Who will u choose?
Cast : Naruto Sasuke Itachi Sakura
Pair : Sasunaru Itanaru Sasusaku
Genre : History Romance Drama
Warning : Mpreg, boys love, yaoi,alur kecepetan
Disclaimer : karakter milik masashi kishimoto cerita milik saya
Don't like don't read
Bagi penggemar sakura atau ss silahkan klik tombol back karena akan dinistakan disini
Enjoy~
Chapter 4
Musim gugur identik dengan berubahnya cuaca yang semula panas dan menyengat, berubah menjadi sejuk dan angin yang bertiup dingin. Tak hanya itu, daun-daun menjadi kering dan berguguran, memenuhi halaman rumah. Orang-orang menjadi lebih sering membersihkan halaman mereka dengan cara menyapu dan membakar daun-daun kering itu. Musim gugur juga menjadi tanda awal dari musim dingin telah tiba. Binatang-binatang mulai mempersiapkan diri untuk berhibenasi dan mengumpulkan makanan di sarangnya.
Ada juga yang mengkaitkan jika musim gugur adalah saat dimana orang merasa jika musim ini adalah musim sendu dan mulai mengingat-ingat masa-masa lalu. Minum secangkir teh sambil mengamati daun-daun yang mulai berubah warna menjadi coklat kemerahan dan memperhatikan daun itu terbawa angin dan jatuh ke tanah. Mungkin bagi sebagian orang istana melakukan hal itu terlebih pejabat istana yang tidak memperhatikan rakyatnya dan hanya bersenang-senang saja. Namun salah satu pejabat istana, tepatnya sang ratu –Naruto- hanya diam di dekat pintu kamarnya sambil memandang daun-daun pohon momiji di depan paviliunnya. Daun yang berbentuk seperti jari-jari manusia. Matanya menatap kosong ke depan. Kiba yang ada di sampingnya bingung harus berbuat apa pada tuannya itu. Semenjak tuannya itu bangun tidur dan herannya sudah berpakaian lengkap, tuannya sudah seperti itu.
Naruto berkata lirih pada Kiba. "Pergilah, aku ingin sendiri" Kiba hendak berkata sesuatu, tapi ditahannya. Kiba membungkuk hormat pada Naruto dan undur diri. Sesudah Kiba pergi, Naruto kembali menangis. Dirinya masih ingat kejadian semalam dan tadi pagi.
Flashback
Sinar matahari mulai memasuki setiap sudut kamar Naruto. Membangunkan si empunya kamar dan dia berusaha untuk duduk. Namun sakit di bagian belakangnya membuat dia urung bangun dan meringis kesakitan. Mata biru langitnya tertuju pada satu titik yaitu seseorang yang sudah menyakiti hati dan tubuhnya semalam.
Naruto merasa kepalanya sakit karena mengingat kejadian kemarin dan suara Sasuke membuat tidak hanya kepalanya yang sakit, tapi juga hati dan perasaannya.
"Lupakan kejadian kemarin. Benar-benar memalukan tidur denganmu yang seorang pria"
Sasuke bangkit setelah memakai pakaiannya kembali. Dia berbalik dan menatap Naruto yang memperlihatkan wajah terluka. "Jangan berpikir setelah kejadian ini aku akan bersikap baik padamu" Suara pintu ditutup menyisakan keheningan di dalam kamar itu. Naruto merasa dirinya sangat kotor. Harusnya tubuhnya ini milik suaminya yaitu Itachi, tetapi kenapa malah adik iparnya yang mengambilnya? Apa yang harus dikatakannya pada suaminya itu? Naruto tidak sanggup melihat wajah kecewa dan terluka suaminya itu. Dia bersumpah sungguh mencintai dan tidak ingin suaminya terluka. Naruto menggigit bibir bawahnya dan berusaha bangkit berdiri. Dengan langkah tertatih-tatih dan sperma Sasuke yang masih mengalir di selangkangannya, dia melangkah menuju kamar mandi.
Di kamar mandi dia berusaha menggosok kissmark di tubuhnya sampai memerah. Namun tetap tidak bisa menghilang. Naruto berteriak frustrasi dan melempar semua peralatan mandinya. Setelah melampiaskan kemarahnnya, dia sadar jika tidak ada gunanya menangis dan melampiaskan kemarahannya pada benda tidak bersalah. Dirinya harus kuat dan menunggu Itachi kembali. Setelah suaminya kembali, semuanya akan baik-baik saja. Ya.. semua akan baik-baik saja..
Flashback end
Angin bertiup semakin kencang dan menerbangkan daun-daun pohon momiji. Tak lupa menerbangkan rambut pirang halus Naruto. Seolah angin itu memberinya kekuatan untuk menjalani kehidupannya kembali. Naruto ingat perkataan Itachi sebelum dia pergi.
"Tunggu aku seminggu lagi Naruto. Aku akan kembali. Jaga dirimu baik-baik karena kau adalah seorang Ratu Uchiha. Aku akan selalu bersamamu"
Naruto menghapus airmatanya dan menatap langit yang sewarna dengan matanya. "Benar, karena aku adalah Ratu Uchiha. Istri dari Raja Itachi-sama"
.
.
.
"Brengsek! Kenapa Sasuke malah ke kamar Naruto!" Sakura menggebrak meja di hadapannya dan meja itu terbelak menjadi dua. Karin, sang pelayan hanya diam menunduk.
Sakura yang semalam tidak melihat Sasuke di kamarnya berlari ke luar dan mencari-cari di seluruh paviliunnya. Namun tidak mendapati Sasuke dimana pun. Saat dia hendak memanggil pengawal, Sakura melihat Sasuke yang tengah menarik Naruto masuk ke dalam kamar Naruto. Sakura hendak menghentikan Sasuke tapi diurungkan niatnya. Dia tidak boleh gegabah. Dia harus menyusun strategi. Lagipula apa pikiran semua penghuni istana jika dia mengenakan pakaian tipis dan terbuka seperti ini?
'Sabar Sakura, masih ada waktu 3 minggu lagi sampai kau menjadi Ratu. Dan dihari itu, kau akan menyingkirkan semua yang memerintahmu dan meremehkanmu' pikirnya keji.
Karin yang melihat Sakura menyeringai, mencemaskan sang sepupu. Dia memang keponakan dari Uzumaki Kushina. Yang otomatis adalah sepupu Naruto. Karin takut jika sepupunya itu menderita karena majikannya ini. Karin tahu tabiat Sakura sejak dia bekerja pada Danzo. Sakura egois, serakah, dan ambisius. Persis seperti pamannya. Karin menatap langit di jendela yang terbuka. Berharap sepupunya itu baik-baik saja. Dan dia, akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan sepupunya dari Sakura..
.
.
.
Musim gugur tidak hanya berlangsung di istana tentu saja. Musim gugur juga dirasakan rakyat di luar istana. Tuhan tentu menurunkan 4 musim pada semua orang. Baik orang baik maupun orang jahat. Keadilan yang sangat diharapkan di negeri ini.
"Hah, musim gugur sudah tiba. Akan sulit menanam sayu-sayuran jika cuacanya dingin seperti ini. Mungkin kita harus istirahat beberapa hari dan mengunjungi Naruto, sayang" Minato menoleh pada Kushina yang sedang menyirami sayuran mereka.
"Kau benar sayang. Sudah seminggu lebih kita tidak melihat putra kita. Aku akan menyiapkan baju dan makanan buat Naruto" Kushina tersenyum dan meletakkan alat penyiram nya. Dan masuk ke dalam rumah. Minato tersenyum melihat isri nya. Dia sangat tahu istrinya merindukan putra nya setiap malam. Mata isrinya menjelaskan semua itu. Meskipun istrinya itu tidak pernah bercerita padanya, namun Minato tahu. Sebenarnya dirinya juga merindukan putra kesayangannya itu. Sifat ceria sekaligus bandelnya. Namun meskipun bandel, Naruto anak yang baik dan suka menolong orangtuanya dan orang lain yang begitu bangga pada anaknya.
"Sayang, ayo kita berangkat!" Kushina keluar sambil menenteng buntalan kain berisi pakaian dan kotak makanan untuk Naruto. Minato membantu Kushina membawa buntalan kain dan menggandeng istrinya. Keduanya berjalan menuju istana untuk bertemu anaknya. Tanpa tahu kejadian apa yang sudah dialami anak semata wayang nya itu...
.
.
.
Juugo terus memandangi kelakuan tuannya itu. Sedari subuh, tuannya kembali ke paviliunnya dengan kondisi setengah tidak sadar. Jalannya sempoyongan dan wajahnya sangat kusut. Juugo yang semalaman menunggu tuannya merasa heran. Buru-buru Juugo membantu Sasuke berjalan dan membaringkannya di futon dan tuannya langsung memejamkan matanya. Dan setelah 10 menit yang lalu Sasuke membuka matanya, Sasuke terus menghela nafas dan mengumpat. Sesuatu yang jarang dilakukan oleh dirinya.
Juugo memberanikan dirinya untuk bertanya. "Tuan, ada apa? Anda kelihatan frustrasi sekali" Sasuke menghentikan tingkah lakunya sedari tadi dan menatap tajam Juugo. Juugo sendiri hanya menunduk dipelototi seperti itu oleh tuannya. Menyesal ia bertanya pada Sasuke.
"Juugo, apa kau percaya laki-laki bisa hamil?" tanya Sasuke dan kembali tenang. Juugo mendongakkan kembali kepalanya. Dahi dan alisnya mengernyit.
"Hamba tidak pernah mendengar jika lelaki bisa hamil tuan. Hanya perempuan yang bisa hamil setahu hamba"
"Hn, kau benar. Dia hanya berbohong dan mengada-ada"
'Lagipula Itachi-ni juga sudah berhubungan dengannya kan? Belum tentu kalau dia hamil dan anak itu adalah anak ku. Apa yang kupikirkan? Ck, bukankah aku yakin jika laki-laki tidak bisa hamil, lalu kenapa aku kepikiran seperti ini? Kuso!' Sasuke mengacak-ngacak rambutnya kesal. Juugo kembali sadar, jika tuannya sudah berubah. Berubah aneh maksudnya.
.
.
.
Di negara Suna, musim gugur tidak lah datang. Karena iklim disana memang selalu panas dan juga kontur tanahnya seperti gurun pasir. Namun sesekali hujan juga turun disana. Agar rakyat Suna tidak kekurangan air dan tanaman bisa tumbuh. Beruntung saat Itachi berkunjung kesana tidak ada badai pasir yang bisa membunuh manusia jika tidak berlindung. Perjalanan dari kerajaan Uchiha menuju Suna membutuhkan waktu 2,5 hari dengan kuda. Itachi memelankan laju kudanya diikuti dengan Kakakshi. Di pintu gerbang, Kakashi turun dari kudanya dan menunjukkan kayu berbentuk persegi empat berukir lambang kerajaan Uchiha yaitu kipas dengan tulisan Uchiha di bawahnya.
Sang penjaga gerbang membungkukkan badannya hormat dan membuka pintu gerbang dengan ketiga penjaga lainnya. Kakakshi kembali menaikki kudanya dan berjalan di depan Itachi. Melindungi sang tuan dari bahaya. Keduanya menghentikan laju kuda mereka dan turun. Menyerahkan kuda mereka pada prajurit istana. Itachi masuk lebih dulu ke dalam wilayah istana dan disambut oleh Gaara, sang pangeran Suna. Ayahnya, sedang keluar istana dan Gaara yang menggantikan ayahnya menjamu Itachi.
Gaara menjabat tangan Itachi dan tersenyum tipis. "Terima kasih sudah mau datang kemari, Yang Mulia Itachi" Itachi membalas tersenyum dan menjabat tangan Gaara. "Suatu kehormatan bisa bekerja sama dengan kerajaan Suna" Keduanya pun masuk ke dalam ruangan rapat dan membahas kerjasama dalam hal ekomoni dan keamanan antarnegara. Rapat yang disertai dengan sedikit perdebatan itu pun selesai. Itachi dan Gaara puas dengan hasil tersebut. Mereka menandatangani gulungan berisi perjanjian mereka.
"Meninaplah barang sehari saja. Lagipula ini sudah malam. Tidak baik bagi kesehatanmu jika pergi mengendarai kuda malam-malam begini. Kudengar malam ini juga akan ada badai pasir" ujar Gaara di depan pintu ruang rapat.
"Baiklah. Tapi setelah sarapan aku akan kembali" Itachi berjalan dengan Gaara disampingnya. Serta Kakashi di belakang Itachi.
"Pengantin baru memang tidak bisa dipisahkan barang sehari saja huh?" Keduanya terkekeh bersama dan kembali membicarakan perihal kerajaan mereka. Setelah itu pun Itachi dijamu dengan makan malam mewah khas kerajaan Suna.
Saat makan malam, Itachi teringat dengan titipan Naruto yang ingin oleh-oleh khas kerajaan Suna.
"Ah ya, Pangeran Gaara. Apa oleh-oleh khas kerajaan ini? Aku ingin memberikannya pada Ratu ku"
"Hmm sebenarnya kerajaan Suna memiliki banyak oleh-oleh. Tapi yang paling terkenal buah persik nya. Buah persik ini hanya ada 2 tahun sekali karena kerajaan Suna yang tanahnya berpasir, makanya sangat sulit untuk menanam tanaman. Buah persik ini lambang dari persahabatan dan kehidupan kekal. Untuk kesehatan juga sangat bagus. Aku yakin Yang Mulia Ratu pasti senang dengan oleh-oleh ini"
"Baiklah, besok aku akan membeli buah persik itu. Terima kasih sarannya pangeran" Itachi meneguk anggurnya dari gelas berwarna emas itu. Gaara mendekat pada Itachi dan berbisik. "Buah persik juga bagus untuk meningkatkan gairah seksual lho Yang Mulia"
Dan Itachi pun langsung menyemburkan minuman anggurnya itu.
.
.
.
Setelah malam badai pasir, pagi yang cerah dan angin bertiup sejuk dirasakan Itachi. Dia bangun dari tidurnya dan melemaskan otot-otot yang kaku karena tidur semalam. Itachi berjalan menuju jendela kamar tamu dan membuka lebar-lebar jendela itu.
"Udara di pagi hari memang terasa segar. Ah aku harus cepat beli oleh-oleh untuk Naru" Itachi berbicara pada penjaga di luar kamarnya dan meminta disiapkan air hangat untuk mandi dan juga pada Kakashi untuk menyiapkan mandi dengan air hangat dan aroma bunga khas kerajaan Suna, Itachi sarapan dengan ditemani Gaara. Selesai sarapan Itachi ditemani Gaara membeli oleh-oleh untuk Naruto berupa buah persik berjumlah 4 buah dan sebuah benda lainnya.
"Terima kasih atas makan pagi yang enak tadi pangeran. Setelah ini aku akan pulang. Aku harap kerajaan Uchiha bisa terus menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan Suna. Saling membantu jika salah satu pihak kesulitan" Itachi berdiri dan menjabat tangan Gaara. Keduanya sudah berada di gerbang kerajaan Suna. Dan kedua tamu itu sudah bersiap dengan kuda masing-masing.
"Tentu Yang Mulia. Kerajaan Suna akan selalu membantu kerajaan Uchiha dan begitu juga sebaliknya. Hati-hati di jalan dan semoga Anda sampai dengan selamat. Oh ya semoga Yang Mulia Ratu juga senang dengan oleh-oleh Anda" Gaara menahan tawanya melihat wajah memerah Itachi. Itachi berdehem dan menaiki kudanya diikuti Kakashi. Keduanya memacu kudanya melewati perbatasan kerajaan Suna dan hutan yang lebat. Kenapa mereka memutuskan untuk melewati hutan daripada jalan yang mereka lalui pertama tadi? Karena jalur hutan lebih cepat sampai dan tidak memutar seperti melewati tebing di jalur pertama. Tanpa tahu jika hutan tersebut terkenal angker dan memiliki penghuni...
.
.
.
Kembali ke kerajaan Uchiha. Suasana paviliun Naruto yang semula sepi karena Naruto tidak kunjung keluar dari kamarnya. Sedari pagi hanya menekuk kedua kakinya ke dada dan matanya meredup memandang tembok kamarnya. Sarapannya pun tidak disentuhnya dan sudah dibawa oleh dayang-dayangnya. Kedatangan orangtuanya kemarin pun tidak terlalu membuat dia kembali ceria seperti biasanya.
Flashback
"Yang Mulia Ratu. Orangtua Anda datang untuk menjenguk Anda" Kiba menunduk hormat pada Naruto yang sedang memberi makan ikan koi peliharaan Itachi dan dirinya dulu. Wajah Naruto yang semula murung menjadi ceria dan berlari menghampiri Minato dan Kushina yang menunggu di gazebo paviliunnya. Kiba mengejar Naruto dan sesekali mengingatkan Naruto agar tidak berlari. Namun tentu saja nasehat Kiba tidak diindahkan oleh Naruto. Perasaan rindu dan gelisah ingin dicurahkannya pada kedua orangtua nya itu. Setelah melihat siluet Minato dan Kushina, Naruto mempercepat larinya dan langsung menubruk kedua orangtuanya. Kedua tangannya melingkar di pundak Minato dan Kushina.
Minato dan Kushina awalnya terkejut mendapat pelukan tiba-tiba itu, namun keduanya tersenyum dan memeluk balik Naruto. Kiba yang melihat dari jauh tersenyum lega. Mungkin dengan kedatangan orangtua Ratu Naruto dapat kembali ceria.
.
.
.
Ketiga Namikaze tengah makan siang bersama. Minato dan Kushina takjub dengan makanan yang disiapkan oleh dayang-dayang Naruto. Sangat berbeda dengan makanan yang sehari-hari mereka makan. Naruto yang melihat kedua orangtuanya terheran-heran, hanya tersenyum geli dan mempersilahkan Tou-san dan Kaa-san nya untuk makan. Setelah mengucapkan 'Itadakimasu' mereka makan dengan lahap. Sekarang Minato dan Kushina tidak lagi kuatir dengan kesehatan anaknya. Karena makanan bergizi dan enak ini. Minakushi bersyukur putra mereka menjadi orang besar dan membanggakan kedua orangtua mereka.
"Tou-san, Kaa-san. Aku sangat senang kalian mengunjungi ku. Aku minta maaf seharusnya aku yang mengunjungi kalian.." Naruto menyuruh pelayan untuk membersihkan peralatan makan mereka dan berbicara dengan Minato dan Kushina di ruang kerjanya.
"Tidak apa, Naru. Kami tahu kau sangat sibuk. Lagipula kami juga sudah merindukan putra tersayang kami ini" Kushina menggengam kedua telapak tangan Naruto dan menepuk punggung tangan Naruto sayang. Minato mengangguk mengiyakan perkataan istrinya.
"Kaa-san mu benar Naru. Bahkan Tou-san pernah melihat Kaa-san mu mengingau sambil memanggil namamu" Kushina merona malu suaminya menceritakan kejadian itu pada anaknya.
"Sayang! Hentikan" Naruto terkekeh melihat Tou-san nya menggoda Kaa-san nya. Orangtuanya itu memang selalu terlihat mesra dan saling mencintai. Dalam hati Naruto apakah dia bisa seperti kedua orangtuanya itu bersama dengan Itachi? Naruto tersenyum kecut. Dia bahkan sudah berhubungan dengan adik iparnya itu. Apakah dia harus menceritakan hal ini pada mereka? Ah tidak, Naruto tidak ingin orangtua nya sedih dan menanggung aib yang sama dengannya. Biarlah hanya Naruto, Sasuke dan dewa di atas yang tahu.
"Tou-san Kaa-san, mari ku tunjukkan kamar kalian" Naruto berdiri dan mengantar kedua orangtuanya ke kamar yang masih ada di paviliun miliknya.
Di perjalanan Naruto mengantar Minato dan Kushina, Sasuke yang sedang berjalan-jalan di sekitar paviliun Naruto, memandang Naruto dari kejauhan. Dilihatnya Naruto yang tersenyum riang. Senyum kedua yang dilihatnya setelah di pernikahan kakaknya dan Naruto. Sasuke sempat bertatapan dengan Naruto namun dengan segera Naruto mengalihkan matanya dan kembali berbincang-bincang dengan kedua orangtuanya. Sasuke mencelos melihat Naruto mengalihkan matanya daripadanya. Ada perasaan aneh di dadanya. Perasaan yang tidak pernah ia alami sebelumnya.
Flashback end
Dua hari orangtuanya menginap di istana dan sekarang sudah pulang. Naruto merasa kesepian lagi. Memang benar kehidupan di istana itu terjamin dan enak. Semua tersedia. Tapi jika tidak ada Itachi, dia merasa sepi dan sendirian. Tinggal satu hari lagi yaitu besok untuk Itachi bersamanya kembali. Naruto berharap waktu cepat beralih ke besok agar dia bisa melihat Itachi.
Memikirkan itu semua membuat Naruto merasa haus. Dia merubah posisi duduknya menjadi bersila dan meraih cangkir yang berisi teh ginseng di dekatnya. Tiba-tiba saja cangkir itu terlepas dari pegangannya dan pecah membasahi tatami kamarnya. Suara pecahan cangkir membuat Kiba terkejut dan masuk ke dalam kamar Naruto.
"Yang mulia Anda baik-baik saja?" Yang ditanya hanya diam saja dan tangannya bergetar hebat. Perasaan apa ini? Sesuatu yang buruk terjadi, Naruto yakin itu. Mata biru nya bergerak ke sana kemari. Dia hanya bisa berharap suaminya baik-baik saja. Karena Naruto tidak akan tahu apa jadinya dia tanpa Itachi..
.
.
.
Kakashi yang berkuda di belakang Itachi merasa waspada. Suara gesekan daun dan ranting yang diinjak seseorang membuat dia menghentikan kudanya. Itachi yang merasa Kakashi berhenti, ikut menghentikan kudanya.
"Ada apa Kakashi?"
Kuda Kakashi berputar-putar di tempat. Kakashi memandang sekeliling tempat itu. Merasa ada yang sedang mengawasi mereka.
"Yang Mulia, kita harus cepat. Saya merasa ada yang mengawasi kita" Itachi terkejut sejenak. Namun mengangguk mengerti. Segera mereka memacu kuda mereka menjauh dari sana. Namun tidak beberapa lama kemudian sosok yang mengawasi mereka memunculkan diri. Penghuni hutan belantara itu muncul mengejar mereka. Makhluk yang bukan manusia, tapi seekor monster berwujud rubah bereekor sembilan. Dengan api yang muncul di mulutnya, dia menyemburkan api itu ke arah Itachi dan Kakashi. Jantung mereka berdetak cepat dan terengah-engah. Ketakutan melihat monster itu. Seandainya yang mengawasi mereka bukan seekor monster, sudah pasti Itachi dan Kakashi membunuh nya. Tapi ini adalah monster yang senjatanya adalah api. Mustahil mereka melawannya.
"Yang Mulia! Larilah ke sebelah sana! Saya akan mengalihkan perhatiannya!" Kakashi membelokan kudanya ke arah kanan dan Itachi ke arah kiri. Sial, monster itu malah mengikuti Itachi bukannya Kakashi.
Monster rubah itu memojokkan Itachi di dekat tebing air terjun. Itachi turun dari kudanya dan kuda itu langsung berlari menjauh dari sana. Itachi semakin memundurkan langkahnya saat monster itu maju mendekatinya. Bola api dari mulut monster itu siap membakar Itachi.
Mata Itachi bertatapan dengan mata monster itu sejenak.
'Belum pernah aku melihat mata yang sungguh berani dan indah ini'
Monster itu menghentikan bola api yang ingin dikeluarkannya itu. Namun kaki Itachi salah menginjak tanah dan karena tanah disana licin, Itachi pun terjatuh dan sebuah benda berupa kalung terlepas karena sebuah tangan yang menarik kalung itu. Tangan dari si monster yang berubah menjadi seorang manusia untuk menyelamatkan Itachi. Keduanya terjatuh ke bawah meninggalkan kalung dan tas berisi buah persik untuk Naruto...
TBC ^^
Maaf untuk keterlambatan update lebih dari sebulan ini #bow
Karena saya sebentar lagi mau sidang skripsi yaitu besok selasa. Dan minggu2 kemarin harus bolak balik ke kampus untuk daftar sidang dan bimbingan T^T
Mohon doanya ya temen2 ^^
Oke saatnya balas review:
elfairy
salam kenal juga ^^
terima kasih sudah dibilang keren #pasangpose
readers : yg keren ffnya woy!
Author : *bungkuk2 malu* ini udah lanjut ya
Vilan616
Itu opsi pilihan ya. Opsi pertama naru hamil sama Itachi dan keguguran krn sakura. Opsi kedua sasu ngerape naru dan hamil. Opsi ketiga naru hamil setelah nikah ama sasu.
Setelah penjelasan ini saya harap vilan-chan dpt mengerti. Terima kasih sudah review ^^
ringohanazono6
ini udah lanjut ya~ sabar kalo sama sasu sekali buat langsung jadi #dor
dianarositadewi4
bisa dong karena author yg bikin cerita #ditendangnaruto
terima kasih sudah review ^^
ItaKyuu1023
Pasti. Gak bakalan sakura di atas angin terus kok. Kayak layang2 klo benangnya putus dia akan tidak ada gunanya dan menghilang #ketawasetan
terima kasih sudah review ^^
jd
ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Guest
ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Eun810
Karena belum tentu semua yg baca ini mau membaca lemonan nya Itanaru hehhee
terima kasih sudah review ^^
hyunnie02
nasib naru ditunggu chapter-chapter selanjutnya ya. terima kasih sudah review ^^
Shizuka Rein
Hehehe sengaja memang gitu. Nanti naru ngamuk klo sasu ngerape saku -_-
Pertanyaannya akan dijawab di chapter2 selanjutnya ya
Ganbatte juga buat kamu ^^
terima kasih sudah review ^^
3nd4h
ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
shiraishi connan
ikkeh2 apaan ya? Author gak ngerti .-. #garuk2
nanti itachi dapet kebahagiaanya sendiri kok. Ditunggu aja.
terima kasih sudah review ^^
versetta
terima kasih sudah memberi tahu ^^
sana bakar aja sasuteme #kasihbensin
terima kasih sudah review ^^
yuu
terima kasih sudah memberi tahu ^^
hahaha iya kakak yg ngalah sama adek #dorr
gak ada penjagaan di paviliun naru? Karena penjaganya sudah author bayar untuk pergi #hhhahahaa
gak deng. Karena penjaganya lagi berkeliling paviliun dan karena sasuke langsung narik naru masuk ke kamar makanya gak ada yg dateng penjaganya. Mohon maklum author yg gak berpikir panjang ini #cry
terima kasih sudah review ^^
Kyutiesung
Setuju sama kamu! #toss
Iya nanti ayahnya sasu bukan itachi. Silahkan klo mau fav, saya sekali ^^
terima kasih sudah review ^^
sunmoon Cassie
wkwwkk kk juga ngiler *o* #elapiler
iya ada itakyuu kok. *Tunjuk di atas*
penname mu ganti ya dek? Kk gak tau -_-
hahhaa kk jg jijik dek. Sana gundulin rambut pantat ayam nya. Kk yg nyediain guntingnya nih.
Wkwwkkw ditunggu aja dek kelanjutannya.
terima kasih sudah review ^^
caty
ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
10
iya terima kasih udh memberi tau ^^
ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
arifacandlelight
ya pasti dong keduanya sama2 virgin, eh perjaka Xd
ditunggu aja kelanjutannya ya
terima kasih sudah review ^^
WhielDaejae
Hahhaa kyk makanan pembuka dan penutup ya wkwkwk
Ikutan asah golok juga #dibakarsasuke
Tambah keren? Arigatou ^^
Reaksinya kyk di atas ya~
terima kasih sudah review ^^
SaphireOnyx Namiuchimaki
Ember sasu emang teme #dibekep
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Uzumaki Prince Dobe-Nii
Iya gak ada. Gomen ne T-T
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
OhChoLee
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
NaYu Namikaze Uzumaki
Wkwkwkk cukup review saja saya sudah senang kok. terima kasih sudah review ^^
Ipandini
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
lili
pendek? Udah 3k lho ._.
iya tenang aja sasusaku momentnya gak byk2 kok. Saya jg eneg nulis mereka #hhahaaa
klo nama anaknya sih menma. Tapi iya klo anaknya cuma satu *sok misterius*
yg pasti bukan sarada dan bolt ya. Karena itu nama anak di manga aslinya. Dan bukan anaknya sasunaru... hikss
hahaha ide bagus itu dek lili Xd
terima kasih sudah review ^^
reiasia95
wkwkwk belah durennya buat kyuubi aja ya hehhee
emang licik tu wanita berbisa -_-
wkwwkkw lucu deh review kamu XD bikin saya semangat ngelanjutin ^^
terima kasih udh review ^^
meyy-chaan
#facepalm
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Iya itachi kasihan.. tp usaha itachi gak akan sia2 kok. Karena ada yg lebih dicintainya nantinya hehehe
terima kasih sudah review ^^
kazekageashainuzukaasharoyani
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
hanazawa kay
arigatou udh suka ff ini #senyum
ini udah panjang belom?
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
shirota strain
Iya sengaja karena klimaks yg sangat panjang. Dan juga agar readers tdk bosan. Ini sudah gk terlalu kecepetan kan?
terima kasih sudah review ^^
.777
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Novalia Airis
Wkwwkkk nanti sasu dapet balesan karena kejam sama naru kok #diamaterasu
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
uzumakinamikazehaki
Ditunggu aja ya nasih naru nanti
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Dahlia Lyana Palevi
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Guest (Crystal Sea)
Saya jg pengen nyekek sakura #cekekbareng2
Pendek? Ini udah panjang kan?
terima kasih sudah review ^^
askasufa
wkwwkkk emg sakura gk akan berjodoh ama sasuke hehe
semangat buat kamu juga ^^
terima kasih sudah review ^^
Guest
Klo kurang minta sama naru noh #dibuangkelaut
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Uhara Uchime
Hehehe iya Itanaru cuma slight kok. Endingnya tetep sasunaru
Nasib itachi tunggu chap selanjutnya ya
terima kasih sudah review ^^
RisaSano
Kenapa terisolir?
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
ChaaChulie247
Wwkwkk iya tuh sasuteme main rebut istri orang #plakkk
itachi "mati" di perjalanan pulang ya *tunjuk di atas*
wwkkwk iya janda eh duda naru dinikahin ama sasu XD
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
justin cruellin
itanaru udh lumayan byk di chap awal ya hehehe
maaf endingnya naru krn saya diancem sama sasuke #dibekep
terima kasih sudah review ^^
akira lia
iya tuh dasar sasu teme #dichidori
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Miszshanty05
Maaf saya gk bisa bikin yg panjang2 T-T
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
mari-chan
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
choikim1310
iya jatuhnya ke pilihan kedua. Kiba ceritanya gak ngeliatin karena di suruh pergi sama naru karena dia pengen sendirian. terima kasih sudah review ^^
Kizu583
Maaf ya klo ini bukan itanaru #bungkuk2
terima kasih sudah review ^^
MimiTao
Mati atau gak ditunggu chap depan ya
Iya masih lamaaaaaaa bangetttttt #dipelototinsasunaru
Jahat apa gak ditunggu chap depan juga ya
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Dewi15
Iya benci ama cinta itu tipis hehehe
Saya juga sebel #padahalygbikinluthor
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Youngnoona
Wkwkwk cie galau XD
terima kasih sudah review ^^
Aiko Vallery
Ini udah lanjut ya. terima kasih sudah review ^^
Pegel mbales review yg banyak nya minta ampun .. tapi saya senang sekali banyak yg mendukung dan menyukai ff ini #bigsmile
Jangan sungkan untuk membuat author ini supaya membalas review kalian ya ^^
