Narutoo disclaimer Masashi Kishimoto

Naruto Gaiden : Kurayami no naka no hikari (Cahaya dalam kegelapan)

Fic tentang versi lain dari The Last Naruto the Movie

Char : [Naruto+Hinata] . Team 7 , Toneri

Rated : T

Maaf kalau ada kesamaan cerita dengan fic atau kesalahan penulisan karena fic ini fic pertama saya dan saya juga terinspirasi fic lain nya .

RnR please .. hehehehehe

Chapter 18 : Gisei (pengorbanan)


Konohagakure

Kakashi kini sedang menjelaskan situasi yang terjadi didalam rapat darurat para kelima kage melalui teleconfrence, dirinya masih membahas persiapan selanjutnya dalam rangka menghadapi bencana jatuhnya bulan.

"kami sudah menghancurkan beberapa Meteorit yang berada didalam Atmosfer" ujar Raikage.

"Soukka, baguslah, lalu bagaimana keadaan disana? " tanya Kakashi

"situasi sudah stabil baik di Sunagakure, Iwagakure, Kumogakure, dan Kirigakure, kita sudah berhasil menyelamatkan para penduduk dari bahaya yang mengancam" ujar Kazekage mewakili para 4 kage lainnya.

"Soukka, begitu juga Konoha, sepertinya keadaan nya sudah membaik" ujar Kakashi.

Di tengah rapat itu, Penasehat Kakashi pun muncul dan mengintrupsi pembicaraan mereka.

"maaf Hokage-sama kalau menganggu pembicaraan anda, tapi ada hal yang ingin aku sampaikan" ucap Penasehat Kakashi

"yah sudah, jadi apa yang ingin kamu sampaikan?" tanya Kakashi

"Naruto, dan kawan-kawan sudah berhasil menghancurkan Tenseigan, misi mereka berjalan lancar, selain itu Hinata Hyuuga sudah berhasil diselamatkan mereka." Ujar penasehat Hokage

"Soukka, berarti dengan begini bulan sudah berhenti mendekat" ujar Kakashi

"yah, aku juga melihat dijam superku tampaknya bulan sudah berhenti bergerak" ujar Raikage

"yah, misi team 7 berjalan Sukses, firasatku selalu berakhir dengan keberhasilan " gumam Kakashi

Disisi Naruto dan kawan-kawan

Kini Naruto, Hinata, Sasuke, Itachi, Sakura, Neji dan Hanabi pulang bak disambut pahlawan oleh para penduduk Konoha dan Jounin tentunya, mereka semua sudah berhasil menghentikan bencana jatuhnya bulan yang didalangi Toneri.

"Kyaaaa... itu Naruto-Senpai dan Sasuke Senpai!" pekik para gadis. Sedangkan Naruto dan Sasuke hanya sweetdrop ria melihat banyaknya para gadis yang berteriak keras disekitar mereka.

"keh, jadi seperti ini rasanya populer di kalangan gadis Teme!, benar-benar mengerikan, aku merasa prihatin dengan nasibmu dulu" ujar Naruto.

"Hn, begitulah Dobe, terkadang para gadis itu merepotkan" ujar Sasuke

"kau benar Teme!, aku setuju padamu kali ini" ujar Naruto.

Tampaknya ucapan kedua sahabat itu, membangkikat singa yang tertidur, yah kini Hinata dan Sakura tampak begitu kesal dengan ucapan mereka berdua.

"Hoo, jadi gadis itu hal yang merepotkan yah, nee Sasuke-kun?" tanya Sakura dengan nada Sarkatis

"jadi Naruto-kun juga setuju yah, heh?" desis Hinata yang agak dilembutkan suaranya.

Naruto dan Sasuke bergidik negeri melihat gadis yang mereka cintai itu, mengeluarkan Aura yang menakutkan, Aura begitu meluap-luap, bagaikan siap menerkam siapapun jika ada yang mencoba kini sudah bersiap melakukan tinju kasih sayang terhadap Sasuke, sedangkan Hinata juga sudah bersiap memberikan Juken kasih sayang miliknya kepada Naruto.

Gleeeekkkkk...

Naruto dan Sasuke meneguk ludah mereka masing-masing melihat aura yang menakutkan dihadapan mereka

"eh, bukan begitu maksud kami, bukan begitu kok, kami Cuma bercanda tadi, yah kan Teme!" ujar Naruto dengan nada gugup

"Ah, yah betul kata Dobe, kami hanya bercanda kok" ucap Sasuke dengan nada gugup dan seberkas keringat mengucur diwajah tampan nya juga.

Kretekkkkkkk...kreeeettteeeeekkkk...

Terdengar suara lemasan tangan di kedua gadis itu, mereka tampaknya siap mengambil ancang-ancang untuk memukul kekasih mereka masing-masing.

"mati saja kalian/ lenyaplah kalian Shannnarooo!" ucap Hinata dan Sakura

"Gyaaaaaahhhhhhhhhhhhhh" pekik Naruto dan Sasuke sambil berlari kocar-kacir menghindari singa yang mereka bangunkan itu.

Sungguh malang nasib kedua pahlawan itu, mereka tampaknya kalah melawan kekasihnya, Pooor Naruto dan Sasuke. Itcahi dan lainya hanya terkekeh melihat Naruto dan Sasuke lari kocar-kacir menghindari pukulan kasih sayang dari kekasihnya itu.

"sungguh malang nasib mereka" ujar Itachi

"yah begitulah Itachi-san, mereka tidak pernah peka terhadap perasaan wanita" ujar Neji sambil melihat dari kejauhan.


Skip Time

Kini Hinata, Neji dan Hanabi pulang menuju kediaman mereka, tampaknya mereka juga sudah ditunggu oleh keluarga Hyuuga disana terutama Hyuuga Hiashi.

"Hinata, Hanabi, Neji, aku tak menyangka kalian kembali lagi" ujar Hiashi

"Otou-sama!" pekik Hinata dan Hanabi

Hiashi secara spontan pun memeluk kedua anaknya yang ia cintai itu, terutama Hinata, dia benar-benar memeluknya erat seakan-akan dirinya tidak mau kehilangannya lagi.

"Otou-sama, gomenne, aku sudah berbuat kesalahan kepadamu, aku sudah mempermalukan nama Hyuuga, aku benar-benar meminta maaf" ujar Hinata dengan isak tangis.

"tidak apa Hinata, yang terpenting kalian selamat, selain itu Otou-sama juga minta maaf kepadamu, selama ini Otou-sama selalu mengutamakan Hanabi, Otou-sama janji akan lebih memperhatikanmu lagi" ujar Hiashi.

"Hiks..Hiks. Otou-sama" ujar Hinata

Tangis haru pun pecah diantara pertemua keluarga itu, Neji hanya tersenyum kecil melihat mereka yang ebgitu bahagia, dia berpikir akhirnya mereka sudah kembali bersatu, itulah yang ia pikirkan.


Keesokan harinya.

Pagi yang cerah mengawali rutinitas masyarakat di konohagakure, Konohagakure, sebuah desa shinobi yang berada diwilayah negara Hi, Konoha termasuk salah satu desa 5 negara besar, desa ini terkenal dengan tekad api nya yang dimiliki oleh para shinobinya, termasuk salah satu pahlawan Dunia ninja saat itu, Uzumaki Naruto, anak dari Konoha no Kiroi Senko dan Akai Chisio no Habanero ini telah berhasil menghentikan Juubi yang mengamuk di medang perang dunia Shinobi ke 4. Lalu dia juga berhasil menghentikan aksi Kaguya yang ingin menguasai Dunia Shinobi, selain itu bersama Byakugan no Hime, dirinya berhasil menghancurkan Tenseigan yang menggerakan Bulan beberapa hari lalu, kini berkat jasa dirinya, Dunia Shinobi menikmati perdamaian dengan damai dan tenang.

2,5 tahun perang Dunia Shinobi ke 4 berakhir, Konoha kini dipimpin oleh Rokudaime Hokage, Hatake Kakashi. Kakashi merupakan guru bagi Team 7, dia juga salah satu ninja yang berjasa memimpin Team 7 dalam menghentikan perang Dunia Shinobi ke 4.

Kakashi kini sedang menimang keputusan untuk mengakhiri jabatanya sebagai Rokudaime Hokage, dia merasa sudah saat Naruto menduduki jabatan tersebut, mengingat dirinya juga sudah bosan berhadapan dengan dokumen dan kertas-kertas yang tak ada habisnya, Kakashi merasa dirinya lebih pantas untuk memimpin satu pleton pasukan ninja dan berperang melawan musuh dibandingkan dengan melawan musuh abadi para Hokage sebelumnya, yaitu tumpukan Dokumen dan kertas yang tidak ada habisnya.

'hah, sebaiknya aku mengundurkan diri saja, aku sudah bosan menghadapi rutinitas ini' ucap batin Kakashi sambil memandang tumpukan kertas yang ada dihadapan nya itu.

Tok-tok-tok

Tiba-tiba suara ketukan pintu mengintrupsi kembali lamunan sang Rokudaime itu.

"ah, masuklah" ucap Kakashi

Sreeeetttt...

Pintu itu kemudian terbuka, disana tampaklah sosok pria berambut pirang pendek, dengan kulit tan dan 3 garis kucing yang menghiasi kedua pipinya, yah orang itu adalah Uzumaki Naruto.

"ano, Kakashi-sensei kenapa anda memanggilku?, apa ada misi baru?" tanya Naruto

"ah, tidak Naruto, aku disini tidak memanggilmu untuk misi, aku disini memanggilmu karena ada urusan yang penting denganmu." Jelas Kakashi sambil merapatkan kedua tangannya yang bersandar di meja Hokage itu.

"Urusan penting?" beo Naruto

"yah aku akan menyampaikan hal ini padamu, mengenai Hukuman yang akan dijatuhkan kepada Hyuuga Hinata" ujar Kakashi

Naruto kemudian terhenyak mendengar penuturan Kakashi.

"Kakashi-sensei, apa Hinata akan dipenjara?" tanya Naruto dengan nada sendu

"tidak, justru aku menyampaikan kabar baik tentunya, mengenai hukaman yang diberikan kepada Hyuuga Hinata, para dewan Konoha sudah setuju untuk mengampuni kesalahannya, statusnya sebagai penjahat perang sudah dicabut, hal ini terjadi karena dalam laporan misi kemarin, Hyuuga Hinata sangat berperan besar dalam menghancurkan Tenseigan, akan tetapi walau bebas dari Hukuman kurungan badan, Hinata tetap menjalani masa percobaan sebagai Tahanan desa selama 1 tahun, jadi dirinya akan tetap diwajibkan melapor kepada pihak Konoha, dan Konoha akan selalu mengawasi pegerakannya" ujar Kakashi

"begitu, jadi untuk sementar Hinata juga masih ditangguhkan statusnya sebagai Shinobi Konoha?" tanya Naruto

"yah begitulah, disisi baiknya Hinata tetap bisa tinggal bersama keluarganya Di konoha, walau dirinya tidak diperbolehkan keluar desa selama 1 tahun" ujar Kakashi

"Soukka, kalau begitu Arigatou, Kakashi-sensei, kau sudah berusaha keras untuk mengurangi Hukuman Hinata" ujar Naruto.

"tidak, kau tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena berkat dirimu jugalah kita semua bisa selamat " ujar Kakashi sambil menujukan eye smilenya

"hehehehe, yah sudah kalau begitu" ujar Naruto sambil agak cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"ah, selain itu Naruto, ada hal lain yang ingin aku sampaikan" ujar Kakashi

"hal lain?" beo Naruto

"ah, begini Naruto, sebenarnya aku akan mengumumkan pemberhentianku sebagai Hokage dalam waktu dekat." Ucap Kakashi

"Oh, kakashi-sensei mengundurkan diri, kukira ada hal apa" ucap santai Naruto sambil memproses omongan Kakashi

Sesaat kemudian Naruto pun sangat terkejut dengan ucapan apa yang dilontarkan gurunya itu

"Nani!, Kakashi-sensei mengundurkan diri, lalu siapa yang jadi Hokage, gawat kalau konoha tak punya pimpinan lagi" teriak panik Naruto

"Hoei, Naruto jangan sembarangan berteriak, ini Kantor Hokage bukan kedai kopi" ucap Kakashi

"Ah, gomen Kakashi-sensei, aku hanya terkejut dengan ucapanmu barusan" ucap Naruto sambil mengeluarkan senyum kikuknya

"Ah, yare-yare, aku sudah menduga reaksimu akan begitu, yah sudahlah" ucap Kakashi

"ah, anoo Kakashi-sensei, aku ingin bertanya, kalau Kakashi-sensei mengundurkan diri sebagai Hokage, lalu siapa yang akan menggantikanmu?" tanya Naruto

"yah, siapa lagi selain dirimu" ucap singkat Kakashi

"Ah, ano sensei, aku tak mengerti maksudmu itu seperti apa?" tanya polos Naruto yang masih tak mengerti dengan ucapan Kakashi itu

"Hah, aku akan menjelaskan padamu, aku sudah mendapatkan persetujuan oleh para tetua dan daimyo negara Hi untuk menunjukmu sebagai penggantiku dan dalam 3 hari kedepan aku akan mengumumkan pengunduran diriku dan melakukan pelantikanmu sebagai Hokage ke 7, jadi mulai sekarang persiapkan dirimu untuk pelantikan nanti" jelas Kakashi

"Heeee, chotomatte Kakashi-sensei, apa ini tidak terlalu cepat, umurku masih 19 tahun untuk menjadi Hokage" ucap Naruto

"Naruto, menjadi kage itu tidak dilihat dari segi umur tetapi kage juga dilihat dari segi kepemimpinan dan kemampuannya dalam menghadapi persoalan para bawahannya, contohnya saja Gaara yang sudah menjadi Kazekage di umur 16 tahun, seharusnya kau berbangga karena nanti kau akan menjadi Hokage termuda dalam sejarah Konoha" jelas Kakashi

"hah bukan begitu Kakashi-sensei, hanya saja aku masih belum terlalu pandai dalam hal itu" ucap Naruto

"aku yakin, kau mempunyai kemampuan itu sebagai kage, lagi pula nantinya kau tidak akan sendiri untuk memimpin Konoha, ada Shikamaru dan para teman-temanmu yang siap membantumu untuk memimpin desa kebanggaan kita" jelas Kakashi

"Hmm, baiklah aku mengerti, kalau begitu aku akan mempersiapkan diriku dulu" ucap Naruto

"baguslah, kau sudah paham, selain itu aku sudah memberikanmu libur 3 hari untuk mempersiapkan dirimu dalam pelantikan nanti, sekarang kau boleh pergi Naruto" ucap Kakashi

"Haii, Kakashi-sensei" ucap Naruto

Setelah itu Naruto kemudian pergi meninggalkan Kantor Hokage

'Hah, akhirnya aku bisa juga beristirahat dan bersantai dalam waktu dekat' pikir Kakashi


Keesokan harinya

Kini sang tokoh utama kita Naruto, sedang menikmati liburnya dari rutinitas shinobi. Dirinya merasa bosan dengan namanya liburan, karena baginya liburan hanya digunakan untuk beristirahat saja, dirinya merasa semangat kalau ada misi atau pun latihan, akan tetapi Hokage menyuruhnya untuk beristirahat penuh agar badannya bugar guna menghadapi pelantikannya sebagai Hokage dalam beberapa hari kedepan

'Hah,masih jam 5 pagi, sebaiknya aku pergi ketempat Ichiraku saja, lumayan mengisi perut kosong hehehehehe' ucap batin Naruto

waktu, memang masih sangat pagi, tapi sepertinya sang pemuda sudah siap sedia menunggu ramen yang tengah disiapkan oleh Paman Teuchi di kedai miliknya, tunggu?, Naruto bangun pagi?, Apakah tidak aneh, biasanya sepagi-paginya Naruto bangun, ia akan bangun di jam 9, itupun jika ada misi untuknya.

"hoei, Naruto, tak biasanya kau datang sepagi ini" ucap Paman Teuchi yang masih sambil menyiapkan kuah ramen nya yang belum matang, sebenarnya sejak jam 5 pagi Naruto sudah menunggui kedai itu buka

" aku hampir kaget sesaat setelah ku buka pintu kedai, kau sudah ada didepan kedai" ucap Teuchi

"ya begitulah paman, tadi malam aku tidak bisa tidur sampai pagi, karena pagi ini aku sangat lapar, terpaksa aku datang kesini, tapi malah belum buka…huhh" ucap Naruto sambil menopang dagunya diatas meja kedai.

"apa yang kau pikirkan Naruto, bukankah dua hari lagi kau diangkat menjadi hokage" ucapan Paman Teuchi terhenti, terlihat ia kebingungan, ia menoleh kearah Naruto.

"iya paman" ucap Naruto menjatuhkan kepalanya keatas meja.

"sepertinya kau memiliki masalah yang cukup serius Naruto " ucap Ayame tiba-tiba dari dalam kedai.

"ohayou Ayame nee " Ucap Naruto menyapa dengan nada malas.

"ohayou Naruto" Ayame nee langsung menyodorkan semangkok ramen miso didepan Naruto

"ini, ramen spesial untuk si pahlawan hehe, dan juga ramen pertama untuk hari ini" ucap Ayame lalu meletakkan semangkuk besar ramen itu dihadapan Naruto.

Mata Naruto pun langsung melebar melihat semangkuk ramen yang masih mengepul dihadapannya.

"huaaaa, Ittadaikamasu" ucapnya bersemangat lalu menyambar sepasang sumpit di samping manguk lalu menyantap ramennya dengan sekali hisap.

"huaahh, kenyangnya, trimakasih paman, Ayame nee " ucap Naruto memegangi perutnya yang membesar

"ini ramen paling nikmat yang pernah kumakan hehe" tambah Naruto kembali dengan cengingiran khasnya.

" jadi, kau bisa ceritakan apa masalahmu Naruto?" tanya Paman Teuchi yang masih saja terus mengaduk kuah ramen dihadapanya.

"maaf paman, kurasa aku tidak bisa menceritakan masalahku padamu" ucap Naruto dengan nada menyesal.

" hee, paling masalah 'cinta' , benarkan na-ru-to!" ucap Ayamedengan penekanan di bagian 'cinta'.

" e-eh" pekik Naruto kaget lantaran ucapan Ayame.

" jadi benar kan? Hem..hem" goda Ayame.

" kau ini apa-apan sih Ayame neei, tentu saja tidak" ucap Naruto sambil membuang mukanya ke arah lain.

" hee, benarkah, tapi sepertinya kau kaget saat aku menanyakan 'cinta' " ucap Ayame " kau mungkin bisa berbohong Naruto, tapi gerak-gerikmu tak akan menipuku hehehe" tambah Ayame.

" e-eh..t-tidak, b-bukan begitu" ucap Naruto gelagapan.

" haha, tuh kan benar, kau saja langsung gelagapan begitu" ucap Ayame

"sudahlah, jika kau tak mau membicarakanya, toh itu privasimu" tambah Ayame lalu berbalik dan pergi ke belakang untuk mencuci nagkuk bekas Naruto.

"huhh, menyebalkan sekali orang itu" ucap Naruto lalu berdiri

"paman, ramennya berapa?" ucap Naruto sambil mengambil dompet katak berwarna hijau di saku celananya.

" tidak usah Naruto, untuk mu, ramen itu gratis" ucap Paman Teuchi.

" benarkah?" tanya Naruto

" ya, itung-hitung itu sebagai hadiahku, karena sebentar lagi kau akan mendapatkan impianmu sejak dulu" ucap Teuchi

"hehe, arigatou paman" ucap Naruto lalu berjalan menjauh dari kedai.

Suasana masih belum begitu ramai, hanya para pedagang yang belalu lalang untuk menyiapkan dagangan mereka dipasar, diliatnya jam di tangan nya hadiah dari Bee beberapa hari lalu

" masih jam 6" gumamnya pada diri sendiri. Naruto terlihat bingung memilih pulang ke apartemen nya lalu tidur atau berjalan kesuatu tempat.

" aku malas pulang" gumam Naruto, tanpa ia sadari kakinya sudah membawanya kedalam keramaian pasar, ia berjalan diantara kerumunan dengan tangan yang ia masukkan kedalam sakunya, ia pandangi aktifitas pasar yang memang jarang ia lihat.

Sekalinya keluar pagi, itu pun saat misi setelah penyelamatan Gaara dulu , huh, sepertinya pemandangan pasar menjadi barang langka untuk Naruto, bukannya tidak bisa, tapi memang malas dan tidak mau.

Kakinya berjalan terus sampai tengah pasar, ia lalu berhenti didepan sebuah ruko yang menjajakan berbagai macam ramen instan, ia tertarik dan melangkah mendekati ruko didepannya.

" paman, ada ramen miso jumbo?" tanya Naruto kepada sesosok lelaki bertubuh gemuk yang tengah menunggu dagangannya.

" ohh, Naruto….maaf, ramen itu sudah habis dari kemarin, aku belum sempat menyetok ulang" ucap pedagang tersebut.

" e-eh, paman tahu namaku?" yanga Naruto heran.

" tentu saja, siapa yang tak kenal kau, bahkan sampai pelosok Dunia pun mengenalmu" ucap pedagang ramen

"kalau kau mau, ini ada barang baru ramen rasa yakiniku atau rasa kare " ucap penjual ramen sambil menyodorkan bungkusan ramen instan berwarna coklat kehitaman dan kemerahan.

" wahhh, kelihatannya enak" ucap Naruto matanya berbinar.

" tentu saja, ini varian rasa baru" ucap pedagang membanggakan diri.

" aku ambil 10 paman" ucap Naruto lalu mengeluarkan dompet katak hijaunya

" jadi berapa harganya paman?" tanya Naruto

" ohh, tidak usah Naruto, ini semua untukmu saja" ucap pedagang ramen sambil menyodorkan seplastik besar ramen instan.

" hee, apa paman yakin, tapi ini sangat banyak" ucap Naruto sambil menunjukan ekspresi girangnya.

" tentu saja, setelah apa yang kau lakukan, ini belum lah cukup untuk membalaskan budimu" ucap pedagang ramen tersebut.

"a-arigatou paman" ucap Naruto terbata dan terharu.

" sama-sama" ucap pedagang ramen tersebut.

" baiklah, ini kubawa ya paman" ucap Naruto lalu melangkah pergi sambil membawa seplastik ramennya.

" yaa, hati-hati" ucap pedagang ramen itu

' Sepertinya bangun pagi banyak mendatangkan keuntungan, dari ramen jumbo gratis dari Paman Teuchi sampai sekantung besar ramen instan yang lagi-lagi gratis, hah, sepertinya mulai sekarang aku harus bangun lebih pagi lagi' gumam Naruto.

Baru beberapa meter berjalan, seketika itu badannya langsung kaku melihat sesosok gadis yang tengah mengganggu pikirannya akhir-akhir ini, rambut indigo panjangnya melambai terkena terpaan angin pagi, ia berjalan menyusupi orang-orang di dalam keramaian pasar sambil menenteng sebuah tas belanja berisikan sayuran, terlihat ia sedang mampir si salah satu kios yang menyediakan daging.

"Hi-Hinata" gumam Naruto melihat gadis yang ia cintainya itu.

Naruto pun menguatkan tekadnya untuk mendekat kearah gadis yang telah mencuri hatinya sejak 2,5 tahun yang lalu, tepatnya saat Hinata mencoba menyelamatkannya saat serangan Pain, Naruto tak menyangka, gadis semanis Hinata bisa mencintai seorang monster seperti Naruto, padahal orang lain berlomba-lomba untuk membencinya.

Langkahnya mantap menembus keramaian pasar yang entah sejak kapan sudah penuh sesak dengan lautan orang-orang yang mencari bahan makanan untuk persediaan sehari kedepan, dlihatnya wajah cerah Hinata yang sepertinya sedang melakukan tawar menawar dengan pedagang daging.

Bibir Naruto pun langsung melengkung tipis melihat tingkah Hinata yang kadang seperti marah, kadang memelas untuk mendapatkan harga sesuai keinginannya, hah dasar Hinata, kelihatannya pemalu, tapi jika berurusan dengan tawar menawar barang sepertinya dia tak kalah dengan yang lainnya.

Tak terasa Naruto telah berdiri tepat dibelakang Hinata, jarak antara mereka hanya kurang lebih 1 meter, Naruto sudah bisa mendengar sayup-sayup suara lembut Hinata, walaupun sedikit terganggu dengan kebisingan pasar yang semakin lama semakin ramai.

Naruto memutuskan hanya memandangi punggung Hinata saja yang tertutupi oleh rambut indigo indahnya, sesekali helaian rambut itu bergoyang karena terpaan angin, dan lagi-lagi tak terlewatkan walau hanya sedikitpun oleh pandangan mata Naruto.

Kegiatan Naruto pun akhirnya terpaksa terhenti karena Hinata tiba-tiba berbalik dan mempergoki Naruto tengah berdiri dihadapannya.

"e-eh..n-Naruto-kun kenapa disini?" ucap Hinata gelagapan, tak lupa wajahnya yang sudah semerah tomat favorit Uchiha Sasuke itu.

" hehe, aku Cuma beli ini" ucap Naruto memperlihatkan seplastik ramen instan miliknya.

" m-maksudku, kenapa n-Naruto-kun berdiri disini?" tanya Hinata kepada Naruto yang masih tetap berdiri dilokasi yang sama.

" memangnya kenapa? Tidak boleh ya?" ucap Naruto sedikit menggoda Hinata yang sepertinya keadaannya kurang baik karena jantungnya terus menerus berdegup kencang.

" b-bukan begitu hanya saja…" , " Hinata, nanti siang kau ada acara?" ucapan Hinata pun tiba-tiba dipotong oleh Naruto.

"e-eeh, me-memangnya kenapa?" tanya Hinata heran.

" emmm, aku Cuma mau mengajakmu ke kedai paman teuchi" ucap Naruto dengan wajah inocentnya

" kau mau kan?" pinta Naruto

"e-ehh, eto….ummm" wajah Hinata langsung merona lebih merah lagi lantaran mendengar permintaan Naruto 'N-Naruto-kun mengajakku kencan?' batin Hinata girang

Naruto yang melihat Hinata hanya mematung sambil menundukkan kepalanya sambil memainkan jarinya pun hanya memiringkan kepalanya tanda tak mengerti

"eto..hinata?..kau tidak mau ya?" ucap Naruto sedikit menyesal.

Hinata yang masih bersitegang dengan pikirannya pun langsung tersadar atas pertanyaan Naruto.

" b-bukan begitu Naruto-kun" bantah Hinata gelagapan " hanya saja…".

" jadi?" tanya Naruto

"emm..etoo…b-baiklah" Naruto langsung mengembangkan senyumnya lantaran mendengar jawaban Hinata ,

" yosh!" teriak Naruto yang tentu saja menyita perhatian berapa orang yang tengah lewat didekat Naruto dan Hinata

" kalau begitu nanti jam 10 aku jemput yaa" lanjut Naruto.

" e-eehh, apa tidak merepotkan?" ucap Hinata dengan wajah semakin merah

" tidak kok, aku malah senang hehe" ucap Naruto menunjukkan senyuman rubahnya sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

" umm, b-baiklah" ucap Hinata mengangguk

" Hinata, setelah ini kau mau kemana lagi?" tanya Naruto

" a-aku sudah selesai, setelah ini mau pulang" jelas Hinata

" aku juga, yasudah aku duluan ya Hinata,…jaa-nee" ucap Naruto lalu berjalan pergi meninnggalkan Hinata.

Hinata masih saja mematung setelah kepergian Naruto, ia tak percaya kejadian barusan, tak disangkanya ia dapat bertemu Naruto ditempat seperti ini, semburat merah diwajahnya kian memerah tatkala memikirkan Naruto yang mengajaknya ke kedai ramen nanti siang.

Tak berapa lama, lamunan Hinata pun terhenti saat kou tiba-tiba memanggil Hinata

"Hinata-sama, anda dipanggil Hiashi-sama sekarang!" ucap Kou.

" baiklah" ucap Hinata lalu melangkah pergi meninggalkan keramaian pasar


Skip Time

Tepat pukul 9 pagi di kediaman Hyuuga, tepatnya didalam kamar gadis bersurai indigo tengah terjadi keributan kecil antara kakak dengan adiknya, yang sepertinya sang kakak sedang menuduh adiknya menyembunyikan barang sang kakak.

"aku kan sudah bilang, aku tak mengetahuinya Onee-sama!" ucap Hanabi

"ayolah Hanabi, lalu dimana barang itu!" ucap Hinata yang masih berusaha mencari sebuah barang, dan sekarang Hinata terlihat berjongkok dan melihat kearah kolong tempat tidur, sedangkan sang adik hanya berdiri bersender di tembok dekat pintu

" setidaknya bantu Onee-sama mencari barang itu" ucap Hinata yang masih berusaha mencari.

" ahh, itu kan barang Nee-sama, kenapa aku juga harus mencarinya?" ucap Hanabi yang sepertinya keberatan membantu kakaknya.

" ayolah Hanabi, bantu nee-sama mencarinya, waktu nee-sama tinggal 1 jam lagi" ucap Hinata.

" hahh, baiklah-baiklah" ucap Hanabi lalu membantu Hinata mencarinya.

30 menit berlalu tak ada tanda barang yang sedang Hinata dan Hanabi cari, Hanabi sudah putus asa dan memutuskan untuk berbaring di tempat tidur kakaknya, sedangkan Hinata masih terus mencari didalam keranjang baju kotornya, mungkin saja terjatuh disana.

" sudahlah nee-sama, pakai jepit rambut punyaku saja, toh bentuknya sama" gumam Hanabi sambil memeluk guling Hinata

" tapi kan warnanya berbeda Hanabi, nee-sama tidak suka warna hijau" ucap Hinata.

Saat Hanabi membenarkan bantal yang ia kenakan untuk tidur, tak sengaja tangannya menyenggol sebuah benda kecil, hanabi pun langsung mengangkat bantalnya dan, ternyata

" nee-sama!, ini ketemu, dibawah bantal" ucap Hanabi sambil menyodorkan sebuah jepit rambut berwarna lavender kepada kakaknya.

" ahhh, yokatta" ucap Hinata lalu merebut jepit rambutnya lalu memasangkannya dirambut indigonya.

Hinata berlenggok-lenggok didepan cermin memeriksa penambilannya sudah pas atau belum, sekarang Hinata menggunakan baju berwarna putih dengan lengan pendek dibalut dengan dress selutut berwarna lavender tanpa legan

"bagaimana penampilanku Hanabi?" tanya Hinata

" nee-sama pakai baju apapun tetap terlihat cantik kok" komentar Hanabi sambil tertidur.

" lihat nee-sama dulu Hanabi!" ucap Hinata yang geram saat melihat Hanabi mengomentarinya tanpa melihat kearahnya.

" tanpa melihatpun aku tahu nee-sama" ucap Hanabi.

" huhh dasar!" gumam Hinata lalu melihat kearah cermin lagi, dibenarkannya jepit rambut miliknya agar pas

" yap" gumamnya memastikan penambilannya sudah siap, Hinata lalu menengok kearah jam dinding,

'masih 5 menit lagi' ucapnya dalam hati.

Tapi sepertinya Hinata kurang suka menunggu, ia pun memutuskan untuk menunggu Naruto di gerbang kompleks, Hinata langsung menyambar tas kecil miliknya diatas meja lalu berjalan keluar, namun sebelum menutup pintu kamarnya, Hinata pamit kepada adiknya

" Hanabi, nee-sama pergi dulu yaa" ucap Hinata lalu menutup pintu.

" ya.., salam buat Naruto nii-chan ya" ucapan Hanabi

Degggg

Ucapan hanabi dari balik pintu pun sukses membuat Hinata terhenti, wajahnya langsung merona merah

'k-kenapa Hanabi bisa tahu' gumamnya bertanya pada dirinya sendiri.
Tak berapa lama kemudian, seorang penjaga kompleks memanggil Hinata

" Hinata-sama, Naruto-sama mencari anda?" ucap si penjaga sedikit berteriak.

'ahh, dia sudah datang' ucap Hinata didalam hati

" iya, aku datang" ucap Hinata sedikit keras lalu berjalan sedikit berlari kearah gerbang.


Naruto POV

Naruto masih menunggu Hinata di balik gerbang kompleks perumahan Hyuuga, sepertinya ia telah menunggu lebih dari setengah jam yang lalu, tunggu? Setengah jam?, haha, ternyata Naruto pun sudah tak tahan untuk bertemu dengan Hinata eh.

"ahh, Hinata lama sekali" gumam Naruto sambil menyenderkan punggungnya di sebuah pohon besar.

Tak berapa lama kemudian sesosok gadis berambut indigo muncul dari arah pintu gerbang, mata Naruto langsung terbelalak melihat betapa anggunnya gadis dihadapannya, Hinata mulai berjalan kearah Naruto yang masih terbengong-bengong.

"na-Naruto-kun, gomenne aku membuatmu menunggu lama" ucap Hinata sambil menunduk menyembunyikan semburat merah khas Hinata.

'ya ampun, dia manis sekali!' batin Naruto dalam hati girang, betapa tidak, Hinata terlihat begitu feminim sekali hari ini dan tambah cantik menggunakan pakaian seperti itu.

" Naruto-kun?" ucap Hinata yang bingung melihat Naruto memandanginya denga cara yang aneh.

" ehh…ano..eto…." ucap Naruto gelagapan

" k-kau sudah siap Hinata?" lanjut Naruto bertanya sambil mengaruk-garuk kepala bagian belakangnya.

" umm, kita mau berangkat kapan" ucap Hinata sedikit memiringkan kepalanya yang malah menambah manis wajahnya.

' KAWAIIII' teriak Naruto didalam hati, detak jantung Naruto pun tiba-tiba bertambah 2 kali lipat, dadanya panas, rasanya ingin pingsan saja, halah, dulu Hinata yang pingsan saat ketemu dengan mu Naruto, sekarang malah kau sendiri yang pingsan.

" ehh,,ya..sekarang, ayo Hinata" uca Naruto lalu mengandeng tangan Hinata yang tentu saja membuat sang empu sedikit terkejut

"i-iya" ucap Hinata gagap saat tangannya mulai ditarik naruto.

Naruto POV END


Normal Pov

Hahh, siang yang tak begitu panas di konoha, memang waktu belum memasuki tengah hari, tapi biasanya jam-jam segini udara sudah mulai panas, ditambah saat ini merupakan pertengahan musim panas, huhh, tapi sepertinya keadaan sedikit berbeda di depan kedai ramen milik paman teuchi.

Dua orang muda-mudi terlihat gugup sembari menunggu pesanan ramen mereka siap, si pria hanya bisa melirik-lirik gadis disamingnya dari ekor matanya, sedangkan si gadis hanya diam dan memainkan jari jemarinya, oh iya tak lupa semburat merah khas miliknya.

Tapi sepertinya dua pasang mata sedang memperhatikan tingkah laku Naruto dan Hinata sambil menyiapkan dua mangkuk ramen, sepertinya mereka sudah tahu apa masalah yang menimpa Naruto pagi tadi.

Naruto sangat tak menyukai kedaaan seperti ini, ia harus keluar dari situasi seperti ini, Naruto mencoba mencari topik pembicaraan yang menarik untuk Hinata.

" ne Hinata, tadi pagi kau belanja banyak sekali, memangnya pelayan dirumahmu tidak ada ya?" tanya Naruto

" ahh, tidak juga, aku lebih suka melakukannya sendiri" ucap Hinata sambil menahan semburat merah di wajahnya yang kian lama kian tebal.

' sepertinya Hinata sangat mandiri' batin Naruto sambil memperhatikan Hinata.

" eto..n-Naruto-kun kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Hinata merasa risih saat Naruto memandanginya dengan cara yang aneh.

"ehh..b-bukan begitu..hanya saja aku kagum padamu" ucap Naruto gelagapan.

" ehh, k-kenapa?" tanya Hinata

" ya, aku kagum, kau seorang penerus klan hyuuga, tapi kau sangatlah mandiri dan mau melakukan semuanya sendiri, sepertinya kau tipe orang yang tak mau merepotkan orang lain" ucap Naruto panjang lebar.

" umm, b-benarkah, aku kan Cuma berbelanja sendiri saja" ucap Hinata sambil memainkan jarinya.

" tentu saja benar" jawab Naruto.

Tak berapa lama kemudian sepertinya ramen pesanan mereka telah siap.

" ini dia. Dua mangkuk ramen untuk Naruto dan yang satunya lagi untuk 'pacarnya'" ucap Ayame sambil meletakkan dua mangkuk ramen dihadapan Naruto dan Hinata.

Hinata yang mendengar perkataan ayame nii di bagian 'pacar' langsung terlonjak kaget

" e-eh..p-pacar?" gumam Hinata kaget

Naruto pun juga tak kalah kaget mendengar ucapan anak Teuchi itu.

" apa maksudmu ayame-nee, kita belum jadian kok" ucap Naruto gugup.

" tuh kan benar..hihihi, jadi permasalahanmu tadi pagi itu gadis manis ini toh" ucap ayame yang tentu saja langsung membuat wajah Naruto memerah.

" m-maksudnya?" tanya Hinata heran mendengar ayame.

" ahh, yasudahlah kalian lanjutkan acara 'pacaran' kalian, aku tak ingin menganggu hehe" ucap ayame lalu pergi.

Hinata yang mendengarnya pun langsung blushing berat sambil menundukkan wajahnya karena malu, sampai akhirnya Naruto menyadarkan Hinata

" sudahlah Hinata, jangan pikirkan perkataan ayame nii, ayo kita makan" ucap Naruto lalu mengambil sepasang sumpit.

" i-iya Naruto-kun" ucap Hinata lalu meraih sumpit di depannya.

Waktu terasa berjalan cukup cepat tatkala Naruto dan Hinata tak terasa sudah menghabiskan ramen milik mereka, bahkan Naruto sudah menghabiskan 4 mangkuk besar ramen, tapi sepertinya acara berduaan mereka terganggu oleh seorang berambut musim semi yang secara tiba-tiba memanggil Naruto.

" Naruto!" teriaknya sambil berlari kearah Naruto.

" Sakura-Chan?, ada apa?" ucap Naruto bertanya kearah Sakura yang sekarang tenag berdiri di antara Naruto dan Hinata.

" hoo, ternyata ada Hinata juga disini" ucap Sakura " ne..ne. apa kalian sedang kencan?" tanya Sakura menggoda.

" b-bukan begitu Sakura-san" ucap Hinata gelagapan.

" iya benar, kita tidak sedang melakukan itu! Ucap Naruto " sebenarnya kau kemari ada apa sih?" tanya Naruto.

" ohh, iya, nanti jam 1 kau disuruh Kakashi-sensei untuk menemuinya" ucap Sakura.

" ahh, ada apa lagi sekarang" gumam Naruto.

" aku tidak tahu" ucap Sakura

" yasudah kalau begitu, aku mau pergi dulu takut menganggu acara kalian, jaa ne Hinata…Naruto" ucap Sakura lalu berlari menjauh.

" huhh, orang itu" gumam Naruto.

" ada apa Naruto-kun?" tanya Hinata sepertinya resah melihat Naruto bergumam sendiri.

" ah tidak Hinata, hanya saja…." Ucap Naruto agak menggantung

" hanya saja apa Naruto-kun?" tanya Hinata

" sepertinya hari ini aku akan berhadapan dengan tetua" ucap Naruto lalu mendongak kan kepalanya " aku harus bersikap bagaimana?" tambah Naruto.

" jadi itu…umm" terlihat Hinata sedang berpikir

" Naruto-kun bersikap saja seperti biasa" ucap Hinata.

" kenapa harus begitu?" ucap Naruto menolehkan wajahnya memandang Hinata.

" umm, karena mungkin dengan menunjukkan diri Naruto-kun yang asli mereka akan lebih percaya pada Naruto-kun" ucap hnata " Naruto-kun yang selalu bersemangat, pantang menyerah dan selalu melindungi yang dicintainya" tambah Hinata.

Naruto yang mendengar penuturan Hinata pun hanya bisa melongo, pikirannya kini sudah lebih baikan saat mendengar penjelasan Hinata

" arigatou Hinata, dari dulu hanya kau yang bisa meyakinkan perasaan ku" ucap Naruto sambil menunjukkan cengingiran rubahnya.

" umm, sama-sama Naruto-kun" ucap Hinata tersenyum manis.

Setelah makan bersama di kedai, Naruto pun memutuskan mengajak Hinata untuk menuju danau yang terletak tak jauh dari tempat latihan tim-7, mereka sekarang terlihat sedang bergandengan tangan menyusuri jalan ditengah desa, tak dipungkiri lagi berpuluh-puluh pasang mata sedang memperhatikan mereka, yang tentu saja membuat Hinata malu.

" N-Naruto-kun sebenarnya kita mau kemana?" ucap Hinata yang masih ditarik oleh Naruto.

" itu rahasia, hehe" ucap Naruto menengok kearah Hinata dibelakang.
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai didanau, di tepi danau terlihat Hinata tengah duduk disamping Naruto yang tengah berbaring diatas rumput menikmati kesejukan udara.

" Naruto-kun, tempat ini indah" ucap Hinata.

" ya, saat aku sedang sedih aku selalu kesini" ucap Naruto lalu bangkit dari tidurnya.

"…" Hinata hanya diam menikmati terpaan angin di wajah putihnya, tanpa sadar Naruto mengamatinya dengan deru jantung yang kian tak menentu.

" Naruto-kun..kau tahu aku tak pernah sekalipun kepikiran kita bedua menghabiskan waktu berduaan seperti ini" gumam Hinata.

" kenapa ?" tanya Naruto

" karena.. aku tahu itu tak kan mungkin" gumam Hinata lagi.

" kenapa kau berpikir begitu hime?" ucap Naruto.

" e-eh?...n-Naruto-kun tadi memanggil aku apa?" ucap Hinata kaget.

" hime? Kenapa kau berfikir begitu?" jelas Naruto yang tentu saja membuat wajah Hinata merona tatkala mengetahui dirinya dipanggil 'hime' oleh Naruto.

" k-karena aku tahu Naruto-kun tak akan mau mengakuiku, karena Naruto-kun mencintai Sakura-san" ucap Hinata menunduk.

" apa benar?, buktinya sekarang aku mengajakmu" ucap Naruto lembut " Hinata aku mencintaimu" ucap Naruto yang langsung membuat Hinata terlonjak.

"e-eh,..n-na-Naruto-kun tadi.." , " aku mencintaimu Hinata" ulang Naruto memotong perkataan Hinata.

" t-tapi bukankah Naruto-kun mencintai Sakura-san" ucap Hinata gelagapan dengan wajah semerah tomat.

" itu dulu saat aku kecil dan belum mengerti cinta" ucap Naruto lalu meraih tangan Hinata dan mengengamnya

" dan sekarang aku telah menemukan arti cinta yang sesungguhnya, yaitu kau hime, lagi pula aku sudah bilang kan pas bertarung denganmu dulu ingatkan, jadi jangan pikirkan aku masih mencintai Sakura-chan, karena dalam pikiran dan hatiku Cuma ada kamu Hinata" tambah Naruto yang sukses membelalaukan mata hinata.

Hinata langsung meneteskan air mata bahagia nya mendengar penuturan Naruto, dia begitu bahagia perasaannya telah tersampaikan, ia sempat pesimistis Naruto mau mengakuinya, tapi sepertinya hari ini, detik ini mengubah segala suatu tentang presepsinya.

" Hinata?, kenapa kau menangis?, apa aku menyakitimu" tanya Naruto membelai pipi lembut Hinata dengan jarinya untuk menghapus air mata Hinata.

" aku bahagia Naruto-kun, aku senang, ini air mata bahagia" ucap Hinata tersipu.

"benarkah?, jadi apa kau mau menjadi kekasihku?" ucap Naruto menatap lekat iris lavender Hinata.

"um, aku mau" ucap Hinata mengangguk semangat.

GREBB!

Dan tiba-tiba Naruto langsung memeluk tubuh Hinata.

"Arigatou Hinata..." gumam Naruto didekat telinga Hinata


Sementara itu disebuah tempat misterius

Terdapat sosok pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin-merah dengan pupil Crimson yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna merah muda dan putih, matanya adalah Imortal Tenseigan . Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikkudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri.

'bagus-bagus, aku semakin merasakan kekuatan dikedua mataku ini' pikir Toneri

Ditengah lamunan Toneri, anak buah Toneri pun datanga.

"Toneri-sama kami sudah selesai melakukan persiapan kebangkitan Kurobi" ucap salah satu anak buahnya itu

"bagus, lalu persiapkan Invasi besar-besaran kedepannya, kita akan menghancurkan dunia ini dalam 3 hari kedepan " perintah Toneri

"Haii, Toneri-sama" ucap mereka

Kemudian para anak buah Toneri itu meninggalkan Toneri

'bagus dengan begini, aku bisa membangkitkan dan mengendalikan Kurobi, sebentar lagi aku akan hancurkan Dunia milik Rikkudou Sennin ini, selain itu aku akan membalas kekalahanku wahai reinkarnasi Ashura' ucap batin Toneri sambil menyeringai jahat.


3 hari kemudian

Konohagakure

Pagi yang begitu cerah menambah semangat seluruh warga Konohagakure menyambut Hokage baru mereka, tepat pukul 10 pagi saat sang Hokage baru menampakkan dirinya yang terlihat mengenakan pakaian ninja seperti biasa (pakaian ninja naruto seperti film The last Naruto the Movie) dengan berbalut-kan jubah merah bermotif api hitam diujung bawahnya dengan kanji bertuliskan "Nanadaime Hokage".

Para Kage dari ke-5 negara besar pun turut hadir dalam acara pelantikan Hokage terkuat sepanjang sejarah Konoha dan juga pahlawan dunia Shinobi, disana nampak Kazekage yang tengah diurutan paling pojok, disampingnya ada Tsucikage, lalu Raikage, Mizukage, dan yang terakhir adalah Mifune sebagai wakil dari Tetsu No Kuni/Negara Besi

Menurut jadwal, 5 menit lagi sang Nanadaime Hokage harus berpidato, tak dipungkiri lagi perasaan gugup Naruto saat mendengar teriakan bergema dari warga-nya yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab sang Nanadaime Hokage untuk melindungi mereka.

"Naruto-kun kau gugup?" tanya sang kekasih yang setia mendampingi Naruto disampingnya.

" t-tidak hime, aku tidak gugup" ucap Naruto memaksakan senyumannya, walaupun tak bisa dibohongi lagi perasaannya yang campur aduk.

" kau jangan berbohong Naruto-kun, buktinya tangan-mu gemetaran" ucap Hinata lalu memegang tangan sang Nanadaime Hokage, dan seperti biasa, Naruto tak akan pernah bisa menyembunyikan sesuatu pada hinata, yang selalu saja mengetahiu masalah yang sedang dihadapi naruto.

" m-mungkin sedikit hehe" ucap Naruto dengan cengingiran khasnya mencoba menenangkan Hinata yang memandanginya cemas.

CUP!

Ciuman manis pun didaratkan Hinata di pipi tan Naruto, Naruto yang menerima itu pun langsung berhenti bergetar, wajahnya merona merah saat menerima perlakuan Hinata.

"nah, sekarang Naruto-kun tidak usah gugup lagi" ucap Hinata tersenyum

"Naruto-kun kan sudah menghafal teks pidato itu semalaman, jadi tak usah khawatir".

" hehe, baiklah, tapi aku minta lagi?" ucap Naruto menggoda Hinata.

"e-eh, b-baiklah" ucap Hinata merona.

"tapi disini!" ucap Naruto sambil menunjuk bibirnya.

"e-ehh, kenapa d-disitu?" ucap Hinata gelagapan, sudah tak bisa dibohongi lagi wajahnya yang sudah semerah tobat.

"ayolah kumohon" ucap Naruto memohon.

"b-baiklah" Hinata pun memberi kecupan singkat dibibir Nanadaime Hokage.

"Arigatou Hime" ucap Naruto sukses membuat blushing Hinata, sedangkan Naruto hanya diam dan tersenyum karena memandangi wajah malu-malu Hinata.

Ditengah keheningan yang melanda kedua pasangan sejoli itu Hinata kemudian berinisiatif untuk menyerahkan sebuah benda yang dibuat untuk kekasih yang tercintanya itu.

"Naruto-kun, bisakah kamu memakai syal ini?" tanya Hinata sambil menunjukan sebuah syal merah dihadapan Naruto.

"Hmm, ini Hime yang buat ?" tanya Naruto

"eh, iah Naruto-kun, aku yang membuat ini kok, aku ingin syal ini dimiliki olehmu Naruto-kun" ujar Hinata

"baiklah" ucap Naruto sambil memasangkan syal merah tersebut dilehernya

"Arigatou Hime, syal lembut tentunya ini akan menjadi benang merah cinta kita, aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku" ucap Naruto

Hinata pun hanya memasang wajah malu-malunya melihat hasil karya sangat disukai oleh kekasihnya itu.

Kakashi yang tak sengaja melihatnya adegan romantis itu pun hanya mendesah pelan dan diselingi perasaan iri tentunya melihat kedua sejoli muda itu bermesraan dihadapannya.

" hahh, Cepatlah Naruto, pelantikan akan dimulai!" ucap Kakashi

" baiklah-baiklah" lalu Naruto pun melangkah ke depan meninggalkan Hinata dan bersiap untuk Pelantikannya

Kini para penduduk desa tengah berkumpul didepan gedung Hokage, mereka pun melihat papan pengumuman tentang pengunduran Kakashi sebagai Hokage dan pelantikan Sang Hokage baru, tentunya mereka masih penasaran dengan sosok Hokage selanjutnya itu.

"wah-wah Rokudaime mengundurkan diri, apa tidak terlalu cepat iah mengingat kepimpinan dia baru berlangsung selama 2,5 tahun" ucap penduduk A

"yah, walaupun singkat tetapi Rokudaime berhasil membawa kestabilan keamanan dan politik di konoha, tentu dia sangat berjasa bagi kita" ucap penduduk B

"aku penasaran siapa selanjutnya yang menjadi Hokage, mungkinkah sang Pahlawan Konoha yang menjadi Hokage selanjutnya, mengingat tidak ada lagi kandidat yang lebih pantas selain dirinya" ujar penduduk C

"iah aku setuju denganmu, Jika orang itu yang memimpin Konoha aku yakin Desa akan jauh lebih baik." Ujar penduduk D

Kakashi pun kemudian berjalan menuju altar bagian depan atap kantor Hokage, dirinya kemudian lalu berpidato singkat dihadapan rakyat Konoha.

"Terima kasih, kalian telah datang untuk menghadiri pelantikan ini, Hari ini aku sudah mengumumkan keputusanku untuk mengundurkan diri dari kursi Hokage, kalian mungkin bertanya-tanya mengapa aku mengundurkan diri secara tiba-tiba, aku melakukan semua ini demi kebaikan Konoha tentunya, aku mempersilahkan para generasi baru untuk memimpin Konoha kedepannya, aku yakin mereka semua sangat bisa diandalkan untuk membawa Konoha ke era baru yang lebih gemilang, oleh karena itu aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi Hokage, Terima kasih atas kepercayaan kalian kepadaku selama 2,5 tahun ini untuk memimpin desa kita yang tercinta ini." Ucap Kakashi

Prokkkkkkk-prokkkk-prokk...

Tepuk tangan pun menghiasi suasana pasca Kakashi melakukan pidato perpisahannya sebagai Hokage keenam. Rakyat Konoha sangat mengapresiasi kepimimpinan Kakashi sebagai Rokudaime Hokage, yang sukses mebawa Konoha disaat era transisi pasca Perang Dunia Shinobi ke 4. Tentu selama 2,5 tahun Kakashi sudah berupaya keras membangun kembali desa Konoha menuju arah lebih baik, terlebih lagi dengan keadaan Dunia yang lebih damai membuat gejolak ekonomi pun semakin menggeliat.

"Baiklah, tak perlu menunggu waktu lebih lama lagi, aku akan mengenalkan penggantiku, Nanadaime Hokage" ucap Kakashi

"aku mengandalkanmu Nanadaime" ucap Kakashi pada Naruto sambil memberikan topi hokage miliknya

"Haii, kau bisa mengandalkanku Rokudaime" ucap tegas Naruto

Naruto pun kemudian bergerak menuju altar bagian depan atap kantor Hokage. Dan kini Naruto memakai topi Hokage itu untuk melengkapi pakaiannya. Kakashi kemudian mempersilahkan Naruto menampakan dirinya dihadapan Rakyat Konoha.

"Ini dia Uzumaki Naruto, dia adalah penggantiku sebagai Hokage, Mulai hari ini dirinya resmi menjabat sabagai Nanadaime Hokage" ucap Kakashi

Kini terlihat sosok Naruto tengah memakai pakaian ninjanya disertai Jubah Hokage, Topi Hokage serta syal merah yang mebalut dilehernya itu. dia kemudian melepas Topi Hokage nya, untuk menampakan dirinya sebagai Nanadaime Hokage dihadapan rakyat Konoha.

"Saya Uzumaki Naruto sebagai Nanadaime Hokage, siap menjalakan kepercayaan kalian kepadaku dengan sebaik-baiknya, saya siap membawa Konoha menuju era yang lebih baik lagi, tetapi saya tidak bisa berbuat banyak kalau kalian semua tidak membantuku, aku tidak bisa berjalan sendiri tanpa kalian semua, bantulah aku dan awasilah aku sebagai pemimpin kalian, aku tidak ingin menjadi pemimpin yang tidak adil atau tidak bisa memakmurkan rakyatku, oleh karena itu sebagai Nanadaime Hokage aku ingin meminta bantuan Kalian semua untuk membangun Desa Konoha menuju kearah lebih baik lagi." Ucap pidato singkat Naruto

Setelah pidato singkat Nanadaime Hokage itu, para penduduk Konoha pun memberi aplause kepada sang Hokage baru, sambutan meriah pun menghiasi sudut Konoha melihat Hokage baru sudah dilantik.


Skip time

Sore harinya setelah pelantikan Naruto pulang menuju apatemennya ,akan tetapi di apartemen Naruto kini Hinata sedang memasak diapartemennya. Oh yah mengapa Naruto bisa pulang begitu cepat disore harinya setelah pelantikannya sebagai Hokage, karena Kakashi lah memberikan waktu istirahat lebih bagi Naruto untuk bekerja pada keesokan Harinya, jadi Kakashi masih melakukan pekerjaannya hanya untuk hari ini saja

Naruto pun berjalan gontai kearah pintu lalu memutar gagang pintu, seketika itu pula pintu itu terbuka

" Tadaima" ucap Naruto.

lalu dibalas oleh suara lembut dari dalam dapur

" Okaerinasai Naruto-kun" ucap Hinata lalu menghampiri Naruto.

Dihari pelantikannya sebagai Hokage tentu Naruto sangat sibuk sehingga dirinya susah sekali untuk membuat makanan, yah lagi pula Naruto itu jarang memasak, paling dia hanya memasak cup ramen instan untuk mengisi perutnya itu, hal itulah yang membuat Hinata memohon pada Naruto agar dirinya bisa memasak di apartemen Naruto, sekalian dirinya juga bisa membuat makanan yang bergizi bagi calon suaminya itu.

" hime, kau belum mau pulang kan?" tanya Naruto lalu memelingkarkan lengannya di pinggul Hinata.

" ahh, akukan menunggu kamu pulang, Naruto-kun " ucap Hinata lalu disusul dengan

"akkhhh" pekikan kecil Hinata saat Naruto menandai tengkuknya dengan kissmark.

" N-Naruto-kun geli" ucap Hinata merasakan Naruto menambah terus kecupan di lehernya.

" habisnya kau wangi sekali hehe" ucap Naruto lalu melepaskan pelukannya

" sepertinya aku mencium bau ramen" ucap Naruto saat hidungnya mencius sesuatu yang harum dari arah dapur.

" umm, aku memasakkan ramen spesial untukmu" ucap Hinata lalu berbalik

" sebentar ku ambilkan, Naruto-kun tunggu saja di meja makan" ucap Hinata lalu berlari kecil kearah dapur.

"yoshh!" ucap Naruto semangat

Beberapa menit kemudian Hinata pun telah datang dari dapur sambil membawa semangkuk besar ramen buatan nya lalu diletakkan nya didepan Naruto.

" ini ramennya Naruto-kun" ucap Hinata lalu meletakkan semangkuk ramen didepan Naruto.

" huhaaaa" ucap Naruto dengan mata berbinar , Lalu Naruto pun dengan secepat kilat menyambar sumpit diatas mangkok lalu mulai memakan ramen dihadapannya , tapi kegiatan nya pun terhenti saat menyadari mangkuk ramen didepannya hanyalah Satu.

" umm, Hime, kenapa ramennya Cuma satu?, kau tidak makan?" ucap Naruto lalu meletakkan sumpitnya lagi dan memandang Hinata yang duduk di samping Naruto.

" umm tidak, tadi aku sudah makan" jawab Hinata sambil tersenyum manis.

"ohh begitu, baiklah" ucap Naruto lalu menyambar sumpitnya kembali " Ittadakimasu", Secepat kilat ramen didalam mangkuk itu pun telah habis dilahap oleh Naruto, tapi sepertinya Naruto belum cukup kenyang.

" Naruto-kun mau nambah?" tanya Hinata yang melihat Naruto belum puas menjilati sisa ramen dimangkuknya.

" umm, ini enak sekali Hinata" gumam Naruto sambil masih saja menjilati sisa kuah ramen didalam mangkuk.

" kalau Naruto-kun mau nambah, didapur masih ada sisa sedikit" ucap Hinata lagi.

" haaa, benarkah" ucap Naruto semangat.

" umm, sini manguknya, kuambilkan lagi" ucap Hinata lalu berdiri dan meraih mangkuk ditangan Naruto lalu mengisinya kembali dengan ramen didalam dapur, tak lama kemudian Hinata pun telah tiba kembali dengan setengah mangkuk ramen yang masih sedikit hangat.

" ini Naruto-kun, tapi sudah sedikit dingin" ucap Hinata lalu meletakkan mangkuk ditangannya didepan Naruto.

" ahh tidak apa-apa hime, ramenmu masih terasa enak kalau dingin" ucap Naruto lalu memakan lagi ramen keduanya.

10 menit kemudian mereka sepertinya telah selesai dengan acara makan mereka, Hinata pun tengah bersiap untuk meninggalkan apartemen Naruto untuk segera pulang karena hari sudah senja.

" Naruto-kun, kau tahu dimana tas ninjaku?" tanya Hinata sedang mencari sebuah tas berbentuk bulat.

" ah, tidak, sebenarnya kau tadi menyimpannya dimana sih?" ucap Naruto tapi Naruto tidak ikut mencari nya, Naruto hanya duduk memperhatikan tingkahlaku Hinata yang kadang berjongkok kadang menunduk kadang juga bertolak pinggang, semua itu membuat Naruto hanya tersenyum-senyum sendiri, tanpa Hinata sadari sebenarnya narutolah yang menyembunyikan tasnya untuk menunda kepulangannya.

" Naruto-kun! Bantu aku mencarinya" ucap Hinata yang melihat Naruto hanya memandanginya sambil tersenyum-senyum sendiri.

" apa ini yang kau cari, Hinata?" ucap Naruto lalu mengeluarkan sebuah tas berbentuk bulat dari belakang tubuhnya.

" e-eh, kenapa ada pada Naruto-kun?" tanya Hinata lalu berjalan mendekat kearah Naruto untuk mengambil tas miliknya, tapi sepertinya Hinata harus menelan ludah tatkala Naruto kembali menyembunyikan tas itu dibalik pingungnya.

" ayolah Naruto-kun, aku harus pulang!" ucap Hinata dengan Pupy eyes miliknya

Tentu dengan jurus Pupy eyes Hinata membuatnya dirinya sangat kawai dihadapan Naruto, Naruto betul-betul gemas melihat tingkah calon istrinya itu, akan tetapi ia juga merasa kasihan kalau Hinata pulang lebih malam lagi, akhirnya Naruto pun luluh dan membiarkan Hinata pulang.

"Hah, baiklah Hime, kau boleh pulang tapi kamu harus beri aku ciuman perpisahan dulu" ucap Naruto sukses membuat gelagapan Hinata

"Eh, Ciuman perpisahan, ah itu..." ucap gelagapan Hinata

"Hoo, yasudah aku berubah pikiran, aku akan menahanmu disini Hime, kau tidak boleh pulang tentunya" ujar Naruto

"Eh,yah yah Naruto-kun " ucap Hinata yang masih blushing tentunya

"tapi aku maunya disini" ucap Naruto sambil menujukan bibirnya itu.

"Eh... itu-itu..." ucap galagapan Hinata

"Hah, jadi bener kamu mau ditahan olehku disini, Oke fine" ucap Naruto

Pada akhirnya mau tidak mau Hinata pun mencium kembali bibir pria yang ia sayanginya itu.

Cup...

Sebuah kecupan singkat pun menghiasi suasana diantara kedua sejoli itu, mereka pun akhirnya menyudahi aksi mereka tersebut.. Hinata pun kemudian pamit pulang dari apartemen Naruto.

"Naruto-kun, aku pamit pulang dulu yah" ucap Hinata

"yah, hati-hati dijalan yah Hime" ucap Naruto

"yah, Oyasumi Naruto-kun" ucap Hinata sambil melambaikan tangan nya

Setelah itu Hinata kemudian berjalan pulang menuju kediamannya, Naruto pun memutuskan untuk rehat sejenak akan tetapi

Deggggggg...

'perasaan apa ini, kok tiba-tiba aku merasakan firasat buruk terhadap Hinata, sebaiknya aku kirim saja Bunshin ku untuk mengawal dia pulang' ucap batin Naruto

Kagebunshin no Jutsu

Booofffftttt...

Munculah bunshin milik Naruto, Naruto kemudian memberikan perintah terhadap bunshin itu.

"kau ikuti Hinata pulang, awasi dia, aku merasakan ada firasat buruk yang akan menimpanya, selain itu bawa ini, ini akan berguna disaat darurat, kau paham" ucap Naruto sambil mengasihkan Kunai Hiraishin miliknya kepada Bunshinya itu

"Haii, wakattebayou" ucap Bunshin nya itu

Seketika Bunshin Naruto melesat cepat mengikuti Hinata pulang menuju rumahnya.

'Hihi, aku haru lebih rajin lagi memasak agar Naruto-kun semakin sehat, jadi dia bisa mengurangi kebiasaan buruknya memakan Cup ramen' pikir Hinata sambil berjalan menuju arah rumahnya

Hinata berjalan pulang ke rumah nya akan tetapi ditengah perjalan di dekat taman Konoha, Dia dicegat oleh para pasukan misterius, seketika Hinata pun memasang Sikap waspada melihat mereka bukan orang ramah atau bersahabat baginya.

kemudian ditengah pasukan itu munculah sosok pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin-merah dengan pupil Crimson yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna merah muda dan putih. Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikkudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri.

"kau?" Hinata kaget saat ia bisa melihatnya dengan jelas di bawah sinar lampu taman.

"kau merindukanku, Byakugan no Hime." ucap orang itu, Toneri.

"bagaimana bisa kau masih hidup?" pekik Hinata

"jangan bercanda, aku tidak akan mudah dikalahkan oleh reinkarnasi Ashura, selain itu aku tentunya sedang menjemput istriku " ujar Toneri

Kemudian dengan sekejap para pasukan Misterius milik Toneri menyekap Hinata

"Kyyaaaaaaaa..." teriak Hinata

"Hinata!" Bunshin Naruto menemukan Hinata tepat sebelum lelaki itu membawanya.

''Apa-apaan ini, lepaskan aku'' teriak Hinata saat diri nya di bekap oleh shinobi misterius dari belakangnya. Dan laki-laki yang Nama nya Tenori itu mengeluarkan cahaya hijau yang membuat Hinata pingsan.

"Toneri Teme!, apa yang kau lakukan pada Hinata!?" Teriak Bunshin Naruto mencoba menyerang tapi tiba-tiba saja Toneri menghilang.

"Sial, kalau begini aku harus memanggil boss" ucap Bunshin Naruto

Dengan seketika Bunshin Naruto melemparkan Kunai Hiraishin

Flaassshhhhhhhhhh

Naruto asli pun muncul ditaman itu menggunakan Hiraishin miliknya. Setelah itu Bunshin Naruto pun menghilang, kini ingatan memori bunshi milik Naruto pun mengalir di otak Naruto.

Dan tak lama berselang, puluhan shinobi berlapis perban muncul. Mereka semua menyerang Naruto, Naruto menendang, memukul ,menangkis dan menyerang Shinobi-shinobi yang semakin banyak, tapi untungnya Naruto cukup kuat untuk menjatuhkan mereka semua.

Tajuu Kagebunshin No Jutsu

Naruto menciptakan beberapa bunshin untuk meladeni para shinobi itu, sementara Naruto yang asli mengejar si penculik Hinata.

"Hinata!" Teriak Naruto.

Naruto berlari melewati seluk beluk desa Konoha, melompati gedung-gedung yang baru saja selesai dibangun. Satu per satu shinobi misterius muncul dan menghalangi jalannya, namun Naruto mampu menerobos mereka dan terus mengejar salah satu anak buah Toneri yang membawa Hinata.

"Boomb!" Beberapa tembakan peledak dilesatkan oleh para shinobi misterius yang kini mengejar Naruto, namun Naruto mampu menghindari semua itu. Naruto terus berlari. Tapi kemudian, satu serangan berhasil mengenainya. Naruto terpental, dan saat ia bangun sudah tampak puluhan shinobi miterius di udara dan siap untuk menembakinya.

"!" Naruto tak mampu menghindar, namun ledakan itu tak cukup untuk melukai Naruto.

Naruto melompat dari kepulan asap dan balas menyerang,

Rasenshuriken

Rasengan kuning berbentuk shuriken pun melesat dan memotong habis tubuh para shinobi itu, yang kelihatannya bukan manusia.

"Kau!" Naruto akhirnya bisa sampai di hadapan si penculik. "Lepaskan Hinata!" Naruto menyerang namun lagi-lagi orang itu berhasil menghindar.

''Tunggu'' teriak Naruto.

Dari udara, tembakan demi tembakan kembali melesat ke arah Naruto. Mereka seolah tak ada habisnya, para shinobi misterius itu.

Hinata pun mulai tersadarkan diri tapi dia tidak bisa melepaskan diri nya karena merasa kehilangan kekuatan nya.

Naruto pun melemparkan rasenshuriken kedua ke arah si penculik langsung. Serangan Naruto mengenai puncak gedung tempat orang itu berpijak, membuat keseimbangannya goyah dan Hinata pun terjatuh.

"Kyaaaaaaaaaaa" teriak Hinata terjatuh di udara

'Kusoo, aku harus menggunakan Hiraishin level dua dan mengirim bunshinku untuk menyelamatkan Hinata' pikir Naruto

Kegebunshin no jutsu

Boooffffffffttttttttt...

Flaasssssssshhhhhhhhhhhhhhh...

Grreeeeeeepppppppppp...

Dengan sekejap Bunshin Naruto berhasil menyelamatkan Hinata, Bunshin Naruto kemudian membawa Hinata dengan ala bridal Style, untung saja Naruto sempat menanam segel Hiraishi ditas ninja milik Hinata, kekhawatirannya terbukti dengan upaya percobaaan penculikan yang dialami oleh Hinata itu.

lalu Naruto asli pun mulai melesat menuju si penculik, yang masih berdiri di puncak gedung. Orang itu mempersiapkan beberapa bulatan kuning untuk menembak sementara Naruto telah siap dengan sebuah rasengan di telapak tangannya.

Orang itu mulai menembak, satu per satu linkaran energi berwarna kuning ia lemparkan namun Naruto mampu menghindari semuanya. Hingga akhirnya Naruto sampai pada orang itu

Rasengan

Teriak Naruto

Dan...

Blaaaarrrrrrrrrrr,...

Rasengannya beradu dengan bola energi musuh, menciptakan ledakan yang lumayan dahsyat. Akibatnya penculik itu menghilang entah kemana

Kini Hinata berhasil diselamatkan Naruto dari upaya penculikan, mereka berdua kini sedang berada diatap salah satu gedung di Konoha.

"Hinata.. kau tidak apa-apa?.." tanya Naruto yang khawatir melihat kekasih tercintanya itu

"Tenang Naruto-kun, aku baik-baik saja" kata Hinata dengan tenang, walau dirinya masih syok dengan upaya percobaan penculikan terhadapnya tersebut.

"Darimana datang nya shinobi-shinobi itu?" tanya Naruto.

"Aku tak tahu.." jawab Hinata.

Lalu Toneri kembali. Dari kegelapan tiba-tiba saja ia muncul dan berkata,

"Hari pembalasan telah tiba wahai reinkarnasi Ashura dan Byakugan no Hime." Ujar Toneri

"Sialan kau lagi, kenapa kau bisa ada disini lagi!" Naruto mencoba memukulnya namun layaknya hantu orang itu kembali menghilang, dan muncul dengan tubuh yang melayang di udara.

"tapi Sebelum itu, aku akan datang untukmu.."kata Toneri '' Hinata'' lanjut nya

"apa maksudmu hah!" desis Hinata

"untuk menjemputmu wahai Istriku" jelas Toneri

"aku tidak pernah menikah denganmu, camkan itu" ucap tegas Hinata

"Oh, jadi begitu jawabanmu, baiklah mungkin kau orang yang akan bernasib sama dengan Dunia ini, karena kau menolak penawaranku" desis Toneri

"apa maksudmu? Sialan!" teriak Naruto

"Hnn, Aku sudah membangkitakn Kurobi , sebentar lagi kehancuran dunia ini akan tiba hahahahaha" jelas Toneri

Hinata dan Naruto sangat syok mendengar perkataan Toneri, Naruto sangat mengepalkan tangannya, dirinya berpikir bahwa menurut Sasuke jika Kurobi dibangkitkan maka otomatis akhir Dunia ini semakin dekat.. Saat Naruto ingin membuka suara tiba-tiba keberadaan Toneri lenyap begitu saja.

"Hiks..hiks.. bagaimana ini Naruto-kun padahal kita juga sudah menghancurkan Tenseigan, hiks..hiksh" ucap lirih Hinata menangis.

"Hime, maafkan aku yang sudah gagal mencegah ini semua" ucap lirih Naruto

"kamu tidak salah Naruto-kun, mungkin ini semua adalah takdir yang digariskan kami-sama, aku sudah menerima ini semua Hiks..hiks..., tapi aku takut Toneri akan meneror kembali " ucap lirih Hinata

"Hime, aku berjanji akan melindungimu dan tak akan meninggalkanmu." ucap Naruto

" Arigatou Naruto-kun" ucap lirih Hinata

"sudahlah lebih baik aku antar kamu kerumahku dulu, mengingat keadaan sekarang tidak stabil, maukan Hime?" tanya Naruto

"Haii, Naruto-kun" ucap Hinata

'sebaiknya aku mengirimkan Kuchiyose katak pengirim pesan ke Kakashi sensei' pikir Naruto

Flassssshhhhhhhhh.

Kilatan kuning membawa Hinata dan Naruto menghilang dari tempat mereka berada.


Sementara itu disudut lain Konohagakure

Kini seorang pemuda tampan dengan kulit pucat, rambut putih acak, dan mata dingin- merah dengan pupil Crimson yang dikelilingi iris seperti bentuk bunga berwarna merah muda dan putih. Dia mengenakan jubah putih, kimono adat berkerah tinggi dengan selempang kuning yang diikatkan di bahu kanannya dan selempang hitam dipinggangnya. Pada bagian belakang kimononya ada lambang kuning yang menggambarkan matahari tertutup bulan sabit. Di bawah jubahnya, ia mengenakan sarung tangan tanpa jari hitam dan sandal shinobi. Desain enam magatama yang terdapat di dadanya, menyerupai kalung yang dikenakan oleh Rikudou Sennin. Dia adalah Ootsutsuki Toneri tiba-tiba muncul di sisi utara desa Konoha

"Tunggu berhenti, siapa kau sebenarnya?" ucap Shinobi Konoha

"Hnn, siapa aku, aku hanya malaikat maut bagi kalian" ucap Toneri sambil berjalan masuk kedalam desa Konoha

"Tangkap dia, dia masuk tanpa izin pihak Konoha!" ucap Shinobi Konoha

Kemudian 10 shinobi konoha itu menyerang Toneri dengan Ninjutsu Katon mereka

Katon: Goukakkyou no jutsu

"Tch, dasar bodoh" desis Toneri

Kini 10 bola api melesat cepat menuju Toneri, tapi sayang Toneri berhasil mematahkan serangan Shinobi Konoha tersebut dengan bola Hijau kebiruan ditangannya, Ninjustu mereka berhasil diserap oleh Toneri menggunakan bola hijau itu.

Sedangkan para shinobi Konoha hanya memblalakan matanya karena terkejut melihat ninjutsu mereka diserap oleh Toneri

"Ninjutsu tak akan berguna jika kalian berhadapanku, ini aku kembalikan pada kalian semua" desis Toneri

Bola hijau yang tadinya menyerap ninjutsu para shinobi Konoha itu kemudian melesat cepat menuju para Shinobi Konoha

Kinbō Tensei Baku

Blaaaarrrrrrrrrrr...

Bola hijau itu sukses mengenai para Shinobi Konoha, akibatnya banyak Shinobi konoha tewas terkena bola hijau misterius itu.

"Baiklah, sekarang tidak ada waktu bermain-main lagi" gumam Toneri

Toneri kemudian merapalkan sebuah handseal ke permukaan tanah

Kuchiyose no Jutsu

Poooofffttttttt...

Seketika asap raksasa membumbung tinggi di Konoha, kemudian setelah asap itu menghilang kini terlihatlah sebuah Monster hitam legam mirip Jubi lengkap dengan sebuah mata Tenseigan kuning di kepalanya.

Goooaaarrrrrrrrrrr...

Goaaaaarrrrrrrrrrr...

Para Shinobi dan penduduk konoha pun terkejut melihat monster itu.

"Tidak mungkin" gumam salah satu penduduk

"Itu, apa itu Juubi!" teriak Shinobi Konoha

Sendangkan Toneri hanya menyeringai melihat ekspresi kepanikan dan ketakutan para penduduk dan Shinobi Konoha itu.

"mengamuklah Kurobi..." perintah Toneri

Dengan seketika Kurobi mulai mengamuk didesa Konoha.

Buuuaaaaarrrrrrrr...

Buaaaarrrrrrrrrrrrr...

Hentakan tangan dan Kaki Kurobi sukses melululantahkan wilayah utara Konoha, para penduduk berlari ketakutan menyelamatkan diri, mereka merasa ini seperti Insiden mengamuknya Kyuubi pada 19 tahun lalu, dan sekarang mereka mengalaminya kembali.


Dikantor Hokage

"Gawat Rokudaime-sama, ada Monster misterius mengamuk ditengah pemukiman Konoha" ucap Anbu kitsune

"Apa bagaimana bisa itu terjadi, bagaimana bisa ada monster mengamuk didesa ini?" tanya Kakashi

"aku tidak persis apa yang terjadi, tapi setelah penyerangan misterius yang dilakukan pemuda bersurai putih dengan lambang klan Ootsutsuki itu, monster itu kemudian tiba-tiba muncul didesa" ujar anbu Kitsune

Ditengah pembicaraan mereka munculah katak pengirim pesan dari Naruto, Kakashi pun menerima pesan tersebut, kemudian dia terkejut dengan informasi yang didapatnya, tampaknya situasi Konoha berubah menjadi sangat rumit baginya

"jadi pelakunya sama rupanya" gumam Kakashi sambil berpikir sejenak mengambil langkah selanjutnya

"kalau begitu segera Evakuasi penduduk didesa menuju tempat perlindungan, pastikan juga para anbu dan para Shinobi menahan monster itu sementara, lalu lindungi juga para Shinobi muda, mereka tak akan ku biarkan terlibat karena ini adalah masalah internal Desa" perintah Kakashi

"Haii, Rokudaime-sama" ucap Anbu kitsune pergi meninggalkan Kakashi

'sebaiknya aku membalas pesan Naruto, mungkin aku bisa menyuruhnya bertemu sekarang juga, mengingat keadaanya begitu kacau' pikir Kakashi

Kemudian Kakashi pun menulis balasan pesan Naruto, pesan itu kemudian dimasukan kedalam katak pengirim pesan. Setelah itu katak itu kemudian menghilang dari kediaman kantor Hokage

'sebaiknya aku harus bersiap-siap, aku tidak menyangka Toneri masih hidup' pikir Kakashi


Sementara itu diapartemen Naruto

"Hime, tenangkanlah dirimu, minumlah coklat hangat ini, semoga ini bisa membuatmu tenang" ucap Naruto

"Arigatou Naruto-kun" ucap Hinata sambil meminum coklat hangat tersebut secara perlahan-lahan

Goaaaaarrrrrrrrrrrrrr...

Gooooooaaaarrrrrrrrrrr...

Degggggg

Perasaaan Hinata dan Naruto kini merasakan hal buruk akan terjadi malam ini

Mindscape on

"Hoi gaki, apa kau merasakan hal yang sama?" tanya Kurama

"yah, aku merasakan niat jahat yang begitu besar berada disekitar desa? Sebenarnya apa yang terjadi Kurama?" tanya Naruto

"Tidak salah lagi, ini niat jahat dari Kurobi" ucap Son Goku

"maksudmu Kurobi, apa yang terjadi sebenarnya Son?" tanya Naruto

"nanti kami jelaskan Naruto, kau lebih baik cepat bersiaga, desa ini dalam keadaan berbahaya!" ucap Kurama

"baiklah, aku akan pergi kesana!" ucap Naruto

Mindscape off

"apa itu Naruto-kun, suara apa itu?" tanya Hinata

"aku tidak tahu, tapi aku akan bersiap-siap keluar untuk menyelidikinya, kamu tetap disini yah Hime" perintah Naruto

"tapi-tapi Naruto-kun.." ucap Hinata kemudian terputus melihat kemunculan katak pengirim pesan milik Naruto

Naruto kemudian membuka pesan dari Kakashi, sontak isi pesan dari sang guru itu membuat Naruto sangat terkejut, Hinata pun melihat ekspresi sang kekasih pun menatap cemas dan Khawatir.

"Naruto-kun, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Hinata

"sebenarnya ada monster Mirip Juubi sedang mengamuk di desa Konoha" ucap Naruto

"hah mustahil, juubi kan bukannya sudah disegel olehmu Naruto-kun?" tanya Hinata

"Juubi memang telah kusegel bersama Sasuke dulu, ini bukan Juubi melainkan Kurobi, tapi apapun namanya, aku harus menghentikan ini dengan segera" jelas Naruto

"aku ikut Naruto-kun" ucap Hinata

"tidak Hime, kamu tetap disini saja yah" perintah Naruto

"tapi-tapi Naruto-kun, aku sangat khawatir.." ucap cemas Hinata

"tenang saja Hime, aku berjanji akan menuntaskan ini dengan cepat, aku sudah memasang kekai merah yang bisa menahan serangan bijuu jadi kamu akan aman disini" ucap Naruto

"Kamu janji kan pulang dengan selamat?" tanya Hinata

"yah aku janji Hime" ucap tegas Naruto

Naruto kemudian memakai kembali pakaian ninjanya disertai Jubah Hokage miliknya bertuliskan kanji "Nanadaime Hokage"

"hati-hati yah Naruto-kun" ucap lirih Hinata

"Yah, Hime, Aku akan segera kembali" ucap Naruto persis dilakukan Yondaime Hokage ketika ia meninggalkan Istrinya untuk bertempur melawan Kyuubi 18 tahun lalu.

'aku merasakan firasat buruk, Oh kami-sama lindungilah Naruto, aku mohon semoga dirinya selamat dan sehat' ucap lirih batin Hinata melepas kepergian sang Kekasih tercintanya itu.


Konahagakure

Kurobi tengah mengamuk ganas ditengah desa Konoha, warga pun akhirnya dievakuasi menuju tempat perlindungan, lalu Kakashi dan para Shinobi lainnya berusaha mencegah amukan Kurobi dan menyeretnya menuju keluar desa agar tidak banyak memakan korban

"Rasakan ini monster jelek" ucap para Shinobi melemparkan justu katon miliknya

"yah, terimalah sialan" ucap salah satu Shinobi melemparkan 100 kunai peledak

Tapi sayangnya jutsu mereka tidak mempan menghadapi Kurobi, mereka pun akhirnya terpental jauh akibat serangan Kurobi

"Semuanya gunakan formasi C" perintah Kakashi

"tapi Rokudaime-sama, Formasi C hanya bertahan selama 35 menit, lagi pula ini banyak memiliki resiko dan menguras cakra, sangat riskan bagi monster yang belum kita ketahui kemampuannya apa" ucap Shikamaru

"Aku tahu itu, tapi ini hanya mengulur waktu sampai Nanadaime datang" ucap Kakashi

"baiklah aku mengerti, semuanya Gunakan formasi C" perintah Shikamaru

"Haii" ucap kompak para Shinobi

Gooaaarrrrr...

Goaarrrrrrrr...

Teriakan Kurobi begitu membahana disekitar Konoha

Akhirnya Naruto pun datang, dirinya kini sedang berada diatas patung Yondaime Hokage, Kurobi pun menyadari kehadiran Naruto. Dia pun akhirnya mencoba melepaskan Bijudama kearah Naruto

Syuuuuuuutttttttttttttttttt...

Singgggggggggggggggggggggg...

Kurobi kini membuat sebuah Bijudama kearah Naruto, Naruto menyadari hal itu, dia merasakan kehadirannya sangat tidak disukai oleh Kurobi.

'Sebagai Nanadaime Hokage, aku akan melindungi desa dan keluargaku sekarang, inilah hal yang perlu aku lakukan.' Ucap batin Naruto

'Aku tidak akan membiarkan monster ini berprilaku seenaknya di Desaku, sebaiknya aku berubah kedalam True form Bijuu mode untuk menyeretnya pergi dari Desa' pikir Naruto

"jadi kau sudah menyadari keberadaanku" ucap Naruto melihat Kurobi sedang membuat Bijuudama

"Minna bisakah kita gunakan True form bijuu mode?" tanya Naruto

"beri kami waktu 15 menit untuk mengumpulkan cakra Naruto, kita sudah lama tidak melakukan hal ini" ucap Kurama

"apa tidak bisa lebih singkat lagi, keadaannya begitu gawat" ucap Naruto

"maaf Naruto, itu sudah waktu paling singkat, kau bisakan mengulur waktu untuk kami" ucap Matatabi

"baiklah aku mengerti" ucap Naruto

Singgggggggggg...

Wussshhhh...

Bijuudama Kurobi itu akhirnya melesat cepat menuju arah Naruto.

'Sial, kalau begini aku terpaksa menteleportasikannya menggunakan Amenominaka, Hiraishin tidak akan sempat lagi' pikir Naruto

Naruto kemudian memejamkan matanya beberapa saat, setelah itu matanya terbuka kembali, kini terlihat mata biru muda dengan pola riak air, lengkap dengan 6 tomoe dan disertai dengan pupil mata bewarna biru muda keputihan membentuk pola bunga seperti Tenseigan, mata Naruto kini berada dalam mode Rinne Tensei Sharingan.

Amenominaka: Yomotsu Hirasaka

Sreeeeeettttttttttttttt...

Terbukalah sebuah portal dimensi Raksasa dihadapan Naruto, kemudian Bijudama itu terseret menuju dimensi milik Naruto, dan akhirnya meledak didalam Dimensi milik Naruto

"Hah..hahah.. sudah kuduga memakai Amenominaka akan banyak memakan cakraku, sebaiknya aku segera bergabung ketempat Kakashi-sensei " gumam Naruto

Akan tetapi disaat Naruto hendak pergi ketempat Rokudaime, Pria misterius itu kembali mencegat perjalanan Naruto

"Owh, kau lumayan hebat juga reinkarnasi Ashura, menteleport sebuah bijuudama kedalam dimensimu, aku tak menyangka kau mempunyai Dojutsu Kekkei Mora yang legendaris itu." Ucap Toneri tiba-tiba muncul dihadapan Naruto

"lagilagi kau Toneri, apa maksudmu menyerang Konoha?" tanya Naruto

"hn, aku menyerang Konoha dan Dunia untuk memulai wasiat Suci dari Hamura Ootsutsuki dan tentunya untuk menuntaskan kekalahanku kemarin " desis Toneri

"Wasiat suci, apa maksudmu kenapa kau ingin sekali menghancurkan Dunia ini?" tanya Naruto

"Dunia buatan Rikkudou Sennin sudah banyak menemui kegagalan, Cakra, Bijuu selama ini hanya digunakan untuk peperangan dan senjata bagi kalian, oleh karena itu didalam wasiat suci jika Dunia sudah menyimpang dari jalan Shinobi yang sebenarnya, Klan kami dipercayakan untuk melakukan Penghakiman atas Dunia ini" ucap Toneri

"jadi intinya kau akan menghancurkan Dunia ini" ucap Naruto

"tepat sekali, aku sangat kagum dengan perkiraaanmu Nanadaime Hokage" desis Toneri

"Apa kau tidak tahu Dunia sudah damai, aliansi sudah terbentuk sejak lama, lantas kenapa kau tetap bersikukuh ingin menghancurkannya?" tanya kembali Naruto

"menurutku percuma saja, karena pada hakikatnya kalian sudah menemui kegagalan, bagaimana jika perang kembali pecah, aku yakin Usaha kalian hanya sia-sia belaka, oleh karena itu malam ini aku akan mulai penghakiman atas Dunia ini, dan dimulai dari menghancurkan Konoha tentunya." Jelas Toneri

"Aku sebagai Nanadaime Hokage, tak akan membiarkanmu menghancurkan Dunia ini, aku akan melindungi Dunia ini" ucap tegas Naruto

"Hnn, sudah kuduga pembicaraan tidak akan menghasilkan apapun, sebaiknya kita mulai saja pertarungan kita" ucap Toneri sambil mengaktifkan Tenseigan cakra mode.

Sedangan Naruto pun mengaktifkan Rikkudou Senjustu mode miliknya.

'aku sebaiknya membawanya kedalam dimensiku, aku tidak ingin banyak penduduk terluka karena serangannya, lagi pula aku yakin dia tidak akan menahan lebih lama lagi Kurobi didalam pengaruhnya, aku harus mengalahkannya disana. sebaiknya aku percayakan Kurobi kepada Rokudaime' pikir Naruto

Amenominaka

Sreeeeeeettttttttt...


Dimensi Naruto

Tiba-tiba Toneri dan Naruto berada didalam dimensi milik Naruto, Naruto sukses membawa Toneri masuk kedalam dimensinya

"owh, jadi kau ingin betarung denganku disini, aku sangat bersenang hati meladenimu" desis Toneri sambil mengaktifkan Imortal Tenseigan mode miliknya

Toneri kemudian begerak cepat menuju Naruto, pertarungan keduanya pun tak terelakan lagi

Buaghhhhhhhhhhhhh...

Wussshshhhhhhh...

Buagggghhhhhhhhhhh...

Wushhhhhhhhhh...

Buaaggggghhhhhh...

Adu taijutsu pun terjadi antara keduanya, keduanya melesat cepat diudara ,mereka saling hantamkan pukulan satu sama lainnya.

"menyerahlah, kau tidak akan bisa mengalahkanku" desis Toneri

Ginrin Tensei Baku

Bola-bola hijau disekitar toneri berubah menjadi putaran cakra, mirip seperti Rasenshuriken, sedangkan Naruto kembali mengambil Gudoudama miliknya untuk dijadikan inti jutsunya

Senpou: Bijudama Rasenshuriken

Blarrrrr...

Duaaarrrrrrrr...

Ledakan pun terjadi akibat dua jutsu yang saling bertabrakan itu, Naruto dan Toneri masing-masing terpental kearah berlawanan.

'sial aku bahkan sulit melukai nya kalau begitu tidak ada pilihan lain' pikir Toneri

Dai Kinrin Tensei Baku

Ditangan Toneri terbentuklah pedang laser emas raksasa. Dengan sekejap Toneri mengayunkan pedang laser itu kearah Naruto yang masih terbaring ditanah

'sial, aku harus merasakan firasat tidak enak dengan pedang itu, kalau begini aku harus gunakan Amenominaka untuk berteleport dan mensubtitusikan posisiku' pikir Naruto

Amenominaka

Wussshhhhhhhhh...

Blaaarrrrrrrrrrrrrr...

Duaaaarrrrrrr...

Pedang laser Toneri suskses membelah dimensi Naruto menjadi 2 bagian. Toneri menyeringai puas melihat hasil jutsu nya itu.

'dengan begini tamatlah riwayatmu reinkarnasi Ashura' pikir Toneri

Flasssshhhhhhhhhhhh...

Akan tetapi tanpa disadari Toneri tiba-tiba Naruto berada dibelakang dirinya. Kenapa naruto bisa berada dibelakang Toneri, karena ia sendiri sudah menandai batu besar dibelakang Toneri, dirinya berpindah posisi dengan batu itu, sehingga Batu besar itu lah yang dibelah Toneri, Toneri sendiri lengah dan tidak menyadari apa yang diperbuat oleh Naruto.

"Hyyaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhh" pekik Naruto

Srinnnggggggggggggggggggggggggg...

Senpou: Ransenrengan

Blarrrrrrrrrrr...

Toneri sukses terkena Rasenrengan milik Naruto, dia pun terpental puluhan meter akibat Rasenrengan milik Naruto.

"Ughhhhhhhhh, tidak mungkin kau seharusnya sudah terbelah dengan jurusku, Ughhhhhhh. Tidak ada yang bisa selamat dari jurus terkuat milikku" gumam Toneri sambil meringis kesakitan

Flashhhhhhhhhhhhhhh...

Naruto kemudian bergerak cepat menuju tempat Toneri berada, Toneri pun terhenyak dan kaget melihat Naruto sudah berada didekat dirinya.

'Apa Hiraishin no jutsu, kapan dia menandaiku, mungkinkah disaat aku terkena jutsu nya itu' pikir Toneri

Naruto kemudian merapakalkan sebuah Handseal fuin ditubuh Toneri

'sial, ini segel Kontrak, apa dia berniat memisahkanku dari Kurobi' pikir Toneri

"dengan begini, kau tidak akan bisa lagi mengendalikan Kurobi dan kekuatanmu akan kusegel" ucap Naruto

Rikkudou no Fuin : Shīruwashi

"Uaagggghhhhhhhhhhhhh" Toneri meringisi kesakitan akibat Fuin jutsu milik Naruto itu

Setelah Fuin jutsu selesai kini mata Tenseigan Toneri berubah menjadi mata Byakuugan normal, dan dirinya pun kehilangan kemampuan mengolah cakra.

"Ughhhhh...keparat kau Reinkarnasi Ashura...!" desis Toneri

"aku harap kau sadar dengan apa yang kau perbuat Toneri" ucap Naruto

Naruto kemudian beranjak pergi meninggalkan Toneri, akan tetapi tiba-tiba tubuh Toneri berubah menjadi lempengan tanah liat putih, Naruto kemudian tertahan dengan tubuh Toneri itu

"kau boleh saja mengambil kekuatanku, akan tetapi kau pikir aku datang kesini tanpa persiapan hah, kita akan mati bersama wahai Reinkarnasi Ashura"

'sial, jangan-jangan dia mau berniat membunuhku dengan cara bunuh diri' pikir Naruto

"kau sudah terlambat hahahahahahaha" teriak Toneri

Ninpou: Bura suto jigoku

Blaarrrrrrrr...

Duaaarrrrrrrrr...

Tubuh Toneri kemudian meledak tanpa tersisa akibat jutsu itu, lalu bagaimana nasib Naruto, untung saja Naruto sudah menandai salah satu batu raksasa dihadapannya sebelum ledakan terjadi , akibatnya batu raksasa itulah yang meledak bersama Toneri

"Hah...hahah... untung saja aku sudah berteleport kalau tidak aku bisa jadi abu " ucap Naruto sambil melihat tubuh Toneri menjadi abu

"Yosh, saat aku pergi menuju tempat Rokudaime" gumam Naruto


Konohagakure no Sato

Goarrrrrrrrr...

Kurobi kini terlepas dari pengaruh Toneri, tetapi tetap saja Kurobi masih mengamuk didesa Konoha

"Doton : Sando no Jutsu"

Kini Kurobi berhasil terperangkap dengan jutsu Doton, jutsu ini menciptakan dua tembok tanah raksasa di kanan dan kiri target kemudian menjepit target. Dengan tembok yang begitu besar bisa dibilang 2kali lipat dari besar Kurobi

"Kageshibari no jutsu"

Kemudian puluhan bayangan milik klan Nara mengunci pergerakan Kurobi

"ckkk, sial ini tak akan bertahan lama lagi, bagaimana Rokudaime, apa sudah ada tanda-tanda kedatangan Nanadaime ?" tanya Shikamaru sambil menahan Kurobi dengan Jutsunya itu

"aku masih belum melihat Naruto, aku mohon tahan sebentar lagi" perintah Kakashi

"aku tahu, tapi ini tidak akan bertahan lama lagi, para Shinobi sudah kehabisan cakra" ujar Shikamaru

Goaaaarrrrrrrrrrrrrr...

Swwwwiiiiiinnnnnnnnnnnnnnngggggggggggg...

Syyuuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttttttttt...

Tampaknya Kurobi benar-benar kehabisan kesabaranya, dia pun kemudian membentuk sebuah bijuudama raksasa.

Kakashi dan para Shinobi pun mulai putus asa untuk menghalau serangan Bijudama itu

'sial, padahal gerakan sudah dilumpuhkan, kemana Naruto sebenarnya? apa dia sedang berada dalam masalah' pikir Kakashi

Wusssshhhhhhhhhhhhh...

'sial Bijuudamanya mengarah kedalam desa, ini tidak akan sempat walau menggunakan Kamui' ucap batin Kakashi

Bijuudama Kurobi pun melesat cepat menuju pusat Desa, Kakashi hanya pasrah melihat tidak ada kemungkinan lagi menyelamatkan Desa, akan tetapi

Amenotetjikara

Wussshhhhhhhhhhhhhinggggggggg

Tiba-tiba saja Bijudama yang mengarah ke pusat desa lenyap tak bersisa , lalu kemudian timbulah sebuah ledakan

Duaaaaarrrrrrrrr...

Blaaaaarrrrrrrrr...

Angin pun berhembus kencang akibat ledakan Bijuudama itu, ternyata Bijuudama tadi berhasil dipindahkan ke laut tak berpenghuni disekitar Negara Hi.

Kakashi kemudian terhenyak melihat Bijuudama itu menghilang dari desa, dirinya kemudian melihat diatas langit Konoha ada shinobi yang sangat familiar baginya

"Sasuke" ucap singkat Kakashi

Sedangkan para Shinobi masih terhenyak dengan keadaan gila yang mereka alami, kemudian Sasuke pun menghampiri kakashi.

"maaf aku terlambat Kakashi-sensei, aku baru sampai didesa sepulang dari misi" ucap Sasuke

"tidak kau tepat waktu, untung saja kau berhasil memindahkan Bijuudama itu kalau tidak Desa Konoha akan rata dengan tanah" ucap Kakashi

"Soukka, kalau begitu sebenarnya apa yang terjadi disini, aku datang kesini karena merasakan intesitas Cakra yang begitu besar, makanya aku memutuskan kembali ke Desa" ucap Sasuke

"kau lihat monster disana Sasuke" ucap Kakashi

"Soukka, jadi Kurobi mengamuk kedalam desa" ucap Sasuke

"apa maksudmu Kurobi, bukankah monster itu mirip Juubi?" tanya Kakashi

"aku tahu itu Kurobi karena aku sudah membaca peninggalan klan Ootsutsuki beberapa waktu lalu di kastil Toneri, Kurobi sebenarnya merupakan kumpulan kebencian para Bijuu, pada saat Rikkudou Sennin membelah para biju menjadi 9 bagian , terdapat sebuah kebencian luar biasa dari Juubi, oleh karena itu Rikkudou Sennin hanya menyegel sebagian kebencian itu didalam ke 9 Bijuu dan sisanya disegel kedalam Kurobi, Kurobi sendiri sebenarnya sudah disegel oleh Hamura diplanet yang sangat jauh di ujung galaksi kita" jelas Sasuke

"kalau begitu, kenapa Kurobi bisa sampai disini, aku betul-betul tidak mengerti?" tanya Kakashi

"dengan Tenseigan Kurobi bisa dibangkitkan kembali, mungkin ada pengguna Tenseigan yang membawa monster itu kedesa kita" ucap Sasuke

"Soukka, jadi ada yang bisa mengendalikannya aku paham sekarang" ucap Kakashi

"lalu kemana si Dobe? Bukankah seharusnya dia berada disini?" tanya Sasuke

"aku tidak tahu, akan tetapi aku punya firasat dia sedang berhadapan dengan pengguna mata Tenseigan itu, soalnya katak pengirim pesan dia menyatakan bahwa dirinya dan Hinata diserang oleh pengguna mata Tenseigan itu" jelas Kakashi

"Soukka, sebaiknya kita mengulur waktu sampai si Dobe tiba sensei" ucap Sasuke

"yah, aku paham maksudmu" ucap Kakashi sambil menatap Kurobi

Goaoaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Swwiiiinnggggggggggggggggggggggg...

Syuuuuuuutttttttttttttttttttttttttttttttttt...

'ck sial, lagi-lagi dia membuat Bijuudama, disaat seperti ini aku sudah kehabisan cakra akibat pengunaan Amenotetjikara' gumam batin Sasuke

Flaassssssssshhhhhhhhhhhhhh...

Naruto kemudian datang dengan wujud Rikkudou Senjutsu mode miliknya

"Hoi Teme! perlu bantuan?" tanya Naruto

"ckkk, kemana saja kau Dobe, kami sudah kewalahan dari tadi" desis Sasuke

"yare-yare tadi aku harus berurusan sebentar dengan pengguna Tenseigan yang cukup gila " ucap Naruto

"yah sudah, ayo sebaiknya kita beraksi Dobe" ucap Sasuke

"yah, Aku mengerti Teme" ucap Naruto

"Minna aku pinjam kekuatan kalian?" tanya Naruto

"Yeah, kami sudah siap Naruto" ucap kompak para Biju didalam tubuh Naruto.

Naruto kemudian membentuk sebuah monster Biju mirip dengan Monster yang dikendalikan oleh Ashura. Monster kuning dengan kepala tiga bertangan enam dan berkaki 2. Sedangkan Sasuke kemudian membentuk Susanoonya guna menyelimuti True form Biju mode Naruto, maka hasilnya terbentuklah Isou Susanoo : True Form Bijuu Mode

'sebaiknya aku membuat kekai disekitarku agar menahan pegerakan Kurobi' pikir Naruto

"Dobe, kau bisa membuat Kekai disekitar Kurobi?, aku khawatir Kurobi semakin dekat dengan Desa" ucap Sasuke

"aku sudah memikirkan hal itu, Kakashi-sensei sebaiknya perintahkan para ninja menjauh diradius 2 km dari tempat ini, aku akan membuat Kekai" ucap Naruto

"Tapi, bukankah lebih baik kita membantumu?" tanya Kakashi

"tidak ada waktu lagi Kakashi-sensei, aku dan Sasuke akan melumpuhkan pegerakan Kurobi, kau perintahkan para Shinobi lain nya untuk berlindung" ucap Naruto

"baik, aku paham, semuanya menjauh dari sini" perintah Kakashi

"Haiiiii" ucap para Shinobi sambil menjauhi arena tempat berada Kurobi

Naruto kemudian melemparkan 4 tongkat Hitam ke 4 arah mata angin disekitar Kurobi

Musekiyoujin

Kini terbentuklah Kekai merah disekitar Kurobi, Kemudian Naruto berpikir untuk melumpuhkan Kurobi .

"Teme alirkan Amaterasu milikmu kedalam bijuudama, kita coba bakar untuk melumpuhkannya" ucap Naruto

"yah, aku paham" ucap Sasuke

Naruto dan Sasuke kemudian berkolaborasi memebentuk sebuah Bijuudama dengan berlapiskan Amaterasu milik Sasuke

Syinnnnggggggggggggg...

Syutttttttttttttttttttttttttt...

Bijuudama: Kagutsuchi

Kurobi pun tak mau kalah, dia juga melemparkan Bijuudama milik kearah Naruto dan Sasuke, seketika 2 bijuudama saling bertabrakan satu sama lainnya

Wusshhhhhhhhhh...

Blaaarrrrrrrrrrrrrrrr.r...

Duaaaaarrrrrrrrrrrrrr...

Ternyata Bijuudama Kurobi mengalami kekalahan telak, akibatnya Kurobi terkena bijuudama kagutsuchi, dirinya terkena efek ledakan dan jilatan api Amaterasu disekitar tubuhnya.

Blusssshhhhhhhhh...

Tiba-tiba jilatan Amaterasu disekitar tubuh Kurobi lenyap seperti dihempaskan dengan jutsu Shinra Tensei.

'ck, sial, dia ternyata mempunyai kemampuan seperti Shinra tensei.' Ucap batin Sasuke

"sepertinya Ninjutsu tidak akan mempan Sasuke, bagaimana kita langsung menyerang dia saja?" saran Naruto

"baiklah, aku mengerti maksudmu" ucap Sasuke

Kemudian Isou Susanoo: True Form Bijuu Mode Naruto dan Sasuke membentuk 3 buah pedang raksasa di keenam tangannya masing. Dengan cepat mereka menebas Ekor Kurobi secara singkat.

Craassssssssshshhhhhhhh...

Zrreeeeeettttttttttttttttttttt...

Ekor Kurobi pun berserakan diarea serangan Naruto dan Sasuke, akan tetapi Naruto dan Sasuke kembali terkejut melihat ekor Kurobi tumbuh kembali dalam waktu 2 menit saja. Setelah serangan itu Naruto dan Sasuke kembali kebentuk Normal, tampaknya mereka berdua sudah mencapai batas.

Gooaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrr...

Suara Amukan Kurobi semakin menjadi-jadi.

'Sial, dia memang makhluk Imortal, Hah aku dan Sasuke sepertinya sudah mencapai batas, kalau begini aku harus melakukan penyegelan dengan jurus itu, selain itu aku harus mengirim Sasuke keluar dari Kekai ini, agar ia bisa selamat dari Kinjutsu milikku' pikir Naruto

"Sasuke, maaf sepertinya kau cukup membantuku sampai disini saja" ucap Naruto

"apa maksudmu Dobe, aku tak mengerti ucapanmu itu" tanya Sasuke

"kau sudah mencapai batas Teme, lebih baik kau Istirahat saja, biar aku yang membereskan sisanya" ucap Naruto

"Aku masih Ugggghhhhh" bantah Sasuke, tetapi sayangnya dirinya tak bisa menyembunyikan rasa sakit di matanya itu.

"Sudahlah, kau istrirahat saja dulu, aku akan mengirimmu keluar Kekai" ucap Naruto

"Apa kau bermaksud menangani makhluk Imortal ini sendirian Dobe, aku tidak akan membiarkanmu!" ucap Sasuke

"Hey Teme, kau tahu sekarang tubuhku bergerak dengan kemauannya sendiri ,aku tidak bisa menerima penolakan" ucap Naruto

"kau bodoh Dobe, aku masih mampu membantumu, jangan korbankan dirimu Baka!" teriak Sasuke

Naruto hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Sasuke

"Arigatou Teme, aku titipkan Konoha dan Hinata-chan kepadamu, jadilah Hachidaime Hokage, lalu jagalah tekad api Konoha agar tak pernah padam" ucap Naruto sambil menteleport Sasuke menuju keluar dari Kekai.

Flassssssshhhhhhhhhh...


Diluar Kekai

Kini Sasuke sudah berada diluar Kekai, sedangkan Naruto pun kemudian memulai pertarungannya melawan Kurobi.

'sial, Dobe kenapa kau menteleportku keluar Kekai, apa yang sebenarnya kau rencanakan' pikir Sasuke

"Sasuke, kenapa kau berada disini, bukankah kau tadi bersama Naruto bertarung melawan Kurobi?" tanya Kakashi

"aku sudah diteleport keluar Kekai oleh si Dobe, Kakashi-sensei, tampaknya si Dobe itu akan menghabisi Kurobi sendirian" ucap Sasuke


Didalam Kekai

Mindscape on

"Naruto, apa kau yakin akan melakukan Hal ini?" tanya Kurama

"yap, aku sudah yakin, apa kalian mau membantuku?" tanya Naruto

"aku masih tidak mengerti dengan jalan pikiranmu Naruto, kenapa kau masih berusaha mengorbankan dirimu sendiri?" tanya Kurama

"Kau tahu Kurama, sebagai Nanadaime Hokage sudah kewajibanku melindungi Tekad Api Konoha, aku harus menjaganya agar tidak pernah padam" ucap tegas Naruto

"Baiklah aku paham, tapi kau tahu kalau kau melakukan Kinjutsu itu kemungkinan hanya 5% kau bisa selamat" ucap Son Goku

"Aku tidak peduli, yang terpenting aku bisa melindungi masa depan Dunia dan Konoha, jadi apa kalian mau membantuku?" tanya Naruto

"baiklah kami akan membantumu Naruto" ucap Kurama

"Ariagatou Minna-san" ucap singkat Naruto

Mindscape Off

Goaaarrrrrrrrrrrrrrr...

Teriakan Kurobi terdengar diseluruh area Kekai, Naruto hanya menatap tajam Kurobi sambil memikirkan persiapan kinjustunya itu.

"baiklah sebaikanya akan kugunakan Rikkudou no Fuin untuk melumpuhkan nya" gumam Naruto

Naruto kemudian berubah menjadi Rikkudou Senjutsu mode kembali, kemudian ia mengerahkan 10 tangan cakra miliknya untuk menyekap pergerakan Kurobi

Goaaaaaaaaarrrrrrr...

Kurobi berusaha memberontak dan melepaskan diri, Naruto betul-betul kewalahan menghadapi Kurobi

'Sial, aku harus cepat melakukan segelnya' pikir Naruto

Akan tetapi ditengah pergulatan Naruto dan Kurobi munculah sosok yang dikenal Naruto didekatnya, naruto begitu tercekat melihat sosok itu, sosok gadis yang ia cintai, Hyuuga Hinata. Hinata kini berada dalam mode True Tenseigan miliknya

"Hinata, kenapa kau bisa disini!, bukannya aku sudah menyuruhmu untuk tetap dirumah?" tanya Naruto

"Naruto-kun, aku menggunakan Limited activation Tenseigan teleport milikku untuk datang kesini, tujuan ku datang kesini karena aku tidak akan membiarkanmu mengorbankan dirimu sendirian" ujar Hinata

"bodoh!, harusnya kau pergi dari sini Hinata, nanti kau malah terluka" ujar Naruto

"tidak Naruto-kun, aku tidak mau kamu mengorbankan dirimu, aku tahu kamu akan mencoba melenyapkanya bukan, lebih baik kita segel dia dengan jutsu lain, aku akan membantumu, lagi pula aku juga seorang Shinobi bukan" ujar Hinata

"apa maksudmu Hinata, memangnya ada jutsu selain Rikudou no fuin?" tanya Naruto

"ada, dan kita akan bekerja sama untuk menyegelnya" ujar Hinata

"sebaiknya, kau menuruti apa yang dikatakan kekasihmu Naruto, tampaknya masih ada jutsu penyegel yang lebih baik dari jutsu itu." Ujar Kurama

"apa maksudmu? Kurama" ujar Naruto

"kau tahu Rikudou no Fuin : Shīru tengoku, jutsu itu akan menyegel seluruh kekuatan Kurobi dalam tubuh kalian berdua, akan tetapi mungkin efeknya kalian akan tertidur lama, dan menjadi patung batu" ujar Kurama

"baiklah aku paham, maksudmu Kurama" ujar Naruto

Naruto kemudian menggengam erat tangan Hinata, sebuah genggaman hangat sepasang kekasih tentunya.

"aku mengerti Hinata, ayo kita lakukan, sebagai Shinobi kita akan berkorban demi masa depan" ujar Naruto

"hummm, ayo Naruto-kun" ujar Hinata

Dengan susah payah Naruto dan Hinata kemudian merapalkan handseal Fuinjutsu terlarang mereka, setelah itu Naruto dan Hinata kemudian membuat segel kontrak dan menyentuh permukaan tanah

Metsu

Setelah Naruto dan Hinata mengucapkan segel itu, kini terbentuklah kanji-kanji rumit yang menyelimuti badan Kurobi.

"Sialan, apa kalian berdua ingin menyegelku Hah!" desis Kurobi

"aku tidak akan membiarkanmu bebas berkeliaran lagi Kurobi, kekuatanmu terlalu kuat untuk Dunia ini" ucap Naruto

"benar, mulai saat ini kekuatanmu akan kami serap sampai habis" ujar Hinata

"Gooooarrrrrrrrr...Kisama, akan ku cincang kalian berdua" desis Kurobi

Naruto dan Hinata hanya mengacuhkan ancaman Kurobi, mereka berdua tampaknya tidak peduli lagi dengan apa yang dikatakan Kurobi, bagi mereka kini yang terpenting adalah menyegel Kurobi didalam Kinjutsu milik mereka guna menyelamatkan Dunia dari kehancuran.

Rikudou no Fuin: Shīru tengoku

Usai merapalkan Fuinjutsu terlarang miliknya itu, seketika cahaya emas berbaur dengan cahaya ungu mulai menyeruak dan mulai menyedot kekuatan Kurobi kedalam tubuh Naruto dan Hinata.

"Urrrrrggggghhhhhhhhhh" pekik Naruto dan Hinata

"Grrrrrr... Kisama awas saja kalian, Uzumaki Naruto, Hyuuga Hinata!" teriak Kurobi yang sudah merasa kekuatan nya sudah terhisap oleh Naruto dan Hinata

'dengan begini, Kekuatan Kurobi akan tersegel kedalam diri kami masing-masing, aku tahu resiko menggunakan justu ini, mungkin aku dan Hinata sebentar lagi akan menjadi batu dan tertidur dalam waktu yang lama , atau mungkin saja kami berdua akan tetap menjadi patung batu selamanya, tapi ini sebanding dengan masa depan Dunia yang lebih baik lagi.' pikir Naruto

"Hinata sebelum kita menjadi patung batu, aku ingin mengucapkan hal ini padamu, Aishitheru Hyuuga Hinata" ujar Naruto sambil memeluk Hinata

"Hiks...Hikkkss...Aishitheru mo Uzumaki Naruto" ujar Hinata sambil terisak tangis bahagia

Dengan sekejap berkas-berkas cahaya pun menyerap tubuh mereka, setelah itu tubuh mereka pun perlahan-lahan menjadi batu akibat penyerapan energi milik Kurobi.

Srrrrrrrrrrrrrriinngggggg...

Kekai merah yang menyelimuti area itu menghilang, sontak membuat Kakashi dan para ninja lainnya pergi menuju tempat Naruto dan Hinata, alangkah terkejutnya mereka melihat Naruto dan Hinata sudah menjadi patung batu dalam posisi berpelukan layaknya sepasang Kekasih itu.

"Narutoooo, Hinata!" teriak para Rockie 10 melihat kedua patung Naruto dan Hinata.

Sedangkan Sasuke hanya tersenyum miris melihat sahabat dan kekasih sahabatnya itu rela mengorbankan diri mereka demi masa depan Konoha

"Dobe, Hinata, aku berjanji pada kalian, aku akan menjaga Konoha dan Dunia ini, aku tidak akan menyianyiakan pengorbanan kalian berdua, aku akan berusaha untuk menjadi Hachidaime Hokage yang terbaik bagi semuanya" ujar Sasuke sambil menatap kedua patung itu.

Tak sadar dirinya juga ikut meneteskan air mata melihat kepergian sahabatnya itu didepan matanya barusan.

Tangis dan duka pun pecah menghiasi kepergian Sang pahlawan, Konohagakure begitu berkabung setelah kepergian Naruto dan Hinata, semuanya menangis mengingat malam Tragis itu.

Kedua pahlawan yang sudah mengorbankan diri mereka demi masa depan Dunia, mereka sudah banyak berkorban demi tunas baru generasi masa depan, dan pada akhirnya kisah mereka pun diabadikan sebagai kisah kepahlawanan yang akan selalu di ingat oleh Shinobi terutama Shinobi Konohagakure.

"ditempat dimana daun-daun menari, semangat api akan menerangi Desa dan sekali lagi Konoha akan tumbuh disana" ucap Hiruzen disaat kematiannya dalam melindungi Konoha, dan kini Naruto dan Hinata berkorban untuk hal itu. Mereka melakukannya untuk melindungi raja selanjutnya yang akan mewarisi tekad api Konoha.

The End...

Yosh akhirnya selesai juga Chapter 18 . ini adalah chapter terakhir, mungkin sebagian pihak ada yang kecewa dengan ending cerita ini yaitu pengorbanan Naruto dan Hinata demi melindungi Konoha.

Author sudah menentukan ending ini sejak jauh hari, maaf mungkin mengecewakan, tapi inilah yang ingin Author angkat menjadi sebuah cerita. Kemungkinan sih Author ingin membuat Sekuel dari fic ini mengingat akhirnya agak menggantung, tapi Author masih bingung untuk membuatnya.

Selain itu Author juga mengucapkan terima kasih atas dukungannya selama ini dan maaf yah mungkin terlalu pendek , typo . dan banyak kekurangan.

Silahkan RnR Minnaa...