Yosh minna... Sebelumnya eke minta maaf karena baru menyadari-pas-mau-upload-chapter-2 kalo pembatas cerita di part 1 (itu loh tanda kalo pindah lokasi atau pindah waktu) ngga muncul. Jadi terkesan ceritanya lompat2 gaje gitu.
Maafkan #sungkemsatusatu
Dan terimakasih untuk yang udah reviewww. Ailafyuuu #ciumsatusatu
Disclaimer © Masashi Kishimoto
Warning : Shounen-ai, OOC, dst
Omegaverse
'Difference'
Sasuke membanting tubuhnya di sofa kamarnya. "Gondrong sialaaaan! Bedebah! Mati aja loe!"
Itachi yang kebetulan lewat dan mendengar teriakan-kebencian-coret-kemurkaan melongok ke kamar Sasuke, "Loh kenapa dek?"
"Nii-san, ketuk pintu dulu kek kalo mau masuk!"
"Sebenernya, Nii tadi ngga ada niatan masuk kamar kamu kok. Cuma kaget aja kamu teriak" Itachi berjalan mendekati Sasuke dan duduk disampingnya. "Kenapa?" ucapnya sambil mengelus rambut Sasuke kalem
Masih cemberut , Sasuke memeluk perut anikinya "Katanya ada kelas sampe malem? Kok dirumah? "
"Dosennya mencret. Kamu belum jawab pertanyaan Nii lo."
"Ngga apa-apa sih Nii, cuma tadi ketemu anak yang nyebelin banget. Baru juga ketemu, dia udah berani..." ucap Sasuke menggantung, hampir aja keceplosan menceritakan tragedi hilangnya kesucian bibirnya.
"Berani?"
"Berani... Ngatain aku kecebong!"
"What? Wakakakakakakakakakakakakak!"
Sasuke melepaskan pelukannya dan menatap Itachi marah, "Lucu banget ya? Oh gitu?"
"Ngga kok Sasu, sini-sini peluk nii-chan lagi." Itachi menarik lengan Sasuke untuk memeluknya sekali lagi. "Mungkin dia buta kali Sas, ngga bisa bedain mana pikachu dan mana kecebong! Hmff"
"Niiii! " Sasuke melepas pelukannya dan melempari Itachi dengan bantal sofa. " Pikachu? What the hell!"
" Ampun-ampun Sas.. Maaf –maaf wakakakakak"
"Ehem. Sedang apa kalian?"
"Eh? Tou-san" Itachi nyengir kearah ayahandanya tercinta, Ia berakhir di posisi yang tidak elit yaitu nungging di lantai karena ulah si dedek gemes Sasuke. Fukagu berdiri di depan pintu-yang-ternyata-lupa-ditutup-oleh-Itachi sambil menyilangkan tangannya.
"Nii-san menertawaiku, Tou-saaann" ucap Sasuke manja sambil mendekati Fugaku. Lalu memeluk pinggangnya dan menjulurkan lidah pada Itachi.
"Itachi!"
"Maaf Tou-san, Cuma becanda kok" jawab Itachi santai, sambil merapikan rambutnya dan duduk lagi di sofa. Fugaku menghela nafas, Ia benar-benar lemah terhadap Sasuke. Sangar-sangar gini, Fugaku memang menyukai sesuatu yang kawai-kawai. Muka genderuwo, hati barbie. #peace ah
"Nanti malam, jangan kemana-mana ya! Ada tamu penting."
"Siapa Tou-san?" tanya Sasuke
Fugaku mencubit pipi Sasuke, "Rahasia." Ucapnya sambil berlalu. Sasuke langsung memasang wajah cemberutnya
Itachi yang melihat wajah Sasuke hanya bisa tertawa "Hahahahaha... Sini dek!"
Sasuke mendekati Itachi, "Minum dulu" Itachi meraih jus tomat kesukaan Sasuke dimeja yang selalu disiapkan Izumo saat Sasuke pulang sekolah. Oke, mereka sudah akur. Semenit berantem semenit akur. Walaupun begitu, Sasuke tahu kalau Itachi sangat menyayanginya. Dan Itachi adalah orang yang paling disayangi Sasuke di dunia ini.
"Eh Sas, tau ngga? Kita bakal dijodohin lo!" ucap Itachi tiba-tiba yang membuat Sasuke terbatuk dan menyemburkan jus tomatnya. Itachi menghela nafas lega, karena semburan jus tomat tak mengenainya.
"Hah? Ngga lucu baka aniki!"
"Serius! Tadi ngga sengaja denger babeh ngomong gitu sama enyak"
"Mampus tuh, kalau sampe Tou-san denger Nii-san panggil beliau babeh"
"Ya jangan bilang-bilang ya"
"Hn. Tapi beneran tuh?" Sasuke menghadapkan badannya ke Itachi
"Iya, penasaran ya?"
"Ngga sih, lagian ini taun 2017 masih aja jodoh-jodohan! Dikira aku ngga laku sampe dijodohin segala!"
"Lah kamu pikir, anikimu ini yang kegantengannya tiada tara juga ngga laku apa?"
"Yah kalo Nii-san mah udah pantes kawin. Udah bangkotan juga. Lah aku masih 16 tahun. KTP aja belum punya."
"Bangkotan kamu bilang?" Itachi mencubit pipi Sasuke gemas, yang dicubit hanya bisa ber aw-aw ria. "Aniki masih 20tahun Sasu-chwaan, tahun ini 21 tahun"
"Salah sendiri punya muka boros!" ledek Sasuke setelah terlepas dari cubitan maut Itachi
Itachi yang gemas dengan Sasuke merengkuhnya "Apa, bilang sekali lagi? Aniki ketekin nih"
"Nooooo"
-ooKrupurengginang00-
"Tuan Muda, Fugaku-sama memanggil anda." Ucap Izumo sesaat setelah pintu kamar Sasuke terbuka.
"Hn, udah sampe tamunya?"
"Iya tuan muda, Itachi-sama sudah ada di bawah"
Sasuke mengangguk dan akan melangkah sebelum Izumo menghentikannya, "Sebentar tuan muda."
"Hn?"
"Izinkan saya merapikan pakaian anda." Izumo mengulurkan tangannya untuk merapikan kerah baju yang dipakai Sasuke, dan membenarkan Jasnya
"Sudah tuan muda"
"Arigato" sedetik kemudian Sasuke melangkah menuju ruang tamu diikuti Izumo dibelakangnya. Saat menuruni tangga, Sasuke sedikit kaget karena wajah-wajah yang tampak olehnya tidaklah asing. Ada Gaara bersama 2 orang, mungkin orang tuanya. Ada Sai. Dan Neji-si-gondrong-yang-mencuri-kesuciannya-ehem-ciuman-pertamanya bersama seorang lelaki paruh baya.
Fugaku tersenyum melihat anak bungsunya mendekat, "Perkenalkan ini Sasuke, putra bungsuku."
"Hajimemashite" Sasuke melirik kearah Neji, 'Pengen gue jambak tuh rambut!'
"Kau benar-benar tampan Sasuke-kun. Aku Hiashi, dan ini anakku, Neji" Hiashi tersenyum ramah, sebenarnya Neji adalah keponakannya. Tapi dia sudah mengangkatnya sebagai anak semenjak saudara kembarnya meninggal.
"Bukankan kalian satu sekolah? Apa kalian sudah pernah bertemu?" Fugaku tampak antusias
"Em, Neji-san adalah anggota Osis. Jadi aku pernah bertemu dengannya waktu penerimaan murid baru Tou-san"
"Baguslah. Kalian sudah saling mengenal?"
Sasuke melirik Neji, yang bersangkutan hanya diam saja, menunduk melihat sepatunya. Tampak sedikit kecemasan di wajahnya. Sasuke yang tidak terlalu mengerti dengan keadaan, sedikit canggung untuk menjawabnya, "Kami hanya pernah bertemu sekali"
"Sebaiknya mulai sekarang, kalian harus saling mengenal"
"Baiklah Tou-san" Sasuke benar-benar tidak mengerti, 'ini hanya pertemuan mitra bisnis saja kan? Kenapa Neji tampak terlalu gugup begitu? Dan kenapa Gaara tersipu malu saat melihat Nii-san? Kenapa Sai juga ada disini? '
-Flashback-
"Neji, nanti malam kau bisa ikut denganku?"tanya Hiashi, matanya tidak lepas dari buku yang dibacanya
"Kemana Hiashi-san?"
"Sudah kubilang, panggil aku Ayah"
"Baik ayah"
"Aku menemukan seorang Omega yang cocok denganmu!"
'Omega? Sejak kapan Hiashi-san mau menerima Omega?' batin Neji bingung
"Kau pasti bingung, kenapa aku tiba-tiba menjodohkanmu dengan Omega." Hiashi diam sejenak," Dia adalah anak sahabat karibku. Awalnya memang, aku tidak menyukainya. Tapi setelah dia beranjak dewasa, kupikir dia berbeda dari omega lainnya."
"..."
"Ah, sebenarnya aku pernah secara tidak sengaja merasakan feromonnya. Hahahaha... mungkin otakku sedikit cabul"
"..."
"Lagipula dia berasal dari keluarga terhormat. Dan aku sudah menyetujui perjodohannya"
"Kenapa, ayah tidak bertanya dulu kepadaku?"
"Aku hanya ingin dia jadi menantuku!"
"Tapi ayah"
"Kau tidak bisa menolakknya Neji"
-End of Flashback-
Hiashi tertawa mendengar jawaban Sasuke, "Hahaha, baguslah kalau begitu. Sepertinya pertunangannya tidak akan berjalan sulit"
Sasuke terhenyak, dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Hiashi-san. Dia tidak salah dengar kan? "H-Hiashi-san, mohon ulangi sekali lagi?"
"Pertunanganmu dan Neji, kupikir akan berjalan lancar." Ucap Hiashi sumringah
"Itachi dan Gaara juga akan bertunangan Sasuke." Fugaku menimpali
Wajah Sasuke pucat pasi, dia masih belum percaya dengan apa yang baru Ia dengarkan. Memori tentang apa yang dikatakan oleh Itachi tadi siang kembali menyeruak. Akhirnya dia sedikit mengerti kenapa Neji berekspresi seperti itu.
"Eh em... Ano, aku pikir, itu...Aku tidak bisa menerima pertunangan ini. Mmm..Neji-san juga sudah memiliki kekasih. Ya kan Neji-san?" keringat dingin mengalir di keningnya, 'Cepet jawab iya, atau gue beneran ngejambak rambut loe gondrong!' batinnya emosi dan kenapa dia jadi gagap seperti ini?
"Kau sudah punya pacar Neji?" tanya Hiashi
Untuk pertama kalinya Neji mengangkat wajahnya, dia melihat kearah Hiashi kemudian menoleh ke Sasuke, "I-iya ayah"
'Berhenti natap gue kaya gitu, gue juga ngga mau dijodohin! Bangke!' batin Neji
"Putusin."
"Eh?" Neji menoleh kearah Hiashi
"Kau ingat apa yang aku katakan padamu sebelumnya?"
"Tapi ayah... "
Hiashi memalingkan wajahnya mengacuhkan Neji, "Ano Fugaku-san, bagaimana kalau tanggal pertunangannya dipercepat saja? Disamakan dengan Itachi. Agar Neji tidak pacaran terus dengan anak itu?"
Fugaku diam sejenak, "Aku fikir tidak baik memutuskan hubungan seseorang, Hiashi-san. Aku tidak keberatan jika pertunangan Neji dan Sasuke dibatalkan, kalau memang Neji sudah memiliki kekasih."
'Tou-san memang baikkkk!' batin Sasuke girang
"Tidak Fugaku-san. Neji tidak benar-benar berpacaran dengan gadis itu. Gadis licik itu yang memaksa Neji pacaran dengannya dengan kekuasaannya. Dia adalah anak kepala yayasan. Kupikir dengan pertunangan ini, Neji bisa lepas darinya."
Neji menahan rasa kecewanya, rahasianya terbongkar. Tapi dia sedikit takjub, darimana ayahnya bisa tau semua tentang Ten-ten?
Terlihat Fugaku berfikir sejenak, "Baiklah, pertunangan akan tetap dilaksanakan"
"T-tousan"
"Pertunangan kalian akan dilaksanakan bulan depan!" ucap Fugaku tegas
"A-aapa?" ucap Neji kaget, dan Sasuke pingsan. Ini adalah hari tersial bagi Sasuke.
-ooKrupurengginang00-
Baru beberapa langkah Sasuke memasuki halaman sekolah, terdengar ada beberapa gadis berbisik-bisik dibelakangnya. Sasuke tetap melanjutkan langkahnya menuju kelas, tak mau ambil pusing. Pikirannya masih dipenuhi kejadian paling menghebohkan sepanjang hidupnya. Ditunangin. Sama. Si brengsek. Neji.
"Sasukeeee-kunnnnn!/Sasukeeeeee-Channnn!" Beberapa gadis dan perjaka eh siswa dan siswi berteriak sambil melambaikan tangannya mendekat
"Hah?" Sasuke mundur beberapa langkah dengan muka cengo. Dia tidak mengerti kenapa tiba-tiba mereka meneriakkan namanya. Apa dia pernah maling kutang sehingga jadi setenar ini dalam waktu sehari? Oke, lupakan.
Drap drap drap drap
"Temeeee, ikut gue sekarang!" Naruto berlari mendekatinya dan menariknya menjauh dari halaman sekolah yang entah kenapa lebih ramai dari biasanya.
"Hosh... hosh... udah sepi" Naruto celingukan melihat keadaan sekitar. Mereka sekarang ada di halaman belakang sekolah.
"Kenapa dobe?"
"Baca nih!" Naruto mengeluarkan majalah bulanan paling hits di Negara Hi. Ia mencari halaman yang dimaksud dan memberikannya kepada Sasuke.
Tertulis disana:
Top 7 : Hottest Omega
Apakah kalian pernah menjumpai seorang omega yang benar-benar sempurna selama kalian hidup? Terhormat, kaya raya, pintar, rupawan, dan menggoda~
Yukk intip
No 7. Tsukisima Kei (Reader :Oi oi...)
No 6. Sakata Gintoki (Reader : Woyyy! Salah anime!)
No 5. Ciel phanthomhive (Reader : Salah anime coeg! Author pedo nih! Masih bocah nih!)
No 4. Sabaku no Gaara (Reader : oke, ini baru bener)
Keluarganya adalah pemilik perusahaan bahan bangunan terbesar di Negara Hi, mereka juga mengelola beberapa tambang minyak dan juga memiliki sebuah restaurant berbintang. Gaara pernah menjuarai Olimpiade Sains tingkat Nasional, dan tak seorangpun meragukan kepintarannya.
Foto yang terpasang : Gaara mengenakan pakaian casual dan memegang cangkir kopi di sebuah cafe ternama. Ia sedikit tersenyum kepada orang yang duduk di hadapannya.
No 3. Kise Ryota(Author dilempar tabung gas LPG 3kg oleh reader. 'Woy! Lo nyasar lagi')
No 2. Levi Ackerman ( Author dimakan titan, 'mampus lo! Dibilangin salah anime')
No 1. Uchiha Sasuke
Tiga keluarga terkaya di negara Hi, siapa lagi kalau bukan Uchiha, Namikaze, dan Hyuuga. Tidak seperti keluarga Namikaze dan Hyuuga yang hanya berisi Alpha, keluarga Uchiha memiliki seorang Omega yang terlahir diantara mereka. Yaitu si bungsu Uchiha Sasuke, seorang omega yang kini telah tumbuh menjadi pria yang rupawan. Hidup dalam keluarga tersohor di negara Hi menjadikannya sebuah berlian yang bahkan tidak bisa dicapai oleh ribuan Alpha di negara ini (oke, majalahnya lebayyyy. Najong)
Foto yang terpasang : Ada 2 foto yang terpasang, foto pertama menampilkan Sasuke berjalan bersama Itachi dan terseyum tipis. Keduanya memegang eskrim vanilla dan terlihat menikmati suasana. Foto kedua, saat hari pertama Sasuke masuk sekolah. Dia memasang wajah stoic-ganteng, dan terihat Naruto yang berlari mengejarnya dibelakang-sedikit-blur.
"Anjrit! Kapan mereka ngambil foto gue?! Apa-apaan nih artikel. Sialan!" umpat sasuke setelah mengakhiri sesi membacanya. Wajah-wajah yang ada dalam daftar terlihat asing baginya, kecuali Gaara.
Naruto mengangkat bahunya, "Mana gue tau lah Teme, paparazi tuh!"
"Kuso!" Sasuke mendesis. Ingin rasanya Ia menyelam ke samudra pasifik untuk mendinginkan kepalanya. Kejadian yang luar biasa benar-benar Ia alami semenjak memasuki sekolah ini. Amazing.
"Mungkin, karena artikel itu loe jadi punya Fangirls sama Fanboys, kaya yang tadi!"
Sasuke mengernyitkan dahinya tidak mengerti, "Fangirls? Fanboys?"
"Sebenernya dari SD udah ada yang ngefans ama elo Teme, cuman elonya aja yang ngga nyadar. Tapi ngga sebanyak yang tadi juga sih. Mungkin cuma 7-8 orang pas SD, pas SMP 11 orang mungkin"
"Loe tau?"
"Yakali, mereka neror gue minta no HP elo lah, nanyain kesukaan elo lah, nanyain tipe loe kaya gimanalah, ribet banget pokoknya"
"Dan loe ngga bilang sama gue?"
"Males Teme, yang ada loe malah jadi songong gara-gara punya fans"
Sasuke menyipitkan matanya tak suka,"Ngga penting"
Naruto melengos, dan menyadari sesuatu " Hahhhh, mampus lah gue! Habis ini yang neror gue tambah banyak berkai-kali lipat!"
"Hn?"
"Si Gaara kan juga masuk tuh, anjrit!"
Sasuke menepuk pundak Naruto, "Sabar ya, susah sih emang, kalo temenan sama cowok keren kayak gue sama Gaara."
"Tai loe!"
-ooKrupurengginang00-
Karena apa yang diucapkan Naruto barusan, Sasuke jadi sedikit was-was saat melangkah menuju kelasnya. Tanpa sadar, Ia memegang belakang lehernya.
"Teme, mending loe pake collar kaya Gaara deh."
"Khawatir?"
" Iye"
Sasuke tersentak kaget, tumben-tumbenan Naruto bersikap seperti itu, "..."
"Beneran deh, kalo sampe loe kenapa-kenapa, gue ngga bisa maafin diri gue sendiri lah"
"Loe sehat kan dobe?"
"Anjir, serius nih gue" Naruto berkacak pinggang
Sasuke menahan tawanya, pantang bagi seorang Uchiha untuk tertawa terbahak-bahak. Uchiha harus cool! Yeah!
"Iya-iya, ntar gue minta dibeliin Aniki"
"Ah, Sukee!" Sai yang melihat Sasuke dan Naruto dari kejauhan melambaikan tangan, disebelahnya ada Gaara dan Neji.
'What the... Ngapain si gondrong mesum kumpul sama temen2 gue' ujar Sasuke dalam hati.
"Yooo Sai, Gaara!"sahut Naruto. Ini yang dipanggil siapa yang nyaut siapa -_-
Naruto berlari mendahului Sasuke yang entah kenapa langkahnya jadi semakin pelan, "Ohayo minna, senpai"
"Naruto, kau tau kemarin malam hmpp" ucapan Sai terpotong saat Sasuke membekap mulutnya. Ajaib ngga tuh? Padahal tadi Sasuke, jalan dibelakang Naruto. Dan 2 detik kemudian udah ngebekep Sai.
"Kenapa Sai? Loe apa-apaan sih teme?"
Sasuke melepas bekapan Sai dan mendorong Naruto masuk kelas "Masuk kelas sono!" dan menutup pintu
"Woy Teme, bukain!" teriak Naruto dari dalam. Anak yang berada di dalam kelas terheran-heran dengan apa yang terjadi.
"Oke. Jadi semua dengerin." Sasuke menarik nafas dalam-dalam, "Jangan sampai orang lain tau tentang perjodohan gue. Ngerti?" ucap sasuke pelan namun tegas
"Kamu pikir aku mau, heh?" ujar Neji Sarkastic
Tak mengindahkan pernyataan Neji, Sasuke melanjutkan perkataanya. "Kalo masalah Nii-san dan Gaara sih, keputusan ada ditangan Gaara. Terserah."
"Aku sih ngga masalah, Sasuke"ujar Gaara santai
Sasuke mengangguk, "Oke terserah, tapi masalah aku sama si kampret ini. Jangan sampe orang lain tau"
Dilihatnya Sai dan Gaara mengangguk, kemudian Sasuke melihat Neji. "Termasuk adikmu yang gampang kaget itu, dia juga tau kan?"
Neji menyipitkan matanya tidak suka "Hinata-san? Dia bukan orang yang gampang kaget Sasu-chan."
Sasuke menghela nafas, sebenarnya dia emosi karena panggilan chan dari tunangan tercintanya ini, "Kamu ngapain disini?"
"Nih, tadi Hiashi-san eh ayah menyuruhku memberikan ini padamu" Neji menyerahkan sebuah tas kecil pada Sasuke, didalamnya ada kotak kecil berwarna putih.
"Apaan nih?"
"Tau" ucap Neji tak peduli, kemuadian Ia melangkahkan kakinya pergi
"Arigatou" gumam Sasuke, hampir tak terdengar
"Ciee. Baru juga kemarin kemarin ketemu, langsung ditunangin. Eh sekarang dikasih hadiah. So sweet banget sih" bisik Sai tepat ditelinga Sasuke. Dan hal itu sukses membuat wajah Sasuke memerah. Semerah tomat, kesukaannya. Kesal, Sasuke menginjak kaki Sai sekeras-kerasnya
"Wadawwww! Sakit Suke!" Teriakan Sai terdengar memilukan
"Bodo" ujar Sasuke sambil membuka pintu kelas dan masuk kedalamnya. Dia langsung disambut tatapan sayang eh kemarahan oleh Naruto.
"Apa liat-liat?"
"Loe nyembunyiin sesuatu dari gue, Teme"
"Engga" Sasuke meletakkan tasnya dan bingkisan dari Neji di mejanya kemudian duduk
Naruto membalikkan badannya menghadap Sasuke, "Loe pikir gue anak kecil yang bisa dikibulin?"
"Ntar gue cerita, tapi ngga sekarang"
Naruto mengangguk, "Oke, janji ya"
"Hn"
"Apaan tuh?" Naruto menunjuk bingkisan yang ada di meja Sasuke
"Dari Neji tuh!" ucap Sai yang baru masuk kelas setelah nyeri kakinya reda, diikuti Gaara dibelakang
"Neji siapa?"
"Senpai tadi tuh Nar, abangnya Hinata!"
"Oh." Nama Hinata memang cukup populer dikalangan anak kelas 1. Karena selain wajahnya yang cantik, pembawaanya juga kalem, baik, kaya, dan ukuran dadanya yang wow. Cuma suka gagap aja sih kalo lagi malu.
Naruto melihat Sasuke, "Gue buka ya, kepo nih." Tanpa menunggu persetujuan Sasuke, tangan Naruto terulur untuk membuka kotak putih yang ada dalam tas kecil itu. Ada sepucuk surat yang diletakkan diatasnya. Naruto mengambilnya dan ingin membacanya, sebelum direbut Sasuke.
"Gue juga mau baca Teme!"
"Ngga!" Sasuke membuka sedikit suratnya dan membaca kata demi kata yang tertulis disana, Ia sangat berhati-hati jangan sampai yang lain ikut membacanya.
Dear my lovely Sasu-chan,
Jaga dirimu baik-baik sampai Neji memilikimu ya nak
I love you
Kiss from Daddy
Urat jengkel Sasuke berkedut, Ia meremas surat cinta dari Hiashi "Ngga anak, ngga bapak sama aja! Brengsek!"
Naruto dan Sai berpandangan, "Bokapnya Neji naksir elu Teme?" tanya Naruto yang kemudian disusul dengan erangan memilukan karena sebuah sepatu mendarat dikepalanya.
Sasuke menghela nafas, Ia kemudian membuka bingkisan dari Hiashi yang ternyata isinya adalah collar hitam mirip dengan yang dikenakan Gaara. Tanpa berpikir panjang, Ia langsung mengenakannya. Apa yang Naruto katakan tadi pagi sedikit membuatnya khawatir. Ya, apa salahnya berjaga-jaga. Walaupun pada dasarnya Sasuke bukanlah orang yang lemah. Sejak kecil Ia sudah dilatih beladiri oleh Kakeknya, Madara. Tapi keadaan berbeda jika lawannya menjadi sangat banyak.
-ooKrupurengginang00-
15 menit setelah jam kedua berlalu, disinilah Naruto berada. Toilet. Ia tidak tahan dengan rasa kantuk yang mendera. 'Sesulit inikah berada di kelas unggulan?' Batinnya jenuh. Ia membasuh mukanya lagi.
Tak berapa lama, salah satu pintu toilet terbuka, menampaknya Neji yang menggunakan baju olahraga dan masih berkeringat. Oh, dunia begitu sempit. Sudah berapa kali dalam 2hari ini Naruto bertemu dengan Neji.
"Yho senpai! Baru olahraga?"
Tak menjawab, Neji hanya melirik Naruto sekilas. Ia menuju wastafel samping Naruto dan mulai mencuci tangannya. Kesal, Naruto memalingkan wajahnya. Ia kembali menatap pantulan dirinya di cermin. Mata biru langit, wajah yang imut dan kulit tan yang seksi, Naruto berdecak kagum melihat ketampanannya. Ia mulai memegang dagunya dan tersenyum sendiri.
Naruto baru berhenti terpesona dengan wajahnya sendiri saat menyadari Neji akan meninggalkan toilet. "Ah. Senpai tunggu!"
Neji menoleh malas, "Apa?"
"Emang di Osis ada acara apa sih?"
"Ngga ada"
"Loh, bukannya tadi Sasuke dipanggil Osis. Errr.. sekitar 20menit yang lalu mungkin? Pokoknya waktu pergantian jam pelajaran"
Neji menaikkan sebelah alisnya, "Osis manggil Sasuke?"
"Heeh. Tapi beneran ngga ada?"
Neji hanya mengangguk. Kemudian melangkahkan kakinya keluar toilet.
"Senpai!"
Neji berhenti dan menoleh malas, "Apa lagi?"
"Bisa tolong liatin Sasuke di ruang Osis? Gue agak khawatir sih."
"Kenapa ngga kesana sendiri aja?"
"Gue masih ada kelas Orochi-sensei. Mampus lah gue kalo kelamaan ngga balik kelas."
Neji bergidik ketika nama sensei paling nyentrik disekolah itu disebut, dia sudah tahu betul bagaimana sepak terjang Orochimaru sensei selama ini "Gue juga masih ada kelasnya Guy-sensei"
"Gue mohon senpaiii, cuma liatin bentar doang! Please!"
Bukannya Neji tidak mau membantu Naruto, lagipula sebenarnya sejak kemarin yang ada dipikiran Neji adalah Sasuke. Sejak merasakan feromon pemuda itu, Ia benar-benar tertarik kepadanya. Walaupun Ia sendiri masih bingung, apakah yang dirasakannya hanya nafsu atau sesuatu yang lain, seperti perasaan suka atau..? Bukan itu masalahnya. Hanya saja, kebiasaan Tenten yang berada di ruang Osis saat merasa bosan dengan pelajaran membuatnya sedikit ragu untuk kesana. Neji masih belum memikirkan bagaimana cara menjelaskan atau bagaimana harus bersikap di depan Tenten.
"Onegaaiiii"
Neji tersadar dari pikirannya saat suara Naruto kembali terdengar. Menimbang sejenak akhirnya Neji mengiyakan permintaan Naruto, "Oke"
"Honto ni arigatou senpai! Bisa minta no hape senpai? Ntar gue kabarin kalo ternyata Sasuke udah di kelas!"
Neji mengeluarkan smartphone ipin 7+ nya, mengotak-atik sebentar dan menyerahkannya ke Naruto. Ia tidak mengingat berapa nomor hpnya, karena dia tidak suka memberikan no hpnya pada orang lain. Naruto segera menyalin no hape Neji di hpnya.
"Ntar gue kabarin, senpai! Arigatou!" ucapnya sambil berlari kembali keruang kelasnya. Ia sudah terlalu lama di toilet.
Neji melihat layar ipinnya, mencari no hp Lee dan menekan tombol call. Tak berapa lama terdengar suara super semangat khas si alis tebal, "Halo, Lee... Tolong izinin ke Guy-sensei perut gue mules banget. Ngga bisa balik ikut olahraga... Iya... Thanks!"
Memang tidak seharusnya Neji bolos jam olahraga hanya untuk ke ruang Osis nyari Sasuke. tapi ada beberapa 'kemungkinan' yang Ia pikirkan. Bagaimana jika... dan jika...
"Ck!" Ia baru akan mulai melangkahkan kakinya menuju ruang Osis, tapi urung karena merasakan hpnya bergetar.
Senpai, Sasuke belum kembali. Tolong carikan. Arigatou
Naruto
Neji menghela nafas. 'Semoga Tenten tidak disana' batinnya kemudian Ia menuju ruang Osis.
-ooKrupurengginang00-
Cklek
Neji membuka ruang Osis perlahan. Ia melihat sekeliling, berharap seseorang bercepol 2 tidak ada disana. Dan ternyata hanya ada Shino yang tengah fokus dengan layar didepannya, hal itu membuat Neji bernafas lega.
"Yho!" sapa Neji
"Ada apa?" tanya Shino to the point. Tidak biasanya Neji datang keruang Osis disaat jam pelajaran kecuali memang ada hal yang benar-benar penting dan tak bisa di tunda.
Neji mendekati Shino, "Tadi ada anak kelas 1 kesini?"
"Ngga ada"
"..." Neji mengernyitkan dahinya, 'lalu kemana tuh bocah?'
"Gue disini dari pagi ngerjain proposal festival kebudayaan. Dan Cuma Temari-chan yang tadi mampir kesini. Sama elo!" ucap Shino asal, Ia kembali berkutat pada laptopnya.
"Loe ngga nyuruh orang manggil anak kelas 1?"
"Engga"
Neji mengangguk, "Yaudah gue pergi dulu. Ada perlu!"
"Hmm"
Neji keluar dari ruang Osis, Ia mulai mengingat-ingat. Tidak pernah sekalipun Osis melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan Shino selaku sekertaris. Semua kegiatan harus dilaporkan padanya. Sedangkan ketua Osis, Sasori tinggal mengecek dan atau melakukan approval. Menimbang sejenak akhirnya Neji memutuskan untuk mencari Sasuke. Toh, dia sudah terlanjur ijin bolos juga. Mulai dari kantin sekolah, nihil. Atap, nihil. Halaman belakang, nihil. Perpustakaan, nihil.
'Tuh anak kemana sih?' akhirnya Neji berhenti di depan gerbang sekolah. Dan mencoba bertanya kepada satpam.
"Pak , tadi ada anak yang keluar sekolah ngga?"
"Ngga ada mas. Kenapa memangnya?" ujar Pak Kabuto
Neji mengangguk, "Oh, emm... Liat anak kelas 1 yang tingginya segini? Matanya hitam?" Neji berusaha mendeskripsikan bagaimana rupa Sasuke. Tapi bingung, bagaimana harus menjelaskan. "Ah, yang masuk majalah hari ini! Tau ngga pak?"
"Mas Sasuke toh?"
"Iya"
"Kalo mas Sasuke mah, tinggal bilang aja. Saya udah tau mas. Ganteng ya mas? Hehehehe"
Neji mengernyitkan dahinya.
"Tadi saya liat dia sama 3 anak kelas 2 mas. Ke gedung belakang!" lanjut Pak Kabuto sambil menunjuk ke gedung beratap warna hitam dibelakang.
"Osis?"
"Bukan mas Neji, kalo Osis mah saya tau atuh."
"Makasih ya pak!" ucapnya singkat. Ia bergegas menuju gedung belakang sekolah. Ada aula, gudang, laboratorium, dan banyak ruang club disana. Ia mulai membuka satu persatu ruangan yang ada, langkahnya semakin tergesa. Ada beberapa ruang club yang terkunci, tak kehabisan akal Ia menempelkan telinganya ke pintu walaupun hasil akhirnya sama, tak ada suara apapun. Tinggal 2 ruangan yang belum Ia cek, laboratorium dan gudang. Awalnya Ia ingin membuka gudang lebih dulu, namun samar ia mendengar suara tawa dari ruang sebelahnya yaitu laboratorium. Jadi, Ia memutuskan untuk melihatnya.
Brak!
Betapa terkejutnya Neji, melihat apa yang ada di depannya.
"SHIT! APA YANG KALIAN LAKUIN HAH?"
-TBC-
Catatan Author:
Mungkin ada yang bingung, kenapa Sasuke kadang ber loe-gue dan kadang aku-kamu.
Jadi Sasuke itu pakai loe-gue cuma sama Naruto. Sedangkan Naruto yang memang anak gahol, ngomong sama siapa aja udah gitu.
Kalo si Neji mah, tergantung yang diajak ngomong, dan tergantung tempatnya.
Maafkan karena typo dimana2, atau karena kurang dapet feel nya.
Kira2 ada yang penasaran ngga sih sama apa yang dilihat mas Neji?
RnR please
O iya, tetep doain skripsian aku yaaa. Kisseu :*
