Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto
Naruto Gaiden : Kurayami no naka no hikari (Cahaya dalam kegelapan)
Fic tentang versi lain dari The Last Naruto the Movie
Char : [Naruto+Hinata] . Team 7 , Toneri
Rated : T
Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic atau kesalahan penulisan karena fic ini fic pertama saya dan saya juga terinspirasi fic lain nya .
RnR please .. hehehehehe
Chapter 17 : Battle for the World
Ruang penyimpanan Tenseigan
Setelah 5 jam berlalu, Hinata akirnya menemukan Tenseigan , berkat mata True Tenseigan miliknya dia dapat melacak keberadaan tenseigan raksasa itu
'Jadi ini Tenseigan yang dibicarakan oleh Hamura-sama, sebaiknya aku harus segera menghancurkan nya' ucap batin Hinata
Hinata kemudian mengaktifkan mode True Tenseigan miliknya. Disaat Hinata akan menghancurkan Tenseigan itu tiba-tiba
Hakke kuuhekishou
Blassshhhhhhhhhhh...Wussshshhhhhhhh...Buaaaaaaagggggghh...
Serangan itu tiba-tiba datang ,karena lengah Hinata pun terlempar beberapa meter dari tempat nya semua itu.
"Ughhh" ucap kesakitan Hinata
'sial, aku lengah, tapi bagaimana mungkin aku terkena serangan milik klan Hyuuga apa mungkin..' ucap Batin Hinata
Hinata kemudian melihat sosok yang menyerang dirinya ,dia sangat terkejut melihat kedua sosok itu yang menyerang tersebut..
"tidak, mustahil bagaimana mungkin ini bisa terjadi" ucap terbata-bata Hinata
Sementara sosok itu hanya diam dan bergeming mengabaikan perkataan Hinata
"kaliann..." ucap terbata-bata Hinata
Kini terlihat didepan Hinata ada sosok yang ia kenali dan familiar baginya
"Neji-niisan, Hanabi..., bagaimana mungkin kalian bisa hidup kembali" ucap terbata-bata Hinata
Sedangkan sosok yang dihadapi Hinata tak bergeming sama sekali dengan perkataan Hinata itu, Hinata pun melihat kedua sorot matanya, tampak dari kedua pandangan matanya itu hanya kosong dan tanpa memiliki emosi.
'apa ini Edo tensei, tapi kenapa aku tak menenmukan unsur edo tensei dalam penampilan mereka' piki Hinata
Neji dan Hanabi kemudian menyerang Hinata dengan Taijutsu khas Hyuuga. Hinata pun tak tinggal diam, dia juga kembali mengaktifkan True Tenseigan miliknya dan membalas serangan mereka.
Buaaaaaagghhhhhhhhhh.
Paaakhhhhhhhhhhhhhhh...
Adu Taijutsu pun terjadi antara mereka bertiga, pukulan demi pukulan pun dihantam kepada Hinata, namun Hinata mampu membalas serangan keduanya itu, bahkan Hinata berhasil memukul mundur kedua saudaranya yang sudah mati itu.
Kemudian Hinata membentuk sebuah aura cakra yang berbentuk kepala singa raksasa bewarna ungu dikedua tangannya itu.
Hakke: Dai Sōjishi Hōgeki
Buaaaaaagggggggggggghhhhhh...
Buaaaaaaggggggggggggghhhhh...
JT Neji dan Hanabi pun terpental dan terkena telak akibat serangan Hinata, tubuh mereka sepertinya agak terkoyak dan retak layaknya Edo tensei, Hinata menyipitkan matanya melihat kondisi aneh itu,
'apa ini Edo tensei, kalau ini Edo tensei pasti ada kelemahan pada kinjutsu ini' pikir Hinata
Akan tetapi Hinata kembali dikejutkan dengan kondisi JT Neji dan Hanabi yang sudah kembali beregenarasi total, dirinya sangat tercekat melihat regenerasi JT Neji dan Hanabi hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 detik.
"apa, bagaimana bisa?" gumam Hinata
Tanpa basa-basi lagi mereka pun kemudian menyerang Hinata, dan tanpa Hinata sadari dirinya sudah terjebak didalam radius serangan milik mereka berdua itu.
Jukenho: Hakke Nihyaku Gojuuroku Sho
Delapan pukulan
Buaagghhhhhhhhhh...Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh...
Enam belas pukulan
Buaaaaaaaaggghhhhhhhh...Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh.
Tiga puluh dua pukulan
Buaaaagggghhhhhhhhhhhh...Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh...
Enam puluh empat pukulan
Buaaaagggghhhhhhhhhhhh...Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh...
Seratus dua puluh delapan pukulan
Buaaaagggghhhhhhhhhhhh..Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh...
Dua ratus lima puluh enam pukulan
Buaaaagggghhhhhhhhhhhh..Buaaaaaagggghhhhhh...Buaaaaaggghhhhhhhhh...
Uagggghhhhhhhhhhhhhhhhh...
Darah mengucur dari bibir mungil Hinata, dirinya terkapar lemas, akibat jurus itu. Rasa sakit dan perih menjalar disetiap bagian tubuhnya.
Disaat bersamaan tampak dari jauh tampak seorang pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin-biru dengan pupil biru yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna biru dan putih. Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikkudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri.
"jadi bagaimana rasanya Hime, beginilah akibatnya jika kau berniat berkhianat dan menentang ku, nah sekarang bagaimana Hime, apa kamu akan menurutiku atau kembali melawanku" ujar Toneri
"ughhhhhhh, aku tidak akan menyerah meskipun aku harus mati disini, selain itu aku tidak akan tertipu lagi" ujar Hinata sambil mencoba mendirikan badannya itu. Meski agak tergopoh.
"heh, jadi kau sudah tahu yah, hah baguslah jadi aku tak usah repot-repot lagi memberi penjelasan padamu Hime" ujar Toneri
"Kau, jadi apa yang dikatakan Hamura-sama itu benar, kenapa kau memilihku Toneri, apa alasanmu, kenapa kau menipuku, kenapa kau memanfaatku, apa sebenarnya tujuanmu Toneri!" pekik Hinata
"Huaahahahahahahah, baik-baiklah aku akan menjelaskanya padamu Hime, kau seharusnya berterima kasih kepadaku, baiklah aku akan menjelaskan padamu, aku sebenarnya hanya memanfaatkan kegelapan hatimu Hime, aku menggunakan itu untuk menjadikanmu bidakku, tujuanku melalukan hal itu untuk mendapatkan kekuatan Moryou yang akan kugunakan dalam pembangkitan Kurobi, dan kau berhasil menjadi bidak yang baik, aku sangat berterimakasih padamu" ujar Toneri dengan nada sarkatis.
"tetapi kenapa kau memilihku, apa alasanmu hah!" pekik Hinata
"aku memilihmu sebagai bidakku karena kau mempunyai kebaikan hati yang mendalam, kau begitu baik dan lembut terhadap lainya, kau mempunyai cinta yang mendalam terhadap reinkarnasi Ashura, Desa Konoha, dan keluarga serta Clanmu tentunya, lalu apa bila semua hal itu menghilang, kau akan mudah jatuh dalam jurang kegelapan, jadi aku memanfaatkanmu karena kau begitu mudah untuk dimanfaatkan bukan" desis Toneri
"Bajingan kamu Toneri, kau membuatku menjadi diriku yang bukan aku kenal lagi, aku benar-benar tidak akan memaafkanmu" desis Hinata.
"Oh yah, lalu apa yang bisa kau perbuat sekarang, asal kau tahu, kau sekarang tidak bisa berbuat apa-apa, titik cakramu saja sudah tertutup " ujar Toneri
"aku tidak akan pernah menyerah, aku akan menghentikan aksimu disini" ucap Hinata
Hinata kemudian mengaktifkan mode True Tenseigan miliknya , mata miliknya kini berubah menjadi mata dengan pupil Lavender dikelilingi oleh iris seperti bunga berwarna Lavender dan putih., tubuhnya kini dibaluti cakra berwarna lavender. beserta 10 gedoudama belakang tubuhnya itu.
"tidak mungkin, bagaimana kau bisa memiliki Mode itu lagi, padahal kekuatanmu sudah akus serap sepenuhnya, selain itu titi tenkutsu milikmu sudah tertutup, bagaimana bisa!" ucap Toneri
"ini adalah kekuatan milik Hamura-sama, yang diberikannya kepadaku untuk menghentikanmu, aku tak akan membiarkanmu menghancurkan Dunia ini" ujar Hinata dengan nada tegas,
"Huahahahaha, menarik-menarik sekali, aku tak menyangka kau masih menyimpan kekuatan tersembunyi mu Hime, aku sangat kagum, tapi bukan hanya kau yang mempunyai kekuatan spesial, akan kutunjukan apa arti kekuatan yang sebenarnya" ujar Toneri.
Toneri kemudian mengaktifkan Tenseigan mode miliknya , mata miliknya kini berubah menjadi mata dengan pupil biru kehijauan dikelilingi oleh iris seperti bunga berwarna biru kehijauan dan putih., tubuhnya kini dibaluti cakra berwarna biru kehijauan. beserta 10 gedoudama belakang tubuhnya itu.
"huahahahaha, sekarang kita tunjukan kekuatan mana yang lebih hebat, apakah kekuatan yang kau punya, atau kekuatan milikku" pekik Toneri.
Toneri kemudian begerak cepat menuju Hinata, pertarungan keduanya pun tak terelakan lagi
Splaaaassssssshhh...
Wuusssssshhhhhhhhhh...
Buaghhhhhhhhhhhhh...
Splaaaassssssshhh...
Wussshshhhhhhh...
Buagggghhhhhhhhhhh...
Splaaaassssssshhh...
Wushhhhhhhhhh...
Buaaggggghhhhhh...
Adu taijutsu pun terjadi antara keduanya, keduanya melesat cepat diudara ,mereka saling hantamkan pukulan satu sama lainnya.
"menyerahlah, kau tidak akan bisa mengalahkanku" desis Toneri
Ginrin Tensei Baku
Bola-bola hijau disekitar Toneri berubah menjadi putaran cakra, mirip seperti Rasenshuriken, sedangkan Hinata melakukan hal serupa yang dilakukan Toneri, dirinya membentuk bola-bola lavender menjadi putaran cakra mirip jutsu Toneri
Ginrin Tensei Baku
Blarrrrr...
Duaaarrrrrrrr...
Ledakan pun terjadi akibat dua jutsu yang saling bertabrakan itu, Hinata dan Toneri masing-masing terpental kearah berlawanan.
'sial aku bahkan sulit melukai nya kalau begitu tidak ada pilihan lain' pikir Toneri
Kuroki Kinrin Tensei Baku
Ditangan Toneri terbentuklah pedang laser hitam pekat. Dengan sekejap Toneri mengayunkan pedang laser itu kearah Hinata. Hinata kemudian dengan sigap membuat jutsu yang mirip dengan Toneri itu. Hanya saja pedang laser Hinata berwarna Lavender.
Murasakiiro Kinrin Tensei Baku
WUSSSSSSSSHHHHHHHH...
CRRAASSSSSSHHHHHHHHHH...
BLAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRR...
Efek dari benturan kedua jutsu itu begitu hebat, dengan seketika efeknya itu hampir menghancurkan sebagian besar ruang penyimpanan Tenseigan, Toneri pun menyeringai melihat jutsu berhasil melumpuhkan pegerakan Hinata, Hinata memang kalah telak melawan jutsu Toneri, selain kalah dari segi stamina, dirinya juga kalah dari segi cakra, mengingat Toneri mempunyai pasokan cakra tak terbatas dari Cakra milik Moryou itu.
"Ughhhhhhhh" gumam Hinata kesakitan yang terbaring ditanah.
"nah, begini lebih baik, Mulai saat ini kau tidak akan pernah mengkhianatiku lagi" ucap Toneri sambil mengeluarkan Bola hijau dari tangannya kirinya, kemudian..
BUAAAAAGGHHHHHHHHHHHHH...
Toneri memasukan paksa bola hijau itu tepat kedalam dada Hinata, Hinata merasa dirinya mulai kehilangan kesadarannya, tubuhnya terasa lemas tak berdaya, dirinya sudah berusaha keras untuk mengelak tapi sayangnya tubuhnya tak merespon apa yang diperintahkannya.
"Naru-to...- kun " gumam Hinata dengan nada lemah
Hinata akhirnya pingsan akibat efek jutsu manipulasi milik Toneri itu.
"kali ini kau tidak akan aku bunuh, karena dirimulah merupakan salah satu bidak berharga milikku, dengan begini kau tidak akan mengkhianatiku" ujar Toneri
Toneri kemudian melihat keadaan sekitarnya, dirinya melihat kerusakan dimana-mana.
"sebaiknya aku perintah para kugutsuku untuk memperbaiki kerusakan ini, selain itu aku harus bersiap-siap melakukan pernikahan dengan Hinata dan menginvasi Dunia buatan Rikudou Sennin" ujar Toneri sambil melangkah pergi dari ruangan itu.
Konohagakure no Sato
Kakashi kini sedang berada didalam gedung markas pusat Aliansi Shinobi, dirinya dan beberapa perwakilan elemental nation, kini tengah membahas persiapan untuk menghadapi bencana jatuhnya bulan dan Agresi Toneri terhadap Dunia, menurut informasi yang didapat dari Sasuke dan Itachi, musuh kini sedang melakukan tahap pembangkitan Kurobi, tentunya ini membuat khawatir Aliansi Shinobi.
"dari informasi yang didapat Sasuke, aku bisa menduga musuh sedang menyiapkan serangan terakhirnya terhadap Dunia, mereka benar-benar mempersiapkan tahap demi tahap secara matang" ujar Kakashi
"begitu, kali ini kita menghadapi bahaya lebih besar dibanding Mugen Tsukyoumi, karena efek serangannya benar-benar akan memusnahkan Dunia ini" ucap Tsunade.
"kalau begitu kita tak bisa berdiam diri begitu saja, kita harus melakukan sesuatu tentunya" ujar A Yondaime Raikage
"yah, aku setuju dengan Raikage-dono, sekarang kita harus mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk" ujar Gaara Godaime Kazekage.
"kalau begitu aku punya usul, disetiap 5 negara besar akan dibentuk beberapa pasukan khusus yang terbagi kedalam beberapa divisi, dimulai dari Divisi militer, Divisi medis dan Divisi perlindungan masyarakat, dan setiap divisi akan di kepalai oleh shinobi yang terpilih dari pilihan para pemimpin 5 negara besar dan negara kecil disekitar 5 negara besar akan mendapat perlindungan khusus dari 5 negara besar, jadi bagaimana apa kalian setuju?" tanya Mifune kepala Negara Besi
"selain itu apakah kita akan saling berkordinasi dan memimpin setiap pasukan khusus itu dalam melakukan operasi di desa masing-masing. apakah begitu maksudnya Mifune-dono?" tanya Onoki Sandaime Tsuchikage
"yah, itu yang aku maksud Tsuchikage-dono" ujar Mifune
"tunggu walaupun begitu, kita masih punya masalah dengan banyaknya kasus jatuhnya pecahan bulan diwilayah kita masing-masing, lantas bagaimana kita melakukan hal itu ditengah-tengah kita melakukan Operasi?" tanya Mei Terumi Godaime Mizukage.
"kalau masalah itu, kalian bisa serahkan padaku, Kumogakure mempunyai salah satu Alusista militer terbaik, Kumogakure akan berusaha menghancurkan Meteorit yang akan memasuki wilayah atmosfer, tapi masalahnya mengoperasikannya tentu lumayan memakan waktu. Apakah sisanya kalian bisa menanggulanginya?" tanya A
"yah itu rencana bagus, Konohagakure tentunya bisa mengulur waktu untuk itu." Ujar Kakashi
"yah, Sunagakure pun bisa melakukannya" ujar Gaara
"yah, sama seperti Konoha dan Suna, Kirigakure pun siap selalu" ujar Mei
"hei, Iwagakure juga tentunya bisa melakukan hal semudah itu" ujar Onoki
"oh yah Kakashi, aku punya usul untukmu, bagaimana kita mengirim salah satu team untuk menuju markas musuh untuk melakukan penyelidikan tertentu, dengan begitu kita bisa mengetahui, berapa jumlah pasti daya tempur kekuatan musuh?" tanya Tsunade
"ah, kalau hal itu, aku sudah melakukannya, aku sudah mengirimkan Team 7 untuk melakukan misi ini" ujar Kakashi.
"Soukka, kau memang selalu terdepan dalam hal taktik dan teknik Kakashi" ujar Tsunade.
"anda terlalu memuji berlebihan Tsunade-sama" ujar Kakashi
"yah Tsunade-dono memang betul, Hokage-dono memang memiliki kelebihan dihal itu." Ujar Mifune
"yah sudahlah kalau begitu, baiklah jadi bagaimana, apa kalian semua sudah setuju dengan hal kita bicarakan ini" ujar Kakashi
"yah kami sudah setuju" ujar Mifune yang mewakili para peserta rapat.
"baiklah dengan ini aku putuskan sebagai Komandan Aliansi Shinobi, kita akan melakukan rencana ini dan dengan begini pertemuan kita tutup" ucap Kakashi
Didalam Kastil Toneri
Kini Team 7 dan Itachi sudah berhasil menyelinap masuk kedalam kastil milik Toneri, mereka masuk melalui portal dimensi milik Sasuke, mereka kemudian merangsek masuk lebih dalam untuk mencari keberadaan Toneri, Hinata dan Tenseigan, Tujuan mereka yaitu menghancurkan Tenseigan dan melakukan Penyelamatan terhadap Hinata.
"Naruto, kita bergerak sesuai rencana, sekarang gunakan sennin mode milikmu untuk melacak keberadaan Toneri dan Hinata" ucap Itachi
"aku mengerti, tapi sebeum itu ada yang ingin aku lakukan terhadapmu Itachi-niisan" ujar Naruto
"hn, memangnya apa yang ingin kau lakukan Naruto?" tanya Itachi
"lihat dan perhatikan saja" ujar Naruto
Naruto kemudian mendekatkan telapak tangan kanannya yang memiliki Segel YANG, tepat diposisi jantung milik Itachi. Kemudian dirinya mengaktifkan Dojutsu Rinne Tensei Sharingan miliknya, setelah itu dirinya kemudian melakukan sebuah Hidden jutsu miliknya
Rikudou : Megami Tensei no Justu
Usai menghandseal jutsu itu, tiba-tiba saja tubuh milik Itachi bersinar terang, tubuhnya diselimuti aura emas, Itachi merasakan tekanan darahnya mengalir secara tiba-tiba, serta detak jantung kembali berdetak
"Ini, tidak mungkin" gumam Itachi terkejut melihat perubahan tubuhnya itu
Sasuke dan Sakura juga terperangah melihat perubahan tubuh Itachi, tampaknya Itachi mengalami Reinkarnasi kembali kedalam bentuk kehidupan.
"Dobe, apakah ini.." gumam Sasuke
"yah, aku sudah menghidupkan kembali Itachi-niisan menggunakan kemampuan Hidden Dojutsu milikku, bisa dibilang ini mirip Rinne Tensei no Jutsu, oh yah selain itu aku juga sudah menstabilkan Mangekyou Sharingan milikmu agar nanti saat Itachi-niisan menggunakannya tidak akan mengalami resiko kebutaan tentunya." ujar Naruto dengan nada santai
"Baka!, kalau begitu kau bisa mati tahu" pekik Sakura
"tenanglah Sakura-chan, jutsuku ini berbeda dengan Rinne Tensei no Jutsu, karena jutsu ini hanya memakan 1/32 cakra milikku, jadi aku tak perlu khawatir kalau aku bisa kehilangan nyawa akibat pemakaian jutsu ini" ujar Naruto.
"jadi begitu Naruto, lalu apa tujuan melakukan ini terhadapku?" tanya Itachi
"soal itu sebenarnya aku hanya khawatir kalau Itachi-niisan akan kembali digunakan sebagai bidak Toneri apabila pengaruh genjutsu Sasuke menghilang, oleh karena itu aku melakukan hal ini, selain itu aku juga ingin melihat Teme bahagia bila kalian berdua bisa hidup bersama" ujar Naruto
"Ck, dasar Dobe selalu melakukan hal mengejutkan buatku" ujar Sasuke
"yah sudah, kalau begitu terima kasih Naruto, kalau begini aku juga bisa mengawasi Sasuke-chan tentunya" ujar Itachi
"Ckk, aku ini laki-laki Aniki, jangan pernah memanggilku dengan embel-embel chan!" ujar Sasuke sambil mendeathglare tajam Itachi.
Sedangkan Naruto dan Sakura hanya terkekeh kecil melihat perdebatan kecil diantara Dou Uchiha bersaudara itu.
"Hn, yah sudah kalau begitu, ayo kita segera bergerak" ucap Itachi
"Hn/Uhmm" jawab Sasuke, Naruto dan Sakura.
Mereka kemudian bergerak kedalam, menurut Sennin mode milik Naruto, kini Toneri dan Hinata sedang berada didalam altar dalam kastil ini.
Ditengah perjalanan mereka pun kedatangan musuh yang sudah menantikan mereka disana.
"ada musuh yang datang" ujar Naruto
Zudoonnnnnnnnnn...Zudooooooonnnnnn...Zudooooooonnnnn..
Puluhan laser cakra mengarah cepat menuju kehadapan mereka
"Menghindar" pekik Itachi.
Blaaaarrr...Blaaaarrrrr...Blaaaaarrrrr...
Untungnya Team 7 dan Itachi berhasil menghindar dari serangan para kugutsu milik Toneri itu.
"Kuso, sepertinya musuh sudah mengetahui keberadaan kita, Naruto sebaiknya kau bergegas menuju altar utama, kami akan menahannya disini" ujar Itachi
"tapi..." ucapan Naruto kemudian terpotong oleh Sasuke
"tidak ada tapi Dobe, cepatlah bergegas, kami akan berusaha menahannya" ucap Sasuke
"yah, kami akan menahanya Naruto, cepatlah pergi" ucap Sakura.
"yah, baiklah. Aku serahkan pada kalian" ucap Naruto
Dengan cepat Naruto kemudian bergerak cepat menuju altar utama kastil, sedangkan Sasuke, Sakura serta Itachi berusaha menahan serangan musuh itu yang berada diluar kastil.
Zudoonnnnnn...Zudooooooon...Zudooonnnnn...
Blaaaaaarrrrr...Blaaaarrrrrrrrrrrr...Blaaaaarrrrrrrrrr...
Ledakan pun terjadi dimana-mana, Itachi, Sakura dan Sasuke sendiri berhasil menghindar dari serangan itu, tampaknya mereka masing-masing terkepung oleh puluhan kugutsu milik Toneri itu.
"Sasuke, Sakura mereka menyerang kita agar mereka bisa memecah konsentrasi kita bertiga, kalau begitu tampaknya kita harus menghabisinya satu persatu, apa kalian sanggup?" tanya Itachi
"aku sanggup" ucap Sakura
"Hn" gumam Sasuke sambil mempersiapkan jutsunya itu.
"baiklah, kita habisi mereka satu persatu" ujar Itachi.
Disisi Sasuke
Sasuke kini sedang berhadapan dengan puluhan kugutsu yang agak merepotkannya itu, dirinya terus diserang oleh mereka. Sasuke sudah menganalisa betul kelebihan dan kekurangan kugutsu milik Toneri.
'tampaknya aku harus menyerang mereka secara agresif, mengingat kugutsu ini tidak memiliki benang cakra sama sekali, akan tetapi serangan yang lebih besar akan lebih membahayakan rekan sekitar jika salah sasaran, lebih baik aku menggunakan Kenjutsu dan Ninjutsu Short range milikku' pikir Sasuke
Ditengah Sasuke menganalisa pertarungan tiba-tiba saja salah satu kugutsu milik Toneri menyerang Sasuke menggunakan pedang miliknya. Sasuke menyadari hal itu kemudian menteleport dirinya dengan kugutsu lainya menggunakan Amenotetjikara
Crraaasssssssshhhhhhhhhhhh...Craaassssssshhhhhhh...Craassssssshhhhhh..
Dan tampaknya serangan kugutsu Toneri malah melukai kugutsu lainya. Disisi lainya Sasuke kemudian menyiapkan Kenjutsu dan Ninjutsu miliknya
Kusanagi no Tsurugi : Chidori Gatana
Enton : Kagutsuchi no Tsurugi
Dengan Shunsin miliknya Sasuke kemudian bergerak cepat menebas Para Kugutsu dengan menggunakan Pedang listrik Kusanagi dan Pedang Kagutsuchi miliknya.
Crraaasssssssshhhhhhhhhhhh...Craaassssssshhhhhhh...Craassssssshhhhhh..
Wussssssssssshhhhhhhhhinggg...
Crraaasssssssshhhhhhhhhhhh...Craaassssssshhhhhhh...Craassssssshhhhhh..
Wusssshhhhhhhhhhinggggggg...
Crraaasssssssshhhhhhhhhhhh...Craaassssssshhhhhhh...Craassssssshhhhhh..
Akibatnya puluhan Kugutsu milik Toneri terpotong dan terbakar serangan milik Sasuke, Sasuke hanya menyeringai kecil melihat kinerja jutsunya itu.
"Hn" gumam Sasuke sambil melihat para kugutsu yang terpotong dan terbakar oleh Amaterasu.
Disisi Itachi.
Kini Itachi tengah dikepung oleh para Kugutsu Toneri, mereka terus saja menyerang Itachi secara membabi buta, untung saja Itachi bisa menghindari serangan mereka
'ini harus diselesaikan dengan cepat' pikir Itachi
Itachi kemudian merapalkan handseal miliknya
Katon : Ryuuen Houka no Jutsu
Munculah kepala naga yang terbuat dari elemen api milik Itachi, dengan seketika jutsu itu melesat cepat menuju para kugutsu itu.
Blllaaaaarrrrrrrrr...Blllllaaaaaarrrrrrrr...
Duuuuaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
"masih belum" gumam Itachi
Kemudian dirinya pun mengaktifkan Mangekyou Sharingan miliknya, dirinya pun kemudian menfokuskan cakranya pada mata kiri miliknya.
Amaterasu
Blaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
Para Kugutsu Toneri pun kemudian hangus terbakar akibat serangan api hitam milik Itachi, Itachi hanya menyeringai kecil melihat hal itu
"Yosh, tampaknya sudah selesai, lebih baik aku segera bergabung dengan Sasuke dan Sakura" ucap Itachi sambil meninggalkan para kugutsu Toneri yang masih terbakar itu.
Disisi Sakura
Sama seperti Sasuke dan Itachi kini Sakura sedang menghadapi puluhan kugutsu yang tengah menyerangnya itu. Akan tetapi Sakura agak sedikit kesulitan melawan para kugutsu itu.
Buaaagggghhhhhhhhhhhhhhh...
Sakura terpental akibat pukulan Kugutsu itu, dirinya agak terseret beberapa meter akibat pukulan itu.
"sial, ini tidak ada habisnya tampaknya aku harus menggunakan Byakugou milikku" ujar Sakura sambil menyeka darahnya yang sedikit mengalir dari mulutnya itu.
'aku tidak akan kalah, aku pasti bisa mengalahkan mereka' ucap Sakura menyemangati dirinya itu.
Ninpō Sōzō Saisei: Byakugō no Jutsu
Usai merapalkan jutsu itu tubuh Sakura kini dibaluti garis hitam yang menjalar disetiap tubuhnya, garis itu berpusat pada tanda kristal dikening miliknya.
Dengan sekejap kecepatan milik Sakura pun meningkat, begitu juga dengan kekuatan miliknya, dirinya pun menfokuskan cakra miliknya di kedua tangan miliknya
"rasakan ini Shannarooooooo!" pekik Sakura
Buaaaaaagggghhhhhhhhhhhhhhhhh...
Tinju Sakura sukses menghantam kugutsu yang tepat berada dihadapannya itu, akibat kugutsu itu terlempar menuju para pasukan kugutsu lainya, otomatis membuat para pasukan kugutsu itu mengalami kehilangan keseimbangan tentunya.
"masih belum" gumam Sakura
Sakura kemudian meloncat keatas, dan menjatuhkan badanya tepat dihadapan para kugutsu yang dilawannya itu , dirinya pun kemudian melepaskan pukulan maut miliknya itu.
"Shannaaaaarooooo!" pekik Sakura
Buaaaaaaaaggggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...
Buaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
Efek pukulan Sakura benar-benar dashyat, dengan seketika, para kugutsu itu hancur berkeping-keping, lalu tanah disekitar mereka pun ikut amblas dan hancur akibat pukulan maut milik Sakura.
"lihat itu!, rasakan pukulan maut milikku Shannnaro!" pekik Sakura sambil melihat para kugutsu Toneri hancur lebur akibat terkena serangan miliknya itu.
Disisi Naruto
Taaaaaapppp...Taaaaaaappppppppp...Taaaaaapppppppppp...
Naruto berlari menuju altar utama untuk menolong Hinata . Dirinya merasakan keberadaan Hinata semakin dekat dengan dirinya, dirinya juga merasakan Cakra Toneri disana.
Sementara itu Toneri dan Hinata memulai upacara pernikahan nya. Toneri dan Hinata berdiri di lingkaran cahaya hijau menandakan upacara nya mulai.
Naruto terus berlari dan berlari dan di depan nya puluhan musuh telah menghadang.
Buaaaaagghhhhhhhhhhh...Buaaaaggggghhhhhhhh...Buaaaaaaagggghhhhh...
Naruto memukul dan menendang puluhan musuh itu dengan mudah nya dengan menggunakan Sage mode miliknya.
Upacara nya telah di mulai , Toneri menghadap pendeta nya dan pendeta nya memberikan sesuatu benda ke mulut Toneri setelah itu Toneri menghadap ke Hinata ingin memberikan benda mirip Koin kepada Hinata melalui mulut nya. Mungkin itu adalah prosesi pernikahan ala Klan Ootsutsuki. Dan di saat Hinata Mau membuka mulut nya tiba-tiba Naruto datang dan menggagalkan nya.
''Hinata'' Teriak Naruto.
''Brengsek'' lanjut nya ingin mengeluarkan pukulan nya tapi di hadang musuh tepat di depan nya.
Naruto menendang, memukul dan menghindar serangan musuh tapi dengan mudah di lumpuhkan nya.
''Tinju mu itu tidak akan pernah bisa mengenaiku'' Ucap Toneri mengejek dan pergi membawa Hinata lebih ke dalam lagi.
''Kembalikan Hinata Sialan!'' Ucap Naruto.
Saat Naruto ingin kembali melanjutkan perjalannya tiba-tiba saja dirinya dihadang serangan musuh secara tiba-tiba.
Hakke kuuhekishou
Blassshhhhhhhhhhh...Wussshshhhhhhhh...Buaaaaaaagggggghh...
Serangan itu tiba-tiba datang ,karena lengah Naruto pun terlempar beberapa meter dari tempat nya semua itu
"ugghhhh, apa itu" gumam Naruto sambil melihat kedua sosok itu.
Naruto kemduian terhenyak melihat Sosok laki-laki dengan rambut panjang surai coklat serta bermata Amesthyst dan juga Sosok wanita berambut Coklat dengan rambut panjang bermata Amesthyst itu.
"Kalian Neji dan Hanabi!" pekik Naruto
Akan tetapi mereka tidak merespon panggilan Naruto, karena mereka sepenuhnya dalam kendali Jigoku Tensei milik Toneri, mereka pun kemudian menyerang Naruto dengan pukulan khas Klan Hyuuga itu. Untungnya Naruto bisa menghindar dari pukulan mematikan itu.
'sial, mereka dikendalikan oleh Toneri kalau begini, aku tidak punya pilihan lain' ujar pikiran Naruto
Naruto kemudian mengaktifkan Mode Rikudou Senjutsu miliknya, dirinya berpikir untuk melakukan jutsu penyegel miliknya untuk menahan pergerakan musuh tersebut.
"Shukaku, aku bisa minta tolong?" ujar Naruto
"Yosh, aku siap kapanpun Naruto" ujar Shukaku
"Baiklah, aku harus segera menyelesaikan ini, tidak ada waktu lagi" gumam Naruto
Wuuussssssssshhhhhh...Bllaaassssssssssssshhhhhhh...
Kini dikedua tangan Naruto terbentuk Rasengan dengan motif khas milik Shukaku.
Senpou : Jinton Rasenrengan
Dengan sekejap Naruto kemudian menghantamkan rasengan miliknya di tubuh Neji dan Hanabi, beruntung sekali mereka berdua terkena telak jutsu itu akibat pergerakan mereka masuk dalam radius penyerangan Naruto itu.
Efek Jutsu itu bisa dipastikan Neji dan Hanabi kini sudah tidak bisa bergerak akibat segel magnet milik Shukaku itu. Setelah serangan selesai Naruto kemudian membuat kagebunshin miliknya, dan memerintahkan mereka untuk menahan pegerakan mereka dengan tongkat Rikudou miliknya itu.
Splasssssshhh...Splllaasssssshhhhhh...
" yosh, sudah selesai Oyabun, pergilah secepatnya sebelum kita kehabisan waktu Oyabun" ujar Bunshin Naruto
"Yah, aku serahkan mereka berdua kepada kalian oke" ujar Naruto
"siap beres Oyabun" ucap Bunshin Naruto.
'tunggulah sebentar lagi Neji, Hanabi, aku harus menyelamatkan Hinata, setelah itu aku akan melakukan sesuatu kepada kalian' ucap batin Naruto sambil melihat JT Neji dan Hanabi.
Dengan langkah cepat Naruto kemudian bergerak menuju kedalam ruangan yang dimasuki oleh Toneri dan Hinata itu.
Sedangkan Dibumi
sementara itu di Bumi Bulan semakin hancur. Bongkahan demi bongkahan yang berasal darinya berjatuhan ke Bumi.
Malam itu, Bumi benar-benar panik. Sejumlah besar penduduk dibawa untuk mengungsi ke tempat yang dianggap aman. ada sebongkah meteor yang cukup besar menuju permukaan bumi dengan cepat dan bongkahan-bongkahan kecil lain nya.
Di Kirigakure Mizukage kelima, Mei Terumi menggunakan jutsu semburan air berbentuk apinya untuk menahan salah satu meteor.
Suiton: Suiryuudan no Justu
Youton: Youkai No Jutsu
tembakan naga air raksasa dan lava untuk menahan mateor yang jatuh itu. Namun, jumlah meteor yang berjatuhan terlalu banyak. Dan akibatnya satu dua meteor tetap jatuh menghantam daratan.
Di sisi Iwagakure, sang Tsuchikage, sedang terbang dilangit Iwagakure, kemudian dia pun menggunakan elemen debunya untuk mengurung dan meledakan meteor sebelum meteor itu sampai ke permukaan Bumi.
Jinton: Genkai Hikari No Jutsu
Namun gara-gara encoknya yang terus kumat, tak banyak meteor yang bisa ia hentikan. Ledakan terus terjadi.
Di desa Sunagakure beberapa meteor menghujani desa itu tapi Kazekage Gaara sudah siap menghalangi nya dengan jurus-jurus nya
Fuuton: Kuusa Bouheki
Dengan seketika itu pasir-pasir yang cukup besar membentuk prisai melindungi Sunagakure dari jatuhnya meteor.
Di desa Konoha, suasana pun juga berlangsung kacau akibat banyaknya meteor yang jatuh, para penduduk desa pun diungsikan menuju shelter bawah tanah.
"Cepat sedikit!" orang-orang yang jumlahnya sangat banyak itu saling berdesakan.
"Aku tak bisa maju oi! Di depan penuh!"
"Hei, tetap mengantri! Jangan panik!"
"Tempat berlindung telah selesai dibangun," ucap Tsunade, si pemimpin pengungsian itu dari atas bukit.
"Untuk melindungi seluruh penduduk Negara Api!" ucapnya kembali
"Kumohon tenanglah, jangan panik.." ucap Shizune, yang ikut membantu proses antrian para penduduk.
Sementara di langit, tampak meteor terus berjatuhan. Tak hanya di Negara Api, negara-negara lain juga sibuk melindungi penduduk mereka. Kemudian ada sebuah Meteor yang cukup besar menuju desa itu.
''Arah jam 6, yang paling besar'' Ucap Penasehat kekashi.
''Semua nya, formasi sayap bangau'' Kata Hokage Kakasihmemerintah.
'' Baik'' Ucap semua nya dan membentuk formasi melengkung dan melesat ke atas menerjang meteor itu di mana di formasi itu ada Lee
Dairoku : Keimon
Lee dan mereka semua punmeninju bongkahan itu bermaksud ingin menghancur leburkan bongkahan itu, Tapi Naas Lee dan kawan-kawan Cuma bisa menghancurkan setengah nya dan setangah nya lagi meluncur menuju tempat Hokage berada
''Sial'' Ucap Lee saat sadar Cuma setengah yang bisa di hancur kan.
'kalau begini, tidak ada pilihan lain selain aku menggunakan kekuatan itu' pikir Kakashi
Kakashi kemudian melihat tidak ada pilihan lain selain menggunakan EMS miliknya, dengan sekejap EMS Kakashi pun aktif. Kini matanya pun berubah menjadi Mata yang ditandai dengan pola tiga garis tipis ber latar merah berputar-putar menuju arah kedalam pupil mata dan di ikuti tiga garis hitam tebal yang berputar ke arah yang sama menuju kedalam pupil mata (Author Note : EMS Kakashi seperti milik Uchiha Rei)
Dengan sekejap Kakashi pun membentuk perfect Susanoo biru muda miliknya, kemudian Susanoo itu melesat cepat menuju atas langit Konoha. Para Anbu dan Jounin Konoha begitu terkejut melihat Kakashi kembali menggunakan Sharingan.
"Hokage-sama" pekik para Jounin
Tapi tampaknya Kakshi tidak begitu mempedulikan hal itu, fokus Kakashi kini hanya tertuju pada meteor yang akan jatuh itu, kemudian ditangan Susanoo Kakashi kini terbentuk kilatan petir ungu disana.
Cliiiippppp...Cllliiiiiiipppppppp...Cliiiiiiiipppppppp...
Kamui : Shiden Raikiri
Craaaaasssssssssssssshhhhhhhh...Bllllllaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrr...
Yah, akibat serangan Kakashi. Meteor itu kemudian pecah menjadi berkeping-keping. Dan menghilang dari langit malam Konoha
''Meteor nya Hilang'' Ucap Guy sensei yang berada di sana. Dan masih takjub dengan serangan Kakashi.
Kakashi kemudian terbang kembali menuju ketempat ia berada sebelumnya.
''Hokage-sama'' Kata salah satu anbu
''Ada apa?'' Tanya kekashi dan berbalik menghadap anbu nya yang tadi memanggil nya.
''kalian pasti heran bukan, nanti saja aku ceritakan'' Ujar Kakashi.
Yah, bisa dilihat kini Kakashi menjadi pusat perhatian ketika dirinya secara terangan-terangan mengaktifkan Perfect Susanoo yang notabenenya milik Klan Uchiha itu. Tentu banyak decak kagum melihat aksi Kakashi itu, memang pantas dirinya disebut Kakashi no Sharingan. Pikir para Anbu dan Jounin disana.
Sementara itu di desa Komugakure
Kini Raikage dan para Jounin sudah menyiapkan Alusista terbaik miliknya, yaitu sebuah meriam raksasa berdaya ledak penghancur tentunya, menurut Raikage serangan meriam itu mampu menghancurkan meteor seperti Atom.
''Kapasitas Chakra sudah mencapai 95%'' Ucap anbu Komugakure,
''96,97,98,99.. chakra sudah mencapai 100%'' lanjut nya memberitahukan.
''Meriam Chakra penyebar, Tembak..'' Kata Raikage memerintah
''yaaah'' jawab kiler bee dan menembakan meriam chakra itu sampai ke meteor-meteor yang ada di luar bumi dan menghancurkan nya.
Zudddddoooooooooooooooooooooooooooooonnnnnnnnnnnnnn...
Blllllaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr...Blaaaaaarrrrrrrrrr...Blllllaaaarr...
Sementara itu di konoha dapat menyaksikan itu semua membuat mereka keheranan apa yang sebenar nya telah terjadi.
Dikastil Toneri
Di sisi Hinata, Hinata di bawa Toneri ke suatu tempat berbentuk bintang yang mengeluarkan cahaya hijau di tengah nya terbuka gerbang rahasia untuk memasukan Hinata disana. Hinata yang masih terpengaruh jutsu nya hanya bisa menurut.
''Masuk lah'' Ucap Toneri mempersilahkan, Hinata maju melangkah untuk masuk ke ruangan itu tapi tiba-tiba Naruto datang menghentikan.
''Hinata!'' Teriak Naruto.
''Apa yang kau lakukan'' Kata Naruto Marah
''Kembalikan Hinata!'' Ucap nya lagi.
''Baik lah, akan ku kembalikan pada mu'' Ucap Toneri dan menyuruh Hinata berbalik tapi kali ini Hinata malah menyerang Naruto karena sekarang ini Hinata masih terpengaruh oleh jutsu nya Toneri . Hinata memukul, menendang Naruto tapi Naruto dapat menghindari nya.
''Hentikan, Hinata'' Kata Naruto kaget.
''Bagaimana. Kemampuan istri ku? Tanya Toneri bangga sambli sedikit mengejek Naruto.
''Sial'' Ucap Naruto masih menghindari serangan demi serangan Hinata.
'Dia mengendalikakan nya'pikir Naruto.
Naruto saat itu mengetahui kalau Hinata saat ini terpengaruh jutsu dari Toneri, disaat ia menatap mata Hinata yang seolah tidak ada kehidupan di sana.
Dan Naruto pun menangkis pukulan itu dengan memengang tangan Hinata dan bermaksud mengeluarkan jutsu itu dari tubuh Hinata
''Hinata, tahan sebentar'' Ucap Naruto dan langsung mengeluarkan jutsu itu dari tubuh Hinata dengan satu pukulan di dada Hinata Namun saat Naruto mengeluarkan Jutsu berwarna hijau itu dari tubuh Hinata Naruto dapat melihat memori Hinata selama di kastil ini. Hinata pun terjatuh, tapi Naruto sigap menangkap nya.
''Jangan berani-berani mempermainkan Hinata!'' Kata Naruto marah dan menghancurkan jutsu berwara hijau itu.
''Hinata adalah milik ku, jadi aku akan mengambil nya kembali '' ucap Toneri dan mengeluarakn jutsu nya yang langsung menarik Hinata seolah seperti magnet.
Naruto tidak bisa mencegat nya dan Hinata kini sudah berada di tangan Toneri lagi. dengan sigap Toneri memasukan Hinata kedalam sebuah kapsul khusus istirahat miliknya.
''Hinata'' Teriak Naruto.
''Musnahlah'' Ucap Toneri mengeluarkan jutsu angin nya, akan tetapi Naruto menghindar dengan menggunakan Dojutsu miliknya
Shinra Tensei
''Brengsek, kembalikan Hinata!'' Ucap Naruto
"hahahaha, tidak akan, bahkan kau tidak akan bisa melukaiku ingat itu reinkarnasi Ashura" desis Toneri
"Baiklah, kalau itu mau mu, akan ku hajar kau!" pekik Naruto
Dengan cepat Naruto kemudian menyerang Toneri menggunakan Taijutsu Rikudou Senjutsu miliknya. Toneri pun tidak bisa mengelak dari serangan itu.
"rasakan ini" pekik Naruto sambil membentuk ratusan Kagebunshin.
Wuuuuusssshhhhh..Buaaaaaaaaghhhhhhhhhhhh...
Uzu-
Wuuuuusssshhhhh..Buaaaggghhhhhhh...
Maki-
Wuuuuusssshhhhh..Buaaaaggghhhhhhhhh..
Naruto-
Wuuuuusssshhhhh..Buaaaaaggggggggghhhh...
Gosen Rendan
Wuuuuusssshhhhh..Buaaaaggghhhhh..Buaaaagagggggghhhhhhh...
Uaaaaagggggghhhhhhhhhhhhhhhh..
Darah mengucur deras dari mulut Toneri, tampaknya dirinya terkena serangan telak dari taijutsu milik Naruto itu.
Uaaaagagggggggghhhhhhhhhhhh...
'sial, badanku tidak bisa digerakan lagi, terlebih mata ku sudah memasuki denyut terakhir, kalau begini aku tidak bisa bergerak beberapa saat.' Pikir Toneri
Melihat Toneri tak berdaya, Naruto pun dengan sigap membawa Hinata dari kapsul tidur itu.
Akhirnya Hinata kembali tersadarkan diri
''Naruto-kun'' Ucap Hinata melihat Naruto dihadapannya.
''Hinata, kamu sudah sadar rupanya'' Kata Naruto. Sambil membelai rambut indigonya itu.
"dimana aku, dan dimana Toneri, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Hinata
"kamu tadi telah dimanipulasi oleh jutsu milik Toneri, tadi aku sudah mengalahkannya, dia sekarang terkapar lemas disana" ujar Naruto sambil menunjuk Toneri yang masih terkapar.
''Naruto-kun, Maaf..aku..'' Ucap Hinata menyesal namun belum sempat menyelesaikan kalimat nya malah di potong Naruto.
''Aku mengerti, jangan katakan apapun'' Ucap Naruto.
'' Aku lah yang seharus nya minta maaf'' lanjut nya.
''sekarang, apa kita akan pergi?" Tanya Naruto menunjuk ke arah Toneri yang lagi kesakitan.
'' tidak kita harus ketempat lain terlebih dahulu, Sekarang lah kesempatan kita'' Kata Hinata.
''Kita harus menghancurkan Tenseigan'' lanjut nya dan melangkah pergi menuju Tenseigan asli
''Tenseigan? Tanya Naruto tidak mengerti tapi tetap mengikuti Hinata
Disisi Itachi, Sakura dan Sasuke
Itachi, Sasuke dan Sakura kini tengah berada ditempat altar utama, Kastil milik Toneri, mereka mendapati Bunshin Naruto, sedang berjaga dengan salah satu JT yang mereka begitu familiar
''Neji dan Hanabi, bagaimana bisa mereka ada disini?'"Ucap Sakura saat mendapati Neji dan Hanabi tersegel oleh Fuinjutsu milik Naruto.
''Dobe, apa ini Jigoku Tensei?" tanya Sasuke.
''yah, ini Jigoku Tensei, tadi Oyabun sudah menyegelnya menggunakan elemen jinton, jadi mereka seharusnya tidak bergerak" ucap para Bunshin Naruto sambil merapalkan telapak tangannya kebagian dada Neji dan Hinabi.
"lalu sekarang apa yang kau lakukan Naruto, apa kau akan kembali memakai jutsu itu?" tanya Itachi
"yah, sepertinya begitu Itachi-niisan, lebih baik aku menggunakannya, dari pada Toneri kembali mengendalikan mereka lagi" ucap Naruto
Rikudou : Megami Tensei no Justu
Usai menghandseal jutsu itu, tiba-tiba saja tubuh milik Neji dan Hanabi bersinar terang, tubuhnya diselimuti aura emas, mereka pun merasakan tekanan darahnya mengalir secara tiba-tiba, serta detak jantung mereka juga kembali berdetak.
"Ughhh, dimana ini" ucap Neji dan Hanabi yang agak pusing
"kalian tidak apa-apa?" tanya Bunshin Naruto
"Naruto/ Naruto-niisan!" ucap kaget keduanya
"yah, aku anggap itu jawaban iya kalau kalian tidak apa-apa" ujar Bunshin Naruto dengan Nada santai
"Naruto/Naruto-niisan, bagaimana aku bisa berada disini?" tanya mereka berdua
"ceritanya panjang, lebih baik kita menyusul Oyabun dan Hinata, nanti aku ceritakan semuanya ditengah perjalanan" ujar Bunshin Naruto.
Disisi Naruto dan Hinata
Hinata dan Naruto telah berada di Tenseigan asli bola besar yang berwarna kuning yang menjadi sumber kekuatan pergerakan bulan itu.
'' Jika kita dapat menghancurkan nya, bulan seharus nya berhenti bergerak'' Ucap Hinata.
'' Baik lah, aku akan menggunakan Rasengan'' Ucap Naruto dan melangkah ke depan.
'' Jangan'' Ucap Hinata mencegat Naruto
"eh, kenapa Hinata?" tanya Naruto.
''Ada jutsu terkutuk yang tertanam di dalam nya'' ucap nya lagi.
'' Hanya keturunan Hamura lah yang bisa menyentuh nya,kalau bukan chakra nya akan di keluarkan kembali'' lanjut nya menjelaskan.
''a-apa? gumam Naruto kaget
Hinata pun maju ke depan dan bersiap mengeluarkan jutsu nya yang berwarna ke unguan yang berbentuk kepala singa kembar.
Hakke : Soujishi Hougeki
Kemudian Hinata pun menghantamkan jutsu nya ke Tenseigan asli itu, Namun ternyata Jutsu nya tidak mempan sama sekali, Tenseigan tidak Hancur seperti prediksi nya.
'' hah, aku tidak dapat menghancurkan nya'' Ucap nya kecewa.
Naruto pun berfikir sejenak dan berucap
''Hinata, berikan aku chakramu'' Kata Naruto sambil memengang tangan Hinata.
''Hah?'' Hinata tidak mengerti.
''Mungkin kita bisa menghancurkan nya, kita lakukan seperti diperang Dunia shinobi ke 4 dahulu'' kata Naruto lagi sambil menoleh ke Hinata
''Baiklah, aku mengerti'' Kata Hinata mengangguk pasti.
Mereka berdua pun memulai mengeluarkan chakra yang dashya,t Chakra Naruto bergabung dengan Chakra Hinata.
''Ayoo'' Ucap Naruto.
''iya'' jawab Hinata.
Hakke : Soujishi Hougeki Rasengan
Dan mereka pun melesat ke atas sambil mengeluarkan jutsu gabungan nya, dan
Cliiippppppp...Srrreeeetttttttttt...kraaaaaaakkkkkk...Duuaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrr….
Tenseigan itu pun Hancur.
''ini..'' gumam Hinata kaget saat melihat serpihan-serpihan dari Tenseigan itu yang ternyata adalah mata Byakugan
''Tenseigan merupakan gabungan dari Byakugan?" gumam Naruto yang ikutan kaget melihat hal itu.
Sementara ditempat Sasuke, Itachi, Sakura, Neji dan Hanabi serta Bunshin Naruto, kini sedang menyusul Naruto dan Hinata, akan tetapi mereka tiba-tiba dikejutkan dengan lenyapnya cahaya matahari palsu didalam dimensi milik Toneri itu.
"apa yang terjadi, kenapa Matahari palsu malah menghilang?" gumam Itachi melihat keadaan itu.
"Hnn, pasti ada hal yang tidak beres" ujar Sasuke
"kalian tenang saja, mungkin Oyabun dan Hinata sudah berhasil menghancurkan Tenseigan" ujar Bunshin Naruto.
"begitukah?" tanya Sasuke
"yah tunggu saja mereka dahulu, nanti kita tanya apa yang sedang terjadi?" ujar Itachi
Ditengah pembicaraan itu Naruto dan Hinata kemudian muncul dihadapan mereka
'' Sasuke '' Teriak Naruto menghampiri Sasuke.
''Dobe, Hinata, kalian tidak apa-apa?"Tanya Sasuke.
"yah, kami baik-baik saja Teme!" ujar Naruto
"Maafkan, aku semuanya aku malah merepotkan kalian' ujar Hinata
"Hnn, maaafnya simpan saja dahulu Hinata, selain itu aku ingin bertanya sebenarnya apa yang sedang terjadi?'' tanya Sasuke
''yah sebenar nya apa yang telah terjadi?matahari buatan nya telah menghilang?" Tanya Itachi yang masih penasaran dengan kejadian barusan.
''Kami telah menghancurkan Tenseigan, yang merupakan sumber kekuatan segala nya, dan seharus nya bulan juga berhenti bergerak'' Jawab Naruto menjelaskan.
''begitukah?" Kata Sasuke dan dirinya pun langsung melihat Jam super nya itu dan ternyata sudah berhanti berputar.
"hnn, baguslah kalau begitu, dengan begini masalah selesai" ujar Itachi
Ditengah pembicaraan mereka pun muncul sosok yang familiar bagi Hinata, mereka adalah Neji dan Hanabi
"Hinata/Onee-sama!" panggil keduanya
"Neji-niisan, Hanabi!" ucap Hinata sambil memeluk keduanya
"syukurlah, kau baik-baik saja Hinata" ucap Neji
"maafkan aku Neji-niisan, Hanabi, aku sudah berbuat kesalahan, terutama pada dirimu Hanabi. Maafkan aku" ujar Hinata sambil terisak tangis.
"sudahlah tidak apa Onee-sama aku sudah memaafkan Onee-sama kok, lagi pula Hanabi senang kalau Onee-sama baik-baik saja" ujar Hanabi
"yah, aku juga Hinata" ujar Neji
"Arigatou Hanabi, Neji-niisan" ujar Hinata yang agak menangis tersendu.
Sedangkan Naruto, Itachi, Sasuke dan Sakura hanya tersenyum kecil melihat Hyuuga bersaudara itu kembali bersatu. Akan tetapi kebahagian meraka pun tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba kastil milik Toneri mulai runtuh.
Krrraaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk...
Buuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
Duuaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...
"Sasuke-kun, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Sakura
"Hn, tampaknya ini akibat dari penghancuran Tenseigan, mungkin saja Kastil ini akan hancur akibat hancurnya Tenseigan, mungkin saja selama ini Tenseiganlah yang melindungi kastil ini, kita harus segera pergi secepatnya" ujar Sasuke
"Hmm, baik" ujar mereka
"aku akan membuka portal, masuk secepatnya jika sudah terbuka" ujar Sasuke
Srrrrrrrrrrrrreeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttttt...
Sebuah Vortex / portal dimensi pun terbuka, mereka pun akhirnya masuk kedalam portal dan menyelamatkan diri mereka.
DUUUUUAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR...
Setelah itu kastil Toneri, tampaknya lenyap dimakan dimensi miliknya sendiri. Beruntungnya Naruto dan kawan-kawan berhasil mneyelamatkan dirinya menuju Desa.
To be Continued...
Yosh akhirnya selesai juga Chapter 17 . sudah lama Author tidak mengupdate fic ini, dikarenakan Auhtor sempat kehilangan ide dalam cerita ini, selain itu Author juga disibukan dengan UAS beberap minggu lalu, dan pengerjaan beberapa Fic seperti True Legend of Heroes atau The Judgement. Jadi fic ini agak terlantar.
Setelah ini akan ada banyak kejutan di chapter selanjutnya , jadi ikuti terus cerita ini. maaf yah mungkin terlalu pendek , typo . dan banyak kekurangan.
Silahkan RnR Minnaa...
