LOVE MY DEVIL SIDE
Cast: Sehun, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo and other cast
Genre: Boys Love, Mystery, Supranatural, Romance, Hurt-Confort
Rate: T – M
Note: Alur berantakan, typos bertebaran.
Don't Like Don't Read!
Enjoy
-Manusia itu makhluk yang paling sempurna. Karena manusia merupakan gabungan dari kesucian malaikat dan kemunafikan iblis-
Chapter 3
Take you
Sial. Apa-apan dia.. Seenaknya mencium ku seperti itu. Akhhh tapi aku bahkan tidak bergerak sama sekali tadi..
Luhan memegang bibirnya. Merasakan sekali lagi Sehun saat menciumnya.
Padahal itu kan ciuman pertamaku.
.
.
"Bibi Zuu Luhan hyung kemana? Kog dia cidak antal Baekhyunii kesekolah sihh?"
"Tidak tau, dia bahkan tidak pulang semalaman. Aku rasa hyungmu itu sudah menjual dirinya pada pria hidung belang demi menghidupi kalian berdua"
"Menjual apa bibi? Apa cama dengan yang dijual kyungcu hyung"
"Diamlah anak manja, kau banyak bertanya"
Yeoja paruh baya itu mengantarkan Baekhyun sampai ke gerbang sekolahnya.
"Hei anak kecil. Bilang pada hyungmu setelah ini jangan pernah datang kerumahku lagi. Barang kalian berdua akan aku buang. Arraseo?"
Baekhyun yang masih terlalu kecil hanya bisa mengangguk.
"Ndee"
Kemudian kaki kecilnya berlari menjauh menuju kelasnya. Tak lupa ia tersenyum pada semua orang yang ditemuinya. Dari satpam, guru, juga murid murid yang lain.
Baekhyun melihat teman temannya yang lain, ada Chen yang sedang bersama Minseok di meja deretan pertama. Ada juga Krystal yang sedang berebut boneka barbie dengan Sulli. Baekhyun akan segera menghampiri mereka namun ia mendengar seseorang memanggilnya.
"Baekhyuniiiii" Terdengar suara berat cempreng memanggilnya dari arah belakang. Baekhyun berbalik.
"Chanyeoliii" Teriak Baekhyun tak mau kalah kencang.
"Kenapa Baekyunii datangnya lama cekali?"
"Mmm tadi Baekhyunii mencali Luhan hyung tapi dia cidak ada dilumah jadinya bibi Zuu yang mengantal Baekhyunii tadi."
"Baekki cudah calapan belum? Chanyeolii bawa loti ici yang enaaakkk cekali. Baekyunii mau?"
"Mauuuuu"
"Duduk dicini, biar Chanyeolii cuapin"
Chanyeol kecil menyuapi Baekhyun dengan sabar hingga bekal makanan itu habis.
"Ummm mashitaa" Baekhyun mengelus elus perutnya yang kenyang.
"Loti ici ini hyungku yang membuatnya. Hyungku cangaaat pintal memacak, cemua macakannya celalu enak"
"Benalkah? Umm pasti kalena itu Chanyeolli jadi sehat juga tampan hehehe"
Blush
Seketika wajah Chanyeol memerah.
"Baekyunii juga imutt, cantik cekali malahan" imbuh Chanyeol.
"Hehehee, Baekhyuni janji akan kenalkan Chanyeolii pada hyung nanti kalau dia jemput Baekhyunii, otthe? "
Chanyeol mengangguk
"Mmm Chanyeolii juga janji akan kenalkan Baekhyunii pada Kyungcoo hyung"
Kemudian jari kelingking kecil mereka terakit menjadi satu. Dan keduanya menampakkan senyum terindah mereka masing-masing.
Chanyeol adalah alasan Baekyun tersenyum lagi karena sejak meninggalnya orangtua mereka Baekhyun kecil yang dulunya sangat ceria dan penuh semangat menjadi sangat murung. Baekhyun yang melihat kakaknya ingin bunuh diri tidak sanggup kehilangan orang tuanya merasa ikut tertekan. Kakaknya dulu bahkan tidak peduli padanya. Tidak pernah mengantarnya kesekolah seperti orang lain membuat Baekhyun sangat iri. Namun dengan segala kelembutan dan kebaikan hati Chanyeol kecil berjalan mendekat dan duduk disamping Baekhyun. Menemaninya dan memberikannya semangat untuk tetap ceria, sehingga Baekhyun yang sedih bisa kembali ceria seperti semula.
.
.
"Bibi, apa yang kau lakukan pada barang-barangku? Mengapa semua berserakan di luar seperti ini?" Luhan terus menggedor pintu rumah bibi Zuu yang terkunci.
"Sudah aku katakan Luhan, keluar kau dari rumah ini. Bawa adikmu yang merepotkan itu dan semua barang busukmu. Mulai hari ini angkat kaki kau dari rumah ini!" teriak bibi Zuu dari dalam rumah.
"Bagaimana mungkin kau bisa mengusirku bibi, dimana aku dan Baekhyun akan tinggal jika tidak disini hikss.. Beri aku kesempatan lagi bi aku mohon.. Aku akan membayar semua hutang dan biaya rumah ini.. Aku mohon bibi hikss.. Aku mohon hiks.."
"TIDAK, pergilah dari sini sebelum kubakar habis semua barangmu itu"
Luhan hanya bisa menangis menahan kesedihannya. Ia memunguti barang-barangnya dan mengumpulkannya didalam sebuah tas besar. Ia tidak tahu harus kemana, ia tidak tahu harus bagaimana. Luhan bisa saja menjadi gelandangan dan tidur dibawah trotoar toko, namun Baekhyun. Ia tidak sanggup membayangkan adik kecilnya harus merasakan hal itu.
Luhan berjalan dengan gontai menuju sekolah Baekhyun. Ia ingin segera menemui adik manisnya itu namun ia juga tidak sanggup mengatakan hal yang akan membuat Baekhyun sedih.
"Luhan hyung…" teriak anak itu penuh dengan keceriannya di suaranya.
Luhan tersenyum menyambut Baekhyun.
Anak laki-laki itu berlari kecil kearah Luhan namun dibelakangnya ia melihat seorang anak yang lebih tinggi mengikuti adiknya.
"Hyung hyung.. Ini teman Baekhyunii di cekolah, namanya Palk Chanyeol. Dia sangat tinggi kan hyung.." Baekhyun dengan antusiasme berlebihan tentu saja.
"Chanyeol imnida.." Chanyeol membungkuk sopan.
"Ne, Luhan imnida.. Kau sangat tampan Chanyeolii"
"Telimakacih, hyung juga cangat manic cepelti Baekhyunii" Chanyeol mengatakannya sambil menunduk malu.
Ah sepertinya Luhan mengerti bahwa Chanyeol memiliki ketertarikan sendiri pada adiknya. Luhan hanya tersenyum melihatnya.
"Hyung kenapa bawa banyak cekali balang?"
Pertanyaan Baekhyun tentu membuat Luhan mengingat kembali masalahnya.
"Umm Baekhyunii, begini.. Bibi Zuu sudah mengusir kita berdua dari rumah sayang, kita sudah tidak punya rumah lagi sekarang"
"Kenapaa,, kenapa bibi Zuu meng
usir kita hiks.. Lalu kita akan tinggal dimana hyung hiks.."
Baekhyun kecil mulai menangis, Luhan tidak tahu harus berkata apa pada sang adik hanya dapat memejamkan matanya menahan tangis .
Chanyeol yang melihat Baekhyun menangis langsung mendekat dan mengelus surai lembut namja yang lebih pendek darinya itu.
"Hikss Chanyeolii.. Baekhyunii cudah tidak punya lumah lagi..hiks" Adunya pada Chanyeol.
"Luhan hyung cama Baekhyunii tinggal dilumah Chanyeolii caja. Chanyeolii tidak ada ceman dilumah. Eomma dan appa pacti mengijinkan.. Otte Baekhyunii?"
Baekhyun yang ditanya hanya melirik pada sang kakak. Luhan merasa sedikit keberatan tentu saja. Ia tidak ingin merepotkan siapapun apalagi anak kecil seumuran Chanyeol.
"Hyung tidak ingin merepotkanmu dan keluargamu Chanyeolii.. "
"Hyung tidak akan merepotkan Chanyeolii, appa dan eomma pasti cetuju.. Kajja Baekhyunii"
Anak kecil dengan rambut keriting itu langsung menarik Baekhyun. Mau tidak mau Luhan pun ikut mengikuti mereka.
"Chan.. Chanyeolii.. Tunggu sebentar…"
.
.
"Tugasmu adalah memantau semua pergerakan pangeran. Dan pastikan kali ini dia tidak berbuat kesalahan konyol apapun lagi." Terdengar suara menggelegar memenuhi ruangan berdesain classic eropa tersebut.
"Baik yang mulia raja, hamba mengerti" Kai langsung memutuskan kontak komunikasi setelahnya.
Para iblis berbicara lewat pikiran mereka masing-masing. Mereka tidak membutuhkan media apapun untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun berbicara dengan raja iblis dipikirianmu seperti merasakan dentum suaranya diseluruh denyut nadimu, begitu dalam dan menggetarkan.
"Pangeran, Raja memintamu.. "
"Aku tau Kai, aku bisa membaca pikiranmu, kau lupa?"
Ya, Sehun memiliki keunikan tersendiri. Ia dapat membaca pikiran para iblis lain. Dengan kemampuannya itu dia sangat mudah merayu manusia untuk melakukan kejahatan dan mengambil jiwa mereka perlahan-lahan.
"Aku malas Kai, aku tidak tertarik dengan manusia. Aku ingin ayah memberikanku tugas yang lebih menarik, bukan di bumi yang membosankan ini. Aku ingin tugas yang lebih menantangku layaknya panglima iblis sepertimu yang menyerang surga dan membunuh malaikat."
"Kau tidak mungkin dapat membunuh malaikat jika menghancurkan bumi saja kau tidak mampu, pangeran."
"Tapi tidak ada yang menarik dibumi, terutama manusia manusia itu"
"Kau hanya belum tau pangeran, manusia adalah makhluk yang paling sempurna. Manusia memiliki hati suci seperti malaikat namun juga berperangai kejam seperti kaum kita."
Manusia adalah perpaduan kesucian malaikat dan kemunafikan iblis. Kai sudah sangat tau tentang hal itu. Ia sudah hidup seribu tahun sebelum Sehun, sang pangeran tercipta. Kai adalah seorang Panglima iblis yang bertugas untuk menghancurkan surga namun selama berabad abad Surga sama sekali tidak dapat terjamah oleh iblis terkuat sekalipun.
"Ck aku tidak mengerti. Kau bicara seolah olah tau semuanya tentang para manusia tolol itu"
"Itu karena kau masih sangat muda pangeran, usiamu baru seratus tahun. Kau akan mengerti suatu saat nanti mengapa Sang pencipta menciptakan banyak makhluk di dunia ini"
"Ya yaa" Sehun hanya berucap cuek dan pergi Meninggalkan Kai. Kai hanya tersenyum melihat sang pangeran. Bagaimanapun Sehun hanya seorang bayi iblis jika didunia manusia ia hanya anak yang berusia 10 tahun.
"Ahh Kai, namja yang kemarin kita tolong. Kau masih ingat?"
"Ya. Yang kau cium di depan rumah?"
"Kau melihatnya?"
Kai menggangguk.
"Aku ingin bertemu dengannya"
"Baiklah aku akan menemanimu, pangeran"
.
.
"Eommaaaa… eommaaaa… eommaaa…" Chanyeol berteriak lantang memanggil eommanya.
"Ada apa sayang? Kenapa kau teriak-teriak begitu?" Sang eomma menghampirinya dengan lembut.
"Eomma, aku ingin mengenalkan temanku pada eomma,, Baekhyunii cama hyungnya"
"Eoh aku Lay, ibu Chanyeol. Salam kenal."
"Aku Luhan ajhuma,, dan ini adikku"
Lay terdiam sebentar meneliti wajah Luhan yang mengingatkannya pada seseorang. Namun sebuah suara cempreng mengalihkan ingatannya.
"Baekhyunii imnida emmonim" Baekhyun membungkuk sopan namun nampak sangat menggemaskan dimata Lay.
"Oh myyaaa kau imut sekali sayang" Lay yang gemas langsung mencubiti pipi chubby Baekhyun.
"Eomma, Baekhyunii dan hyungnya boleh tidak tinggal dicini? Agar aku bisa belmain cehalian dengan Baekhyunii?"
"Memangnya ada apa Luhan? kemarilah ceritakan masalahmu. Chanyeol ajaklah Baekhyun kekamarmu ne"
Lay langsung menarik Luhan untuk duduk di sofa dan Luhan menceritakan semua tentang dirinya dan Baekhyun. Bagaimana ia ditinggalkan kedua orang tuanya dan berakhirnya hibungannya dengan bibi Zuu yang ingin menjualnya pada pria hidung belang.
"Malang sekali kau Luhan, mulai hari ini tinggallah disini. Rumah kami sangat besar dan suamiku hanya pulang sesekali, jadinya rumah ini terasa sangat sepi."
"Apa tidak merepotkan ajhuma?"
"Tidak akan Luhan, kau bisa bekerja membantu anak sulungku di café, kau mau kan? "
Luhan mengangguk dengan semangat
"Tentu saja aku mau, terima kasih ajhuma.. trimakasih banyak"
Lay baru akan menanyakan silsilah keluarga Luhan saat dilihat anak sulungnya menuruni tangga.
"Kyungsoo kemarilah"
Kyungsoo langsung berjalan mendekati ibunya. Luhan yang mendengar nama Kyungsoo langsung melemparkan tatapannya pada namja yang dipanggil.
"Kyungsooo.."Luhan hampir memekik.
"Luhaaann!" Kyungsoo tak kalah menjerit.
"Kalian sudah saling kenal?"
"Nde eomma"
"Ndee"
"Luhan adalah pelanggan tetap di café kita eomma, menu favoritnya adalah bubble tea rasa taro. Ah dimana adik kecilmu itu?"
"Baekhyun? Eomma menyuruhnya bermain dengan Chanyeol diatas. Mulai hari ini Luhan dan Baekhyun akan tinggal disini. Kau tidak keberatan kan Kyungsoo?"
"Tentu saja tidak eomma, Kamar disebelahku kosong, kau boleh menempatinya Luhan"
"Terimakasih Kyungsoo, kau sangat baik"
Luhan hanya bisa tersenyum memandang Kyungsoo dan Lay. Mereka berdua bagaikan malaikat yang datang menghampiri dan menggapai Luhan saat dirinya berada dalam keterpurukan yang tak mampu ia lalui.
.
.
Sehun memfokuskan matanya pada namja yang sedang berada di belakang counter coffee machine. Namja mungil bersurai coklat madu itu sedang menyiapkan racikan kopi terbaik di café ini. Bagi Luhan membuat kopi tidak ada bedanya dengan meracik minuman keras. Ia dapat langsung beadaptasi dengan berbagai macam rasa dan aroma kopi yang tersaji dihadapannya.
Kyungsoo mendekati meja Sehun dan Kai yang berada di sudut café.
"Sudah siap dengan pesanan anda tuan?"
"Satu Caffe Latte dan satu Americano" Ucap Kai diiringi senyum maut yang menggetarkan hati siapapun. Termasuk Kyungsoo.
Kyungsoo menatap Kai yang berbicara dengan sangat lembut. Saat mata mereka sempat beradu Kai langsung memalingkan wajahnya membuat Kyungsoo mendesah sedih dalam hati.
"Baik tunggu sebentar"
Kyungsoo mendekati Luhan dan menyerahkan pesanan namja tan yang berhasil menarik perhatiannya itu.
Luhan langsung meracik kopi pesanan Kyungsoo. Ia mulai mengambil bubuk kopi dan membaginya. Kemudian menyeduhnya dengan air panas dan menaruh coklat bubuk juga cream serta susu kocok yang nikmat. Setelah selesai ia kembali menyerahkannya pada Kyungsoo.
"Kyung.. Coffee has ready.."
"Aku akan mengantarnya Lu" kemudian mengedipkan matanya nakal pada Luhan. Menggodanya. Luhan berhasil tertawa dibuatnya.
"Ada ada saja anak itu"
Kyungsoo menghampiri kembali meja Sehun dan menaruh kopi pesanan mereka diatas meja.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Kai mengeluarkan suara huskinya yang langsung dapat didengar oleh telinga tajam Kyungsoo.
"Te.. Tentu saja"
"Kalungmu itu.. Dari mana kau mendapatkannya. Itu kalung yang sangat cantik"
"Oh ini, aku mendapatkannya dari appaku. Dia memberikannya saat aku ulangtahun. Kenapa kau bertanya?"
"Seperti yang aku katakan, kalung itu sangat cantik, secantik dirimu"
BLUSH
Seketika wajah Kyungsoo semerah tomat.
Kyungsoo pergi dengan perasaan malu malu menyertainya. Bagaimana tidak namja tampan itu memuji ia cantik. Itu artinya dia benar-benar namja cantik.
"Kai, dia menyukaimu"
Sehun langsung menyampaikan pikirannya sesaat Kyungsoo menghilang.
"Aku tau, tidak ada orang yang bisa menolak pesonaku, pangeran"
"Wah wah kau percaya diri sekali. Luhan berada dirumah mereka bukan? Dia harus membayar hutangnya terlebih dahulu padaku."
"Apa yang kau rencanakan pangeran?"
"Tidak ada, hanya sesuatu yang menyenangkan."
.
.
Luhan merasa sangat beruntung betemu dengan Lay dan Kyungsoo yang memberikannya tumpangan untuk tinggal dan bekerja. Saat ini Ia sedang menatap wajah tenang Baekhyun saat sedang tidur. Mengusap pipi gempal itu dan menciuminya dengan sayang.
"Baekhyunii seandainya saja mama dan baba masih ada, mungkin kita berdua tidak akan seperti ini. Mungkin kita bisa berkumpul bersama, kita tidak akan hidup susah seperti sekarang hiks."
Airmata yang susah payah ia pertahankan akhirnya lolos begitu saja. Ia mengelus surai lembut Baekhyun disampingnya yang rupanya membuat Baekhyun merasa terusik.
"Eungh hyung, kenapa hyung menangic?"
Luhan menyeka airmatanya.
"Tidak apa apa Baek, tidurlah yaa"
Baekhyun kembali tertidur dipelukan sang kakak, Namun kantuk tak kunjung menyerang Luhan. Ia menatap penasaran ke arah jendela yang sedikit terbuka.
TUK
Suara apa itu?
TUK
Lagi? Suara apa itu?
Luhan yang penasaran berjalan kejendela dan dengan perlahan membukanya.
Brak
Tidak ada apapun.
Ia hanya merasakan angin kencang menerpanya. Kemudian saat ia berbalik betapa terkejutnya ia saat melihat seseorang berada di ranjangnya tepat disamping sang adik. Ia menelan ludah pada kerongkongannya yang kering.
Bagaimana mungkin ia bisa masuk?
"Si.. Siapa itu? Ap.. Apa yang kau inginkan?"
"Kau tidak ingat aku?"
Luhan menyipitkan matanya berusaha melihat sosok apa yang berada disamping adiknya tersebut.
Luhan baru akan berbicara kembali saat sosok itu tiba tiba melayang dengan kecepatan tinggi kearahnya dan langsung menubruknya.
"Aku akan membuatmu ingat siapa aku"
Kemudian Luhan merasa dirinya mendadak ringan dan melayang.
Apa? Melayang?
Ya, Luhan memang sedang melayang. Sosok itu membawa Luhan terbang melewati jendela kamarnya dan menjauh dari rumah.
Luhan takut ketinggian, karena itu ia memejamkan matanya dan menggigit bibir tipisnya guna meredam rasa takunya. Ia memasrahkan apapun yang akan terjadi asal jangan jatuhkan dia dari ketinggian ini. Tanpa sengaja Luhan memegang erat lengan sesosok yang menculiknya tersebut.
Hanya beberapa menit ia berada dalam ketinggian yang hampir menewaskannya, akhirnya ia merasa kakinya menapaki sesuatu untuk di injak. Perlahan ia membuka matanya dan disuguhi dengan bangunan super mewah bernuansa Eropa klasik dihadapannya.
Sehun mendekatkan bibirnya pada telinga Luhan, suara baritonnya membisikkan sebuah kalimat.
"Selamat datang di istanaku, Lu"
.
.
.
TBC
Ahhh finally selesai chapter 3..
Padahal aku niatnya gamau lanjut soalnya kayaknya ga seru,, tapi reviewnya meyakinkan aku bahwa ff ini harus tetap dilanjutkan hehehee
Thanks for your review #bow
Yang mau next chap HUNHAN RATE M angkat tangaannnn…. !
Klo banyak yg mau ayo kita lanjottt..
Jangan lupa meninggalkan jejak kaki yaa readernim ^^
Biar semangat buat ENCEnya xixixxi
See you next chapter
Salam rusa ^^
Thanks for review:
Arifahohse,BigSehun'sjunior, .taoris,BijinYJS,ElisYeHet,Xandeer,NoonaLu,Seravin509-,parkNada
