LOVE MY DEVIL SIDE

Cast: Sehun, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo and other cast

Genre: Boys Love, Fantasy, Supranatural, Romance, Hurt-Confort

Rate: T – M

Length: Chaptered

Note: Alur berantakan, typos bertebaran.

Don't Like Don't Read!

Enjoy ^^


"Aku tidak ingin perang berkecamuk dalam waktu dekat. Neraka belum siap" "Kita masih belum siap"

Chapter 8

Note : Bakalan banyak banget adegan kekerasan di chapter ini readernim, tapi tetap berada dalam rate aman kog

Baca doa dulu gengs biar kuat hehhhe :*

.

.

Yesha !

YESHA !

JAWAB AKU YESHA !

Namun Yesha tak pernah membuka matanya lagi.

HAH !

Hahh! Hhaahh!

Suho terbangun dengan air mata yang tanpa ia sadari mengalir di pipinya.

Mimpi buruk itu lagi. Sudah berapa kali aku memimpikannya

"Sayang kau baik-baik saja? Mengapa kau menangis?" Yixing menghapus air matanya perlahan "Ada apa hmm? Kau bermimpi buruk lagi?"

"Ya, aku memimpikan mimpi yang sama. Aku tidak apa-apa Yixing. Tidurlah kembali. Aku baik-baik saja" Mencoba menenangkan Yixing alih alih ia mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Suho mencoba memejamkan kembali matanya berusaha mengingat kejadian di masa lalunya, tentang Yixing dan saudara kembarnya Yesha. Apakah yang akan terjadi jika Yixing kembali mengingat kenangan itu? Apakah semua kebahagiaan ini akan berakhir?

.

.

Sebulan Kemudian

"Jinjja? Appa akan bekerja disni lagi?" Kyungsoo terlampau senang dan melompat-lompat disofa. Luhan tersenyum senang mendengar kabar itu dan terkekeh melihat kelakuan saudara barunya. Sementara Yixing duduk ditengah sambil memotong buah-buahan. Seperti inilah rumah yang Luhan inginkan, penuh dengan kehangatan dan canda tawa.

"Nde, appa sudah memutuskannya. Appa tidak akan keluar kota lagi. Appa tidak ingin berpisah dengan kalian hahaha" Suho memeluk Chanyeol dan menciuminya.

"Appa jangan cium Channi. Malu" Pipinya langsung semerah tomat dan hal itu tentu saja mengundang gelak tawa seisi rumah. Perlahan Suho menurunkan jagoan kecilnya itu.

Lalu Suho beralih ke Baekhyun, merentangkan tangannya pada bocah manis itu dan tentunya disambut hangat. Baekhyun langsung menggelayuti ayah angkatnya itu. Suho menciuminya dengan gemas.

"Andwee.. Appa jangan cium Baekhi, Baekhi cuma punya Channi cajaa.. lepasshkan appa.." Suho akhirnya melepaskan Baekhyun dari pelukannya dan mendudukkan Chanyeol di pangkuannya kembali.

"Baiklah, baiklah. Jadi Chanyeol kau menyayangi Baekhyun?"

"Eum" Bocah itu mengangguk yakin.

"Kalau begitu mulai hari ini appa tugaskan kau menjaganya ne. Jangan pernah biarkan Baekhyun terluka sedikitpun. Janji?"

"Nde, Canji appa" walaupun ia hanya anak kecil tapi Chanyeol janji dia akan menjaga Bekhyun

Yixing tiba-tiba mengingat sesuatu "Ah benar, bukankah akan ada festival kembang api di taman kota? Apa kalian ingin melihatnya?"

"Ndeee" Sorak keempat anaknya.

.

.

Sebelum sebelumnya

"Lumayan. Lakukan lagi"

Erraghhhh Dzaarrr

Kebakaran hebat pun terjadi sang api melahap habis seluruh hutan tersebut dan hanya meninggalkan tanah hangus dibawahnya. Para penduduk berlarian kesana kemari mencari pertolongan sambil ketakutan dan memanjatkan doa-doa.

"Mau kita apakan manusia-manusia bodoh itu Kai?" Sehun menatap bengis penuh nafsu ingin segera menghancurkan mereka dan membuat mereka menderita.

"Abaikan saja sementara, tujuan kita hanya mengembangkan kekuatan fisikmu. Kau tidak perlu menghabiskan tenaga demi mereka" Kai hanya menatap malas.

"Ya baiklah jika itu maumu. Tapi kau yakin tidak ingin bersenang-senang? Mereka pasti mudah sekali bagimu" Ucap Sehun menggoda.

Kai hanya menghela nafas "manusia tidak sebanding dengan kekuatanku"

Kemudian keduanya terbang melesat ke belahan dunia tropis lainnya, Sehun mencari sumber sumber dari pohon kering yang bisa membuat percikan api kecil di antara pepohonan lebat dan kemudian membakarnya hingga hangus tak bersisa.

"Bagaimana karya seniku, lihat?" Sehun tampak bangga menunjuk hutan dibawah mereka yang hangus terbakar.

"Kekuatanmu meningkat, tapi jangan anggap ini karya seni. Lakukan seperti kau membuat sebuah malapetaka. Ku beri contoh"

Kai menarik nafas dalam. Dan perlahan nafasnya berubah menjadi gelembung api yang sangat panas menerpa hutan kering, kemudian ia meniupnya lalu ia merentangkan sayap besarnya dan ia kibaskan kuat sehingga api menyambar keseluruh hutan. Menghanguskan hutan hanya dalam hitungan detik saja.

"Pangeran, kau harus lebih banyak belajar, lebih tepatnya niat. Jika kau tidak ingin melakukannya, tidak ada gunanya aku berada disini mengajarimu" Kai berlalu dan melesat mendahului Sehun.

Sehun ikut melesat mengejarnya, kali ini mudah. Setelah belajar banyak hal dari Kai, Sehun sadar ia mampu melakukan hal hal diluar batas. Seperti yang Kai selalu bilang Ia harus lebih niat. Sehun tersenyum saat mereka tiba di ujung belahan dunia. Tempat seperti ini sangat jarang ia datangi. Berada dikutub memang berbeda, udara disini sangat dingin dan hamparannya berupa es sebening kristal.

"Sehun, Hancurkan gunung es itu. buat bencana seperti longsor dan badai es"

Instruksi Kai langsung di kerjakan oleh Sehun. Dalam sekejab dataran itu berubah menjadi lautan es keras yang menggulung dan super dingin yang mampu mengoyak kulit disertai angin puting beliung besar yang siap menerbangkan apapun dibawahnya dan memporakporandakan seluruh wilayah.

Kai tersenyum bangga "Kau berhasil Sehun, aku sangat puas melihat hasilnya. Kau mampu menciptakan malapetaka besar dengan hanya kekuatan kecilmu saja. Kau hanya perlu pengendalian maka kekuatan akan menjadi milikmu"

"Hahaha tentu saja. Kau terlalu meremehkan aku. Kau lupa aku ini pangeran iblis hah?"

Kai semakin tertarik dengan ini "Baiklah, kalau begitu serang aku. Kita akan lihat seberapa hebat kau"

"Ya, baiklah!"

Sehun mulai melesat kearah Kai dan mengepakkan sayap agungnya. Dalam sekali kebasan saja Kai sudah bergulung dengan hembusan angin yang diciptakan Sehun. Perlahan Kai bangkit dan mengepakkan sayap hitam kokoh miliknya dan terbang melesat menuju Sehun. Sehun tidak dapat menghalau pukulan demi pikulan keras yang Kai hantamkan ketubuhnya. Hingga membuat Sehun jatuh ketanah bersalju yang mengakibatkan beberapa tulangnya patah.

"BANGUN! LAWAN AKU SEHUN!"

Kai tanpa ampun terus melesat kebawah dan meninju tepat di dada Sehun. Membuat sang pangeran mengeluarkan darah yang cukup banyak dari mulutnya.

"Ka-kai akuu.."

Kai berdiri disamping Sehun dan menginjak keras perutnya.

"Apa? Aku tidak dengar? BICARA YANG BENAR!"

BUGH

Lagi-lagi Kai menginjak perut sehun, dengan mudah ia menggulingkan Sehun dan menendangnya. Darah kembali menggenang dari mulut Sehun. Sehun beberapa kali terbatuk untuk mengeluarkan cairan kental itu dari mulutnya. Pukulan Kai tergolong sangat kuat, Sehun bisa merasakan beberapa ruas tulangnya bergeser bahkan patah. Namun itu hanya akan berlangsung sementara, dalam waktu singkat tubuhnya akan pulih seperti sedia kala. Hanya masalah waktu dan latihan lagi Sehun akan dapat memulihkan tubuhnya lebih cepat.

"Pangeran? Kau bercanda? Mana ada pangeran lemah sepertimu! Kau ingin seluruh kerajaan dihina dan dipermalukan hah? Kau hanya menyusahkan saja!" Kai mendaratkan pukulan bertubi-tubi pada tubuh Sehun.

Kai menatap rendah kearah Sehun. Sehun masih sangat lemah seperti yang telah ia prediksi. Namun gundukan salju dibawahnya mendadak bergerak dan memunculkan sosok Sehun yang mencoba berdiri dengan proses pemulihan yang belum tuntas. Itu justru lebih membahayakan bagi tubuhnya.

"Cih, ternyata selama ini kau memandangku seperti itu? KAU BAHKAN TIDAK LEBIH BAIK DARIKU!" Sehun mengapakkan sayap gagahnya dan menerjang Kai. Membuat Kai terhuyung dan ambruk jatuh ke hamparan salju.

Sehun berjalan pelan mendekati Kai yang sudah berdiri diseberang. Sorot matanya tajam hingga rasanya akan mengguliti Kai saat itu juga. Namun Sehun bukan pengecut, sedikitpun ia tidak akan ragu untuk menyerang Kai.

Arrgggghhh! Brughh!

Kai terpental dengan pukulan telak yang disematkan Sehun padanya. Sekarang keadaan berbalik, Sehun menyerang Kai membabi buta tanpa memberikan kesempatan bagi Kai untuk melawan atau bahkan mempertahankan diri.

Sehun mendekati Kai yang terus terpental karena pukulan dan tendangan darinya. Kemudian menendang dan terus menghajar Kai habis habisan hingga tubuh Kai terhempas di sebuah batang kayu yang mampu menahan tubuhnya. Sehun berjalan mendekati Kai yang terduduk lemah tak berdaya, jika menunda sebentar saja Sehun mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menghancurkan Kai, Karena bangsa iblis akan meregenerasikan semua sel dalam tubuh untuk memperbaiki sistem dan organ yang telah hancur, namun perbedaannya hanya pada waktu pemulihannya saja. Dan setaunya, iblis kuat sekelas Kai tidak butuh waktu lama untuk pulih.

Kai terbujur kaku saat pundaknya dicengkeram oleh jari jari Sehun yang entah sejak kapan berubah menjadi lebih tajam mengalirkan darah kental berwarna merah pekat di kedua bahunya. Cengkeramannya sangat kuat sampai Kai tidak mampu lagi menggerakkan kedua tangannya.

Sehun tidak akan melewatkan kesempatan. Sehun mengembangkan sayap hitam dengan postur yang begitu tegap, aura kegelapan menguar dari dalam tubuhnya. Begitu Kuat hingga beberapa bulu sayapnya beterbangan. Sayap kokoh berbulu kemudian berubah bentuk seperti sebuah sayap setajam besi yang meruncing tajam dibagian bawahnya. Yang akan mampu mengoyak dan merobek apapun, dan Sehun tampaknya tidak berniat menghentikan tindakannya.

ARRGGGGHHH !

ARRGGHHH !

AARRGGHH !

Kai berteriak sekencang- kencangnya, berkali-kali Sehun menamcapkan sayam tajamnya ke dada Kai seolah ingin mencabik Jantungnya. Ia mampu merasakan kehebatan Sehun, ia bahkan sudah memprediksikan hal ini sebelumnya. Bahwa Sehun memendam sebuah kekuatan yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya. Tidaklah salah jika metode ini ia pilih walaupun harus mengorbankan dirinya sendiri, namun saat ini mungkin saja Sehun sudah tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Namun Kai juga tak mampu meghentikannya.

HENTIKAN !

Sebuah suara mengejutkan Kai, ia mencoba menatap siapa gerangan yang mampu menemukan mereka di ujung dunia seperti saat ini. Sesosok itu melesat cepat menuju keduanya dan membanting Sehun jatuh ke tumpukan Salju. Sehun berusaha menyerang sosok itu, namun dengan satu pukulan dapat membuat Sehun langsung tak sadarkan diri.

"Cav, a-anda di-disini?" Kai terbata perlahan membungkuk pada Yang Tertua, Cav. berwajah teduh namun penuh dengan ketegasan.

"Ya"

"Kau tidak akan pernah sebanding dengan Sehun"

Cav menatap Sehun datar, kemudian menarik bagian belakang sayapnya dan terbang melesat melewati badai bersalju. Meninggalkan Kai yang masih menunduk terdiam.

.

.

Seorang yeoja tengah duduk di tepi pagar batu diatas Menara kerajaan dan wajah cantiknya menengadah kelangit hitam seolah mencari bintang di hamparan kegelapan.

"Aku tidak berfikir akan menemukanmu disini, Eve" Seorang namja berwajah tua dan tampak kelelahan menghampirinya namun yeoja itu tak tampak terkejut dengan kehadirannya.

"Kau tau, mungkin keputusan ini harus dipertimbangkan kembali, Cav seharusnya tetap berada disini. Sangat berbahaya jika ia bertemu dengan kaum lain" Eve terlihat cukup gugup, matanya menerawang kesegalah arah di langit gelap. Sho tetap diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya mengikuti Eve menerawang kearah langit hitam namun kedua matanya menyiratkan perasaan yang sama risaunya.

"Sho, jika Kai begitu tertarik dengan manusia, maka Cav sangat tertarik dengan kaum malaikat. Aku tidak ingin perang berkecamuk dalam waktu dekat. Neraka belum siap" Eve menarik nafas lemah kemudian melanjutkan kalimatnya.

"kita masih belum siap"

.

.

DUARR ! DUAR ! DUARRR !

"Baekhii ayo kecini" Chanyeol kecil menarik Baekhyun agar bisa melihat kembang api lebih dekat.

"Lihat dari sini saja sayang, jangan terlalu jauh nanti bisa tersesat" Yixing mengingatkan buah hatinya.

"Tapi dicana lebih lamai eomma, Channi mau kepuncak. Ayo Baekhi"

"Andw .."

"Eomma gwencanha, kami akan menemani mereka ayo Lu" Kyungsoo pun menyeret Luhan berlari menuju adik mereka. Dan benar saja kembang api dari puncak ini terlihat jauh lebih cantik dan indah. Jutaan warna warni hangat menghiasi langit berbintang membuatnya lebih semarak. Semua yang hadir akan berteriak saat kembang api meletus diudara dan diakhiri dengan riuh kekaguman dan tepuk tangan.

"Lu, lihat cantik sekali ya. Ini adalah festival kembang api pertama dimusim ini"

Kyungsoo tersenyum begitu gembira. Sambil sesekali tertawa lepas dengan Chanyeol dan Baekhyun. Namun entah apa yang mengganjal dihati Luhan. Sekelbat bayangan muncul di benaknya, wajah yang sudah beberapa minggu terakhir dilupakannya kembali teringat.

DEG DEG DEG DEG DEG

Namja itu.. Sehun..

Jantungnya terus berpacu dengan cepat dan ia melihat ke semua arah, antisipasi jika namja itu berada disekitarnya. Luhan berharap namja itu akan menghilang selamanya dan tidak akan pernah mengganggunya lagi.

"Lu, kau baik-baik saja?" Kyungsoo mendekatkan dahinya kedahi Luhan yang justru membuat si pemilik mata rusa itu tertawa terbahak bahak.

"Ahahha kau memperlakukan aku seperti Baekhyun, itu menggelikan"

Kyungsoo memperhatikan Chanyeol dan Baekhyun berlarian di atas rerumputan dan sesekali menjatuhkan diri mereka. Kyungsoo ingat dulu dia tak pernah ada waktu untuk menemani Chanyeol bermain. Ia selalu suka belajar di kamar sendirian dan mengabaikan adik kecilnya itu. Senang rasanya Luhan dan Baekhyun pindah kerumah mereka, sehingga Chanyeol mendapat teman bermain seusianya dan Ia mendapat teman yang baik seperti Luhan. Dialihkannya pandangannya menuju Luhan yang terlihat gusar.

"Kau mencari seseorang Lu?"

"Ahh tidak, aku hanya merasa ada yang menatap kearah kita. Tapi aku tidak dapat menemukannya"

Kyungsoo ikut mengedarkan pandangannya "Tidak ada apa-apa Lu, mungkin kau kelelahan. Ayo kita kembali"

Kyungsoo hendak memanggil adik kecil mereka tiba-tiba …

DUAARRR !

Sebuah ledakan besar memporak porandakan orang-orang yang berada dipuncak itu termasuk Luhan dan Kyungsoo. Semua orang berlarian kesana kemari dengan panik, saling bertabrakan satu sama lain. Kyungsoo dan Luhan berpengangan tangan dan berjalan perlahan mencari kedua adik mereka.

"BAEKHYUN! CHANYEOL! DIMANA KALIAN?"

DUARR! DUARRRR!

Ledakan bertubi-tubi menghantam langit yang tadinya begitu indah dan berwarna sekarang menjadi diselubungi oleh asap tebal.

Kyungsoo sudah menangis sambil menuntun Luhan berjalan tetap mencari mereka.

"Dimana mereka Lu? aku tidak dapat menemukannya Hikss.. bagaimana jika.. jika mereka.."

Luhan memeluk Kyungsoo dan menenangkannya "Tidak, mereka akan baik-baik saja. Chanyeol pasti akan menjaga Baekhyun. Dia sudah berjanji bukan?"

"Tapi mereka hanya anak kecil. Bagaimana jika ledakan itu menghancurkan mereka.. hikss eomma… aku ingin pulang huaaa.."

"Bagaimana kau bisa seyakin itu? adikku hilang dan aku tidak tahu apakah dia masih hidup hikss"

"Aku juga sama, Baekhyun menghilang bersama dengan adikmu Kyung. Berhentilah menangis, mereka akan baik-baik saja"

"Berhenti kau bilang? Bagaimana mungkin aku berhenti saat adikku menghilang. Apa yang harus aku katakan pada appa dan eomma.

"Kyung tenanglah. Kau kembalilah lalu beritahu eomma dan appa. Aku akan mencari mereka disini. Dan jika aku tidak kembali dalam waktu setengah jam susul aku, minta bantuan untuk mencari kami, arraseo?"

Tanpa persetujuan dari Kyungsoo, Luhan pun langsung berlari memasuki asap tebal untuk mencari kedua adiknya. Kyungsoo pun langsung bergegas menuruni puncak menuju kedua orang tuanya dan meminta bantuan agar menemukan keberadaan kedua adiknya dan Luhan.

.

.

"Baik sekali, ini sangat mudah bagimu bukan?"

"Ya, aku mempelajarinya sekali dan langsung berhasil. Aku tidak tahu kekuatanku sangan hebat jika aku berlatih"

"Iblis lain hanya mampu memperdaya manusia untuk menciptakan kerusakan, namun berbeda dengan kau, Sehun. Kau pangeran iblis dan memiliki kekuatan tak terbatas jika kau mampu mengendalikannya. Aku cukup kecewa pada Kai yang mengajarkanmu dengan tidak keras"

Cav menyipitkan matanya kearah Kai. Kai menunduk sopan menghadap Yang Tertua.

"Aku hanya butuh proses Cav. Aku tidak ingin mengajarkan kekuatan yang dia tak pahami maksud dan tujuannya" Kai berbicara dengan nada yang dibuatnya sangat sopan. Berbicara dengan Yang Tertua adalah kehormatan bagi kaum iblis manapun, karena mereka hampir bicara dengan iblis dari kalangan penting saja. Bahkan panglima perang seperti Kai tidak termasuk kalangan elit dikerajaan.

"Maksud dan tujuan? Apa kau pikir kekuatan kita punya maksud dan tujuan lain selain mengahancurkan?" Nada Cav mulai meninggi.

Kai tidak ingin beradu argumen dengannya "Aku hanya ingin dia mengerti jika.."

"Kalau begitu akan kubuat dia mengerti. Sehun ikutlah denganku"

Cav melesat keatas langit malam berbintang yang langsung diikuti oleh Sehun juga Kai. Cav menjulurkan tangannya kearah bawah tepat dimana orang orang sedang melihat keaatas. Perlahan muncul percikan cahaya kekuningan dari ujung jemarinya, kemudian cahaya itu semakin kuat dan membesar. Memperlihatkan percikan api kecil yang tiba-tiba membesar dan meledak dengan dasyat menuju kearah orang-orang yang sedang berkumpul. Sontak saja ledakan tersebut membuat orang-orang berlarian tak tentu arah, mereka saling bertabrakan dan menginjak satu sama lain hanya untuk bisa terhindar dari ledakan itu.

Cav menyeringai kepada Sehun saat akan menciptakan ledakan lagi.

"Kau tidak bisa melakukan itu Cav, terlalu berbahaya" Kai menepis tangan Cav dan ledakannya berpindah kearah lain.

"Seperti inilah kau mengajarinya. Terlalu lemah. Kau tidak harus peduli dengan para manusia bodoh itu. Sehun ulangi ledakannya" Cav menatap remeh Sehun yang saat ini terlihat ragu-ragu karena tindakan Kai.

"LAKUKAN!" Bentaknya dan Sehun melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh Cav.

Jiwanya bergejolak antara menikmati semua pertunjukkan ini dan melihat wajah wajah ketakutan para manusia itu namun juga ia merasakan sesuatu yang berkata tidak seharusnya ia melakukan ini. Memang selama pelatihan dengan Kai, ia tidak pernah diajarkan menyerang manusia seperti apapun bentuk latihannya.

"TERUSKAN, LAKUKAN BERULANG KALI! RASAKAN SEHUN, RASAKAN SAAT MANUSIA ITU MERINTIH KESAKITAN!" teriakan Cav menggema di kepalanya. Membuat Sehun menyerang manusia-manusia itu secara brutal.

"HANCURKAN MEREKA SEMUA!"

Teriakan Cav lalu merambat di dadanya. Sehun melihat makhluk kecil dibawahnya perlahan terbakar, terurai, berdarah,terpecah belah. Sehundapat merasakan setiap ratapan dan jeritan yang mereka keluarkan, doa demi doa dipanjatkan namun itu takkan mengurangi keinginan Sehun menghancurkan mereka menjadi serpihan kecil-kecil.

Kai terbang mendekati Sehun dan mencoba menenangkannya

"Sehun, kau tidak harus melakukan ini. Kau tidak siap Pangeran, berhentilah"

Namun Sehun tidak lagi mampu mendengarkan ucapan Kai dan menangkis Kai hingga terjatuh dari langit. Ia yakin beberapa ruas tulangnya patah, namun dalan semenit saja semuanya sudah kembali normal. Kai melihat ledakan demi ledakan menghantam tanah itu dan manusia berhamburan menyelamatkan diri. Lalu matanya tertuju pada seorang anak kecil yang duduk sambil menangis dan dipelukannya terbaring seorang anak yang tidak lebih besar darinya terbujur kaku tidak berdaya dan berlumuran darah.

Mungkin anak itu sudah mati

Saat Kai hendak mendekati anak itu, sebuah ledakan tepat berada diatas mereka siap untuk meleburkan mereka berdua. Namun entah bagaimana tiba-tiba ledakan besar itu terserap ke tubuh seseorang yang melindungi keduanya kemudian dari dalam tubuhnya memantul kembali cahaya terang benderang kearah langit yang sangat menyilaukan mata. Membuat Kai sempah menahan nafasnya merasakan kilat cahaya itu dan ia yakin kedua Iblis kuat diatasnya merasakan hal yang sama sehingga ledakan berhenti seketika. Kai tidak beranjak sedikitpun untuk melihat siapa sosok orang yang telah mengeluarkan cahaya dasyat itu.

BRUGH

Namja itu jatuh lemas di sebelah bocah kecil yang sudah terbujur kaku itu.

"Luhan Hyung, gwenchana?" Tanya bocah berambut keriting itu. "Baekhi hikss..hikss .. hyung Baekhi..hikss beldalah"

Luhan bahkan tidak mampu menggerakkah tubuhnya lagi. Tidak ada darah namun ia merasa tubuhnya hancur dan kehabisan tenaga. Perlahan ia coba meraih tangan mungil adiknya. Menyatukan jemari mereka dan merasakan apakah Baekhyun akan menggenggam tangannya juga.

Namun Luhan tidak merasakan apapun, tidak ada denyutkan kecil ataupun tidak ada reaksi dari jemari Baekhyun. Ingin rasanya memeluk dan memanggil keras nama adiknya namun ia pun sama hancurnya dengan Baekhyun. Air matanya terus mengalir membanjiri wajahnya. Perasaan teramat lelah menggerogoti tubuhnya seperti perlahan ujung kakinya mulai tidak mampu laagi merasakan apapun, hingga naik ke paha, perut serta kedua tangannta. Perlahan matanya terpejam dan tubuhnya melemas, seolah tak ingin menyerah dengan keterpurukannya saat ini, Luhan terus menyebutkan nama Baekhyun dalam hatinya. Berharap adik kecilnya itu akan mendengarkannya.

"Baekhyun.."

Baekhyun..

Baekhyun..

Kau dengar aku ? kembalilah, jangan tinggalkan aku.. Baekhyun.. kembalilah.. kembalilah aku mohon.. aku mohon Tuhan, kembalikan dia ..

aku mohon..

tuhan kembalikan Baekhyunku..

aku tidak akan mampu kehilanganya… aku mohon tuhan dengan segenap hatiku..

aku hambamu memohon kepadamu.. kembalikan dia..

BAEKHYUUUUUUUUUUUUNNN!

.

.

.

TBC


Finally Ch 8 selesai juga, lebih lama dari yang diperkirakan karena saya kebetulan lagi ujian readernim hehehe

jadi pengetikan pun akhirnya tertunda sekian lama.. anyway Luhan rindu Sehun yeayyy !

ada yang pengen baper baperan engga sama dua sejoli ini?

wait aja ya next chapternya engga bakal lama lagi kog ^o^

silahkan coment kalo ada yang pengen di tanyain atau di request alurnya.

Misalnya alurnya ga bagus.. jelek banget .. atau minta dibuat hot kiss scene dong tuh HUNHAN hhahah (ni mah saya yg mau #evillaught)

boleh pake banget kog muach muacchh

akhir kata author cantik undur diri bay bayyy

#peluksatusatu