Believe Me

Main Cast :

Oh Se Hun (22)

Xi Lu Han (22)

Other Cast :

Kim Jong In (22)

Do Kyung Soo (23)

Park Chan Yeol (23)

Byun Baek Hyun (23)

GS, Typo(s), T = M

"Aku tidak ingin mengenalmu lagi, Oh Se Hun" ucap Luhan membuat Sehun mematung di tempatnya. Ketiga yeoja itu melewati Sehun tanpa melirik namja itu.

Lamunan Sehun di hentikan ketika Irene menghampirinya

"Ya, Sehun kenapa kau meninggalkan ku?" tanya Irene kesal

"Ah, mian" jawab Sehun

"Kajja aku mau belanja dulu, kita baru datang tetapi diganggu oleh yeoja-yeoja gila itu" kata Irene menggandeng tangan Sehun

Sehun hanya diam menuruti Irene. Ia merasa ada yang mengganjal pikirannya. Ia marah pada dirinya sendiri karena membiarkan Luhan melihat kejadian singkat tetapi menyakitkan itu. Ia ingin mengejar Luhan tapi ada Irene yang menunggunya, sehigga ia lebih memilih untuk menemani Irene daripada harus mengejar Luhan.

Sedari tadi Sehun hanya diam saja ketika ditanya Irene. Pikiran Sehun sedang kacau sekarang. Ia merasa sangat lelah karena terus memikirkan Luhan.

'Apa Luhan benar-benar ingin melupakanku? Tidak mungkin, Luhan kan sangat mencintaiku. Apa yang harus aku lakukan? Ke rumahnya? Tapi bagaimana jika ada Baekhyun nunna dan Kyungsoo nunna? Pasti mereka tidak akan mengizinkanku untuk menemui Luhan. Ah eottokhae?' Batin Sehun cemas

"Ya, Sehun-ah kau tidak mendengarkanku. Apa yang kau pikirkan huh? Pasti yeoja bodoh itu" kata Irene menyila tangannya

"Aku lelah, kau pulang saja sendiri" kata Sehun lalu meninggalkan Irene di butik

"YA. Aish" Irene menggerutu saat dirinya ditinggal oleh Sehun

Sehun berjalan cepat agar ia tidak di ikuti Irene. Yang ada di pikirannya sekarang adalah Luhan. Ia ingin cepat-cepat bertemu Luhan. Ia tidak peduli jika di rumah Luhan ada Baekhyun dan juga Kyungsoo. Ia ingin menjelaskan semuanya pada Luhan dan juga meminta maaf.

Sehun mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli jika ada orang yang memakinya. Ia hanya ingin cepat sampai dirumah Luhan. Sehun sudah sampai di rumah Luhan dan ia melihat ada mobil Baekhyun terparkir rapi disana. Kemudian Sehun memarkirkan mobilnya tepat disebelah mobl Baekhyun dan keluar dari mobil itu dan langsung berjalan menuju pintu utama.

Tanpa ragu Sehun langsung membuka pintu rumah itu dan ia langsung menuju kamar Luhan. Pintu kamar Luhan tidak tertutup rapat sehingga membuat Sehun dapar mendengar jika Baekhyun dan Kyungsoo sedang menenangkan Luhan yang sedang menangis. Pelan memang, tapi mendengar Luhan menagis karena dirinya membuat Sehun ingin melukai dirinya sendiri. Sehun membuka pintu itu pelan, dan Kyungsoo langsung melirik arah pintu tersebut

"Untuk apa kau kemari?" tanya Kyungsoo dingin

"Aku ingin meminta maaf" kata Sehun pelan sambil melihat Luhan

"Pulanglah, percuma saja kau meminta maaf" kata Baekhyun ketus

Luhan yang ditatap Sehun merasa tidak nyaman dan mulai berpikir jika yang semua eonninya lakukan seperti anak kecil. Luhan sudah besar sekarang, ia yakin ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan eonninya

"Aku sudah tidak apa-apa, kalian pulang saja" kata Luhan sambil menghapus air matanya

"Kau yakin? Aku tidak ingin melihat kau menangis gara-gara namja bodoh seperti dia" kata Baekhyun

"Aku bisa mengatasi masalahku sendiri, eonni tenang saja" kata Luhan meyakinkan Baekhyun dan Kyungsoo

"Arraseo, telepon aku jika sesuatu terjadi" ucap Baekhyun dan diangguki Luhan

"Ya, kau Oh Se Hun jika sesuatu terjadi pada Luhan tidak akan ku maafkan kau" kata Kyungsoo diangguki oleh Baekhyun

Baekhyun dan Kyungsoo akhirnya keluar dari kamar Luhan. Tinggal Luhan dan Sehun lah yang ada dikamar itu. Sehun kemudian berjalan mendekati Luhan

"Mianhae, jeongmal mianhae" kata Sehun pelan

"Kau terlalu banyak meminta maaf. Aku sudah bosan mendengar kata-kata itu, apalagi kau yang mengucapkannya" kata Luhan sambil menghapus air matanya kasar

"Aku bisa menjelaskan semuanya Lu"

"Jangan panggil namaku dengan mulutmu itu. Kumohon kau keluar sekarang" ucap Luhan dingin

"Tapi… "

Tiba-tiba handphone Sehun berbunyi, tapi Sehun membiarkan itu

"Kurasa yeoja itu menunggumu" kata Luhan dingin

"Aku tidak ingin dia marah padamu hanya karena kau datang kerumahku. Jadi pergilah sekarang" ucap Luhan final

Sehun akhirnya menyerah dan meninggalkan kamar Luhan lalu menuju mobilnya.

Luhan menangis sejadinya ketika Sehun berjalan keluar dari kamarnya. Ia benar-benar merasa dihianati oleh Sehun. Tangisan Luhan berhenti ketika handphone nya berbunyi menandakan jika ada seseorang yang menghubunginya. Ia mengambil hadphone nya dan melihat nama orang yang sedang menghubunginya itu. Ternyata Baekhyun lah yang menghubungi Luhan. Buru-buru Luhan menghapus air matanya dan mengangkat telephone itu

"Yeoboseyo eonni, wae?" tanya Luhan berusaha tersenyum

"Neo gwenchana?" tanya Baekhyun

"Ne, gwenchana. Aku sudah menyelesaikan masalahnya" kata Luhan

"Kau menangis?" tanya Baekhyun langsung

"Aniyo" elak Luhan

"Jangan bohong Luhan. Ceritalah"

Luhan langsung menangis lagi setelah mendengar ucapan Baekhyun.

"Eonni, aku mengakhirinya. Aku mengakhiri hubunganku dengan namja itu"

"Lakukanlah apa yang hatimu ingin lakukan. Jika hatimu ingin seperti itu, maka lakukanlah"

"Gomawo eonni"

"Eum"

Luhan beraktivitas seperti biasanya, berbeda dengan Sehun yang selalu mengikuti Luhan kemanapun yeoja itu pergi, walaupun Sehun dan Irene masih berhubungan. Sudah 1 bulan lamanya Sehun dan Luhan tidak berhubungan, selama 1 bulan juga Sehun selalu mengintai Luhan. Ia merasa lega ketika mengetahui Luhan belum memiliki kekasih baru.

"Hahahaha, kau bisa saja Kai" kata Luhan tertawa puas. Sekarang Luhan, Baekhyun, Kyungsoo, Chanyeol, dan Kai sedang berada di caffe. Mereka sedang memperbincangkan tentang pernikahan BBaekhyun dan Cjanyeol

"Oh iya, Luhan aku ingin kau membawa namja chingu pada saat hari pernikahanku datang" kata Baekhyun langsung membuat Luhan membelalakan matanya

"NE?!" kaget Luhan

"Jika kau tidak bisa membawa namja baru, maka … hmm"

"Kau harus mencium Joy, saudara perempuanku" Kata Baekhyun sambil menaikan sudut kanan bibirnya

"NE?!" Luhan tidak percaya jika ia harus mencium seorang yeoja di pernikahan nya Baekhyun

"YA, KAU GILA?" teriak Luhan membuat yang lain tertawa

"Ne, kau kan cantik. Pasti kau bisa mendapatkan namja baru dengan cepat" lanjut Kyungsoo

"YA, 2 minggu lagi mereka akan menikah" kata Luhan tidak terima

"Berarti kau tidak bisa move on dari namja brengsek itu" kata Chanyeol tersenyum lebar

"YA Oppa! Arraseo, aku akan membawa namja yang lebih baik daripada Sehun" kata Luhan final

Sehun mendengar semua ucapan Luhan. Ya, karena Sehun selalu mngikuti Luhan kapanpun dan dimanapun.

Sehun hanya diam ketika mendengar jika Luhan akan membawa namja yang lebih baik daripada dirinya. Ia tidak tahu harus apa, ia merasa dirinya benar-benar brengsek karena telah melukai boneka kesayangan nya.

2 Minggu sudah datang. Kai dan Kyungsoo sedang menunggu Luhan di lobby. Tak lama kemudian Luhan datang bersama dengan namja yang tak mereka kenal.

"Annyeong" kata Luhan melambaikan tangan kanannya dan tangan kirinya sedang menggandeng tangan namja yang tidak mereka ketahui itu.

"Annyeong, Minho imnida" namja itu memperkenalkan dirinya

"Ne, Kyungsoo imnida, dan ini Kai"balas Kyungsoo

Kai hanya tersenyum simpul.

"Kajja" ajak Luhan

Mereka berempat akhirnya bertemu dengan Baekhyun dan Chanyeol

"Kalian sudah datang. Luhan apa dia namja chingumu?" tanya Baekhyun langsung

Luhan hanya tersenyum ketika mendengarkan pertanyaan Baekhyun

"Ne, saya namja chingunya Luhan" jawab Minho langsung

"Jinjja? Tapi kenapa aku merasa ada yang aneh ya?" tanya Chanyeol penasaran

"Apanya yang aneh? Kita benar-benar sudah pacaran" kata Luhan meyakinkan

"Aku tidak percaya" kata Kai

"YA, kalian ini mau apa dariku eoh?" kata Luhan frustasi

"Aku ingin kalian berciuman" kata Baekhyun membuat Luhan dan Minho kaget

"Eonni, waeee?"

"Arraso, kalua begitu aku tidak percaya jika kalian berpacaran" kata Baekhyun sambil menyilangkan kedua tanganya didepan dada

"Arraseo"

Luhan langsung mencium pipi Minho

"Sudah" kata Luhan

"YA, babbo-ya aku menyuruhmu untuk berciuman, bukan mencium. Jinjja babbo dongsaengiya" kaya Baekhyun tidak puas

"YA, Eonn…"

Minho langsung menarik Luhan dan melumat bibir Luhan lembut. Hanya 5 detik, Luhan dan Minho membuat Baekhyun, Chanyeol, Kyungsoo dan Kai menganga

Sehun melihat semuanya termasuk Minho yang menarik luhan kemudian menciumnya. Sehun akhirnya memutuskan untuk mendekati teman lamanya.

"Nunna, Hyung chukhahae"

"Ah, gomawo Sehun-ah" balas Chanyeol terseyum

Yang lain hanya terdiam ketika melihat Sehun yang hanya mematung sambil melihat Luhan.

"Bagaimana kabarmu Luhan?" tanya Sehun

"Seperti yang kau lihat sekarang" jawab Luhan tanpa melihat Sehun. Luhan hanya menatap Minho memberi syarat jika dia sedang tidak nyaman berada di dekat namja yang pernah menyakitinya

"Aku dan Luhan akan mencari tempat duduk dulu" Kata Minho tiba-tiba

Minho langsung menarik Luhan menjauh dari kerumunan itu. Sehun hanya kaget ketika Luhan dibawa pergi oleh Minho.

Setelah menjauh dari kerumunan itu Luhan akhirnya bernafas lega.

"Gomawo oppa" kata Luhan tersenyum

"Hmm" kata Minho singkat

"Aku ingin ke toilet sebentar" lanjut Minho lagi dan diangguki oleh Luhan

Sehun melihat Minho pergi buru-buru mendekati Luhan, dan langsung menduduki kursi yang tadi Minho pakai

"Luhan-ah, mianhae oe?" ucap Sehun langsung

"Kau datang sendiri?" tanya Luhan tanpa melihat Sehun

"Ne?" tanya Sehun bingung

"Kau tidak membawa yeoja itu? atau kau sudah menggantinya dengan yang baru?" Luhan berucap

"Ani, aku ti.."

"Ya, sedang apa kau? Mau menyakiti yeojaku lagi?" tanya Minho

"Kau memang namja brengsek" kata Minho lalu menggandeng Luhan membawa Luhan ke tempat duduk yang lain menjauhi Sehun

"Gwenchana?" tanya Minho

"Ne, gwenchana. Gomawo oppa" kata Luhan tersenyum lembut

Acara pernikahan Baekhyunn dan Chanyeol berakhir dengan baik, menurut Baekhyun dan Chanyeol tentunya. Tapi tidak untuk Luhan, karena ia merasa sehun mengikutinya kemanapun ia pergi. Bahkan ke toilet saja Sehun mengikutinya, walaupun dengan jarak yang agak jauh tapi tetap saja hal itu membuat Luhan kesal.

"Eonni, selamat ya sekali lagi. Dan kau Chanyeol oppa, ingat ne jangan terlalu terburu-buru" kata Luhan tersenyum lebar

"YA, kau deongseang sialan" kata Chanyeol sedangkan Luhan hanya tersipu malu

"Arraseo, aku pulang dulu ne" kata Luhan sambil melambiakan tangannya

Akhirnya Luhan dan Minho sampai di rumah Luhan. Minho dan Luhan memasuki rumah Luhan dan duduk di sofa ruang tamu

"Oppa gomawo hari ini"

"Ne"

"Untung saja oppa pulang dari Hong Kong kemarin"

"YA, kau menyusahkan saja. Untung aktingku bagus"

"Hehehe, aku akan mentraktirmu seharian besok. Eotte?"

"Arraseo. Oh iya, tentang ciuman itu, mian. Aku tidak akan memberi tahu Taeyeon eonni"

"Terserah kau saja. Aku sangat lelah hari ini, aku ke kamar sekarang"

Kalian bingung? Jadi Luhan dan Minho adalah saudara angkat, dan mereka sudah dekat satu sama lain ketika Luhan berumur 2 tahun dn Minho 3 tahun. Luhan dan Minho dekat karena sewaktu kecil Luhan dan Minho pergi di sekolah yang sama selama 15 tahun, tetapi mereka berpisah ketika akan kuliah. Luhan berkuliah di Korea dan Minho di Hong Kong

Kesokan harinya Luhan dan Minho pergi ke sebuah restoran untuk menepati janji Luhan.

"Makan yang banyak ne Oppa" kata Luhan sambil tersenyum lebar

Ketik Luhan ingin menyuapi daging BBQ ke mulutnya, tiba-tiba ia melihat Sehun dan Irene memasuki restoran yang Luhan dan Minho kunjungi

"Wae?" tanya Minho bingung ketika Luhan tidak memasuki dagingnya ke dalam mulutnya

'Hah, aku harus melakukannya lagi' batin Minho

"Chagiya, wae? Tidak enak?" tanya Minho dan membuat Luhan mengerjapkan matanya lucu

"Ani, gwenchana" kata Luhan

Sehun tentu mendengar suara Minho, tetapi ia bersikap layaknya tidak ada apa-apa

"Wah, yeoja itu sudah mendapatkan kekasih baru" kata Irene sambil menaikan sudut kanan bibirnya

Sehun hanya diam tidak menanggapi perkataan Irene. Sehun melihat ada meja kosong di belakang Luhan langsung menuju meja tersebut

"Luhan-ah, habis ini mau pergi ke bioskop?" tanya Minho

"Umm, aku mau nonton. Sudah lama aku tidak pergi kesana" jawab Luhan senang

Sehun hanya dapat mendengar godaan Minho pada Luhan. Sehun sudah mengepalkan tangannya seperti siap untuk memukul Minho

"Makan yang banyak ne baby" kata Minho sambil melirik Sehun

Sehun dan Minho duduk berhadapan sedangkan Luhan dan Irene saling memunggungi

Sesekali Minho menyuapi Luhan, dan juga sebaliknya. Sehun hanya bisa menatap Luhan nanar. Seharusnya ia tidak berbuat jahat pada Luhan. Ia benar-benar menyesal sekarang. Minho hanya menatap Sehun dengan tatapan mengejek

"Sehun-ah, wae? Tidak enak?" tanya Irene karena melihat Sehun yang sedari tadi hanya diam

"Ani" jawabnya singkat

"Ah, kau ingin aku suapi?" kata Irene dengan sengaja membesarkan suaranya agar Luhan dan Minho mendengarnya

Sehun hanya diam ketika Irene menyodorkan daging BBQ kepada Sehun. Disisi lain Minho menatap Luhan seakan memberikan isyarat untuk melakukan hal yang sama. Luhan langsung mengerti dan mengambil dging dengan sumpitnya

"Oppa, A..a.."

"Gomawo Lu" Minho memakan daging itu sambil melihat Sehun sinis. Yang di tatap hanya diam menyaksikan

"Eotte?" tanya Luhan polos

"Enak. Apalagi kau yang menyuapiku" jawab Minho tersenyum manis

Perang dingin yang terjadi di restoran akhirnya berakhir ketika Luhan dan Minho bangkit dan membayar makanan itu, dan Minho lah yang harus membayar semua. Minho langsung melingkarkan tangannya dipinggang Luhan ketika berjalan keluar dari restoran itu.

Sehun hanya melihat pemandangan yang menyakitkan itu dengan diam.

"Sehun-ah waegeurae?" tanya Irene

Sehun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban

"Kau sendiri yang bilang jika kau akan meninggalkan Luhan. Tapi setelah Luhan meninggalkan mu, kenapa kau seperti ini? Kau masih ingin bersama Luhan?! Kau brengsek Sehun" kata Irene

Irene langsung bangkit dan meninggalkan Sehun yang masih terdiam. Sehun pun sadar dan mengejar Irene. Ia tidak ingin hubungannya ddengan Irene putus hanya karena masalahh sepele bagi Sehun.

Sehun melihat Irene sedang menaiki taxi dan taxi itu langsung melaju meninggalkan Sehun. Sehun langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Irene.

Sehun sudah sampai dirumah megah itu langsung turun dan menuju kamar Irene.

"Mian, aku tidak bermaksut seperti itu. Aku janji tidak akan memikirkan Luhan lagi" kata Sehun sambil memeluk Irene dari belakang

"Jinjja?"

"Eung" jawab Sehun sambil menciumi tengkuk Irene.

Luhan dan Minho sampai di mobil. Luhan hanya terdiam dari keluar restoran hingga masuk mobil.

"Wae?" tanya Minho khawatir

Luhan hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban

"Arraseo, kita akan pergi kebioskop besok. Sekarang kau tenangan pikiran mu dulu. Kita pulang saja eo?"

"Hmm.. baiklah" jawab Luhan

Sesampainya dirumah, Luhan langsung menuju taman belakan rumahnya. Ia hanya menatap rumput-rumputan itu dengan tatapan kosong.

"Ya, tidak baik yeoja melamun sendirian" kata Minho

"Ani, aku tidak melamun Oppa"

"Jangan Bohong"

"Jinjja, aku hanya berpikir apa aku pergi ke Hong Kong bersama Oppa?"

"NE? Kau gila Luhan"

"Wae?" tanya Luhan polos

"Besok kita pergi ke Hong Kong, dan aku akan pulang saat oppa akan masuk kuliah" lanjut Luhan

"YA, aku kesini karena aku merindukan suasana Korea, dan kau mau aku pulang besok?"

"Ya sudah jika kau tidak mau, aku akan kesana sendiri" kata Luhan santai

"Lagipula disana ada Taeyeon eonni" kata Luhan lagi

Keesokan harinya.

"Luhan kau yakin?" tanya Minho. Saat ini Minho sedang mengantar Luhan pergi ke bandara

"Kau bisa pergi ke Jejudo jika ingin menghindari Sehun. Hongkong terlalu jauh Lu" lanjutnya

"Hmm, kau benar. Mungkin aku akan pergi kesana" jawab Luhan

"Aku ikut kalua begitu" kata Minho

"Jinjja?" tanya Luhan senang

Minho hanya mengangguk. Merekapun sampai di bandara, dan langsung membeli tiket. Mereka hanya menunggu sekitar 15 menit untuk menaiki pesawat.

Disinilah mereka sekarang. Di pulau Jeju. Minho dan Luhan sudah berada di hotel dan sekarang mereka akan keluar untuk mencari makan siang. Luhan dan Minho menikmati makan siang mereka, setelah makan siang, mereka berencana untuk pergi ke pantai.

Di hari yang sama, Sehun dan Irene berencana untuk pergi ke pantai dengan tujuan melupakan Luhan yang masih mengisi hati Sehun.

"Sehun-ah, gomawo"

"Eung" jawab Sehun sambil memegang tangan Irene

"Saranghae Sehun-ah" kata Irene sambil menatap Sehun

Sehun ingin membalas perkataan Irene dengan kata yang sama tapi ia hanya bisa tersenyum.

Sehun dan Irene tidak langsung pulang, karena Irene yang memaksa Sehun untuk menginap dihotel yang jaraknya tidak begitu jauh dari pantai yang mereka kunjungi. Sehun terpaksa menuruti Irene karena takut Irene marah seperti kemarin

Sehun hanya mengikuti Irene. Ia bingung apa yang harus ia lakukan. Tiba-tib saja Sehun langsung memikirkan Luhan.

'Apa yang sedang ia lakukan sekarang? Aku sangat merindukan Luhan'

"Sehun, wae?" tanya Irene

"Ne? Ani, gwenchana" jawab Sehuntersenyum meyakinkan Irene

"Kajja" lanjut Sehun sambil merangkul Irene

Mereka berdua melanjutkan perjalanannya lagi, setelah puas berjalan-jalan, Sehun dan Irene memutuskan untuk kembali ke hotel untuk membersihkan diri.

"Kau bisa memakai toilet ini duluan" kata Sehun lalu meninggalkan Irene. Sehun pergi ke balkon yang ada di kamar hotel tersebut. Ia kembali memikirkan Luhan. Saat perasaan menyesal itu datang, ia langsung menggelengkan kepalanya

"Tidak, aku tidak boleh memikirkan Luhan terus. Ada Irene sekarang. Lagipula Luhan sudah bersama namja itu" Sehun bermonolog

15 menit kemudian Irene keluar dari toilet

"Sehun-ah, aku sudah selesai" kata Irene

"Ne" jawab Sehun

Sehun langsung masuk ke dalam toilet dan membersihkan diri. Setelah beres mandi, Sehun keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan dipinggangnya. Kemudian Sehun mengambil kaos yang baru dibelinya dan memakai kaos itu.

Sehun langsung merebahkan dirinya di kasur hotel itu disusul oleh Irene

"Apa kau masih memikirkan Luhan?" tanya Irene langsung

"Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Sehun penasaran

"Ani, aku hanya ingin tahu saja. Lagipula aku tidak bisa membaca pikiran orang lain" jawab Irene santai

"Ani, aku sudah tidak memikirkan yeoja itu. lagipula untuk apa aku memikirkannya yeoja yang sudah memiliki kekasih?" jawab Sehun meyakinkan Irene

"Jinjja?" tanya Irene sambil membulatkan matanya

Sehun hanya mengangguk dan tersenyum pada Irene

"Gomawo Oh Se Hun" kata Irene sambil tersenyum

Kemudain Sehun mendekatkan kepalanya kepada Irene dan mengecup bibir Irene lembut

"Tenang saja, aku tidak akan meninggalkan mu" lanjut Sehun lalu kembali mencium bibir Irene

Ciuman itu semakin lama semakin panas, tangan Sehun mulai meremas pantat Irene. Irene hanya mendesah dalam ciuman itu. Tangan Sehun kembali naik ke dada Irene dan meremasnya pelan. Irene hanya pasrah dan menikmati sentuhan Sehun. Kini Sehun dan Irene sudah tidak berbusana.

"Ahh…" desah Irene saat Sehun memasukan penisnya kedalam vagina Irene. Setelah masuk seutuhnya, Sehun mulai menggerakan pinggangnya pelan, semakin lama gerakan pinggang Sehun semakin cepat.

Selagi berhubungan badan dengan Irene, Sehun hanya memikirkan Luhan. Ia merasa ini bukanlah hal yang benar. Seharusnya ia melakukannya bersama Luhan, bukan dengan Irene.

30 menit Sehun sudah menunggangi Irene dan ia merasa sebentar lagi spermanya akan keluar, buru-buru ia mencabut penisnya dari vagina dan mengocok penisnya sehingga spermanya mengeni dada Irene.

"Saranghae Sehun-ah" kata Irene langsung terlelap

'Mianhae Xi Lu Han, jeongmal mianhae. Saranghae Luhan-ah' batin Sehun sebelum ikut terlelap bersama Irene

TBC-

Comment ya, tolong kasih masukan biar FF selanjutnya bisa dibut sesuai saran ^^

Balasan Believe Me Ch1

Makasih ya udah pada comment dan ngasih saran.

Maaf ya lama Update, soalnya lagi ujian.

Terus mau nanya sama reader-nim, mendingan sad ending atau happy ending?

Buat ending bakal dibuat sesuai dengan voting paling banyak yaaaa ^3^