Capter 14
"Hoaaaam" sudah kesepuluh kalinya Naruto menguap karena menahan kantuk. Ia pulang dari Roppan pukul 11 malam, karena ia kelelahan seharian bermain dengan kedua putranya yang imut ia jadi lambat dalam menggunakan hiraishinnya. Ia butuh wakti 7 jam untuk sampai ke Konoha. padahal dulu waktu mendengar arata sakit ia bisa menempuh 3-5 jam Konoha-Roppan, Naruto tak terlalu menghitung waktunya karena waktu itu ia terlalu panik mendengar Arata sakit.
Naruto mendengar pintu diketuk. Ia bersumpah dalam hati akan memecat sekertarisnya jika sekertarisnya itu mengetuk pintu hanya untuk menawarkan segelas kopi.
"Masuk"jawabnya malas
"Hokage sama...Haruno san ingin bertemu" kata sekertaris itu sambil tersenyum menggoda. Naruto mengernyit, bukannya biasanya Sakura memberikan berkas rumah sakit itu setiap hari sabtu atau minggu. Naruto mengerang frustasi. Pasti banyak sekali yang sakit sampai-sampai hari senin Naruto sudah harus berurusan dengan berkas rumah sakit.
" Suruh Haruno san masuk" kata Naruto sambil menahan kantuk.
Naruto mengernyit ketika melihat muka garang Sakura.
"Ada apa?apa ada wabah penyakit?"tanya Naruto bingung. Sakura yang bermuka garang kontan berubah menjadi bermuka bingung.
"Bukannya biasanya kau memberikan berkas dari rumah sakit setiap sabtu atau minggu, sekarang hari senin kenapa kau sudah datang. Bukan wabah penyakit yang berbahaya kan?" tanya Naruto sekarang cemas. Mendengar apa yang dikataka Naruto, Sakura langsung mengerti apa yang Naruto pikirkan.
"Bukan..."kata Sakura, Naruto tersenyum lega.
"Lalu ada apa kau kesini?" tanya Naruto , Sakura terlihat ragu-ragu. Ia melihat Naruto yang masih menunggu jawabannya.
"Um...aku Cuma mencemaskanmu...um...kau tiba-tiba pergi tamasya..."kata Sakura malu-malu.
"Oh...aku Cuma ingin tamasya...tugas hokage ternyata tidak semudah yang kubayangkan hehehe"kata Naruto tertawa gugup. Ia baru akan memulai hubungan dengan anak-anaknya. Ia tak mau ada orang yang tahu terlebih dahulu.
"Oh...begitu...um...lain kali kau bisa ajak aku"lanjut Sakura ragu-ragu. Terlihat rona tipis di pipinya.
"Tentu saja lain kali kita akan tamasya bersama, aku, kau, Sasuke oh...dan kakashi sensei jangan lupa hehehe...pasti menyenangkan hehehe" kata Naruto gugup. Walaupun dalam hati berkata lain.
Sakura hanya melongo. Ia bermaksud mengajak Naruto pergi kencan hanya berdua, namun sepertinya Naruto tidak paham. Sakura hanya menghembuskan nafas pelan. Biarlah...toh lama-lama Naruto akan mengerti. Jika nanti ada yang merekomendasikan tempat yang bagus Sakura akan terang-terangan mengajak Naruto.
####
"Lari seratus putaran" kata Sasuke santai. Ia melirik 3 ninja dihadapannya terbelalak tak percaya.
"Kami ninja...seharusnya kau melatih jurus, genjutsu, taijutsu, pengendalian chakra atau apalah terserah...kenapa malah menyuruh kami lari?" tanya satu-satunya kunoichi di grup tersebut. Bukannya mendengarkan kunoichi itu marah-marah Sasuke malah memperhatikan penampilan kunoichi tersebut. Rambut panjang coklat, semampai, bibir tipis merah muda alami yang bergerak-gerak seksi ketika bicara, matanya yang bernuansa lilac. Benar-benar cantik.
"...lo...uchiha sensei...haloooooo?" gadis itu meambai-lambaikan tangan didepan Sasuke. Seketika Sasuke segera tersadar. Dua murid laki-laki dihadapannya terlihat menahan tawa. Sepertinya mereka tahu apa yang menyebabkan sensei baru mereka melamun. Sasuke langsung mendelik galak kearah mereka, membuat mereka terdiam seketika.
"Ehem...aku hanya ingin melihat stamina kalian sebelum mengajarkan hal-hal lain, lakukan sekarang juga" kata Sasuke tegas. Sasuke menghindari menatap mata Hanabi, ia takut ia tak bisa mengalihkan pandangannya nanti.
Berkat intervensi dari sahabatnya yang notabene adalah hokage, ia meminta untuk menggantikan melatih grup ninja yang sama-sama memiliki elemen api. Mereka bertiga berasal dari grup genin yang berbeda. Cuma untuk mendalami jurus-jurus elemen yang mereka miliki maka mereka mendapatkan guru yang ahli di elemen tertentu. Kebetulan sekali tunangannya memiliki elemen yang sama dengannya. Ia sebenarnya hanya ingin melatih Hanabi, tapi Naruto malah memanfaatkannya untuk melatih tiga orang sekaligus. Dasar Namikaze sialan.
Sasuke kembali memperhatikan gadisnya yang berlari dengan kecepatan tinggi. Rambut panjang coklatnya melambai tertiup angin. Sasuke kembali tersenyum. Ia telah menjali kerjasama dengan Naruto. Naruto akan membantu ia mendapatkan kesempatan untuk mendekati Hanabi. Dan Sasuke akan membantu Naruto menyusun strategi mendekati anak-anaknya. Waktu Sasuke tanya apa Naruto punya keinginan mendekati ibu dari anak-anaknya Naruto hanya diam sambil garuk-garuk kepala, ia terlihat bingung.
#####
Sakura mengetuk pintu rumah Shikamaru 3 kali. Ia menunggu seseorang membukakan pintu.
"Yo...masuk Sakura.."kata Ino berseri-seri.
Sakura langsung masuk sambil tersenyum. Disana terlihat tenten dan Temari sedang bersantai dimeja. Tenten sedang menikmati okonomiyaki yang masih mengepul. Terlihat sangat lezat.
"Duduk Sakura chan..."kata Temari menepuk kursi disampingnya.
"Wah...kepala rumah sakit sudah datang rupanya" goda ibu Shikamaru tiba-tiba datang dari balik dapur.
"Selamat malam bibi..."kata Sakura hormat.
"Ini okonomiyakinya...ayo dimakan..dimakan" tawar bibi Yoshino ramah. Memang Shikamaru yang keteraluan, ibu seramah ini dikatai merepotkan. Tidak mengherankan sih...ajaran dari ayahnya juga.
"Terimakasih bibi..."para kunoichi berkata berbarengan. Yoshino hanya mengangguk-angguk senang.
"Bibi akan pergi ke kediaman yamanaka untuk mengurus bunga...kalian santai santai saja...Temari jangan memaksakan diri ya nak...kelelahan tidak baik untuk kandunganmu" kata bibi Yoshino sambil berlalu kekediaman yamanaka.
"Aku tak percaya waktu mendapat undangan kepernikahan kalian" kata Sakura semangat.
"Yah...mau bagaimana lagi, kami tak mungkin hidup terpisah terus" kata Temari kini mencomot okonomiyaki dan meletakkannya di piring. Mata Ino terbelalak, "kata bibi Yoshino kau jangan makan daging dulu, tuh...obatmu setengah saja belum berkurang" kata Ino sambil menyingkirkan okonomiyaki dari hadapan Temari. Temari mendengus kesal. Ia memang sedang nyidam okonomiyaki, padahal oleh dokter ia sedang tidak boleh banyak makan daging, jadi calon mertuanya membuatkan okonomiyaki untuk teman-temannya. Kata mertuanya itu, ia disuruh mencium baunya saja.
"Tapi kalian kok mendadak sekali menikahnya...?" tanya tenten heran
"Aku tak mau menikah dengan perut buncit...dan Shikamaru tidak mau menikah setelah aku melahirkan jadi ya...harus secepatnya" jawab Temari, mata Temari masih belum mau lepas dari okonomiyaki dipiringnya.
"Kalian sendiri kapan akan menyusulku?"tanya Temari santai. Sepontan para kunoichi dihadapan Temari jadi salah tingkah.
"Kenapa tidak ada yang menjawab?"tanya Temari heran, "kalian sudah punya pacarkan?" tanya Temari lagi.
"Bukannya kau punya hubungan dengan pelukis aneh itu Ino?"tanya Temari blak-blakan. Mata Sakura dan tenten kaget, mendengar ratu gosip ternyata punya kekasih.
"Um...kami...um...belum pasti, dia payah sekali dalam percintaan"kata Ino sambil merunduk. Rona merah terlihat jelas dipipinya.
"Tak masalah mereka tidak pandai masalah percintaan, kalian tahu aku menikah dengan orang yang menganggap percintaan itu merepotkan. untung saja ia ahli bercinta"kata Temari sambil memperhatikan raut muka wajah temannya satu persatu.
"Ew...Temari aku tidak mau mendengar urusan ranjangmu dan Shikamaru..ew... ew.. ew.." kata Ino meringis seperti orang kesakitan.
"Aku jadi hilang nafsu makan" kata tenten sambil meletakkan suapan okonomiyaki yang siap dia masukkan kemulut. Sedangkan Sakura hanya menunduk dengan muka merona.
Temari mendelik pada teman-temannya. "ya ampun jangan sok polos deh..." kata Temari sambil meyeruput obatnya.
"Kami bukannya sok polos...aneh saja menceritakan masalah seperti ini dimuka umum"balas Ino sebal.
"Hm...biasanya mereka yang sangat tertutup soal ini pacarnya payah diranjang" kata Temari kalem.
"Sai hebat diranjang" tanpa dipikir kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Ino. Menyadari apa yang ia katakan Ino segera membekap mulutnya. Temari tertawa akhirnya ada temannya yang jujur. Tenten hanya tersenyum melihat kelakuan Ino dan Sakura makin merah mukanya.
"Hem...baguslah kalau begitu" saut Temari, "kau pakai apa kenapa bisa belum hamil-hamil?"tanya Temari penasaran.
"Pakai pil...dan tentu saja aku belum hamil, kami baru melakukannya mulai setengah tahun yang lalu. tidak seperti kau dan Shikamaru, pasangan tidak sabaran" Saut Ino kesal, pipi Ino masih saja memerah.
"Hei...bukannya aku tidak sabaran...Shikamaru yang tidak sabaran...lagipula aku kan berumur 20 tahun saat aku hamil, itu normal-normal saja"sahut Temari membela diri.
"Oh...iya ya...kau kan lebih tua dari Shikamaru hampir 4 tahun" kata Ino mengangguk-angguk.
"Bagaimana denganmu Sakura? sudah punya kekasih?" tanya Temari semangat.
"Kau payah Temari...tinggal diSuna kau jadi tidak tahu gosip Konoha, Sakura kan kekasih Naruto" kata Ino jenaka. Temari terlihat terkejut.
"Oh...aku kira Naruto punya hubungan khusus dengan Hinata" kata Temari heran. Ino langsung mendelik memperingatkan.
"Hei...bukan sok tahu, tapi Naruto kelihatan perhatian sekali waktu dia mentraktir kita makan kemarin itu kan? Naruto bahkan mengantar Hinata pulang kan?" tanya Temari. Padahal Ino sudah memberikan kode untuk tidak membahas Naruto dan Hinata didepan Sakura. tapi sepertinya harapan Ino sia-sia.
"Uh...um...itu masalah hubungan ini memang belum resmi...um...kami berdua sama-sama sibuk...um jadi belum ada waktu untuk membicarakannya" kata Sakura ragu.
"Oh...begitu..."sahut Temari santai. Temari tak menghiraukan pandangan memperingatkan Ino.
"Kau tidak menanyakan apapu padaku Temari?" tanya tenten manis. Bukannya senang dipersilakan bertanya, Temari malah mendengus kesal.
"Aku tidak perlu tahu apa yang kau lakukan bersama kankuro dari malam sampai siang, sudah cukup aku mendengar malam panas kalian lewat para pelayan" dengus Temari kesal.
Mendengar penuturan Temari, Sakura membeku. Apa hanya dia yang hubungannya datar-datar saja. Apa hubungannya dengan Naruto benar-benar parah. Naruto bahkan tak pernah menggandeng tangannya walaupun mereka jalan hanya berdua. Apa ada yang salah dengan hubunganya dan Naruto?
.
.
.
yuhu...akhirnya atas desakan sana sini chapter 14 baru aja gw buat hehehe
makasih bgt bwt kalian udah pada nunggu2 fic ini
chapter ini gw mw menggambarkan suasana dikonoha...jadi si kembar ma ibunya gak muncul dulu ya... yang kangen ma sikembar tunggu chapter depan deh... gw usahain muncul...
maap bgt review ga bisa bls satu2...tenang tetep gw baca, dan jika ada saran yang bagus pasti gw pake...
so jangan lupa review and sampai jumpa chapter depan...
btw gw berdoa moga2 ni chapter masih aman dibaca buat minor *mengingat ada anak smp yang baca*, kalo terlalu vulgar kasi tahu dong...mungkin gw ganti rate gt... ^_^ *moga aja masih aman jadi gw gak perlu pindah rate*
