Chapter 4
Flashback
Bruk!
Sasuke menengokkan kepalanya kebelakang, memastikan bahwa orang yang ditabraknya masih hidup. Ia melihat seorang gadis mungil yang masih dalam keadaan duduk mengaduh kesakitan.
" Maaf " ucap Sasuke datar. Baru saja Sasuke melangkahkan kaki pergi ia mendengar bentakan.
" HEH...! KAU! JANGAN MENTANG-MENTANG UCHIHA KAU BISA MELAKUKAN SEENAKMU YA" gadis itu sekarang sudah bangkit. Matanya berkilat-kilat marah.
Sasuke hanya mengernyit. Bingung mau bagaimana menanggapinya. Bahkan wanita yang dianggap galak oleh teman-temannya seperti Sakura, tidak pernah meninggikan suara apalagi membentaknya.
" Aku kan sudah minta maaf " jawab Sasuke kalem.
" KAU PIKIR MAAFMU BISA MEMBUAT TAKOYAKI KU YANG BERHAMBURAN KEMBALI LAGI KETEMPATNYA, HAH?" gadis itu berteriak kencang sampai-sampai orang-orang disekitar menghentikan kegiatannya untuk menonton.
Sasuke hanya bisa ternganga. Bagaimana tidak, gadis ini tau dia Sasuke Uchiha, mantan missing nin sekaligus hero konoha. Memang sekarang Sasuke masih berstatus tahanan, kemana-mana pun masih di ikuti anbu. Tapi bagaimana mungkin gadis ini bisa mengamuk karena takoyakinya berhamburan ditanah karena ditabrak Sasuke. Hmmm mungkin ini trik baru yang digunakan penggemarnya untuk menarik dirinya, pikir Sasuke.
" Bagaimana kalau kau aku traktir makan takoyaki di kedai itu" kata Sasuke sambil menunjuk salah satu kedai takoyaki yang ramai.
" KAU PIKIR KAU BISA MENYOGOKKU DENGAN MENGAJAKKU MAKAN TAKOYAKI BERSAMA! " sembur gadis itu sengit. Suaranya kini makin meninggi. Sampai-sampai Sasuke melompat kebelakang karena kagetnya.
Sasuke sekarang bingung mau bagaimana lagi, padahal ia yakin penggemarnya pasti tidak akan menolak ajakan makan bersama kan. Sasuke berpikir ini sudah diluar kendalinya.
" Sudah lah aku sibuk, nanti aku akan mengganti kerugianmu, kirim kan saja alamat rumahmu ke apartemenku, nanti malam aku akan ganti takoyakimu, 2 kali lebih banyak dari yang sudah jatuh itu" ucap Sasuke cuek.
Sasuke bisa melihat perubahan raut wajah yang sangat drastis dalam waktu sepersekian detik. Dari wajah beringasnya lalu berubah menyeringai menantang lalu menjadi wajah memelas dan mata berkaca-kaca.
" huaaaa...hiks... hiks... hiks... pa..pa..dahal takoyaki ini aku buat sendiri...hiks untuk nee-chan ku yang sedang sakit hiks...hiks..." gadis kecil itu menangis sambil memunguti takoyaki yang berserakan ditanah dan memasukkannya kembali kewadah yang ia bawa, sangat dramatis.
Kalau tadi hanya sebagian besar orang yang memperhatikan interaksi Sasuke dengan gadis itu, sekarang hampir SEMUA orang memperhatikan mereka. Sasuke bisa melihat orang menunjuk-nunjuknya, mereka berbisik-bisik bahwa Sasuke telah membuat gadis kecil yang lemah menangis, mereka menyebut Sasuke pria tak bertanggung jawab.
" Sial " rutuk Sasuke. Dia yang tengah bersiap kabur dari anak setan itu pun terpaksa mendekatinya.
" Apa mau mu?" Sasuke berbisik pada anak yang masih memunguti takoyaki itu dengan lemah lembut.
" Aku mau kau membantuku membuat takoyaki ini lagi HUAAA HIKS HIKS" jawab gadis itu juga berbisik, ia masih meneruskan aktingnya memunguti takoyaki itu sambil menangis. Sasuke membelalakkan matanya.
"Kau pikir aku koki"
" Kau pikir aku juga koki!...kalau aku koki...aku tidak akan memintamu bertanggung jawab...kalau aku koki akan kubuat lagi yang baru sendirian HUAAA HIKS HIKS" Sasuke dan gadis itu bercakap-cakap dengan berbisik-bisik. Tapi gadis itu selalu mengeraskan suara ketika menangis sesunggukan.
" Baik..baik...aku akan turuti semua maumu asal kita cepat pergi dari sini" kata Sasuke panik melihat orang-orang berkerumun dan berbisik-bisik mengenai dirinya.
" BENARKAH NII-SAN AKAN MEMBANTUKU MEMBUAT TAKOYAKI YANG BARU?" kini mata gadis itu bersinar-sinar, ia menangkupkan kedua tangannya sebagai tanda kagum. Suaranya sengaja dikeraskan agar orang-orang yang sedang menonton mendengarnya.
" Ya akan ku bantu" jawab Sasuke pasrah.
"Trimakasih nii-san yay..." kata gadis itu sambil memeluk Sasuke. Sasuke yang dipeluk tiba-tiba kaget.
"Apa yang kau lakukan?" bisik Sasuke
"Ini agar orang-orang percaya bahwa masalah ini sudah selesai, kau tidak mau di cap sebagai orang yang menindas gadis mungil, manis, tak berdaya seperti aku kan?" bisik gadis itu kalem.
Setelah itu Sasuke pun sibuk membawa barang belanjaan untuk membuat takoyaki, si gadis hanya menunjuk ini dan itu, Sasuke langsung mengambil barang yang ditunjuk dan membayarnya di kasir. Beberapa orang hanya menganga melihat sang Uchiha yang terkenal menjadi semacam pesuruh untuk gadis mungil itu. Memang gadis itu tidak terlalu kecil, tingginya hanya sampai sebahu Sasuke, tapi melihat perawakan Sasuke yang kekar sementara tubuh gadis itu begitu semampai, gadis itu terlihat mungil jika berjalan disamping Sasuke.
" Apakah bahannya masih banyak yang kurang?" tanya Sasuke, kakinya pegal-pegal mengikuti gadis itu berbelanja, padahal jika latihan ia bisa bertahan sampai berjam-jam.
"mmmm... sepertinya sudah lengkap" kata gadis itu tenang
"Sekarang saatnya memasaaaak..."kata gadis itu bersemangat, "KAU!" gadis itu membentak sambil menunjuk kearah Sasuke, "ikuti aku, ikuti petunjukku dan jangan sampai membuat kesalahan saat membuat takoyaki nanti... MENGERTI!"
" hn "Sasuke merutuk dalam hati, ia berniat berlatih dengan Naruto, sekarang ini malah terjebak dengan anak setan yang licik dan merengek minta bermain masak-masakan.
###
Saat masuk kekediaman hyuga, Sasuke melihat beberapa orang yang berpapasan dengannya menunduk memberi hormat pada gadis disampingnya. Saat masuk ke area dapur, gadis itu menyuruh beberapa pelayan yang sedang membersihkan dapur untuk pergi.
" kau sepertinya dihomati sekali disini" kata Sasuke membuka obrolan
"hmmmm..." gadis itu sepertinya hanya setengah mendengarkan apa yang dikatakan Sasuke.
Sekarang ia malah sibuk menakar ini itu sambil menggumamkan kalimat-kalimat yang Sasuke yakini sebagi resep takoyaki.
" KAU !" tiba-tiba Sasuke yang dibentak oleh gadis itu melonjak kaget, " campur adonan ini sampai rata oke! Kalau kira-kira adonannya kurang air katakan padaku, aku yang akan menambahkan air itu ke dalam adonan" ia melirik Sasuke tajam, "Jangan sampai salah, AWAS kalau sampai salah" ancamnya.
Tanpa Sasuke sadari, Sasuke mulai membuka diri pada gadis itu, jika dulu ada yang mengatakan bahwa ada suatu waktu saat di masa depan dia akan berada di dapur hyuga, bertengkar dengan seorang gadis berapa banyak tepung terigu yang perlu ditambahkan untuk membuat takoyaki, ia kan memberikan chidori pada orang itu. Tapi sekarang ia harus mengakui bahwa memasak adalah hal yang menyenangkan, atau tepatnya memasak sambil menggoda gadis mungil yang satu ini sangat menyenangkan.
"Ehm...ehm..." sementara mereka berdebat mengenai bumbu gurita yang akan dibakar tiba-tiba terdengar suara deheman dari belakang. Sasuke dan gadis itu melonjak kaget.
" Sepertinya kau sedang sibuk sekali Uchiha san, sampai-sampai kau tidak merasakan aku memasuki ruangan ini sampai aku mengeluarkan suara" kata orang berambut panjang berwarna coklat itu datar. Mendengar apa yang orang itu katakan Sasuke malu sendiri, gadis disampingnya ini ternyata menyita perhatian penuh darinya.
"Ayah..." seru gadis itu sambil memberi hormat
" Apa yang kau lakukan Hanabi? Seorang pewaris pimpinan klan hyuga tidak pantas berpakaian lusuh seperti itu" tegur ayahnya
"Ini hanya tepung ayah, akan Hanabi bersihkan kalau takoyakinya sudah matang" jawab Hanabi datar. Sasuke melirik gadis itu heran, kemana sifat anak setannya. Begitu ayahnya datang ia langsung jadi tuan putri yang anggun. Sasuke mengingat bahwa gadis disampingnya itu benama Hanabi, dan ia adalah pewaris klan hyuga. Berarti orang yang didepannya adalah kepala klan hyuga sekarang.
" Maafkan saya hyuga san, tadi saya tidak sengaja menabrak putri anda. Takoyaki buatan putri anda jatuh semua, jadi sebagai rasa tanggung jawab saya, saya menawarkan diri membantunya membuat takoyaki yang baru" jelas Sasuke.
Sasuke sempat mendengar Hanabi mendengus.
" Begitu?" tanya Hiashi datar. Astaga apa dia juga terlihat seperti ini kalau bersama-sama temannya. Kalau cara berbicara dan membawa dirinya mirip Hiashi, teman-temannya pasti berpikir ia orang yang membosankan. Sekarang saja ia melihat Hiashi sebagai orang yang membosankan Sasuke merutuk dalam hati.
" Aku ingin membuatkan takoyaki untuk nee-sama ayah... sejak ia ikut pesta perayaan si Naruto itu, nee-sama jadi tidak bersemangat "jelas Hanabi.
" Baiklah, jangan lama-lama. Tidak baik dilihat orang ketika wanita dan laki-laki yang belum menikah berada dalam suatu ruangan hanya berdua dan tanpa ikatan apapun" ucap Hiashi tajam. Sasuke bisa melihat lirikan mata Hiashi yang tajam menuju kearahnya.
" Baik hyuga san"ucap Sasuke
"Ya ayah..."Hanabi mengiyakan sambil memutar bola matanya saat mengingat alasan kenapa dia tidak boleh bersama Sasuke lama-lama.
" Aku kan tidak akan jatuh cinta pada paman-paman sepertimu" kata Hanabi setelah ayahnya keluar dari dapur.
' Paman-paman?...dasar anak setan' Sasuke mendelik galak pada Hanabi.
End flashback
"Terimakasih sudah mengantarkanku pulang Sasuke kun" kata Hinata memecah keheningan saat mereka berjalan hanya berdua menuju kediaman hyuga.
"Hn...apa ada masalah dengan kandungannya?" kata Sasuke datar.
Tanpa sadar Hinata menghentikan langkahnya matanya terbelalak ketakutan. Bagaimana mungkin Sasuke bisa tahu, padahal tadi Sasuke menunggu di luar.
" Tidak usah kaget begitu aku sudah lama tahu, bahkan saat kau belum memeriksakannya kedokter pun aku sudah tahu" kata Sasuke tenang, "kau sedang berbicara dengan satu-satunya orang yang memiliki sharingan" kata Sasuke datar.
"Maafkan Naruto jika ia bersikap dingin padamu, ia bukan orang yang begitu saja lari dari tanggung jawab" lanjut Sasuke. Hinata hanya membuka dan menutup mulutnya karena bingung akan mengatakan apa.
" Ayo jalan, angin malam tidak baik untuk wanita mengandung kan?" Sasuke menggamit tangan Hinata lembut. Hinata hanya menurut begitu saja.
" Kupikir kau hanya mengintip Hanabi, tak kusangka kau mengintipku juga" setelah hening cukup lama Hinata kembali membuka suara.
"Aku tidak mengintip Hanabi, aku Cuma penasaran dengan kemampuannya" elak Sasuke.
" Mau memastikan apa ia cocok jadi nyonya Uchiha atau tidak?" goda Hinata sambil tersenyum, aura kaku diantara mereka setelah Sasuke mengatakan menanyakan tentang kehamilan Hinata sedikit demi sedikit menguar. "kau tidak perlu repot-repot mengantarku pulang untuk membuat terkesan Hanabi atau ayahku, Sasuke kun" Hinata memandang Sasuke dalam, Sasuke bisa melihat kesedihan disana, " pendapatku tidak akan jadi pertimbangan untuk mereka" lanjut Hinata.
" Aku cuma tidak mau keponakanku kenapa-napa" jawab Sasuke datar, ia menghindari topik yang berat-berat untuk bahan pembicaraan, melihat kondisi Hinata yang memang tidak fit.
"Kau menganggap anak ini keponakanmu karena ibunya adalah kakak Hanabi atau karena ayah biologisnya adalah Naruto?" tanya Hinata.
"Hmmm karena dua-duanya"jawab Sasuke. " Naruto sudah seperti saudaraku dan kau toh akan jadi kakak iparku" lanjut Sasuke percaya diri. Mendengar hal itu Hinata tertawa.
" Suatu saat Hanabi akan menjadi ketua klan, kau harus benar-benar serius memperjuangkannya kalau memang serius dengan Hanabi" Hinata menatap Sasuke tajam. " lagipula tidak mungkin kan ketua klan hyuga bernama Hanabi Uchiha" canda Hinata.
"Kau tidak keberatan aku punya hubungan dengan adikmu?aku kan lebih tua hampir 5 tahun" tanya Sasuke heran
"Hmmmm...aku tahu kau benar-benar menyukai Hanabi, kau kan mengunjunginya tiap hari" perkataan Hinata membuat Sasuke memerah, " tapi dia baru berusia 13 tahun, jadi aku mohon lakukanlah hal-hal yang wajar saja untuk gadis seusianya" lanjut Hinata sambil sedikit memerah.
" Aku mengerti" kata Sasuke
"Terus terang aku kaget ketika kau jadi dekat dengan Hanabi dan mengunjunginya setiap hari sejak kalian berdua membuatkan takoyaki bersama" Hinata tersenyum mengingat betapa kagetnya dia ketika adik yang tidak begitu akrab dengannya membawakan takoyaki kerumah sakit bersama ice prince, Sasuke Uchiha.
"Aku tidak mencintainya, aku hanya SEDIKIT menyukainya" kata Sasuke sambil menekankan kata sedikit. " aku memikirkan menjalin hubungan dengannya karena hanya dia gadis yang bisa diajak mengobrol normal" lanjut Sasuke, "aku tahu ia terlalu muda, menunggu beberapa tahun tidak masalah bagiku, daripada aku harus terjebak dengan pernikahan seumur hidup bersama gadis yang hanya bisa memandangi wajahku tanpa bisa bicara" kata Sasuke
Sasuke melirik gadis disampingnya. Ia melihat raut muka Hinata semakin murung. Ia baru ingat Hinata dari dulu tidak bisa bicara didepan Naruto. Ingin sekali Sasuke menarik kembali ucapannya.
"Mmm... maksudku.."
"Sudah sampai" belum selesai Sasuke berkata-kata Hinata menyela. Sasuke baru menyadari bahwa mereka telah sampai didepan kediaman keluarga hyuga.
"Terimakasih telah mengantarku Sasuke kun"kata Hinata sambil tesenyum.
"Ng... Hinata kata-kataku yang barusan..."
" Tidak apa-apa Sasuke kun...aku tidak tersinggung kok" senyum manis Hinata sama sekali tidak berkurang. Ia melambaikan tangan sampai Sasuke tidak terlihat lagi di tikungan jalan.
###
####
" Kenapa jam segini baru pulang Hinata?"suara Hiashi menggelegar ketika Hinata akan memasuki kamar
" Eh..ayah belum tidur?" Hinata balik bertanya. Hinata melihat ayahnya tidak berniat menjawab pertanyaanya.
" Hinata dari tempat kurenai sensei ayah, kebetulan tadi makan malam dulu disana" jawab Hinata hormat.
" Jangan terlalu sering makan disana, waktu makan malam dengan keluargamu jadi berkurang" kata Hiashi sambil melangkah pergi.
' Keluarga ya ' senyum Hinata miris.
##
Hiashi menghembuskan nafas keras-keras saat ia masuk keruangannya. Ia kaget ketika melihat putri pertamanya pulang diantar oleh Sasuke Uchiha malam ini. Ia mengeluh dalam hati, kenapa ia tidak punya anak laki-laki saja. Menjaga anak laki-laki menurutnya jauh lebih mudah daripada menjaga anak perempuan. Apalagi ia mempunyai 2 anak perempuan yang harus dijaga. Kepalanya berdenyut-denyut.
Ia masih ingat 2 minggu kemarin saat pertama kalinya Hinata membanting pintu kamar dengan kasar. Beberapa hari kemudian ia baru tahu bahwa Naruto uzumaki atau lebih tepatnya Naruto namikaze berkencan dengan haruno Sakura malam itu. Ia tahu bahwa bertahun-tahun putrinya memendam rasa pada pemuda itu. Ia mengira putrinya akan mendapatkan pemuda itu ketika perang selesai. Ia bisa melihat keakraban mereka ketika perang shInobi. Hinata dan pemuda itu begitu kompak dan saling menguatkan. Tapi sepertinya ia salah.
Mungkin itu juga yang menyebabkan putrinya meminta diizinkan untuk pergi ke Roppan. Ia tak tahan jika melihat pemuda itu bermesra-mesra ria dengan gadis lain. Sebenarnya Hiashi berpikir Hinata pergi ke Roppan bukan hal yang buruk. Hinata sangat pintar membawa diri, ramah dan mempunyai banyak bakat lain. Ia pasti bisa menjalankan hotel dengan baik, apalagi jika prospeknya bagus Hiashi akan membuka restoran juga. Dengan bakat memasak Hinata yang luar biasa, restoran itu pasti akan berkembang dengan pesat. Namun mengingat jauhnya Roppan, Hiashi sangat berat melepas anak gadisnya itu. Tapi sepertinya ia tidak boleh egois sekarang. Ia bisa melihat wajah Hinata pucat akhir-akhir ini. Melihat pemuda yang dicintai bersama orang lain pasti sangat menyiksa. Hiashi memutuskan besok ia akan memberitahu Hinata bahwa ia akan mengijinkan Hinata pergi ke Roppan.
Sekarang tinggal memikirkan bagaimana membuat Uchiha menjauh dari Hanabi. Hiashi pernah membuat Hanabi sangat sibuk, sehingga ia tidak sempat bertemu dengan Uchiha. Namun ternyata strategi ini gagal. Si Uchiha itu malah menunggui Hanabi berlatih sepanjang hari dari balik pohon. Tentu saja si Uchiha itu tidak berani menampakkan batang hidungnya, karena Hiashi juga menunggui Hanabi sepanjang hari. Hanabi hanya bengong ketika ayahnya sama sekali tidak mau berpisah dengannya selama 3 hari. Ia hanya berpisah jika Hanabi ingin ke kamar mandi atau tidur. Bahkan saat Hanabi tidur, ia mengecek tempat tidur Hanabi satu jam sekali. Tentu saja hal ini wajar bagi seorang ayah menurut Hiashi, semua ayah juga akan panik jika anak gadis nya yang berumur 13 tahun ditaksir seorang pemuda berumur hampir 18 tahun, apalagi pemuda itu merupakan salah satu ninja terkuat di dunia shInobi dan masih berstatus tahanan.
Sepertinya Hiashi perlu berpura-pura sakit agar dirawat oleh kedua putrinya, ia jadi punya waktu dengan Hinata sebelum Hinata pergi Roppan dan Hanabi akan mencurahkan semua perhatian kepadanya. Biar saja si Uchiha mencari gadis seusianya, jangan merusak anak gadis orang yang berusia 13 tahun. Hiashi tersenyum penuh kemenangan, besok ia akan menjalankan rencananya.
Haloooo semua...ni dia jawaban pertanyaan kalian mengenai hubungan sasuke ma hinata
Btw ff gw emang jalannya lambat...soalnya imajinasi gw emang gini
Gw gak bs bikin ff yang hinata ma naruto langsung mesra mesra gmn gt...padahal mereka belum prnah ngobrol intens...so kalian nikmati aja ya ff gw yang lambat ini...btw naruto muncul d chapter 5( ^_^ )
So jngn lupa review ya... n maaf kalo reviewnya g bs d bls satu2
