We are Enemies and Lover

Cast :
- Kwon Soonyoung (Hoshi)
- Lee Jihoon (Woozi)
- Others member Seventeen

Pairing : SoonHoon, and others/? Temukan sendiri~

Genre : Romance.

Warning : bxb, YAOI! bertebaran :'v bukan cerita sempurna karena perlu banyak pembetulan di sana-sini :'v

Please Reviewnya~ Don't be Silent reader :'v Tap Follow and Fav this Story .

DON'T LIKE? DON'T READ

.

.

Tapi ada seorang yang tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, dia bermaksud bicara pada Jihoon, mengutarakan perasaannya, namun sebelum mengutarakannya dia sudah merasa ditolak. Kwon Soonyoung, dia mendengar jika Jihoon sangat membencinya, Jihoon juga berharap dia tak muncul di depan Jihoon lagi.

Soonyoung beranjak pergi dari sana, pergi kemana saja kakinya membawanya. Dia kehilangan arah dan kehilangan tujuan untuk hidup. Pandangannya kosong, tak seperti Soonyoung biasanya yang selalu membuat oeang tersenyum karena kelucuannya atau melihat sinar matanya yang sangat terang.

"Soonyoung?" Panggil Seungcheol saat berselisih jalan dengannya. Tapi Soonyoung terus berjalan tanpa berpaling. Dan Seungcheol tertegun, tak biasanya Soonyoung begitu.

"Apa dia baik-baik saja?" Gumam Seungcheol dan tiba-tiba saja handphonenya berdering. "Hallo? Ah benar, aku masih di koridor, aku akan segera ke sana." Kata Seungcheol dan memutuskan sambungan sepihak, dia baru ingat kalau hari ini ada latihan di klubnya.

-yayaerma1-

Mingyu baru selesai dari klubnya, jam menunjukkan pukul 6 sore, dia terlambat pulang ke asrama karena Seungcheol yang datang terlambat, dia merasa sangat lelah tapi dia juga merasa khawatir pada orang yang ada dalam satu kamar dengannya, Seungcheol bilang padanya kalau Soonyoung bertingkah aneh dan terlihat seperti zombie.

"Soonyoungie." Panggil Mingyu, yang dipanggil masih diam memandang kosong ke arah dinding di kamar mereka.

"Soonyoungiee~?" Panggil Mingyu lagi, dan Soonyoung masih diam.

"Soonyoung!" Seru Mingyu dengan suara sedikit lebih keras dari sebelumnya, dan masih belum mendapat jawaban dari Soonyoung.

"Yak! KWON SOONYOUNG!" Teriak Mingyu akhirnya.

"Hn? Mingyu-ya kau sudah pulang?" Tanya Soonyoung, tatapannya masih kosong, dan itu membuat Mingyu semakin khawatir.

"Apa kau masih demam?" Tanya Mingyu sambil memeriksa suhu tubuh Soonyoung dengan punggung tangannya.

"Tidak." Jawab Soonyoung.

"Tapi kau terlihat tak baik. Apa yang terjadi?"

"Tidak ada."

"Jangan berbohong Kwon! Kau tau kau tak pandai berbohong! Katakan padaku apa yang terjadi sebenarnya! Atau kau tak akan mendapat sarapan besok pagi." kata Mingyu yang mulai kesal dengan sikap keras kepala Soonyoung dan kebiasaannya menyimpan masalahnya sendiri.

"Janji padaku kau tak akan tertawa atau pun menyebarkannya." Kata Soonyoung, dia mulai menatap langit-langit kamarnya dan Mingyu.

"Aku janji. Jadi katakan padaku apa yang terjadi." Kata Mingyu.

"Aku ditolak." Katanya lirih.

"Hah?!" Mingyu cukup terkejut sebenarnya, tapi dia mencoba terlihat biasa dan malah membuat candaan "Siapa orang yang menolakmu? Orang seperti apa dia sampai menolak ketampanan Kwon Soonyoung?" Tanya Mingyu dengan nada candaan.

"Aku serius Kim!" Kata Soonyoung, sekarang dia yang jadi kesal dengan teman sekamarnya satu ini, dia sadar diri jika dirinya tak setampan Kim Mingyu, tapi tak seharusnya dia berkata begitukan?

"Haha Mian, jadi… siapa yang menolakmu Kwon-ssi?" Tanya Mingyu lagi.

"Lee Jihoon." Kata Soonyoung cepat, namun masih bisa didengar jelas oleh Kim Mingyu.

"Ooh…" gumam Mingyu sambil menganggukkan kepalanya. "HAH?! Lee-Lee-Lee Jihoon?!" seru Mingyu dengan suara yang cukup keras.

"Bisa kau tidak berteriak seperti itu Kim-ssi?" kata Soonyoung menatap Mingyu tajam, dia memang namja yang berisik tapi tetap saja dia tak suka jika ada seseorang yang berteriak di dekat telinganya. (*author : siapapun tak akan suka itu #nganggukbarengSeokmin/?)

"Mianhae Soonyoungie, Lee Jihoon yang itu? Jihoon yang sekelas dengan kita? Sahabat Wonwoo? Ketua klub vocal? Si setan kecil/?" Tanya Mingyu tak percaya, Soonyoung menganggukkan kepalanya pertanda iya. "jadi… kau menyatakan cintamu pada Jihoon?" Tanya Mingyu penasaran, dia sudah mengendalikan dirinya dari ketekejutan yang hampir membuatnya kehilangan akal.

"Tidak." Jawab Soonyoung sambil menggelengkan kepalanya.

"Eoh? Jadi darimana kau tahu kalau kau sudah ditolaknya? Apa kau menulis surat cinta padanya dan menaruhnya di loker sepatu? Atau memberinya sebuah hadiah seperti pengagum rahasia? Tapi dia membuangnya tanpa membuka surat atau kado itu?" Tanya Mingyu, dia jadi semakin penasaran.

"Astaga Kim! untuk apa aku melakukan hal itu? Yang ada dia semakin membenciku karena aku berbuat begitu, kau tahu kan Jihoon tak suka hal-hal seperti itu." Kata Soonyoung jengah. Dia jadi bingung kenapa dia bisa punya teman seperti Mingyu dan kenapa juga dia bisa tahan dengan sikapnya yang seperti itu selama bertahun-tahun. (*author : itu sebuah misteri oppa~)

"Jadi?" Tanya Mingyu lagi.

"Aku mendengarnya sedang berbicara dengan Jeonghan sunbae di ruang klubnya, dia bilang jika dia sangat membenciku dan tak ingin melihatku lagi." Kata Soonyoung lirih.

"Kau menguping? Aku tak tahu kalau kau suka menguping Soonyoungie." Kata Mingyu salah fokus.

'Plak' Soonyoung dengan kesal memukul kepala Mingyu, meski tak terlalu kuat itu cukup membuat Mingyu mengaduh kesakitan.

"Yak! kenapa kau malah memukul kepalaku?" Tanya Mingyu, dia marah pada Soonyoung yang tiba-tiba memukulnya.

"Itu salahmu sendiri pabo. Aku sedang sedih karena ditolak kau malah terus bercanda!" Kata Soonyohng marah.

"Oh ayolah, jika aku serius tadi kau mungkin akan menangis Soonyoungie." Kata Mingyu mencolek/? dagu Soonyoung.

"Apa kau bilang? Aku tak mungkin menangis. Seorang Kwon Soonyoung tak akan menangis hanya karena ditolak pabo!" Kata Soonyoung.

"Eoh benarkah? Baiklah kalau begitu aku tak perlu menghiburmu dan bisa pergi ke tempat Wonwoo sekarang." Kata Mingyu beranjak dari tempatnya dan bersiap ingin bertemu sang kekasih.

"Yak! Kau bertanya padaku ada apa denganku dan kau malah meninggalkanku di sini sendirian tanpa menghiburku?" Seru Soonyoung pada Mingyu.

"Kau bilang, kau tidak akan menangis jadi aku tak perlu menghiburmukan? Tapi jika kau menangis, aku akan minta Seokmin menghiburmu, Hahahaha… Aku pergi! Jangan tunggu aku dan tidurlah~." kata Mingyu dan pergi meninggalkan kamar mereka.

"Yak Kim Mingyu! Aku mungkin tidak menangis di luar tapi aku menangis di dalam! Argh! Aku tak tahu kalau patah hati begitu menyakitkan." umpat Soonyoung.

-Yayaerma1-

"Kau sudah baikan?" Tanya Mingyu, saat dia dan Soonyoung pergi ke sekolah pagi itu.

"Menurutmu?" Kata Soonyoung tak ramah, dia masih marah pada namja bermarga Kim itu.

"Hei hei.. aku hanya bercanda kemarin Soonyoungie, kau tahu aku bukan tipikal orang serius." Kata Mingyu, dia mengatakan tepat saat Wonwoo ingin memeluknya dari belakang, dan seperti yang kita perkirakan Wonwoo mendengar apa yang dikatakan Mingyu barusan.

"Kalau kau bukan tipikal orang serius, apa itu berarti kau juga tak serius padaku?" Kata Wonwoo. Namja Emo ini menatap Mingyu dengan wajah kecewa.

"Wonie.." kata Mingyu kaget. "Bukan itu maksudku chagi, kau tahu kan kau itu berbeda, tentu saja aku serius denganmu." Kata Mingyu mencoba meluruskan perkataannya sebelumnya.

"Aku kecewa padamu Kim!" Kata Wonwoo dan beranjak pergi.

"Kau harus mengejarnya." Kata Soonyoung menepuk bahu Mingyu, dan tanpa basa-basi Mingyu mengejar Wonwoo yang sudah dipastikan akan menangis di suatu tempat.

"Soonyoung, apa kau lihat Wonwoo?" Tanya seseorang dengan nada datar tentunya, dan hanya dari suara pun Soonyoung tahu itu Jihoon, namja yang disukainya dan namja yang membuatnya menjadi zombie semalam.

"Dia sedang bertengkar dengan Mingyu dan pergi entah kemana." Jawab Soonyoung tanpa menatap Jihoon, dia sudah memutuskan untuk menjauh dari Jihoon, yah jika itu membuat orang yang disukainya bahagia kenapa tidak.

"Oh." Kata Jihoon ber-oh-ria. Dan dengan itu Soonyoung pergi menuju kelasnya, dia memang terlalu pagi datang ke sekolah, dia sebenarnya ingin menghindari Jihoon dengan pergi lebih pagi tapi dia lupa Jihoon adalah anak teladan yang selalu datang sangat pagi setiap harinya.

-istirahat-

"Soonyoung, Mingyu, Jihoon, Wonwoo ayo ke kantin." Ajak Seokmin.

"Aku harus latihan dance." Kata Soonyoung dan pergi tanpa menatap siapapun.

"Aku harus membuat lagu baru." Kata Jihoon yang ikut pergi entah kemana.

"Ada apa dengan mereka?" Kata Seokmin bingung.

"Mereka kan juga biasanya begitu." Kata Mingyu.

"Itu benar." Kata Wonwoo, dua orang ini sudah berbaikan tadi pagi, Wonwoo bilang, amingyu meminta maaf yang disertai pelukan hangat dan tentu saja dengan kata-kata manis khas seorang Kim Mingyu.

"Kalau begitu kita saja yang ke kantin." Ajak Seokmin pada pasangan yang baru baikan itu dan pasangan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ajakan Seokmin.

"Aku tak mengerti, kenapa aku selalu jadi nyamuk." Keluh Seokmin kemudian, dia baru sadar salah mengajak orang.

"Kalau begitu kenapa tak cari pacar saja?" Kata Wonwoo iseng/?.

"Dia tak ingin menerimaku." Jawab Seokmin cepat.

"Heol? Siapa itu Seokmin-ah?" Tanya Mingyu penasaran.

"Hah? Apa tadi aku bilang sesuatu?" Elak Seokmin, dia baru sadar jika dia salah bicara.

"Hoo… kau mulai rahasia-rahasiaan dengan kami yah?" Kata Mingyu.

"Kau seharusnya cerita pada kami agar kami bisa membantumu Seokmin-ah." Kata Wonwoo, dia sangat suka saat ini, bisa mengganggu Seokmin adalah sebuah kejadiaan yang langka.

"Sudahlah. Aku akan bilang jika dia menerimaku nanti." Kata Seokmin misterius.

-Yayaerma1-

Jihoon seperti biasa, duduk di bangku taman belakang sekolahnya. Menikmati angin yang berhembus, wajahnya merona merah, bukan karena marah ataupun malu, dia kedinginan, dia sedang berpikir tentang apa yang dikatakan Jeonghan sunbae kemarin, dia bingung kenapa dia tak bisa bilang saja jika dia sebenarnya menyukai namja sipit yang dia juluki Pabo Kwon itu. Dan seharian ini juga dia menunggu Soonyoung berbicara (bertengkar) lagi dengannya seperti yang biasa mereka lakukan. Tapi Soonyoung malah mengabaikannya, menganggapnya tak ada, bahkan dia jadi sangat pendiam di kelas.

"Kenapa aku jadi merindukanmu begini sih." Kata Jihoon gusar, dia mengusap kasar wajahnya.

"Siapa yang kau rindukan?" Tanya Wonwoo, namja emo yang tak sengaja lewat jalan taman belakang hanya untuk membeli minuman di dekat sana, dan beruntung dia bertemu Jihoon di tempat itu.

"Eoh? Aku tak merindukan siapapun." Kata Jihoon berbohong, dan tentu saja Wonwoo mengetahuinya.

"Kau pikir sudah berapa lama aku mengenalmu Jihoonie?" Kata Wonwoo.

"Sudah 10 tahun?"

"ya 10 tahun! itu waktu yang sangat cukup untuk mengenalmu luar dalam Jihoonie. Jadi jujurlah siapa dia?" Paksa Wonwoo.

"Sudah kubilang bukan siapa-"

"Lee Jihoon." Kata Wonwoo dengan penekanan penuh pada kalimat yang diucapkannya.

"Baiklah-baiklah, tapi kau tak boleh bilang pada siapapun termasuk si Kim itu." Kata Jihoon.

"Hmm.. baiklah, jadi siapa?" Kata Wonwoo tak sabaran.

"Pabo Kwon." Kata Jihoon, dan entah kenapa Wonwoo malah membalikkan tubuhnya mencari apa ada Soonyoung di dekat situ tapi dia tak menemukan siapapun.

"Kau kenapa jadi begitu?" Tanya Jihoon pada Wonwoo yang masih memutar kepalanya ke segala arah mencari seseorang yang dipanggil Jihoon Pabo Kwon tadi.

"Kau tadi bilang Pabo Kwon kan? Tapi aku tak ada melihat Soonyoung di sekitar sini." Kata Wonwoo dengan wajah tak bersalah.

"Aku tidak sedang memanggilnya." Kata Jihoon kesal, lalu memukul lengan Wonwoo yang dipukul mengaduh dan menatap Jihoon penuh tanya. "Maksudku, orang yang kurindukan itu adalah...Kwon Soonyoung." Ucap Jihoon dengan wajah memerah, kali ini dia malu, sangat malu.

"Hah?! Kau bohongkan Jihoonie? Kau sedang bercandakan?" Kata Wonwoo panik/? (*Author : kok Wonwoo jadi alay gini yah:""v)

"Aku serius! Kalau kau tak mau percaya, yasudah, lebih baik aku pergi saja." Kata Jihoon bersiap pergi meninggalkan Wonwoo.

"Jihoon-ah kau serius? Tapi kenapa? Sejak kapan?" Wonwoo mmebuatnya jengah, tadi dia sama sekali tak percaya padanya dan sekarang malah menghujamnya dengan banyak pertanyaan.

"Ya. Itu terjadi begitu saja. Aku tak tahu." Jawab Jihoon singkat. Wonwoo yang mendengarnya merasa tak puas dan bertanya lagi.

"Tapi aku ingin berhenti menyukainya." Kata Jihoon setelah dia lelah dengan pertanyaan aneh yang diajukan Wonwoo padanya.

"Kenapa?" Protes Wonwoo. Dia sangat merestui hubungan Jihoon-Soonyoung nanti tapi Jihoon malah ingin melupakan perasaannya?

"Setelah ciuman kemarin dia malah minta maaf padaku, jadi kupikir dia tak menyukaiku, dia juga bilang kalau ciuman itu tak ada maksud apapun." lirih Jihoon, dia masih ingat kejadian yang terjadi dalam 2 hari kemarin, yang membuatnya merasakan jatuh cinta dan patah hati dalam waktu singkat.

"Astaga Jihoon-ah, siapapun pasti akan minta maaf jika mencium seseorang yang masih bukan siapa-siapanya, mungkin saja kan Soonyoung sebenarnya-"

"Sudahlah Wonwoo-ya, jika dia memang menyukaiku, dia pasti akan bilangkan?" Kata Jihoon kesal, dan beranjak pergi dari sana.

"Jihoon-ah mianhaee." Seru Wonwoo, dia yakin jika Jihoon masih mendengar seruannya. "Aku hanya tak mengerti, kenapa kalian begitu sulit untuk disatukan sih, padahal kalian terlihat cocok saat bersama." Gumam Wonwoo dan ikut beranjak dari tempat itu dan pergi ke kelas untuk bertemu kekasihnya, mendengar Jihoon bercerita kalau dia merindukan Soonyoung, membuatnya ikut merindukan SiTiang kesayangannya.

-Yayaerma1-

Waktu berlalu begitu cepat, musim dingin sudah menyelimuti kota Seoul, Jihoon tidak terlalu menyukai musim ini, menurutnya dia tak cocok dengan udara dingin. Apalagi jika ada acara piknik sekolah, dia lebih memilih untuk tetap di asrama dengan pengahangat ruangan, tapi karena dia siswa teladan tentu saja dia ikut dalam acara piknik itu, meski hati kecilnya menyuruhnya untuk membolos.

"Jihoon-ah, di mana syalmu?" Tanya Jeonghan, sunbae yang sudah seperti ibu bagi beberapa orang terdekatnya ini sangat memperhatikan anak-anak angkatnya.

"Di dalam tas sunbae, aku akan memakainya saat di taman nanti." Kata Jihoon.

"Baiklah, asalkan kau bawa itu tak masalah, di dalam bus ada penghangatnya, jangan membuat dirimu kedinginan arra?" Kata Jeonghan lembut, dia sangat khawatir tadi, saat melihat Jihoon tak memakai syalnya, padahal udara sangat dingin hari itu, dia takut Jihoon akan terkena flu nanti, dia tak bisa menjaga Jihoon terus di tempat piknik nanti karena dia akan berbeda tujuan dengan Jihoon.

"Nde." Kata Jihoon disertai anggukan.

-di Taman-

"Anak kelas 2 tolong ke arah sini." Kata Cho Seonsaengnim.

"Ndee." Seru mereka dan mengikuti arahan dari Seonsaengnim.

"Jihoon-ah, apa kau tak membawa syalmu?" Tanya Wonwoo, ini waktu istirahat dan Wonwoo baru sadar kalau Jihoon tidak memakai syal.

"Aku lupa bawa." Kata Jihoon.

"Kau ini… bagaimana mungkin kau lupa? Kita masih harus pergi ke desa dekat sini, dan disana pasti sangat dingin." Kata Wonwoo yang tiba-tiba ingin melepas syal yang dipakainya.

"Tidak apa Wonwoo-ya, sebentar lagi kita masuk bus kan? Disana aku akan merasa hangat." Kata Jihoon dan mengajak Wonwoo pergi untuk masuk ke dalam bus.

"Tunggu dulu, Jihoon-ah, aku lupa Mingyu masih membelikanku makanan tadi, aku akan kembali setelah bertemu dengannya, kau tunggu saja di dalam bus." Kata Wonwoo dan pergi mencari Mingyu-nya.

Jihoon berjalan kembali ke tempat duduknya semula, sebelum dia duduk, dia melihat syal entah punya siapa, dan ada sebuah note di atas syal berwarna merah itu.

"Pakailah, kau akan kedinginan."

"Eoh? Bagaimana orang ini tahu aku tak membawa syalku?" Gumam Jihoon, matanya mengitari isi bus itu, dia menemukan ada seseorang yang sepertinya sedang tertidur di belakang bus itu, Jihoon tahu siapa itu, tapi meski begitu kakinya membawanya mendekati orang itu.

"Soonyoung." Panggil Jihoon.

"Hm?" Gumam Soonyoung, masih dengan mata tertutup.

"Apa kau tahu siapa yang meletakkan syal ini di tempat dudukku dan Wonwoo?" Tanya Jihoon, dan Soonyoung membuka matanya untuk melihat syal yang ditunjukkan Jihoon.

"Tidak tahu, aku tidur saja di sini jadi aku tak tahu." Jawab Soonyoung, Jihoon sedikit kecewa, dia sempat berharap Soonyounglah yang memberikan syal itu untuknya tapi ternyata bukan.

"Baiklah terima kasih Soonyoung-ah" kata Jihoon dengan nada sedih.

Seandainya kau tahu aku yang memberikan itu, apa kau akan senang Jihoonie? Batin Soonyoung, seandainya tadi Jihoon lebih memperhatikan Soonyoung mungkin dia akan tahu Soonyounglah yang memberikan syal itu, saat dia sadar Jihoon kedinginan karena tidak memakai syal saat berkeliling tadi dan saat waktu istirahat tiba dia langsung pergi berlari ke toko terdekat untuk membelikan Jihoon syal, itu agar Jihoon tak kedinginan lagi. Tangannya pun masih terasa dingin, wajahnya memerah karena kedinginan saat berlari, dia berbohong saat dia bilang dia hanya tidur di bus itu, padahal dia baru saja berpura-pura tidur saat Jihoon akan masuk ke dalam bus bersama Wonwoo tadi.

Tapi aku cukup senang, kau mau memakainya Jihoonie. Batin Soonyoung lagi, terukir senyuman tipis di wajahnya.

.

.

TBC

.
.

Balasan Review~

Rsty764 : maafkan author udah bikin hati kamu kretek2, gak panjang kok cuman lama ajah :v gak cuman Hoshi si Woozi juga :'V

KittyJihoon : sepertinya saya tahu ffnya yang mana kkkk~ hubungan mereka makin jauh tapi masih terikat :'v #baperbarengSoonHoon kkk~

Sonewbamin : maapkan author :"v sebenarnya author gk tega, tapi ini harus mereka musti ngejalanin jalan sulit dulu biar cinta mereka makin erat:'v tenang mereka pasti bkln bersatu meski entah kapan/? Diusahain selalu update cepet kok kkk~ luv u tooh/? #eh :v

Ntaekookie : nunggu yang lain jadian dulu baru mereka jadian kkkk~ diusahain secepatnya kkk~

Jung Heerin : kkkkk~ nih udah update lagi kkk~ masih belum waktunya :v mungkin Hoshi udah sering liat Woozi beraegyo :v si Woozi emang cuman bertingkah lucu di depan Hoshi :v dan cuman sama Hoshi juga senyumnya tuh senyum bahagia pake nget . trus trus si Woozi keknya paling sering dan cuman bisa Selfie ama Hoshi yah/?

JonginDO : kkkk~ mereka udah terlalu banyak sweet moment sekali-sekali kocak moment :v kkkk~ secepatnya SoonHoon bkln jadian kkk~ nunggu bang Seokmin nembak pujaan hatinya dulu lah sian kan belon punya pendamping/? :v mungkin 2-3 chapter lagi :'v

Kim ChenMin : kan eomma Junghan nyeremin kalo marah #tossbarengappaseungcheol #dijewereommajunghan :'v mereka perlu waktu buat saling jujur kkkk~ Verkwan ama Junhao di chap selanjutnya :v diusahain malming besok update/? :v

Inne751 : kkkk~ mereka emang gitu apalagi si Jihoon gengsinya duh udah selangit #dilempargitar :'v mereka berdua hanya takut untuk saling jujur :'v hmm meanie yah :'v marikita tunggu chapter selanjutnya kkkk~

Syahaaz: jangan kurung mereka ntar Woozi diapaapain sama Hoshi kan Hoshi Byuntae .

nadiyaulya02 : belum saatnya mereka bersatu kakak~ :'V

A Y P : ini udah lanjut kk~ makasih kkk~ :v

otokeLic: diusahain enggak ;'v yang baca aja gak kuat apalagi yang buat duh gak tega :''v

mongyu0604 : kkk~ review paling bikin ketawa :v iya mereka main cium aja plus bales2an pula :v Soonyoung hanya tak tahu jika Jihoon cmn gengsi bilang cinta :v mau tapi malu itu ya Jihoon :v diusahain fast update dan fast end :v Meanie sama Seunghan tunggu giliran lagi :v udah di demo Verkwan sama Junhao hiks :'v itu lagi abang Seokmin minta dibikinin adegan nembak sang pujaan hati :'v

Uhee : Soonyoung dia hanya bisa melihat Jihoon dari jauh meski dirinya begitu ingin merengkuh Jihoon-nya :'v tunggu chap selanjutnya yah diusahain besok malem update lgi kkk~

Makasih banyak yang udah mau Review, bikin semangat berkobar dan bisa nyelesein ceritanya dengan cepat kkk~

Gimana? chapter ini cukup panjangkan? Maaf belum bisa munculin Member lain :""v masih fokus sama ini dua orang dulu, takutnya di chapter depan ini dua orang bakalan muncul sedikit/? Karena member lain udah minta dimunculin kkkkk~ masih penasarankan gimana akhirnya ini anak dua? Dan alasan kenapa author kejem bikin mereka kelamaan berantem? Hmm~ mungkin biar member lain jadi punya waktu muncul di cerita ini kkkkk~ #dikeroyokSoonHoon :"v tapi ada yang penasaran gak siapa yang disukai Seokmin? Tunggu nanti yaa kkkkk~ author suka banget bikin rahasia soalnya :v #authorsokmisteriusbarengSeokmin
Okeehh sampai jumpa dichap depan~ Annyeong~~ #lambai²barengVerKwanJunHaoSeungHan :v

Don't forget Reveiwnya~ tap Follow and Fav this Story .