LOVE MY DEVIL SIDE

Cast: Sehun, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo and other cast

Genre: Boys Love, Mystery, Supranatural, Romance, Hurt-Confort

Rate: T – M

Length: Chaptered

Note: Alur berantakan, typos bertebaran.

Don't Like Don't Read!

Enjoy ^^

-Aku Sehun, dan aku akan membuatmu berhutang segalanya padaku-


Chapter 2

Cathing You

Kris menyaksikan banyak kejadian berlangsung di dunia ini. Dia hidup sudah sangat lama dan sekarang berumur sudah sangat tua. Menjalani kehidupan yang abadi membuatnya tidak henti hentinya merasa lelah. Banyak beban yang harus ia tanggung sebagai seorang raja. Raja kegelapan bagi semua golongan dunia bawah, dimana semua bentuk kekejaman adalah hal yang menyenangkan bagi kaum tersebut. Raja Iblis.

Namun selama ribuan tahun ia selalu mempertahankan benteng kekuasaannya. Siapapun tidak akan ada yang berani menentangnya, rakyat, maupun kalangan terhormat akan tunduk padanya kecuali sang anak tercinta. Yang selalu menentang apapun yang ia perintahkan. Kris menatap tajam seorang anak dihadapannya yang merasa tidak tertarik dengan pembicaraan ini.

"Berapa kali harus aku katakan padamu anak muda, lakukan tugasmu dengan benar dan jangan langgar aturan apapun yang aku tetapkan! Apa kau masih tidak mengerti ucapanku? "

Suara besar sang raja mengaum menggema diseluruh ruangan. Ruangan itu hanya diterangi ribuan lilin tanpa lampu ataupun cahaya apapun. Istana terasa sangat mencekam bagi siapapun yang berada didalamnya. Aroma kecut iblis terselubung merata keseluruh sudutnya. Dan jika sang raja sudah berbicara tidak akan ada yang berani menyelanya.

"Aku hanya menyuruhmu melakukan tugas seringan ini saja kau tidak mampu. Bagaimana mungkin kau akan bertahta menjadi raja? Raja yang akan memimpin seluruh kaum jika aku tidak bisa melakukannya lagi." Sang raja memijat kecil pelipisnya dan mencoba menenangkan dirinya sejenak. Ia memperhatikan seluruh ruangan yang menatap patuh kepadanya. Namun nampaknya anak didepannya ini tidak memperlakukan ia dengan cara yang sama.

"Aku malas ayah, berikan aku tugas yang lebih menantang untuk aku kerjakan selain hanya memasuki pikiran manusia-manusia tolol itu dan mengendalikan hasrat mereka. Aku muak dengan mereka" Ucapnya dengan nada santai pada sang raja.

"Kau.. Beraninya kau berkata seperti itu padaku. Kau pikir kau sehebat apa hingga ingin aku berikan tugas yang berat. Kau memasuki pikiran manusia saja tidak becus. Hancurkan mereka itu yang ku perintahkan. Namun apa yang kau lakukan kau hanya bermain-main di sana Sehun!" Amuk sang raja setelahnya.

Masih menatap malas pada ayahnya, Sehun bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan singgahsana sang ayah.

"Hei.. Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara denganmu!" Seru Kris namun nampaknya sama sekali tak di gubris oleh Sehun yang terus berlalu. Emosinya sudah mencapai ke ubun-ubun dan ingin menghajar habis habisan anak itu sebelum jemari kekarnya di genggam oleh jari manis seorang namja bermata panda yang menjadi Ratu bagi hati dan kerajaannya. Ratu iblis yang sudah mendampinginya selama ribuan tahun memimpin dan mengusai seluruh golongan dunia bawah.

"Sudahlah sayang, dia masih sangat muda. Biarkan saja dia melakukan apapun yang ia inginkan. Setelah dia cukup dewasa baru kita ajarkan dia cara bertahta dikerajaan ini" Namja pandaa itu berkata sangat halus yang langsung membuat Kris luluh.

"Hmmm.. kau selalu memanjakan dia Zitao, seperti apa dia kelak jika saat ini dia selalu sesuka hatinya." Kris berbalik dan mengelus lembut pipi sang ratu.

"Tidak, ia akan menjadi lebih baik nantinya. Aku yakin dia hanya belum menemukan hal menarik yang akan membuatnya berubah sayang. Hentikan kekhawatiranmu itu hmm.." Ujar Zitao begitu menenangkan. Kris mengangguk mungkin Zitao benar, Sehun hanya belum menemukan hal yang menarik baginya.


Sehun merasa sangat kesal pada ayahnya. Memangnya alasan apa yang membuat ayahnya harus selalu memberikan tugas mudah untuknya. Dia cukup pintar dan sudah dewasa dia lebih dari mampu untuk mengerjakan tugas yang berat sekalipun. Dia bosan hanya dengan merasuki pikiran manusia lalu mengendalikan kehendak manusia. Dia ingin menciptakan bencana besar bagi kaum manusia yang sudah pasti tidak akan selamat menghadapinya.

Sehun duduk di taman istana yang remang karena insentisitas cahaya yang sangat rendah dengan wajah ditekuk masam memikirkan ayahnya yang menurutnya sangat tidak bisa menilai kelebihannya.

Dihadapannya ia bisa melihat sesosok makhluk dengan sayap hitam pekat terbentang turun perlahan kearahnya hingga setelah kaki makhluk itu menapaki tanah ia membungkuk dengan patuh dihadapan Sehun.

"Pangeran, aku mencari mu kemana-mana ternyata kau malah disini. Apa yang kau lakukan disini?" makhluk itu bertanya dengan halus pada pangerannya.

"Untuk apa kau mencariku?" Jawab Sehun dengan singkat.

"Sudah waktunya kita pergi Pangeran, Raja Kris menyuruhku untuk menemanimu kedunia manusia" Masih dengan menunduk makhluk itu berkata.

"Bilang pada ayahku Kai, kau tidak perlu menemaniku. Dia memperlakukan aku seperti bayi" Sulut Sehun tak terima.

"Tidak bisa pangeran, saya harus tetap menjalankan perintah raja" Kata Kai bersikeras. Kai adalah pengawal pribadi Sehun. Tentu saja kapanpun dan dimanapun ia akan memantau apa yang pangeran lakukan.

"Baiklah.. Baiklah kita berangkat" Sehun berkata dengan malas ia kembangkan sayap berwarna hitam pekat miliknya dan mulai mengepak kecil membuat bulu-bulu halus sayap itu jatuh beberapa helai. Kemudian terbang kearah atas melintasi lapisan udara dan menghilang dibalik awan yang gelap.

Bagi kaum iblis adalah hal yang wajar jika iblis yang berasal dari golongan terhormat memiliki sayap yang jauh lebih indah ketimbang mereka iblis yang berada dari kalangan biasa. Para pangeran iblis memiliki sayap berwarna hitam pekat di sertai corak warna emas disetiap ujung bulunya yang membuat sayap mereka begitu indah dan memiliki bulu yang selembut sutra serta ukuran yang jauh lebih lebar dibandingkan para iblis lain.


Luhan memulai aktifitas rutinnya yang tiap malam harus bekerja sebagai bartender di club milik bibi zuu yang merupakan kenalan orang tuanya dulu saat di China. Luhan tau dia akan dinilai buruk oleh orang orang karena bekerja di club malam, namun apa boleh buat, Luhan tidak memiliki pilihan apapun saat ini. Yang ia butuhkan hanya uang untuk menghidupi adik dan dirinya sendiri. Luhan melihat bibi Zuu dihadapannya sedang sibuk menata seluruh ruangan club tersebut. Mondar mandir membawa barang ini dan itu mau tidak mau membuat Luhan merasa tidak enak saat mata hazel miliknya bertemu pandang dengan mata besar melotot milik bibi Zuu. Wanita patuh baya itu langsung memakai isyarat tangannya memanggil Luhan. Menyuruh Luhan mendekat padanya.

"Bibi ada yang perlu aku bantu?" Luhan bertanya tetap dengan nada sopan.

"Ya ada, kau bawakan semua gelas itu dan tata dengan rapi diatas meja. Setelah itu kau siapkan minuman untuk seluruh tamuku yang akan tiba sebentar lagi, kau tidak akan pulang sebelum mereka puas" Bibi Zuu langsung memberi perintah pada Luhan.

"Baik bi" Luhan hanya menggangguk pasrah mendengar semua perintah itu.

Luhan tetap mengikuti apapun perintah bibi Zuu, selain memberi tempat tinggal Luhan juga sudah diberikan pekerjaan walaupun di tempat seperti ini. Namun ia tetap bersyukur setidaknya masih ada orang yang peduli pada nasibnya dan adik kecilnya. Mengingat adiknya Luhan langsung memikirkannya, apa yang kira-kira adik kecilnya itu lakukan dirumah? Apakah ia sedang menggambar seperti kebiasaannya? Atau malah ia sudah tidur sedari tadi. Luhan yang tengah asyik dengan lamunannya harus tersadar paksa saat seorang namja dihadapannya menatapnya intens sembari mengetuk ketukkan meja dengan gelas kosong ditangannya.

"Ah maaf ada yang bisa kubantu tuan?" Tanya Luhan sedikit gugup bercampur malu karena namja itu masih tetap menatapnya.

"Aku ingin vodka martini" seru namja itu masih dengan matanya tang tak beralih dari Luhan.

"Baiklah" Luhan langsung meracik segelas vodka jenis klasik tersebut.

Luhan mencampurkan vodka dengan triple sec atau liquer dengan perasa jeruk didalamnya. Kemudian setelah ia mengisi hampir setengah cocktail shakker dengan es batu Luhanpun beralih mengocoknya sambil sesekali melirik namja yang masih terus betah memperhatikannya itu. Melanjutkan pekerjaannya Luhan menuangkan hasilnya kedalam gelas vodka martini yang sebelumnya telah diberikan gula diujung gelasnya terlebih dahulu dan untuk mempercantik tampilannya Luhan menambahkan irisan jeruk tipis diatasnya.

"Ini pesanan anda" Luhan menyodorkan Vodka buatannya pada namja itu namun tak disangka namja itu malah menggenggam tangan mungilnya dan berkata

"Aku Bang Yongguk, kau bisa memanggilku Yongguk. Namamu?" Tanya namja itu sambil mengelus lembut tangan mungil Luhan.

"A.. aku Luhan" Jawabnya gugup sambil berusaha melepaskan jemarinya dari genggaman Yongguk.

"Apa kau ada waktu untukku malam ini nona" Yongguk bertanya dengan nada menggoda.

"A.. Apa? Aku ini namja jangan panggil aku nona" Luhan langsung menarik tangannya kasar.

"Aku tahu, aku hanya menggodamu manis.." namja itu mulai melirik seduktif pada Luhan.

"Maaf aku banyak pekerjaan, banyak tamu yang harus aku layani" Luhan baru akan pergi dari hadapan Yongguk saat dilihatnya bibi Zuu mendekat kearah Yongguk.

"Aku menginginkan bartender ini melayaniku nyonya, kau tau berapa banyak aku mampu membayarmu" Luhan langsung berbalik menatap bibi Zuu. Tidak mungkin bibi Zuu akan menyerahkannya pada namja mesum ini. Tidak mungkin. Dia bukan namja pemuas nafsu para pria hidung belang yang akan dengan sesuka hati menyentuhnya.

Kemudian bibi Zuu menatap Luhan yang membeku dibelakangnya.

"Kau layani dia selama apapun yang dinginkan" Ucap bibi Zuu lantang pada Luhan.

"TIDAK" Namun kata itu justru meluncur keluar dari mulut kecilnya.

"Apa kau bilang? Kau berani menentangku? Kau pikir dengan siapa kau berhutang budi selama ini kalau bukan padaku. Kau tinggal dan makan gratis dirumahku hanya untuk mematuhi perintahku." Bibi Zuu berteriak nyalang pada Luhan yang jelas menarik perhatian seluruh club.

Luhan langsung beringsut memelas pada bibi Zuu " Tidak bibi maafkan aku. Aku akan membayar semua hutang dan biaya timpat tinggal. Aku akan bekerja keras siang dan malam untunk membayarnya asalkan jangan melayani mereka bibi.. Aku mohon.. Aku mohon"

Bibi Zuu tidak peduli. Dia nenerima Luhan hanya untuk diperintak dan dipekerjakan sesuai kehendaknya jadi ucapan memelas serta tangisan namja mungil itu tidak akan berpengaruh kepadanya.

"Tuan Yongguk, silahkan anda bawa dia. Luhan milik anda selama apapun anda menginginkannya" Bibi Zuu berkata yang tentu sangat disambut baik oleh Yongguk.

Namja itu langsung menarik pergelangan tangan Luhan dan menyeretnya keluar dari club. Luhan tetap berusaha melepaskan diri. Ia menghentakkan tangannya dan meronta

"Tuan tolong lepaskan aku.. Aku tidak ingin melakukannya."

"Kau pikir aku peduli dengan keinginanmu? Yang aku pedulikan saat ini hanyalah kau berada dibawahku namja sialan. Jadi diam jangan banyak bergerak"

Yongguk menyeret Luhan kesana kemari hingga setibanya mereka di dekat pintu keluar Luhan melihat dua orang namja dengan tinggi menjulang. Tanpa berpikir panjang Luhan langsung memegang pergelangan salah satu namja itu.

"Yakk apa yang kau lakukan?" tanya namja tinggi itu.

"Tolong aku. Pria ini ingin memperkosaku"

Namja itu hanya menyeringai menatap Luhan. Namun namja tinggi yang satunya langsung menarik kasar Luhan hingga memutuskan pegangan Yongguk.

"Hei, mau kau bawa kemana dia? Aku sudah membookingnya jauh jauh hari dan kau ingin membawa mainanku pergi?" Namja tinggi berkulit putih pucat itu berkata dengan nada ketus.

"Bukan urusanmu mau ku bawa kemana dia. Aku membayarnya untuk melayaniku semauku, kau bica cari orang lain"

BUGH

Satu pukulan langsung dilontarkan namja tinggi itu hingga membuat Yongguk jatuh tersungkur kelantai.

"Dia milikku. Kai urus dia" kemudian namja pergi menyeret Luhan yang masih setia mengikutinya.

"Umm terimakasih karena sudah menolongku. Aku tidak tahu apa jadinya jika kau tidak ada. Terimakasih" Luhan membungkuk sopan pada namja itu.

"Kau tidak ingat aku?"

Luhan menggeleng, namun tetap berusaha mengingat namja dihadapannya ini. Memang terasa tidak asing dengan wajahnya tapi ia tidak ingat pernah bertemu di suatu tempat.

"Kau betul tidak ingat" ulang namja itu.

"Umm tidak" Jawab Luhan polos.

"KAU" Teriaknya pada Luhan sambil menunjuk tepat kewajah Luhan. Mengulang cara Luhan berbicara padanya.

Ahhh dia… namja yang waktu itu di café Kyungsoo.

"Eoh hehehe.. kita bertemu lagi ternyata, aku tidak menyangka aku pikir tidak akan bertemu denganmu lagi. Hehehe untuk kejadian kemarin sebaiknya kita lupakan saja oke"

Luhan menyodorkan tangannya pada namja itu.

"Aku Luhan, senang berkenalan denganmu"

Namja berkulit putih pucat itu menyunggingkan smirk andalannya lalu langsung menarik Luhan intim dan mencium pipinya kemudian setengah berbisik ditelinganya.

"Aku Sehun"

Luhan membelalakkan matanya.

"Dan kau berhutang padaku, Luhan"

Luhan merasa kakinya melemas, tubuhnya terasa ringan dan mengambang diatas permukaan tanah. Saat Luhan menunduk ia merasakan pusing teramat sangat dikepalanya dan tiba tiba semuanya terasa menggelap.

TBC

.

.

Engga jadi denggg #lempar aouthor Hehee...

Masih lanjut kog dikit lagi #kaburr

#Teriak : Enjoy again readers ^^...!


Luhan mengerjapkan matanya berkali-kali hingga kesadarannya benar benar terkumpul. Ia menguap sesekali dan berusaha turun dari ranjangnya. Tapi ini bukan rangjangnya.. Ini juga bukan kamarnya.

"Dimana ini?"

Seingatnya kemarin ia jatuh pingsan ditubuh seorang namja tinggi nan tampan. Suhan.. Bahun.. atau Bihun ya nama namja itu? Luhan langsung memeriksa keadaan tubuhnya, Lengkap tidak ada pakaian yang tanggal dari tubuhnya. Luhan langsung dikejutkan dengan seseorang yang tiba tiba masuk kekamar itu dengan roti isi dan susu hangat yang lezat di kedua tangannya.

"Oh kau sudah bangun?"

"Kau.. Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku ada dikamarmu?"

"Tanya saja pada dirimu yang pingsan di hadapanku, mau tidak mau aku membawamu pulang. Dasar merepotkan" Sehun memalingkan mukanya tidak ingin menatap Luhan. "Makan sarapanmu lalu pergi dari sini"

"Tidak mau. Kau pasti sudah menambahkan racun didalamnya"

"Untuk apa aku melakukannya? Jika aku Ingin membunuhmu sudah dari tadi malam aku melakukannya. Lagi pula dari pada dibunuh kau lebih cocok ku jadikan pembatu dirumah ini"

"Enak saja kau berkata seperti itu. Namja berwajah super tampan sepertiku ingin kau jadikan pembantu? Dimana perasaanmu tuan muda yang sombong"

"Lalu kau ingin aku jadikan apa? Nonaku yang cantik?"

"Aku tidak cantik! Aku manly tau!"

Sehun langsung mendekap Luhan dan menguncinya dalam sebuah pelukan.

"Kau cantik Luhan, sangat cantik" Sehun berkata dengan lembut sambil menatap manik hazel Luhan.

Deg Deg Deg

Apa-apan ini.. Kenapa aku malah berdebar. Yaampun Luhan sadarlah..

Luhan cepat cepat melepaskan diri dari Sehun dan beranjak keluar kamar. Sehun dengan sedikit tersenyum tetap mengikuti Luhan hingga kedepan pintu rumahnya.

"Kau sudah mau pulang?"

"Tentu saja. Kau pikir untuk apa aku berlama-lama disini"

"Kau tidak mau berterima kasih padaku terlebih dahulu?"

JENG JENG JENG

Luhan berbalik menghadap Sehun yang tepat berada di depan pintu rumahnya. Sambil tersenyum pura-pura ia mendekat dan melontarkan kata yang seharusnya tidak perlu ia keluarkan untuk namja ini.

"Terimakasih Sehun" Luhan tersenyum kesal. "Kau puas?" lalu ia pun pergi meninggalkan Sehun yang mematung di pintu.

Belum, aku belum puas Luhan..

Sehun langsung berlari mengejar Luhan dan saat ia menggapai lengan namja yang lebih pendek darinya itu, dengan cepat ia membalikkannya dan memegang kedua pipi Luhan. Membuat Luhan terbelalak kaget karena perbuatannya. Sehun mendekatkan bibirnya pada bibir Luhan.

CUP

Sehun menciumnya.

"Seharusnya kau berterima kasih dengan cara seperti itu, Lu"

.

.

.

TBC


Yang ini baru tbc beneran, heheee

how about this story readers ?

membosankan kah ? atau ga sesuai alur ?

Chapter selanjutnya bakalan banyak hunhan momentnya ^^

ada rate rate khusus juga..

so keep reading ya readers ^^ jangan lupa review

#bow

see you next chapter 3

Salam Rusa

*Chuu...