mendengar penjelasan Hamura , dia berpikir pantas dirinya merasa banyak kehilangan kekuatan , ternyata Toneri telah berhasil mencuri cakra Moryou dari dirinya

"tapi apa aku bisa Hamura-sama , bukan kah aku juga sudah gagal" ucap Hinata

"kamu pasti bisa melakukannya Byakugan no hime , aku yakin kamu bisa ,tebuslah kesalahan dengan menghentikan Toneri" ucap Hamura

"aku mengerti aku akan melakukan nya" ucap Hinata

"baiklah sebelum itu aku akan memberikan kekuatanku padamu" ucap Hamura

Hamura lalu menempelkan telapak tangan nya pada telapak tangan kiri Hinata , dia memberikan kekuatannya pada Hinata

"dengan begini ,kamu bisa mempergunakan nya untuk menghentikan toneri" ucap Hamura

"baiklah ,waktuku sudah habis , hentikan toneri sesegera mungkin ,jangan biarkan Dunia buatan kakakku berakhir" titah Hamura

Hamura kemudian menghilang bersama para prajuritnya.

Dream Hinata off


Kastil Toneri

"ughhh" ucap Hinata

Gadis bermbut Indigo itu membuka mata lavender miliknya , Hinata melihat dirinya berada dalam kamarnya dikastil Toneri. Dia pun kembali merenungi mimpinya itu . pertemuanya dengan Hamura membuat Hinata harus menghentikan aksi Toneri itu

'aku harus mencari cara untuk menghancurkan Tenseigan dan Kurobi' ucap batin Hinata

Tap...tappp...tapp...

Krieeekkkkkkkkk...

Terbukalah pintu , disana tampak sesosok pemuda berambut silver berpakaian kimono tradisional putih khas klan Ootsutsuki.

"Ohayou Hime, kau sudah bangun rupanya" ucap Toneri

"Ohayou ,Toneri-kun , ia baru saja aku bangun" ucap Hinata sambil menunjukan senyum palsunya.

"Toneri-kun bisakah aku bertanya padamu?" tanya Hinata

" apa yang ingin kau tanya-kan Hime?" ucap Toneri

"aku ingin bertanya , dimana tenseigan yang asli ,lalu apa aku bisa melihatnya?" tanya Hinata

Toneri merasa aneh dengan pertanyaan nya itu , dia berpikir untuk berhati-hati dengan Hinata ,

"Ah , Tenseigan berada didalam dimensiku ,tetapi aku belum bisa memberitahumu terlebih dahulu , kamu harus menikah dengan ku jika kamu ingin melihatnya" ucap Toneri

"ah begitu yah, lalu kapan kamu menikahiku Toneri-kun?" ucap Hinata

"Mungkin sekitar 2-3 hari lagi ,aku sudah mempersiapkan itu semua Hime" ucap Toneri

"ah... Begitu yah" ucap Hinata

Degggg...

"Ughhh" Toneri pun tiba-tiba menutup matanya dengan tangan nya itu , dia merasa kesakitan pada matanya itu

'sial , reaksi Imortal Tenseigan begitu menyakitkan ' ucap batin Toneri

"Toneri-kun apa kamu baik-baik saja?" tanya Hinata

"ah ,tidak apa-apa Hime , aku hanya perlu istirahat sebentar dikamarku ,Hime silahkan sarapan duluan , aku bisa sarapan dikamar saja" ucap Toneri

"baiklah ,Hati-hati Toneri-kun" ucap Hinata

"aku pergi dulu janee Hime" ucap toneri meninggalkan kamar Hinata

'ini adalah kesempatanku ,untuk mencari tenseigan ' ucap batin Hinata

Hinata kemudian pergi keluar melalui jendela kamarnya untuk mencari tenseigan

Sementara itu Toneri kemudian beristirahat didalam kamarnya itu.

'sebentar lagi Imortal Tenseigan akan bangkit , sebentar lagi Dunia Rikudou Sennin segera berakhir , aku harus bisa menahan rasa sakit ini' ucap batin Toneri


Ruang penyimpanan Tenseigan

Setelah 5 jam berlalu, Hinata akirnya menemukan Tenseigan , berkat mata True Tenseigan miliknya dia dapat melacak keberadaan tenseigan raksasa itu

'Jadi ini Tenseigan yang dibicarakan oleh Hamura-sama, sebaiknya aku harus segera menghancurkan nya' ucap batin Hinata

Hinata kemudian mengaktifkan mode True Tenseigan miliknya. Disaat Hinata akan menghancurkan Tenseigan itu tiba-tiba

"Hakke kuuhekishou"

Blassshhhhhhhhhhh...Wussshshhhhhhhh...

Serangan itu tiba-tiba datang ,karena lengah Hinata pun terlempar beberapa meter dari tempat nya semua itu.

"Ughhh" ucap kesakitan Hinata

'sial ,aku lengah , tapi bagaimana mungkin aku terkena serangan milik klan Hyuuga apa mungkin' ucap Batin Hinata

Hinata kemudian melihat sosok yang menyerang dirinya ,dia sangat terkejut melihat kedua sosok itu yang menyerang tersebut..

"tidak , mustahil bagaimana mungkin ini bisa terjadi" ucap terbata-bata Hinata

Sementara sosok itu hanya diam dan bergeming mengabaikan perkataan Hinata

"kaliann..." ucap terbata-bata Hinata

Tobe continued...

Siapakah kedua sosok yang kini berada dihadapan Hinata , semuanya akan terungkap dalam cerita selanjutnya


Yosh Chapter 16 is done . , ikuti terus cerita ini. maaf yah mungkin terlalu pendek , bad summary, typo . dan banyak kekurangan lain nya dalam fic ini.

Silahkan RnR Minnaa...