Maaf Siwon... tapi...

"Ada apa Jonghyun?" tanya Kyuhyun bingung karena sesaat setelah mereka keluar dari labirin itu, Jonghyun menghentikan langkah nya dan mengalihkan pandangan nya pada labirin di belakang nya.

"Tak apa-apa." Jawab Jonghyun dengan sennyuman nya kemudian kembali berjalan dengan tangan yang saling bertautan. Mereka berdua kembali berjalan masuk ke dalam rumah itu dengan bibir Jonghyun yang menampilkan smirk nya dan pandangan mata nya yang berubah dingin.

Tapi... Kyuhyun hanya milikku.

SparWonKyu present

.

.

Love Next Door!

Sequel of Handsome Next Door!

.

.

Rate T+ / Romance, Drama & Humor

Boys x Boys

Typo(s)

Cast: Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Lee Jonghyun, Jung Yunho, Shim Changmin, Choi Minho, Tan Hangeng, etc.

Pair: WonKyu, JongKyu, HoMin dan mungkin masih ada lagi seiring cerita berjalan?

ENJOY

.

.

.

CHAPTER 8

"Tuan... tuan... bangunlah..."

"Eumhhh..." Kepala Siwon terasa berputar dan dengan tenaga yang belum pulih sepenuh nya Siwon berusaha menajamkan pendengeran nya juga berusaha membuka mata nya yang terasa berat. "Kyuhyun?"

"Tuan? Ah syukurlah anda sudah sadar." Mendengar suara itu Siwon merasa sedikit kecewa karena saat ini... saat Siwon tersadar hal pertama yang ingin ia dengar adalah suara bak malaikat. Tapi itu semua hanya bisa menjadi angan-angan Siwon.

"A-apa yang terjadi?" Tanya Siwon kebingungan setelah mendudukan diri nya dan menatap sekilas namja yang telah menemukan nya, seperti nya namja ini bekerja di rumah ini.

"Saya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan anda tuan. Tapi hanya anda mobil anda satu-satu nya yang masih berada di parkiran jadi saya kira anda pasti sedang berjalan-jalan di labirin dan tersesat." Jelas namja itu sembari membantu Siwon untuk berdiri. Beberapa detik Siwon harus menyesuaikan keseimbangan tubuh nya, entah mengapa ia masih merasa lemas.

"Ah begitu... terima kasih, bisa antarkan aku ke mobil ku?"

"Tentu, tuan. Tolong ikuti saya."

Mereka berdua kemudian berjalan dalam keheningan dan saat mereka melewati aula utama terlihat sekali banyak sampah bekas para tamu yang sudah pulang terlebih dahulu. Sesekali namja asing itu memperhatikan Siwon karena ia takut jika Siwon akan jatuh pingsan lagi kapan saja. Untung nya itu tak terjadi sama sekali.

"Saya harus kembali bekerja. Hati-hati di jalan tuan." Namja itu membungkukan badan nya formal kemudian berlari masuk ke dalam rumah. Siwon menghela nafas nya lalu mengalihkan pandangan nya menatap langit yang tidak terlihat indah. Mendung di tutupi awan. Sama seperti keadaan nya sekarang. Siwon membuka pintu mobil audi hitam nya dan mendudukan diri nya. Ada dua hal yang masih ia pertanyakan di otak nya. Apakah Kyuhyun berhasil keluar dari labirin itu? Dan siapa yang membawa Kyuhyun keluar dari labirin itu?

.

.

.

.

Audi putih itu terus berpacu dengan cepat membelah lautan malam. Dan di jok depan sebelah kanan nampak seorang namja manis yang menikmati hembusan angin yang masuk melewati jendela mobil yang telah di buka. Surai-surai lembut nya melambai-lambai seiring angin yang terus mengenai nya. Mata indah nya terpejam merasakan dingin nya angin yang mengenai wajah nya. Tapi beberapa detik kemudian mata indah itu kembali terbuka saat ia tak merasakan hembusan angin yang mengenai nya.

"Kau bisa masuk angin nanti." Ucap sang pelaky yang telah menutup jendela di sebelah Kyuhyun, Lee Jonghyun. Kyuhyun menatap Jonghyun sembari mempoutkan bibir nya yang semakin menambah kesan imut pada nya.

"Kau menyebalkan." Kyuhyun melipat tangan nya di dada dan mengalihkan pandangan nya. Jonghyun tertawa pelan melihat tingkah Kyuhyun yang menjadi kekanakan seperti itu. Mata nya melirik ke arah kiri nya yang menampakan bentangan laut yang sangat luas. Audi putih itu terus melaju di ujung jurang yang panjang itu. Jonghyun tersenyum saat melihat sesuatu yang pasti Kyuhyun suka. Dan Kyuhyun sangat terkejut saat tiba-tiba saja Jonghyun menghentikan audi putih nya.

"Keluarlah." Suruh Jonghyun yang entah sejak kapan berada di samping kanan nya dan telah membuka kan pintu nya. Saat Kyuhyun keluar, ia sangat terkejut saat melihat dimana mereka berpijak sekarang. Di sebuah lahan kecil di ujung jurang dan entah mengapa ada satu buah bangku taman di sana. Kaki Kyuhyun berjalan mendekati ujung dari ujung jurang itu kemudian menumpukan tangan nya di besi pengaman agar tak terjatuh ke bawah. Mata nya membesar bak mata kucing saat melihat besar juga terang nya bulan purnama malam itu. Bersinar terang saat di sekitar nya hanya terlihat awan yang membuat mendung. Jonghyun mendekati Kyuhyun dan berdiri di samping nya. Ia tak tahan untuk memperhatikan wajah Kyuhyun yang ditimpa dengan sinar rembulan. Membuat wajah indah Kyuhyun semakin bertambah indah.

"Indah sekali." Ucap Jonghyun tak sadar masih sambil memperhatikan Kyuhyun.

"Ya, indah sekali." Balas Kyuhyun polos. Ia tak tahu kalau ucapan Jonghyun barusan ditunjukan untuk nya, yang ada di pemikiran nya perkataan Jonghyun barusan untuk rembulan di atas mereka. Jonghyun berusaha menahan tawa nya kemudian mendudukan diri nya di bangku taman yang ada di sana.

"Ahh disini sangat indah!" Ucap Kyuhyun kemudian mendudukan diri nya di samping Jonghyun dan kembali memejamkan mata nya. Merasakan hembusan angin yang menerpa wajah nya. Dia sangat merindukan masa kecil nya, masa di saat ia masih bisa bermain-main dipantai dan merasakan hembusan angin segar menerpa nya. Tapi seiring umur nya yang bertambah, ia semakin tak memiliki waktu untuk memanjakan diri nya sendiri. Dan bagi Kyuhyun saat-saat seperti inilah yang ia butuhkan.

"Apa kau tak kedinginan?" Tanya Jonghyun khawatir melihat pipi Kyuhyun yang seperti nya bersemu merah karena dingin nya angin.

"Tidak. Sama sekali tidak dingin." Jawab Kyuhyun dengan senyuman yang mengembang di wajah nya.

"Jika kau mau aku bisa menghangatkan mu." Bisik Jonghyun tepat di samping telinga Kyuhyun, membuat Kyuhyun terkejut dan membuka mata nya seketika. Namun yang lebih membuat nya terkejut adalah hal yang Jonghyun lakukan selanjut nya... mengecup telinga nya.

"Mm... i-itu ada yang ingin aku tanyakan..." ucap Kyuhyun dengan suara tergagap setelah menjauhkan tubuh nya beberapa senti dari Jonghyun.

"Ya? Apa itu?" Kyuhyun dapat melihat dari lirikan mata nya kalau Jonghyun tengah menatap nya lapar saat ini. Dan itu membuat Kyuhyun agak gelisah.

"Kemanakah Siwon setelah kalian... mm... saling menyapa?" Tanya Kyuhyun dengan ragu-ragu. Kyuhyun dapat melihat tatapan mata Jonghyun yang langsung berubah seketika saat mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir nya.

"Dia kembali lagi ke aula tentu nya, menggoda para yeoja yang terus memperhatikan nya. Kau tau sendiri kalau dia itu suka mempermainkan seseorang." Ucap Jonghyun dengan smirk nya saat melihat reaksi Kyuhyun yang membulatkan mata nya mendengar jawaban Jonghyun. Ya... dia memang seperti itu. Bukankah dulu Kyuhyun juga hanya di permainkan? Dan siapa sangka kalau ternyata Siwon tak berubah sama sekali... masih suka mempermainkan nya.

"Ah be-begitu ya..."

"Dia sudah tak memperdulikan mu lagi, Kyuhyun. Tak bisakah..." Jonghyun menahan ucapan nya lalu beralih memegang tengkuk Kyuhyun untuk mengarahkan pandangan nya hanya pada Jonghyun. "Tak bisakah kau lihat yang lain selain dia?"

TES TES

"Ah... ma-maafkan aku." Kyuhyun segera menepis tangan Jonghyun yang memegangi tengkuk nya saat tiba-tiba saja air mata turun mengalir melewati pipi nya. Tangan nya terangkat untuk mengusap kasar mata nya namun baru beberapa gesekan, tangan nya sudah tak bisa bergerak karena di pegang oleh seseorang.

"Aku mencintai mu Kyuhyun... cinta ku tak berubah sama sekali dari dulu. Aku masih mencintai mu sepenuh hati ku. Saranghae." Ucap Jonghyun sembari tersenyum manis dan menghapus air mata Kyuhyun yang telah berhenti mengalir. Mendengar pernyataan Jonghyun, Kyuhyun hanya bisa diam membatu. Ini terlalu mendadak. Dan dia masih belum tahu kemana hati nya berlabuh sekarang. Ia membutuhkan waktu.

"J-jonghyun... aku masih belum ingin menjalin hubungan serius dengan seseorang. Ma-maksud ku ini terlalu mendadak. A-aku..." ucapan Kyuhyun terpotong saat jari telunjuk Jonghyun mendarat di bibir ranum nya. Jonghyun menganggukan kepala nya seakan mengerti apa lanjutan ucapan Kyuhyun yang telah ia potong.

"Aku mengerti. Kalau begitu lebih baik kita pulang saja, tidak baik terkena angin malam seperti ini." Jonghyun masih memasang senyuman nya kemudian menarik lembut tangan Kyuhyun untuk masuk kembali ke dalam audi putih nya. Kyuhyun menuruti Jonghyun lalu beralih masuk ke dalam mobil. Kepala nya ia tundukan dan berusaha untuk menghindari kontak mata langsung dengan Jonghyun. Ia merasa tidak enak karena menolak Jonghyun seperti tadi. Tapi entah mengapa di sisi lain ia merasa... lega.

"Kau tidak apa-apa?" Tanya Jonghyun sembari melirik Kyuhyun yang masih belum menatap nya.

"Ya.. aku tak apa-apa." Jawab Kyuhyun dengan senyuman yang di paksakan. Lalu setelah itu audi putih itu melaju kembali dengan keheningan yang lebih hening daripada sebelum nya.

.

.

.

.

Pagi akhirnya datang, mentari kembali lagi harus bersiap menyapa hari yang baru. Tapi dapat terlihat satu namja yang nampak nya sangat terganggu karena sinar mentari yang sudah menyapa nya. Ia paksakan untuk membuka mata nya, berkedip-kedip selama beberapa saat untuk menyesuaikan penglihatan mata nya yang baru terbangun. Namja tersebut-Siwon, mengerang lalu mengacak-ngacak rambut nya. Dengan malas ia akhirnya menurunkan kaki nya untuk berjalan menuju kamar mandi. Dan setelah membuat tubuh nya merasa segar, Siwon memilih untuk memakai pakaian santai lalu berjalan keluar dari hotel yang ia tempati.

Ada yang nampak tak asing dengan hotel juga jalanan yang tengah Siwon tempuh. Apakah itu? Siapa sangka kalau ternyata Choi Siwon masih terjebak nostalgia. Ia memilih hotel yang berada tak jauh dari komplek rumah Kyuhyun. Ia sangat percaya kalau Kyuhyun pasti sedang berada di rumah nya saat ini. Sedangkan Jonghyun oh... Siwon sangat tak memperdulikan nya saat ini. Setelah membeli sebuah kopi hitam di kedai kopi yang berada dekat di hotel nya, Siwon kembali melangkahkan kaki nya namun akhirnya langkah kaki nya terhenti di depan sebuah rumah yang sangat ia kenal. Rumah Kyuhyun. Rasa nya Siwon ingin sekali pergi ke sana, mengetuk pintu nya kemudian memeluk erat sang pemilik rumah. Tapi apa daya nya, ia hanya mampu melihat dari jauh dan kaki nya kembali melangkah. Tak ada rasa ingin melirik menuju rumah di samping Kyuhyun. Rumah yang dulu ia tempati bersama sahabat... dan mantan sahabatnya itu.

Akhirnya setelah berjalan cukup jauh, Siwon sampai juga di tempat tujuan nya. Sebuah taman kecil yang bagi nya bersejarah. Karena di taman itulah ia pertama kali mengingkari janji nya dengan Kyuhyun juga di taman itulah ia mengajak Kyuhyun untuk pergi berkencan. Dan saat ia menolehkan kepala nya menatap ke arah ayunan di sana. Nampak seseorang yang tengah mengayun-ayunkan diri nya, namja yang sangat ingin Siwon temui.

"Kyuhyun."

"Si-Siwon?"

.

.

.

.

Pagi telah datang dan sinar matahari yang bersinar masuk ke dalam sebuah kamar melalui celah gordeng itu membuat orang yang sedang nyenyak tertidur itu sangat terganggu. Diangkat tangan nya untuk mengucek mata nya dengan agak kasar sehingga saat ia membuka mata nya sedikit berair. Dikedip-kedipkan mata nya yang bulat lucu itu untuk membiasakan penglihatan nya. Dengan malas akhirnya ia harus mandi dengan cepat karena kulit nya yang tak terbiasa mandi air dingin di pagi hari. Siapa lagi kalau bukan Kyuhyun yang telah membuat kegaduhan sepagi itu di kamar mandi, meloncat-loncatkan tubuh nya saat merasakan air dingin. Setelah selesai selanjut nya ia handuki tubuh basah nya dan berganti pakaian santai. Lalu dengan meloncat-loncat pelan menuruni tangga ia sampai di ruang makan.

"Haish apakah dia itu benar ibu ku? Tega sekali tak menyiapkan sarapan." Keluh Kyuhyun sembari mempoutkan bibir nya saat melihat tak ada makanan apapun di atas meja makan padahal perut nya sudah memberontak kelaparan.

DUG DUG DUG

Baru selesai ia mengeluarkan keluh kesahnya terdengar suara langkah kaki yang sedang terburu-buru menuruni tangga.

"Yak umma! Kenapa kau tak membuatkan ku makanan?" Kyuhyun menghela nafas nya dan ternyata yang ia ajak bicara bukan lah umma nya Heechul melainkan Jonghyun yang nampak sudah rapi dengan setelan main nya, membuat kesan terlihat seperti seorang model. Tunggu... bukankah ia memang model?

"Ah selamat pagi." Sapa Jonghyu dengan senyum dimple nya membuat pipi Kyuhyun sedikit merona merah.

"Se-selamat pagi juga, kau mau pergi kemana Jonghyun?" Tanya Kyuhyun penasaran dengan setelah main Jonghyun.

"Aku akan menemui teman-teman ku yang tinggal disini."

"Perlu ku temani?"

"Tidak, terima kasih. Tenang saja aku tak akan tersesat. Kalau begitu aku pergi dulu ya?" Ucap Jonghyun sembari mengacak-ngacak surai Kyuhyun yang sudah agak kering itu. Kyuhyun kemudian membetulkan rambut nya setelah melihat Jonghyun yang telah pergi keluar dari pintu.

"Eh? Tunggu! Jonghyun apa kau sudah sara-pan?" Kyuhyun berhenti tepat di depan pintu rumah nya saat ia sudah tak melihat audi putih Jonghyun. Bodoh. Harus nya ia memperlakukan tamu nya dengan lebih baik. "Semoga dia sudah sarapan."

Perut Kyuhyun kembali melakukan demo di bawah sana. Dengan amat sangat terpaksa akhirnya Kyuhyun terpaksa harus sarapan di luar. Diambil nya jaket berwarna abu-abu nya kemudian berjalan menyusuri jalanan komplek rumah nya yang sangat sepi itu. Digesek-gesekan kedua tangan nya agar terasa hangat, bahkan saat ia bernafas dapat terlihat uap yang terbuat dari acara bernafas nya itu.

Kyuhyun semakin melangkahkan kaki nya dengan cepat dan memasuki salah satu restoran yang sudah buka itu. Ia memesan satu paket sarapan kemudian duduk di pojokan. Sembari menunggu pesanan nya datang yang ia lakukan hanya menghembuskan nafas ke kaca di samping nya sehingga menjadi berembun kemudian menggambar-gambar yang tak jelas.

"Kamsahamnida." Ucap Kyuhyun berterima kasih saat pesanan nya di antarkan dan dengan kecepatan yang tak dapat terdefinisi ia sudah berhasil menghabiskan sarapan nya. Saat ia membayar pesanan nya, semua karyawana di sana menatap kagum pada Kyuhyun dan yang di tatap hanya bisa meluncurkan tatapan polos nya.

Kaki nya kembali melangkah kembali berniat untuk kembali ke rumah nya namun langkah nya terhenti di depan taman kecil kompleks nya. Ia terlalu malas berada di rumah jadi tak masalah kan ia bermain-main sebentar?

"Tentu tak masalah, Cho Kyuhyun." Ujar Kyuhyun pada diri nya sendiri kemudian mendudukan diri nya di salah satu ayunan dan mengayun-ayunkan tubuh nya. Tanpa sepengetahuan nya ada sepasang mata yang menatap tak percaya pada keberadaan nya di sana.

"Kyuhyun." Merasa nama nya terpanggil, Kyuhyun segera menolehkan pandangan nya yang langsung seketika membulatkan mata nya saat melihat siapa pelaku yang telah memanggil nama nya barusan.

"Si-siwon?" Tanya Kyuhyun tak percaya, ia takut kalau penglihatan nya semakin memburuk tetapi ternyata tidak. Itu memanglah Siwon.

SRAK

"A-apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kyuhyun masih tak percaya setelah mengeluarkan tubuh nya dari ayunan itu, membuat debu tanah di bawah nya berterbangan karena ulah nya.

"Sehabis membeli ini." Jawab Siwon sembari mengangkat cup berisi kopi nya. Siwon kemudian membalik tubuh nya dan memperhatikan sekitar nya, mata nya menatap ke arah taksi yang baru saja menurunkan seorang penumpang ke rumah nya.

"Ba-baiklah, senang berjumpa dengan mu. Aku harus kembali ke rumah." Ucap Kyuhyun sedikit gugup kemudian dengan langkah perlahan melewati Siwon. Namun baru beberapa langkah ia melewati Siwon, tangan nya sudah di cekal oleh Siwon.

"Y-yak! Apa yang kau lakukan?!" Panik Kyuhyun saat Siwon menarik nya dan memaksa nya masuk ke dalam taksi.

"Ke gunung Jeju." Ucap Siwon sambil menahan tubuh Kyuhyun yang meronta-ronta. Sang supir yang nampak kebingungan pun dengan cepat mengikuti ucapan Siwon.

"Tuan! Tolong berhenti! Keluarkan aku dari sini!" Teriak Kyuhyun masih sambil meronta-ronta namun itu semua hanya sia-sia saja mengingat kekuatan Siwon yang luar biasa.

"Jangan dengarkan dia, tetaplah melaju."

"Ini penculikannnnn! Ini penculikannnnn!"

Sang supir semakin dibuat bingung dengan kegaduhan yang di buat dua penumpang nya ini. Tapi ia masih tetap melaju bahkan menambahkan kecepatan taksi nya saat melihat glare dan aura gelap Siwon dari kaca spion nya. Kyuhyun akhirnya menyerah untuk memberontak dan menundukan kepala nya. Meratapi nasib nya saat ini.

Ke-kenapa ini terjadi pada ku? Kenapa? KENAPAAAAAAAAAA!

.

.

.

.

TBC

Ciaooooo saya kembali aduh maafkan saya yang update nya lama binggo:( ini saya baru selesai uts jadi nya susah buat update-update gini:( duh maafkannnnnn!

Walaupun update nya lama semoga saja review nya tak sedikit ya:( JADI KALAU TELAH MEMBACA CHAPTER INI TOLONG JANGAN LUPA TINGGALKAN REVIEW NYA NE JEBAL;3

Gatau mau ngomong apa harap maklumi aja kalau update nya lama soal nya saya udh kelas akhir jd susah deh:( so tungguin aja dengan penuh kesabaran next chap nya ya! CIAO!