"Tetaplah disini. Aku mohon."
'Ba-bagaimana ini... aku seharus nya tak ada sini... bagaimana ini...' Kyuhyun menganggukan kepala nya pelan kemudian semakin membenamkan wajah nya di dada Siwon. 'Bagaimana ini... jantung ku...'
DEG DEG DEG DEG
Jantung Kyuhyun semakin berdetak dengan sangat cepat hingga bisa membuat Kyuhyun sesak seperti sekarang. Kyuhyun memejamkan mata nya saat Siwon memeluk nya dengan sangat erat. Dan tanpa ia sadari ia juga membalas pelukan Siwon tak kalah erat nya.
'Rasa nya jantung ku akan meledak...'
SparWonKyu present
.
.
Love Next Door!
Sequel of Handsome Next Door!
.
.
Rate T+ / Romance, Drama & Humor
Boys x Boys
Typo(s)
Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.
Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?
ENJOY
.
.
.
CHAPTER 6
"EEEEEPPPPP!"
DUGH
"Hahhh hahhhh..." Kyuhyun mengatur nafas nya yang mulai memberat dan semakin memberat seiring waktu berjalan. Apa yang baru saja terjadi? Kyuhyun baru saja kehilangan akal sehat nya dan mengiyakan permintaan Siwon. Lalu beberapa detik setelah itu, akal sehat nya kembali dan ia dengan cepat memukul kepala Siwon juga menjauh dari nya.
"Hhhh... appo..." Dan itu adalah suara kesakitan yang terdengar dari sang korban. Siwon sedaritadi terus mengelus kepala nya yang berdenyut nyeri akibat pukulan 'sayang' seorang Cho Kyuhyun.
"KENAPA KAU LAKUKAN ITU BODOH?!" Teriak Siwon tepat di depan wajah Kyuhyun. Kyuhyun mengorek-ngorek kuping nya yang hampir saja rusak akibat Siwon tadi lalu menatap nya dengan pandangan malas.
"Tidak, hanya melampiaskan emosi ku yang selama ini aku simpan. Jadi permisi aku harus pulang ke apartemen ku." Kyuhyun berdiri dari ranjang Siwon dan hendak berjalan keluar sebelum ditahan oleh Siwon.
"Apa?" Tanya Kyuhyun dengan malas kemudian menolehkan kepala nya menghadap Siwon yang terus memegang lengan nya.
"Sudah ku bilang kan? Jangan pergi. Tetaplah disini." Mohon Siwon dengan wajah yang sudah ia susah-susah buat sedih namun seperti nya sama sekali tak berlaku pada Kyuhyun.
"Kau sudah besar! Lagipula sebentar lagi Yunho akan pulang jadi aku-"
"Aku pulang!"
"Ah itu dia!" Kyuhyun tersenyum lega saat terdengar pintu depan terbuka juga suara Yunho yang tiba-tiba terdengar merdu di telinga Kyuhyun. Kembali ia pandangi lengan nya yang masih Siwon pegang, sesekali di goyangkan lengan nya agar dapat terlepas.
"Lepaskan aku." Lama merema terdiam, saling menyelami pikiran masing-masing yang tak akan ada ujung nya. Dengan terpaksa Siwon melepaskan Kyuhyun yang kemudian menghilang di balik pintu. Sedih? Tentu. Ia ingin Kyuhyun nya yang dulu. Tapi ini semua tak akan seperti dulu lagi. Tidak jika ia tak mengulangi kesalahan nya yang dulu.
"Kyuhyun!" Siwon segera berlari dengan cepat keluar kamar nya, dihiraukan nya sapaan Yunho kemudian melesat semakin cepat ke apartemen di sebelah nya. Tapi sayang nya pintu nya terkunci.
DUK DUK DUK
"Kyu... ku mohon buka lah." Siwon mengetuk-ngetuk pintu itu sedangkan tangan yang satu nya ia gunakan untuk menekan-nekan bel. Tangan yang mengetuk segera ia ganti untuk mengambil handphone nya dan acara mengetuk pintu itu di lanjutkan dengan kaki nya.
DUK DUK
TING TONG
TRING TRING
"KAU BERISIK SEKALI!" Akhirnya berhasil, Kyuhyun membuka setengah slot pintu nya. Hanya setengah. "DAN DARI MANA KAU DAPAT NOMOR KU?!"
"Tadi saat di kamar ku, aku memainkan handphone mu. Tak lihatkah kau?" Kyuhyun mengernyit kemudian berpikir.
"Bukankah kau hanya memainkan gantungan nya saja?" Tanya Kyuhyun balik dan mendadak ia merasa dejavu. Seperti tiga tahun yang lalu, Siwon bisa mendapat nomor handphone nya hanya dalam hitungan detik dan tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Sekarang keadaan itu terjadi lagi.
"Apa mau mu?" Tanya Kyuhyun dengan nada malas.
"Setidak nya berbicaralah dengan tamu mu dengan pintu terbuka. Tak taukah kau yang nama nya etika?" Kyuhyun ingin meremas handphone nya sampai pecah berkeping-keping karena mendengar pertanyaan Siwon barusan yang sangat menjengkelkan nya namun ia tak tega. Hey! Harga handphone sekarang mahal tau!
"Sekarang ada apa?" Tanya Kyuhyun kembali setelah membuka pintu nya dengan lebar namun saat Siwon hendak mengatakan sesuatu harus diintrupsi oleh suara handphone Kyuhyun.
"Ah permisi sebentar." Kyuhyun membalikan badan nya dan melangkah sedikit menjauh dari Siwon kemudian membuka handphone nya yang berisikan satu pesan belum dibaca.
'Permisi apakah ini no nya Cho Kyuhyun dari Lee Company?' pesan itulah yang tertera di layar handphone Kyuhyun, membuat Kyuhyun mengernyit bingung karena pesan itu dari nomor yang ia tak kenali.
'Ya itu memang saya. Ini siapa?' Balas Kyuhyun dan saat ia hendak memasukan kembali handphone nya sudah terdengar bunyi pesan masuk.
'Ini aku Jonghyun! Begini sebagai atasan mu aku mempunyai satu permintaan bagaimana?' Tiba-tiba saja wajah Kyuhyun berubah menjadi memanas saat mengetahui sang pengirim pesan adalah Lee Jonghyun.
'Ah Jonghyun! Tentu, permintaan apa itu?'
TRING
HE?! CEPAT SEKALI BALASAN NYA!
Kyuhyun terkagum dalam hati nya melihat betapa cepat nya Jonghyun dalam membalas pesan nya.
'Aku butuh seorang asisten untuk menemani ku besok ke sebuah undangan di Jeju, apa kau bisa menemani ku? Ya mungkin sekalian bertemu kembali keluargamu?'
'Tentu aku mau tapi aku tak memiliki uang yang cukup untuk ke sana.'
'Tenang saja, aku yang akan mendanai selama di Jeju jadi tak ada masalah kan. Kau mau?'
'Apa tak merepotkan? Ah baiklah aku mau.'
'Tidak haha kau terlalu memikirkan nya. Kalau begitu bawa pakaian dan alat-alat yang kau butuhkan mm.. karena kurasa ini bukan hanya untuk besok hehe.' Kyuhyun tersenyum melihat pesan dari Jonghyun tanpa disadari nya ada sepasa mata yang ikut melihat dari belakang nya.
'Ahaha aku mengerti kalau begitu sampai bertemu bes-'
"Darimana dia mendapatkan nomor mu?"
"EEEEPPP!" Kyuhyun terlonjak kaget saat mendengar suara Siwon di belakang nya. Ia bahkan tak jadi mengirim pesan nya yang tadi karena ulah Siwon.
"Cepat hapus nomor nya! Blok dia!" Suruh Siwon dan entah mengapa Kyuhyun seperti dapat melihat ada aura hitam yang menguar dari tubuh Siwon.
"K-kau gila! Dia kan bos ku, mana mungkin aku menghapus nomor nya!" Bentak Kyuhyun sembari berusaha menyembunyikan handphone nya karena ia bisa melihat betapa Siwon sangat menginginkan handphone nya saat ini.
TRING TRING
"YAK HANDPHONE KU!" Kyuhyun berteriak kesal karena baru saja saat terdengar bunyi panggilan masuk, Siwon segera merebut nya dengan cepat.
"Maaf nomor yang anda tuju sedang-"
'K-kyuhyun kau kah itu? Ini Changmin.' Siwon terdiam sejenak saat mendengar suara sang pemanggil, segera ia tolehkan kepala nya untuk menatap Kyuhyun yang sedang menggeram kesal.
"Siapa Changmim?"
SRET
"Changmin! Ah ya ini aku, ada apa?" Kyuhyun dengan cepat mengambil handphone nya kemudian mendorong-dorong Siwon dengan cukup kasar keluar dari apartemen nya.
"YAK CHO KYUHYUN! BUKA PINTU NYA! AKU BELUM SELESAI!" Siwon berteriak-teriak layak nya orang gila dengan tangan yang terus-menerus mengetuk pintu depan apartemen Kyuhyun dengan 'sayang' setelah di dorong dengan paksa oleh pemilik nya.
'K-kyu? Suara siapa itu?' Terdengar di ujung sana suara Changmin yang nampak cemas juga khawatir.
"Ah tidak, abaikan saja suara itu. Ngomong-ngomong nomor siapa ini? Kemana nomor mu yang biasa nya?" Tanya Kyuhyun saat menyadari sahabat nya itu menelpon nya dengan nomor yang berbeda dari biasa nya.
'Ini nomor dari salah satu kru drama yang baru-baru ini aku edit hehe aku meminjam nya karena baterai handphone ku habis.' Jelas Changmin, membuat Kyuhyun mengangguk-anggukan kepala nya tanpa bisa Changmin lihat.
'Begini to the point saja.. aku tak akan pulang mm.. entahlah beberapa minggu mungkin? Aku dipercayakan Sajangnim untuk memantau proses syuting drama hahh.. merepotkan sekali bukan?' Keluh Changmin dan Kyuhyun dapat mendengar dengan jelas helaan nafas seorang Changmin.
"Ah benarkah? Kalau begitu semangat! Aku juga harus pergi untuk menjadi sekretaris pribadi Sajangnim untuk waktu yang belum di tentukan hahh merepotkan juga bukan? Belum dengan selesainya naskah aku sudah mendapat pekerjaan baru."
'Ah jinjjayo? Ups. Maaf aku harus pergi sekarang, kau titipkan saja kunci nya pada resepsionis! Sampai jumpa!'
TUT
Kyuhyun menghela nafas nya kemudian menyimpan kembali handphone nya. Ditatap nya pintu apartemen nya dalam diam, ia tak ingin mengambil resiko saat ia mengecek ke depan masih ada sesosok 'kuda' aneh. Dengan langkah malas, ia segera berjalan mengambil backpack nya dan menyiapkan semua peralatan juga pakaian yang ia butuh di Jeju nanti.
"Hahhh..." Kyuhyun menatap ke langit-langit kamar nya. Sudah berapa lama ia meninggalkan Jeju dan keluarga nya?
.
.
.
.
"SAJANGNIM MAAFKAN AKU TERLAMBATTTTT!" Teriakan itu terdengar dari jarak yang cukup jauh di depan halaman Lee Company. Jonghyun mengalihkan pandangan pada sumber suara dan mendapati Kyuhyun yang tengah berlari ke arah nya.
"Tak apa-apa ahaha tenangkan dulu diri mu." Jonghyun berucap lembut saat melihat Kyuhyun yang terengah-engah di hadapan nya. "Ku kira kau tak jadi datang karena kau tak membalas pesan ku kemarin."
"Ma-maaf kan aku soal itu sajangnim. Ada masalah sehingga aku tak sempat membalas nya. Mianhae." Kyuhyun membungkuk kan tubuh nya dalam-dalam untuk menutupi wajah nya yang memerah marah mengingat semua itu adalah salah seorang Choi Siwon.
"Untunglah kau datang karena aku tak tau harus menghubungi siapa lagi karena yang aku percaya hanya diri mu hingga saat ini." Jonghyun mengacak rambut Kyuhyun gemas tanpa mengetahui efek nya pada Kyuhyun, jantung nya berdegup tak beraturan juga tak konstan. Membuat nya sedikit sesak. "Dan jangan memanggil ku sajangnim seperti itu. Rasa nya aneh."
"Tidak jika banyak karyawan mu." Sanggah Kyuhyun cepat-cepat sambil berusaha membenarkan letak backpack nya hanya untuk menghilangkan kegugupan nya.
"Baiklah, jika tak ada karyawan kau tak perlu memanggil ku dengan sebutan sajangnim. Arrachi?" Kyuhyun mengangguk-anggukan kepala nya membuat Jonghyun tersenyum puas. "Tunggu apa lagi? Ayo kita berangkat!"
Mereka berdua kemudian masuk ke dalam sebuah audi putih milik Jonghyun yang tentu nya membuat Kyuhyun takjub. Tak memakan waktu lama untuk sampai di pelabuhan dengan mobil sport seperti itu, mereka juga tak perlu menunggu lama karena Jonghyun telah menyewa sebuah kapal untuk menyebrang ke pulau Jeju. Selama di kapal mereka berdua hanya membahas tentang bagaimana kehidupan mereka setelah tak bertemu lagi. Dan Kyuhyun sangat terkejut saat mendengar kalau sekarang Minho sudah menjadi seorang dancer terkenal di Amerika. Entah kenapa ia sangat merindukan berisik nya seorang Choi Minho. Tapi hanya satu hal yang tak mereka bahas atau lebih tepat nya tak ingin di bahas. Masalah percintaan mereka selama di Jeju dulu juga sekarang.
Setelah sekitar dua jam berada di lautan, mereka berdua akhirnya sampai di pelabuhan pulau Jeju. Mereka harus sempatkan waktu mereka untuk singgah ke toilet di pelabuhan karena mual yang sudah lama tak mereka rasakan saat berada di lautan.
"Bagaimana kalau menginap di tempat ku?" Usul Kyuhyun saat mereka sudah masuk lagi ke dalam audi putih itu. Jonghyun menatap Kyuhyun sebentar kemudian beralih memegang kemudi lagi.
"Apa tidak merepotkan?"
"Tentu saja tidak! Masih ingat jalan nya?"
"Mana mungkin aku lupa jalan di mana rumah mu berada."
BLUSH
Seketika wajah Kyuhyun berubah menjadi merah padam mendengar ucapan Jonghyun. Dengan santai Jonghyun mengemudikan audi putih nya itu menyusuri jalanan di pulau Jeju. Kyuhyun menatap pemandangan yang terus ia lewati selama audi putih itu masih berjalan. Ah sungguh rindu hati nya melihat semua keindahan yang indah ini.
"Mm... yang itukan rumah mu?" Tanya Jonghyun was-was, takut kalau ia salah jalan. Kyuhyun mencondongkan tubuh nya ke depan dan senyuman langsung terkembang saat melihat rumah nya yang selama ini ia tempati dari kecil itu sama sekali tak berubah.
"Ya ya! Yang itu!" Jawab Kyuhyun dengan antusias, membuat senyuman Jonghyun ikut berkembang. Di parkirkan nya audi putih itu di depan halaman rumah dan Kyuhyun segera melesat keluar dari mobil menuju ke rumah nya.
"UMMAAAA!" Teriak Kyuhyun sembari membuka pintu depan dengan kasar membuat Heechul yang sedang bersih-bersih rumah tersentak kaget.
"K-kyuhyun?" Tanya Heechul memastikan saat tiba-tiba saja seseorang memeluk nya dengan erat. Kyuhyun menganggukan kepala nya dan semakin mengeratkan pelukan nya pada ibunda nya tersayang itu. "Anak ku..."
PLAK
"Appo ummaaaaa!" Rengek Kyuhyun saat Heechul tiba-tiba saja memberikan 'tanda selamat datang kembali' di kepala nya dengan 'lembut'.
"YAK KAU ANAK DURHAKA! TAK PERNAH MENGHUBUNGI ATAU MEMBERIKAN UANG! TAK TAHUKAH KAU BETAPA MENDERITA NYA UMMA MU DAN HENRY DISINI! UNTUNG NYA HENRY CEPAT DAPAT PEKERJAAN TAK SEPERTI KAU!"
"U-umma... sttt... ada bos ku di luar. Jangan membuat ku malu." Bisik Kyuhyun dengan perasaan bersalah pada umma nya itu.
"Mwo? Kenapa kau tak suruh masuk?!" Heechul segera berlari kecil menuju pintu depan rumah nya dan mendapati Jonghyun yang sudah selesai memindahkan tas nya juga Kyuhyun ke depan pintu.
"Omo! Kau kan Lee Jonghyun!" Takjub Heechul saat melihat Jonghyun yang dulu menyewa rumah di samping nya. Jonghyun yang mendengar itu segera membungkukan badan nya dengan formal.
"Selamat siang ahjumma. Sudah lama tak bertemu." Ucap Jonghyun dengan senyum dimple nya, membuat Heechul sedikit salah tingkah.
"Ah kau semakin tampan Jonghyun-ssi. Apakah... anda bos dari anak ku?" Tanya Heechul berusaha memastikan dan Jonghyun pun hanya menganggukan kepala nya. "Maaf pasti anak ku itu merepotkan."
"Yak Umma!" Terdengar suara Kyuhyun yang tak terima muncul dari belakang sambil menggembungkan pipi nya.
"Tidak kok ahjumma, anak mu sangat membantu sekali di perusahaan. Saya sangat senang karena ia bekerja di perusahaan saya."
"Ah benarkah? Syukurlah kalau begitu. Tapi jangan panggil aku ahjumma. Umma saja bisa oke?" ucap Heechul sambil mengedipkan sebelah mata nya, membuat Jonghyun terkiki pelan sedangkan Kyuhyun yang memutar bola mata nya malas.
"Baiklah umma."
"Nah sekarang kau perlihatkan kamar untuk Jonghyun di kamar kosong samping kamar mu. Dan tenang aku selalu membersihkan kamar itu." Cepat-cepat Heechul katakan saat melihat Kyuhyun yang seperti nya akan protes. "Umma akan siapkan makanan untuk kalian."
"Tidak perlu umma, kami hanya akan menyimpan barang kami karena kami sudah harus pergi." Ucap Jonghyun dengan senyuman yang setia tersungging di wajah nya, membuat Heechul menghela nafas nya.
"Baiklah, kalau begitu aku harus melanjutkan pekerjaan ku."
Heechul segera pergi bekerja yang sebenarnya hanya kembali membersihkan rumah nya agar menjadi lebih dan ekstra bersih karena ada nya tamu yang datang tiba-tiba. Kyuhyun pun segera mengajak Jonghyun menuju kamar yang akan ia tempati dan ia kembali menuju kamar nya yang tidak berubah sama sekali. Sayang sekali ia tak bisa berlama-lama menyalurkan kerinduan pada kamar nya karena Jonghyun yang sudah memanggil untuk pergi lagi. Kyuhyun tak boleh menolak sama sekali karena sekarang ia adalah asisten pribadi dadakan dari seorang Lee Jonghyun. Mereka berdua segera masuk ke dalam audi putih setelah berpamitan dengan Heechul. Jonghyun segera menjalankan audi hitam nya dan yang Kyuhyun ketahui sekarang mereka sedang menuju ke pantai yang sedang dipakai untuk menjadi tempat shooting drama. Setelah sampai di pantai yang sudah penuh dengan banyak nya kru film mereka di sambut oleh dua orang yang sangat familiar bagi satu sama lain. Jonghyun dan Kyuhyun segera keluar dari audi itu kemudian menatap tak percaya pada dua orang yang berada di hadapan mereka.
"Yunho hyung." Ucap Jonghyun sambil menatap Yunho.
"J-Jonghyun?" Sedangkan Kyuhyun menatap lekat pada seseorang yang berdiri seperti patung di samping Yunho.
"Changmin?"
"Hai... K-kyuhyun."
.
.
.
.
TBC
Yo saya datang membawa chapter baru :3 kaya nya eum... mungkin? JongKyu nya di tunda chapter depan deh eheee. dan maaf kalau update lama bangetttt... author semakin mendapat banyak tugas hingga susah buat nulis-nulis ff atau sekedar publish new chap jadi tolong maafkan:( saya juga mau berterima kasih untuk para readers yg selalu meninggalkan review dan yg memberikan saran ne mwahhh!
Hm... gatau mau ngomong apa lagi, ya pokok nya saya tunggu aja review nya ehehe semoga review nya ga berkurang ya readers ku yang baik hati:* yo yo ayo tinggalkan review nya dan tunggu next chap ne! Grazie
