Chapter two of Yousei Oniichan: First Mission! SSS Mission?

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Disclaimer: Hiro Mashima and Masashi Kishimoto!

Idea: AoiKishi

Genre: Family, Fantasy, Adventure, Humor, Scifi?

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Summary: Naruto terlempar kedimensi lain, bertemu dua gadis manis imut (Mavis dan Zera berumur 6 tahun) yang sekarang dianggapnya sebagai adik. Lalu Mavis memulai lembaran baru petualangan dikedupanya dengan ditemani dengan Yousei Oniichan, Zera, Kurama dan yang lainya.

Uzumaki Naruto berumur sekitar 17 tahun, seperti dioriginal canon ketika melawan Kaguya.

Mavis dan Zera masih berumur 6 tahun lebih, sesuai dengan dimualinya Fairy Tail Zero Arc.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Enam bulan telah berlalu semenjak kedatangan mereka ke Hargeon Town.

Setelah itu, Naruto dan dua adik manisnya melanjutkan perjalanan mereka di Isgar Continent ini dengan mengunjungi berbagai kota lain. Seperti: Malba City, Royal City, Sun Village, Oak Town, Onibus Town, Margaret Town, Clover Town, Lupinus Town, dll.

Yang mereka lakukan hanyalah berkeliling, bersantai, mengelilingi kota, melihat-lihat pemandangan, mengunjungi tempat bersejarah, reruntuhan, dan lainya.

(Adapun markas monster, markas bandit, perompak, dark guild kecil, dll Naruto lah yang menanganinya sendiri)

.

Saat ini, mereka beristirahat disalah satu penginapan sederhana di kota Magnolia.

Dalam satu ruangan kecil yang memiliki dua tempat tidur. Terlihat Naruto yang dalam keadaan telentang, tidur disalah satu kasur.

Sementara itu, Zera menjadikan tangan kananya untuk guling dan Mavis menjadikan dada plus perut Naruto sebagai kasur (dengan kata lain, Mavis menindih badan Naruto)

Tenang, Naruto (sepertinya) bukan lolicon kok. Tehee..#plak!

Alasan logic yang membuat Mavis dan Zera tidur dikasur yang sama dengan Naruto (lagi) seperti malam-malam biasanya adalah karena tubuh Naruto hangat.

Oleh karena itulah, kedua anak kecil berumur 6 lebih ini kadang-kadang terbangun ditengah malam dan menaiki kasur Naruto, kemudian memakainya sebagai guling (maklum, di penginapan tidak ada guling seperti dirumah mereka sebelumnya)

Naruto yang sekarang hidup didunia damai ini pun menjadi lebih nyenyak tidurnya, karena dia tidak perlu takut lagi diburu oleh ninja-ninja pembunuh seperti didunia sebelumnya.

Selain itu, para Biju juga ada bersama Naruto, jadi dia menjadi merasa jauh lebih aman.

.

# Jam 08.32 #

Poft!

Dari kepulan asap, munculah Kurama sang rubah ekor sembilan yang seharusnya ditakuti oleh seluruh manusia dalam bentuk chibi imutnya.

'Haah~... sudah jam segini Naruto masih belum bangun. Hmm..., kali ini aku harus memakai cara yang seperti apa untuk membangunkanya?'

'Hmmm~…. Oh!' Kurama mendapatkan Ide.

Kemudian, dia melihat kedua tangannya yang imut seperti tangan kucing, menyeringai, mengambil ancang-ancang, lalu melompat kearah wajah Naruto.

'Rasakan ini, Jurus delapan cakaran Kurama!'

Scratch! Scratch!

"GYAAAAAA!"

Naruto pun terbangun dengan terkejut, dan langsung memegang wajahnya yang mendapat delapan goresan baru.

Sementara Mavis dan Zera, terlempar dari tempat tidur nyaman mereka dan bergulung-gulung dilantai layaknya bola kapas sebelum akhirnya menabrak dinding (Mavis) dan ranjang satunya (Zera), lalu terbangun.

""Ittaii!"" ringis kedua anak kecil itu bersamaan.

'Kukuku, ternyata cara baru ini cukup ampuh. Aku berhasil membangunakan mereka bertiga sekaligus. Biasanya cukup lama untuk membangunkan salah satu dari mereka'

Sementara itu, Naruto langsung bersiaga, mencari siapa yang berani melukai wajah tampanya ini.

"Bola bulu temeeee! Kau lagi ya?" ucap Naruto seraya melompat kearah Kurama berusaha menangkapnya, namun dengan lincahnya rubah itu menghindar.

"Haha! Makanya, kalau tidur jangan terlalu nyenyak, kau bisa diserang kapan saja"

"Bukan urusanmu bola bulu! Kesini kau!"

.

Kericuhan terjadi di penginapan itu. Meskipun sang pemilik meneriaki mereka, Naruto masih tidak menyerah untuk menangkap Kurama.

.

"Ku~kukukuku~.. kau tidak akan bisa menangkapku! Selamat tinggal naru-"

Brak!

Kurama yang berlari kencang dan berusaha melompat melewati jendela yang terbuka malah menabrak sesuatu yang padat. Sehingga wajahnya terpantul dengan cukup keras, lalu dirinya terbaring kelantai dengan mata berputar.

Karena tubuhnya yang kecil, maka status Defense, Endurance, Agility, dan Strengh miliknya juga berkurang.

Jadi wajar saja saat ini tubuh Kurama memiliki kekuatan dan daya tahan seperti binatang piaraan normal lainya. Bedanya, dia memiliki kecepatan ninja dan bisa menembakkan bijudama kecil seperti kelereng dari mulutnya.

Begitu, Kurama terjatuh. Dengan gerakan gesit, Mavis menangkap Kurama, sementara Zera berdiri didepan Naruto.

"Naru Onii chan! Jangan jahat dengan Kyuu-chan!" ucap Zera berkacak pinggang berdiri didepan Naruto

"Ta-tapi, dia yang mencakarku duluan!" ucap Naru Protes

"Yousei Onii chan, Kyuu-chan tidak bermaksud jahat. Mungkin dia hanya berniat untuk membangunkanmu dan ingin bermain dengan kami. Nee..~ Benarkan Kyuu-chaan~?" ucap Mavis seraya mengusap-usapkan pipinya kearah Kurama yang lemes, dan memeluknya dengan ERAT layaknya guling!

Mendapati ini, Naruto sweatdrop dan membatalkan niatnya membalas dendam.

'Uwaa... setahuku, Kurama berlari karena takut dengan kalian. Hah~~, melihat keadaan naas Kurama saat ini, aku tidak tega jadinya' batin Naruto menyaksikan Zera yang berjalan kearah Kurama dan Mavis, lalu bermain dengan beberapa ekor rubah itu.

'Hmm, sepertinya Kurama menabrak dinding karena sihir ilusi Mavis ya? Hmm.. hmmm.. Imouto-KU yang satu ini semakin mahir menggunakan sihirnya. Onii chan bangga padamu!' batin Naruto sambil mengangguk tidak jelas.

Ya, beberapa saat lalu, dengan [Illusion Magic], Mavis membuat jendela seolah bergeser dari tempatnya, sehingga ketika Kurama hendak melompat kejendela, dirinya malah menabrak dinding yang ada disamping jendela.

Ternyata, Kurama juga menjadi lebih santai gara-gara berada didunia yang damai ini, sehingga dia tidak sengaja (bisa-bisanya) terkecoh oleh sihir sederhana seperti itu. (atau karena dia terlampau senang karena berhasil mengerjai Naruto)

Sihir Ilusi milik Mavis bukan seperti jurus genjutsu ninja seperti biasanya. Melainkan lebih mirip seperti Proyektor 3D atau Fatamorgana. Jadi, Mavis bisa menggunakanya meskipun tanpa kontak mata atau suara seperi jenis ilusi yang dilakukan ninja didunianya.

Sihir benar-benar ajaib!

.

Sihir yang digunakan Mavis tidaklah menggunakan chakra, melainkan energi spiritual atau eternano yang ada diudara.

Sepertinya, karena pengaruh belajar mengendalikan chakra (mengendalikan energi Fisik dan Spiritual), baru sekitar dua bulan yang lalu, akhirnya Mavis berhasil menggunakan eternano untuk mengaktifkan bakat sihir pertama kalinya.

Sedangkan Zera yang sebelumnya hanya belajar teori sihir disekolahnya akhirnya juga bisa menggunakan sihir tiga bulan yang lalu (lebih cepat dari Mavis). Sihir yang digunakan Zera sama seperi sihir yang digunakan ayahnya, yaitu sihir api.

.

Sementara itu, dalam perjalananya Naruto mendapatkan (membeli) dua [Golden Zodiac Key] yaitu: Virgo dan Aries. Lalu, melakukan kontrak dengan kedua Stellar Spirit itu.

Awalnya Naruto cuma coba-coba, namun ternyata berhasil melakukan kontrak (meskipun dia bukan stellar mage).

Mungkin dikarenakan dirinya yang menggunakan chakra murni sebagai konduktor sihir. Sehingga eternano yang ada didalam chakra miliknya bisa dikategorikan dunia ini sebagai elemen sihir dasar dan netral (karena dengan chakra, Ninja bisa menggunakan berbagai sihir, err, maksudnya jutsu)

.

"Ne.. ne.. Yousei Onii chan, apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Mavis seraya mengusap kepala Kurama

"Apakah kita akan berburu harta karun lagi?" tanya Zera yang mengelus ekor Kurama

"Hmm, sepertinya kita terpaksa mendaftar ke guild [Treasure Hunters] deh. Soalnya, gara-gara tidak terdaftar, akhir-akhir ini kita malah disangka sebagai pencuri makam yang jahat. Padahal, kita cuma bersenang-senang"

"Heee..~ kedengaranya merepotkan" Ucap Mavis.

"Ya.. begitulah, sebagai penduduk yang baik, kita harus mengikuti system masyarakat"

"Ah, Onii chan, kita sarapan apa pagi ini?" Tanya Zera kemudian

"Hmm, mungkin kita akan mampir disalah satu restoran sebelum berangkat ke guild [Treasure Hunters]. Tapi, itu nanti. Saat ini kalian harus mandi terlebih dahulu."

"Baik Onii chan!"

"Kalau begitu, ayo kita mandikan Kyuu chan juga Zera!"

Mendengar kata 'mandi'. Kurama langsung tersadar dari pusingnya, dan berusaha melompat dari tangan Mavis.

Hop!

"Eii!~" namun dengan gerakan kilat, Mavis sempat memegang ekor Kurama.

"Kyuu chan! Kau juga akan mandi kali ini! Kau harus membersihkan badanmu sesekali!"

"Tidaaaaak! Aku tidak ingin mandi! Aku tidak ingin buluku basah!" teriak Kurama seraya berlari diatas lantai, namun gagal. Ternyata Mavis menggunakan chakra untuk menempelkan kakinya di lantai.

"Kyuu chan, benar kata Mavis! Sekali-sekali kau harus mandi. Jangan selalu menghindar!" ucap Zera, seraya memegang salah satu ekor Kurama, dan membantu Mavis menarik hewan berbulu merah keemasan ini menuju kamar mandi penginapan.

Sreeett...

"Tidaaaak! Stooooooop! Narutoo, katakan sesuatu pada dua bocah iblis inii!" teriak Kurama dengan nada memelas, sementara tubuhnya sedikit demi sedikit ditarik, menyisakan goresan kuku kecil dilantai.

Kurama mencengkram lantai sekeras (yang dia bisa) dengan kuku-kukunya, seakan-akan lantail adalah garis harapan terakhir hidupnya.

Sedangkan Naruto hanya menahan tawanya ketika melihat partnernya yang dulu selalu berlagak sok seram, dan sok jahat itu diseret ekornya oleh kedua adik imutnya.

Sreeet...

Tubuh Kurama yang kecil tidak bisa menandingi kekuatan 2 anak umur enam tahun ini, sehingga sedikit demi sedikit dirinya mendekat pintu kamar mandi.

"Kyuu chan, berhentilah melawan!" ucam Mavis.

"Kali ini kau harus mandi!" ucap Zeraaa.

"Tidaaaaakk!" ucap Kurama histeris.

Boft!

Karena tidak ada pilihan selain melarikan diri dengan harga diri yang (sedikit) tercoreng (lagi).

Pada akhirnya Kurama menyerah melawan dua anak manusia itu dan memilih kembali kedalam dunia alam sadar Naruto (Mind Space Naruto). Dimana disana dia disambut dengan gelak tawa dari adik-adiknya (biju lainya).

Karena Kurama kesal, dia pun mulai berantem dengan biju lainya.

"Ah! Dia melarikan diri lagi!" ucap Mavis yang terduduk dilantai karena Kurama tiba-tiba menghilang (lagi)

Dan keseharian normal keluarga baru Naruto di dunia sihir pun dimulai.

.

Setelah mandi, sarapan, dan mendaftarkan diri di salah satu guild [Treasure Hunters] terdekat yang bernama 'Rave Master'.

'Nama yang aneh untuk sebuah guild' batin Naru

Saat ini, Naruto yang menggendong dua adik kecilnya berada di depan papan pengumuman request.

Mereka sedang memilih misi apa yang akan mereka lakukan

'Hmm... misi yang mana ya?'

"Ne, kalian ingin melakukan petualangan kemana?" tanya Naruto kepada kedua adik yang menempel dikedua bahunya (supaya mereka berdua bisa melihat poster misi)

"Yousei Oniichan, bagaimana dengan misi yang ini? Rumornya ada iblis yang menjaga harta karun misterius disebuah kuil tua bawah tanah yang bisa ditemukan hutan Nirvana. Mungkin saja kita bisa menemukan peri disana!" tunjuk Mavis kearah salah satu poster misi lvl SS, sudah 100 tahun lebih belum ada yang bisa menyelesaikan misi ini.

"Bagaimana, kalau yang itu? Menurut legenda, senjata legendaris 'Ten Comandment' tersegel di [Lost Tower] yang ada di gurun pasir Timbuktu. Sampai saat ini belum ada yang bisa menemukan tower itu" tunjuk Zera ke salah satu poster berlabel SSS. Karena sudah lebih dari 500 tahun belum ada yang bisa menemukanya digurun pasir terluas itu.

'Hmm... aku belum pernah mendengar informasi seperti ini. Tidak kusangka kalau masuk kedalam Guild, aku bisa mendapatkan informasi yang belum kuketahui sebelumnya. Tidak rugi juga bergabung didalamnya' batin Naruto seraya mendengaran ocehan nontstop dua adik imutnya tentang misi-misi lain.

Mereka berdua terlihat sangat bersemangat tentang petualangan.

"Nah, jadi misi yang mana yang kalian pilih?" ucap Naruto mengehntikan perbincangan dua adiknya.

"Umm... Semua misi yang ada tidak memiliki hadiah yang menarik. Kecuali dua yang pertama"

"Benar kata Zera chan, bagaimana Yousei Onii chan? Bolehkah kita mengambil misi yang ada misteri harta karunnya?"

"Eh? Mavis chan, bukankah kita akan mencari senjata legendaris seperti didongeng-dongeng?"

"Tidak, kita akan mencari Harta karun misterius!"

"Onii chan! Bilang sama Mavis kalau kita akan mencari senjata legendaris!"

Sementara Naruto sweatdrop, apa dua adiknya tidak mengerti tentang label kesulitan misi SS atau SSS?

"Hah... baiklah, kalau begitu, kita tanyakan dulu ke Guild Master, apakah misi ini boleh diambil atau tidak?"

Mendapati penjelasan Naruto, keduanya pun mengangguk.

Dan setelah bertanya kepada Master Guild, Haru Glory (57), ternyata mereka diperbolehkan dengan mudahnya.

{Hei hei hei, Master san, kenapa kau memperbolehkan kami mengambil misi ini? Kau tidak lihat? Bahwa dua misi ini tingkat kesulitanya SS dan SSS? Apa kau gila?} bisik Naruto kepada Master Guild. Sementara kedua adiknya kegirangan akan melakukan petualangan bersama Oniichan.

{Ohohoho.. tenang saja anak muda. Aku mengerti apa yang kau maksud. Misi tingkat berbahaya yang sesungguhnya ada dilantai kedua. Hanya Hunter level Intermediate keatas yang diperbolehkan mengambilnya} jawab master Guild (Haru Glory) seraya mengusap janggut tipisnya.

{Jadi, Apa masksudmu meletakkan 2 misi super sulit itu dipapan pengumunan umum?}

{Ohoho.. Kedua misi ini memang sengaja ditempel diantara misi tingkat rendah. Ini sudah menjadi tradisi disemua Guild Treasure Hunter di benua Isgar ini. Kedua misi ini dilabelkan sebagai SS dan SSS karena belum pernah seoarangpun yang berhasil menemukan reruntuhan atau tower itu selama berpuluh atau beratus tahun. Dua misi ini adalah mimpi besar yang memberi semangat kepada setiap petualang dan pemburu harta karun. Apa kau bisa mengerti tentang Romance dalam mencapai impian yang besar?} jelas master.

Naruto mengangguk, karena sebagai lelaki pun mendapatkan item legendaris didalam sebuah game sangatlah menyenangkan dan memiliki kesan tersendiri.

{Lagi pula Nirvana hanyalah hutan Mangrove (pohon bakau) luas yang indah yang ada diutara Cait Sith Village, dan Timbuktu hanyalah sebuah gurun pasir terluas, gurun yang aman asalkan kau memiliki banyak persediaan air dan makanan} lanjut master

{Hmm.. dengan kata lain, dua misi ini diberi label bukan karena tingkat berbahayanya, melainkan karena belum pernah seorangpun yang bisa menemukanya?}

{Benar, sudah sangat banyak pemburu Beginner, Pro, Spesialis, Intemediate yang berusaha mencari, namun pulang dengan kegagalan. Saat muda, aku pun juga pernah mencobanya}

{Hmm... kalau begi-}

"Onii chan, apa masih belum selesai bisik-bisiknya?" tanya Zera berkacak pinggang

"Yousei san? Apa kalian membisikkan sesuatu yang mesum?" tanya Mavis, memiringkan kepalanya dengan teramat imutnya.

"Hohoho... kau memiliki dua adik yang sangat manis" senyum master seraya mengusap janggutnya.

"Ah, kau benar Oji sa-. Hei! Mavis, Siapa yang mengajarkan kosakata 'Mesum' padamu!?" tanya Naruto yang tiba-tiba sadar, ada kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan oleh adiknya yang suci, polos, dan cute itu.

"Eh? Nanabi Nee-chan dan Nibi Nee-sama, sering bercerita kepada kami bahwa Hachibi dan Yonbi sering berbisik-bisik membicarakan hal mesum. Benarkan Zera?" jawab Mavis dengan polosnya

"Benar, katanya laki-laki sering berbisik mesum terhadap sesama" ucap Zera datar.

Meskipun kedua anak gadis berkata seperti itu. Dari raut wajah polos mereka, Naruto mengetahui bahwa mereka masih belum mengerti apa itu arti 'mesum' yang sesungguhnya.

Mereka berdua hanya meniru perkataan Niibi dan Nanabi.

'Grrr.. apa yang diajarkan para biju pada adik-adik-KU?' geram hati Naruto.

"Ha ha ha ha... Tenyata kau memiliki keluarga lain yang menarik anak muda. Ha ha ha!" tawa lepas Master Guild.

Sementara itu, para biju yang ada di dunia alam sadar Naruto, masih 'bermain-main' dengan saling menembakkan bijudama-bijudama raksasa yang meluluh lantakkan pegunungan, membelah laut, dan menghempaskan udara.

Karena para biju bosan dengan hanya pemandangan putih melulu, mereka meminta Naruto untuk memodifikasinya dengan memori dari dunia sebelumnya.

Dan karena, dunia itu berupa imajinasi Naruto, maka sebesar apapun kerusakan yang para biju perbuat pada dunia itu. Pada akhirnya akan kembali keasal tanpa ada rusak sedikitpun.

.

Kemudian, Naruto pun mensetujui permintaan adiknya untuk melakukan dua misi tersebut.

Namun, mereka harus melakukannya satu persatu.

Sehingga dua adik Naruto harus melakukan 'jan-ken-pon' (suit batu gunting kertas).

Karena Zera yang memenangkanya, maka misi pertama mereka pun adalah pencarian senjata legendaris.

Setelah melakukan persiapan untuk perjalanan. Hari berikutnya mereka mulai melakukan perjalanan menuju Timbuktu.

Setelah 5 hari perjalanan dengan beberapa kali berganti kereta dan kapal layar, melawan beberapa monster didarat dan laut. Akhirnya mereka sampai di benua Alvarez, benua lain yang bertetangga dengan benua Isgar.

Setelah 6 jam mengendari kereta api lokal, akhirnya mereka sampai di Timbuktu.

Setelah 5 jam berjalan tanpa arah di gurun pasir, kedua adik kecilnya merengek karena lelah dan teriknya panas matahari.

Narutopun menghela nafas.

Lalu dia meminta bantuan Chibi Shukaku, untuk mendeteksi keberadaan [Lost Tower], karena dengan kemampuanya mendeteksi orang atau bangunan yang ada digurun pasir sangatlah mudah.

Setelah menemukanya, Chibi Shukaku pun mengantarkan mereka menuju tower yang teryata tertimbun 248 meter dibawah pasir. Dengan kemampuan pengendalian pasir, masuk kedasar gurun merupakan hal mudah.

Setelah melawan beberapa naga raksasa pasir dan batu, juga beberapa monster kelas teri lainya yang merupakan sistem keamanan tower.

Naruto dan kedua adiknya akhirnya sampai di puncak tower.

'Hah.. seharusnya sejak awal aku meminta Shukaku untuk menurunkan kami di puncak tower ketika mengebor gurun pasir ini. Daripada memulainya dari lantai bawah, pasti hal itu lebih simple' batin Naruto, sesaat dia melupakan bahwa saat ini dia dalam darma wisata untuk menambah pengalaman kedua adiknya.

Ketika mereka sampai di lantai teratas tower, mereka dihadiahi oleh dua jenis senjata yang terletak diatas semacam altar.

Dialtar sebelah kiri teradpat pedang besar, dan dialtar yang lain terdapat sepasang 'tonfa'

"Hm.. Cuma ada dua benda ini? Apa tidak ada emas, berlian atau gem berharga lainya?" celetuk Kurama yang saat ini sedang menggunakan 'paw'(tangan) kecil miliknya menyentuh pedang aneh yang ada dialtar.

"Hmm.. entahlah. Ada banyak tulisan aneh di bebatuan ini, tapi aku sama sekali tidak mengerti" ucap Naruto seraya mengamati altar batu besar yang ada ditengah ruangan.

"Yousei Onii-chan biar Mavis yang membacakanya"

"Memangnya kau bisa?" tanya Naruto, dan ditanggapi dengan anggukan Mavis.

"Hmph, tentu saja Mavis bisa membacanya, dia kan seorang kutu buku" ucap Zera mengucapkan logic anak-anaknya, seraya membusungkan dada kecilnya.

Sementara Naruto sweatrop, apakah Zera mengejek atau memuji Mavis?

.

Setelah 24 menit berikutnya Mavis membacakan cerita yang tertulis dalam tablet langka itu, dapat disimpulkan beberapa hal.

[Pertama], Nama kedua senjata yang ada di ruangan ini adalah Ten Comandment Growth, dan Tonfa Blasters Growth. Dituliskan juga tentang detail kemampuan kedua senjata itu. (kalian cukup cari diwikia senjata dari manga/anime Rave Master yang juga karangan om Hiro Mashima)

[Kedua], seorang Blacksmith/Ahli tempa yang bernama Hamrio Musica membuat dua benda ini dari senjata original yang hancur dalam peperangan beberapa ratus tahun yang lalu. Karena versi aslinya terlalu rumit, dan susah untuk dipakai oleh pengguna. Maka, Musica merekontruksi ulang senjata legendaris itu dengan tambahan [System Growth]. Dimana nantinya senjata akan menyesuaikan diri dengan pengguna.

[Ketiga], dalam tablet itu deceritakan informasi yang berisi pengalaman kehidupan Musica bersama teman-temanya pada era itu dalam menghadapi perang yang terus melanda dunia.

[Keempat], alasan Musica dan teman-temanya mensegel dua senjata legendaris ini, karena dunia saat itu sudah mulai damai. Musica takut bahwa senjata buatanya akan digunakan untuk memulai perang kembali.

.

"Hoo, jadi begitu ceritanya." Ucap Naruto diiringi anggukan Mavis.

"Ok, kalau begitu kalian berdua pilih yang mana?" ucap Naruto

"Eh? Apa naru Onii chan tidak tertarik dengan senjata legendaris?"

"Hahaha.. orang bodoh ini tidak perlu senjata seperti ini untuk menghancurakan musuh" tawa Kurama.

"Benar kata Kyuu chan. Aku tidak terbiasa menggunakan senjata. Lebih baik untuk kalian saja"

Mendengar penuturan Naruto, kedua adik penurut dan polos inipun mengangguk.

Zera memilih Pedang

Mavis memilih Tonfa

"Ugghh.. berat..! Aku tidak bisa mengangkatnya.." ucap Zera.

"Um.. Kau lupa? Katanya kita harus mengalirkan energi sihir pada senjata, sehingga dia akan berubah menyesuaikan kepada pemiliknya. Huft.. seperti ini!" ucap Mavis seraya mengalirkan energi sihirnya kepada Tonfa yang kebesaran. Dan yang terjadi berikutnya, senjata yang ada ditangan Mavis mengecil hingga sesuai dengan ukuran tanganya"

"Ooohh... seperti pedang sihir yang ada ditoko-toko! Ternyata senjata jaman dahulu ini cukup maju!" ucap Naruto, seraya mengingat beberapa senjata yang ditawarkan pemilk toko kepadanya. Yaitu, beberapa jenis pedang yang bisa membesar dan mengecil sesuai dengan keperluan pengguna.

Melihat Mavis berhasil menggunakanya, Zera pun mencobanya.

"Oooh! Pedangnya mengecil!" ucap Zera, senang seraya mengayun-ayunkan pedang barunya.

Setelahnya, mereka pun keluar dari tower yang tertimbun pasir itu dengan bantuan Shukaku seperti sebelumnya.

Setelah mampir dan berkeliling beberapa saat di kota-kota di benua Avarest, keluarga kecil dan piaraanya itupun pulang kembali ke kota Fiore.

Haru Glory, Sang Guild Master pun hampir dibuat jantungan ketika Naruto menceritakan hasil dari misi mereka.

Kedua senjata legendaris itupun diresmikan/didaftarkan Guild sebagai senjata dua pemburu muda Mavis Vermilion dan Zera Knightwalker. (ini merupakan peraturan, bahwa para hunter harus mendaftarkan senjata yang merek punya untuk mempermudah identifikasi)

Kedua adik imutnya pun seperti anak-anak kecil seumur mereka, mencertiakan kembali pengalaman mereka ketika berpetualangan di Benua seberang bersama Onii chan mereka.

Sedangkan para Adventurer/TreasureHunter yang lebih senior hanya memperhatikan dan mendengarkan cerita dua anak kecil itu. Dan kadang-kadang terkekek melihat tingkah lucu dari gerak tubuh kedua gadis kecil itu.

Walaupun mereka tidak mendapatkan harta karun, paling tidak mereka cukup bangga karena bisa membuktikan bahwa hartakarun yang selama ini dicari benar-benar ada.

Seadandainya mereka memiliki hewan summon atau sihir pengendali pasir, mungkin mereka juga bisa mendapat kesempatan menuju tower yang terkubur itu. (mungkin saja masih ada senjata, harta lain atau ruangan rahasia yang masih belum diketahui terletak di dalam [Lost Tower] itu)

Itulah apa yang ada dipikiran sebagian Hunter ini.

.

Untuk beberapa hari kedepan, mereka bertiga bersantai di Fiore sebelum memutuskan untuk melakukan misi satunya. Yaitu berburu harta karun Misterius di daerah Nirvana.

Dan itu untuk cerita lain kali, dimana mereka akan bertemu pedo dan stalker err.. maksudnya Penyihir hebat Zeref. Haha! (Maybe)

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

To be Countinued.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Ok, Terima kasih kepada teman-teman yang masih sedia memberikan masukan, membaca, menulis review, bagi-bagi informasi, nge-PM, nge-Favorite, dan nge-Follow fic ini!

Kalau ada pertanyaan atau apapun yang ada dipikiran kalian. Silakan tulis lewat PM atau Review. See ya later..