Maria... disini membosankan. Aku ingin ke kantin saja, cepat selesai kan naskah drama nya. Bodoh.
SRAK SRAK
Kyuhyun segera merobek kertas itu menjadi potongan-potongan kecil dan melempar nya ke udara. Kaki nya bergerak menendang-nendang dengan kesal potongan kertas itu yang belum tentu kena.
AKU TAK AKAN PERNAH MENYATAKAN CINTA PADA MUUUUUUUUU!
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 2
Changmin memegang dokumen berisikan naskah drama di dada nya dengan erat. Ia takut kalau naskah nya yang sudah susah payah ia edit akan hilang atau rusak melihat banyak nya orang di tempat ini. Terlihat beberapa orang yang seperti nya fans dan sisa nya hanya para kru film yang sedak sibuk.
"Ada keperluan apa anda kemari?" Tanya namja berbadan besar yang merupakan bodyguard di sana.
"Saya Shim Changmin dari Lee Company ingin menyerahkan naskah drama ini." Changmin berujar lembut sambil tersenyum. Setelah diizinkan masuk oleh bodyguard itu, Changmin menatap kagum daerah yang dulu nya kumuh berubah menjadi sangat bersih juga indah. Tentu nya semua kekacauan itu dibersihkan untuk kepentingan drama.
PUK
Changmin tersentak saat seseorang tiba-tiba saja menepuk pundak nya. Changmin segera memutar tubuh nya untuk menatap lelaki tampan yang ternyata Jung Yunho yang barusan menepuk pundak nya.
"Kau itu teman nya Kyuhyun kan?" Tanya Yunho sambil tersenyum elegan. Changmin segera membungkukan tubuh nya saat tiba-tiba saja jantung nya berdetak tak karuan.
"Nde, Shim Changmin imnida."
"Kemarilah." Yunho segera mengajak Changmin memasuki salah satu tenda yang telah disiapkan untuk para pemain drama beristirahat nanti nya. "Ada urusan apa kau kesini?" Tanya Yunho setelah mendudukan diri nya.
"Saya ingin memberikan naskah drama nya." Jawab Changmin setelah diizinkan duduk oleh Yunho. Yunho menerima dokumen dari Changmin dan membaca sekilas naskah yang sudah di edit itu.
"Terima kasih banyak, maafkan merepotkan mu."
"Tidak masalah itu memang pekerjaan saya."
Yunho pun kembali dalam kegiatan nya membaca naskah drama membuat Changmin sedikit agak canggung disana.
"A-apa ada masalah?" Tanya Changmin saat melihat muka Yunho yang nampak kebingungan dengan sebelah alis nya terangkat.
"Ada dialog yang menurutku aneh disini." Ucapan Yunho barusan membuat Changmin cukup terkejut. Padahal ia sudah mengedit naskah drama itu dengan sepenuh jiwa nya. Ia bahkan hafal rincian dari dialog disana.
"Ba-bagian yang mana?" Panik Changmin.
"Di bagian ini..." Yunho berdiri dan tiba-tiba menarik Changmin untuk berdiri. Yunho mendekatkan wajah nya dengan wajah Changmin yang tercengang dengan aksi Yunho. "Bolehkah aku menjatuhkan hati dan perasaan ku pada mu lagi?" Changmin menelan ludah nya dengan susah payah saat wajah nya dapat merasakan deru nafas Yunho. "Itu terlalu mendramatisir, simple saja ganti dengan 'Bolehkah aku mencintai mu lagi?"
Changmin segera menjauhkan tubuh nya saat merasakan wajah nya yang mendadak memanas. Dengan cepat, Changmin berusaha untuk menetralisir kegugupan hingga akhirnya ia dapat berbicara normal lagi.
"Ta-tapi sang produser waktu itu meminta ku untuk membuat adegan itu lebih dramatisir."
"Begitukah? Ah maafkan aku." Yunho terkekeh pelan dan menggaruk kepala nya yang tak gatal itu. Entah kenapa Yunho suka melihat wajah Changmin yang sedang gugup itu.
"AH! Aku harus kembali ke kantor ku! Semoga drama mu sukses." Changmin segera membungkukan tubuh nya dan berlari keluar dari tenda itu, meninggalkan Yunho yang entah kenapa terlihat kecewa. Mungkin?
Changmin segera berlari dengan sangat cepat sambil memegangi jantung nya yang semakin berdetak dengan cepat.
Kenapa dengan ku ini? Apa aku terkena penyakit jantung?
.
.
.
.
"Uhhhhh..." Kyuhyun menidurkan kembali kepala nya di atas meja kerja nya. Perut nya lagi-lagi terasa mual.
"Kyuhyun-ssi! Bagaimana naskah drama nya?" Tanya Hangeng yang baru kembali entah dari mana. Dengan tangan bergetar Kyuhyun mengangkat beberapa lembar kertas ke hadapan Hangeng.
"Baru segitu..." Jawab Kyuhyun dengan lemas juga suara nya yang tiba-tiba serak.
"Be-begitu." Hangeng tertawa pelan untuk mencarikan suasana. "Apakah anda sakit, Kyuhyun-ssi? Muka mu sangat pucat." Hangeng lagi-lagi bertanya saat menyadari muka Kyuhyun yang sangatlah pucat.
"Aku baik-baik saja, Hangeng-ssi."
"Baiklah ah ngomong-ngomong di mana Siwon?"
"Dia di kantin."
"Baiklah, saya permisi dulu. Saya percayakan naskah nya pada mu Kyuhyun-ssi." Sebelum pergi Hangeng menepuk pelan pundak Kyuhyun untuk memberi semangat yang di balas senyuman lemas oleh Kyuhyun. Dan saat Hangeng pergi, datanglah Changmin dengan nafas memburu.
"Kau hahhh... kenapahhhh?" Tanya Changmin kesusahan karena habis berlari.
"Gwenchana." Jawab Kyuhyun singkat dan semakin membuat Changmin khawatir. Sahabat nya itu benar-benar tak pandai berbohong.
"Kau itu sakit?" Tanya Changmin khawatir sambil memegang kening Kyuhyun yang tidak panas maupun dingin tapi wajah nya bisa terlihat sepucat itu.
"Tidak, harus nya aku yang bertanya seperti itu. Apa kau sakit?" Tanya Kyuhyun balik yang sukses membuat Changmin bingung.
"Apa maksud mu?"
"Pipi mu merah, apa kau demam?" Tunjuk Kyuhyun pada pipi Changmin. Changmin yang baru menyadari itu segera mengalihkan pandangan nya malu membuat sahabat nya itu menaikan alis bingung.
"A-aku baik-baik saja." Jawab Changmin dengan suara gugup nya yang terdengar jelas itu. Tapi Kyuhyun tak mau ambil pusing dan hanya mengedikkan bahu nya. Ada yang lebih penting dari pada sikap aneh Changmin yaitu perut nya yang tak kunjung membaik.
Sedangkan di lain tempat namun masih satu bangunan itu nampak seorang namja tampan berlesung pipi yang sedang asyik memakan roti lapis yang ia beli di kantin itu. Walaupun banyak tatapan genit dari para yeoja di sekitar nya ia tak ambil pusing. Ia dari dulu memang sangat acuh pada lingkungan sekitar nya.
"Choi Siwon." Siwon menghentikan kegiatan makan nya dan menatap manajer nya yang mendudukan diri di hadapan nya.
"Oh.. urusan mu sudah selesai, hyung?" Tanya Siwon kembali melanjutkan acara makan nya. Hangeng pun hanya menganggukan kepala nya dan memesan kopi hitam.
"Ku rasa beberapa hari kedepan naskah drama nya tidak akan di lanjut." Ucap Hangeng yang merasa tak ada topik pembicaraan dengan Siwon. Walaupun ia sudah menjadi manajer Siwon bertahun-tahun tapi ia masih merasa canggung di sekitar nya. "Kurasa Kyuhyun-ssi sedang sakit, wajah nya sangat pucat tadi." Lanjut Hangeng yang mendapat tatapan bingung dari Siwon tadi. Siwon segera menghabiskan roti lapis nya dan meminum kopi hitam yang baru di belikan pelayan.
"Kau mau kemana?" Tanya Hangeng saat Siwon berdiri.
"Aku ada urusan. Kau pulanglah hyung." Siwon segera melangkahkan kaki nya pergi dari sana, meninggalkan Hangeng yang menghela nafas nya.
"Kopi hitam ku... habis."
.
.
.
.
"Kau ini... kalau sakit bilang saja. Untuk apa kau sembunyikan?" Keluh Changmin di dalam lift dan menatap sahabat nya yang masih setia memegangi perut nya. Changmin yang tak tega melihat wajah Kyuhyun dengan 'sedikit' paksaan membawa Kyuhyun menemui dokter. Dan dokter mengatakan kalau pencernaan Kyuhyun sedikit terganggu karena terlalu sering memakan junk food. Bodoh nya lagi, sahabat nya ini tak mau menebus obat karena ia percaya kalau besok sakit perut nya akan hilang. Changmin juga sudah malas berdebat dengan Kyuhyun karena pasti Kyuhyun yang akan menang.
TING
Pintu lift terbuka, Kyuhyun dan Changmin nampak terkejut melihat seseorang yang sedang bersandar di depan pintu apartemen mereka. Changmin dengan cepat membuka pintu apartemen mereka setelah Siwon memindahkan tubuh nya. Changmin segera pamit untuk masuk ke dalam dan Kyuhyun yang hendak mau masuk segera di cegat oleh Siwon yang mencengkram lengan Kyuhyun dengan kuat.
"Apa lagi? Soal naskah drama nanti akan kulanjutkan." Ujar Kyuhyun malas dan berusaha melepaskan cengkraman tangan Siwon namun tak berhasil.
"Kau sakit apa?" Tanya Siwon to the point.
"Huh?" Kyuhyun segera mengalihkan pandangan nya menatap Siwon setelah cengkraman di lengan nya di lepas.
"Kau tuli?"
KU BUNUH KAU!
Kyuhyun mengelus dada nya pelan, berusaha untuk meredam emosi nya yang bisa meledak kapan saja.
"Ya, aku sakit lalu kenapa?" Kyuhyun menjawab dengan ketus. Dan Kyuhyun semakin di buat bingung dengan plastik putih yang Siwon sodorkan pada nya. Tangan Kyuhyun segera mengambil nya dan membuka nya yang ternyata berisi banyak sekali obat.
"Di sana ada obat flu, demam, pilek dan masih banyak lagi. Kau pokok nya harus menggunakan nya." Siwon sebenar nya langsung pergi menuju apotik setelah Hangeng memberitahu nya kalau Kyuhyun sakit. Tapi bodoh nya ia lupa bertanya pada Hangeng mengenai sakit Kyuhyun jadi ia membeli semua obat yang menurut nya akan Kyuhyun butuhkan.
"Eum... te-terima kasih banyak." Kyuhyun sedikit terenyuh melihat Siwon yang berbaik hati mau membelikan nya banyak sekali obat yang pasti suatu saat dibutuhkan nya.
"Aku hanya tak mau kau mati." Dan saat itu juga Kyuhyun ingin memukul kepala nya sendiri.
"Haha... baiklah aku permisi dulu-"
GRAB
Lagi-lagi Kyuhyun di cegat oleh Siwon saat hendak masuk. Kyuhyun menatap lekat mata Siwon yang tak kalah lekat menatap diri nya.
"Kapan kau akan menyatakan cinta mu?" Tanya Siwon membuat kepala Kyuhyun berdenyut pusing.
"Tak akan pernah! Permisi."
Kyuhyun segera melesat masuk ke dalam apartemen nya dan mengunci pintu nya. Takut kalau Siwon akan mengikuti nya masuk.
"Uhhhh perut ku..."
Kyuhyun memegangi perut nya yang lagi-lagi terasa sangat sakit. Kyuhyun segera mengubak-abik isi plastik yang Siwon berikan tadi tapi kemudian Kyuhyun terdiam setelah semua isi plastik itu telah ia keluarkan. Tak ada obat sakit perut.
.
.
.
.
TRINGGGGG
DUGHHHHH
"Eunghhhh..."
Kyuhyun memegangi kepala nya yang terasa berat. Mata nya juga sangat malas untuk terbuka namun sinar matahari yang masuk melalui sela-sela jendela nya itu membuat mata nya mau tak mau terbuka. Dan Kyuhyun baru sadar kalau ia baru saja melempar alarm nya menjadi berserakan di lantai.
"Ahh.. harus beli baru lagi."
Ya, itulah kebiasaan buruk Kyuhyun sejak semakin beranjak dewasa. Jika ia di bangunkan oleh sesuatu atau seseorang, mood nya langsung berantakan namun kalau ia terbangun sendiri akan biasa-biasa saja.
Tangan Kyuhyun segera beralih mengambil ponsel nya yang menandakan ada nya satu pesan masuk.
From: Changmin
Aku berangkat duluan, aku lupa ada beberapa dokumen penting yang harus nya kemarin aku kirim kan. Jangan sampai terlambat!
"Hoahhhhh..."
Kyuhyun dengan malas melangkah kan kaki nya ke arah kamar mandi. Setelah mandi juga sarapan, dengan was-was Kyuhyun melihat keluar pintu apartemen nya. Ia takut kalau ada Siwon lagi. Dan saat ia tak melihat batang hidung Siwon dengan cepat ia masuk ke dalam lift.
Kaki Kyuhyun terus berjalan membelah lautan manusia yang nampak sibuk di pagi hari ini. Ia sengaja tak naik bus pagi ini karena waktu kerja nya yang masih lama jadi ia lebih memilih jalan kaki. Anggap juga sebagai olahraga pagi.
"Ahh..."
Langkah kaki Kyuhyun terhenti saat melewati toko yang menjual banyak jam itu. Kyuhyun melihat dengan jelas di etalase kaca itu alarm berbentuk kepala kucing yang menarik perhatian nya.
Aku harus ke sini lagi nanti.
Kyuhyun berucap pelan dalam batin nya saat menyadari toko jam itu belum buka. Akhirnya dengan terpaksa Kyuhyun kembali melangkahkan kaki nya menuju tempat kerja nya.
"Kau dengar? Kata nya Tuan Lee sedang ada bisnis di luar negeri."
"Benarkah? Lalu siapa yang akan menggantikan nya disini?"
"Ku dengar anak nya akan menggantikan nya sementara waktu."
"Wahhh... anak nya sangat tampannnn! Aku jadi semangat bekerja!"
"Ya, kau benar!"
Dan itulah percakapan yang pertama Kyuhyun dengar saat memasuki gedung bertingkat itu. Kyuhyun merasa sedikit penasaran dengan ucapan para yeoja itu, memang nya siapa anak nya Tuan Lee yang dibilang sangat tampan itu? Ah sudahlah.
Setelah sampai pada lantai 3 tempat nya bekerja, Kyuhyun segera menyimpan tas nya dan membuka komputer di depan nya. Tapi ternyata tak ada satu naskah drama yang harus ia edit. Ternyata Tuan Lee bersungguh-sungguh soal fokus pada project baru nya itu.
"Aku jadi kangen mengedit naskah."
Kyuhyun merasa kesepian di kantor, biasa nya akan ada Changmin yang ia ajak bicara tapi sekarang Changmin entah kemana. Dan inspirasi nya saat ini sedang tidak ada jadi sekarang ini ia tidak ada kerjaan.
"Bukankah itu anak nya Tuan Lee?"
"Astaga dia sangat tampan!"
"Ah aku meleleh hanya dengan melihat wajah nya."
Suara-suara berbisik di seluruh lantai 3 itu dapat Kyuhyun dengar dengan jelas dan kebanyakan adalah para yeoja yang entah sejak kapan pipi nya merona. Kyuhyun kembali penasaran dan terkejut saat seseorang yang sangat ia kenal tiba-tiba berjalan masuk ke dalam ruangan itu.
"Annyeonghaseyo, perkenalkan nama saya Lee Jonghyun. Saya akan menggantikan Appa saya selama ia berbisnis di luar. Mohon bantuan nya."
Jonghyun tersenyum seraya membungkukan tubuh nya dan langsung terdengar pekikan para yeoja yang seperti di tahan itu. Jonghyun kembali menegakan tubuh nya dan pandangan mata nya tak sengaja bertemu dengan Kyuhyun yang tentu membuat diri nya terkejut.
"Kyuhyun?" Tanya Jonghyun sambil mendekati meja kerja Kyuhyun. Kyuhyun segera berdiri saat Jonghyun mendekati nya dan tanpa sadar sebuah senyuman terbentuk di wajah nya.
"Jonghyun."
Kyuhyun di buat terkejut saat Jonghyun menarik tangan nya masuk ke dalam salah satu ruangan yang kosong.
"Astaga! Apa benar ini kau Kyuhyun?" Tanya Jonghyun lagi sambil menggoyang-goyangkan bahu Kyuhyun pelan.
"Tentu ini aku, apakah aku banyak berubah sehingga banyak yang tak mengenali ku?" Kyuhyun tertawa pelan mendenger pertanyaan Jonghyun namun tawa nya segera hilang saat Jonghyun memeluk nya.
"Aku merindukan mu." Jonghyun berbisik pelan di telinga Kyuhyun membuat Kyuhyun sedikit bergidik geli. "Maaf aku menarik mu ke sini, aku harus menjaga penampilan ku di depan karyawan ku."
"Ah.. jaga image ternyata." Ucap Kyuhyun setelah tersadar dari lamunan nya. "Aku baru tau kalau kau ternyata anak nya Tuan Lee yang menyebalkan itu. Benar-benar mengejutkan."
"Hahaha.. ya begitulah perkataan orang-orang saat mengetahui nya. Mm ngomong-ngomong... bagaimana hubungan mu dengan Siwon?"
"Eh?"
"Bukankah kalian sudah berpacaran selama 3 tahun?"
"Huh? Tidak! Kami tidak pernah berpacaran!" Jawab Kyuhyun cepat-cepat. Jonghyun yang mendengar pengakuan Kyuhyun cukup terkejut. Pasal nya dulu setelah pergi dari Jeju saat Jonghyun bertanya mengenai Kyuhyun pada Siwon, ia mengaku sedang berpacaran dengan nya.
"Ha.. jadi dia membohongi ku selama ini?" Ucap Jonghyun tak terima karena sahabat nya itu telah tega membohongi nya 3 tahun ini. Sebenar nya untuk apa Siwon membohongi diri nya?
D-dia mengaku sebagai pacar ku? Kyuhyun terdiam dengan pikiran nya sendiri. Ia benar-benar tak menyangka Siwon akan seperti itu. Tapi nyata nya Siwon pengecut karena hanya berucap seperti itu dan tak mengambil tindakan. Bahkan ia malah meninggalkan diri nya. Choi Pabbo itu ingin ku bunuh!
"Jadi selama ini kalian bagaimana?"
"Bagaimana? Semenjak kalian pergi dari Jeju tak ada satupun yang mau mengirimkan pesan atau telpon pada ku. Kalian benar-benar jahat." Apalagi yang nama nya Choi Siwon, lanjut Kyuhyun dalam hati nya.
"Maaf, Kyu. Kami semua langsung mendapat banyak pekerjaan dan lagi aku tak tau nomor telpon mu. Mian ne?"
"Hahh.. nde nde."
"Kau dan Siwon sudah bertemu?"
"Sudah hahhh... menyebalkan." Kyuhyun berbisik pelan di ucapan terakhirnya namun masih dapat di dengar oleh Jonghyun. Jonghyun dapat merasakan kalau Kyuhyun nampaknya sangat kecewa dengan Siwon. Ekspresi wajah nya saja sudah berubah menjadi sedih, marah dan masih banyak lagi.
Jonghyun menatap Kyuhyun yang nampak nya sedang memikirkan sesuatu yang membuat nya kesal. Terlihat dari pandangan nya yang nampak berapi-api itu bagi Jonghyun. Jonghyun diam tak bergeming saat menyadari sesuatu dan juga saat pemikiran nya yang tiba-tiba. Jonghyun tersenyum senang namun ia tutupi dengan tangan nya sendiri.
Lihat saja Choi Siwon, kau telah menyia-nyiakan nya. Akan ku buat dia menjadi milik ku. Dan kali ini aku tak akan kalah.
.
.
.
.
TBC
Ciao saya datang membawa Jonghyun~ ihiiii:3 saya sudah berusaha membuat chapter ini panjang, apa masih kependekan? mian;-;
ahh iya sebelum nya saya mau tekankan kalau Hanggeng BUKAN appa nya Kyuhyun ne
terus aku mau tanya nih pada readers, saya sangat ingin mencoba mempublish ff ini ke aff tp dari dulu saya ga ngerti aff x( ada yg bisa beritahu saya gimana?:( saya ga ngerti dengan hastgag/? atau apapun itu pas mau ngepublish di aff:( dan apakah di aff banyak ff wonkyu yg bahasa indonesia? klo ada gimana cari nya ne? kkkk saya benar-benar minta maaf kudet begini xD tolong bantuan nya ne readers~
mm sudah deh segini aja dulu/? saya harap chapter kali ini mendapat lebih banyak cinta dan review dari para readers^^
jadi jangan lupa tinggalkan jejak a.k.a review buat kelanjutan ff ini ne? Grazie~
