"Ba-bagaimana dia tau aku sedang menginginkan psp?" Tanya Kyuhyun entah pada siapa. Sedangkan di luar pintu apartemen Kyuhyun nampak Siwon yang sedang menyenderkan punggung nya pada pintu.
"Tak akan kubiarkan siapapun merebut mu, Kyu. Bahkan sahabat ku sendiri."
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 4
TING TING TING
Keesokan pagi nya di hari yang cerah, berbunyilah alarm dari salah satu kamar di apartemen itu. Jam berbentuk kepala kucing itu bergetar-getar seiring bunyi keras yang terus menyebar ke seluruh ruangan.
"Hnghhh..."
Tangan putih pucat itu terangkat dan menggenggam dengan kuat jam itu. Namun saat hendak melemparkan nya ia langsung menyimpan nya kembali karena ia sudah berjanji pada jam itu agar tak di lemparkan.
"Uahhhhh..."
Sang pemilik tangan pucat itu, yaitu Cho Kyuhyun. Ia mendudukan tubuh nya dan meregangkan tubuh nya yang terasa nyeri karena kekurangan waktu tidur beberapa hari ini. Ia terlalu pusing mengenai naskah drama yang belum ia selesaikan.
Dengan malas ia memandikan tubuh nya dan memakai sweater putih juga celana jeans. Saat ia berjalan menuju ruang makan ia tak menemukan sarapan yang biasa nya pasti Changmin siapkan. Kyuhyun berjalan menuju kamar Changmin dan menemukan tempat tidur Changmin yang rapi, tampak sekali tak ditiduri.
"Kemana dia? Jangan-jangan..."
Kyuhyun membuka seluruh lemari juga kulkas namun semua nya adalah bahan makanan yang harus di olah terlebih dahulu, tak ada yang langsung saji. Kyuhyun menghela nafas nya dan dengan suara perut yang berbunyi ia berjalan dengan malas menuju Lee Company.
Saat ia sampai di ruangan tempat kerja nya ia menemukan masih sedikit pegawai yang datang. Kyuhyun melirik jam tangan nya, mungkin ia terlalu datang cepat pagi ini. Kyuhyun menyelusuri ruang kerja nya dan tak mendapati Changmin dimanapun.
"Kemana di-"
"ARGHHHH!"
Kyuhyun terlonjak kaget saat kaki nya menginjak tumpukan kertas di lantai-yang membuat ia terkejut adalah seseorang yang jatuh tertidur di balik tumpukan kertas itu. Siapa lagi kalau bukan Shim Changmin. Ia bahkan tak sengaja menginjak paha Changmin.
"JAUHKAN KAKI MU PABBO!" Teriak Changmin saat merasakan kaki Kyuhyun yang masih menginjak paha nya.
"Ah mian." Ujar Kyuhyun dengan muka polos nya bak tak bersalah sama sekali, kemudian menjauhkan kaki nya. Changmin kemudian mendudukan tubuh nya dan mengusap-usap wajah nya kasar. "Apa yang sebenar nya kau lakukan di balik tumpukan kertas itu?"
"Ah? Ah... aku tak sengaja tertidur." Jawab Changmin sambil menggaruk rambut nya yang sedikit gatal itu.
"Lagi?"
Ini bukanlah kasus pertama Changmin tertidur di lantai atau lebih tepat nya di balik tumpukan kertas. Sudah dua kali Changmin seperti ini, itupun hanya jika ia sedang stress memikirkan sesuatu. Changmin adalah tipe orang yang terlalu memikirkan sesuatu hingga diri nya sendiri menjadi sakit. Dan ini adalah kasus ke tiga nya.
"Ada masalah apa memang nya?" Tanya Kyuhyun sambil berusaha membantu Changmin berdiri dan dengan pelan mendudukan Changmin di kursi nya.
"Hahhh... aku mendapatkan tugas mengedit lima naskah dan deadline nya adalah besok. Kau bisa pikirkan itu?" Keluh Changmin kemudian memejamkan kembali mata nya.
"Lalu berapa yang sudah kau edit?"
"Baru dua! Astaga! Aku bisa gilaaaaa!" Changmin berteriak dan berkeluh kesah layak nya orang gila, untung nya belum ada seorangpun di kantor sehingga nanti nya Changmin tak perlu malu.
"Ngomong-ngomong kau sudah sarapan?" Tanya Kyuhyun dan dijawab Changmin dengan gelengan kepala pelan. "Ku belikan ya? Tunggu sebentar."
Kyuhyun menepuk pelan kepala Changmin, berniat untuk menenangkan Changmin dari kegilaan sementara nya. Kemudian dengan langkah pelan, ia berjalan menuju kantin di sana. Dan saat ia sampai di kantin hanya ada satu pengunjung yang tengah duduk sambil memakan es krim stik. Kyuhyun tak menyukai pandangan namja itu yang entah mengapa selalu mengintimidasi nya.
"Pasti kau mau sarapan dengan ku?" Suara husky itu terdengar dan jika ini adalah anime pasti akan muncul empat siku-siku di jidat Kyuhyun sekarang ini.
Kyuhyun menghela nafas nya kemudian mengacuhkan Siwon sang pemilik suara husky itu untuk memesan sarapan untuk nya juga Changmin.
"Permisi... permisi..." panggil Kyuhyun namun tak ada yang muncul untuk menerima pesanan nya. Yang ada malah Siwon yang tiba-tiba berdiri di samping nya sambil menjilat-jilat es krim yang ia pegang dengan stik nya.
"Mau pesan apa nyonya?" Tanya Siwon dengan muka polos nya.
"AKU TAK MEMESAN PADAMU!" Teriak Kyuhyun kesal. "PERMISI! YAKKKK!" Siwon menggeleng-gelengkan kepala nya menatap tingkah Kyuhyun yang sangat tak ingin ia dekati.
"Yang sedang berjualan nya sedang pergi jadi kau tak bisa memesan apapun." Siwon berbisik tepat di samping telinga Kyuhyun membuat nya sedikit bergidik ngeri.
"Jangan berbohong." Sanggah Kyuhyun sambil melipat tangan nya di dada.
"Apakah kau melihat kebohongan di mataku?" Tanya Siwon sambil terus memperhatikan Kyuhyun. Kyuhyun terkesiap mendengar pertanyaan Siwon, dengan malu-malu ia sedikit melirik Siwon dan memang benar ia tak melihat kebohongan. Tapi ia hanya diam tak menanggapi Siwon. Siwon menghela nafas nya kemudian mendorong Kyuhyun hingga punggung nya menabrak dinding yang terasa sangat dingin.
"Jangan mengabaikan ku seperti itu. Aku tak menyukai nya." Siwon berekspresi dingin setelah berhasil memojokan Kyuhyun. Wajah Kyuhyun sedikit merona karena dekat nya wajah Siwon dengan nya, juga karena tatapan yang terlihat mematikan itu.
KRIUKKKKK
Namun saat Kyuhyun hendak menjawab perut nya malah berbunyi cukup keras, membuat nya menundukan kepala malu. Siwon yang mendengar itu langsung saja memberikan stik es krim itu pada Kyuhyun yang tentu membuat nya bingung.
"Untuk mengganjal perut mu." Ucap Siwon polos kemudian berbalik meninggalkan Kyuhyun.
"YAK AKU BUKAN TEMPAT SAMPAH!" Teriak Kyuhyun namun seperti nya Siwon tak dapat mendengarnya karena sudah berjalan cukup jauh. "Kenapa dengan dia itu?"
Saat Kyuhyun hendak membuang stik es krim itu ia dapat melihat tulisan di balik sana. Kyuhyun memutar nya dan mendapati tulisan 'Es Krim Gratis'. Kyuhyun mengerjap-ngerjapkan mata nya sebelum...
"PABBO MANA MUNGKIN AKU MAKAN ES KRIM! LAGIPULA SIAPA YANG MAU MAKAN ES KRIM SEPAGI INI?!" Kyuhyun terdiam beberapa saat, berpikir sejenak. "Ah dia kan baru saja makan itu pabbo."
Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepala nya kemudian pergi kembali menuju meja kerja nya dan menemukan Changmin yang kembali tergeletak di tanah dengan keadaan seperti mayat.
"Y-yak! Shim Changmin!" Panik Kyuhyun kemudian berlari mendekati Changmin yang putih pucat itu. "Gwenchana?!"
"Ku-kurasa... makanan?" Tanya Changmin susah payah dengan suara parau nya. Kyuhyun terkesiap dan dengan refleks memberikan stik es krim pemberian Siwon tadi. Changmin mengambil nya dan memperhatikan tulisan di stik itu dengan wajah polos. "PABBOOOOO! BAGAIMANA MUNGKIN AKU BISA KENYANG DENGAN MAKAN ES KRIM?!"
TRAK
"AHHH! MIAN! TAPI TAK ADA SIAPAPUN DI KANTIN JADI AKU TAK BISA MEMESAN APAPUN!" Teriak Kyuhyun setelah mendapatkan lemparan stik es krim tepat di kepala nya yang terasa lumayan sakit. Untuk seseorang yang sedang sakit itu adalah lemparan terkuat yang pernah di lemparkan.
"Hahhhh..." Changmin menghela nafas nya kasar kemudian kembali menidurkan tubuh nya di lantai.
"Memang nya kau tak kuat berjalan? Di bawah kan banyak restoran yang sudah buka." Kyuhyun melipat tangan nya di dada dan menatap Changmin yang hanya menggelengkan kepala nya.
"Tak kuat berjalannnn..." balas Changmin dengan suara memelas. Oke, sekarang Kyuhyun merasa semakin iba pada sahabat nya yang satu ini.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya suara seseorang dari belakang dan saat Kyuhyun membalikan tubuh nya ia mendapati Jonghyun yang tengah menatap bingung ke arah Changmin.
"J-jonghyun!"
"Sa-sajangnim..." Changmin berucap lemas kemudian berusaha mendudukan diri nya dengan sekuat tenaga.
"Ada apa dengan nya?" Tanya Jonghyun semakin dibuat bingung oleh Changmin.
"Dia sedak sakit dan juga dia belum sempat makan dari kemarin malam." Jawab Kyuhyun menggantikan Changmin yang pasti nya akan kesusahan menjawab pertanyaan Jonghyun.
"Jinjja? Kenapa tak makan saja di luar? Tadi di kantin memang belum ada siapapun."
"Ya tapi ia tak bisa berja-"
"Bagaimana kalau aku traktir kalian? Lagipula aku juga belum sarapan." Jonghyun tersenyum sangat tampan hingga rasa nya kita bisa melihat bunga-bunga bertebaran di belakang nya.
"Tapi kan Jong-"
"BAIKLAH! TERIMA KASIH SAJANGNIM!" Changmin tiba-tiba saja berdiri dengan semangat juga wajah berseri nya, membuat Kyuhyun menatap nya kesal.
"Kalau begitu kajja."
Jonghyun berjalan terlebih dahulu, diikuti oleh Changmin juga Kyuhyun yang mengekor di belakang. Kyuhyun menyikut pelan perut Changmin dan memberikan glare nya.
"Yak! Kau bilang kau tak bisa berjalan?!" Sungut Kyuhyun dengan suara berbisik agar tak dapat di dengar Jonghyun yang masih fokus berjalan.
"Memang tadi nya tapi entah kenapa aku sedikit membaik mendengar kata 'traktir' mm.. begitulah." Jawab Changmin dengan wajah polos nya membuat Kyuhyun ingin meninju wajah sahabat nya karena telah membuat nya khawatir.
"Dasar food monster." Kyuhyun mengalihkan kembali pandangan nya ke depan dan memasuki restoran yang telah Jonghyun masuki duluan.
Mereka bertiga segera mengambil tempat duduk dengan Changmin dan Kyuhyun yang duduk di satu tempat dan dihadapan mereka Jonghyun yang tengah memilih menu.
"Aku mau pesan paket sarapan saja, kalau kalian?" Tanya Jonghyun sambil tersenyum manis yang entah mengapa berhasil membuat pipi Kyuhyun merona sedangkan Changmin sedang berada didunia nya sendiri-melihat-lihat menu.
"Aku juga pesan itu saja." Jawab Kyuhyun sambil menundukan kepala nya.
"Kalau aku mau pesan satu bibimbap, satu zupa-zupa dan ocha jumbo." Ucap Changmin dengan wajah polos nya membuat kedua orang yang mendengar nya cukup terkejut.
"Ch-changmin! Kau ini!"
"Tidak apa-apa, Kyu." Jonghyun segera menahan tangan Kyuhyun yang seperti nya hendak memukul kepala Changmin. "Lagipula aku tak keberatan." Lanjut Jonghyun kembali tersenyum manis membuat tubuh Kyuhyun tiba-tiba saja lemas.
Jonghyun kemudian segera memanggil pelayan dan memesan semua pesanan mereka. Sedangkan Changmin terlihat seperti sudah sembuh total, Kyuhyun pun dengan gugup menundukan kepala nya dan memain-mainkan jari nya. Tak ada pembicaraan sama sekali hingga akhirnya pesanan mereka datang.
"SELAMAT MAKAN!" Teriak Changmin bersemangat dan segera melahap semua makanan nya, membuat Jonghyun tertawa pelan melihat tingkah Changmin sedangkan Kyuhyun yang ingin mencekik Changmin karena terlihat memalukan seperti itu.
Mereka semua pun terlarut dalam kegiatan sarapan mereka yang kadang di selingi perkataan Changmin yang memuji-muji makanan yang ia makan.
"Ahhhh kenyanggggg~" Changmin lagi-lagi kembali berulah dengan mengelus-ngelus perut nya yang kembung sehabis makan itu. Kyuhyun hanya bisa memijat kening nya sendiri melihat tingkah sahabat nya itu.
Jonghyun segera mengeluarkan dompet nya dan membayar semua yang telah mereka makan juga minum. Setelah itu mereka pun keluar untuk kembali bekerja.
"A-ano..." Jonghyun membalikan tubuh nya saat mendengar suara Kyuhyun. "Terima kasih banyak." Kyuhyun menarik leher Changmin untuk membungkukan tubuh nya karena terlihat Changmin yang kesusahan untuk membungkukan tubuh nya karena perut kembung nya.
"Ahaha terima kasih juga untuk kalian karena mau menemani ku." Balas Jonghyun kemudian berjalan lebih masuk duluan diikuti Changmin juga Kyuhyun. "Selamat bekerja." Lanjut Jonghyun.
"Baiklah sajangnim." Hormat Changmin kemudian berjalan menuju tempat nya sedangkan Kyuhyun yang hendak menyusul Changmin tiba-tiba saja dicegat oleh Jonghyun.
"Bagaimana dengan naskah nya?" Tanya Jonghyun yang langsung membuat Kyuhyun gelagapan.
"Be-belum selesai.. mi-mian." Sesal Kyuhyun sambil menundukan kepala nya. Jonghyun menatap jam di tangan nya kemudian mengacak rambut Kyuhyun.
"Kalau begitu selamat melanjutkan, aku harus bertemu dengan klien. Sampai jumpa." Jonghyun segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih diam mematung. Kyuhyun menghela nafas nya kemudian berjalan menuju meja kerja nya.
DUK
Kyuhyun terkejut saat kaki nya menginjak sesuatu yang lembek dan saat mata nya melihat ke bawah dia menemukan Changmin yang kembali tergeletak di lantai. Dan ia tak sengaja menginjak paha nya kembali.
"La...par..." ujar Changmin lemas, membuat emosi Kyuhyun melucut ke atas.
"KAU KAN BARU SAJA MAKAN PABBO!" Teriak Kyuhyun sambil menendang Changmin dengan 'kasih sayang'.
"TEGA NYA KAU MENENDANGKU!" Teriak Changmin balik tak mau kalah dan terjadilah perang teriak di sana. Sedangkan di ruang lain, Jonghyun sedang membaca berkas-berkas di meja nya dengan fokus hingga terdengar bunyi ketukan pintu.
"Silahkan masuk." Suruh Jonghyun kemudian menyimpan berkas nya ke atas meja. Dari pintu yang terbuka itu munculah Hangeng dengan senyum nya yang terkembang. "Silahkan duduk."
Setelah mempersilahkan Hangeng duduk, Jonghyun merapikan letak pulpen nya yang tak tersinkronasi dengan benar kemudian menopang dagu nya sambil menatap lekat Hangeng.
"Selamat pagi, sajangnim." Ucap Hangeng formal sambil membungkukan tubuh nya kemudian duduk di hadapan Jonghyun.
"Selamat pagi juga, tuan?" Tanya Jonghyun dengan senyum yang tak pernah hilang di wajah nya.
"Tan Hangeng."
"Selamat pagi juga, Hangeng-ssi."
"Ah anda sangat muda untuk seorang sajangnim." Lanjut Hangeng berbasa-basi.
"Saya hanya pengganti appa saya yang sedang pergi berbisnis di luar. Dan bisakah anda tak formal seperti itu? Nama saya Lee Jonghyun jadi panggil saja."
"Baiklah, Jonghyun-ssi. Anda benar-benar mirip dengan gitaris yang sedang vakum itu!" Ucap Hangeng dengan wajah polos nya membuat Jonghyun tertawa pelan.
"Karena itu memang saya Hangeng-ssi." Hening beberapa saat hingga akhirnya..
"HE?! SUNGGUH?!" Teriak Hangeng tak percaya membuat Jonghyun mati-matian menahan tawa nya. "Ma-maafkan kelakuan saya barusan." Hangeng menundukan kepala nya malu, membuat senyum Jonghyun semakin terkembang.
"Tidak apa-apa, Hangeng-ssi."
"Saya hanya ingin berkenalan dengan anda Jonghyun-ssi juga memperkenalkan aktor dibawah naungan saya untuk mempererat kerja sama kita." Jelas Hangeng untuk apa kedatangan nya dan hanya dibalas dengan anggukan oleh Jonghyun.
"Lalu dengan penulis siapa anda bekerja sama?" Tanya Jonghyun penasaran dan jawaban yang keluar dari mulut Hangeng langsung membuat Jonghyun terkejut.
"Nama nya Cho Kyuhyun, ya dia memang hanya seorang editor tapi saya merasa kalau tulisan nya nanti sangatlah bagus." Jawab Hangeng membuat Jonghyun kembali tersenyum.
"Ya saya setuju dengan pemikiran anda barusan." Jonghyun mengangguki perkataan Hangeng barusan karena Jonghyun tau pasti Kyuhyun dapat melakukan nya walaupun ini adalah pengalaman pertama nya. "Ngomong-ngomong siapa aktor di bawah naungan anda?"
"Ah seharus nya dia kesini tapi-"
TOK TOK
"Kurasa itu dia." Hangeng membalikan tubuh nya dan menatap pintu untuk mengetahui siapa yang barusan saja mengetuk pintu. Jonghyun yang ingin segera berkenalan pun segera mempersilahkan orang itu masuk.
"Silahkan masuk." Ucap Jonghyun sedikit keras agar dapat terdengar keluar. Dan saat pintu itu terbuka, dua pandangan yang saling bertukar itu menampakan keterkejutan untuk satu sama lain.
"Lee Jonghyun." Siwon menatap terkejut ke arah Jonghyun yang menatap tak suka ke arah nya.
"Choi Siwon."
.
.
.
.
TBC
Ciaoooo~ ah mianhae saya update nya lama begini Dx saya sudah kelas 3 nih jadi saya sibuk dengan banyak nya tugas dan sibuk belajar, jadi readers bisa maklumi ne?
Dan jebalyoooo jangan karena ff ini atau ff yg lain lama update nya review nya jadi berkurang:( me need ur reviews guys!
Oh ya saya juga mau buat special chapter! Nah disana nanti kalian mau Special WonKyu Chapter atau Special JongKyu Chapter yg duluan? Tinggalkan kemauan/? Kalian di review ne:3
udahlah segini saja, saya hanya ingin mendapat review/masukan/saran dari kalian readers~ jangan hanya di follow atau favorite terus didiamkan. suka sedih liat nya:(
Jadi tunggu saja ne next chapter~ don't forget to leave ur review juseyo~ grazie!
