Reach You

DaeJae(boyxboy)

by : Wil-dj


Disclaimer : Homophobic just leave. if you don't like, don't read. cuma karya manusia kotor yang suka cerita ubnormal.


Sorry For Typo


"PAPA!" dua daun pintu di ujung ruangan terbuka lebar menampilkan tiga sosok yang begitu dikenali daehyun. -leoon serta kedua orang tua nya.

tuan besar jung tersenyum penuh kemenangan "aku sudah merekam panggilan darurat mu bocah! dady tunggu janji mu~" ucapan tuan jung seminggu lalu masih begitu lekat dalam ingatan daehyun. kilas balik yang membuat hidupnya jungkir balik. merasakan kembali kekonyolan orang tuanya, tak jarang mereka juga berkolaborasi dengan kopolosan leon. jangan kalian fikir hidup daehyun itu sekaku papan iklan. meski kedua orang tua nya pebisnis yang cukup di segani, tapi mereka sedikit humoris, atau mungkin mesumers? tingkat kemesuman mereka berdua itu tidak bisa di tolerir. seperti kejadian seminggu kemarin. tanpa tau malu tuan jung serta istrinya bercumbu mesra didepan leon, youngjae serta daehyun.

kata tuan jung itu sebagai tanda terima kasih pada istrinya karena berhasil bersikap sigap.

siapa lagi jika bukan nyonya jung yang membawa leon kembali ke korea? wanita berusia empat puluhan itu sudah tau tindak tanduk septian beserta istriya. tidak ada yang menyangka bahwa kedua keluarga itu tengah menjalin hubungan mitra kerja. ibu daehyun wanita yang pintar dan begitu memahami kondisi disekelilingnnya.

sesaat setelah ia menemui tubuh putranya yang tergolek lemah ia sedikit bersikap lancang membaca ratusan pesan yang dikirim youngjae kepada mertuanya. ponsel pintar itu masih menyala setelah si pemilik pamit pergi guna membelikan coklat hangat untuk nyonya jung.

Nyonya jung tau mereka berdua lah sumber kebahagiaan daehyun -selain dirinya dan juga sang suami-.

dan selanjutnya... tanpa membuang waktu, nyonya jung terbang ke indonesia guna mengembalikan apa yang seharusnya ada pada tempatnya. dengan sedikit ancaman, nyonya jung berhasil mengambil kembali leon. tapi ia juga tak egois, ia masih mengizinkan mitra bisnisnya itu mengunjungi leon. bahkan disana mereka melakukan liburan bersama. tuan jung bilang, 'anggap saja ini honey moon kita yang entah keberapa'. walaupun nyonya jung sempat protes, tapi akhirnya ia menurut saja mendengar kata penenang suami nya yang mengatakan bahwa lebih baik daehyun ditinggal berdua bersama youngjae. saat itu mungkin sosok youngjae lebih daehyun butuhkan.

daehyun tersenyum tipis mengingat kembali cerita panjang lebar ibunya. namun senyum itu kembali memudar berganti raut kesal, ia begitu ceroboh menawarkan diri mengemban tugas berat dari ayahnya.

"tsk! berhentilah tersenyum dan cemberut disaat yang bersamaan! kau membuat eomma takut" ujar wanita berstatus ibu daehyun. ia berkacak pinggan menatap daehyun ngeri.

dibelakang nyonya jung bertengger ransel kecil berisikan sepuluh potong baju dalam daehyun. ia baru saja selesai berkemas, hari ini memang daehyun sudah di perbolehkan pulang. putra tampannya itu sudah sembuh, atau mungkin belum? tangannya masih setia dipasang gips. lengan berbalut perban itu kini sudah dipenuhi puluhan tanda tangan dan kata-kata penyemangat dari teman daehyun.

namun dari semua gambar disana, ada satu sisi dimana gambar sepasang manusia yang leon klaim sebagai keluarganya dimana disana ada gambar wajah daehyun-youngjae-leon dan ilas. wanita hebat yang sudah melahirkan leon.

"ayo! daddy mu sudah ada didepan" ajak nyonya jung pada daehyun. ia turun dari tepi ranjang, hendak meraih ranselnya tapi segera di tepis oleh sang ibu.

"biar ibu yang bawa. ayo jalan big baby" ledek ibunya seraya menuntun daehyun layaknya kakek renta.

"tsk! aku tidak selemah itu eomma" nyonya jung terkekeh ringan, mengibaskan tangannya acuh.

.

.

.

"daddy, tolong berhenti disini" mendengar permintaan anaknya, tuan jung segera menghentikan mobil yang ia kendarai.

"ada apa dae?" tanya ibu daehyun bingung. jika ia tidak salah ingat, sepertinya jarak rumah mereka masih jauh dari perempatan jalan ini.

"aku ingin menjemput leon, nanti malam aku baru pulang-"

"baiklah, jangan pulang terlalu cepat ne~" tuan jung berkata riang. daehyun yang sudah berada diluar mobil berdecak sebal. mobil ayahnya sudah meluncur cepat meninggalkannya. jangan salah, alasan tuan jung berucap demikian tentu karena ingin berdua saja dengan istrinya. jika daehyun sudah ada di rumah, anak bungsunya itu pasti memonopoli istrinya.

"dasar pria tua mesum"

"dae-hyung!" suara bocah yang daehyun kenali mengalihkan perhatiannya. sepuluh meter dari tempatnya berdiri terlihat leon melambai girang didepan gerbang sekolah nya. bocah menggemaskan itu berlari kencang.

"kenapa hyung datang kesini?! aku baru saja mau ke rumah sakit " nafas leon sedikit terengah, daehyun menekuk sebelah lutut nya. mensejajarkan tinggi mereka.

"sepertinya kau terlambat manis" daehyun mencubit gemas hidung mungil leon

"yak! hyung! aku tampan bukan manis!" teriakan leon berdenging ditelinga daehyun. pria tampan itu tertawa senang berhasil menggoda anak calon kekasihnya.

"hmm! tapi dari apa yang kulihat.. kau semakin manis saja. apalagi pipi gempal mu ini! hyung jadi ingin memakannya~"

dalam gerak cepat leon menutupi kedua pipinya secara silang "sejak kapan dae-hyung menjadi kanibal!" leon menatap ngeri pada daehyun. kanibal, kata itu baru saja ia dapat dari guru-nya yang berarti pemakan sesama.

daehyun tertawa senang, ia berusaha menarik tangan leon agar wajah nya maju kedepan dengan mulut terbuka lebar seolah hendak memakan leon. bocah berisi itu menjerit nyaring, membuat daehyun semakin senang menggoda nya

"pedofil! menjauh dari leon-KU!" seru bocah berseragam middle school yang kini menyembunyikan tubuh mungil leon dibelakangnya. tubuh jangkung itu menutupi leon yang tengah terpekur ria. namun beberapa saat kemudia ia tersenyum lebar mendapati 'niichan-nya' datang.

"huh?" daehyun mengerjap bingung. menatap wajah berbunga leon dan wajah sangar laki-laki didepannya. mata segaris itu melihat daehyun bengis. alis tebalnya menukik tajam mengintimidasi daehyun. nafasnya terlihat memburu seakan ia baru saja lari marathon

"maaf? siapa yang kau pang-"

"tentu saja anda ahjussi! berani nya anda memakan leon-KU!" bocah yang mungkin berusia sepuluh tahun itu menggeram marah. daehyun sendiri rasanya ingin tertawa dan lari secara bersamaan. bagaimana mungkin bocah sekecil itu bisa mengeluarkan aura intimidasi yang begitu kuat?

"uhm.. baiklah, seperti kau salah paham bocah. pertama-"

"aku bukan bocah" daehyun memutar irisnya kesal

"terserah" sungut daehyun sebal. sementara leon terkikik senang dibelakang sana. akhirnya ia keluar dari persembunyiannya dan menarik ujung baju si pengintimidasi

"ki-chan.. kami hanya bergurau. dae-hyung tidak mungkin memakan ku"

"kau mengenal nya?" bocah bersurai kelam dengan model super sonic bertanya pada leon. bocah yang mengklaim calon anak daehyun sebagai miliknya. di point tersebut daehyun merasa tidak terima. masa belum menjadi ayah leon secara resmi sudah ada yang mengklaim calon putranya.

leon mengangguk antusias "kenalkan, ini daehyun hyung teman dekat papa. dan dae-hyung ini tanmoku-ki. dia teman dekat ku yang sering aku ceritakan"

dua tangan berbeda ukuran itu terulur saling menjabat erat. mata tajam tanmoku-ki sedikit mengendur, menguarkan setitik aura bersahabat

"kenapa harus teman dekat? kalian cukup berteman saja, tidak perlu dekat segala" daehyun menarik tubuh leon agar berdiri disampingnya. namun segera dicegah oleh tanmoku.

"anda siapa nya leon sampai berani melarangnya seperti itu huh? orang luar tidak perlu berlagak" ujar tanmoku-ki dingin. dan kata-kata itu sukses menohok daehyun. tampak sekeliling nya berubah suram

"ya! ki-chan, perhatikan kata-kata mu. kau tidak sopan. kau membuat dae-hyung sedih" leon melotot lucu. mata bulatnya menatap gahar pada tanmoku-ki

daehyun tersenyum menang. menjulurkan lidah nya kekanakan. tanmoku-ki hanya bisa menggeram marah, ia secepat kilat menendang tulang kering daehyun

"akhhh!" daehyun menjerit berlebihan agar mendapat simpati leon. dan benar saja, calon anaknya itu tampak khawatir. berjongkok sejenak mengusap tulang kering daehyun yang memerah. daehyun mengenakan celana tiga perempat membuat kaki berisinya terekspose.

"sakit?" tanya leon khawatir,

daehyun mengangguk cepat. menampilkan ekspresi seprihatin mungkin untuk meyakinkan calon anaknya. leon berdecak kesal sembari melayangkan pandangan marah pada tanmoku-ki.

"ki-chan, cepat minta maaf" titah leon mutlak.

" tidak mau! ahjussi. tolong jangan berlebihan, itu hanya senggolan pelan, jangan melebih-lebihkan"

mendengar jawaban ketus tanmoku-ki, leon memandangnya kecewa ia mendengus keras. mengalihkan pandangannya dari "teman dekatnya" nya itu

"masih sakit?"

"sudah tidak lagi, pasti itu karena tiupan kasih leon pada dae-hyung.. tapi masih ada yang kurang.."ujar daehyun menggantung

ia menekuk lutut kanannya "sepertinya jika dae-hyung mendapat satu kecupan dari leon rasa sakitnya akan sepenuhnya hila-"

"dasar ahjussi mesum! ENYAH KAU!"


Reach You


"aku pulang..." suara merdu itu tertangkap indera pendengaran daehyun. ia segera menuju pintu utama rumah sederhana tersebut.

"jae! akhirnya kau pulang juga" pria manis yang disapa daehyun menggeleng kecil. ia tak habis fikir muridnya itu masih betah disini. ia fikir daehyun hanya sekedar mengantar leon kerumah dan pulang beristirahat setelahnya. murid tampannya itu memang mengabari nya dulu sebelum menjemput leon tadi siang.

"kau ini bebal sekali. sudah kubilang setelah meng- -ommo! wajah mu kenapa?!" wajah manis youngjae panik, ia segera menuntun daehyun duduk di sofa panjang diruang tengah.

tangan lentik youngjae memegang tulang pipi daehyun yang lebam "ini salam dari bocah brengsek bernama tanmoku-ki" ucap daehyun sebal.

youngjae tertawa pelan mendengar gerutuan daehyun "kau pasti membuat nya kesal.. atau mungkin melakukan sesuatu pada leon?"

"nah! tepat sekali!"seru daehyun semangat bercampur kesal "aku hanya bergurau tentang meminta kecupan dari leon dan tiba-tiba saja wushhh!"

"daehyun-nii terkena pukulan ku. telak! payah sekali" cerita menggebu daehyun terpotong oleh kata berintonasi flat khas tanmoku-ki. sontak wajah khawatir youngjae berubah memerah menahan tawa yang siap meledak kapan saja

"itu bukan telak! aku hanya tidak sempat menghindar" desis daehyun tak terima

dan dengan jawaban konyol daehyun, youngjae tertawa lebar diikuti kakinya yang meloncat-loncat lucu. tubuhnya bergerak abstrak mengungkapkan kegeliannya. sekarang youngjae tau salah satu alasan kenapa teman-teman disekitar daehyun selalu tertawa lepas. apalagi jika manusia tampan berkulit tan itu sudah menggunakan logat satori nya.

tanmoku-ki tersenyum miring mengejek daehyun

"hehe tapi sakitnya sudah hilang kok" youngjae mengeryit, meminta daehyun menjelaskan lebih detail

"sejak insiden penganiayaan itu, leon terus meniup lebam ini. ah! dia juga menghujani wajah ku dengan kecupan manisnya sebagai permintaan maaf atas kelakuan bar-bar bocah itu" daehyun sengaja melebih-lebihkan perhatian leon. sekedar ingin memanas-manasi tanmoku-ki

aura hitam langsung menguar dari sosok mungil tersebut. youngjae menelan ludah nya takut. ia jelas tau betul dari mana asalnya aura tersebut, bahkan ia tau diturunkan dari siapa aura menyeramkan sahabat putranya.

"kau-!"

"ki-chan! aku sudah selesai belajar" derap langkah dari sepasang kaki mungil leon menghentikan geraman tanmoku-ki. wajah suramnya berubah drastis menjadi lelaki penurut serta raut yang lembut. cukup tadi siang ia diabaikan malaikat mungilnya.

"wah papa sudah pulang! kebetulan sekali. leon mau main kerumah ki-chan" ujar leon riang. ia bergelayut manja pada paha ramping youngjae. Daehyun yang melihatnya meneguk ludah kasar. Dan hal itu tak luput dari penglihatan tanmoku-ki

"akhh!" daehyun berteriak nyaring di akhiri desisan ngilu. Tangan nya yang bebas dari gips mengusap pelan punggung kakinya yang baru saja menjadi korban injakan tanmoku-ki

"wae?" Tanya sepasang ayah-anak itu kompak

"Dia-!"

"aku tidak sengaja menginjak kaki dae-nii. Maaf" ucap bocah jepang itu datar. Tidak ada ekspresi rasa bersalah sedikitpun.

"jelas-jelas dia sengaja!" daehyun bersungut marah. Menghasilkan picingan mata bulat leon. Ia menatap curiga pada ki-chan nya

"aku tidak bersalah percayalah"

"lagi pula injakan tak sengaja itu sedikit bermafaat" lanjut tenmoku-ki dibarengi seringai tampan. Leon yang melihatnya terpesona takjub. Ia selalu menyukai setiap ekspresi sahabatnya

"mana ada!" daehyun menatap sengit pada leon

"dae-nii aku hanya ingin menghilangkan ekspresi mesum mu yang begitu mengganggu" tangan tanmoku-ki membuat gerakan memutar didepan wajahnya. Mirip seperti kebiasaan salah satu tokoh utama pria ketika mengusir wanita penguntit tanmoku-ki tidak salah ingat judul drama tersebut adalah master sun?ah baiklah lupakan masalah drama tadi dan kembali pada situasi menggelikan dirumah keluarga yoo.

"laki-laki mesum itu wajar- -ah! aku lupa ki-chan masih terlalu dini untuk bermesum ria" daehyun terkekeh senang mendapati tatapan marah tanmoku.

"kau harus tau ki-chan, laki-laki tidak mesum itu sama seperti sayur tanpa garam. hambar"

youngjae memutar iris nya jengah. sepasang tangan lentiknya menutupi telinga polos leon. membuat sang anak berdecak sebal karena tak bisa mendengar pembicaraan kedua hyung nya. atau calon ayah dan calon pendamping nya? yah siapa yang tahu

"ki-chan kau mengabaikan ku" decak leon. tangannya terlipat diatas dadanya.

"-ak -aku tidak..."

"baiklah... sebaiknya kalian cepat pergi. tidak baik membiarkan bibi menunggu" youngjae mengambil alih. tanmoku mengangguk patuh diikuti senyum tipis. ia segera menggandeng tangan mungil leon, memimpin jalan menuju gerbang rumah keluarga yoo.

"cih, bisakah kau lepas tangan mu dari leon" ujar daehyun kesal. dan makin bertambah kesal kala tanmoku serta leon mengabaikan kata-kata nya. mereka seakan memiliki dua ini berdua. mengabaikan area sekelilingnya. youngjae sendiri hanya tertawa pelan mendengar gerutuan daehyun.

.

.

.

akhirnya empat makhluk berjenis sama itu keluar dari kediaman hangat keluarga yoo, sebenarnya daehyun yang bersikeras ingin mengantar leon ke rumah tanmoku. rumah yang nyatanya hanya berjarak satu jengkal dari tempat mereka berdiri. mereka berjalan diiringi celotehan leon perihal peringai teman-temannya disekolah. ia di tuntun mesra oleh daehyun, menyebabkan aura hitam yang menguar dari sosok tampan tanmoku.

youngjae tersenyum tipis melihat tingkah tiga makhluk didepannya.

"benark- "

"permisi" pekikkan daehyun terpotong oleh suara berat seorang pria yang berdiri tepat didepan pintu gerbang keluarga yoo. sebilah papan yang baru saja daehyun tarik kedalam.

"maaf? sia-"

"jae bum-a" lirih youngjae pelan. namun masih terdengar jelas oleh jung daehyun.

pria bermata sipit dengan kulit seputih susu itu berdiri tegak, tersenyum hangat menatap manik indah youngjae.

iris daehyun memincing bingung. ia menatap mereka berdua bergantian, dan tak lama iris elang nya memandang heran pada tanmoku yang menatap lelaki bernama jae bum dengan pandagan tak bersahabat.

tapi jika daehyun teliti, 'pandangan tak bersahabat' tanmoku padanya agak berbeda dengan 'cara pandang' tanmoku pada jae-bum? seperti ada segumpal benci yang berkilat jelas.

"aku merindukan mu" ucap laki-laki sipit tersebut.

dan disini, daehyun sangat benci kalimat rindu yang sarat akan ...-cinta?

'mungkin... kah?' entah karena apa daehyun merasa akan muncul saingan baru.

"sebaiknya anda pergi dari sini!"


***^.^***

***TBC***


uhmmm hai ^^'

maaf baru up! kegiatan ku udah makin menumpuk ditambah lagi kata skripsi yang udah mulai jadi bayang2 TT. andai dulu pas pemilihan presiden ada yang kampanye bakal hapusin skripsi dari syarat kelulusan dengan senang hati aku bakal nyoblos ratusan kali TT * .curhat ^^'

beberpa chapter kedepan mungkin di percepat. biar cepet end haha kalo kepanjangan takut ngebosenin.

makasih yang udah R&R ^^ di chapter kemaren!

.

.

hope you enjoy^^

see you^^