LOVE MY DEVIL SIDE
Cast: Sehun, Luhan, Baekhyun, Chanyeol, Kai, Kyungsoo and other cast
Genre: Boys Love, Fantasy, Supranatural, Romance, Hurt-Confort
Rate: T – M
Length: Chaptered
Note: Alur berantakan, typos bertebaran.
Don't Like Don't Read!
Enjoy ^^
"Kami tidak dilahirkan tapi diciptakan"
Chapter 9
.
.
.
Setiap sore adalah waktu yang paling ditunggu oleh Baekhyun. Saat iu usianya baru 2 tahun, dan ia sangat senang menantikan kepulangan semua orang dirumah. Mamanya terlebih dahulu akan menjemputnya di rumah sanak saudara kemudian menggendongnya hingga tiba dirumah. Dijalan mama akan membelikan es krim strawberry kesukaannya. Lalu setibanya dirumah mama akan langsung menuju dapur dan memasak untuk makan malam sekeluarga. Saat malam tiba baba akan pulang terlebih dahulu, biasanya akan bergegas mandi dan menyapa Baekhyun yang sudah duduk betah di kursi makannya. Baekhyun sudah sangat siap untuk menyantap masakan mama yang pasti sangat lezat.
Namun baba tak kunjung berdoa, matanya terpaku menatap jam tangannya kemudian bertanya pada mama yang sedang menyaipkan hidangan.
"Ma, apa Luhan masih belum pulang?"
Mama menggeleng kemudian mengeluarkan ponsel dan terdengar nada tunggu lagu kesukaan hyungnya itu. Tapi sepertinya Luhan hyung tidak mengangkat ponselnya. Mama berusaha menelponnya berkali-kali, tersambung namun tidak diangkat.
Baba akan mulai makan jika semua anggota keluarga sudah lengkap, jika belum maka ia harus diberitahukan terlebih dahulu. Dan hal yang tidak biasa, hyungnya itu tidak memberitahu mama atau baba jika akan terlambat pulang. Hal ini jelas membuat kedua orang tua itu cemas, baba sudah berdiri dan memakai coat panjangnya saat pintu depan rumah mendadak terbuka dan menampakkan Luhan hyung memegang kue coklat ditangannya lalu mama ikut berlari kedepan dan bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun untuk baba. Barulah Baekhyun tau, Luhan hyung dan mama mengerjai baba yang sedang berulang tahun. Semua tampak bergembira bersama sama.
Walaupun masih sangat kecil namun hari ini adalah salah satu yang tidak akan dilupakan oleh Baekhyun. Sampai sebuah jeritan mengalihkan perhatian Baekhyun.
"BAEKHYUUUUUUUUUUNNNNNN!"
Baekhyun melihat kearah suara dibelakangnya namun tidak ada apapun. Baekhyun kembali melihat kearah baba dan mama namun ia terasa seperti ingin menangis saat baba dan mamanya terlihat kabur, perlahan ia coba mendekati dan menyentuhnya namun tangannya menembus udara kosong. Bahkan Luhan hyung sudah tidak berada disana lagi.
Baekhyun kecil berlari ketakutan dan entah sejak kapan ia berada dilorong yang serba putih. Baekhyun berusaha memanggil baba, mama serta luhan hyungnya. Hingga suara itu lagi membuatnya mematung.
"BAEKHYUUUUNNNN!"
Dan dilihatnya tangannya perlahan memudar dan ia terjatuh karena kelelahan akibat menangis.
.
.
.
"Baekhi, bangun" suara baritone Chanyeol jelas terdengar ditelinga Baekhyun.
Perlahan ia membua matanya dan menyadari ia berbaring di atas paha Chanyeol, dan dikelilingi oleh orang orang yang disebutnya keluarga baru. Semua terlihat begitu lega saat Baekhyun melihat mereka satu persatu.
"Luhan hyung.." rintihnya saat pertama kali berucap.
"Luhan hyung baik-baik saja sayang, ayo appa gendong. Sebaiknya kita pulang"
Suho menggendong bocah kecil itu dan kembali kerumah tempat teraman mereka – rumah.
.
.
Sosok tua itu berjalan kesana kesini menuju jendela besar dihadapannya kemudian berjalan berbalik arah menuju tempat Kai duduk, begitu seterusnya hingga beberapa menit. Wajah dinginnya diam tak berkspresi menandakan ia berfikir keras akan sesuatu hal. Sang pangeran hanya diam melihat aksi Cav dan Kai. Tidak ada dari keduanya yang memulai pembicaraan, hingga ia lelah menunggu di keterdiaman yang menyiksa ini.
"Katakan padaku apa yang terjadi?" Sehun memulai.
Namun baik Cav maupun Kai tidak meresponnya sama sekali. Sehun tidak suka diabaikan kemudian ia melemparkan vas bunga yang berada tepat di sebelah nya kearah keduanya. Namun belum sampai kesana, vas bunga itu pecah kemudian terbakar api biru lalu berubah menjadi partikel sehalus debu yang lenyap tertiup angin.
"Apa apaan kekuatan itu Cav? Sehun yang sedang berusaha melempar barang lain begitu terkejut mendengar nada suara Cav.
"Kai, apa kau merahasiakan sesuatu dari ku?"
Kai hanya duduk dengan wajah santai menatap Yang Tertua dihadapannya, dia kelihatan kesal namun Kai mampu menutupinya dengan wajah datar.
"Aku rasa tidak ada yang aku sembunyikan darimu"
"Lalu siapa anak itu?" Cav menekankan kembali nada bicaranya.
"Anak yang mana?"
Jawaban Kai semakin membuat Cav mendidih "Kau melihatnya bukan? Jaraknya sangat dekat denganmu. Dia persis dihadapanmu"
"Apa maksudmu Cav? Anak siapa? Anak yang mana Kai?" Sehun yang tidak tahu apa-apa meminta penjelasan kepada mereka.
Cav menatap tajam Sehun "Sehun, apa kau tau ada malaikat disekitar kalian kemarin?"
"Ah.. eum.. entahlah aku tidak yakin. Kenapa memangnya?"
Kai menghela nafas malas "Anak itu adalah malaikat, jika itu yang ingin kau tau" dia bangkit lalu berjalan menuju pintu.
"Kembali kau, aku belum selesai bicara!" Cav mendekati Kai
"Kau tau apa yang akan ia lakukan. Mengapa kau membiarkannya? Mengapa kau tidak menghancurkannya saat itu juga?"
"Lihat dirimu Kai, kau seorang panglima perang yang bahkan tidak tahu harus berbuat apa didepan seekor malaikat kecil. Kau diam dan membiarkannya mementalkan kekuatan Sehun. Apa pantas kau disebut panglima? Kita sudah sangat kehabisan waktu, tidak banyak yang bisa diharapkan dari para prajurit yang lemah. Kau juga tahu hal itu bukan? Bahwa jika ingin memulai perang, kita harus membuat pertahanan yang kuat serta menciptakan evolusi kekuatan yang lebih hebat lagi. Jika kau tidak becus mengajari Sehun, aku akan mengambil alih tugasmu mulai sekarang, dan tidak ada penolakan" Ucap Cav tegas dan berlalu mendahului Kai lalu terbang melesat menembus tebalnya awan.
Kai terdiam, dia tak bergeming sedikitpun. Sehun masih sangat muda entah apa yang membuatnya tidak ingin terburu-buru mengajarkan Sehun. Dia hanya ingin Sehun mengerti tentang kekuatan yang ada pada dirinya dan berusaha untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa harus diperintah oleh orang lain, itulah kekuatan yang sebenarnya. Jika kekuatannya muncul hanya karena dorongan dan perintah orang lain, Sehun tak ayal seperti sebuah senjata penghancur yang dapat meluluh lantakkan tanpa mengerti akibat dari perbuatannya. Inilah tujuan terselubung dari Cav, secara tidak langsung ia ingin lebih mengontrol Sehun dan membuatnya menjadi senjata saat perang melawan para malaikat.
"Kai, apa maksudnya semua ini? Kenapa dia bicara begitu padamu?" Sehun menepuk bahu Kai dan membuat namja tan itu kembali tersadar.
"Ah itu, saat kau menyerang dipuncak kemarin, seseorang telah menangkis dan memantulkan kekuatanmu. Aku tidak yakin awalnya namun saat aku mendekatinya anak itu adalah Luhan. Dan saat itu kau hampir membunuhnya"
DEG
"A-apa yang kau bicarakan? Aku pasti mengenali jika itu Luhan"
"Saat itu kau tidak terkontrol, kau meledakkan semua tempat. Dan ketika kau mengarahkannya kearah Luhan, entah bagaimana cahaya terang keluar dari setiap rongga tubuhnya kemudian meresap dan memantulkan cahayanya kesegala arah. Kau langsung pingsan saat itu, aku dan Cav sempat terluka parah karena kekuatannya"
"Jadi kau ingin bilang Luhan itu malaikat begitu?"
"Aku hanya menyimpulkan" Kai berjalan kearah jendela besar di ruangan itu dan membukanya. Perlahan ia menghirup udara segar pepohonan.
"Tidak mungkin. Bagaimana mungkin aku tidak merasakannya. Kau juga bukan? Kita sangat sering mengunjungi mereka sebelumnya. Bagaimana naluri kita tdak.." Kai memotong pembicaraan Sehun.
"Bukan itu masalahnya sekarang Sehun"
Sehun menyerngit tak mengerti "Terus?"
"Cav mengetahuinya, dan aku rasa Luhan akan dalam masalah. Cav sangat terobsesi dengan malaikat, terlebih sepertinya Luhan bukan malaikat yang kuat"
Sehun terdiam, Cav adalah iblis kuat, akan sangat mudah baginya untuk menangkap Luhan. Jiwanya bergejolak untuk tidak membiarkan hal itu terjadi. Namun kata kata malam itu terngiang di kepalanya. Ia hanya bisa menahan keinginannya terhadap namja cantik itu.
"Lalu?"
"Lalu? Ahh Sehun, bukankah kau tertarik padanya? Aku sering melihatmu terbang diatas rumah mereka sepulang dari latihan"
"Tidak lagi, dia ingin aku berhenti"
.
.
"Eomma, Luhan akan baik-baik saja bukan? Kenapa dia dingin sekali?" Kyungsoo yang panik terus mengganti kompres air hangat di dahi Luhan. Sesekali ia akan mengeratkan selimut yang menyelubungi tubuh Luhan.
"Panggil appamu Kyungsoo, katakan lebih baik kita membawanya kerumah sakit saja. Biar dokter yang memeriksanya"
"Ne eomma" Kyungsoo langsung berlari keluar kamar dan memanggil sang appa yang bolak balik dengan raut wajah khawatir seolah sedang menunggu seseorang di depan pintu.
"Appa cepat bawa Luhan kerumah sakit, kondisinya kritis"
"Tenanglah Kyungsoo, appa sedang menunggu seseorang yang mampu menyembuhkan Luhan. Kau jagalah Luhan saja arraseo"
"Tapi appa, tubuh luhan sangat dingin seperti es. Dia hampir beku dikamar. Aku sangat khawatir."
Suho memeluk anak sulungnya dan menenangkannya "Tenanglah, Luhan adalah orang yang kuat. Dia sudah melewati bertahun tahun bertahan hidup tanpa orang tuanya. Dia akan baik-baik saja"
Kyungsoo mengangguk dan berdoa semoga Luhan tetap kuat. Dari kejauhan tampak seseorang tengah berlari dan menghamburkan diri kearah mereka.
"Bagaimana keadaannya? Tanyanya langsung
"Kritis, Cepatlah Moon" Suho langsung menuntun yeoja paruh baya itu menuju kamar Luhan.
Dan betapa terkejutnya dia melihat kondisi menyedihkan dari Luhan yang terbujur kaku dengan suhu tubuh sangat dingin dan membuat Luhan hampir membeku.
"Astaga Suho, mengapa ini bisa terjadi?" Yeoja itu bertanya sambil mengeluarkan beberapa jenis obat dan cairan dari dalam tasnya.
"Serangan iblis, tidak salah lagi Moon. Kejadian kemarin malam secara tidak sengaja membangkitkan kekuatannya. Aku tidak tahu bagaimana tepatnya, tapi aku dapat merasakannya walaupun saat itu jarak kami sangat jauh" Suho yakin ini penyebabnya pun pasti sama kuatnya dengan Luhan.
"Baiklah, aku akan memulai pemulihan. Kalian semua tunggu diluar saja"
Suho bergegas mengiring Yixing dan Kyungsoo yang bersikeras tetap berada disana, tapi tatapan mematikan Moon membuat keduanya telak ketakutan dan memutuskan untuk menunggu diluar sesuai dengan perintahnya. Mereka duduk diam dan was was di sofa tetap berhadapan dengan kamar Luhan.
"Appa, siapa yeoja itu? menyeramkan sekali" Kyungsoo bergidik takut mengingat tatapan mematikannya tadi.
"Yixing tidakkah kau merasa pernah bertemu dengannya?" Suho mengabaikan Kyungsoo dan menatap belahan jiwanya.
"Anio.. Hmm sebenarnya aku seperti kenal, tapi aku tidak yakin apa pernah bertemu dengannya atau tidak" Yixing memijat kepalanya. Terasa pusing saat ia berusaha mengorek kenangan lama.
"Sudahlah tidak apa-apa, aku akan menjelaskannya nanti"
Chanyeol kecil keluar dari kamarnya dan berjalan kearah mereka
"Kenapah kalian cemua ada dicini? Apa Luhan hyung cudah cembuh?"
Kyungsoo langsung menggendong adik kesayangannya dan mencium pipi tembemnya. "Kami sedang menunggu seseorang yang sedang mengobati Luhan Sayang. Apa Baekhyun sudah tidur?"
"Hmm cepeltinya dia mengantuk cekali"
Suho dan Yixing sweetdrop melihat tingkah pintar Chanyeol. "Chanyeol hebat sekali, kau menjaga dan melindungi Baekhyun. Eomma bangga padamu"
Namun tiba-tiba wajah Chanyeol berubah sedih.
"Bukan Channi yang melindungi Baekhi, tapi Luhan hyung. Luhan hyung yang menyelamatkan Baekhi eomma" Chanyeol sedikit bergetar saat kembali mengingat kejadian kemarin malam.
"Jangan takut sayang, kita sudah tidak apa-apa"
Chanyeol menggeleng "Eomma, kemalin itu badan Baekkhi beldalah banyak cekali, Baekhi juga telluka. Telus Luhan hyung datang telus luka-luka Baekkhi cembuh dan tidak beldalah lagi"
"Chanyeol apa maksudmu sayang?" Yixing menggendong anak bungsunya.
"Maksudnya Luhan menyembuhkan Baekhyun begitu ? Secara ajaib? Apa kepalamu terbentur Chanyeol huh?" Kyungsoo memeriksa kepala adik satu-satunya itu.
"Yang dikatakan anak itu benar. Suho kau seharusnya tau itulah kebenarannya" Kehadiran Moon mengagetkan Suho dan yang lainnya.
Suho tidak menghiraukan perkataan Moon "Bagaimana Luhan?"
"Lebih baik" Moon menghela nafas lega "Dia meyerap kekuatan iblis dan itu cukup berdampak buruk bagi tubuhnya"
"Iblis?" "Apa maksud semua ini Appa? Aku benar-benar tidak mengerti" Kyungsoo mengacak-acak rambutnya frustasi dengan semua informasi baru ini.
"Mereka berhak tau yang sebenarnya Suho" Ucap Moon bijak.
Suho mengambil alih Chanyeol dari Yixing dan memeluknya. Kemudian dengan kemantapan hati ia mengungkapkan.
"Yixing sudah sangat lama aku ingin memberitahukanmu, dan juga anak-anak" Suho menjulurkan tangannya "Aku ingin kita semua berpegangan tangan, aku akan membagikan kenanganku pada kalian. Moon aku minta bantuanmu, proyeksikan kenanganku" Moon mengangguk setuju.
Namun tidak ada yang menyambut uluran tangan Suho, semua terlihat tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakannya. Moonlah yang meraih tangan Suho pertama kali, lalu ia menggenggam tangan Yixing dan Yixing menggenggam tangan Kyungsoo selanjutnya menggenggam tangan Chanyeol. Mereka berpegangan erat dan perlahan ingatan mereka terproyeksi pada kenangan Suho.
Flashback ON
Yesha..?
Yesha..?
kau dimana..?
Suho melihat Yixing begitu panik mencari saudara kembarnya. Suho membongkar beberapa tumpukan sisa bangunan yang hancur dan tidak menemukan apapun disana. Suho beralih dari runtuhan satu ke reruntuhan yang lainnya, membongkar puing puing bangunan sambil berharap Yesha akan ditemukan. Saat berada di bangunan atas dekat pilar istana kerajaan Suho mendengar rintihan lemah, bergegas ia membongkar reruntuhan itu dan betapa leganya menemukan Yesha dibawahnya.
"Syukurlah kau masih hidup, bertahanlah Yesha sebentar saja. Aku akan mengeluarkanmu" Suho langsung berteriak memanggil Yixing. "Yixing, Yesha disini!"
Yixing berlari sekuat tenaga yang tersisa menghampiri saudaranya. Mengusap pelan dahi Yesha yang merintih tertahan. Suho sedikit demi sedikit mengangkat puing bangunan yang menimbun tubuh Yesha.
"Yesha kau bauk-baik saja?" Tanya Yixing lembut tepat ditelinga sang kakak.
Namun Yesha tak membuka matanya wajah porselinnya dipenuhi dengan luka dan darah. Yesha mencoba mengutarakan sebuah kalimat "O gios mou". Kemudian di dengarnya Yixing berteriak kencang menandakan sang kakak telah pergi selamanya. Meninggalkan lubang besar dalam hati Yixing.
Hari hari berikutnya Suho melihat Yixing terdiam di kamarnya. Bangunan istana sudah diperbaiki namun tetap meninggalkan kepedihan yang begitu dalam bagi seluruh kaum malaikat. Sisa sisa kenangan sepeninggalan perang masih begitu terasa. Jumlah mereka bahkan hampir tersisa setengahnya, setengah yang lain hangus akibat perang. Namun kehidupan akan terus berlangsung dan para malaikat tetap harus menetapkan pimpinan baru di istana sepeninggalan Raja Yeus dan Ratu Yesha. Hanya keturunannyalah yang berhak menggantikan posisi pemimpin di istana, jika tidak maka akan digantikan oleh saudara kandungnya. Para tetua takkan mungkin membiarkan malaikat muda dan labil seperti Yixing memimpin mereka. Banyak pihak mulai mencoba mengambil alih kekuasaan dan mempersulit Yixing di pemilihan.
Kepedihan ditinggalkan oleh orang terkasih seperti yang Yixing rasakan akan sangat menyiksa. Yesha adalah saudara kembarnya, saudara sedarahnya dan separuh dirinya. Jika salah satu hancur maka yang lain pun takkan bertahan, itulah yang Suho ketahui tentang ikatan saudara kembar yang jelas sangat jarang tercipta, karena malaikat tidak terlahir namun diciptakan.
Flashback OFF
Yixing menghentakkan tangannya dan proyeksi memori itu terputus. Yixing berdiri terdiam, mengingat lagi seperti apa raut wajah Yesha dahulu kala, Senyumnya, tawanya sampi mirip dengannya. Bahkan ketika Yesha menikah dan resmi menjadi ratu dikerajaan. Yixinglah yang paling bahagia, seolah rasa bahagia Yesha tersalur melalui dirinya. Hingga akhirnya perang berkecamuk dan menewaskan satu-satunya keluarga baginya.
"Yesha.."
"Ya sayang, dia sudah tiada. Aku sangat menyesal kita tidak dapat menyelamatkannya. Dan dengan sangat terpaksa aku membawamu pergi dari istana. Banyak sekali yang menolakmu menjadi pemimpin, dan mereka berusaha membunuhmu untuk memperebutkan tahta. Aku minta maaf, aku sudah sangat lancang padamu" Suho duduk bersujud "Ampuni aku Yang Mulia"
Yixing berbalik dan ikut duduk dihadapan suaminya "Tidak.. tidak ada yang perlu kita sesali. Aku sangat bahagia kau membawaku kesini. Tidak ada tempat bagiku dimanapun jika Yesha sudah tidak ada lagi. Satu-satunya tempatku pulang adalah rumah ini, keluarga kecil ini. Aku tidak menyesalinya sedikitpun Suho. Aku mencintaimu"
Suho pun lantas memeluk sang istri tercinta, lega rasanya ketika ia mengutarakan perasaan yang sekian lama ia pendam.
"Aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi disini. Eomma dan appa adalah malaikat?" Kyungsoo berkata ragu.
Suho hendak menjelaskan namun Moon sudah terlebih dahulu bicara "Benar, kedua orang tua kalian adalah malaikat. Dan Luhan juga merupakan keturunan murni malaikat"
"Apa itu artinya kami berdua juga malaikat?" Kyungsoo melirik Chanyeol yang terlihat seperti anak usia 5 tahun normal lainnya. Berarti ia pun terlihat sama.
"Bukan, kalian berdua murni manusia" Moon menjelaskan
"Kenapa begitu? Mereka berdua murni keturunanku dan Suho, jika kami malaikat bagaimana kedua putra ku ini manusia?" Yixing menatap Suho yang terdiam
"Karena aku telah melucuti kekuatan kalian. Saat itu sangat kacau. Suho membawamu pergi menghindari para prajurit kerajaan yang terus mengintai kalian. Bertahun tahun pindah dari satu tempat ketempat yang lain sampai kalian bertemu denganku di bumi, di kota ini. Kau mengalami trauma yang cukup dalam sehingga aku terpaksa harus mengunci beberapa ingatanmu. Namun tidak cukup kuat berefek kepadamu, kau telah kehilangan sepatuh dari dirimu dan itu akan menyiksamu berabad-abad lamanya. Lalu Suho mengambil keputusan untuk melucuti kekuatan kalian berdua dan aku bersedia melakukannya."
"Malaikat tidak berreproduksi, kami diciptakan" Yixing berbisik pelan namun masih dapat didengar oleh Moon.
"Benar, itulah mengapa kau memiliki keturunan, karena kalian bukanlah malaikat lagi"
"Lalu apa yang terjadi di istana?"
"Siapa yang tahu, tidak ada satupun dari kita yang bisa menggapainya" Suho menggendong Chanyeol yang entah sejak kapan sudah tertidur lelap di sofa. Ia pasti kelelahan saat berproyeksi tadi. Kyungsoo terduduk disofa, wajahnya shock tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Kalung itu, kau masih memakainya?"
Kyungsoo menengadah melihat Moon berbicara padaya, dan ia mengeluarkan kalung yang tersembunyi didalam kemeja putihnya dan terkejut.
"Bagaimana kau tau aku memakai kalung?"
"Akulah yang menciptakannya. kalung itu terbuat dari potongan bulu terakhir dari sayap malaikat eomma dan appamu, aura perlindungannya jelas terasa. Sebenarnya aku sudah membuatkan untuk Chanyeol juga, namun lebih baik digunakan saat menginjak usia remaja" Moon tersenyum membayangkan jika Chanyeol tumbuh dewasa dan memakai kalung buatannya.
"Umm Moon-nim, apa ada orang lain yang mungkin tau tentang kalung ini? Maksudnya seseorang yang mungkin merasakan aura dari kalung ini"
"Tentu, para malaikat tinggi akan langsung mengenali aura ini. Itu membuat mereka seperti merasakan satu sama lain. Iblis kuat pun dapat merasakannya juga. Kenapa kau bertanya seperti itu hmm?"
Kyungsoo kembali mengingat-ingat "Ada seseorang dicafeku, dia memuji keindahan kalungku. Aku baru sadar saat Luhan bilang baju seragam kami menutupi leher. Jadi dari mana ia bisa tau aku memakai kalung ini?"
DEG
Jantung Moon berdetak kencang, pertanda buruk jika ada yang merasakan aura tersebut baik iblis kuat maupun malaikat itu sendiri. Suho dan Yixing tetap menyimak penjelasan Moon.
"Itu karena dia merasakan aura perlindungan yang terkandung didalam kalung itu. jika bukan malaikat berpangkat tinggi berarti dia adalah iblis kuat. Sebaiknya kalian waspada. Jika ada kekuatan iblis yang menyerang Luhan maka kemungkinan mereka sudah mengetahui keberadaan kalian"
"Tapi untuk apa iblis menyerang malaikat?" Rasa takut jelas terlihat diraut wajah Yixing
"Perang" Suho menyahut pelan
Moon mengangguk "Ya, mereka ingin memulai perang"
.
.
.
Sosok tua itu berjalan melintasi lorong sempit dan gelap. Aromanya berbau busuk dan penuh dengan tengkorak. Suasana begitu menceman saat ia tiba diujung lorong yang melebar, menampilkan sebuah ruangan besar nan megah yang diterangi ribuan lilin abadi.
"Yang Mulia, aku sudah menemukannya" Cav menunduk hormat ketika ia sampai di depan sebuah undakan dimana seorang sosok lain sedang duduk si singgahsananya.
"Apa itu Cav?" Suara sang raja menggema keseluruh ruangan besar itu.
Cav berdiri dan menatap sang raja kegelapan "Aku menemukan kelemahan para malaikat. Ada seorang malaikat lemah yang sepertinya tidak dalam penjagaan Surga. Akan sangat mudah jika kita berusaha mengecohnya dan menjadikan ia bangsa kita"
"Itu akan mempermainkan Surga. Sangatlah tidak baik jika seorang yang suci memilih kejahatan" Kris berkata seolah bijaksana
"Aku akan membawanya padamu Yang Mulia"
"Tidak. Aku ingin putraku yang membawanya padaku. Aku ingin dia menyelesaikan satu misi untukku. Aku hanya memeritahkanmu untuk mengawasinya saja. "
Cav tercengang, bagaimana mungkin sang raja bisa membandingkan anak ingusan itu dengannya yang jauh lebih hebat. Cav menahan semua amarahnya karena bagaimanapun juga raja memiliki hak penuh untuk neraka. Jika ia melawan, ia akan dilemparkan di lembah putih, dimana tempat itu berkumpulnya semua arwah yang tidak dikirim ke Surga ataupun Neraka.
Cav menunduk hormat "Baik Yang Mulia"
Kemudian Cav melesat dengan kecepatan penuh menerobos awan gelap neraka dan menembus menuju bumi. Ia terbang cepat lalu mengibaskan pelan sayapnya membuat Cav melayang diatas sebuah rumah besar. Cav menyeringai dan menatapi tajam rumah dibawahnya.
"Aku ingin malaikat kecil itu untukku"
.
.
.
TBC
Wow fast update bukan? Ahhaha
Ni ngetiknya cuma sehari tapi ga sempat post karena lagi sibuk tugas semester akhir hihi ^^
Btw saia tuh dilemma antara mau nerusin ini story di ffn apa remake story ini di wattpad soalnya emang pengen banget cerita ini dipost di wattpad. Tapi castnya ga bakal hunhan sama ga bakal dibuat encehh pemirsaaahhhh itu juga menambah tingkat kegalauan sayaaaa
omaigoodd pliss kasih aku sarannnn I need your help right now, really.
Anyway gimana sama chapter ini ? Si Sehun mendadak dingin ke luhan dan ada orang lain yang begitu terobsesii sama itu malaikat kecil yg cwantik hehe Luhan tuh imut banget yahhh ihh gemes bnget :*
Jangan lupa review ^^
Ahh.. sekali kali main dong ke story aku di wattpad Siapa tau suka ehhhee
user/augstndee
Masih newbie sih, but I'll do my best for this story
Thankyou chu ~~ baybayy
