Believe Me
Main Cast :
Oh Se Hun (22)
Xi Lu Han (22)
Other Cast :
Kim Jong In (22)
Do Kyung Soo (23)
Park Chan Yeol (23)
Byun Baek Hyun (23)
GS, Typo(s), T = M
'Mianhae Xi Lu Han, jeongmal mianhae. Saranghae Luhan-ah' batin Sehun sebelum ikut terlelap bersama Irene
Pagi hari menjelang, Irene bangun dan tidak menemukan Sehun berada di sampingnya. Ia melihat sekeliling kamar hotel dan tidak menemukan Sehun juga pakaiannya, bahkan kunci mobilnya pun tidak ada di meja sebelah kasur mereka.
Kemudian Irene mencoba untuk mengubungi Sehun untuk menanyakan keberadaannya.
"Yeoboseyo? Sehun-ah, kau dimana?"
"Mian, aku tidak bisa melanjutkannya. Ku harap kau mengerti"
Irene tentu mengerti apa maksud dari perkataan Sehun. Dan Sehun tahu jika Irene akan sangat marah padanya. Tapi hanya ada satu nama yang selalu Sehun pikirkan, Luhan. Nama itu adalah Luhan.
Sehun bangun pagi sekali lalu merapikan dirinya dalam diam, setelah itu ia lagsung mengambil dompet, handphone, juga kunci mobil yang berada di meja itu lalu meninggalkan Irene tanpa mengecup keningnya ataupun mmengucapkan selamat tinggal.
Dengan perasaan yang marah, Irene menelpon supir pribadinya untuk menjemput Irene.
Pagi hari ini Luhan dan Minho sedang sarapan di hotel. Luhan sudah mulai bisa menikmati pemandangan laut dengan tenang, tidak seperti kemarin.
"Luhan, besok kita pulang. Ok?" ajak Minho santai
"Tapi Oppa, aku belum puas berjalan-jalan disini" kata Luhan dengan nada sedih
"Kau bisa mengajak temanmu Lu. Lagi pula kau sudah sering ke sini kan?"
"Tapi Oppa"
"Mereka pasti mengkhawatirkan mu Lu, kau bahkan tidak menjawab telephone mereka sejak kemarin. Setidaknya beri tahu mereka sekarang kau sedang bersama ku di Jejudo"
"Arraseo. Besok kita pulang, dan aku akan memberitahu mereka"
Luhan langsung mengambil handphone nya dan mencari nama Kyungsoo lalu menelponnya.
"Yeoboseyo, eonni"
"Luhan, kau dimana? Kami sangat mengkhawatirkan mu"
"Mian. Aku sedang di Jejudo bersama Minho oppa"
"Kenapa kau tidak memberitahu kami? Kau juga tidak membalas pesan yang kami kirim"
"Mianhae eonni, jeongmal mianhae. Aku tidak akan mengulanginya lagi"
"Arraseo gwenchana. Kapan kalian akan pulang?"
"Besok pagi mungkin"
"Arraseo, besok kita akan ke rumahmu. Bye, have fun ya Lu"
"Ne, bye"
Setelah menghubungi Kyungsoo, Luhan menaruh handphonenya di atas meja
"Apa yang mereka katakan?" tanya Minho langsung
"Mereka sangat mengkhawatirkan ku, dan besok mereka akan ke rumah" jawab Luhan
"Ok. Sudah, habiskan dulu sarapanmu setelah itu kita main di pantai"
Luhan hanya menganggukan kepalanya lalu mulai memakan makanannnya lagi
Kyungsoo's House
"Nugu?" tanya Kai setelah Kyungsoo mematikan panggilan itu
"Luhan"
"Dimana dia?"
"Dia berada di Jejudo bersama Minho, dan mereka akan pulang besok" jelas Kyungsoo tanpa melihat Kai dan malah sibuk melakukan sesuatu dengan handphonenya.
"Apa yang sedang kau lakukan baby?" tanya Kai manja
"Aku sedang mengirim pesan untuk Baekhyun" jawab Kyungsoo tanpa melihat Kai
Kai hanya diam memperhatikan wajah Kyungsoo yang sedang serius memainkan handphonenya
"Ya, kau mengabaikanku Soo" ucap Kai sambil menegakan badannya
Kyungsoo hanya mengabaikan perkataan Kai. Tak lama setelah Kai berbicara, Kyungsoo sudah selesai mengirim pesan untuk Baekhyun
"Jongin-ah, kau ingin makan apa?" tanya Kyungsoo polos
Kai hanya diam lalu mengeluarkan handphone dan memainkan handphonenya tersebut
"Kai, jawab aku" kata Kyungsoo sambil menggoyangkan tangan kiri Kai
"YA Kim Jong In" bentak Kyungsoo hingga membuat Kai menolehkan kepalanya menatap Kyungsoo kaget
"Kau sudah berani membentaku eoh?" tanya Kai sambil mendekatkan diri pada Kyungsoo
"Ani, habisnya dari tadi ku panggil kau tidak menjawabnya" jawab Kyungsoo sambil menjauhkan diri dari Kai
Kai malah menarik tangan Kyungsoo untuk mendekat padanya dengan pelan. Setelah merasa cukup dekat, Kai memajukan kepalanya dan matanya terus menatap bibir plum milik Kyungsoo. Kyungsoo hanya diam atas perlakuan Kai.
Bibir Kai dan bibir Kyungsoo akhirnya bertemu. Kai mencium bibir Kyungsoo lembut tidak menuntut. Hanya sebentar tapi bisa membuat jantug Kyungsoo berdegup kencang
"Mianhae, baby. Aku tidak bermasud untuk mendiamimu" kata Kai sambil mengelus kepala Kyungsoo lembut
"Arraseo, kau ingin makan apa?" tanya Kyungsoo malu
"Hmm, Kimchi Jjigae?"
"Ok, aku akan masak sekarang"
Baek&Chan House
'Drtt
Handphone Baekhyun bergetar, dan langsung diambil oleh Chanyeol. Dan Chanyeol langsung membaca pesan itu
"Baekkie-ah, Kyungsoo mengirim pesan untukmu" teriak Chanyeol dari kamar mereka
"Ne, sebentar" balas Baekhyun
Baekhyun langsung berlari pelan menuju kamar mereka
"Mana?" tanya Baekhyun sambil mekinta handphonennya pada Chanyeol
Chanyeol langsung memberikannya pada Baekhyun. Baekhyun langsung membaca pesan itu
"Aku harus menghubungi Luhan sekarang" kata Baekhyun pelan
Baekhyun langsung menghubungi Luhan, sedangkan Chanyeo hanya tersenyum melihat ekspresi istrinya yang khawatir bercampur senang.
"Jebal, angkat telep…"
"Yeoboseyo eonni" jawab Luhan
"Luhan?"
"Ne?"
"Kau lagi di Jejudo?"
"Ne, mian aku tidak memberitahu kalian"
"Gwenchana, yang penting sekarang kita sudah tahu kau berada dimana dan bersama siapa. Besok kau pulang jam berapa?"
"Jam 8.50. Minho oppa baru saja membeli tiketnya"
"Arraseo, besok kita akan kerumah mu"
"Ne, sampai jumpa besok"
"Ne, annyeong"
"Gwenchana?" tanya Chanyeol setelah Baekhyun menaruh handphonenya di kasur
Baekhyun hanya mengangguk
"Tenang saja Baekkie, Minho pasti menjaga Luhan" ucap Chanyeol sambil mengelus punggung Baekhyun
"Ne, aku akan ke dapur lagi" kata Baekhyun sambil bangkit dari kasurnya
"Aku akan membantu" kaya Chanyeol sambil mengikuti Baekhyun
Sehun sudah hampir sampai di rumah Luhan. Ia ingin cepat-cepat bertemu Luhan dan mengeluarkan semua isi hatinya pada Luhan. Sehun sudah sampai di rumah Luhan, ia langsung masuk ke dalam rumah itu
"Luhan" panggil Sehun
"Luhann"
"Luhan-ah jebal"
"Permisi tuan, Luhan sedang pergi bersama Minho" kata seorang oelayan wanita
"Ne?" Sehun agak meninggikan suaranya
"Kapan mereka pulang?" lanjut Sehun
"Saya kurang tahu, maaf" jawab pelayan itu
Sehun hanya membuang nafasnya kasar, lalu keluar dari rumah Luhan. Sehun langsung menaiki mobilnya dan pergi dari rumah itu. Ia memilih untuk pulang ke rumahnya dan menenangkan dirinya sejenak. Lalu ia mengeluarkan handphonenya dan menelpon Luhan.
"Kumohon angkat telephonenya" ucap Sehun lirih
Sehun sudah mencoba sebanyak 8 kali dan Luhan tetap tidak mengangkat telephon itu
"Apa kau benar-benar ingin mengakhirinya? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?" tanya Sehun sambil memejamkan matanya
Luhan sedari tadi mendapatkan telephone dari orang yang sedang ia hindari, ia kesal lalu mem-mutekan handphonenya
"Namja itu lagi?" tanya Minho
"Eung" jawab Luhan sambil menendang pasir-pasir pantai pelan
"Sudahlah, kita main air saja dan biarkan dia berusaha" kata Minho sambil menarik tangan Luhan dan berjalan menuju bibir pantai
"Hahaha, Okeyy" jawab Luhan lalu melepaskan tangannya dari Minho dan berlari menuju bibir pantai
Minho lalu mengejar Luhan dan menyipratkan air asin itu ke muka Luhan
"YAA" teriak Luhan
Minho dan Luhan bersenang-senang tanpa memikirkan Sehun di sebrang sana.
Luhan dan Minho bermain air hanya sebatas Lutut. 30 menit mereka berdua mencelupkan kaki mereka didalam air asin itu sambil sesekali meyipratkan air ke badan atau muka satu sama lain
"Aku ingin duduk dulu" kata Luhan lalu berjalan ke tenda yang mereka tempati
Minho hanya mengangguki Luhan dan membiarkan Luhan kesana sendirian
Luhan akhirnya sampai di tenda mereka lalu ia mengambil ponselnya dan melihat nama Sehun di layarnya. Ia kaget ketika melihat Sehun mencoba menelponnya sebanyak 8 kali. Tapi Luhan tidak menelpon Sehun balik. Ia hanya melihat jam lalu memasukan kembali handphone.
Setelah puas bermain di pantaai, Minho dan Luhan pergi ke pasar tradisional untuk membeli makanan khas Jeju. Luhan bahkan membeli banyak cemilan dengan alasan akan memberikan Kyungsoo, Kai, Baekhyun, juga Chanyeol sebagai ucapan maaf karena telah membuat mereka khawatir
Setelah puas berbelanja mereka mencari makan malam lalu kembali ke hotel untuk beristirahat.
Keesokan harinya Luhan dan Minho sudah berada di pesawat untuk kembali ke Seoul. Mereka sampai di Seoul setelah berada 1 jam di atas laut. Luhan dan Minho langsung pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, mereka berdua disambut dengan riang oleh Baekhyun, Kyungsoo, Kai, juga Chanyeol
"Luhannn, kami merindukanmu" teriak Baekhyun sambil memeluk Luhan erat
"Ne, kami kira kau tida akan kembali lagi" lanjut Kyungsoo sambil memeluk Luhan juga
"Mianhae eonnideul" jawab Luhan didalam pelukan Baekhyun dan Kyungsoo
Setelah memeluk Baekhyun dan Kyungsoo, Luhan memeluk Chanyeol dan Kai
"Mianhae Chanyeol oppa, Kai" kata Luhan dalam pelukannya
"Ne, gwenchana" jawab Kai
"Eung, jangan mengulanginya lagi eo?" ucap Chanyeol
Luhan hanya mengangguk setelah melepas pelukannya
"YA, kenapa kau tidak memberi tahu kami? Kau tahu, kami sangat khawatir" bentak Baekhyun tiba-tiba
"Aku hanya ingin merilekskan pikiranku saja. Mianhae" jawab Luhan menunduk
"Sudahlah Baekkie, lagipula Luhan sudah kembali dengan selamat sekarang" ucap Chanyeol menenangkan Baekhyun
"Tapi tetap saja aku benar-benar mengkhawatirkan dongsaeng bodoh ini" jawab Baekhyun sambil memeluk Luhan lagi
"Mian" kata Luhan
"Oh iya, aku membelikan kalian oleh-oleh" kata Luhan sambil melepaskan pelukan Baekhyun
"Jinjja?" tanya Baekhyun senang
"Eung, aku membeliksn kalian makanan ringan juga pakaian" jawab Luhan sambil mengeluarkan oleh-oleh tersebut dari dalam koper
"Ini" lanjut Luhan sambil membagikan oleh-oleh tersebut
Merreka menerima oleh-oleh itu dengan senang
"Gomawo" kata Baekhyun dan Kyungsoo bebarengan
"Eung" jawab Luhan sambil mengangguk dan tersenyum
Setelah pemberian oleh-oleh, Luhan juga tidak lupa memberitahukan kejadian-kejadian lucu yang terjadi selama dia berada disana.
Keesokan harinya Sehun mendatangi rumah Luhan pukul 11.06, Sehun mengetuk pintu rumah itu dan ia diperbolehkan masuk oleh maid yang membukakan pintu untuknya
"Silahkan masuk"
"Ne"
"Saya akan memanggilkan Luhan Agassi"
Sehun hanya mengangguk sebagai jawaban
TOK TOK TOK- maid intu mengetuk pintu Luhan
Luhan langsung berlari kecil dan membuka pintu itu
"Tuan Sehun mencari Luhan Agassi" kata aid itu langsung
"Ne?" jawab Luhan kaget dan langsung turun menuju ruang tamu rumahnya
"Untuk apa kau kemari?" tanya Luhan tidak suka
"Aku ingin meminta maaf" jawab Sehun menatap langsung mata Luhan
"Sudah ku katakan padamu, aku tidak ingin mengenalmu lagi. Jadi untuk apa kau meminta maaf?" Luhan berucap
"Aku benar-benar menyesal Lu, sekarang aku tahu siapa yang wanit yang paling penting dalam hidupku" jawab Sehun sambil berjalan mendekati Luhan
Luhan hanya diam menatap Sehun
"Aku ingin kita kembali seperti semula" lanjutnya
Luhan hanya terdiam mendengarkan pengakuan Sehun. Ia merasa yakin jika Sehun benar-benar ingin kembali padanya, tapi salahkan egonya Luhan yang terlalu besar sehingga membuat Luhan ragu kembali dengan perkataan Sehun
"Aku juga ingin kita kembali seperti semula" jawab Luhan membuat Sehun terkejut
"Tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan itu. Kau tahu? Kau sudah membuat luka yang dalam pada diriku. Kau sendiri yang membuat aku tidak percaya dengan perasaanmu, Kau juga tidak pernah berusaha untuk meyakinkanku jika semuanya akan kembali membaik. Kau yang berusaha mengakhiri hubungan kita dulu" lanjut Luhan dengan suara bergetar
Luhan berusaha untuk tidak mengalirkan airmatanya, tapi usahanya sia-sia. Pipi Luhan sudah terbasahi oleh airmata yang mengalir dengan sendirinya.
"Mian, mianhae. Jeongmal mianhae Lu. Kau benar. Dulu aku berusaha untuk mengakhirinya, tapi setelah semuanya berakhir aku merasakan sesuatu telah hilang dalam hidup ini. Aku memang bodoh waktu itu, sehingga aku kehilangan sesuatu yang berharga. Dan aku akan berusaha untuk mendapatkannya kembali. Dan aku tidak ingin apa yang sudah kudapatkan itu menghilang lagi" jawab Sehun sambil menatap Luhan. Tinggal selangkah lagi Sehun berada didepan Luhan, dan Sehun langsung berhenti
"Aku tidak akan menyerah Lu, tidak akan" kata Sehun tepat didepan Luhan
"Aku lelah Sehun. Aku tidak tahu apa aku harus percaya atau tidak dengan semua kata-katamu. Aku sangat ingin mempercayainya, tapi hatiku berkata lain" jawab Luhan sambil memegang dadanya
"Ku mohon percayalah" kata Sehun sambil memegang tangan Luhan dan mengarahkan tangannya ke dada Sehun
"Kau merasakannya?" tanya Sehun lagi
"Sudah lama aku kehilangan detak jantung yang seperti ini" lanjut Sehun lagi membuat Luhan menunduk
"Kau masih tidak mempercayaiku?" tanya Sehun sambil mengangkat dagu Luhan agar menatap Sehun
"Aku tidak tahu Sehun" jawab Luhan sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sehun
"Kepercayaan tidak bisa langsung datang begitu saja. Kau harus berusaha untuk meyakinkan orang itu apapun caranya" lanjut Luhan
"Ku harap kau mengerti" Luhan langsung meninggalkan Sehun di ruang tamu rumahnya
"Lu"
"Luhan"
Sia-sia saja Sehun memanggil Luhan, karena Luhan terus saja berjalan menjauhkan Sehun
Airmata Luhan turun dengan derasnya membasahi pipinya. Luhan menangis dalam diam dn ketika sampai dikamar, Luhan langsung meyuarakan tangisan tersebut. Ia masih mencintai Sehun sebenarnya, tapi ia tidak bisa langsung mempercayai namja itu.
Sehun hanya bisa melihat Luhan menjauh dari pandangannya, sampai Luhan benar-benar menghilang, Sehun baru meninggalkan rumah itu.
Sehun terus memikirkan Luhan selama diperjalanan. Pikirannya hanya penuhi oleh yeoja yang sangat dicintainya. Ia melamun sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang bisa dibilang diatas rata-rata. Sampai-sampai..
TET TET TET
CIIIT
BRUK!
Mobil Sehun menabrak mobil orang lain, sehingga mobil Sehun terpental dan jatuh dengan posisi atap mobil Sehun berada di aspal(terbalik).
"Luhan, saranghae" ucap Sehun lalu menutup matanya
Di waktu yang sama Kyungsoo dan Kai sedang melewati daerah kecelakaan tersebut
"Kai, terjadi kecelakaan" kata Kyungsoo kaget
"Mobil dengan mobil" jawab Kai
"Sepertinya aku mengetahui mobil itu" kata Kai setelah melihat mobil yang terbalik
Kyungsoo lamgsung menatap Kai tidak percya
"Sehun" kata Kyungsoo dan Kai bebarengan
Mereka langsung berlari menuju mobil Sehun. Kai berusaha untuk membuka pintu mobil Sehun tapi sayingnya mobil itu terkunci, sedangkan Kyungsoo langsung menelpon ambulan. Kai langsung melepaskan jas yang ia pakai dan langsung menggulung ketangannya dan menonjok kaca mobil Sehun.
Setelah kaca mobil itu pecah. Kai langsung membuka pintu dan seatbelt lalu menarik Sehun keluar. Ambulan yang Kyungsoo panggil datang diwaktu yang pas sehunggal mereka tinggal mengangkat Sehun dan membawanya ke rumah sakit
"Kau temani Sehun um" suruh Kai dan diangguki Kyungsoo
Kai lalu menuju mobilnya dan membawanya menuju rumah sakit dimana Sehun akan diperiksa
"Sehun-ah, bertahanlah sebentar lagi kita akan sampai" kata Kyungsoo sambil menggenggam tangan Sehun kencang dan juga menangis
"Luhan, Lu.. Luhan" ucap Sehun setengah sadar
"Ne?" tanya Kyungsoo sambil mendekatkan telinganya kepada Sehun
"Luhan, Lu.. Xi Luhan" ucap Sehun lalu ia kehilangan kesadarannya
"Ne, Sehun-ah, Sehun-ah.. Sehun-ah ireonaa, jebal" Kyungsoo langsung histeris setelah melihat Sehun kehilangan kesadarannya. Kyungsoo terus memukul pipi Sehun berharap Sehun akan bangun lagi.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit, Sehun langsung dilarikan ke UGD.
"Tenanglah baby, Sehun akan baik-baik saja" kata Kai menenangkan Kyungsoo yang sedari tadi tidak berhenti menangis
"Sebentar lagi Baekhyun Chanyeol Luhan dan orang tua Sehun akan datang" lanjut Kai lagi
"Kai, bagaimana jika Sehun tidak akan bangun?" tanya Kyungsoo sambil menatap Kai
"Tidak mungkin, airbag dimobilnya menahan benturan tadi jadi aku percaya jika Sehun pasti bangun" jelas Kai sambil merangkul Kyungsoo
"Dimana Sehun?" tanya seorang wanita tua yang diketahui eommanya Sehun
"Dia sedang dioperasi di ruangan itu" jawab Kai sambil menunjukan ruangan operasi itu
"Sehun-ah bertahanlah" kata eommanya Sehun dengan mata yang berkaca-kaca
"Sehun pasti kuat" appanya Sehun menenangkan
Tidak lama kemudian Luhan Baekhyun dan Chanyeol datang
"Bagaimana keadaannya?" tanya Chanyeol langsung
"Dokternya belum keluar" jawab Kai
"Kenapa harus seperti ini?" tanya Baekhyun dengan mata yang berkaca-kaca
"Sudah, Sehun pasti kuat" kata Chanyeol menenangkan Baekyun
Luhan hanya bisa menatap pintu ruang operasi itu dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Ia tidak menyangka jika Sehun sekarang berada di ruang operasi, padahal 15 menit yang lalu Sehun berada di rumahnya.
11 jam Sehun berada di ruang operasi dan belum ada dokter yang keluar untuk memberitaahukan keadaan Sehun. Sampai akhirnya seorang dokter perempuan keluar dan mencari kerabat Sehun
"Keluarga Oh?" tanya dokter itu
"Ne?" jawab eomma Sehun langsung
"Sehun masih dalam keadaan yang kurang baik, jika ia mengalami stress yang berlebihan anak anda bisa mengalami PTSD ( Post-Traumatic Stress Disorder). Penyakit ini bisa timbul karena merasa dirinya putus asa, atau merasakan kecemasan yang luar biasa sehingga membuat penderita ingin menyakiti dirinya sendiri, bahkan dengan bunuh diri" jelas dokter itu
"Ne? Bunuh diri?" ucap eomma Sehun tidak percaya
"Dimohon untuk menjaga perasaannya hingga Sehun benar-benar sembuh total" kata dokter itu
Luhan dan teman-temannya mendengar semua percakapan tersebut sehingga membuat mereka terkejut
"Ne. Kapan kami bisa melihat anak kami?" tanya appa Sehun
"Sehun sedang dipindahkan itu anda bisa menjenguknya" jawab dokter itu lalu meninggalkan ke-7 orang itu
Akhirnya mereka sudah bisa menjenguk Sehun, walaupun Sehun masih dalam keadaan yang belum sadar
"Kenapa kau bisa sampai seperti ini?" tanya eomma Sehun sambil menangis dan menggenggam tangan Sehun
"Sudahlah, kau jangan menangis lagi. Sehun pasti sedih jika melihat eommanya menangis" appa Sehun menenangkan
Baekhyun Luhan Kyungsoo Kai dan Chanyeol menatap orangtua Sehun prihatin. Mereka yakin jika orangtua Sehun sangat takut kehilangan anak semata wayangnya, apa lagi eommanya yang paling dekat dengan Sehun.
"Sehun-ah, kapan kau bangun? Kami merindukanmu" kata Baekhyun tak kuasa menahan airmatanya dan Chanyeol langung memeluknya
Kyungsoo dan Kai juga saling memeluk. Tinggal Luhan yang belum memiliki pasangan untuk dipeluk. Luhan hanya bisa meneteskan airmatanya dalam diam.
Sudah 8 jam sejak Sehun dipindahkan dari ruang operasi, dan Sehun belum juga membuka matanya.
Dari malam hingga pagi eomma Sehun terus memanggil anaknya walaupun ia tahu jika Sehun belum bangun.
Pukul 6 pagi, eomma Sehun hanya menatap Sehun sedih dan membuat Luhan merasa kasian
"Ajjuma, biar aku saja yang menjaga Sehun. Kalian bisa beristirahat dulu, dan kalua Sehun sudah sadar, aku akan langsung menghubungi kalian" kata Luhan
"Baiklah kalau begitu, tolong jaga anak kami Luhan" kata appa Sehun sambil merangkul istri yang masih menangis
Kenapa Luhan? Kerena Baekhyun Chanyeol Kai dan Kyungsoo sudah pulang terlebih dahulu karena Luhan menyuruh mereka untuk beristirahat
Setelah orang tua Sehun hilang dari pandangan Luhan, Luhan langsung mengambil alih kursi yang diduduki eomma Sehun.
Ia langsung duduk dan menggenggam tangan Sehun erat
"Sehun-ah ireona" kata Luhan pelan. Air mata Luhan mulai memenuhi pelupuk matanya
"Kau bilang ingin berusaha untuk mendapatkan kukembali?" tanya Luhan dan sekarang pipinya sudah dibasahi oleh airmatanya sendiri
"Sehun-ah, palli ireona" ucapnya lagi
Akhirnya Luhan bangkit dari tempat duduknya dan mendekatkan diri pada Sehun yang masih memejamkan mata. Semakin dekat jarak antara bibirnya dann bibir Sehun. Luhan mengecup bibir Sehun sambil menangis. Airmata Luhan jatuh di pipi Sehun dan membuat Sehun mengejapkan matanya. Luhan yyang tahu Sehun bergerak lalu menjauhkan diri dan melihat perkembangan Sehun
Sehun lalu membuka matanya pelan. Agak buram memang, tapi setelah fokus orang yang pertama kali ia lihat adalah Luhan dengan airmata yang terus mengalir.
"Sehun?" panggil Luhan tidak percaya
"Eung" erang Sehun saat ia ingin menggerakkan badannya
"Jangan bergerak, aku akan memanggil dokter" kata Luhan lalu memencet tombol yang ada di sebelah kasur Sehun
Tak lama kemudian dokter datang dang memeriksa keadaan Sehun
"Keadaan Sehun belum baik seutuhnya, jadi ingatlah dengan pesan-pesan saya sebelumnya" kata dokter itu lalu meninggalk kan Sehun dan Luhan
"Lu?" panggil Sehun
"Ne?" jawab Luhan langsung menatap Sehun
"Aku mintta maaf, aku ben'ar-benar menyesal"
"Jangan berbicara seperti itu Sehun, kau belum benar-benar pulih"
"Kumohon, kembalilah padaku"
Perkataan Sehun terakhir membuat Luhan kembali meneteskan airmatanya. Ia juga ingin kembali pada Sehun, tapi egonya selalu menolak. Tapi kali ini Luhan berusaha untuk mendengarkan kata hatinya. Selain mengikuti kata hatinya, Luhan juga mengingat semua pesan-pesan yang dokter itu sampaikan
"Kau mau kembali padaku?" tanya Sehun lagi sambil menatap mata Luhan dalam
"Ne"
TBC-
Comment ya, tolong kasih masukan biar FF selanjutnya bisa dibuat sesuai saran ^^
Balasan Believe Me Ch2
Makasih udah pada comment dan kasih saran
Maaf ya udah pada kecewa di Ch2
Terus mau kasih penjelasan tentang sad ending. Sad ending nya kan bisa aja Sehun nya mati atau terus mengejar Luhan, walaupun Luhannya gamau. Dan belum tentu Sehun bersama Irene bahagia
Untuk ending masih dipikirkan lagi yaaa
Kamsahamnida Reader-nim
