"Tunggu, jangan lupa berikan cincin itu pada Hatake Kakashi dan tuntaskan tugasmu dengan gadis itu, setelah selesai aku akan mengijinkanmu berbulan madu ke Hawai dengan Tenten Istrimu itu Akasuna no Sasori," ujar pemuda itu datar masih tanpa membalikkan posisinya.

Pria bernama Akasuna no Sasori itu menyeringai lebar, "Tentu saja Uchiha-sama, arigatou." Lalu pria itupun pergi meninggalkan sang atasan yang kini tengah menatap langit dengan tatapan sendu.

'Sebentar lagi, aku yakin sebentar lagi kau bebas dari kutukan itu.'


Enjoy Reading

BAB 4


oOo—

Brug!

Terlihat seorang wanita telah menutup pintu mobilnya dipelataran sebuah rumah mewah kawasan Tokyo tersebut. Wanita itu dengan angkuhnya mulai memasuki rumah itu tanpa hambatan, ya ... karena semua penjaga rumah mewah tersebut tentu tahu siapa wanita itu. Hm, tak lain dan tak bukan adalah Konan ... kekasih dari majikan mereka.

"Aa, selamat malam nyonya Konan. Apa anda mencari tuan?" ujar salah satu maid di rumah itu menyambut Konan dengan ramah. Konan hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, "Tuan ada di ruang kerjanya, silahkan masuk nyonya ... apa ingin saya antar?"

"Hm, tidak perlu. Biar aku sendiri saja Tenten," sahut Konan pada maid cantik bercepol tersebut, Tenten hanya mengangguk lalu mepersilahkan Konan berjalan melewatinya. Konan pun berjalan meninggalkan maid bernama Akasuna no Tenten tersebut yang kini tengah menyeringai dengan kedua bola matanya yang berubah warna menjadi merah pekat.

Tap, tap, tap!

Langkah kaki Konan begitu terdengar nyaring di koridor rumah mewah tersebut, melihat pintu coklat tua dihadapannya lantas saja Konan tersenyum lalu mulai membuka kenop pintu tersebut.

Cklek!

"Hallo sayang ..." wanita bersurai old blue itu langsung duduk mengangkang dipangkuan pria berambut hitam panjang setelah ia kembali menutup pintu ruangan tersebut. Pria itu tak menjawab tetapi kedua lengan kekarnya kini telah melingkar sempurna dipinggang wanita itu.

"Apa tugasmu sudah selesai hari ini pak manager?" tanya wanita itu dengan nada menggoda.

"Hm sudah selesai, ada apa Konan?" sahut pria itu datar namun terlihat jelas kilatan nakal dari kedua bola matanya yang bermanik kekuningan dengan garis vertikal sebagai pupilnya.

"Tidak apa-apa, hanya saja ..." Konan sengaja menghentikan kalimatnya, lalu dengan gerakan seduktif wanita itu mengulum salah satu jarinya. Orochimaru pria tersebut menyeringai, mengerti akan maksud wanita dipangkuannya itu.

Salah satu lengan Orochimaru yang bertengger dipinggang ramping itu perlahan turun hingga permukaan bokong Konan yang terasa bulat dan padat di kedua tangannya itu, ya ... wanita itu hanya memakai rok mini saat ini. Setelah sedikit mengusap dua bongkahan menggoda tersebut lantas dengan gemas Orochimaru meremas dan menekan kuat bokong wanita itu hingga miliknya yang sedari tadi menegang telah terjepit sempurna diantara selangkangan wanita itu yang masih terbalut celana dalam tipis bermodel thong.

"Ohhh ... kau nakal sayang," desah Konan ketika Orochimaru terus menekan bokongnya hingga permukaan miliknya begitu melekat intim di selangkangan pria tersebut.

"Ahh, ya kau tahu sendiri bagaimana aku bukan? Ayo gerakan pinggulmu sayang, terus gesekan milikmu!" ujar Orochimaru sedikit tersendat karena sensasi yang ia dapatkan di pusat tubuhnya itu.

Konan menyeringai lalu dengan senang hati wanita itu menggerakam pinggulnya dengan intens diatas pria tersebut, "Ahhnn- kau keras sayanghh, ohhh—" Konan semakin cepat menggerakan pinggulnya ketika merasakan tonjolan besar milik pria yang masih berlapis celananya itu berhasil menggesek klit-nya yang telah menenggang.

Sebelah tangan Orochimaru mulai merambat naik keatas lalu dengan kasar di remasnya dada bulat wanita itu hingga membuat Konan tersentak dan mendesah nikmat, sedangkan tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk terus menekan bokong wanita itu kearah selangkangannya.

"Ahhh— brengsek Konan turun! Buka bajumu dan biarkan aku menunggangimu sekarang!" ujar Orochimaru frustasi, dengan tergesa-gesa Konan pun menuruti perintah kekasihnya tersebut.

.

.

.

.

"Ahhn ... -ohh ... Oro-kun, lebih cepat ahnn—" Orochimaru tidak menjawab dirty talk dari wanita berhelaian biru tua yang tengah ia gagahi tersebut, tetapi Orochimaru dengan senang hati menambah kecepatan gerakannya. Ya, saat ini mereka berdua telah menyatu tanpa busana diatas meja kerja milik sang pria, karena dikejar nafsu mereka bahkan tak bisa berhenti hanya untuk berpindah tempat ke kamar untuk melakukan itu.

"Aghh— ... ahnn -ashh, please more ... more, be faster now ohhh, Orochimaru!" Konan terus saja mengerang nikmat, sedangkan pria di atasnya hanya bisa meneruti apa yang diinginkan wanitanya itu. Orochimaru menambah kecepatan hujaman miliknya yang keluar masuk dengan gerakan memutar di lorong pribadi wanita itu.

Wajah Konan memerah sempurna, tubuhnya pun mulai menegang sama halnya dengan Orochimaru yang kini hampir mencapai puncak, "Agghhh ... aku hampir sampai ..."

"Bersama, haah ..."

Brak!

Sing!

Zraaash!

"Ugh!"

"AAAARGGH!"

Bukan! Itu bukan suara penuh kenikmatan ketika dua orang yang tengah bercinta merasakan klimaksnya, akan tetapi teriakan tersebut terdengar seperti sebuah longlongan ketakutan yang keluar dari mulut wanita bernama Konan yang kini menatap sesuatu di atasnya itu dengan horror.

Orochimaru, pria itu kini tengah merintih kesakitan karena sesuatu, —ah lebih tepatnya sebuah tangan berkuku runcing tajam yang kini telah menancap sempurna tepat di jantungnya dari arah belakang tembus hingga kulit depan dadanya.

"Sex yang lumayan hebat eh manusia ular? Aa, sayangnya ini adalah sex terakhir dalam hidupmu!" ujar sang pemilik tangan itu datar dan dingin. —Sret! Dengan brutal seseorang itu kembali menarik tangannya yang sedari tadi menancap di dada Orochimaru dan tentu saja pria itu langsung menjerit histeris.

"Arggh!" Perlahan di sisa tenaga dan kesadarannya yang mulai menipis, Orochimaru mulai melepaskan diri dari Konan yang kini tengah mematung dengan tubuh bergetar hebat. Membalikan tubuhnya yang polos tanpa busana ke belakang dan, —DEG! Mata Orochimaru terbelalak lebar melihat siapa pelakunya.

"Ugh ... Te-Tenten? Ada apa yang kaulakukan hah maid BRENGSEK!" teriak Orochimaru penuh amarah walau dalam hati Orochimaru begitu heran kenapa suara Tenten seperti suara seorang pria? Sedangkan sang tersangka kini hanya berdiri angkuh dihadapannya dengan sebelah mata merah pekat dan sebelah mata yang lain berupa manik bergaris ungu dengan enam tamoe ditengahnya kini menatapnya tajam.

"Tenten? Hn, untuk saat ini aku bukanlah Tenten. Akan tetapi ... aku adalah malaikat mautmu!" ujar Tenten dingin dengan suara bass khas pria. Ya, karena dalam tubuh Tenten ada seseorang yang tengah meminjam raganya. Siapa lagi jika bukan sang Vampire?

"SHIT! Pergi dariku siapapun kau!" Orochimaru mulai melangkah keluar berencana untuk kabur meninggalkan makhluk itu tanpa memperdulikan tubuhnya yang telanjang bulat dan, —Konan.

Sing! Tiba-tiba saja tubuh Tenten berada tepat dihadapan Orochimaru dalam satu kedipan mata saja, "Hn, tak semudah itu kau lari dariku!" mata Orochimaru terbelalak lebar, Tenten menyeringai lalu mengangkat salah satu tangannya dan, —Zrassssh! Jantung Orochimaru telah terkoyak habis dalam satu genggaman tangannya. Hening ... ya, Orochimaru telah mati dalam kondisi yang sangat mengenaskan.

Dengan sangat perlahan Tenten membalikkan tubuhnya kebelakang dan pada saat itu pula ia menyeringai buas melihat seorang wanita tengah meringkuk ketakutan tanpa busana. Dan dalam waktu hitungan detik tubuh Tenten telah berada dihadapan Konan.

"Hikss ... jangan bunuh aku, kumohon," mohon Konan dengan uraian air mata.

Tenten menatap wanita itu tajam dan dingin, "Terlambat jalang! Seharusnya kau pikir terlebih dahulu untuk menyiksa puteri tirimu itu, ini adalah akibat yang harus kau terima," ujarnya dengan seringaian Iblis. Mata Konan terbelalak lebar mendengar panturan dari mulut Tenten, Tenten mulai membuka mulutnya dan menampakan taring panjang nan tajam itu. Lalu dalam hitungan detik terdengarlah raungan pilu dari ruangan itu memecah kesunyian malam yang menjadi saksi bisu berakhirnya hidup dua orang dari ribuan manusia laknat di muka bumi ini.

-oOo-

.

.

.

.

-oOo-

'Tou-san lihat nilai ulangan Saki sempurna, ayo kita ke taman bermain seperti janji Tou-san yang akan mengajak Saki ke taman bermain jika nilai ulangan Saki sempurna.'

'Wah puteri Tou-san hebat! baiklah kita akan bermain sepuasnya hari ini.'

'Yeay! Kaa-san ayo kita pergi ke taman bermain sekarang!'

'Haha iya-iya ayo sayang, terima kasih sudah menepati janjimu kepada puteri kita Kashi-kun.'

'Ya sama-sama sayang, aku akan memberikan apapun yang puteri kita inginkan.'

'Aku mencintaimu Kashi ...'

'Aku juga mencintaimu Karin ... sampai kapanpun!'

'Terimakasih, jika aku pergi nanti tolong jaga Sakura dengan baik ya Kashi?'

'Kenapa kau berbicara seperti itu? kau tidak akan pergi kemana-mana Karin!'

'Berjanjilah apapun yang terjadi jangan pernah tinggalkan Sakura sendirian,'

'Karin kau-'

'Kumohon ...'

'Baiklah, aku janji akan menjaga Sakura sampai kapanpun.'

'Terimakasih Kashi, aku harap kau tidak akan mengingkari janjimu.'

.

.

Pria berambut putih itu terlihat tengah termenung dipojok ruangan pengap dan dingin ini, tubuhnya yang kurus ia senderkan di dinding kumuh di belakangnya. Kedua onyx pria tersebut terlihat redup dan kosong, pikirannya setahun belakangan ini tak pernah lepas dari bayangan gadis cantik berhelaian merah muda dan wanita berambut merah terang yang paling ia cintai tengah tersenyum padanya. Tentunya perasaan bersalah dan penyesalan kian menyeruak dirongga dadanya.

"Maafkan Tou-san Sakura ... maafkan aku Karin," pria itu Hatake Kakashi terisak pelan ketika mengingat bahwa dirinya telah mengingkari janjinya dan membuat puteri yang Istrinya titipkan itu hidup menderita dengan wanita brengsek pilihannya.

Ya kau pun sama brenseknya, 'kan Kakashi?

Ingatan Kakashi kembali pada dua tahun yang lalu. Ya, saat Kakashi bertemu dengan wanita cantik berambut biru tua bernama Konan di bar. Setelah setahun lamanya Kakashi di tinggalkan oleh sang Istri ia sering ke bar untuk melampiaskan kerinduannya pada mendiang Istrinya.

Dari sana Kakashi mengenal sosok Konan yang menurutnya tak layak menjadi seorang pelacur karena sifat Konan yang lembut dan perhatian, maka dari itu Kakashi tanpa pikir panjang menikahi wanita itu tanpa meminta persetujuan Sakura.

Masih teringat dengan jelas dibenak Kakashi wajah Sakura yang menyiratkan kekecewaan dan tatapan serat akan lukannya ketika Kakashi membawa Konan sebagai Istri barunya, tapi dengan bodohnya ia mengabaikan tatapan puteri semata wayangnya itu dan dengan brengseknya lagi ia langsung meninggalkan Sakura memasuki kamarnya lalu bercinta dengan penuh nafsu tanpa memperdulikan jika suara desahan dan decitan ranjang terdengar begitu kentara di kedua telinga Sakura yang saat itu menangis tersedu akan kelakuan brengseknya tersebut.

Enam bulan pernikahan Kakashi dengan Konan berjalan dengan baik tanpa hambatan, namun Kakashi begitu murka ketika mengetahui ternyata tujuan Konan mau menikah dengannya adalah untuk menjebaknya.

Konan ia adalah wanita suruhan Orochimaru sahabat sekaligus rival Kakashi dikantor, ya Orochimaru begitu murka ketika dirinya kalah dari Kakashi dalam bersaing mendapatkan posisi General Manager dikantornya dan dengan liciknya Orochimaru mengirim Konan untuk menjebak Kakashi dalam kasus penyelundupan narkotika yang nyatanya dilakukan oleh Orochimaru sendiri.

Akibat kebodohannya sendiri kini Kakashi tak dapat menjaga Sakura, bahkan ia tidak sanggup membayangkan bagaimana kehidupan Sakura saat ini.

Bugh!

"BRENGSEK! BODOH KAU HATAKE KAKASHI! Sakura maafkan Tou-san-mu yang bodoh ini ... Sakura, semoga kau baik-baik saja di sana sayang." Dengan amarah memuncak Kakashi meninju lantai yang ia duduki, lagi-lagi pria itu terisak dalam penyesalannya. Tiba-tiba...

Ckrek!

Jeruji besi itu terbuka oleh seorang polisi ber-name tag Juugo, "Hatake Kakashi hari ini anda bebas." ujar polisi bertubuh tinggi besar itu seraya tersenyum tipis.

Kakashi berdiri dengan kaku, "Be-benarkah? Ba-bagaimana bisa?" tanyanya tak percaya.

Polisi bernama Juugo itu menghampiri Kakashi dan menuntunnya keluar dari jeruji besi itu lalu mulai menjelaskan seraya berjalan berdampingan menuju kantor kepala kepolisian, "Maafkan kami yang telah lancang menangkap anda tuan Hatake, kami telah mengetahui siapa pelaku penyelundupan narkotika yang sebenarnya," ujarnya mengejutkan Kakashi.

Kakashi memicingkan matanya tak percaya, "Bagaimana bisa kalian mengetahui siapa dalang semuanya? Bukankah semua bukti tertuju padaku?"

Juugo menghela napasnya pelan, "Kami mengetahuinya dari seorang pengacara yang mengaku sebagai pengacara anda, Akasuna no Sasori ia memberikan barang bukti berupa video sisi tv yang menjadi saksi bisu transaksi penyelundupan narkotika yang sang pelaku lakukan. Dia adalah Orochimaru, tapi ketika kami hendak menangkapnya Orochimaru ditemukan tewas dikediamannya dengan luka cabikan diarea jantungnya serta kami juga menemukan mayat seorang wanita berambut biru tua sebahu di samping mayat Orochimaru," ujarnya panjang lebar dan penjelasan dari polisi berambut orange itu membuat Kakashi melebarkan kedua matanya tak percaya.

"Orochimaru tewas dan wanita itu apakah ia bernama ... Konan?" tanya Kakashi sedikit berharap jika itu benar Konan.

Juugo menatap Kakashi bingung, "Ya anda benar wanita itu adalah Konan, apa anda mengenalnya?"

Kakashi menghembuskan napas lega ketika tahu bahwa wanita jalang itu tewas, "Tidak aku tidak mengenalnya." ujarnya datar, senyum tipis menghiasi wajahnya yang masih terlihat tampan itu.

'Kau pantas mati jalang dan Sakura sebentar lagi kita akan bertemu, Tou-san merindukanmu ...' batin Kakashi dengan hati yang berbunga.

Sisa perjalanan menuju ruang kepala kepolisian itu dihabiskan dalam hening, ketika sampai tepat di depan pintu ruangan tersebut Juugo menghentikan langkahnya, "Ah ya tuan Hatake, pengacara anda telah menunggu anda diruang kepala kepolisian, silahkan masuk." Kakashi hanya mengangguk walau dalam hati ia merasa heran siapa sebenarnya pemuda baik hati itu.

.

.

.

.

"Emh ..." Terdengar suara lenguhan seseorang di sebuah kamar bernuansa softpink itu, —ah lebih tepatnya di sebuah ranjang berukuran sederhana dikamar tersebut terlihat seorang gadis berhelaian merah muda sepunggung tengah menggosok kedua matanya karena silau cahaya matahari yang menerobos masuk melewati tirai putihnya.

Ya, ia adalah Hatake Sakura. Sakura merengangkan otot-ototnya yang terasa kaku, ia membuka matanya perlahan dan udara pagi langsung berhembus masuk melalui jendela kamarnya. Entah mengapa tubuhnya terasa ringan dan segar, pikirannya pun terasa tenang. Sakura tak pernah merasakan perasaan ini sejak Ibunya masih hidup dulu, ya ... sekarang rasanya beban yang selama ini ia tanggung telah menghilang entah kemana.

Deg!

Sakura melihat sekelilingnya, —tunggu! bukankah ini kamarnya? Dahinya mengerenyit mecoba mengingat sesuatu dan —ting! Seingatnya malam tadi ia tengah bercumbu bersama mahluk Vampire bernama Suke itu, 'kan? Sakura mencoba memeriksa tubuhnya, pakaian tidur lengkap tak kurang satu pun dan selangkangannya pun tak terasa sakit, hey Sakura masih gadis jadi kesimpulannya adalah ; jika Vampire itu telah menidurinya bukankah organ vitalnya akan terasa sakit dan perih? Tapi kenapa ia tak merasakan apapun? Sakura yakin Vampire itu tidak benar-benar menidurinya. Apa ... apakah itu hanya mimpi? pikir Sakura gusar.

Tanpa membuang waktu lagi Sakura melangkah ke kamar mandinya untuk membersihkan diri setelah itu ia harus berurusan dengan Ibu tirinya di meja makan dan terakhir ia harus bergegas ke Sekolah.

Sakura bercermin sebentar dan setelah melihat tidak yang kurang akan penampilannya saat ini Sakura pun keluar kamar, menuruni anak tangga menuju ruang makan dengan langkah perlahan. Jujur saja Sakura masih takut, bagaimana jika ada lima pria brengsek seperti di dalam mimpinya? Ya, Sakura menyimpulkan kejadian mengerikan tersebut hanyalah mimpi ... ya! Hanya sebuah mimpi, Sakura terus meyakinkan dirinya itu semua adalah mimpi atau delusi-nya saja.

Setelah sampai di ruang makan Sakura melihat beberapa makanan kesukaannya telah tertata rapi di meja. —tunggu! Makanan kesukaan? Sakura yakin Ibu tirinya tidak mungkin memasak makanan kesukaannya, 'kan? Maka dengan perlahan Sakura melangkahkan kakinya menuju dapur dan —DEG! Jantungnya seakan berhenti berdetak saat itu juga ketika melihat seorang pria berhelaian perak dengan bentuk melawan gravitasi tengah memunggunginya karena sibuk dengan masakannya.

Mata Sakura terasa panas, bahkan napasnya mulai tak teratur. Mulut Sakura terbuka tapi tak satu patah kata pun keluar dari mulutnya. Dan —tes! Cairan bening itu pun mulai menyeruak keluar dari kedua matanya.

"Tou-san ..." lirihnya sendu, pria itu perlahan membalikkan tubuhnya dan tersenyum haru melihat puterinya yang kini tengah menatapnya tak percaya, "Tou-san? Tou-san ..." hanya itu yang keluar dari mulutnya.

Hatake Kakashi pun mengeluarkan air matanya lalu merentangkan kedua tangan kekarnya, "Ya ... ini Tou-san Saki ... kemarilah," tanpa membuang waktu Sakura lantas berlari dan —bruk! Memeluk tubuh Ayahnya erat.

"Hikss, benarkah ini Tou-san? Ya Tuhan benarkah? Hikss," tangis Sakura semakin pecah ketika Kakashi balas memeluk tubuhnya erat.

"Ya sayang, ini Tou-san ... maafkan Tou-san Sakura, maafkan Tou-san," ujar Kakashi dengan suara getir, tak tahan akan emosinya pada akhirnya tangisan Kakashi pun terdengar. Sakura semakin mengeratkan pelukannya lalu menggelengkan kepalanya.

"Tidak, Tou-san sudah cukup ... itu hanya masalalu hikss, sekarang aku sangat bahagia karena Tou-san telah pulang. Jangan tinggalkan Sakura lagi ya Tou-san ..." ujar Sakura di sela tangisannya.

"Ya tidak akan lagi Sakura," sahut Kakashi mantap dengan air mata yang tak pernah berhenti mengalir, ya ... kini pria itu sungguh sangat bahagia. Puteri kecilnya, malaikat kecilnya telah berada di dekapannya kembali.

Setelah puas menumpahkan rasa rindu masing-masing kini Sakura dan Kakashi telah duduk di meja makan untuk sarapan. Kakashi terkekeh geli melihat Sakura yang menyantap sarapanya dengan buas seperti tak pernah makan selama seminggu.

"Haha pelan-pelan saja Sakura, makanan itu tidak akan lari darimu," ujar Kakashi lembut seraya mengusap helaian softpink puterinya itu penuh kasih.

Sakura menelan sisa makanannya pelan, "Haah, Tou-san harus tahu ini adalah sarapan paling enak selama tiga tahun terakhir ini. Tou-san tahu sendiri, 'kan? Kaa-sa— tunggu! Tou-san di mana Ka—"

"Sttttt, jangan panggil Konan dengan Kaa-san lagi Sakura, karena Kaa-san-mu hanya satu yaitu Karin! Dan apa kau belum tahu Saki? Konan telah meninggal tiga hari yang lalu," ujar Kakashi sedikit heran karena Sakura yang seperti tidak tahu apa-apa. Padahal ketika ia pulang tadi malam, Kakashi melihat Sakura tertidur dengan mata sembab. Kakashi pikir mungkin Sakura menangis karena ditinggalkan oleh seorang Ibu untuk yang kedua kalinya, ya walaupun Kakashi tidak yakin dengan isi pikirannya sendiri.

"Uhuk! Uhuk! Apa? Ka—ah maksudku Konan Ba-san meninggal? Bagaimana bisa bukanka—" DEG! Mataku sukses terbelalak lebar ketika mengingat sesuatu.

"Kau makhluk Vampire dapat mengabulkan permintaanku bukan?"

"Akhirnya kau datang juga nona Hatake, bukankah kau tidak akan pernah datang kemari apapun yang terjadi?"

"Aku tarik sumpahku itu dan kumohon ... kabulkan keinginanku. Sungguh aku sudah sangat lelah hikss ...,"

"Hn, aku adalah Vampire yang akan mengabulkan permohonanmu, tapi kau tahu bukan? kau harus memberikan sesuatu sebagai imbalannya, apa kau bersedia?"

"Ya aku bersedia! Apapun itu akan aku berikan dan kau harus mengabulkan keinginanku!"

"Hn."

Bayangan-bayangan itu terus berputar dikepalaku saat ini, ja-jadi saat itu ... bukan mimpi? Ya Tuhan ... jadi aku telah melakukan persekutuan dengan Vampire itu?

"Ya, Konan dan Orochimaru Ji-san meninggal dikediaman Orochimaru Ji-san, polisi mengatakan bahwa mereka korban pembunuhan. Sampai saat ini polisi belum menemukan siapa pelakunya, dari sanalah Tou-san dinyatakan tidak bersalah tentang narkotika jadi mereka langsung membebaskan Tou-san."

DEG!

"..." Aku hanya diam mendengar penjelasan Tou-san, jantungku seakan berhenti bedetak. Jadi? Suke ...

"Sakura kau tidak apa-apa?" Kulihat Tou-san tengah menatapku khawatir.

Aku mengangguk kaku, "Aa, jadi begitu? Ya aku baik-baik saja Tou-san, jangan khawatir," sahutku berusaha setenang mungkin. Tou-san mengangguk mengerti lalu kembali menyantap sarapannya.

Aku pun kembali menyantap sarapanku dengan pikiran berkecamuk. Suke ...

"Nghh ... khaahh ... haah ... emh ... hnnh ..."

"Hn ... Ahh ...,"

"Biarkan aku membersihkan tubuhmu dari sentuhan pria-pria bajingan itu nona Hatake."

"Nikmatilah sentuhanku hime."

Wajahku memanas ketika kembali bayangan ketika bercumbu dengan Vampire itu tercetak jelas di kepalaku. —Haah, kuhembuskan napasku pelan lalu kembali memikirkan kejadian ini. Hmm ... Konan dan Orochimaru mati, Tou-san telah bebas ... jadi Suke menepati janjinya padaku? Tapi jika benar mengapa ia tidak menyetubuhiku? Bukan berarti aku ingin disentuh olehnya. Maksudku, bukankah Hinata juga menyerahkan tubuhnya sebagai timbal balik? Lantas apa yang Vampire itu inginkan dariku jika ia tak menyetubuhiku? Malam itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi setelah aku merasakan sesuatu keluar dari kewanitaanku untuk pertama kalinya selama aku hidup karena saat itu tiba-tiba semuanya gelap.

Ini benar-benar aneh. Aku harus ke menara itu lagi sekarang untuk menanyakan apa yang sebenarnya ia inginkan. Ya, aku harus kesana.

.

oOo—


A/N : Hai minna, maaf ya fanfic ini baru update sekarang :3 saya lagi banyak tugas soalnya maklum saat ini saya berada di tingkat akhir Konoha High School -ekhemkonohanyacoretekhem- ... belum lagi fanfic-fanfic saya yang terabaikan :3 Oke semoga puas untuk chapter ini ya. Ah ya disini Sasu ngga muncul karena saya lagi ngebahas masalah Saku dulu :D Saya ngga periksa ulang jadi kalo masih ada typo mohon dimaklumi ya. Terimakasih, jaa ne!

.

.

.

.

.

Balasan Review:

Asiyah Firdausi : Eh? Udah baca yang Korea? Emang ada fanfic Korea yang kaya gini? Saya ngga tau malah :3 ... Review lagi?

Y O G : Bingung? Makanya ikuti terus ceritanya ya :) Ini udah lanjut, review lagi?

heni lusiana 39 : Ini udah update, maaf ya ngga bisa update kilat soalnya fanfic saya yang lain juga belum pada kelar :v Review lagi?

citynoerelach sabel : Hahaa capslock jebol tuh xD penasaran 'kan? makanya ikuti terus ceritanya :D Review lagi?

lovelly uchiha : Haha iya APAPUN -lol ... ini udah dilanjut ... review lagi :)

Eagle Onyx 'Ele : Heuuu kenapa baru review? :v yaudah ga papalah, ini udah update ... review lagi loh ya xD

Animea-Khunee-Chan : wuaaaah pertanyaan kamu banyak banget xD Ikuti terus kisah ini ya nanti semua pertanyaan kamu akan terjawab ko :) Tenten bukan dijodohin sama Sasori tapi Tenten itu ISTERI Sasori :D review lagi?

hanazono yuri : Haha maaf ya senpai lemonnya SasuSaku aku save buat nanti #GarukPala. Ini udah update, review lagi ya senpai :)

cherryl sasa : Haha iya itu Sasuke :) nanti semua pertanyaan kamu terjawab ko maka dari itu ikutin terus ceritanya ya.

Ah ya kamu nanyain Vampire itu ada atau ngga 'kan? oke saya akan menjelaskan sedikit tentang Vampire, jadi Vampire sebenarnya adalah sebuah keturunan raja Rumania yang memiliki penyakit kelainan Porphyria (silahkan cari tahu penyakit itu di google ya xD) dan melakukan ritual meminum darah segar manusia baik itu mayat ataupun yang masih hidup sebelum melakukan peperangan. Namun karena jasa Vlad Dracul dan Vlad Tepes III dalam peperangan dianggap oleh bangsa tertentu besar(Dulu Vlad Dracul dan Vlad tapes adalah kesatria perang di Rumania) maka keburukan-keburukan mereka disembunyikan sehingga diciptakanlah legenda Dracula atau Vampire yang seperti di film2 sekarang.

Nah ngerti ngga? Semoga ngerti ya :D oke review lagi ya :)

Aeni : Wahahaaaa :D pertanyaanmu banyak juga ya :p Di chapter ini SasuSakunya belum berinteraksi lagi soalnya saya lebih memfokuskan kearah masalah Saku dulu :) Udah update, review lagi?

Kao Mitsu : Ahahaaa makasih udah R&R ... ini udah update :) Review lagi ya :D

Jeong Daisuke : Hehe kamu itu kamu tahu :D Ini udah update, review lagi?

Restychan : Iya ini udah saya lanjut :) Review lagi?

Manda Vvidenarint : Ahaha iya Suke itu Sasuke xD saya juga aneh sih, tapi itu udah jadi tuntutan cerita :) Ga bisa panjangin words lagi, ini udah maksimal ... Review lagi?

SasuSaku Shipper : Ini udah lanjut, review lagi ya? :)

Guest(1) : Wah kamu pinter ya udah bisa nebak :) Review lagi?

ikalutfi97 : Iya ini udah update, maaf ya ga bisa kilat :) Review lagi?

yosikhan amalia : Iya ngga papa yang penting kamu udah mau review :) Hehe ya ... itu Sasuke ayam xD Ini udah dilanjut, review lagi ya?

ChintyaMalfoy : Wah kamu suka? Syukur deh :) Err ... btw itu semangka atau semangat ya? xD makasih ya ... Review lagi?

Haruka Smile : Yaaa kamu kenapa baru review chapter ini? #Buangmuka. Piece xD Ngga papq asal review aja ya ... apa yang direncanain Saso sama si Uchiha-sama itu? Emh ... masih rahasia xD Review lagi yaa ?

kim la so : Hehe maaf ya ngecewain, di sini Tenten emang Isteri Sasori xD Review lagi?

Izmiie Exo Love Se'Chan : Aduh maaf ya ngga bisa update kilat soalnya fanfic saya banyak yang belum kelar :3 Sebelumnya makasih banyak udah R&R ... review lagi?

Guest(2) : Iya ini udah dilanjut :) Review lagi ya?

jenniferluciana : Wah kamu reader baru ya? Beruntung untuk kamu nih ... baru review udah saya update langsung chapter empatnya sekarang :D review lagi ya?

YashiUchiHatake : Yaaaa masa ngga tahu Suke itu siapa? ituloh yang rambutnya bermodel bak bokong unggas #ups -lol

Ini udah update, review lagi oke?