Believe Me
Main Cast :
Oh Se Hun (22)
Xi Lu Han (22)
Other Cast :
Kim Jong In (22)
Do Kyung Soo (23)
Park Chan Yeol (23)
Byun Baek Hyun (23)
GS, Typo(s), T = M
"Kau mau kembali padaku?" tanya Sehun lagi sambil menatap mata Luhan dalam
"Ne" jawab Luhan dengan suara yang sedikit bergetar
"Gomawo, aku berjanji tidak akan mengulangi kejadian seperti itu lagi. Aku tidak ingin kehilangan mu untuk ke 2 kalinya. A.. Aku"
"Sstt, kau harus beristirahat Sehun. Aku akan menelpon orangtuamu dan anak-anak yang lain dulu" kata Luhan.
20 menit kemudia
"Sehun-ah, kau sudah sadar?" tanya seorang wanita baya yang diketahui sebagai eommanya Sehun
"Eung" jawab Sehun sambil tersenyum agar eommanya tidak khawatir lagi
"Eomma takut kau akan kenapa-napa" kata eommanya lagi
"Sudahlah yeobo, Sehun itu namja yang kuat. Dia pasti bisa sehat kembali" kata appanya Sehun
"Sehun-ah" panggil Chanyeol
"Ne?" jawab Sehun
"Syukurlah, kau sudah siuman" kata Kyungsoo
"Apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Kai
"Hanya pusing sedikit" Sehun menjawab pertanyaan Kai
"Kau harus banyak istirahat" kata Baekhyun
"Eung, gomawo" jawab Sehun
"Luhan-ah, kau sudah makan" tanya Baekhyun membuat orang-orang disana menatap Luhan
"Ne? Belum, aku tidakk lapar" jawab Luhan agak canggung
"Kau belum makan?" tanya Kyungsoo
"Ya, kau ingin mati kelaparan? Kau harus makan walaupun hanya sedikit" kata Chanyeol sambil menaikan suaranya
"Arraseo, aku akan makan jika aku lapar" jawab Luhan malas
"Kau belum makan?" tanya Sehun kaget
Luhan hanya mengangguk
"Kau harusnya makan Lu" kata Sehun lembut
"YA, jangan mengurusi orang lain. Kau sendiri bahkan sekarang masuk rumah sakit" cetus Baekhyun
"Hahaha, kalian makanlah dulu biar aku dan appanya Sehun yang akan menjaga Sehun" kata eomma Sehun
"Arraseo eommonie. Kajja Lu" kata Baekhyun lalu menarik tangan Luhan paksa
Sebelum pergi mencari makan, Baekhyun Chanyeol, Kai dan Kyungsoo mengantar Luhan untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi, Luhan dan teman-temannya pergi mecari makan. Dan disinilah mereka sekarang, di restoran khusus masakan korea.
"Kimchi Jiggae 1 dan Bibimbab 2 dan nasi putih 3 dan air mineral 5" kata Chanyeol
"Ne" jawab pelayan itu lalu pergi setelah menulis pesanan Chanyeol
"Ada yang ingin aku katakan" kata Luhan tiba-tiba membuat teman-temannya menengok kepadanya
"Katakan saja" jawab Kyungsoo
"Se.. Se.. Sehun ingin aku kembali kepadanya" kata Luhan sambil menundukan kepalanya
"Lalu apa yang kau katakan padanya?" tanya Baekhyun
Luhan hanya diam mendengar pertanyaan Baekhyun. Ia takut jika temannya akan marah padanya karena mau menerima lelaki yang sudah pernah menyakitinya
"Apa yang kau katakan Lu?" tanya Baekhyun lagi
"Aku mengatakan iya" jawab Luhan sambil mengecilkan suaranya
Baekhyun Chanyeol, Kyungsoo dan juga Kai hanya diam sesaat sasmpai Baekhyun kembali membuka suaranya
"Gwenchana, jika itu yang kau inginkan. Lagi pula dokter mengatakan untuk tidak membuat Sehun stress" kata Baekhyun sambil mengelus punggung Luhan
"Tapi jika Sehun menyakitimu lagi. Kita tidak akan membiarkan ia hidup dengan tenang" kata Chanyeol mantapp
Lalu makanan mereka datang, dan mereka makann dengan suasanayang riuh, tentu saja karena Chanyeol dan Baekhyun
Setelah selesai makan, mereka kembali ke rumah sakit dimana Sehun dirawat. Setelah sampai di kamar Sehun, Luhan langsung buru-buru kesamping kasur dimana Sehun sedang berbaring.
"Kau sudah makan?" tanya Sehun lemah
Luhan hanya mengangguk sebagai jawaban
"Mianhae" kata Sehun tiba-tiba
Luhan hanya diam tidak membalas pernyataan Sehun
"Jeongmal mianhae" kata Sehun lagi dengan suara yang sangat kecil tapi Luhan masih bisa mendengarnya
"Eung, gwenchana. Jangan mengulanginya lagi" jawab Luhan sambil mengangguk. Tangan kirinya Sehun genggan dan tagan kanannya mengelus rambut Sehun lembut
"Kapan aku akan pulang?" tanya Sehun lagi
"Mungkin 2 minggu lagi. Wae?" tanya Luhan
"Aku hanya ingin cepat pulang agar kita bisa berjalan-jalan bersama" kata Sehun
"Ya, kau masih sakit. Jangan berpikiran yang macam-macam" jawab Luhan sambil tersenyum
"Sehun-ah, bagaimana keadaan mu?" tanya Chanyeol
"Sudah enakan, karena ada Luhan disini" jawab Sehun sambil menatap Luhan
"Bukan karena eomma?" tanya eommanya Sehun
Semua tertawa mendengar pertanyaan eommanya Sehun
"Umm, eomma kedua setelaah Luhan, haha" jawaban Sehun membuat yang lainnya t ertawa lagi
Waktu sudah menunjukan pukul 9.00 malam dan Luhan menyuruh teman-temannya dan orang tua Sehun untuk pulang. Ruangan itu kini hanya meninggalkan 2 orang yaitu Luhan dan Sehun.
"Kau harus beristirahat" kata Luhan sambil mengelus kepala Sehun
"Kau juga Lu" kata Sehun sambil menggenggam tangan Luhan
"Aku akan beristirahat jika kau sudah tidur" jawab Luhan
"Kalau begitu kita akan tidur dan beristirahat bersama" kata Sehu lagi sambil menggeserkan badannya dan meneput-nepuk kasur miliknya
Luhan hanya diam ketika Sehun menyuruhnya untuk tidur bersama
"Kenapa diam? Kemarilah" kata Sehun sambil menarik tangan Luhan
Luhan hanya diam dan mengikuti perintah Sehun, dan sekarang Luhan tengah berbaring disebelah Sehun dengan posisi berhadap-hadapan
"Sekarang tidurlah" kata Luhan
"Aku harus mendapatkan mu kembali Lu" kata Sehun tiba-tiba mengerenyitkan dahinya
"Aku tidak ingin kau bersama namja itu" Sehun bebicara dengan sara yang dikecilkan hampir seperti berbisik sambil mendekatkan mukanya pada Luhan. Luhan hanya diam mendengar perkataan Sehun itu
Hanya tinggal beberapa senti lagi bibir Sehun dapat menyentuh bibir Luhan tapi Sehun hanya dia sambil menatap mata Luhan dalam lalu berkata
"Kau hanya milik ku" lalu Sehun langsung menyambar bibir Luhan seakan-akan taku kehilangan Luhan untuk yang kedua kalinya. Luhan yang tadinya kaget akan perlakuan Sehun yang tiba-tiba, sekarang ia mulai memejamkan matanya dan menikmati ciuman yang Sehun berikan.
Setelah melepaskan tautan tersebut, Sehun mengecup bibir Luhan lembut
"Istirahatlah, kau sangat membutuhkannya" kata Sehun lembut dan Luhan hanya mengangguk lalu memejamkan matanya, tak lama kemudian terdengarlah dengkuran halus yang berasal dari Luhan sehingga memvuat Sehun yakin jika yeojanya itu sudah tertidur barulah Sehun memejamkan matanya dan terlelap
Pagi harinya Sehun bangun terlebih dahulu daripada Luhan. Sehun hanya tersenyum ketika meihat Luhan menaruh tangannya didada bidang Sehun. Karena tidak ingin mengganggu tidur Luhan, Sehun menyingkirkan tangan Luhan dengan sangat pelan, kemudian bangkit dari kasurnya dan menuju toilet untuk menyikat giginya. Setelah itu ia duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.
"Eungh" Luhan mulai meraba-raba tepat kosong yang berada disebelahnya
"Sehun-ah" panggil Luhan pelan
"Aku disini" jawab Sehun sambil melihat Luhan yang sedang mencarinya
"Ya, aku kira kau pergi meninggalkan ku" kata Luhan manja sambil berjalan mendekati Sehun
"Aku tidak akan meninggalkanmu Lu, kau terlalu berharga untuk ditinggalkan" kata Sehun membuat pipi Luhan merona
"Arraseo, aku sikat gigi dulu" jawab Luhan sambil memegang kedua pipinya yang memerah
Sehun hanya tersenyum melihat tingkah luhan yang lucu itu. Setelah Luhan menyikat gigi, Sehun menarik tangan Luhan dan mengisyaratkan Luhan untuk duduk dipangkuannya dan Luhan mengerti itu.
"Aku merindukanmu" kata Sehun sambil memeluk Luhan, menghirup aroma Luhan yang sangat khas baginya
"Nado" jawab Luhan, ia hanya menikmat setiap perlakuan Sehun yang diberikan padanya
Sehun kemudian mengecup tengkuk Luhan, tidak hanya sekali tetapi berkali-kali dan hal itu membuat Luhan menengadahkan kepalanya dan mengeluarkan lenguhan lembut yang enak didengar bagi Sehun. Tangan kiri Sehun ia gunakan untuk memegang pinggang kecil Luhan, sedangkan tangan sebelahnya ia gunakan untuk mengelus paha mulus milik Luhan, dan perlakuan tersebut makin membuat lenguhan Luhan semakin keras. Tapi sayangnya kegiatan mereka diberhentikan oleh pasangan yang baru menikah. Yup, mereka adalah Chanyel dan Baekhyun.
"YA! Masih pagi dan kalian sudah melakukannya?" protes Baekhyun
"Mengganggu sekali" cibir Sehun menghela napasnya kasar
Luhan langsung berdiri dan menyapa pasangan itu
"Good morning oppa, eonni" kata Luhan sambil tersenyum lebar
"Morning" balas Chanyeol, sedangkan Baekhyun hanya menatap Luhan sebal
"Kau itu belum benar-benar sembuh Oh Sehun" kata Baekhyun sambil menatap Sehun
"Aku hanya menciumnya saja, tidak lebih" bela Sehun
"Sudahlah, ini masih pagi jangan ribut-ribut" lerai Chanyeol
"Ah, atau kau ingin diperlakukan seperti itu Baekie?" goda Chnayeol membuat Baekhyun merona
"Ya, arraso. Jangan ulangi lagi" kata Baekhyun
"Ada apa kalian datang pagi-pagi?" tanya Sehun dingin
"Ya, kau ini tidak tahu berterimakasih" kata Baekhyun menghampiri Sehun
"Tentu saja untuk menjengukmu bodoh. Ck menyebalkan" kata Baekhyun lagi sambil menjitak kepala Sehun keras
"Ya, Appo" teriak Sehun sambil memegang kepalanya
Luhan dan Chanyeol hanya tertawa melihat tingkah Sehun dan Baekhyun. Tidak lama Orang tua Sehun datang dan Sehun langsung melaporkannya kepada Eommanya Sehun
"Eomma, Baekhyun nuna menjitak kepalaku" adu Sehun
"Jinjja, berapa kali kau menjitaknya?" tanya eommanya Sehun pura-pura kaget
"Hanya sekali" jawab Baekhyun sambil menahan tawanya
"Ya, kau harusnya menjitak sebanyak 5 kali" jawab eomma Sehun membuat semua orang yang berada di sana tertawa kecuali Sehun tentu saja
"Arraseo, lain kali aku akan menjitaknya sebanyak 5 kali" jawab Baekhyun setelah tertawa
Pagi hari itu dipenuhi canda tawa yang ramai. Sehun hanya memperhatikan Luhan. Ia sangat-sangat berterimakasih pada Tuhan karena telah menyatukan kembali takdir yang sudah pernah putus, dan sekarang ia berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang kedua kalinya pada Luhan.
Hari ini Sehun sudah benar-benar sembuh dari penyakitnya. Dan itu tandanya Sehun sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Sehun di antar pulang oleh orangtuanya dan Luhan diantar pulang oleh Kai dan Kyungsoo
Sesampainya di rumah Luhan, ia menyuruh maidnya untuk menyiapkan air hangat untuk merilekskan badannya yang pegal-pegal. Ia berendam sekitar 40 menit lalu membersihkan diri dan mencari pakaian yang nyaman untuk digunakan hari ini.
Setelah menggunakan pakaian tersebut, Luhan merebahkan dirinya di kasur kesayangannya. Baru saja memejamkan matanya, Luhan merasa ada yang menaiki kasurnya, dan ia langsung terbangun
"Mian" kata Sehun smbil memperlihatkan giginya
"Ya, kenapa kau disini?" tanya Luhan kaget
"Aku merinduknmu, jadi aku langsung kesini" kata Sehun polos sambil melakukan kegiatanya yang sempat tertunda itu
"Aku sangat lelah hari ini, aku hanya ingin beristirahat" kata Luhan sambil melihat Sehun yang sedang berbaring disebelahnya
"Aku juga, aku hanya merindukanmu, itu saja. Aku akan menemanimu beristirahat" jawab Sehun tulus
"Kemarilah, kau bilang kau ingin beristirahat, kenapa hanya diam?" kata Sehun lagi membuat Luhan membaringkan dirinya disebelah Sehun
Sehunn dan Luhan sekarang sedang berhadap-hadapan, dan hal itu mebuat mata mereka bertemu.
"Aku suka aroma ini" kata Sehun tiba-tiba, Luhan hanya diam mendengarkan Sehun
"Kenapa aku tidak menyadarinya eoh? Namja bodoh"
"Seharusnya aku yang mencium mu di pernikahan Baekhyun nuna, bukan namja itu"
"Aku tidak suka ada namja lain yang mendekatimu Lu, kau mengerti? Kau hanya milik ku" ucap Sehun dan Luhan hanya mengangguk
Mereka lau bertatap-tatapan dalam diam, sampai Luhan berkata
"Dia bukan namja ku" kata Luhan membuat Sehun mengerutkan dahinya bingung
"Aku tidak ingin mencium Joy, jadi aku membawa Minho oppa" jelasnya lagi
"Minho?" tanya Sehun bingung
"Eung, dia kakak angkatku" jawab Luhan polos
"Kakak angkat?" tanya Sehun lagi dan Luhan hanya mengangguk
"Tapi tetap saja dia menciummu" kata Sehun kesal
"Dia sudah memiliki kekasih Sehun" jawab Luhan
"Sudah lah, aku lelah" kata Luhan lalu memejamkan mataya meninggalkan Sehun yang masih kesal.
Setelah melihat Luhan menutup matanya, Sehun diam sejenak lalu memajukan kepalanya, setelah merasa cukup dekat, Sehun menatap Luhan dan kemudian mengecup bibir Luhan lembut. Ia mengecup bibir Luhan berkali-kali sehingga membuat Luhan kembali terbangun
"Ya, aku ingin beristirahat" kata Luhan kesal membuat Sehun terseyum
"Arraseo, mian. Aku tidak akan menciummu lagi" kata Sehun lalu keduanya terlelap
Menjelang sore hari Sehun terbangun dari tidurnya. Ia menatap Luhan yang masih tertidur berhadapan muka dengan Sehun, setelah puas melihat wajah Luhan, kemuadian ia mendekatkan wajahnya dan kemudian mengecup bibir Luhan lembut lalu membangunkan Luhan dari tidurnya
"Lu, Ireona"
"Eungh" jawab Luhan lalu membalikan tubuhnya
"Baby, kau harus bangun jika tidak kau idak akan tidur lagi nanti malam" kata Sehun lagi. Luhan hanya diam tak menjawab
"Luhan, kau harus bangun sekarang" kata Sehun lagi dan sekarang ia tengah duduk sambil menatap punggung Luhan
"Aku lelah Sehun" jawab Luhan dengan nada malas
"Kau sudah tidur 3 jam Lu, aku tidak ingin kau bergadang nanti malam" jelas Sehun
"Arraseo, aku bangun" jawab Luhan masih dengan posisi yang sama. Sehun menunggu Luhan untuk duduk disampingnya, tetapi hal yang ditunggu-tunggu Sehun tidak kunjung datang. Luhan masih tetap di posisi tidurnya
"Luhan, ppali" kata Sehun lagi sambil tersenyum
"Arraseo" jawab Luhan lalu duduk di sebelah Sehun
"Kau akan pulang?" tanya Luhan setelah sepenuhnya sadar
"Jika kau ingin aku pulang, maka aku akan pulang" jawab Sehun, Luhan hanya mengangguk mendengan jawaban Sehun
"Aku lapar" kata Sehun, dan Luhan hanya mengangguk lagi sebagai jawabannya
"Kajja kita makan" ajak Sehun sambil menggandeng Luhan
Mereka kini berada di dapur, para maid Luhan telah menyiakan hidangan mewah untuk Luhan dan Sehun. Mereka berdua makan dalam diam menikmati hidangan yang tersedia. Setelah menghabiskan makanan tersebut, Luhan dan Sehun menuju ruang tv.
"Hun-ah jangan pulang hari ini" kata Luhan tiba-tiba
"Arraseo" jawab Sehun sambil tersenyum
Luhan kini sedang menonton Pretty Woman bersama Sehun dengan posisi Luhan menyender kepada Sehun, dan Sehun merangkul Luhan
"Lihatlah, namja itu jatuh cinta kepada seorang PSK" kata Luhan sambil menunjuk kearah tv nya
"Namja itu sangat setia sekali" lanjut Luhan lagi
Setelah kalimat itu Luhan ucapkan, Sehun teringat dengan semua sikap-sikapnya kepada Luhan waktu itu. Ia merasa sangat-sangat bersalah kepada Luhan karena sikap bodohnya.
"Mianhae" kata Sehun
"Aku seharusnya tidak melakukan hal bodoh itu, aku benar-benar menyesal"
Luhan mengerti kemana arah pembicaraan Sehun mencoba untuk tidak mengungkit masalah itu lagi. Lagi pula Luhan sudah melupakannya, walaupun masih ada sedikit rasa kesal terhadap yeoja simpanan Sehun yang lalu
"Aku sudah melupakannya Sehun. Jangan bahas masalah itu lagi" jawab Luhan
"Arraseo, mian. Aku tidak akan membahasnya lagi" kata Sehun taku Luhan marah
Merekapun kembali menyaksikan film itu hingga selesai
"Aku bosan" kata Luhan manja
"Ingin jalan-jalan?" tanya Sehun membuat Luhan mengangguk antusias
Kini Luhan dan Sehun berada di taman dekat rumah Sehun. Mereka duduk dikursi taman tersebut sambil berpegangan tangan.
"Ice cream" bisik Luhan sambil menatap anak kecil yang sedang memakan ice creamnya disamping Luhan. Sehun yang tadi berceloteh bingung apakah Luhan mendengarkan ceritanya atau tidak, ketika ia melihat Luhan ia hanya tertawa lepas karena raut wajah Luhan yang Lucu.
Luhan bingung kenapa Sehun tertawa dan meninggalkannya
"Ya, kau ingin kemana?" teriak Luhan
"Kau tunggu saja disitu" jawab Sehun
5 menit kemudian Sehun kembali sambil memegang 2 buah ice cream , dan hal itu membuat Luhan tersenyum senang
"Ice cream" teriak Luhan ketika Sehun menyerahkan salah satu ice creamnya kepada Luhan. Luhan langsung mengambil ice cream tersebut lalu memakannya
"Kau suka?" tanya Sehun sambil melihat Luhan dan Luhan mengaggukkan kepalanya tanpa melihat Sehun
Setelah selesai memakan ice cream, Sehun dan Luhan kembali ke rumah Luhan karena hari sudah semkain malam. Sesampainya di rumah, Luhan langsung merebahkan dirinya di sofa ruang tv miliknya itu
"Hhh, akhirny sampai juga" kata Luhan dan Sehun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah laku Luhan
"Kau harus mandi" kata Sehun setelah meletakkan bokongnya di sofa yang sama dengan Luhan
"Tidak sekarang, aku masih ingin duduk disini" jawab Luhan
"Ahh, atau kau ingin mandi bersamaku?" goda Sehun membuat pipi Luhan memerah
"Anniyaa, aku masih lelah" jawab Luhan sambil menutup pipinya dan menggelengkan kepalanya
"Hahaha, neomu kiyowo. Arraseo aku akan mandi duluan" kata Sehun lagi lalu bangun dan meninggalkan Luhan. Sehun menuju kamar yang biasa ia tiduri ketika menginap dirumah Luhan. Di lemari tersebut juga terdapat beberapa pakaian Sehun yang sengaja ia tinggalkan.
Setelah selesah mandi, Sehun menuju ruang tv untuk mencari Luhan dan ternyata yeoja itu masih berada ditempat yang sama, hanya saja Luhan sudah tertidur
"Apa kau terlalu lelah?" tanya Sehun pelan berusaha untuk tidak membangunkan Luhan
"Tentu saja kau pasti lelah. Kau yang menjagaku selama aku dirumah sakit, dan sekarang aku akan menjagamu" kata Sehun pelan. Lalu ia mengangkat Luhan dan membawanya ke kamar Luhan dan membaringkannya di kasurnya.
"Eungh" lenguh Luhan, lalu ia membuka matanya
"Mian" kata Sehun ketika melihat Luhan membuka matanya
"Kau harus mandi sekarang" kata Sehun lagi dengan lembut
"Sebentar lagi" jawab Luhan dengan manja
"Jika tidak sekarang, kau akan tertidu lagi dank au tidak akan mandi—mandi Lu" kata Sehun sambil mengelus kepala Luhan
"Arraseo. Kau jangan kemana-mana eung" kata Luhan lalu bangun dari tidurnya dan berjalan menuju toiletnya
Sehun hanya mengagguk sebagai jawabannya
30 menit Sehun harus menunggu Luhan keluar dari toiletnya, Luhan hanya menggunakan kaos putih kebesaran yang agak transparan dan celana pendek, dan hal itu membuat Sehun langsung menelan ludahnya.
"Wae?" tanya Luhan polos
"Aniyo" jawab Sehun cepat dan langsung membuang mukanya dari Luhan
Luhan hanya menatap Sehun bingung, lalu ia berjalan mendekati Sehun. Sehun hanya diam ketika Luhan hanya menatapnya tetapi saat Luhan berjalan mendekatinya, ia langsung salah tingkah. Ia merasa sangat bersyukur ketika handphonenya berbunyi
"Yeoboseyo?" jawab Sehun cepat
"Aku sedang bersama Luhan"
"Ne, aku akan menginap disini"
"Arraseo, anyyeong" Sehun langsung mematikan panggilan tersebut
Sedangkan Luhan yang sudah berada di depan Sehun hanya melipat tangannya di depan dada dan menatap Sehun curiga. Sehun yang mengerti tatapan Luhan langsung menjelaskanya
"Tadi eomma menelpon dan mencariku, aku luoa menghubunginya tadi" jelas Sehun tanpa melihat Luhan
Luhan hanya mengangguk mengerti. Ia kemudian medudukan dirinya disebelah Sehun
"Hun-ah, aku ingin tteokbbokki" ucap Luhan pelan
"N-ne?" jawab Sehun kaget
"Aku juga ingin makan kimbab" kata Luhan lagi
"Arraseo, aku akan memesannya. Tunggu sebentar" jawab Sehun lalu melakukan panggilan ke restoran yang menjual kedua jenis makanan tersebut
"Yeoboseyo, aku ingin memesan chesse tteobbokki 1 dan kimbab 2"
"Tolong antarkan ke Sanseong-dong, Seoul"
"Aku akan membayar cash"
"Ne, kamsahabnida"
"Mereka bilang akan mengantarnya 10 menit lagi" kata Sehun setelah memutuskan panggilannya, dan Luhan hanya mengangguk
20 menit kemudian pesanan Sehun dan Luhan datang. Mereka memakan makanan tersebut di balkon kamar Luhan sambil menikmati makanan tersebut, mereka berdua bercerita dan tertawa bersama
"Hahahahaha, kau benar-benar bodoh. Kenapa kau masuk toilet wanita? Setiap toilet pasti ada tandanya kan? Hahaha" Luhan tertawa terbahak-bahak
"Ya, bagaiana aku bisa tahu? 2 anak kecil itu menutup tandanya dan menyuruhku untuk masik toilet sebelah kanan, ya sudah aku ikuti saja perkataannya itu" bela Sehun
"Kau tidak memarahi mereka?" tanya Luhan lagi
"Mereka sudah lari dan mentertawaiku" jawab Sehun sambil mempoutkan bibirnya
Luhan hanya tersenyum mendengar jawaban Sehun
"Haaah, kenyangnya" kata Luhan sambil mengelus perutnya yang rata
Sehun melihat apa yang dilakukan Luhan dan dia kembali tersadar dengan pakaian Luhan yang agak transparan itu. Mata Sehun yang tadinya melihat tangan Luhan yang sedang mengelus perutnya naik perlahan dan sekarang ia tengah melihat bra Luhan yang berwatna hitam. Luhan mengikuti arah mata Sehun dan ia tersenyum jahil, ia sangat ingin menggoda Sehun sekarang.
Lalu Luhan mengambil gelas yang berada di depannya lalu meneguk air tersebut. Dengan sengaja ia menumpahkan air tersebut kearah dadanya dan sekarang bra Luhan semakin terlihat.
"Aigoo" kaget Luhan pura-pura. Sehun pun sangat kaget dan langsung salah tingkah
"K-kau sangat ceroboh" kata Sehun tanpa melihat Luhan
Luhan hanya tersenyum melihat Sehun yang tidak ingin melihatnya. Dengan sengaja ia mendekatkan dirinya pada Sehuun dan berbisik
"Tapi kau menyukainya bukan?" bisik Luhan sambil menempelkan dadanya yang basah
Sehun sadar jika Ia sedang dikerjai oleh Luhan kini membalikan mukanya berhadapan dengan Luhan
"Oh, sudah berani ternyata. Apa Baekhyun yang mengajari Luhanku yang polos ini?" tanya Sehun dengan suaranya yang sexy
Luhan lah yang sekarang gelagapan karena menggoda Sehun. Luhan pun membalikan badannya dan ingin berjalan meninggalkan Sehun tetapi ia terlambat, karena tangan Sehun sudah menahannya
"Wae? Kau yang memulainya baby" kata Sehun lalu menggendong Luhan masuk kekamarnya.
Sehun kemudian menidurkan Luhan lalu ia menimpa Luhan dengan tangan nya menahan badannya agar Luhan tidak merasa berat. Tangan Luhan mencoba untuk mendorong badan Sehun tetapi ia tidak kuat karena badan Sehun lebih besar dan Sehun adalah seorang lelaki
"Tangan ini sangat mengganggu" kata Sehun lalu mengangkat tangan Luhan dadn menahan tangan tersebut diatas kepala Luhan
Kemudian ia mendekatkan kepalanya dan mencium bibir Luhan dengan lembut. Setelah merasakan adanya balasan dalam ciuman tersebut, Sehun mulai mencium Luhan lebih dalam.
"Eungh" desah Luhan
Kemudian Sehun melepaskan ciuman tersebut
"Aku sangat menginginkanmu sekarang" kata Sehun lalu ia melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda
Luhan pun memalingkan wajahnya dan berkata
"Sudah dulu ne Reader-nim. Aku dan Sehun pamit dulu"
Sehun dan Luhan pun esenyum dan melakukan aktivitasnya kembali
THE END
Mianhae ya ini Last Chapter..
Makasih ya buat Reader-nim yang udah setia nungguin FF ini
Mohon ditunggu untuk FF selanjutnya ^^
