Who will u choose?
Cast : Naruto Sasuke Itachi Sakura
Pair : Sasunaru Itanaru Sasusaku
Genre : History Romance Drama
Warning : Mpreg, boys love, yaoi
Disclaimer : karakter milik masashi kishimoto cerita milik saya
Terima kasih sudah mau mereview di prolog sebelumnya ^^
Terima kasih buat mari-chan yang sudah memberi saran pakaian di ff ini. Baju yg dipakai kyk di anime hybrid child ya. Yg episode 3 dan 4. hehehee
Don't like don't read
Bagi penggemar sakura atau ss silahkan klik tombol back karena akan dinistakan disini
Enjoy~
Chapter 2
Setelah pemilihan Naruto sebagai Ratu, Fugaku dan Mikoto meminta Itachi dan Naruto untuk menghadap mereka tanpa mengajak Sasuke.
"Ayahanda, ibunda, aku sudah memilih Ratu untuk menjadi pendampingku. Dia bernama Namikaze Naruto" ujar Itachi memperkenalkan Naruto pada kedua orangtuanya. Naruto membungkuk hormat dan tersenyum manis.
"Itachi, apa kau sudah tidak waras memilih seorang PRIA sebagai Ratu?" tanya Fugaku dingin menekankan kata pria pada Naruto. Mikoto hanya diam saja di samping suaminya.
"Ayahanda, dia sudah memenangkan sayembara ini. Jadi kenapa aku harus mengabaikannya dan memilih yang lain? Lagipula dia bisa menghasilkan keturunan dariku" ujar Itachi santai tanpa menghilangkan rasa hormatnya.
"Menghasilkan keturunan? Apa maksudmu Itachi?" tanya Mikoto tidak mengerti. Fugaku juga mengiyakan pertanyaan istrinya dalam hati.
"Dia bisa hamil, ibunda. Tabib istana yang mengatakannya padaku. Dia juga berpengetahuan luas dan pandai bersyair. Selain itu dia juga cantik dan manis.." jawab Itachi sambil memegang tangan Naruto dan memandangnya penuh cinta. Naruto hanya bisa menunduk malu.
Fugaku melotot dan Mikoto menutup mulutnya tidak percaya. Baru kali ini mereka mendengar seorang pria bisa hamil. Meskipun begitu mereka gembira karena kerajaan bisa mendapatkan pewaris kerajaan. Mikoto juga menyukai menantunya yang manis dan cerdas itu. Mikoto bangkit dan berjalan menuju Naruto. Dia berlutut dan memeluk Naruto yang duduk bersila dengan Itachi.
Naruto yang kaget dengan kelakuan Mikoto hanya bisa membalas pelukan mertuanya itu. "Terima kasih sudah menjadi pendamping Itachi, Naruto"
Naruto seolah teringat dengan ibunya yang ada di rumah, menitikkan air mata. Pelukan seorang ibu memang terasa hangat dan membuat hati terasa nyaman. Itachi tersenyum melihat kedua orang yang disayanginya itu. Itachi menatap ke depan melihat ayahnya yang tersenyum kecil padanya.
'Aku harap kebahagiaan ini tidak akan hilang' doa seorang Itachi.
.
.
.
Di paviliun Sasuke, terlihat Sasuke yang sedang melukis langit biru tanpa awan dengan sungai kecil dan jembatan di bawahnya. Sang pangeran melukis dengan penuh keseriusan ditemani Juugo pelayan setia nya. Saat ingin menggoreskan kuasnya di atas kain kanvas, dia terpana melihat sosok perempuan yang melintas di depannya. Rambutnya yang berwarna seperti pohon sakura di taman istana membuat dia semakin terpesona akan keindahannya. Gadis yang mengenakan yukata berwarna merah darah disertai jepitan rambut berupa sumpit di rambutnya yang digelung. Sakura, nama gadis itu berhenti sejenak memandang Sasuke dan tersenyum kecil lalu melanjutkan langkahnya. Sasuke berkata dalam hati, 'apa mungkin ini namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?'
Ucapan Juugo menghentikan lamunannya pada Sakura. "Pangeran, Pangeran Itachi akan melaksanakan upacara pernikahannya besok"
Sasuke menoleh dan menatap tajam Juugo. "Siapa yang dipilih aniki?"
"Namikaze Naruto. Seorang pria yang beruntung dan cerdas" jawab Juugo. Dia sempat melihat kilatan kebencian di mata Sasuke.
"Selidiki pria itu. Berikan aku laporannya malam ini" ujar Sasuke dingin. Dia sudah tidak berniat lagi melanjutkan lukisannya. Moodnya sudah hancur karena satu kata. Naruto.
"Baik, pangeran"
.
.
.
Siang hari di istana tampak terik dan panas. Meskipun di akhir bulan nanti sudah memasuki musim gugur, namun tampaknya musim panas masih betah menyalurkan udara panas nya di negeri Konoha. Untuk meredakan udara panas itu, Itachi dan Naruto yang mengenakan kimono tipis namun tetap lembut dan nyaman mencelupkan kaki mereka di kolam istana. Dengan kipas di tangan mereka, mereka sesekali tertawa saat Naruto menceritakan hal yang lucu. Itachi yang dibesarkan dalam keluarga Uchiha yang dingin dan taat peraturan bersyukur karena dia mengenal Naruto. Hari-hari nya akan jauh lebih cerah dan berwarna mulai sekarang.
Pohon rindang yang menaungi mereka dari sinar matahari yang menyilaukan, dan ikan-ikan koi yang berenang kesana kemari menjadi saksi bagaimana kedua calon raja dan ratu itu menghabiskan waktu bersama. Rambut Naruto yang terkena pantulan sinar matahari dari kolam membuatnya jauh lebih indah. Apalagi senyum nya yang mengalahkan cerahnya matahari di atas sana. Menambah rasa cinta Itachi pada Naruto.
"Yang mulia, ayo kita memberi makan ikannya" Naruto berucap riang dan dibalas dengan anggukan dan senyum dari Itachi. Naruto meraih makanan ikan di sampingnya dan menebarkannya pada ikan-ikan di bawah kakinya. Makanan yang jatuh dekat di kakinya membuat ikan-ikan berebut di dekat kaki Naruto membuat kakinya terasa geli.
"Hiihii geli sekali rasanya. Yang mulia mau coba?" tawar Naruto pada Itachi. "Tidak usah Naru, kau saja" Itachi menolak dengan halus. Naruto merengut dan kembali menyebarkan makanan pada ikan koi.
"Kau marah?" tanya Itachi. Pura-pura tidak tahu.
"Tidak. Aku tidak marah" Naruto mengalihkan wajahnya ke samping kiri. Itachi mendengus geli.
"Naruto" dipanggilnya lembut Naruto. Namun laki-laki manis itu tidak menoleh. Itachi mengulurkan tangan kanannya dan meraih dagu Naruto.
Cupp
Naruto membelalakkan matanya. Bibir manisnya telah dicium Itachi dengan lembut. Itachi menciumnya dengan penuh cinta dan kelembutan. Itachi menjauhkan bibirnya dari Naruto namun tetap menempelkan kedua dahi mereka.
"Naruto, sukidesu"
Naruto tersenyum lembut dan membalas dengan lirih. "Sukidayo, Itachi"
Itachi kembali memagut bibir Naruto. Tangan kanannya diletakkan di belakang leher Naruto dan tangan kirinya memeluk pinggang Naruto. Naruto melingkarkan kedua tangannya di belakang kepala Itachi. Ciuman yang manis dan penuh perasaan cinta. Burung-burung berkicau melantunkan bunyi yang indah mengiringi kedua insan yang saling mencintai itu. Angin menebarkan daun-daun menghantarkan udara yang sejuk dan seolah mendoakan agar kedua orang itu selalu bersama selamanya.
.
.
.
"Kau sudah menampakkan dirimu pada Pangeran Sasuke?" seorang pria tua meminum sake nya dengan perlahan. Di depannya seorang gadis menuangkan teh untuknya sendiri.
"Ya, dan sepertinya dia terpesona padaku" jawab nya dengan seringai.
Pria tua itu menyeringai tak kalah liciknya. "Bagus, Sakura. Dengan begitu dia akan mudah kita pengaruhi. Dan kekuasaan akan jatuh pada tangan kita"
"Benar, paman Danzo. Ayo kita bersulang untuk rencana kita" Kedua orang itu bersulang dan meminum minuman masing-masing.
.
.
.
"Pangeran Sasuke. Aku membawakan laporan yang Anda minta" ucap Juugo di luar kamar Sasuke.
"Masuk" jawab Sasuke dengan nada penasaran di balik nada datarnya.
"Bagaimana? Kau sudah menyelidiki Naruto?" tanya Sasuke tak sabaran setelah Juugo masuk ke dalam kamar Sasuke.
"Sudah, pangeran. Aku sudah menyelidikinya. Dia adalah putra satu-satunya dari keluarga Namikaze. Ayahnya bekerja di pasar sebagai penjual buah dan ibunya tidak bekerja. Mereka tidak mempunyai sanak saudara lainnya"
"Berani-beraninya orang miskin sepertinya menjadi pendamping aniki..tidak akan kubiarkan itu terjadi" Sasuke bangkit dan mengenakan jubah untuk menutupi pakaian tidurnya. Dia berjalan keluar kamar menuju paviliun Naruto.
Setelah sampai di paviliun Naruto, dia melihat Naruto yang sedang duduk di lorong depan kamarnya. Naruto menatap langit bertabur bintang di atasnya. Sasuke berdiri di samping Naruto dengan padangan marah. Naruto yang sadar ada seseorang di sampingnya segera menengok ke samping dan terbelalak melihat Sasuke. Segera dia berdiri dan membungkuk hormat pada Sasuke.
"Yang mulia pangeran Sasuke. Ada apa Yang mulia ke paviliun hamba?" tanyanya sopan.
Sasuke muak melihat Naruto dan menarik tangan Naruto. Dia mendorong tubuh Naruto di dinidng kamarnya dan menaruh kedua tangannya di samping kepala Naruto. Naruto menatap takut Sasuke. Tubuhnya bergetar.
"Ya-yang Mulia.."
"Kau.. kau rakyat miskin rendahan tidak pantas bersanding dengan kakakku!" geram Sasuke. Mata onyx nya menatap tajam mata biru Naruto. Sekilas Sasuke merasa hatinya bergetar melihat keindahan mata Naruto. Namun ditepisnya rasa aneh itu.
"Tapi.. Yang mulia Itachi sendiri yang memilih hamba, pangeran" cicit Naruto .
"Aku tidak peduli! Lagipula kau itupria! Tidak bisa menjadi ratu! Tidak bisa meneruskan keturunan raja!" ujar nya menatap sinis Naruto.
"Ta-tapi hamba bisa hamil dan mengandung, pangeran" ucapnya jujur. Sasuke menatap tidak percaya pada Naruto.
"Hahaha lelucon apa itu! Tidak ada pria yang bisa hamil! Kau mau mempermainkanku huh?" Sasuke mencekik leher Naruto. Naruto mencoba melepaskan cekikan Sasuke. Nafasnya terputus-putus, hampir kehabisan oksigen.
"Y-yang hhh mu-mulia-hhh le-lepasss" Naruto merasa nyawanya sebentar lagi hilang. Sasuke langsung melepaskan cekikannya. Membuat tubuh Naruto terjatuh. Naruto terengah-engah berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
"Uhuk..uhuk uhukk.. hhhh" wajah Naruto pucat dan peluh membasahi pelipisnya. Naruto mengangkat wajahnya dan menatap nanar Sasuke.
"Pangeran, kenapa Anda membenci hamba? Kenapa Anda berniat membunuh hamba?" mata Naruto tergenang air mata.
"Karena kau rakyat rendahan tidak tahu malu. Sebuah rumput liar tidak pantas berada di taman bunga" ucap Sasuke dingin. Dia berbalik dari sana dan pergi. Naruto hanya bisa menangis karena nyawanya yang hampir hilang dan Sasuke yang sangat membencinya..
.
.
.
Keesokan paginya, istana benar-benar sibuk. Semua pelayan dan pegawai istana mempersiapkan pernikahan dan pengangkatan Itachi menjadi raja. Bahkan Mikoto pun turun langsung membantu persiapan acara hari ini. Dia ingin yang terbaik bagi anak dan menantunya itu.
Berbagai kain warna-warni dibentuk menjadi pita dan bunga segar memenuhi setiap sudut istana. Tak lupa makanan dan minuman arak dan anggur kualitas no.1 disiapkan. Sementara semua itu dipersiapkan, Naruto tengah didandani oleh dayang dayang istana. Meskipun dia pria, dia tetap didandani karena di hari istimewanya hari ini dia harus tampil sebagus mungkin. Wajahnya yang sudah mulus tidak diberi bedak putih tambahan. Hanya olesan dari bunga mawar yang dioleskan di bibir nya. Menjadikan bibir yang awalnya pink kemerahan menjadi bertambah merah. Tak lupa dengan bedak berwarna kuning dan orange yang disapukan di kelopak matanya. (bayangin naruto waktu mode sannin nya). Dayang-dayang yang selesai memoles wajah Naruto memekik girang. Ratunya kali ini sungguh sangat cantik. Naruto hanya tersenyum melihat dayang-dayang itu. Dia menatap wajah nya di cermin. Baju kimono warna merah dengan corak bunga warna kuning menambah nilai keindahan nya. Tak lupa dengan jubah yang panjangnya melebihi kakinya. (bayangin jubah yang dipake naru di dj karya rensougyo judul nya honeysuckle)
Dia mencoba tersenyum, namun senyumnya tidak seceria dan setulus biasanya. Dia masih mengingat kejadian kemarin. Dimana adik dari Itachi itu mencekiknya. Tubuh Naruto bergetar ketakutan mengingat kejadian itu.
Seorang dayang yang melihat tubuh Naruto bergetar, mendekatinya dengan wajah cemas. "Yang mulia, Anda baik-baik saja?"
"A-ah iya. Aku baik-baik saja Konan. Apa semua sudah siap?" tanya nya pada dayang yang ditunjuk untuk melayaninya bernama Konan.
"Sudah Yang Mulia. Mari kita keluar menuju halaman istana" Konan menunduk hormat dan mengikuti Naruto ke luar dari paviliunnya. Di belakang Naruto beriringan dayang-dayang, prajurit, dan Kiba –sang pelayan-. Penampilan Naruto membuat semua orang di istana terkagum-kagum . Bagaimana mungkin seorang laki-laki tampak cantik dan anggun seperti itu?
Itachi tengah menunggu di halaman istana. Itachi sungguh tampan hari ini. Melebihi hari-hari biasanya. Dengan kimono berwarna hitam dan rajutan sulaman emas di tepi lengan bajunya. Serta jubah yang serupa dengan Naruto. Itachi tersenyum lebar melihat Naruto. Sungguh pasangan yang sangat serasi.
Itachi meraih tangan Naruto dan menuntunnya menuju penatua yang akan menikahkan mereka. Keduanya duduk di atas bantal duduk dengan kaki ditekuk ke belakang. Setelah ritual pernikahan itu selesai, Itachi dan Naruto berdiri dan menghadap ke penghuni istana yang menyaksikan pernikahan mereka. Semua orang bersorak gembira menyambut raja dan ratu mereka yang baru. Kedua orangtua Naruto, Minato dan Kushina menangis haru melihat anak mereka menjadi ratu kerajaan. Keluarganya yang miskin mampu membuktikan bahwa kemiskinan bukan merupakan alasan mimpi tidak tercapai.
Sedangkan Sasuke hanya melihat dari jauh dan berbalik pergi.
.
.
.
Bulan purnama bersinar terang di atas istana Uchiha. Semua warga istana tengah berpesta merayakan perayaan hari ini. Para menteri meminum sake. Para penari dan pemusik istana turut memeriahkan pesta hari ini. Semua berwajah sukacita dan gembira. Itachi dan Naruto yang duduk di atas kursi khusus bertepuk tangan mengikuti alunan musik dan gerakan tarian. Buah-buahan dan masakan lezat tersaji di depan mereka. Kiba dan Kakashi berdiri di kedua sisi mereka. Menjaga mereka dari hal yang tidak diinginkan.
"Ratuku, kau senang hari ini?" tanya Itachi lembut sambil memegang tangan kanan Naruto.
"Iya, Yang mulia. Hamba senang sekali. Terima kasih sudah menjadikanku istrimu" Naruto tersenyum manis. Itachi balas tersenyum dan berbisik. "Harusnya aku yang berterima kasih. Kau ada di sisiku dan mau menerimaku yang tidak sempurna ini"
Naruto menahan air mata penuh harunya dan menuangkan teh pada Itachi. Kakashi dan Kiba yang melihatnya tersenyum bahagia. Kedua tuan mereka sungguh sangat mesra dan saling mencintai.
TBC ^^
Maaf pendek karena jujur saya masih bingung sama ini cerita #digamparreaders
Ada 3 pilihan untuk kelanjutan cerita ini :
Naru hamil anak Itachi tapi keguguran karena Sakura
Naru dirape ama Sasuke dan hamil tanpa diketahui Itachi
Naru tidak hamil dengan itachi tapi hamil setelah nikah ama sasuke
Ayo divoting yang terbanyak akan saya jadikan cerita selanjutnya muehehehee
Terima kasih buat para pembaca, reviewers, favorite dan followers cerita ini. Saya gk nyangka banyak yang suka ff ini :')
Balasan review :
Versya
Ini udah lanjut ya vee. Arigatou udah review ^^
Chisato Ootsuki
Arigatou udah dibilang keren ^^ ini sudah lanjut ya
Arum Junnie
Itachi emang ditakdirkan utk menderita #dibakar ini sudah lanjut ya
Fandy gy manly
Ini udh lanjut ya ^^
Guest
Ini udh lanjut ya ^^
Jun-yo
Ini udh lanjut ya ^^
Hae Fishy
Iya sampe chap depan masih itanaru. Iya cepat karena saya gk tau proses sayembaranya gimana o.0
Ini udh lanjut ya ^^
mari-chan
makasi mari-chan udah dikasi saran. Kamu benar. Saya masih baru ttg hal berbau jepang. Hehhee
Guest (raelin1995)
Makasi udah suka ama jalan ceritanya :^) naru gk akan dijadikan lemah kok. Karena naru laki-laki meskipun ratu tp dia tetap akan melawan kalau dijahatin sasuke. Nah masalah anak dilahkan divoting pilihan di atas ya. Alur kecepetan? Wajar saja karena konflik yg masih panjang jd wajar kalau kecepetan hahhaa. Arigatou sarannya ^^
Gadingtanuki
Itachi emg seme yg sweet #meleleh arigatou udh review ^^
FriendShit
Itachi mati? Ditunggu sampai chapter selanjutnya ya.. sasuke gk bakal punya anak sama sakura kok. Karena saya benci ss hahaha #ketawa setan. Arigatou udh review ^^
MimiTao
Saya udah baca pm kamu. Iya silahkan dibaca prolognya dulu ya biar tau jalan ceritanya nya :)
Arigatou udh review ^^
.9
Ini udh lanjut ya ^^
GraceGaaraUU
Ini udh lanjut ya ^^
Lisa18488
Makasi dibilang good ^^
Guest (lili)
Hahaha itanaru emg sweet #dipelototin sasuke
Salam kenal juga lili :) saya lelly. Nama kita hampir sama ya hahhaa
Ini udh lanjut ya ^^
Nartsu
Ini udh lanjut ya ^^
Aikhazuna117
Makasi udh dibilang bagus :) Ini udh lanjut ya ^^
Justin cruellin
Hidup itanaru! #dibekep sasuke Ini udh lanjut ya ^^
Miszhanty05
Ini udh lanjut ya ^^
Kyuubi no kitsune 4485
Kalau cemburu mah masih lama hehehee Ini udh lanjut ya ^^
Akane-Rihime
Ini udh lanjut ya ^^
itachiMax
iya sasuke teme emg fak hahaa ntar dicidori sasu lho dek hihihi iya ntar kk buat sasuke bertekuk lutut ama naru dek~
NaYu Namikaze Uzumaki
Mereka emg mesra ~~ Ini udh lanjut ya ^^
Noe Hiruma
Hahaha saya juga ngedukung itanaru *merinding dipelototin sasuke* arigatou udh review ^^
Reiasia95
Chap ini udah banyak moment itanaru nya kan? *senyum* iya nih sasuke emg pangeran sombong. Gak pantes jd pangeran #dibunuh
Iya kyknya itachi sengaja gk nentuin gender *authornya sendiri gk tau* iya wanita pink emg nyebelin! Anaknya orochimaru dong klo wanita uler hehhee
Benci jadi cinta kok hahaha
Ini udh lanjut ya ^^
Hyuashiya
Naru emang keren bin manis #nosebleed
Ini udh lanjut ya ^^
Crystalsea
Iya saya juga pengen mewek nih #elap ingus
Hmmm silahkan tanya naru sendiri ya dia mau pillih siapa hehee
Arigatou udh rview ^^
Choikim1310
Hahha iya saya terinspirasi ama drakor kerajaan korea. Arigatou udh review ^^
Guest
Kira-kira 10 chap lebih ya ^^
Sivanya anggarada
Saya juga suka ama adegan itanaru nya :')
Ini sudah cukup mesra ya xD
Ini udh lanjut ya ^^
Hanazawa kay
Ini udh lanjut ya ^^ arigatou udh suka ^^
E12i07G07W05
Ini udh lanjut ya ^^
Uzumakinamikazehaki
Ini udh lanjut ya ^^
Aiko michishige
Ini udh lanjut ya ^^
RisaSano
Amin... *diamaterasu sasuke* iya tuh kasihan itachi harus ngerelain mulu demi sasuke. Arigatou udh review ^^
Leethakim
iya saya juga bingung mau itanaru apa sasunaru. Tp naru gk boleh poligami ya hehehee
Ini udh lanjut ya ^^
Jujur waktu ngetik sasuke ketemu sakura saya eneg sendiri. Hahaaa
Review again please? ^^
